You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Jantung adalah organ otot yang berongga dan berukuran sebesar kepalan tangan.
Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke pembuluh darah dengan kontraksi
ritmik dan berulang. Jantung terdiri dari empat ruang, 2 ruang jantung atas
dinamakan atrium dan 2 ruang jantung di bawahnya dinamakan ventrikel, yang
berfungsi sebagai pompa. Dinding yang memisahkan kedua atrium dan ventrikel
menjadi bagian kanan dan kiri dinamakan septum.1
Jantung juga terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan terluar yang merupakan
selaput pembungkus disebut epikardium, lapisan tengah merupakan lapisan inti dari
jantung terdiri dari otot-otot jantung disebut miokardium dan lapisan terluar yang
terdiri jaringan endotel disebut endokardium.1
Kardiomiopati adalah sekumpulan kelainan pada jantung dengan kelainan
utama terbatas pada miokardium. Kondisi ini seringkali berakhir dengan menjadi
gagal jantung.2 Penyakit ini dapat menyerang jantung penderita dengan berbagai
usia dan manifestasi klinis biasanya tampak saat dekade ketiga atau keempat.
Kardiomiopati dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan perubahan anatomi yang
terjadi, yaitu kardiomiopati dilatasi, kardiomiopati hipertrofi, dan kardiomiopati
restriksi.3
Pada tahun 1980, World Health Organization (WHO) mendefinisikan
kardiomiopati merupakan “kelainan otot jantung dengan penyebab yang tidak
diketahui” untuk membedakan kardiomiopati dengan disfungsi kardiak untuk
mengetahui berbagai penyebab kardiovaskular seperti hipertensi, ischemik heart
disease (IHD), atau penyakit jantung katup.4
Kardiomiopati dilatasi adalah jenis kardiomiopati dengan ciri-ciri yaitu
terdapatnya dilatasi ruang ventrikel yang progresif dan disertai disfungsi dari
kontraksi ventrikel saat sistolik. Penyakit ini memiliki banyak etiologi antara lain:
genetik, bahan toksik (alkohol, doxorubicin), peripartum, miokarditis virus, tetapi
pada sebagian besar kasus penyebabnya adalah idiopatik.2

1
Kardiomiopati hipertrofi adalah gangguan primer pada jantung yang
dikarakteristikan dengan hipertrofi yang biasanya terjadi pada ventrikel kiri dengan
ada atau tidak adanya kondisi penyerta seperti stenosis aorta, hipertensi, atau
penyakit tiroid. Meskipun sebelumnya dianggap sebagai penyakit yang langka,
studi klinis berbasis populasi yang terbaru menunjukkan prevalensi kondisi
penyakit ini menjadi 1 dalam 200 pada populasi umum hal ini membuat
Kardiomiopati Hipertrofi menjadi gangguan genetik kardiovaskular yang paling
umum dikenal.5 Kondisi ini sebagian besar diakibatkan oleh kondisi genetik yang
menurun di dalam keluarga dan dapat terjadi pada segala usia. Pada kardiomiopati
hipertrofik didapatkan adanya hipertrofik masif ventrikel dan gangguan relaksasi
ventrikel sehingga ruang jantung mengecil, kontraktilitas miokard meningkat
namun pengisian ventrikel sedikit.2
Kardiomiopati resktriktif merupakan kardiomiopati dengan ciri kekakuan
ventrikel yang abnormal serta gangguan dalam pengisian ventrikel. Angka kejadian
kardiomiopati jenis ini lebih jarang dibandingkan kedua jenis kardiomiopati
lainnya. Pada kardiomiopati restriktif tidak dijumpai kelainan kontraksi ventrikel
(normal) namun pengisian diastolik yang terganggu.3 Kondisi ini relatif jarang,
Kekakuan ventrikel yang abnormal dan gangguan pengisian ventrikel disebabkan
karena terbentuknya banyak jaringan parut pada endokardium dan infiltrasi
miokardium oleh substansi yang abnormal.2
Belum ada data yang pasti berapa prevalensi kardiomiopati namun jenis yang
sering ditemukan adalah kardiomiopati dilatasi. Dua studi epidemiology di
Amerika serikat memperkirakan insiden kardiomiopati sebesar 1,1 – 1,2 kasus per
100 000 penduduk.5 Di beberapa negara, penyakit ini merupakan penyebab
kematian sampai sebesar 30% atau lebih pada semua kematian akibat penyakit
jantung.6 Di Indonesia,estimasi jumlah kematian oleh karena kardiomiopati,
endokarditis, dan miokarditis mengalami peningkatan dari 9600 kejadian pada
tahun 2010 menjadi 10.400 kejadian pada tahun 2015.7
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk membuat
laporan kasus mengenai kardiomiopati hipertrofi.

2
1.2 Tujuan
Penulisan laporan kasus ini bertujuan untuk menambah pengetahuan penyusun
dan pembaca mengenai penyakit, etiologi dan tatalaksana dari kasus kardiomiopati
serta sebagai salah satu syarat agar bisa mengikuti ujian akhir di SMF Ilmu Penyakit
Dalam.

3