You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Massase sebagai cara pengobatan, telah dikenal sejak zaman pra sejarah oleh
berbagai suku bangsa di dunia. Data-data menunjukkan bahwa usia masase sama
tuanya dengan peradaban manusia. Cacatan sejarah menunjukkan bahwa bangsa
Cina telah mengenal masase kurang lebih 3.000 tahun sebelum masehi. Dalam
ajaran-ajaran Kung Fhu Tzu, diketahui bahwa masase telah dipergunakan bukan
semata-mata untuk pemeliharaan kesehatan saja tetapi juga sebagai salah satu cara
pengobatan.
Demikian pula masase juga dikenal oleh bangsa Yunani purba yang
menggunakan masase sebagai bentuk kemewahan setelah melakukan latihan-
latihan gymnastik untuk membentuk keindahan tubuh. Bapak dari ilmu
kedokteran yaitu Hippocrates (430-360 SM) menggunakan masase untuk para
pasiennya, disamping dengan sinar matahari, mandi air panas, serta latihan-latihan
badan untuk menyembuhkan kekuatan pada sendi dan otot-otot yang lemah.
Masase dapat menguatkan sendi-sendi yang lemah dan melemaskan sendi-sendi
yang kaku. Dalam mempraktekkan masase, beliau menggunakan istilah
“Anaptripsis” yang berarti pemijatan menuju ke arah jantung, yaitu mulai dari
kaki menuju ke atas, sedangkan dari atas yaitu kepala atau leher ke bawah ke arah
jantung. Hal ini merupakan suatu bukti adanya dasar ilmiah dalam melakukan
masase pada jaman itu.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian massase ?
2. Apa saja tujuan dan manfaat massase ?
3. Apa saja kontraindikasi massase?
4. Apa saja teknik massase ?

1
C. Tujuan penulisan
1. Mengetahui pengertian massase.
2. Mengetahui tujuan dan manfaat massase.
3. Mengetahui kontraidikasi massase.
4. Mengetahui teknik massase.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Massase
Massage berasal dri bahasa Arab “mash” yang artinya “menekan dengan
lembut” atau dari kata Yunani “massien” yang berarti “memijat atau melulut”.
Akan tetapi istilah yang paling popular yang digunakan dalam bahasa Perancis
“masser” yang artinya “menggosok”. Menurut pengertiannya massage yang
berasal dari bahasa inggris “massage” adalah pemijatan, pengurutan dan
sebagainya pada bagian-bagian badan tertentu dengan tangan atau alat-alat khusus
untuk melancarkan peredaran darah sebagai cara pengobatan atau untuk
menghilangkan rasa lelah.
Massage adalah manipulasi aringan lunak tubuh. Manipulasi ini dapat
mempengaruhi system saraf otot pernafasan sirkulasi darah dan limfa secara local
maupun umum. Massage menghasilkan suatu stimulus pada jaringan tubuh
dengan cara menekan dan meregangkan. Penekanan menyebabkan kompresi
jaringan lunak dan mengubah uung-ujung saraf yang berupa jaringan reseptor,
sedangkan peregangan memberikan ketegangan pada jaringan-jaringan lunak.
(C.K Giam, 1993: 172).
Massage merupakan tindakan instingtif dan pengobatannya yang berdasarkan
intuisi. Pada perkembangan selanjutnya teknik mengurut dan teknik-teknik
lainnya berkembang dan memiliki pengaruh yang spesifik pada pemberiannya.
(Harrold, 1992: 16).
B. Tujuan Dan Manfaat Massase
1. Meningkatkan fungsi kulit
Peredaran darah dalam tubuh yang meningkat akan membantu proses
untuk menghasilkan kelenjar minyak yang akan lebih efektif memproduksi
keringat, sehingga akan membuang zat yang tidak berguna. Lapisan
epidermis yang paling luar akan larut sehingga kondisi kulit akan lebih baik.
Fungsi kulit sebagai daya penyerap akan lebih meningkat dan kulit menjadi
lebih halus.

3
2. Melarutkan lemak
Gerakan pengurutan yang sifatnya menekan dan menghentak seperti
meremas/ memijat, menepuk, memukul dapat membantu melarutkan lemak
sehingga terjadi pembakaran tubuh.
3. Meningkatkan refleksi pada pencernaaan
Pengurutan perut dengan gerakan-gerakan tertentu akan lebih
merangsang gerak refleksi (Peristaltik), dengan demikian akan lebih
memperlancarkan system pencernaan.
4. Meningkatkan fungsi jaringan otot
Meningkatnya sirkulasi peredaran darah dapat meningkatkan nutrisi (sari
makanan) ke dalam jaringan otot sehingga kekenyalan dan elastisitas akan
lebih bertahan.
5. Meningkatkanya peredaran darah
Meningkatnya peredaran darah yang ditimbulkan oleh gerak pengurutan
akan meningkat pula nutrisi sehingga dapat memberi makanan pada sel-sel
tulang. Dengan demikian meningkat pula pertumbuhan gerak persendian.
6. Meningkatkan fungsi jaringan syaraf
Gerakan vibrace dan friction dapat merangsang pada fungsi syaraf di
seluruh tubuh.
7. Sistem Getah Bening
Luka akibat pukulan akan menyebabkan terjadinya pembengkakan yang
masuk ke dalam sirkulasi getah bening. Pijat dapat mengosongkan saluran
getah bening dan menyembuhkan bengkak tersebut. Jika cairan yang
membuat bengkak tidak disingkirkan, maka akan mengeras sehingga tidak
dapat melewati saluran getah bening. Akibatnya gumpalan cairan yang
mengeras tersebut akan menyumpal di sekeliling jaringan: otot, tulang, urat,
ikatan sendi tulang (ligament) dan kemudian terbentuk “pelekatan”
(adhesion).
8. Sistem Kandung Kemih
Pijat di bagian punggung dan perut akan meningkatkan aktivitas ginjal
yang mendorong pembuangan produk sisa metabolisme dan mengurangi
penumpukkan cairan.

4
9. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi juga dapat ditingkatkan. Pijat pada bagian perut dan
punggung dapat membantu meredakan masalah haid, seperti rasa sakit, pra
menstruasi, haid tidak teratur, dan lain-lain.
C. Kontraindikasi Massase
1. Refleksi dan relaksasi otot
Refleksi dan relaksasi otot dilakukan dengan menyentuh, meraba dan
menekan pada bagian-bagian tubuh sehingga dapat diketahui apakah ada yang
memar, bengkak, nyeri, penggumpalan jaringan lemak atau selulit, tekstur
kulit dan tonus susunan otot.
Contohnya: Thrombo-Phlebitis dan kondisi sejenis yaitu radang dari
pembuluh darah vena. Kulit di sekitarnya tampak kemerahan, panas, dan
bengkak. Jika kulit sekitarnya disentuh, terasa lembek dan sakit. Jika
terbentuk gumpalan darah beku di dalam vena, maka dengan pemijatan
gumpalan tersebut akan bergerak dan bisa berakibat fatal (kematian) jika
menggumpal di dalam vena.
2. Temperatur Tinggi / Demam
Tubuh dalam keadaan demam akan mengeluarkan toksin. Maka tidak
dianjurkan melakukan pemijatan, karena akan memicu produksi toksin di
dalam tubuh.
3. Infeksi Penyakit Kulit
Penyakit kulit sejenis jerawat dan eksim tidak menular, bahkan akan
sembuh dengan menggunakan minyak esensial lavender. Pijat dilarang untuk
permukaan kulit yang menderita radang di bawah kulit seperti bisul.
4. Bekas Luka atau Operasi Baru
Bekas luka yang masih baru atau luka terbuka pada klien sebaiknya
tidak dipijat pada bagian tersebut.

5. Kondisi Peradangan (Bursitis)
Gejala di bagian peradangan adalah warna kemerahan, terasa panas, lunak
dan sakit jika disentuh dan sebaiknya bagian yang meradang tersebut dilarang
dipijat.

5
6. Kanker
Pijat yang lembut bermanfaat bagi para pasien kanker. Produksi hormon
edorfin sebagai reaksi pemijatan, dapat meredakan rasa sakit yang disebabkan
kanker.

D. Teknik-teknik Massase
1. Effeteurage (Menggosok)
Effleurage adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak
tangan atau bantalan jari tangan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan
ringan ataupun dengan sedikit penekanan. Gerakan ringan biasanya
digunakan untuk meratakan minyak pijat, pengenaan gerakan (sebagai
gerakan permulaan) maupun menenangkan kembali jaringan otot yang
telah dirangsang dengan gerakan-gerakan lainnya, misalnya: Effleurage
adalah gerakan usapan, baik dilakukan dengan telapak tangan atau
bantalan jari tangan. Gerakan ini dapat dilakukan dengan ringan ataupun
dengan sedikit penekanan.
Effleurage adalah salah satu teknik pijat yang paling umum
digunakan. Menggunakan suksesi gerakan membelai atau meluncur cahaya
atau dalam, tukang pijat tukang pijat atau mengapung di kontur tubuh.
Terapis menggunakan permukaan datar, seperti tangan atau lengan. Dia
bergerak dengan rendah gesekan atas hamparan besar kulit, menerapkan
tekanan moderat. Setelah selesai ringan, memberikan stimulasi yang
menyenangkan pada kulit. Diterapkan dengan tekanan lebih, dapat
menghasilkan efek positif pada sirkulasi. Hasil sendi pijat, santai
menenangkan.Dalam Effleurage cahaya, hanya ada sentuhan dangkal
menggunakan tangan kontak penuh, hampir seperti kain halus yang sedang
menutupi seluruh permukaan. Tidak ada beriak ataumenarik-narik kulit
dan efeknya adalah di bawah tingkat menggelitik. Ketika dilakukan di
stroketerus menerus, satu tangan mengikuti lain dengan sisi ulnaris
terkemuka. Tepi di sisi jari kelingkingdisebut 'ulnaris', karena terletak di
sisi yang sama dari lengan sebagai tulang ulnaris.
Sebuah variasi melibatkan membentuk 'V' dengan kedua tangan yang
terletak ringan di kontur kaki, kecil daridepresi kembali dan lainnya.

6
Tangan kemudian bergerak bersama-sama di atas permukaan, bersama
membentang panjang otot. Ketika tekanan meningkat, ini menjadi
Effleurage dalam, yang sama-sama menyenangkan untuk klien, tetapi
dalam cara yang berbeda. Peningkatan tekanan merangsang lapisan kulit
(yang 'subkutan' di bawah permukaan) untuk merangsang fasia. Sebuah
riak kecil diproduksi, dengan menarik menciptakan sensasi
menyenangkan. Peningkatan tekanan, ke titik bahwa jaringan otot
bergerak, menghasilkan stroke gesekan. Tangan harus tetap lentur,
sementara terapis bervariasi permukaan atau bagian yang digunakan
kadang-kadang datar telapak, kali lainujung jari. Horisontal vertikal
membelai berikut meluncur, kemudian shingling, bi-lateral stroke pohon
dan variasi lainnya. Pohon-stroke melibatkan mulai sepanjang garis pusat,
seperti tulang belakang, kemudian bergerak ke luar, jari-jari terentang
untuk membuat cabang-cabang kecil. Shingling dicapai dengan
menggunakan satu tangan berikut lain, bekerja sepanjang bujur dari sisi
atau belakang atau kaki. Meluncur kontak penuh diterapkan di seluruh
permukaan besar dari belakang. Kemudian gerak yang bervariasi dengan
menggunakan satu tangan memperkuat di atas yang lain, dengan gesekan
tangan di bawah menerapkan, tangan atas digunakan untuk meningkatkan
tekanan. Kadang-kadang teknik ini akan diubah dengan menggunakan
lengan.
2. Petrissage (Memijat-mijat)
Petrissage adalah gerakan pemijatan dengan tekanan yang dalam dan
memampatkan otot yang mendasarinya. Adonan, meremas-remas, kulit
bergulir dan pick-up dan memeras adalah gerakan Petrissage. Mereka
semua dilakukan dengan permukaan palmar empuk tangan, permukaan jari
dan juga ibu jari. Selama menguleni, tangan harus dibentuk ke daerah dan
gerakan harus lambat dan berirama. Knuckling adalah bentuk lain dari
memijat tetapi menggunakan buku-buku jari untuk diremas-remas dan lift
dimelingkar dan gerakan ke atas. Scissoring lain Petrissage gerakan yang
dilakukan hanya di daerah yang datar dengan tekanan yang sangat sedikit.
Jari telunjuk dan tengah kedua tangan hanya digunakan untuk gerakan ini.

7
Mereka ditempatkan berlawanan satu sama lain dan kemudian secara
perlahan bekerja terhadap satu sama lain mengangkat dan melepaskan
mereka pergi.
Manfaat :
a) Dengan bergantian meremas dan santai, pembuluh darah dan
pembuluh limfatik dikosongkan dan diisi, membawa nutrisi segar
untuk otot-otot.
b) Setiap racun yang telah terakumulasi dihapus dari jaringan yang
lebih dalam.
c) Petrissage sangat berharga dalam membantu untuk memecah dan
menghapus deposit lemak disekitar, bahu paha dan bokong.
d) Hal ini juga membantu untuk mencegah kekakuan otot setelah
latihan dan dapat meredakan kejang otot.
Kesalahan untuk menghindari :
a) Pastikan bahwa anda menggunakan seluruh tangan anda bukan
hanya jari-jari anda dan ibu jari anda;
b) Ambil otot dan bukan kulit jika tidak ada bahaya mencubit daging.
Jangan geser jari anda di atas kulit penerima.
3. Vibration dan Shaking (Menggetarkan dan Menggoncang)
Vibration atau vibrasi adalah gerakan pijat menggetarkan jaringan
tubuh yang ditimbulkan oleh pangkal lengan, dengan menggunakan
telapak tangan atau jari-jari tangan. Vibrasi statis adalah vibrasi yang
dilaksanakan bila hanya berhenti pada suatu tempat, dan vibrasi
dinamis bila gerakan tersebut berjalan menuju ke bagian tempat
lainnya.
Shaking adalah gerakan getar yang lebih kuat, sejenis guncangan.
Vibrasi juga bisa dilakukan dengan jari-jari tangan di sepanjang jalan
saraf. Cara melakukan vibrasi yaitu telapak tangan ditaruh pada bagian
tubuh yang akan digetarkan. Otot bagian tubuh yang dipijat digetar-
getarkan dengan cepat. Gerakan getar yang lembut disebutvibrasi. Jika
getaran dilakukan dengan kuat, disebut shaking atau mengguncang.
Gerakan getar Vibration dan Shaking menstimulasi bagian tubuh yang

8
digetarkan. Vibrasi yang dilakukan pada saraf, bermanfaat untuk
memperbaiki/memulihkan dan mempertahankan fungsi saraf serta otot
yang disuplai oleh saraf yang bersangkutan sehingga meningkatkan
suplai nutrisi. Vibration berguna untuk menyembuhkan kelumpuhan
atau saraf yang lemah. Shaking dapat dilakukan pada bagian perut
untuk menyembuhkan atau memperbaiki pencernaaan. Juga untuk
meningkatkan kesehatan usus dan memerangi sembelit. Vibrasi dan
shaking pada bagian dada sangat baik untuk menyembuhkan masalah-
masalah pernafasan seperti asma.
Beberapa hal yang perlu dihindari selama melakukan vibration dan
shaking yaitu tidak dianjurkan pada bagian tubuh yang sedang
mengalami peradangan, Vibration dan shaking tidak dilakukan dengan
cepat dan tidak terlalu menekan.
4. Tapotement (Memukul)
Tapotement termasuk satu seri pijat ringan, cepat dengan gerakan
kejut (striking action) dengan kedua tangan bergantian secara cepat.
Dua pijatan utama dalam gerakan tapotement yaitu ‘cupping’ dan
‘hacking’. Keduanya bisa dilakukan pada semua bagian tubuh
meskipun paling efektif pada bagian yang berdaging dan berotot besar
seperti pinggul. Gerakan lainnya dari tapotement adalah meliputi
memukul perlahan (flicking), memukul (beating) dan menumbuk
(pounding). Tenaga yang digunakan untuk memijat dengan teknik
tapotement berasal dari pergelangan tangan, bukan dari siku tangan atau
bahu.
Diperlukan keluwesan pergelangan tangan untuk memperoleh
hentakan yang ringan dan tidak sakit pada klien dan merangsang sesuai
dengan tujuan dalam melakukan tapotement. Tapotement tidak boleh
dikenakan pada area yang bertulang menonjol ataupun pada otot yang
tegang serta area yang terasa sakit atau nyeri. Beberapa variasi
percussion movement adalah : mencincang (hacking), flicking,
menepuk (cupping atau capping), memukul (beating) dan meninju
(pounding) Teknik hacking menggunakan tepi tangan (the ulnar

9
border). Kedua tangan diposisikan di atas bahu klien dengan telapak
tangan saling berhadapan, jempol berada diatas. Tangan diturunkan
(berupa pukulan ringan menggunakan sisi telapak tangan) bergantian
secara ritmik ke tubuh klien dengan gerakan cepat. Teknik ini
digunakan pada setiap akhir pemijatan untuk membangunkan klien.
Teknik pijat flicking mirip hacking dan seringkali dijelaskan sebagai
‘finger hacking’ atau teknik hacking menggunakan jari-jari. Dalam
melakukan teknik ini, pergelangan tangan dilenturkan dan hanya
menggunakan kelingking untuk menyentuh tubuh yang dipijat (bukan
sisi telapak angan). Gerakan ini jauh lebih ringan dan lebih lembut
dibandingkan hacking.
Cupping dilakukan dengan telapak tangan menghadap ke arah bawah,
membentuk sebuah lekukan yang vakum. Tangan yang sudah
membentuk lekukan diturunkan dengan cepat, sampai menyentuh tubuh
klien, sehingga terbentuk vakum yang kemudian dilepas saat
mengangkat tangan.
Beating dilakukan dengan kedua tangan dalam posisi saling
menempel dan jari-jari tangan digenggam ringan dengan posisi jari
kelingking menyentuh tubuh yang dipijat.
Pounding menggunakan telapak tangan dalam posisi genggam dengan
cara memukul pada tubuh yang dipijat secara cepat.
Tapotement sifatnya menstimulasi, yaitu pada saat darah terdorong ke
permukaan, sirkulasi meningkat. Tapotement bermanfaat terutama
untuk melakukan pemanasan sebelum melakukan berolah raga. Teknik
cupping bermanfaat jika dilakukan pada punggung bagian atas dan
tengah, karena mampu mengeluarkan lendir yang ada dalam paru-paru,
sehingga pernafasan menjadi longgar. Tapotement juga bermanfaat
dalam mempengaruhi kesehatan otot dan memperkuat kontraksi otot
saat distimulasi. Pijat ini juga berguna untuk mengurangi deposit lemak
dan bagian otot yang lembek (biasanya di bagian bokong dan pinggul).
Selama melakukan tapotemet tangan harus betulbetul membentuk cup
(mangkuk) ketika melakukan cupping, agar mampu menimbulkan suara

10
dan orang yang dipijat tidak merasa sakit, ketika melakukan hacking,
jari-jari jangan dalam keadaaan tegang, karena pukulan yang sampai ke
tubuh klien akan menyakitkan, usahakan tangan lemas dan pastikan
penggunaan tenaga berasal dari pergelangan tangan. Jika menggunakan
tenaga dari siku atau bahuakan cepat lelah, teknik pijat tapotement tidak
digunakan pada bagian tubuh yang ‘bertulang’, karena akan
menimbulkan rasa sakit, terutama bagian punggung.
5. Friction (Menggerus)
Teknik pijat friction menggunakan bagian jari jempol, yaitu
melakukan gerakan melingkar kecil-kecil dengan penekanan yang lebih
dalam dengan menggunakan ibu jari tersebut. Gerakan ini digunakan
pada area tubuh tertentu seperti betis, trepezium dan lain-lain, dengan
maksud untuk penyembuhan ketegangan otot dan rasa pegal pada
persendian. Dalam melakukan gerakan friction boleh menggunakan
ujung jari, buku jari bahkan siku tangan. Untuk melepaskan bagian otot
yang tegang dapat menggunakan gerakan memutar (putaran kecil) dari
jari jempol. Gerakan ini efektif jika dilakukan pada setiap sisi tulang
belakang.Teknik ini bermanfaat untuk melepaskan bagian-bagian otot
yang kejang yang terbentuk sebagian akibat stress dan ketegangan,
dapat menghilangkan akumulasi dari sisa-sisa metabolisme.
Pijat friction dapat membantu memecah deposit lemak, oleh karena
itu bermanfaat dalam kasus obesitas, sangat efektif menghilangkan
benjolan bekas luka yang telah sembuh sempurna dan bermanfaat
mengurangi tonjolan pada lutut seperti platella dan meningkatkan
temperatur tubuh dengan cara meningkatkan aktivitas sel-sel tubuh
sehingga aliran darah lebih lancar. Saat memijat teknik friction
dilakukan berangsur-angsur menekan jaringan tubuh makin lama makin
keras, sesuai dengan toleransi tubuh yang dipijat, namun tidak menekan
secara berlebihan agar tidak terasa sakit. Saat melakukan gerakan
friction tidak membungkukkan pundak untuk menekan, karena akan
mengakibatkan kelelahan. Gerakan pijat dilakukan dengan
menggerakan jaringan di bawah kulit, tidak hanya kulitnya saja.

11
6. Walken (Menggosok Melintang)
Pegangan ini dikerjakan dengan dua tangan. Misalnya tangan kiri
berada pada bagian proksimal, memegang otot dengan ibu jari dan jari-
jariyang lain terpisah. Tangan kanan memegang otot tadi pada bagian
ditaldengan posisi ibu jari berada di antara telunjuk dan ibu jari tangan
kiri. Tangan kiri lebih dulu melakukan pijatan dan sementara itu juga
tangankanan melakukan pijatan dengan ibu jari. Tangan kiri kendur dan
menggeser keatas dan melakukan pijatan lagi yang kemudian diikuti
tangan kanan.
7. Skin Rolling (Menggeser Lipatan)
Manipulasi ini ditujukan untuk melepaskan kulit dari jaringan ikat,
dan melebarkan pembuluh kapilair (rambut) di bawah kulit. Adapun
tujuannya adalah untuk memepertinggi tonus dan memperbaiki
pertukaran zat serta peredaran darah di bawah kulit.
8. Stroking (Mengurut)
Manipulasi ini dimaksudkan untuk mempengaruhi syaraf-syaraf
vegetatif pada jaringan-jaringan di bawah kulit dan mencari atau
mengetahui kelainan-kelainan jaringan. Adapun tujuannya adalah untuk
melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat
menjadi baik.
Khasiat fisiologis pengurutan
a) Pemgurutan yang dilakukan secara ahli mempunyai pengaruh
terhadap faal (fungsi) badan secara langsung maupun tidak langsung.
Efek langsung pengurutan dapat terlihat pertama-tama pada kulit.
Pada massage peredaran darah kulit dan alat-alat ditingkatkan,
misalnya sekresi kelenjar-kelenjar, pemberian makanan dan
pengeluaran zat yang tidak lagi berguna bagi tubuh. Hampir tidak
ada alat tubuh yang tidak dipengaruhi secara baik oleh gerak-gerak
urut secara ilmiah.
b) Khasiat pengurutan badan, lengan, dan tungkai pada jaringan-
jaringan tubuh :

12
c) Rangsang ritmik terhadap kulit : meningkatkan peredaran darah
kulit, dan merangsang susunan sensorik kulit secara berirama.
d) Otot-otot rangka dan urat-urat otot : meningkatkan peredaran darah
otot dan menghilangkan tegangan serabut-serabut otot.
e) Terhadap ikat-ikat (ligamentum) memperbaiki gangguan ikat-ikat.
f) Peredaran darah dan limfe : melancarkan peredaran darah dan limfe
g) Susunan saraf : merangsang susunan saraf secara berirama untuk
mencapai efek seudatif (merangsang dan menenangkan)
h) Jaringan lemak : tidak terpengaruh oleh massage.
Pengurutan pada muka dan kepala berkhasiat terhadap :
a) Kelancaran fungsi kulit dan semua jaringan di muka dan kepala
b) Kulit menjadi halus dan lemas
c) Peredaran darah diperbaiki
d) Aktivitas kelenjar-kelenjar kulit dirangsang
e) Keadaan jaringan otot diperbaiki karena peredaran darah di dalam
otot pun lebih lancar
f) Gerakan berulang terhadap susunan saraf berkhasiat menenangkan
g) Rasa sakit dapat dikurangi Pengurutan yang terlalu keras pada wajah
dan leher akan mengakibatkan otot kulit tertarik dan memanjang,
sehingga mengakibatkan kekenduran hubungan kulit dengan tulang.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Massage adalah manipulasi aringan lunak tubuh. Manipulasi ini dapat
mempengaruhi system saraf otot pernafasan sirkulasi darah dan limfa secara local
maupun umum. Massage menghasilkan suatu stimulus pada jaringan tubuh
dengan cara menekan dan meregangkan. Penekanan menyebabkan kompresi
jaringan lunak dan mengubah uung-ujung saraf yang berupa jaringan reseptor,
sedangkan peregangan memberikan ketegangan pada jaringan-jaringan lunak.
(C.K Giam, 1993: 172).
Teknik dasar massage yaitu :
1. Effleurage
Yaitu gosokan pada kulit tanpa terjadi gerakan otot bagian dalam.
2. Petrisage
Yaitu suatu manipulasi pada otot, dimana dilakukan dengan mengangkat
dan memeras otot secara pelan dan hati-hati.
3. Kneading
Yaitu manipulasi otot dengan cara menekan dan memeras otot.
4. Friction
Yaitu manipulasi pada otot dengan gerakan putar/lingkaran pada satu titik
dengan menggunakan palmar jari-jari, ibu jari dan bagian distal ulnar
pergelangan tangan.
5. Vibrasi
Yaitu manipulasi pada otot dengan gerakan ritmik dari lengan bawah.
6. Tapotement
Yaitu manipulasi yang dilakukan dengan tangan yang melibatkan
pergelangan dan jari-jari yang rileks dan digerakkan dengan cepat
bergantian kanan-kiri.
B. Saran
Diharapkan kepada pembaca untuk dapat mengaplikasikan ilmu ini secara
baik dan benar.

14
DAFTAR PUSTAKA

Bastian,S. 2014.Penyembuhan Alami Dengan Pijat Refleksi.Jakarta:Cetera.

Diane C. Baughman.2000. Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: EGC.

Doengoes, Marilyn E. dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Pusat
Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Grace, Pierce & Borley Neil. 2007. At A Glance : Ilmu Bedah Edisi 3. Jakarta :
Erlangga.

Misnadiarly. 2009. Mengenal Penyakit Organ Cerna: Gastritis (Dyspepsia
ataumaag), Infeksi Mycobacteria pada Ulser Gastrointestinal. Jakarta:
Pustaka Populer Obor.

15