You are on page 1of 17

STUDI KELAYAKAN BISNIS PADA

ASPEK PASAR

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Feasibility Study”

Dosen Pembimbing : Dikky Nophiansah S.E., M.M

Disusun oleh :

Khoerunnisah (1510631030102)

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

AKUNTANSI

2018
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, Wr.Wb.

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala,
karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul
“Aspek Pemasaran”. Makalah ini dibuat dalam rangka untuk memenuhi tugas
mata kuliah Feasibility Study.

Makalah ini disusun dengan tujuan agar pembaca dan penulis dapat
memperluas pemahaman tentang Studi kelayakan bisnis pada aspek pemasaran.
Uraian dan ulasan yang tersaji dalam makalah ini berdasarkan hasil kutipan dari
berbagai sumber yang ada seperti media cetak dan media elektronik. Penyusunan
makalah ini tidak akan selesai tanpa bantuan dan kerja sama kelompok.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dikky Nophiansah S.E.,
M.M selaku Dosen Pembimbing mata kuliah Feasibility Study. Atas ketegasannya
dalam pembentukan kelompok dan penentuan deadline tugasnya sehingga
memberikan motivasi untuk menyelesaikan makalah ini sesuai pada waktu yang
telah ditentukan.

Semoga materi yang kami tuangkan ini memberikan wawasan yang lebih
luas kepada pembaca maupun penulis. Makalah ini jauh dari kata sempurna.
Segala kekurangan dan kesalahan pada makalah ini sepenuhnya adalah faktor
kelemahan kami, kritik dan saran sangat kami perlukan untuk bisa memperbaiki
makalah ini kedepannya.

Wasalammualaikum, Wr.Wb.

Karawang, Oktober 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................... i

Daftar Isi .............................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 1
1.3 Manfaat .................................................................................................................... 2
1.4 Tujuan ...................................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian pasar ........................................................................................................ 3
2.2 Permintaan dan penawaran ....................................................................................... 3
2.3 Bentuk pasar .............................................................................................................. 3
2.4 Mengukur dan meramal permintaan ......................................................................... 6
2.5 Impikasi pada studi kelayakan bisnis ........................................................................ 10
2.6 Pasar sasaran ............................................................................................................. 10
2.7 Segmentasi pasar ....................................................................................................... 12
2.7.1 Identifikasi segmen pasar................................................................................. 13
2.7.2 Manfaat segmentasi ........................................................................................ 13
2.7.3 Syarat-syarat segmentasi efektif ...................................................................... 14
2.7.4 Marketing Intellegent ....................................................................................... 15

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan................................................................................................................ 16

Daftar Pustaka

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Suatu kegiatan bisnis pasti akan melibatkan banyak pihak-pihak yang
memiliki berbagai kepentingan yang berbeda. Hal tersebut ialah menunjukan
bahwa dalam studi kelayakan bisnis akan melibatkan banyak tim dari berbagai
ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek pada masing-masing, maka dari itu
diperlukannya studi kelayakan bisnis untuk melakukan penelitian yang
menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek pasar dan pemasaran, akpek teknis
serta teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuanganya, dimana hal itu
digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan serta hasilnya digunakan untuk
mengambil sebuah keputusan.

Aspek pasar adalah inti dari penyusunan Studi Kelayakan bisnis, karena
permintan pasar terhadap produk merupakan dasar untuk menyediakan produk.
Oleh karena itu studi mengenai Aspek Pasar bertujuan untuk mengetahui besarnya
permintaan terhadap produk yang akan disediakan dan menempatkan produk yang
akan dipasarkan pada posisi yang menguntungkan sehingga bisnis bisa dijalankan.
Aspek pasar yang dianalisa meliputi permintaan pasar terhadap produk yang akan
disediakan, analisa tingkat persaingan dan strategi pesaing dalam memasarkan
produknya, sehingga bisa dirancang produk dan metode pemasaran yang bisa
memenangkan persaingan.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah analisa mengenai pangsa pasar yang
akan diperoleh dengan mempertimbangkan tingkat permintaan, penawaran dan
program pemasaran yang akan diterapkan. Untuk melakukan penelitian mengenai

4
Aspek Pasar perlu dilakukan studi secara informal dan formal. Penelitian secara
informal bisa dilakukan dengan melakukan tes pasar di lapangan.

1.2.Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan aspek pasar?
2. Apa yang dimaksud dengan permintaan dan penawaran dalam aspek
pasar?
3. Sebutkan bentuk-bentuk pasar yang ada dalam aspek pasar?
4. Bagaimana mengukur dan meramal permintaan?
5. Bagaimana implikasi dalam studi kelayakan bisnis?
6. Apa yang dimaksud dengan pasar sasaran? Dan bagaimana
menentukan pasar sasaran tersebut?
7. Apa itu segmentasi pasar? Bagaimana menentukan segmentasi pasar?
1.3. Manfaat

Makalah ini diharapkan mampu bermanfaat bagi pembaca maupun
pemakalah dalam memahami dan menerapkan ilmu yang dipelajari sehingga
berguna untuk kehidupan.

1.4.Tujuan

1. Untuk mengetahui tentang pengertian pasar.
2. Untuk mengetahui pengertian permintaan dan penawaran didalam aspek
pasar.
3. Untuk mengetahui macam-macam pasar.
4. Untuk memahami pengukuran dan peramalan permintaan
5. Untuk memahami implikasi dalam studi kelayakan bisnis
6. Untuk mengetahui pengertian pasar sasaran dan cara menentukan pasar
sasaran
7. Untuk mengetahui segmentasi pasar dan cara menentukan segemtasi pasar

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Pasar
Menurut para ahli, merupakan tempat pertemuan antara penjual dan
pembeli atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dan penawaran untuk
membentuk suatu harga. Pendapat ahli lain mengatakan bahwa pasar merupakan
suatu sekelompok orang yang diorganisasikan untuk melakukan tawar menawar,
sehingga terbentuk suatu harga. Stanton, mengemukakan pasar merupakan
kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk
belanja, dan kemauan untuk membelanjakanya. Jadi ada tiga factor utama yang
menunjang terjadinya pasar, yaitu orang-orang dengan segala keinginanya, daya
belinya, serta tingkahlaku dalam pembelianya.
2.2.Pengertian Permintaan Dan Penawaran

Permintaan dapat diartikan jumlah barang yang dibutuhkan konsumen
yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga. Di sisi
lain penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan
dipasar pada berbagai tingkat harga. Bila harga naik maka produsen akan
berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
- Harga barang-barang lain
Pada permintaan barang, barang-barang ada yang saling bersaing (jika
barang subtitusi) dalm memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang-barang ini dapat
menimbulkan pengaruh penting kepada penawaran suatu barang.
- Biaya faktor produksi
Jika pengeluaran untuk factor produksi tidak efisien, tindakan ini dapat
mengurangi penawaran di dalam suatu kegiatan ekonomi tertentu.
- Tujuan perusahaan

6
Jika tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan, dapat saja ia
tidak berusaha menggunakan kapasitas produksinya secara maksimal, tetapi pada
tingkat kpasitas yang memaksimumkan keuntungannya.
- Tingkat teknologi
Kemajuan teknologi dapat mengurangi ongkos produksi, mempertinggi
produktifitas dan mutu yang cenderung mengakibatkan terjadi kenaikan
penawaran.
2.3. Bentuk Pasar
Bentuk pasar dilihat dari sisi produsen atau penjual:
- Pasar Persaingan Sempurna
Pada pasar ini jumlah produsen tidak terbatas dan konsumen dapat
menjual atau membeli berapa saja tanpa ada batas asal bersedia membeli atau
menjual pada harga pasar, sehingga di pasar ini tidak ada gunya mengadakan
persaingan.ini merupakan bentu
- Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh seorang
penjual saja. Tidak ada barang subtitusi terhadap barang yang dijual oleh penjual
tunggal tersebut, dan ada hambatan masuknya pesaing dari luar.
- Pasar Oligopoli
Pasar oligipoli merupakan perluasan dari pasar monopoli . dalam
menentukan harga dan kuantitas produksi, karena pengaruh pesaing sangat terasa,
tindakan atau aktivitas pesaing perlu diamasukan dalam perhitungan.
- Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar ini merupakan bentuk campuran dari pasar persangan sempurna dan
monopoli. Dikatakan mirip dengan pasar persaingan sempurna karena ada
kebebasan bagi perusahaan untuk keluar masuk pasar, selain itu barng yang dijual
pun tidak homogen. Karena barang-barang heterogen itu dimiliki oleh perusahaan
besar saja, pasar ini mirip dengan monopoli.
Bentuk pasar dilihat dari sisi konsumen:
- Pasar Konsumen

7
Pasar ini merupakan pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa
oleh perorangan atau keluarga dalam rangka penggunaan pribadi (tidak untk
dibisniskan)
- Pasar Industri
Pasar ini merupakan pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa
oleh perorangan atau organisasi untuk digunakan pada produksi barang dan jasa
lain, baik untuk dijual maupun disewakan.
- Pasar Pejual Kembali (Reseller)
Suatu pasar yang terdiri dari perorangan atau organisasi yang bisa disebut
para pedagang menengah yang tersiri dari dealer, distributor, grosir, agen, retailer.
- PasarPemerintah
Merupakan pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah yang membeli atau
menyewa barang atau jasa untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah.

2.4. Mengukur Dan Meramal Permintaan

1. Mengukur Permintaan Pasar Saat Ini
Ada tiga metode praktis untuk mengestimasi permintaan saat ini:
- Mengestimasi Total Permintaan Pasar
Total permintaan pasar suatu produk adalah volume yang dibeli oleh
sekelompok konsumen tertentu dalam suatu wilayah geogafis tertentu selama
jangka waktu tertentu dan dalam lingkungan pasar tertentu. Salah satu metode
praktis dengan mengunakan persamaan:
Q=n.p.q
dimana:
Q = Total permintaan pasar.
n = jumlah pembeli di pasar
p = harga rata-rata satuan
q = jumlah yang dibeli oleh rat-rata pembeli per tahun
- Mengestimasi Wilayah Permintaan Pasar
Dalam memilih wilayah yang terbaik dapat dilakukaan dengan dua
metode, yaitu metode Market – Build Up digunakan terutama oleh perusahaan
barang industri untuk mengidentifikasikan semua pembeli potensial dalam setiap

8
pasar dan mengestimasikan pembelian potensialnya. Sedangkan Metode Market
Factor Index digunakan terutama oleh perusahaan barang konsumsi, dengan
mengidentifikasikan factor-faktor pasar yang ada korelasinya deengan potensi dan
menghungkanya ke dalam sebuah indek tertimbang.
- Mengestimasi Penjualan Aktual dan Pangsa Pasar.
Perusahaan perlu mengetahui penjualan sebenarnya dari industry
bersangkutan yang terjadi dipasar, jadi ia harus mengidentifikasi pesaingnya dan
mengestimasi penjualan mereka.
2. Meramal Permintaan Mendatang
Ada banyak cara untuk meramal penjualan masa datang:
- Survei niat pembeli
Dengan menanyakan kepada mereka langsung dengan harapan mereka
akan menjawab secara obyektif.
- Pendapat para tenaga penjual (wiraniaga)
Perusahaan meminta para tenaga penjualnya untuk mengestimasi
penjualan tiap produk untuk daerah mereka masing-masing kemudian semua
estimasi individu dijumlahkan untuk mendapat ramalan penjualan secara
keseluruhan.
- Pedapat para ahli
Pendapat yang dihasilkan berdasarkan data dan analisis yang lengkap yang
ilmiah baik dari para akademisi maupun dari para praktisi. Untuk mengetahui
pendapat para ahli digunakan teknik Delphi.
- Analisis deret waktu
Analisis yang memakai data kuantitatif masa lalu diman data dirinci
menjadi komponen-komponen trend, siklus, musim dan residu yang prosesnya
dapat menggunakan prosedur matematika.
2.5. Implikasi pada SKB
Tugas dari analisis dalam melakukan studi kelayakan bisnis (SKB) dari
aspek pasar hendaknya:
1. Mampu menentukan produk atau jasa yang akan dijadikan benchmark bagi
rancangan produk / jasa yang akan dijual.
2. Mampu menentukan pasar yang akan dipilih, baik dari sisi produsen
maupun sisi konsumen.

9
3. Mampu melakukan analisis unuk dapat menentukan pergerakan konsumen
akan produk yang akan dijual serta pergerakan kemampuan para produsen
dalam penawaranya dipasar baik untuk masa sekarang maupun masa
depan. Pembuatan PLC sangat dibutuhkan untuk mengetahui pergerakan
permintaan konsumen.
4. Selain PLC-nya, analisis hendaknya mampu memberikan informasi
tentang pangsa pasar (market-share) produk-produk sejenis yang dianggap
sebagai pesaing baik untuk saat ini maupun prakiraan ke depan.

2.6. Pasar Sasaran
Bila kita memikirkan pasar bagi mobil, umpamanya kita memikirkan
sekelompok pembeli yang amat heterogen, yaitu pembeli-pembeli yang mewakili
setiap kelompok penghasilan, setiap kelompok usia, setiap bagian dari negara,
kedua jenis kelamin, orang-orang yang sudah berumah tangga dan yang masih
lajang, dan sebagainya. Dan sudah barang tentu pembeli industri, seperti
perusahaan dagang yang membeli searmada mobil untuk wiraniaganya, jika
menambah keheterogenan. Jika kita menentukan pasar mobil berdasarkan
kelompok penghasilan misalnya dalam kelompok penghasilan rendah, menengah,
dan tinggi, kita mencapai semacam kehomogenan.
Bila kemudian dari itu kita menentukan pasar dari masing-masing
kelompok penghasilan ini ke dalam subpangsa-subpangsa lebih lanjut, misalnya
ke dalam subpangsa-subpangsa seperti bagian timur kota, usia 30–39, dan
kelompok penghasilan sedang kita memperoleh lebih banyak kehomogenan di
antara para pembeli di dalam masing-masing subpangsa.
Oleh karena itu, pengenalan pasar adalah penting bagi keberhasilan
pemasar. Tetapi mengenal pasar berarti mengenal berbagai pasar sasaran yang
membentuk keseluruhan pasar. Dengan kata lain adalah sangat penting bagi
pemasar bukan saja mengenal siapa yang membeli produk tapi juga mengakui
bahwa tidak semua orang membeli dengan alasan-alasan yang sama. Hanya jika
mereka memiliki pengetahuan ini, para pemasar mampu merancang strategi-
strategi pemasaran yang optimal.

10
Pasar sasaran adalah sekelompok pembeli yang mempunyai sifat-sifat
yang sama yang membuat pasar itu berdiri sendiri. Adanya sekelompok orang
dengan ciri-ciri yang sama belumlah berarti mereka membentuk pasar sasaran.
Hanya bila mereka mempunyai ciri-ciri yang sama sebagai pembeli, maka barulah
berarti mereka membentuk suatu pasar sasaran.
Sebagai contoh, selama para remaja selaku pembeli atau konsumen
bertingkah laku yang berlainan dengan kelompok usia lain, muncullah suatu pasar
sasaran remaja. Ciri-ciri pemasaran yang tersendiri yang ditemukan pada setiap
pasar sasaran yang sedemikian itu membantu pemasar menyesuaikan produk serta
program pemasarannya guna memenuhi kebutuhan serta keinginan setiap sasaran.
Oleh karena itu, pemasar modern mencurahkan banyak perhatian terhadap
pengenalan dan telaah berbagai pasar sasaran bagi produk mereka.
2.7.Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah proses dimana pasar dibagi menjadi para
pelanggan yang terdiri atas orang-orang dengan berbagai kebutuhan dan
karakteristik yang sama yang mengarahkan mereka untuk merespon tawaran
produk atau jasa dan program pemasaran strategis tertentu dalam cara yang sama.

2.7.1.1. Identifikasi Segmen Pasar

Para pemasar membagi deskriptor segmentasi menjadi empat kategori
untuk pasar konsumen dan industrial yang berkaitan dengan orang atau
perusahaan. Deskriptor-deskriptor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Deskriptor Fisik
Deskriptor ini teruatama digunakan untuk menggambarkan konsumen
berdasarkan faktor-faktor demografi. Dan pembagian-pembagian tersebut
didasarkan pada usia, jenis kelamin, penghasilan, daur hidup keluarga, pekerjaan,
pendidikan.
Deskriptor fisik juga penting dalam segmentasi pasar industrial, yang
disegmen dalam dua tahap. Pertama, segmentasi makro, membagi pasar
berdasarkan karakteristik organisasi-organisasi yang membeli dengan
menggunakan deskriptor seperti geografi, lokasi, ukuran perusahaan, dana afiliasi
industri.

11
2. Deskrpitor Perilaku Umum
Deskriptor mencoba menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai
mengapa dan bagaimana konsumen berperilaku di pasar. Deskriptor yang berlaku
paling umum adalah gaya hidup dan kelas sosial. Segmentasi berdasarkan gaya
hidup, atau psikografis mengelompokkan konsumen atas dasar kegiatan, minat,
dan opini mereka.
Dari informasi ini, adalah mungkin untuk mengetahui jenis produk atau
jasa yang mampu menarik minat kelompok tertentu, sekaligus bagaimana cara
terbaik untuk berkomunikasi dengan orang-orang dalam kelompok ini.
3. Kelas Sosial
Setiap masyarakat memiliki pengelompokan statusnya terutama
berdasarkan kesamaan penghasilan, pendidikan, pekerjaan. Karena para peneliti
telah mendokumentasikan nilai-nilai dari berbagai kelas, adalah mungkin untuk
mengetahui perilaku tertentu yang berkaitan dengan produk tertentu

Tabel 2.1
Klasifikasi Variabel Segmentasi Berdasarkan Rancangan Objektif dan
Subjektif
No. Kategori Risiko Deskripsi Contoh

1 General level Usia, tingkat pendidikan, Gaya hidup, nilai-nilai
(konsumsi) area geografis. umum, kepribadian

2 Domain-specific Frekuensi pemakaian, Persepsi, sikap,
level (kelas subtitusi, komplementaritas preferensi, minat, opini,
produk) domain-specific values.

3 Specific Level Loyalitas merek Loyalitas merek (sikap),
(merek) (behavioral), frekuensi preferensi merek, minat
pemakaian. pembelian.
Sumber : Studi Kelayakan Bisnis (Syafrizal Helmi Situmorang)

12
Bagan 2.1
Langkah-Langkah Proactive Segmentation

Sumber : Studi Kelayakan Bisnis (Syafrizal Helmi Situmorang)
Pasar pada dasarnya tidak bisa dipilah mengikuti standar tertentu,
misalnya apakah orang yang merokok Marlboro harus berasal dari kalangan atas,
atau memakai produk yang “Branded” berasal dari kalangan “Have” (orang
berduit)? belum tentu. Karena ada pasar bagi produk premiun di segmen atas
menengah atau bawah.
Seorang pebisnis harus mampu menggabungkan segmentasi pasar
berdasarkan berbagai metode (demografik, psikografik atau geografi). Tidak
boleh bergantung pada satu metode saja. Misalnya Kota Medan, Deli Serdang,
Binjai, Langkat berada dalam satu geografi (wilayah) Sumatera Utara. Akan tetapi
jika pebisnis membidik pasar mereka berdasarkan geografi maka akan mengalami
kerugian. Mengapa? Karena konsumen di Medan, Deli Serdang, Binjai, dan
Langkat berbeda perilaku konsumennya. Atau jika pebisnis membagi wilayah
berdasarkan kelas misalnya Jakarta (A), Medan (B) dan Padang Sidempuan (C)
ini juga akan mengalami kerugian? Mengapa? Karena tidak semua penduduk

13
Jakarta punya pendapatan di kelas A dan tidak semua penduduk Medan
pendapatan kelas B atau penduduk P Sidempuan kelas C.
Bagaimana menyiasatinya? Kartajaya (2006) mengemukakan field
marketer harus sensiitf terhadap perbedaan ini. Mungkin isi (content) promosi
sama namun cara penyampaian berbeda (context). Karenanya segmentasi yang
benar adalah segmentasi yang mendasarkan pandangan bisnisnya saja (business
view) tidak usah melihat pesaing. Ada 3 metode dalam mensegmentasi pasar
yakni kualitas (quality), harga (price) dan nilai (value). Konsumen yang melihat
kualitas pasti berangkatnya selalu berdasarkan emosional dan termasuk pelanggan
fanatik terhadap merek tertentu.
Konsumen yang melihat harga adalah konsumen yang price sensitif
biasanya berasal dari segmen bawah. Sedangkan konsumen yang melihat value
termasuk dalam kategori smart konsumen yaitu konsumen yang membandingkan
manfaat yang didapatkan (total get) terhadap harga yang dibayarkan (total give).

2.7.1.2. Manfaat Segmentasi
1. Mengidentifikasi Pengembangan Produk Baru

Analisis tentang berbagai segmen pelanggan potensial menunjukkan
satu atau lebih kelompok yang memiliki kebutuhan dan minat-minat spesifik
tidak dipuaskan dengan baik oleh tawaran-tawaran pesaing.

2. Membantu Dalam Mendesain Program-Program Pemasaran Yang Paling
Efektif

Untuk mencapai kelompok-kelompok pelanggan yang homogen
dengan memusatkan perhatian pada suatu golongan tertentu, maka akan
mempermudah dalam menetapkan harga yang sesuai dengan kondisi ekonomi
mereka.

3. Memperbaiki Alokasi Strategi Sumber Daya Pemasaran

Segmentasi-segmentasi yang didefinisikan dengan baik, ketika
berpadu dengan produk-produk spesifik bertindak sebagai pusat investasi
potensial untuk bisnis.

14
2.7.1.3. Syarat-syarat segmentasi efektif

Skema segmentasi yang efektif dan berguna seharusnya mendefinisikan
segmen pasar yang memenuhi kriteria sebagai beriktu :

1. Ukuran yang tepat – calon pelanggan yang memadai dalam setiap
segmen. Melibatkan trade-off antara keseragaman pelanggan dan
pengaruh skala.
2. Dapat diukur – penggunaan varibel yang bisa diukur sebagai basis
segmentasi. Kebutuhan terhadap kombinasi deskriptor konkrit dan
abstrak.
3. Mudah dicapai – segmen-segmen didefinisikan untuk mendukung target
pemasaran. Variabel-variabel segmentasi harus mengidentifikasi
anggota-anggota yang dapat mendukung kontak mereka.
4. Tanggapan yang berbeda – segmen-segmen harus menanggapi secara
berbeda satu atau lebih variabel pemasaran. Varibelvariabel segmentasi
harus memaksimalkan perbedaan perilaku antar segmen.

15
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Menurut para ahli, pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan
pembeli atau saling bertemunya antara kekuatan permintaan dan penawaran untuk
membentuk suatu harga. Permintaan dapat diartikan jumlah barang yang
dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada
berbagai tingkat harga. Di sisi lain penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas
barang yang ditawarkan dipasar pada berbagai tingkat harga. Bila harga naik
maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang dijualnya.
Bentuk pasar dapat dilihat dari sisi produsen/penjual dan sisi konsumen.
Dari sisi produsen/penjual, pasar dapat dibedakan atas pasar persaingan sempurna,
persaingan monopolistis, oligopoli, dan monopoli. Dari sisi konsumen, pasar
dapat dibedakan atas empat bentuk, yaitu: pasar konsumen, pasar industri, pasar
penjual kembali (reseller), dan pasar pemerintah.
Segmentasi pasar adalah proses dimana pasar dibagi menjadi para
pelanggan yang terdiri atas orang-orang dengan berbagai kebutuhan dan
karakteristik yang sama yang mengarahkan mereka untuk merespon tawaran
produk atau jasa dan program pemasaran strategis tertentu dalam cara yang sama.
Peramalan merupakan kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan
terjadi di masa yang akan datang pada saat sekarang. Adapun langkah-langkah
peramalan meliputi: mengumpulkan data, mengolah data, menentukan metode
peramalan, memproyeksi data, mengambil keputusan.

16
DAFTAR PUSTAKA

ACADEMICA “sudi kelayakan bisnis aspek pasar”
https://www.academia.edu/34740809/LAPORAN_HASIL_STUDI_KELAYAKA
N_BISNIS_ASPEK_PASAR (Diakses tanggal 17 Oktober 2018)

EDOC “Aspek pasar dan Pemasaran” https://edoc.stie/aspek-pasar-dan-
pemasaran-pertemuan-ke-4-pdf-free.html (Diakses tanggal 17 oktober 2018)

17