You are on page 1of 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Anemia defisiensi besi merupakan penyakit nutrisi yang banyak
terjadi di seluruh dunia. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul
akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis, karena cadangan
besi kosong (depleted iron store) yang pada akhirnya mengakibatkan
pembentukan hemoglobin berkurang (Bakta, 2006).
Menurut data dari WHO (World Health Organization), kejadian
anemia defisiensi besi (ADB) yang terjadi di negara- negara industri dan
negara- negara non- industri berturut- turut sekitar 10- 20% dan 50-60%. 1
Prevalensi anemia pada anak pra sekolah (0- 5 tahun) di seluruh dunia
mencapai 47,7% dari seluruh total populasi yang menderita anemia.
Prevalensi tertinggi ada di Asia Tenggara sebesar 65,5%, dan di Indonesia
mencapai 44,5%. Oleh sebab itu Indonesia termasuk dalam wilayah rawan
kasus anemia pada anak usia pra sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian anemia defisiensi besi ?
2. Bagaimana epidemiologi anemia defisiensi besi ?
3. Apa penyebab anemia defisiensi besi ?
4. Di mana daerah daerah yang rawan anemia defisiensi besi dan
alasanyna ?
5. Apa penanggulangan yang telah dilakukan pemerintah terhadap
kejadian anemia defisiensi besi ?
C. Tujuan
1. Mengetaui pengertian anemia defisiensi besi ?
2. Mengetaui epidemiologi anemia defisiensi besi ?
3. Mengetaui penyebab anemia defisiensi besi ?
4. Mengetaui daerah-daerah yang rawan anemia defisiensi besi dan
alasanyna ?
5. Mengetaui penanggulangan yang telah dilakukan pemerintah terhadap
kejadian anemia defisiensi besi ?
DAFTAR PUSTAKA

Aryonohendarto, dkk, Defisiensi Besi Dan Anemia Defisiensi Besi Pada Anak
Remaja Obes.Sari Pediatri, Vol. 20, No. 1

Astriana, Willy. 2017. Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas
dan Usia. Jurnal Ilmu Kesehatan. Vol. 2 No.2 Hal 123-130.

Kaimudin, NurIa, Hariati Lestari, Jusniar Rusli Afa. 2017. Skrining dan
Determinan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri SMA Negeri 3
Kendari. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Vol. 2. No. 6

Khaidur Masrizal. 2018. Anemia Defisiensi Besi Pada Remaja. Jurnal Kesehatan
Masyarakat Andalas. Vol .2. No.1

Lestari, Lipoeto, Almurdi. 2017. Hubungan Konsumsi Zat Besi dengan Kejadian
Anemia pada Murid SMP Negeri 27 Padang.Jurnal Kesehatan
Andalas.Vo.l6.No. 3. Hal. 507-511

Listiana, Akma. 2016. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Kejadian Anemia Gizi Besi Pada Remaja Putri Di Smkn 1 Terbanggi
Besar Lampung Tengah. Jurnal Kesehatan. Vol. VII. No. 3

Mariana Khafidhoh. 2013. Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada
Remaja Putri Di SMK Swadaya Wilayah Kerja Puskesmas Karangdoro
Kota Semarang Tahun 2013. Jurnal Kebidanan.Vol. 3.No.3 Hal 35 - 42

Peadiyadnya RivardiI Wayan ,Suryani Masayu. 2017. Anemia Defisiensi Besi
Dalam Rangka Menjalani Kepaniteraan Klinik Aqadnya Dibagian Ilmu
Penjakit Dalam RSUP Sanglah .Vol.2.No. 2

Silalahio Verarica, Aritonang Evawany, Ashar Taufik. 2016. Potensi Pendidikan
Gizi Dalam Meningkatkan Asupan Gizi Pada Remaja Putri Yang Anemia
Di Kota Medan. Jurnal kesehatan masyarakat.Vol. 4. No. 1

Sinaga Eliami, Lubis Zulhaidah, Siagin Albiner. 2014. Hubungan Asupan Protein
Dan Zat Besi Dgan Status Anemia Pada Ibu Hamil Di Desa Naga Timbul
Kecamatan Tanjung Morowa Kab. Deli Serdang Tahun 2014. Jurnal
kesehatan. Vol 7. No. 2

Sudikno, Sandjaja. 2016. Prevalensi Dan Faktor Risiko Anemia Pada Wanita
Usia Subur Di Rumah Tangga Miskin Di Kabupaten Tasikmalaya Dan
Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Jurnal kesehatan reprduksi.Vol.7.No. 2
Wati Winda Desi, Fehry Fatmalina, Rahmiwati Anita. 2016. Faktor2 Yg
Brhubungan Dgn Defisiensi Zat Besi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Krja
Puskesmas Gandus Palembang. jurnak ilmu kesehatan masyarakat.
Palembang. Vol 7.No.1. Hal 42-47

Yeni Anggreini, Fitria Hayu Palupi. 2018. Analisis Kejadian Anemia Defisiensi
Besi Pada Anak Usia Bawah Lima Tahun Dengan Riwayat Pemberian
Asi Non Eksklusif Di Posyandu BeningrejoTasikmadu
Karanganyar.Jurnal Maternal.Vol. 3, No. 3