You are on page 1of 18

1

BUSINESS PLANT BATAKO RINGAN

KONSENTRASI KONVERSI ENERGI
BAMBANG HERMANI / 5308220086

PROGRAM MAGISTER TEKNIK
UNIVERSITAS PANCASILA JAKARTA
2010
2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

CV MANDIRI BATACO merupakan perusahaan yang akan bergerak di bidang

bahan bangunan yakni pembuatan batako. Perusahaan ini merupakan Business

Plant pemula dengan bermodal sebesar Rp2.200.000.000,- dan rencana

peminjaman finansial pihak kedua, baik Bank pemberi pinjaman, atau soft loan

pemerintah kredit industri kecil.

Mengapa memilih usaha produksi pembuatan batako, hal ini

diperhitungkan dari informasi kurangnya kepemilikan rumah sederhana atau RSS

karenanya pembangunan perumahan akan tetap ada dari tahun ketahun. dan

bidang usaha property perumahan banyak membutuhkan bahan bangunan batako

selain batu bata merah.
3

BAB II
GAMBARAN PERUSAHAAN

2.1. Indentitasa Perusahaan

Nama Perusahaan : MANDIRI BATACO

Bidang usaha : Pembuatan Batako ringan

Jenis produk : Supplyer Bahan Bangunan Batako

Alamat E-mail : mandiribataco@gmail.com

Alamat kontor/pabrik : Jl. Pesantren Kalijaga Cirebon

Bank Perusahaan : BRI unit kesambi Cirebon

Bentuk Badan Hukum : CV

Tahun Pendirian : 2018
Telepon : (0254) 7474204

2.2. Pendirian CV

Pengertian CV (Commanditaire Venotschaap)

 Diatur dalam pasal 19-21 KUHD

 Firma dengan sekutu aktif dan sekutu pasif

 Sekutu aktif bertanggung jawab secara keseluruhan sampai ke harta pribadi

(Operasional CV)

 Sekutu pasif bertanggung jawab hanya pada modal yang dimasukan

2.2.1. Prosedur Pendirian CV

Seperti hal PT dan Firma untuk mendirikan CV juga dibutuhkan minimal 2 (dua)

orang sebagai pendiri perusahaan yang dibuat dengan akta otentik sebagai Akta

Pendirian oleh Notaris.
4

Para pendiri perseroan komanditer ini adalah warga negara Indonesia yang terdiri

dari Persero Aktif yang disebut Persero Pengurus dengan jabatan sebagai Direktur

dan satu lagi Persero Pasif/diam yang disebut sebagai Persero Komanditer di dalam

Akta Pendirian.

2.2.2. Ketentuan untuk mendirikan CV

 Para pendiri CV adalah swasta, warga negara Indonesia, yang telah berusia

17 tahun dan memiliki KTP

 Jumlah pendiri CV minimal 2 (dua) orang

 Memiliki tempat usaha dan berkedudukan di wilayah Republik Indonesia

 Memiliki maksud dan tujuan usaha yang jelas untuk melaksanakan kegiatan

usaha yang tidak bertentangan dengan Hukum dan Peraturan yang berlaku.

CV lengkap meliputi:

 Akta Notaris

 Surat Keterangan Domisili Perusahaan

 NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

 Pengesahan Pengadilan Negeri

 SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

 TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

2.3. Visi, Misi, Perusahaan

a. Visi

 Mandiri batako mampu meproduksi batako ringan bermutu

tinggi dengan bahan ramah linkungan.
5

 Mandiri batako mampu memproduksi batako ringan dengan

inovasi dan desain yang up to date.

 Mandiri batako mampu memproduksi batako ringan yang akan

dipasarkan untuk tujuan ekspor mancanegara.

b. Misi

 Produk batako ringan, menjadikan produk ungulan bahan

bangunan nasional dan regional wilayah Cirebon.

 Produk batako ringan memadukan bahan – bahan abu terbang

sisa gilingan batu dan pembakaran batu bara.

 Produk batako ringan, mampu mengurangi kerusakan hutan dan

mengurangi emisi pembakaran kayu bakar dan sekam.

 Produk batako ringan dengan training dan penangan menajemen

yang qualified mampu menjaga mutu dan jumlah produk yang

stabil

 Produk batako ringan, dengan pekerja terlatih, komitmen

terhadap i pelangan dedikasi tinggi mampu memberikan produk

batako ringan tidak berubah setiap waktu.
6

BAB III
BIDANG USAHA

3.1. Gambaran produk
Bahan bangunan batako ringan yang akan diproduksi merupakan produk

inovasi setara IPTEKDA LIPI dan bersertifikat SNI untuk uji mutu. Produk batako

ringan terdiri dari dua jenis yaitu batako lubang dipasang tanpa plesteran/tembok

dan batako padat ringan di pasang pada tembok bangunan dengan plester.

3.1.1. Produk unggulan tersedia

Contoh batako lubang contoh batako padat ringan

3.1.2. Ukuran dan harga batako

Batako Lobang 10 X 15 X 40 cm Rp. 1300 / biji
10 X 17 X 40 cm Rp. 1500 / biji
Batako padat 8 X 15 X 40cm Rp. 450.000 / M3
3.1.3. Bahan baku

Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dipastikan tidak

merusak lingkungan sangat berbeda seperti pada pembuatan bata merah yang

membutukan tanah liat, kayu bakar atau sekam yang kurang ramah lingkungan.
7

Bahan baku di ambil dari batu giling feldspar, abu terbang pegilingan batu

untuk beton cor atau abu terbang dari pembakaran batu bara dari pabrik semen,

dan pasir, ini adalah agregat utama dalam pembuatan batako ringan dan untuk

batako padat ringan dibuat dari batu apung giling.

Bahan baku perekat terdiri atas semen Portland atau semen Pozolland serta

Gypsum, dan kapur. Serat sintetetis dipertimbangkan diinovasikan sebagai

penguat dan pengurang berat dari batako padat ringan.

3.1.4. Mesin –Mesin Produksi batako

 Mesin produksi batako berbasis pemadatan grafitasi dengan metoda

Getar (vibrasi) digunakan untuk produk batako lubang.

 Mesin produksi batako berbasis pemadatan press hidrolik atau

ektruder di gunakan untuk produk batako padat ringan.

3.2. Persaingan Usaha Sejenis

3.2.1. Keungulan produk

 Jaminan mutu sampai konsumen merupakan komitmen perusahaan

 Harga bersaing dengan kualiatas ekspor

 Bobot produk batako ringan lebih ringan 30% dari produk sejenis

 Diproduksi secara terencana dengan mesin – mesin press berkualitas

 Warna produk putih dibanding produk lain abu-abu gelap

 Mengunakan bahan pilihan yang lebih ringan dari produk sejenis

 Menerima pesanan sesuaikan spesifikasi konsumen.
8

3.2.2. Produksi dan keungulan produk akhir

Keseluruhan proses produksi batako sampai kepada pemasaran nya dapat

di gambarkan dengan diagram sebagai berikut:
9

BAB IV
RENCANA OPERASI

4.1. Analisa kebutuhan operasional

Maksud tujuan analisa kebutuhan adalah menghitung kebutuhan untuk

operasional kantor dan pabrik batako ringan agar keseluruhan kebutuhan tidak

akan over atau under estimate hal ini merupakan prasyarat sebelum berproduksi

dan memasarkan ke konsumen analisa kebutuhan seperti berikut:

4.1.1. Furniture kantor

1. Kursi tamu

2. Meja + kursi recepsionis

3. Meja + kursi Staff

4. Meja + kursi Plant Manager

5. Brankas

6. Filling cabinet

4.1.2. Peralatan kantor

1. Alat tulis kantor

2. Personal Computer+Modem+Multi Printer

3. Telephone+faksimil

4. AC splite 3/4 hp Iverter

5. Perabotan dapur

6. Alat MCK
10

4.1.3. Administrasi perijinan dan sertifikat

1. Ijin usaha SIUP

2. Sertifikat tanah

3. Sertifikat SNI

4.1.4. Bahan baku langsung produksi

1. Gysum

2. Semen

3. Abu batu

4. Batu Feldspar asal bobos palimanan

5. Pasir ayak

6. Batu apung

7. Pasir kwarsa

8. Kapur

9. Alumunium pasta

10. Air

4.1.5. Utiliti/Alat serbaguna

1. Genset 75 kVA 220/380

2. Forklift 2,5 ton

3. Hand lift 1 ton

4. Pallet kayu

5. Truk ¾ ENGKEL

4.1.6. Mesin Produksi

1. Mesin batako Pres getar
11

2. Mesin batako Pres hidrolik
3. Mesin giling batu (crusher plant)

4.1.7. Kebutuhan man power
Manajer : 1 orang

: 1 finance

: 1 accounting

: 1 produksi

Administrasi : 1 (general)

Operator : 4 produksi

: 1 PPIC

: 1 quality control

: 1 maintenance

: 2 SATPAM

4.1.8. Kebutuhan luas infrastruktur

Luas tanah : 1000 m2

Luas Kantor : 70 m2

Luas Produksi : 200 m2

Luas Warehouse : 100 m2

Luas Warehause terbuka : 200 m2

Pagar keliling : 130 m lari

Listrik PLN : 10 A 220 V
12

BAB V
ORGANISASI DAN MANAGEMENT

5.1. Struktur OrganisasI

PLANT MANAGER

PROCUREMENT MARKETING PRODUCTION HRD
MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER

DIVISI
DIVISI
PENELITIAN
R&D
PASAR

DIVISI
LABORATORIUM
PENGEMBANGAN
PRODUK BARU

PENGAWAS
PROYEK DAN
PRODUKSI

Keterangan.
Garis wewenang

Garis komunikasi

5.2. Hubungan kegiatan produksi dengan divisi terkait

Divisi pemasaran menerima pesanan atau merencanakan apa yang di

produksikan perusahaan dan seberapa banyak dan kapan harus sudah dapat

dikirim ke pelangan atau pasar. Informasi ini diberikan pada divisi produksi
13

yang merencanakan dan melaksanakan proses produksinya, agar sesuai

dengan permintaan Divisi pemasaran dalam harga, kuantitas dan kuaitas dan

waktu ketersediaan pengiriman.

Divisi produksi juga mempertimbangkan untuk pelaksanaan kegiatan

produksi tersebut terkait tenaga kerja dikoordinasikan pada personalia. Dan

koordinasi ke produk planning inventory control dan PPIC koordinasikan ke

divisi pembelian/procurement. Biaya produksi yang dianggarkan di

koordinasikan ke Divisi accounting dalam divisi produksi atau organisasi

tersendiri.
14

BAB VI
ANALISA KEUANGAN PERUSAHAAN

6.1. Biaya operasi awal

FURNITURE KANTOR SATUAN HARGA JUMLAH HARGA
SATUAN
1.KURSI TAMU 1 1.500.000 1.500.000
2.MEJA+KURSI RECEPSIONIS 1 1.500.000 1.500.000
3. MEJA+KURSI STAFF 5 700.000 3.500.000
4.MEJA+KURSIPLANT MANAGER 1 2.000.000 2.000.000
5.BRANDCASE 1 3.000.000 3.000.000
6.FILLING CABINET 5 1.000.000 5.000.000
KESELURUHAN Rp:16.500.000

PERKAKAS KANTOR SATUAN HARGA JUMLAH HARGA
SATUAN
1.ALAT TULIS KANTOR 1 lot 100.000
2.KOMPUTER+3IN1PRINT+Modem 1 lot 8.000.000
3.TELEPON+FAKSIMIL 1 lot 3.000.000
4.PERABOTAN DAPUR 1 lot 800.000
5.ALAT MCK 1 lot 100.000
6.AC SPLIT ¾ hp INVERTER 3 lot 5.000.000 15.000.000
KESELURUHAN Rp:27.000.000

PER-JINAN DAN SERTIFIKAT SATUAN HARGA JUMLAH HARGA
SATUAN
1.IJIN USAHA-SIUP 2.000.000
2.SETIFIKASI TANAH 8.000.000
3.SERTIFIKASI SNI 2.000.000
KUSELURUHAN Rp:12.000.000
15

BAHAN BAKU LANGSUNG/ SATUAN HARGA JUMLAH HARGA
bulan SATUAN
1.GYSUM 300 kg 1.500 450.000
2.SEMEN 200 kg 10.000 2.000.000
3.ABU BATU 200 kg 1.000 200.000
4.BATU FELDSPAR BOBOS PLMN 1000 kg 500 500.000
5.PASIR AYAK 300 kg 200 60.000
6.BATU APUNG 500 kg 1.000 500.000
7.PASIR KWARSA 200 kg 1.500 300.000
8.KAPUR 200 kg 300 60.000
9.ALUMUNIUM PASTA 50 kg 2.000 100.000
10.AIR 1000 ltr 100 100.000
KESELURUHAN Rp:4.270.000
BAHAN BAKU TAK LANGSUNG SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
1.SOLAR 2000 ltr 7.000 14.000.000
2.PELUMAS 220 ltr 20.000 4.400.000
KESELURUHAN Rp:18.400.000

UTILITI/ALAT SERBAGUNA SATUAN HARGA JUMLAH HARGA
SATUAN
1.GENSET 5 kVA 1 250.000.000 250.000.000
2.FORKLIFT 2,5 T 1 200.000.000 200.000.000
3.HAND LIFT 1 T 1 2.000.000 2.000.000
4.PALLET KAYU 50 20,000 100.000
5.TRUK ¾ ENGKEL 1 200.000.000 200.000.000
6.POMPA AIR 1 150.000.000 150.000.000
7.TANGKI +MENARA 1 100.000.000 100.000.000
KESELURUHAN Rp 902.100.000

MESIN PRODUKSI SATUAN HARGA JUMLAH HARGA
SATUAN
1.MESIN BATAKO PRES GETAR 3 50.000.000 150.000.000
2.MESIN BATAKO PRES 2 100.000.000 200.000.000
HIDROLIK
3.Mesin Giling 1 150.000.000 150.000.000
16

KESELURUHAN Rp 500.000.000

GAJI KARYAWAN/PERBULAN SATUAN GAJI SATUAN JUMLAH GAJI
1.MANAGER 1 mp 2.000.000 2.000.000
2.STAFF 4 mp 800.000. 3.200.000
3.ADMINISTRASI 1 mp 800.000 800.000
4.OPERATOR 9 mp 550.000 4.950.000
KESELURUHAN Rp 10.950.000

BIAYA INFRASTRUKTUR SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
1.LUAS TANAH 1000 m2 200.000 200.000.000
2.LUAS KANTOR 70 m2 600.000 42.000.000
3.LUAS PRODUKSI 200 m2 900.000 180.000.000
4.LUAS WAREHOUSE 100 m2 900.000 90.000.000
5.LUAS LABORAT 30 m2 600.000 18.000.000
6.JALAN LINGKAR PABRIK 200 m2 700.000 140.000.000
7.PAGAR KELILING 130X3 m 200.000 26.000.000
8.LISTRIK PLN 2200 VA 4000.000 4.000.000
KESELURUHAN Rp 700.000.000

6.2. Rekapitulasi biaya

REKAPITULASI BIAYA JUMLAH PEMBIYAAN
1.BIAYA OPERASIONAL AWAL Rp: 2.191.220.000
2.INVESTASI MILIK Rp: 2.200.000.000
3.PINJAMAN BANK Rp: 1.000.000.000
4.AKTIVA Rp: 1.200.000.000

6.2.1. Biaya Angsuran Bank

Rencana jangka pinjaman 3th→ n = 36 bulan, bunga perbulan 2 %,→ i =2/100=
0.02

Beasr pinjaman bank(P) Rp:1.000.000.000.

P = A (p/a,I,n) → A = P (a/p,2%,36) A = 1.000.000.000 x {i(1+i)n / (1 + i)n –
1}

A = 1.000.000.000 x {0.02(1+0.02)36 / (1+0.02)36 - 1}
17

A = Rp: 39.232.853

(tigapuluh Sembilanjuta duaratusribu tigapuluhdua delapanratus limapuluh tiga Rp)

6.2.2 Harga jual produk

Harga jual batako lubang ukuran 10x15x40 cm Rp: 1300/biji

Harga jual batako padat ukuran 8x15x40 cm Rp:450.000/m3

6.2.3. Analisa Fix cost (biaya tetap) batako lubang

1. Investasi milik
2. Overhead cost: : 30% dari harga investasi milik
3. Depreciation(nilai susut) : 15 % dari investasi milik
4. Insurance : 5 % dari investasi milik
5. Pajak perusahaan : 5% dari investasi milik
6. Biaya pemeliharaan : 25% dari investasi milik
7. Biaya per divisi : 4 x 7.5 % dari investasi milik
8. Bank interest sesuai angsuran pinjaman

6.2.4. Analisa Variable cost (biaya perubah)

1. Labaour cost : 25% biaya produksi
2. Material cost : 25% biaya produksi
3. Sales expanditur : 5 % dari harga jual
4. Discount : 5 % dari harga jual
5. Sales tax : 5 % dari harga jual
6. Advertizing : 15 % dari harga jual

Sales revenue (SR) = harga jual x total penjualan

6.3. Analisa BEP batako lubang

Fix Cost

1. Investasi milik : 2.200.000.000
2. Overhead cost: : 660.000.000
3. Depreciation(nilai susut) : 330.000.000
4. Insurance : 110.000.000
5. Pajak perusahaan : 110.000.000
6. Biaya pemeliharaan : 550.000.000
18

7. Biaya per divisi : 660.000.000
8. Bank interest : 39.232.853

Total fix cost(FC) Rp : 4.659.232.853

Variabel Cost

1. Labaour cost : 10.950.000
2. Material cost : 22.370.000
3. Sales expanditur : 65
4. Discount : 65
5. Sales tax : 65
6. Advertizing : 195
Total variable cost (VC) Rp: 33,320.390

Apabila sasaran penjualan tercapai minimal sebesar maka Sales Revenue:

(SR) = Rp 35.000.000,-

Break Event Point

BEP = FC /{ 1 – (VC/SR)}

= 4.659.232.853/{1 – (33.320.390/35.000.000)}

= Rp: 4.659.232.852,-

Jumlah biji batako lubang yang harus diproduksi

BEP(bijian) = 4.659.232.852 / 1300(biji)

= 3.584.025 (biji batako lubang)/bulan

Titik impas tercapai selama 5.3 th dengan pencapain sasaran penjualan tetap
sebesar Rp =35.000.000 /bln atau sales revenue sebesarRp= 420.000.000 /th

2.200.000.000 (Rp)/420.000.000 (Rp/th)= 5,3 th.