You are on page 1of 15

BIOKIMIA

Nama : Brenda Jally

NIM : 2015-40-

Kelas : Reguler B

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS PATTIMURA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

AMBON

2017
Nomor 1

Alur langkah glikolisis adalah sebagai berikut.

1. Tahap pertama, glukosa akan diubah menjadi glukosa 6-fosfat oleh enzim hexokinase. Tahap
ini membutuhkan energi dari ATP (adenosin trifosfat). ATP yang telah melepaskan energi
yang disimpannya akan berubah menjadi ADP.
2. Glukosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 6-fosfat yang dikatalisis oleh enzim
fosfohexosa isomerase.
3. Fruktosa 6-fosfat akan diubah menjadi fruktosa 1,6-bifosfat, reaksi ini dikatalisis oleh
enzim fosfofruktokinase. Dalam reaksi ini dibutuhkan energi dari ATP.
4. Fruktosa 1,6-bifosfat (6 atom C) akan dipecah menjadi gliseraldehida 3-fosfat (3 atom C)
dan dihidroksi aseton fosfat (3 atom C). Reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim aldolase.
5. Satu molekul dihidroksi aseton fosfat yang terbentuk akan diubah menjadi gliseraldehida 3-
fosfat oleh enzim triosa fosfat isomerase. Enzim tersebut bekerja bolak-balik, artinya
dapat pula mengubah gliseraldehida 3-fosfat menjadi dihdroksi aseton fosfat.
6. Gliseraldehida 3-fosfat kemudian akan diubah menjadi 1,3-bifosfogliserat oleh enzim
gliseraldehida 3-fosfat dehidrogenase. Pada reaksi ini akan terbentuk NADH.
7. 1,3 bifosfogliserat akan diubah menjadi 3-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat kinase. Para
reaaksi ini akan dilepaskan energi dalam bentuk ATP.
8. 3-fosfogliserat akan diubah menjadi 2-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat mutase.
9. 2-fosfogliserat akan diubah menjadi fosfoenol piruvat oleh enzim enolase.
10. Fosfoenolpiruvat akan diubah menjadi piruvat yang dikatalisis oleh enzim piruvat kinase.
Dalam tahap ini juga dihasilkan energi dalam bentuk ATP.

Glikolisis melibatkan banyak enzim, uraian lebih lengkapnya di bawah ini:

1. Heksokinase

Tahap pertama pada proses glikolisis adalah pengubahan glukosa menjadi glukosa 6-fosfat dengan
reaksi fosforilasi. Gugus fosfat diterima dari ATP dalam reaksi. Enzim heksokinase merupakan
katalis dalam reaksi tersebut dibantu oleh ion Mg++sebagai kofaktor. heksesokinase yang berasal
dari ragi dapt merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari ATP tidak hanya kepada
glukosa tetapi juga kepada fruktosa, manosa, glukosamina. Dalam otak, otot, dan hati terdapat enzim
heksesokinase yang multi substrat ini. Disamping itu ada pula enzim-enzim yang khas tetapi juga
kepada fruktosa, manosa, dan glukosamin. Dalam kinase. Hati juga memproduksi fruktokinase yang
menghasilkan fruktosa-1-fosfat.

Enzim heksesokinase dari hati dapat dihambat oleh hasil reaksi sendiri. Jadi apabila glukosa-6-
fosfat terbentuk dalam jumlah banyak, mak senyawa ini akan menjadi inhibitor bagi enzim
heksesokinase tadi. Selanjutnya enzim akan aktif kembali apabila konsentrasi glukosa-6-fosfat
menurun pada tingkat tertentu.

2. Fosfoheksoisomerase

Reaksi berikutnya ialah isomerasi, yaitu pengubahan glukosa-6-fosfat menjadi fruktosa-6-fosfat,
dengan enzim fosfoglukoisomerase. Enzim ini tidak memerlukan kofaktor dan telah diperoleh dari
ragi dengan cara kristalisasi. Enzim fosfuheksoisomerase terdapat jaringan otot dan mempunyai
beraat molekul 130.000.

3. Fosfofruktokinase

Frukrosa-6-fosfat diubah menjagi fruktosa-1,6-difosfat oleh enzim fosfofruktokinase dibantu oleh
ion Mg++ sebagai kofaktor. Dalam reaksi ini gugus fosfat dipindahkan dariATP kepada fruktosa-6-
fosfat dari ATP sendiri akan berubah menjadi ADP.

Fosfofruktokinase dapat dihambat atau dirangsang oleh beberapa metabolit, yaitu senyawa yang
terlibat dalam proses metabolism ini. Sebagai contoh, ATP yang berlebih dan asam sitrat dapat
menghambat,dilain pihak adanya AMP, ADP, dan fruktosa-6-fosfat dapat menjadi efektor positif
yang merangsang enzim fosfofruktokinase. Enzim ini merupakan suatu enzim alosterik dan
mempunyai berat molekul kira-kira 360.000.

4. Aldose

Reaksi tahap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis adalah penguraian molekul fruktosa-1,6-
difosfat membentuk dua molekul triosa fosfat, yaitu dihidroksi aseton fosfat dan D-gliseraldehida-
3-fosfat. Dalam tahap ini enzim aldolase yang menjadi katalis telah dimurnukan dan ditemukan oleh
Warburg. Enzim ini terdapat dalam jaringan tertentu dan dapat bekerja sebagai kaalis dalam reaksi
penguraian beberapa ketosa dan monofosfat, misalnya fruktosa-1,6-difosfat, sedoheptulose-1,7-
difosfat, fruktosa-1-fosfat, eritulosa-1-fosfat. Hasil reaksi penguraian tiap senyawa tersebut yang
sama adalah dihidroksi aseton fosfat.

5. Triosafosfat Isomerase

Dalam reaksi penguraian oleh enzim aldolase terbentuk dua macam senyawa, yaitu D-gliseraldehida-
3-fosfat dan dihidroksi-aseton fosfat. Yang mengalami reaksi lebih lanjut dalam proses glikolisis
adalah D-gliseraldehida-3-fosfat. Andaikata sel tidak mampu mengubah dihidroksiasotonfosfat
menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat, tentulah dihidrosiasetonfosfat akan bertimbun didalam sel. Hal
ini tidak berllangsung karena dalam sel terdapat enzim triofosfat isomerase yang dapat mengubah
dihidrokasetonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat. Adanya keseimbangan antara kedua
senyawa tersebut dikemukakan oleh Mayerhof dan dalam keadaan keseimbangan dihidroksiaseton
fosfat terdapat dalam jumlah dari 90%.

6. Gliseraldehida-3-fosfat Dihidrogenase

Enzim ini bekerja sebagai katalis pada reaksi gliseraldehida-3-fosfat menjadi 1,3 difosfogliserat.
Dalam reaksi ini digunakan koenzim NAD+. Sedangkan gugus fosfat diperoleh dari asam fosfat.
Reaksi oksidasi ini mengubah aldehida menjadi asam karboksilat. Gliseraldehida-3-fosfat
dehidrogenase telah dapat diperoleh dalam bentuk Kristal dari ragi dan mempunyai berat molekul
145.000. Enzim ini adalah suatu tetramer yang terdiri atas empat subunit yang masing-masing
mengikat suatu molekul NAD+, jadi pada tiap molekul enzim terikat empat molekul NAD +.

7. Fosfogliseril Kinase

Reaksi yang menggunakan enzim ini ialah reaksi pengubahan asam 1,3-difosfogliserat menjadi asam
3-fosfogliserat. Dalam reaksi ini terbentuk datu molekul ATP dari ADP dan ion Mg 2+diperlukan
sebagai kofaktor. Oleh karena ATP adalah senyawa fosfat berenergi tinggi, maka reaksi ini
mempunyai fungsi untuk menyimpan energy yang dihasilkan oleh proses glikolisis dalam bentuk ATP.

8. Fosfogliseril Mutase

Fosfogliseril mutase bekerja sebagai katalis pada reaksipengubahan asam 3-fosfogliserat menjadi
asam 2-fosfogliserat.Enzim ini berfungsi memindahkan gugus fosfat dari suatu atom C kepada atom
C lain dalam suatu molekul. Berat molekul enzim ini yang diperoleh dari ragi ialah 112.000.

9. Enolase

Reaksi berikutnya ialah pembentukan asam fosfofenol piruvat dari asaam 2-fosfogliserar dengan
katalis enzim enolase dan ion Mg2+ sebagai kofaktor. Reaksi pembentukkan asam fosfofenol piruvat
ini ialah pembentukan asam fosfofenol piruvat dari asaam 2-fosfogliserar dengan katalis enzim
enolase dan ion Mg2+ sebagai kofaktor. Reaksi pembentukkan asam fosfofenol piruvat ini ialah reaksi
dehidrasi. Adanya ion F- dapat menghambat kerja enzim enolase, sebab ion F- dengan ion Mg2+dan
fosfat dapat membentuk kompleks magnesium fluoro fosfat. Dengan terbentuknya kompleks ini akan
mengurangi jumlah ion Mg2+ dalam campuran reaksi dan akibat berkurangnya ion Mg2+maka
efektivitas reaksi berkurang.

Enzim ini menggunakan enzim laktat dehidrogenase ini ialah reaksi tahap akhir glikolisis, yaitu
pembentukan asam laktat dengan cara reduksi asam piruvat. Dalam reaksi ini digunakan NAD sebagai
koenzim (Anna Poedjiadi, 1994).

Nomor 2
ATP & NADH

Nomor 3

Dekarboksilasi oksidatif adalah reaksi yang mengubah asam piruvat yang beratom 3 C menjadi
senyawa baru yang beratom C dua buah, yaitu asetil koenzim-A (asetil ko-A). Reaksi dekarboksilasi
oksidatif ini (disingkat DO) sering juga disebut sebagai tahap persiapan untuk masuk ke siklus Krebs.
Reaksi DO ini mengambil tempat di intermembran mitokondria.
Setelah melalui reaksi glikolisis, jika terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan
menjalani tahapan reaksi selanjutnya, yaitu siklus Krebs yang bertempat di matriks mitokondria. Jika
tidak terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani reaksi fermentasi.
Akan tetapi, asam piruvat yang mandapat molekul oksigen yang cukup dan akan meneruskan tahapan
reaksi tidak dapat begitu saja masuk ke dalam siklus Krebs, karena asam piruvat memiliki atom C
terlalu banyak, yaitu 3 buah. Persyaratan molekul yang dapat menjalani siklus Krebs adalah molekul
tersebut harus mempunyai dua atom C (2 C). Karena itu, asam piruvat akan menjalani reaksi
dekarboksilasi oksidatif.

SENYAWA YG MENGKATALISIS : Dekarboksilasi oksidatif merupakan reaksi antara yaitu antara
glikolisis dengan siklus krebs. Dalam proses ini terjadi perubahan dari 2 asam piruvat (3 C) menjadi 2
asetil Ko Enzim A (2 C). Hasil dari proses ini adalah 2 asetil Ko Enzim A, dan 2 NADH.

Nomor 4

Tahap-tahap dalam siklus krebs adalah sebagai berikut.

1. Asetil co-A akan berikatan dengan oksaloasetat membentuk sitrat, reaksi ini dikatalisis
enzim sitrat sintase.
2. Sitrat akan diubah menjadi isositrat oleh enzim akonitase.
3. Isositrat akan diubah menjadi alfa-ketoglutarat oleh ezim isositrat dehidrogenase. Dalam
reaksi ini dilepaskan molekul CO2 dan dihasilkan NADH.
4. Alfa-ketoglutarat akan diubah menjadi suksinil ko-A oleh enzim alfa ketoglutarat
dehidrogenase. Dalam reaksi ini akan dilepaskan CO2 dan dihasilkan NADH.
5. Suksinil ko-A akan diubah menjadi suksinat oleh enzim suksinil ko-A sintetase. Pada reaksi ini
akan dihasilkan GTP yang kemudian dapat berupah menjadi ATP.
6. Suksinat akan diubah menjadi fumarat oleh enzim suksinat dehidrogenase. Pada reaksi ini
akan dihasilkan FADH2.
7. Fumarat akan diubah menjadi malat oleh enzim fumarase.
8. Malat akan diubah menjadi oksaloasetat oleh enzim malat dehidrogenase. Pada tahap ini juga
dihasilkan NADH.

Enzim-enzim yg mengkatalisis

Asetil Koenzim A - Sebuah molekul kecil yang membawa kelompok-kelompok fungsional asetil dalam
sel. Terdiri dari kelompok asetil melekat pada molekul A koenzim. Produk awal dari siklus asam
sitrat.

Acontinase - Siklus asam sitrat Enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis reaksi yang
mengubah asam sitrat untuk isocitrate dengan pelepasan air.

Adenisine trifosfat (ATP) - Molekul dari mana sel-sel memperoleh energi. Terdiri dari sebuah
molekul adenisine terikat dengan tiga fosfat, masing-masing mengandung ikatan fosfat energi,
terutama ikatan ketiga. Dengan melanggar ikatan satu dan mengurangi ATP untuk adenisine fosfat
di (ADP), sel dapat mendapatkan energi untuk melaksanakan berbagai proses.

Alpha-ketoglutarat dehidrogenase - Siklus asam sitrat Enzim yang bertanggung jawab untuk
mengkatalisis reaksi yang mengubah alfa-ketoglutarat untuk suksinil-KoA dengan pelepasan karbon
dioksida dan produksi NADH dari NAD.

Amphibolic - Suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu proses yang memiliki kedua
sifat anabolik dan katabolik.

Anabolic - Jangka menggambarkan reaksi dikatalisis enzim-dalam sel yang melibatkan sintesis
molekul kompleks dari subunit sederhana dan yang menggunakan energi.

Katabolik - Jangka menggambarkan reaksi dikatalisis enzim-dalam sel yang melibatkan degradasi
molekul ke dalam subunit lebih sederhana dengan melepaskan energi.

Sitrat sintase - Siklus asam sitrat Enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis reaksi yang
mengembun asetil-KoA dengan oksaloasetat untuk menghasilkan asam sitrat.
Siklus asam sitrat - Juga dikenal sebagai Siklus Krebs; jalur metabolik ditemukan pada organisme
aerobik yang mengoksidasi gugus asetil KoA menjadi karbon dioksida dan air, menghasilkan 1 ATP,
dan sejumlah koenzim yang memainkan peran penting dalam langkah berikutnya dari respirasi,
fosforilasi oksidatif.

Koenzim A - Sebuah molekul yang digunakan untuk mentransfer enzimatis kelompok asetil dalam sel.
Dihydrolipoyl transasetilase - Satu dari tiga enzim yang membentuk kompleks piruvat dehidrogenase
multienzim. Bertanggung jawab untuk mengkatalisis penambahan molekul KoA untuk struktur asetil-
lipoamide.

Flavin adenin dinukleotida - Sebuah koenzim yang berpartisipasi dalam reaksi oksidasi dan reduksi
dengan menerima dan menyumbangkan atom hidrogen. Terlibat khususnya dalam oksidasi dan
pengurangan karbon-karbon ikatan ganda dan tripel.

Fumarase - Siklus asam sitrat Enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis reaksi yang
mengubah fumarat L-malat dengan pelepasan air.

Glikolisis - Sebuah jalur metabolisme yang terjadi dalam sitosol sel. Glikolisis terdiri dari
serangkaian reaksi yang diambil secara keseluruhan mengubah glukosa untuk mensintesis ATP dan
piruvat.

Guanosin trifosfat - Sebuah molekul yang mirip baik dalam bentuk dan fungsi menjadi ATP.
Isocitrate dehidrogenase - Siklus asam sitrat Enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis
reaksi yang mengubah isocitrate ke alfa-ketoglutarat dalam mekanisme dua-langkah yang mengarah
pada produksi molekul NADH dan karbon dioksida.

Malat dehidrogenase - Siklus asam sitrat Enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis reaksi
yang mengubah L-malat ke oksaloasetat dengan produksi molekul NADH.

Metabolisme - Semua reaksi yang terjadi dalam organisme yang berpartisipasi dalam akuisisi atau
konversi energi untuk digunakan dalam organisme.

Oksaloasetat - Empat-molekul karbon yang mengikat dengan asetil KoA pada langkah pertama dari
siklus asam sitrat untuk membentuk enam-karbon asam sitrat. Selama serangkaian reaksi, asam
sitrat dipecah kembali menjadi dua 2 molekul CO dan oksaloasetat, memungkinkan untuk siklus untuk
menjadi lagi sambil menghasilkan ATP dan sejumlah koenzim.

Oksidasi - Reaksi yang melibatkan hilangnya keseluruhan elektron dari molekul atau atom tertentu.
Dapat terjadi dengan penambahan oksigen atau dengan penghapusan hidrogen.
Fosforilasi oksidatif - Sebuah proses yang terjadi dalam mitokondria yang menghasilkan
pembentukan ATP dari aliran elektron ke oksigen.

Piruvat dehidrogenase - Satu dari tiga enzim yang membentuk kompleks piruvat dehidrogenase
multienzim. Bertanggung jawab untuk menambahkan TPP untuk piruvat dengan pelepasan karbon
dioksida.

Piruvat dehidrogenase kompleks multienzim - Sebuah nama menyeluruh diberikan kepada tiga enzim
yang mengkatalisis reaksi yang mengubah piruvat ke asetil-KoA.

Pengurangan - Reaksi yang menghasilkan keuntungan keseluruhan elektron ke molekul tertentu atau
atom. Dapat terjadi dengan penambahan atom hidrogen atau oleh penghapusan sebuah atom oksigen.

Suksinat dehidrogenase - Siklus asam sitrat Enzim yang bertanggung jawab untuk mengkatalisis
reaksi yang mengubah suksinat untuk fumarat dengan produksi sebuah molekul FADH.

Nomor 5

Siklus Kreb juga disebut siklus asam sitrat. Siklus kreb adalah siklus pemecah asetil KoA hasil
dekarboksilasi oksidatif menjadi karbon dioksida dan air yang berlangsung secara aerob. Tahap awal
siklus Kreb adalah 2 molekul Asetil KoA yang terjadi didalam mitokondria. Hasil siklus kreb, yaitu
4CO2, 6NADH2, 2 FADH2, dan 2 ATP.

Nomor 6

Fosforilasi oksidatif adalah suatu lintasan metabolisme dengan penggunaan energi yang dilepaskan
oleh oksidasi nutrien untuk menghasilkan ATP, dan mereduksi gas oksigen menjadi air.[1]

Walaupun banyak bentuk kehidupan di bumi menggunakan berbagai jenis nutrien, hampir semua
organisme menjalankan fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP, oleh karena efisiensi proses
mendapatkan energi, dibandingkan dengan proses fermentasi alternatif lainnya seperti glikolisis
anaerobik.

Menurut teori kemiosmotik yang dicetuskan oleh Peter Mitchell, energi yang dilepaskan dari reaksi
oksidasi pada substrat pendonor elektron, baik pada respirasi aerobik maupun anaerobik, perlahan
akan disimpan dalam bentuk potensial elektrokemis sepanjang garis tepi membran tempat terjadinya
reaksi tersebut, yang kemudian dapat digunakan oleh ATP sintase untuk menginduksi reaksi
fosforilasi terhadap molekul adenosina difosfat dengan molekul Pi.

Sistem Transpor Elektron
Sistem transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria. Tahap ini berfungsi mengoksidasi
NADH atau NADPH2 dan FADH2 dari tahap-tahap sebelumnya. Elektron dan H+ dari senyawa-
senyawa tersebut dialirkan melalui senyawa-senyawa penerima elektron seperti NAD, FAD, koenzim
Q, dan sitokrom. Setiap terjadi perpindahan elektron, energi yang terlepas digunakan untuk
membentuk ATP. Oksigen berfungsi sebagai penerima elektron terakhir pada proses tersebut.
Selanjutnya, oksigen bergabung dengan H+ membentuk H 2O. Pembentukan ATP dalam sistem
transpor elektron terjadi melalui reaksi fosforilasi oksidatif.
Oksidasi 1 NADH dapat menghasilkan 3 ATP. Adapun oksidasi 1 FADH2 menghasilkan 2 ATP.
Pada organisme eukariotik, oksidasi NADH dan FADH2 terjadi dalam membran mitokondria. Namun,
NADH hasil glikolisis dibentuk di dalam sitosol. Akibatnya, NADH tersebut harus dimasukkan ke
dalam mitokondria. Pemindahan 2 NADH hasil glikolisis tersebut memerlukan 2 ATP. Dengan
demikian, jumlah total ATP yang dihasilkan sebanyak 36.
Perhatikan skema berikut!

Nomor 7

Menurut teori kemiosmotik yang dicetuskan oleh Peter Mitchell, energi yang dilepaskan dari reaksi
oksidasi pada substrat pendonor elektron, baik pada respirasi aerobik maupun anaerobik, perlahan
akan disimpan dalam bentuk potensial elektrokemis sepanjang garis tepi membran tempat terjadinya
reaksi tersebut, yang kemudian dapat digunakan oleh ATP sintase untuk menginduksi reaksi
fosforilasi terhadap molekul adenosina difosfat dengan molekul Pi.[2]Elektron yang melekat pada
molekul sisi dalam kompleks IV rantai transpor elektron akan digunakan oleh kompleks V untuk
menarik ion H+ dari sitoplasma menuju membran mitokondria sisi luar, disebut kopling kemiosmotik, [3]
yang menyebabkan kemiosmosis, yaitu difusi ion H+ melalui ATP sintase ke dalam mitokondria yang
berlawanan dengan arah gradien pH, dari area dengan energi potensial elektrokimiawi lebih rendah
menuju matriks dengan energi potensial lebih tinggi. Proses kopling kemiosmotik juga berpengaruh
pada kombinasi gradien pH dan potensial listrik di sepanjang membran yang disebut gaya gerak
proton.Dari teori ini, keseluruhan reaksi kemudian disebut fosforilasi oksidatif.

Awal lintasan dimulai dari elektron yang dihasilkan oleh siklus asam sitrat yang ditransfer ke
senyawa:

 NAD+ yang berada di dalam matriks mitokondria. Setelah menerima elektron, NAD+ akan
bereaksi menjadi NADH dan ion H+, kemudian mendonorkan elektronnya ke rantai transpor
elektron kompleks I.[4]
 dan FAD yang berada di dalam rantai transpor elektron kompleks II. [5] FAD akan menerima
dua elektron, kemudian bereaksi menjadi FADH2 melalui reaksi redoks.

Nomor 8

Pengertian glukoneogenesis

Asam laktat yang terjadi pada proses glikolisis dapat dibawa oleh darah ke hati. Di sini asam laktat
diubah menjadi glukosa kembali melalui serangkaian reaksi dalam suatu proses yang disebut
Glukoneogenesis atau pembentukkan gula baru. Pada dasarnya glukoneogenesis adalah sintesis
glukosa dari senyawa – senyawa bukan karbohidrat, misalnya asam laktat dan beberapa asam amino.
Proses glukoneogenesis berlangsung tertama dalam hati. Walaupun proses glukoneogenesis ini adalah
proses sintesis glukosa, namun bukan kebalikan dari proses glikolisis, karena ada tiga tahap reaksi
dalam glikolisis yang tidak reversible

Proses tejadinya

Proses pembentukan glukosa (glukosa) dari zat lain selain gula di dalam sel, mungkin saja bahan
pembentuk itu masih dalam kelompok karbohidrat seperti glikogen atau bahan-bahan lain seperti
protein, lemak, laktat dan asetil koenzim A.Hal tersebut dapat terjadi disebabkan tubuh memiliki
mekanisme untuk mengubah berbagai senyawai. Di lain pihak terdapat kesamaan jalur dari anabolisme
maupun katabolisme zat-zat makanan terutama karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat.

Glikogen bisa berubah menjadi glukosa melalui perubahan glikogen menjadi glukosa -1-phosfat oleh
enzim glikogen phosforilase, selanjutnya glukosa -1-phosfat akan berubah menjadi glukosa -6-
phosfat dan pada akhirnya glukosa -6-phosfat ditambah dengan H2O akan menjadi glukosa.
Tahapan-tahapan

Dengan adanya tiga tahap reaksi yang tidak reversibel tersebut, maka proses glukoneogenesis

berlangsung melalui tahap lain, yaitu :

1. Fosfoenolpiruvat dibentuk dari asam piruvat melalui pembentukan asam aksalo asetat.

Asam piruvat + ATP +GTP + H2O → fosfoenolpiruvat + ADP +GDP + fosfat + 2H+

2. Fruktosa-6-fosfat dibentuk dari fruktosa-1,6-difosfat dengan cara hidrolisis oleh enzim

fruktosa-1,6-difosfatase.

Fruktosa-1,6-difosfat + H2O → fruktosa-6-fosfat + fosfat

3. glukosa dibentuk dengan cara hidrolisis glukosa-6-fosfat dengan katalis glukosa-6-fosfatase.

Glukosa-6-fosfat + H2O → glukosa + fosfat.

Hubungan antara glukoneogenesis dengan siklus asam sitrat, yaitu suatu siklus reaksi kimia

yang mengubah asam piruvat menjadi CO2 + H2O dan menghasilkan sejumlah energi dalam bentuk

ATP, dengan proses oksidasi aerob. Apabila otot berkontraksi karena digunakan untuk bekerja, maka

asam piruvat dan asam laktat dihasilkan oleh proses glikolisis. Asam piruvat digunakan dalam siklus

asam sitrat.

Enzim

1.Perubahan asam piruvat menjadi pospoenolpirifat
Reaksi ini berlangsung di dalam mitokondria. Asam pirifat yang berada dalam matriks mitokondria
harus keluar menuju sitosol untuk diubah menjadi phosfoenolpiruvat. Namun demikian asam pirufat
tidak memiliki kemampuan untuk menembus membaran plasma mitokondria, oleh karena asam piruvat
akan diubah lebih dahulu menjadi asam oksaloasetat. Reaksi ini memerlukan asetil koenzim A sebagai
aktifatornya dan biotin bertindak sebagai koenzim dari pirivat karboksilase.

Reaksi ini adalah salah satu reaksi anaplerotik yang digunakan untuk mempertahankan tingkat zat
asam pada mitokondria. Selanjutnya asam oksaloasetat yang terbentuk harus dipindahkan dari
mitokondria ke sitosol dimana reaksi akan terjadi. Namun, membran mitokondria tidak dapat
ditembus oksaloasetat.
Oleh karena itu maka oksaloasetat akan diubah dimitokondria menjadi malat oleh enzim malate
hidrokinase. Selanjutnya malat akan menembus membran mitokondria menuju sitosol dan dioksidasi
oleh malat dehidrognease yang ada disitosol menjadi asam oksaloasetat kembali. Pada reaksi ini
terjadi pelepasan ion H+ yang akan ditangkap oleh NAD membentuk NADH2.

Di sitosol, asam oksaloasetat akan melepaskan ion karbondioksida dan berubah menjadi
phosfoenolpiruvat dengan dikatalisir oleh phosfoenolpiruvat karboksinase dan bantuan dari oksidasi
satu molekul GTP menjadi GDP dan Pi. Reaksi ini membutuhkan ion magnesium sebagai kofaktor dari
enzim pospoenolpiruvat karboksinase.

Selanjutnya akan terjadi reaksi pembalikan glikolisis, dimulai dari perubahan phosfoenolpirivat
menjadi 2 phosfogliserat, senyawa ini kemudian diubah menjadi 3 phosfogliserat dan kemudian
menjadi 1,3 diphosfogliserat.

Reaksi selanjutnya akan diubah 1,3 diphosfogliserat menjadi 3 phosfoglisealdehid dan atau
dihidroksi aseton phosfat. Kemudian kedua senyawa ini bergabung menjadi fruktosa 1,6 diphosfat.

2.Perubahan Fruktosa -1,6-Diphosfat Menjadi Fruktosa-6-Phosfat
Perubahan fruktosa 1,6 diphosfat menjadi fruktosa 6 phosfat tidak bisa mengikuti pembalikan
reaksi glikolisis dengan alasan yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa reaksi perubahan fruktosa-6-
phosfat menjadi fruktosa-1,6-diphosfat merupakan reaksi mahal. Oleh karena itu maka dilakukan
jalur reaksi lain dengan menggunakan energi yang berasal dari siklik AMP dan bantuan molekul air.
Dengan demikian reaksi menjadi sebagai berikut :

3.Perubahan Glukosa-6-Phosfat Menjadi Glukosa
Fruktosa yang terbentuk tadi selanjutnya di ubah menjadi glukosa 6 phosfat. Namun demikian
senyawa ini tidak akan bisa diubah langsung menjadi glukosa dengan alasan yang sama seperti pada
reaksi perubahan fruktosa -6-phosfat menjadi fruktosa 1,6 diphosfat yang bersifat mahal dan nilai
AG0 yang positif. Oleh karena itu digunakan jalur reasi lain tanpa menggunakan enzim heksokinase
dan glukokinase yang memilik nilai AG0 yang negatif. Reaksi tersebut ialah sebagai berikut :

Glukosa -6-posfat + H2O Glukosa + P.AG = -12,1 Kj/Mol

Reaksi ini juga membutuhkan mb2+ yang didapat dari retikulum endoplasma ada hati. Produksi
glukosa dibentuk untuk ekspor pada aliran darah karena sebagian besar jaringan terutama otak
sebab jaringan otak hanya mampu menerima glukosa sebagai sumber energi aktifitasnya.

Tempat berlangsung

glukoneogenesis yang terjadi pada hati dan ginjal

Hasil akhir

Hasil akhir : Glukosa-6-fosfatase yang ditemukan pada permulaanmetabolisme glikogen,
mengkatalisis reaksi terakhir glukoneogenesis dan mengubahglukosa-6-fosfat menjadi glukosa
bebas.Dengan penggantian reaksi-reaksi pada glikolisis yang secara termodinamikaireversibel,
glukoneogenesis secara termodinamika seluruhnya menguntungkan dandiubah dari lintasan yang
menghasilkan energi menjadi lintasan yang memerlukan energi

Nomor 9

Pengertian glikogenesis

Glikogenesis adalah proses pembentukan glikogen dari glukosa kemudian disimpan dalam hati dan
otot. Glikogen merupakan bentuk simpanan karbohidrat yang utama di dalam tubuh dan analog dengan
amilum pada tumbuhan. Unsur ini terutama terdapat didalam hati (sampai 6%), otot jarang melampaui
jumlah 1%. Akan tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati, maka besarnya simpanan
glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak.

Proses tejadinya

Proses glikogenesis adalah sebagai berikut :
1. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada
lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.
2. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim
fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil
bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat.
Enz-P + Glukosa 1-fosfat↔Enz + Glukosa 1,6-bifosfat↔Enz-P + Glukosa 6-fosfat
3. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin
difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase.
UDPGlc + PPi↔UTP + Glukosa 1-fosfat
4. Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik
akan menarik reaksi kearah kanan persamaan reaksi.
5. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4
pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir
oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen primer)
harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein
yang dikenal sebagai glikogenin.
UDP + (C6)n+1◊ UDPGlc + (C6)n
Glikogen Glikogen

Tahapan-tahapan

Tahap awal glikogenesis adalah fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6-fosfat, yaitu reaksi yang lazim
terjadi sebagai reaksi pertama pada lintasan glikolisis dari glukosa. Di dalam otot tahap reaksi ini
dikatalisis oleh heksokinase dan di dalam hati oleh glukokinase. Tahap reaksi berikutnya yang
dikatalisis oleh fosfolukomutase glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat. Di dalam reaksi
tersebut enzim sendiri mengalami fosforilasi, gugus fosfo-akan mengambil bagian dalam reaksi
reversibel membentuk intermediate glukosa 1,6-bifosfat.
Enz-P+glukosa 6-fosfat < — > Enz + Glukosa 1,6 bifosfat < – > nz – P+ Glukosa 1-fosfat

Glukosa 1-fosfat, selanjutnya bereaksi dengan uridintrifosfat (UTP) membentuk nukleotida aktif.
Uridin difosfat glukosa (UDPGLc). Reaksi ini dikatalsis oleh enzim UDPGlc pirofosforilase.

UTP + Glukosa 1-fosfat – > UDP Glc + Ppi

PPi yang terbentuk, dihidrolisis oleh enzim pirofosforilase inorganik sehingga akan menarik reaksi ke
arah kanan.

Tahap reaksi selanjutnya adalah pemindahan glukosa yang diaktifkan UDPGLc ke ’glikogen primer”
yang dikenal sebagai glikogenin melalui pembentukan ikatan glikosidik. Ikatan tersebut dibentuk oleh
atom C1 glukosa pada UDPGle dengan C4 residu glukosa terminal pada glikogenin, dan membebaskan
UDP, reaksi ini dikatalisis oleh enzim glikogen sintase. Enzim ini lebih lanjut melekatkan residu
glukosa pada posisi 1 – > 4 untuk membentuk rantai glukosa pendek. Di dalam otot rangka glikogenin
tetap melekat di bagian pusat molekul glikogen, sedang dihati terdapat jumlah glikogen yang melebihi
molekul glikogenin.

UDPGLc + (G6)n – > UDP + (C6) n+1 (Glikogen )

Tahap reaksi terakhir pada glikogenesis adalah pembentukan percabangan. Penambahan residu
glukosa pada rantai glikogen primer terjadi pada ujung luar molekul yang nonreduktif sehingga
setelah terbentuk rangkaian (1-4)α yang berurutan ”cabang-cabang” pada ”pohon glikogen
bertambah panjang. Setelah rantai tersebut diperpanjang hingga minimal 11 residu glukosa , enzim
kedua yaitu branching enzyme (amilo-1,4 1,6 transglukosidase), memindahkan bagian dari rantai 1,4
(minimal 6 residu glukosa). Pemindahan rantai 1,4 ke rantai yang berdekatan, membentuk titik
percabangan dengan rangkaian (1,6) α.

Cabang-cabang tersebut akan tumbuh dengan penambahan lebih lanjut unit 1,4 glikosil dan
pembentukan cabang selanjutnya. Setelah jumlah residu terminal yang nonreduktif meningkat,
jumlah total tapak reaktif di dalam molekul akan meningkat sehingga mempercepat glikogenesis.

Enzim

Glikonesis dan glikogenolisis, dikendalikan oleh enzim utama yaitu glikogen sintesa dan fosforilase.
Kerja kedua enzim tersebut diatur oleh serangkaian reaksi kompleks dan melibatkan mekanisme baik.
Allosterik maupun modifikasi kovalen akibat fosforilasi dan defosforilasi protein enzim yang
reversibel.

Banyak modifikasi kovalen disebabkan oleh kerja cAMP (AMP siklik; asam 3,5-siklik adenilat). cAMP
merupakan senyawa antara intrasel atau second messenger dan terlibat dalam kerja banyak hormon.
cAMP terbentuk dari hidrolisis ATP oleh enzim adenilat siklase yang terdapat pada permukaan
membran sel. Kerja enzim ini diaktivasi oleh hormon epinfrin dan norepinefrin yang bekerja lewat
resptor b-andrenergik pada membran sel. Di dalam hati, enzim tersebut diaktivasi oleh glukogen
yang bekerja melalui reseptor glukagon yang independen. Kadar normal cAMP yang rendah
dipertahankan oleh fosfodiesterase yang bekerja dengan cara memecahkan cAMP.

Glikogen sintase dan fosforilase berada di bawah kendali substrat (lewat kendali allosterik) dan
kendali hormonal. Glikogen sintase akan berubah menjadi tidak aktif jika konsentrasi cAMP naik,
pada saat yang bersamaan, fosforilase mengalami aktivasi menjadi aktiv (lewat fosforilasi kinase).
Kedua efek tersebut diperantarai oleh enzim protein kinase yang bergantung – cAMP. Oleh karena
itu, penghamabatan glikogenesis akan meningkatkan jumlah neto glikogenolisis. Sebaliknya,
penghambatan glikogenolisis akan meningkatkan glikogenesis. Hal penting yang perlu diperhatikan di
dalam pengaturan metabolisme glikogen (glikogenesis dan glikogenolisis) adalah bahwa reaksi
defosforilasi enzim glikogensitase b, fosforilase a dan fosforilase kinase dikatalisis oleh enzim
dengan spesifitas luas yaitu protein fosfatase-1. Aktivitas enzim ini dihambat oleh protein kinase
yang bergantung pada cAMP melalui inhibitor-1-fosfat. Oleh karenanya glikogenesis dapat
dirangsang dan glikogenolisis dapat akhiri secara sinkron atau sebaliknya, karena kedua proses
tersebut disinkronkan dengan aktivitas protein kinase yang bergabung pada cAMP. Jadi, jelaslah
bahwa aktivitas enzim baik glikogen sitase maupun fosforilase adalah dikontrol dengan baik oleh
cAMP.

Tempat berlangsung

Otot dan hati

Hasil akhir

Glikogenesis adalah lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan
didalam hati. Lintasan ini diaktivasi di dalam hati, oleh hormoninsulin sebagai respon terhadap rasio
gula darah yang meningkat, misalnya karenakandungan karbohidrat setelah makan atau teraktivasi pada
akhir siklus Cori. Penyimpangan atau kelainan metabolisme pada lintasan ini disebut
glikogenosis. Definisi lain menyatakan bahwa
Glikogenesis adalah pembentukan glikogen dari glukosa. Glikogen adalah disintesis tergantung pada
permintaan untuk glukosa dan ATP(energi). Jika keduanya hadir dalam jumlah yang relatif tinggi,
maka kelebihan insulinmempromosikan konversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di hati dan
sel-selotot.Dalam sintesis glikogen, satu ATP diperlukan per glukosa dimasukkan ke dalamstruktur
polimer bercabang glikogen. sebenarnya, glukosa-6-fosfat adalah senyawa lintas jalan. Glukosa-6-
fosfat disintesis secara langsung dari glukosa atau sebagai produk akhirdari glukoneogenesis.