You are on page 1of 19

KONSEP ETIKA DALAM BERBAHASA

LISAN DAN TULISAN

Oleh
I MADE WIDHI ANTARA

NIM : 183212870

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA
DENPASAR
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis tepat waktu. Karya
tulis yang berjudul“ Konsep Etika dalam Berbahasa Lisan danTulisan”.
Karya tulis ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
dalam menempuh pendidikan program studi S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Wira Medika PPNI Bali pada semester ganjil tahun 2018, yang diampu
oleh Bapak Dr. Drs. I NyomanSuwija, M. Hum.
Dalam keberhasilan penulisan tulisan ini tentunya tidak luput dari bantuan
beberapa pihak. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan kaarya tulis ini.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih kurang sempurna. Oleh karena itu,
segal kritik dan saran perbaikan sangat diharapkan demi karya-karya penulis
berikutnya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Denpasar, 10 Oktober 2018

Penulis.

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................................. 1
1.4 Manfaat Penulisan ............................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 3
2.1 Pengertian Bahasa ............................................................................................... 3
2.2 Fungsi Bahasa Indonesia .................................................................................... 4
2.3 Penerapan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar ........................................... 5
2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Eksistensi bahasa Indonesia ................... 11
BAB III PENUTUP ................................................................................................... 14
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 14
3.2 Saran .................................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Etika dalam berbahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan
masyarakat. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi semua warga Indonesia
wajib mempelajari bahasa Indonesia. Dalam bahasan bahasa Indonesia itu ada yang
disebut ragam bahasa. Dimana ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang
pemakaiannya berbeda-beda. Ada ragam bahasa lisan dan ada ragam bahasa tulisan.
Disini yang lebih lebih ditekankan adalah ragam bahasa lisan, karena lebih banyak
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan ngobrol, puisi, pidato,ceramah,dll.
Pidato sering digunakan dalam acara-acara resmi. Misalkan saja pidato pesiden,
pidato dari ketua OSIS, ataupun pidato dari pembina upacara. Sistematika dalam
pidato pun hendaklah dipahami betul-betul. Agar pidato yang disampaikan sesuai
dengan kaidah yang benar. Pidato sama halnya denan cermah. Hanya saja ceramah
lebih membahas tentang keagamaan.kalau pidato lebih umum dan bisa digunakan
dalam banyak acara.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian dari bahasa ?
2. Apakah fungsi bahasa Indonesia ?
3. Bagaimanakah penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar ?
4. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi bahasa Indonesia ?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian dari bahasa.
2. Untuk mengetahui fungsi bahasa Indonesia.
3. Untuk mengetahui penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

1
4. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi bahasa
Indonesia.

1.4 Manfaat

1. Penulis mengetahui pengertian dari bahasa.
2. Penulis mengetahui fungsi bahasa Indonesia.
3. Penulis mengetahui penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
4. Penulis mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi bahasa
Indonesia.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk
berinteraksi dan berkomunikasi. Melalui bahasa pula, kebudayaan suatu bangsa dapat
dibentuk, dibina, dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi
mendatang. Komunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk
menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Ia
memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan
serta latar belakangnya masing-masing.
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk
menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksudkan oleh pembicara
bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang
diungkapkan. Chaer dan Agustina (1995:14) fungsi utama bahasa adalah sebagai alat
komunikasi. Hal ini sejalan dengan Soeparno (1993:5) yang menyatakan bahwa
fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial. Sosiolinguistik
memandang bahasa sebagai tingkah laku sosial (sosial behavior) yang dipakai dalam
komunikasi sosial. Suwarna (2002: 4) bahasa merupakan alat utama untuk
berkomunikasi dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun kolektif
sosial.
Kridalaksana (dalam Aminuddin, 1985: 28-29) mengartikan bahasa sebagai
suatu sistem lambang arbitrer yang menggunakan suatu masyarakat untuk bekerja
sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Effendi (1995:15) berpendapat
bahwa pengalaman sehari-hari menunjukan bahwa ragam lisan lebih banyak daripada
ragam tulis. Lebih lanjut Effendi (1995:78) menyampaikan bahwa ragam lisan
berbeda dengan ragam tulis karena peserta percakapan mengucapkan tuturan dengan
tekanan, nada, irama, 6 jeda, atau lagu tertentu untuk memperjelas makna dan
maksud tuturan. Selain itu kalimat yang digunakan oleh peserta percakapan tidak

3
selalu merupakan kalimat lengkap. Jeans Aitchison (2008 : 21) “Language is
patterned system of arbitrary sound signals, characterized by structure dependence,
creativity, displacement, duality, and cultural transmission”, bahasa adalah sistem
yang terbentuk dari isyarat suara yang telah disepakati, yang ditandai dengan struktur
yang saling tergantung, kreatifitas, penempatan, dualitas dan penyebaran budaya.

2.2 Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi yang dipergunakan oleh masyarakat
Indonesia untuk keperluan sehari-hari,misalnya belajar,bekerja sama,dan berinteraksi.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa resmi di Indonesia. Bahasa
nasional adalah bahasa yang menjadi standar di Negara Indonesia. Sebagai bahasa
nasional,bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah
dasar. Bahasa Indonesia digunakan secara non resmi,santai dan bebas. Dalam
pergaulan sehari – hari antar warga yang dipentingkan adalah makna yang
disampaikan. Pemakai bahasa Indonesia dalam konteks bahasa nasional dapat
menggunakan dengan bebas menggunakan ujarannya baik lisan maupun tulis .
Adapun bahasa resmi adalah bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi seperti
dalam perundang-undangan dan surat menyurat dinas. Dalam hal ini,bahasa Indonesia
harus digunakan sesuai dengan kaidah,tertib,cermat,dan masuk akal. Bahasa
Indonesia yang dipakai harus lengkap dan baku. Tingkat kebakuannya diukur oleh
aturan kebahasaan dan logika pemakaian.
Adapun fungsi Bahasa Indonesia ialah sebagai berikut:
a. Sebagai Bahasa Pengantar Resmi di Lembaga-Lembaga Pendidikan Yang
dimaksud dengan bahasa pengantar dalam karangan ini adalah bahasa yang
digunakan dalam kegiatan mengajar dan belajar oleh guru dan murid di sekolah.
Bahasa pengantar tersebut digunakan baik secara lisan maupun secara tulisan.
b. Sebagai Bahasa Pengantar Menurut Kurikulum di SD. Penggunaan bahasa
pengantar bahasa Indonesia dan bahasa daerah di sekolah dasar dalam Kurikulum
Sekolah Dasar 1968. Kerangka kurikulum 1968 ada dua buah, yaitu sekolah yang

4
menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia dari kelas I sampai kelas VI,
dan menggunakan bahasa pengantar bahasa daerah dari kelas I sampai kelas III.
c. Sebagai Bahasa Pertama atau Bahasa Kedua. Pentingnya bahasa pertama sebagai
bahasa pengantar dalam pendidikan dikemukakan dalam laporan pertemuan para
ahli UNESCO di Paris pada tahun 1951 dan dalam laporan itu disebutkan bahwa
bahasa pengantar yang terbaik untuk mengajar anak adalah bahasa ibu anak itu.
d. Sebagai Satu Bahasa Pengantar atau Dua Bahasa Pengantar. Bahasa yang
dijadikan pengantar dipilih berdasarkan beberapa prinsip, seperti kebangsaan,
wilayah, keagamaan, dan asal-usul etnik. Hal itu diterapkan kedalam silabus atau
kedalam jadwal waktu. Jika kesejajaran itu diterapkan dalam jadwal waktu,
selama waktu tertentu (hari, minggu, dan bulan) dipergunakan bahasa pengantar
yang satu, dan pada waktu lain dipergunakan bahasa pengantar yang kedua,
demikian terus berganti-ganti. Bahasa yang satu digunakan untuk beberapa mata
pelajaran, sedangkan bahasa yang kedua digunakan untuk beberapa mata mata
pelajaran yang lain.

2.3 Penerapan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar
Seperti yang kita ketahui, negara Indonesia adalah negara yang terdiri dari
berbagai suku bangsa. Setiap suku bangsa mempunyai perbedaan dalam bahasa dan
kebudayaannya. Maka diperlukan sebuah alat yang mampu mempersatukan
perbedaan yang ada. Salah satunya adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah
bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa
Indonesia bagi kita merupakan suatu karunia Tuhan, karena adanya bahasa itu
sekaligus telah melenyapkan persoalan bahasa nasional, yang sangat pelik dan
gampang menimbulkan masalah kedaerahan (Samsuri, 1981:27).
Ditegaskan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang menyatakan “kami
putra dan putri indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia. Kami putra
dan putri Indonesia berbangsa satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia
menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Sumpah ini membuktikan

5
bahwa pengakuan bertanah air satu, berbangsa satu Indonesia dan menjunjung tinggi
bahasa persatuan, bahasa indonesia, memiliki fungsi yang luar biasa dalam
mempersatukan dan mengembangkan kepribadian bangsa.
Fungsi tersebut menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia senantiasa
berkepribadian, berperilaku, dan berbudi bahasa khas Indonesia. Dampaknya,
persatuan para pemuda yang terpisah-pisah dalam suatu organisasi pemuda yang
bersifat kedaerahan menyatakan tekatnya yang bulat untuk bersatu sebagai pemuda
Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia dalam setiap komunikasi nasional.
Bagaimana agar penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
menjadi sangat efektif. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat
menjadi batu duga sifat kecendekiawannya. Seseorang yang berbicara dengan baik
dan cermat, dengan memperhatikan struktur kalimat yang bagus, akan dipandang
sebagai seseorang yang berwawasan luas. Dan bagi seorang mahasiswa atau pengajar
yang berbahasa dengan cukup cermat, ternyata dari struktur kalimat yang rapi, pilihan
kata yang tepat, serta pilihan ragam bahasa yang tepat, serta pilihan ragam bahasa
yang sesuai konteks bicara, akan di pandang sebagai seorang yang cendekiawan.
Selain itu dia juga berwawasan yang luas tentang kehidupan. Karena itu, dia dapat
menempatkan diri lewat bahasa dan tingkah laku berbahasa (Widjono Hs, 2012: 2).
Penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangatlah penting. Dewasa ini
masalah terbesar yang berkenaan dengan kemajuan bahasa Indonesia ialah
menjadikannya sebagai bahasa yang dapat dipakai dan dipahami oleh seluruh rakyat
Indonesia dari semua pelosok negeri dan semua lapisan sosial. Pada kenyataannya,
penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pada jaman sekarang telah
mengalami banyak penurunan.
Generasi muda zaman sekarang seolah sudah tidak berminat lagi untuk
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang mana pada dasarnya
adalah bahasa nasional Negara Indonesia. Mereka malah lebih menyukai bahasa asing
yang sebenarnya hanyalah tamu di negara tercinta kita ini. Rasa nasionalis harus kita

6
terapkan sedini mungkin terhadap generasi kita, hal ini bisa kita berikan melalui
pembelajaran di sekolah.
Melalui pembelajaran, penguasaan bahasa Indonesia diharapkan dapat
mengembangkan berbagai kecerdasan, karakter, dan kepribadian. Orang yang
menguasai bahasa Indonesia secara aktif dan pasif akan dapat mengekspresikan
pemahaman dan kemampuan dirinya secara runtut, sistematis, logis, dan lugas. Hal
ini dapat menandai kemampuan mengorganisasi karakter dirinya yang terkait dengan
potensi daya pikir, emosi, keinginan, dan harapannya, yang kemudian
diekspresikannya dalam berbagai bentuk: artikel, proposal proyek, penulis laporan,
lamaran pekerjaan, dan sebagainya. Terutama dalam masalah bahasa, karena
belakangan banyak bahasa-bahasa yang dibuat-buat yang tidak jelas apa tujuannya.
Contoh kecilnya yang lagi marak sekarang adalah bahasa-bahasa alay. Sebenarnya
pada dasarnya bahasa alay adalah bahasa Indonesia, namun banyak yang dirubah baik
dari segi pengucapan dan tulisannya. Belum adanya peraturan yang khusus dalam
penggunaan bahasa Indonesia, membuat bahasa alay semakin
berkembang. Bahasa alay pada umumnya digunakan sebagai sarana komunikasi di
antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Hal ini dikarenakan, remaja
memiliki bahasa tersendiri dalam mengungkapkan ekspresi diri. Sarana komunikasi
diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup
bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang
dibicarakannya. Masa remaja memiliki karakteristik antara lain petualangan,
pengelompokan, dan kenakalan. Ciri ini tercermin juga dalam bahasa mereka.
Keinginan untuk membuat kelompok eksklusif menyebabkan mereka menciptakan
bahasa rahasia. Oleh karena itu, kita harus bisa mempertahankan bahasa Indonesia
sebagai bahasa komunikasi, Agar tidak tergeser oleh bahasa alay dan bahasa modern
yang lain. Kita harus bisa membuat bahasa Indonesia menjadi lebih menarik dan
mudah untuk dipelajari, agar para remaja ini lebih tertarik mempelajarinya.
Bahasa merupakan komunikasi antara seseorang dengan orang lain sehingga
membentuk sebuah interaksi melahirkan pemahaman antara keduanya. Bahasa juga

7
dapat diibaratkan sebagai sebuah remote control yang dapat menyetel manusia
tertawa, sedih, menangis, semangat dsb. Bahasa juga dapat digunakan untuk
memasukkan gagasan -gagasan ke dalam pikiran manusia. Bahasa Indonesia adalah
bahasa resmi yang dipakai Indonesia. Sebagai warga Negara Indonesia, kita pasti
tahu, betapa pentingnya bahasa Indonesia dan betapa pentingnya sebuah bahasa
dalam kehidupan sehari-hari. Lain daerah maka lain pula bahasanya.
Orang Sumatera memiliki bahasa sendiri, orang Jawa memiliki bahasa sendiri,
orang Kalimantan memiliki bahasa sendiri. Dan ragam bahasa itu menjadi
kebanggaan kita sebagai warga Negara Indonesia. Karena itu, penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar sangatlah penting untuk mempersatukan perbedaan
yang ada. Namun, pada kenyataannya penerapan bahasa Indonesia yang baik dan
benar tidak diperhatikan sama sekali oleh para generasi bangsa. Terutama para siswa,
kita tidak boleh membiarkan siswa kita melupakan fungsi penting dari bahasa
Indonesia, yaitu sebagai bahasa persatuan. Untuk itu, penerapan bahasa Indonesia
sejak dini harus mulai ditanamkan pada diri siswa agar tercipta generasi masa depan
yang berjiwa nasionalisme dan cinta tanah air. Karena bagaimanapun juga, bahasa
Indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia yang harus kita jaga dan
lestarikan agar tidak kalah dengan bahasa asing.
Sebagai generasi penerus bangsa, para siswa hendaknya diberi pengertian akan
pentingnya bahasa Indonesia. Kita tidak boleh membiarkan bahasa asing yang masuk
ke Negara Indonesia menggeser kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan. Akan menjadi aneh kalau orang Indonesia bahasa asingnya baik dan
struktur bahasanya bagus, tapi bila untuk menulis dalam bahasa Indonesia, mereka
tidak bisa menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena itu, pondasi
awal untuk mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar, adalah melalui
pendidikan.
Penting bagi generasi penerus bangsa ini, untuk lebih mengerti tentang
pentingnya pendidikan bahasa Indonesia. Selanjutnya, pemerintah harus terus
berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama di bidang bahasa Indonesia.

8
Apabila metode yang digunakan masih menggunakan metode yang lama, maka hasil
yang didapatkan tidak akan maksimal. Agar siswa memiliki kemampuan berbahasa
Indonesia yang bagus, maka dibutuhkan metode baru dan variasi dalam pengajaran
bahasa Indonesia.
Dengan penggunaan metode dan tehnik pengajaran yang variatif, minat siswa
untuk mempelajari bahasa Indonesia semakin meningkat. Selain itu, guru hendaknya
mulai menggunakan penilaian khusus untuk pemakaian bahasa Indonesia di kelas
maupun di luar kelas, agar siswa lebih bersemangat dalam berbahasa Indonesia
dengan baik dan benar. Selanjutnya, perlu adanya kerja sama antara guru bahasa
Indonesia dengan guru dari mapel lain dan para orang tua peserta didik, agar bisa
bersama-sama membimbing dan mengawasi perkembangan bahasa para siswa. Di
samping itu, penyediaan buku-buku bahasa Indonesia yang baru juga sangat penting.
Karena dengan membaca, siswa akan mempunyai perbendaharaan kosakata yang
berlimpah, serta mereka akan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa,
menulis, dan minat mereka dalam bidang bahasa Indonesia. Dan tidak kalah
pentingnya, adalah membuat pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih menarik
dan menyenangkan.
Guru perlu mengembangkan berbagai variasi dalam pembelajaran. Bukan saja
variasi dalam penggunaan metode pembelajaran misalnya, namun guru juga
dapat mengembangkan variasi dalam penggunaan sumber belajar dan praktik
berbahasa dalam pembelajaran. Pembelajaran bahasa Indonesia dianggap gagalbila
pendidik lebih mementingkan teori daripada praktik berbahasa. Pembelajaran bahasa
Indonesia juga belum banyak memanfaatkan lingkungan, baik lingkungan di dalam
maupun di luar kelas. Padahal, lingkungan dapat dijadikan sebagai sumber belajar
sehingga siswa dapat aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan
lingkungannya. Dengan kata lain, lingkungan belajar siswa dapat dijadikan sebagai
sumber belajar yang variatif, inovatif, dan menarik bagi siswa.
Lingkungan belajar siswa di luar kelas, adalah saat mereka berada di
lingkungan sosial. Di Negara ini, masyarakat kita terkenal sebagai masyarakat feodal,

9
suatu masyarakat yang menekankan komunikasi sepihak saja dan tidak ada terjadi
dialogia yang wajar. Di rumah, di dalam keluarga, para ibu-bapak berbicara,
sedangkan putera – puterinya diharapkan mendengar saja barang kata orang tua yang
“ telah makan banyak garam.” Di sekolah para ibu-bapak guru yang terus-menerus
berbicara, sedangkan murid-murid mestilah mendengarkan saja “pepatah dan petitih”
ibu-bapak guru. Demikian pula di dalam masyarakat ibu-bapak penguasalah yang
menentukan segalanya, yang memberikan “instruksi,” sedangkan rakyat (termasuk
dosen dan mahasiswa) mestilah mendengarkan saja dan melakukan semua yang di-
“instruksi”-kan tanpa bantahan, biarpun bertentangan dengan pikiran, perasaan,
keinginan, dan kepentingannya. Kalau seperti ini, maka akan terjadi kesulitan dalam
pengembangan bahasa kita. Karena itu, penerapan bahasa Indonesia yang baik dan
benar haruslah dimulai dari diri kita dulu. Peran orang tua dan guru disini sangatlah
penting untuk meningkatkan hasrat anak dalam mempelajari bahasa Indonesia,
bagaimana mereka bisa membuat bahasa Indonesia menjadi lebih menarik dan lebih
mudah untuk dipelajari.
Tidak kalah pentingnya peranan dari masyarakat sekitar dan juga para petinggi
negeri ini, mereka hendaknya mampu untuk menjadi teladan dalam penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bagaimanapun juga, anak itu belajar dari apa
yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Disini, pendidikan merupakan cara terbaik
untuk melestarikan bahasa Indonesia agar menjadi bahasa yang benar–benar
digunakan sesuai peraturan dan fungsinya. Melalui pendidikan, anak akan belajar
tentang pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan pentingnya
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Mudah-mudahan para generasi muda kita sekarang sadar akan semua itu, kalau
bukan para generasi muda yang menerapkan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,
lalu kepada siapa kita berharap, maka dari itu, generasi muda harus menanamkan rasa
nasionalisme dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar yang
harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh untuk para adik-adik

10
kita yang masih TK, SD, SMP bahkan dikalangan orang- orang dewasa sekalipun.
Jangan sampai kita menjadi tamu di negeri sendiri.

2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Eksistensi bahasa Indonesia
Eksistensi bahasa Indonesia dapat dilihat dari pengembangan
dan penggunaannya dalam sejarah. Bahasa Indonesia masih digunakan hingga saat
ini. Hanin (2012) menjelaskan bahwa sejarah bahasa Indonesia yang kita gunakan
sekarang ini berasal dari bahasa Melayu Riau dari abad XIX, yang merupakan salah
satu ragam bahasa Melayu dari Kepulauan Riau.
Kerajaan Sriwijaya mempunyai peranan penting dalam menyebarkan bahasa
Indonesia ke seluruh wilayah Nusantara secara tidak langsung. Kerajaan tersebut
adalah kerajaan besar yang menguasai jalur perdagangan di Nusantara. Kerajaan itu
menduduki wilayah kerajaan Melayu dan meluas hingga ke wilayah di luar
Nusantara. Oleh karena itu, sampai saat ini negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan
Singapura juga menggunakan bahasa Melayu walaupun dengan dialek yang agak
berbeda.
Mulai sekitar abad ke-20 bahasa Indonesia dipakai oleh masyarakat di
lingkungan pemerintahan administratif. Masa penjajahan member peranan dalam
pembentukan bahasa Indonesia masa kini. Banyak katakata serapan yang berasal dari
bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Portugis, dan bahasa Belanda. Kata-kata
serapan tersebut terlalu sering digunakan dalam percakapan bahasa Indonesia,
sehingga bentuknya diubah dan lama kelamaan diserap ke dalam bahasa Indonesia
baku.
Tonggak bersejarah perkembangan bahasa Indonesia terjadi pada tanggal 28
Oktober 1928. Pada saat itu, Indonesia mencangangkan “Soempah Pemoeda”. Dalam
“Soempah Pemoeda” itu secara resmi bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa
nasional (Die, 2013). Sebelum terjadi perist iwa “Soempah Pemoeda”, bahasa
Indonesia masih disebut sebagai bahasa Melayu. Jika bahasa Melayu tetap digunakan,
kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk menghindari hal itu,

11
maka nama “bahasa Melayu” digant i menjadi “bahasa Indonesia.”. Hal ini juga
mempunyai tujuan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang pada saat itu masih
tercerai berai akibat penjajahan bangsa asing yang berlangsung lama dan
berkepanjangan. Die (2013) mengatakan bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa
resmi Republik Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia diresmikan sehari setelah
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Eksistensi bahasa Indonesia dapat dilihat dari digunakannya bahasa tersebut
hingga saat ini. Hanin (2012) mengemukakan bahwa pada era globalisasi bahasa
Indonesia telah dipakai oleh 90% dari seluruh penduduk Indonesia. Bahasa ini juga
telah dipakai di hampir semua instansi resmi pemerintahan, pendidikan, perdagangan,
transportasi, media massa, dan lain-lain. Namun, masih ada sebagian kecil penduduk
atau suku belum mengenal bahasa Indonesia. Eksistensi bahasa Indonesia juga
terlihat di negara asing.
Muslich (2010) mengatakan bahwa perkembangan bahasa Indonesia di dalam
negeri cukup pesat, begitu pula dengan perkembangannya di luar negeri. Data terkhir
memperlihatkan setidaknya 52 negara asing telah membuka program bahasa
Indonesia (Indonesian Language Studies). Bahkan, perkembangan ini semakin
meningkat setelah terbentuk Badan Asosiasi Kelompok Bahasa Indonesia Penutur
Asing di Bandung tahun 1999.
Faktor-faktor yang mempengaruhi bahasa indonesia kita. banyak faktor yang
sangat kuat untuk mempengaruhi bahasa indonesia kita, saat kita menggunakanya
dengan baik. Disaat kita berbicara dengan sesama kita bisa terpengaruh karena yang
pertama lingkungan, faktor lingkungan ini sangat kuat pengaruhnya karena kita
berada didalam lingkungan tersebut. Yang kedua faktor teman terkadang secara tidak
sengaja kita sering mengucapkan kata-kata tidak baku dengan teman-teman kita,
karena ingin dikatakan gaul. Yang ke tiga pengaruh bahasa daerah, pengaruh ini
sering kita dengar sedikit banyak nya jika seseorang tidak sering menggunakan
bahasa indonesia ia akan janggal saat berbicara, dia bisa tidak sengaja mengeluarkan

12
bahasa daerahnya saat berbicara dengan orang lain yang jadi nya orang lain tidak
mengerti.
Penggunaan kalimat tidak baku dalam berbicara juga mempengaruhi saat kita
berbicara dalam situasi formal. ada kalimat-kalimat yang sering kita dengar, saat kita
mendengarnya terasa janggal. Ini yang masih mempengaruhi keadaan bahasa kita saat
ini. Ini contoh-contoh kalimat tidak baku ialah; ia pukul anjing itu sampai mati, saya
kirim surat untuk ibu, pemerintah tolak impor barang ilegal, dan lain-lain.
Setelah kita melihat masalah-masalah diatas kita sudah menyadari ternyata
banyak kesalahan kita saat berbicara dengan orang lain. Maka dari itu kita bisa
menilai masalah diatas untuk memperbaiki ucapan kita saat berbicara dengan orang
lain. Karena ketika ucapan kita sudah sah menurut kamus besar bahasa indonesia
bayak keuntungan yang kita temui kita bisa lancar untuk berbicara saat berada
didepan orang lain, kita tidak sungkan lagi untuk mengikuti acara-acara formal, kita
bisa menilai orang yang berbahasa indonesia yang benar bahwa ia menjunjung tinggi
bahasa indonesia.

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bahasa Indonesia, merupakan warisan bangsa yang perlu diperhatikan dan
dilestarikan agar tidak punah di negaranya sendiri. Dengan adanya arus globalisasi
hendaknya tidak menjadikan bahasa Indonesia terpojok dengan masuknya berbagai
bahasa asing di negara kita, melainkan mampu menjadi sebuah media bagi kita
masyarakat Indonesia untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia
serta dapat diteruskan kepada generasi penerus.
Pendidikan bahasa Indonesia menjadi aspek penting yang harus diajarkan
kepada para siswa, Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar sangatlah penting. Dalam proses belajar mengajar, penggunaan bahasa
Indonesia yang baik dan benar masih kurang diperhatikan. Ini dikarenakan para
siswa masih belum mempunyai kesadaran tentang pentingnya bahasa Indonesia
sebagai bahasa pengantar pendidikan dan identitas bangsa yang harus dilestarikan,
dan dalam kenyataannya, penggunaan bahasa Indonesia masihlah kalah dengan
bahasa daerah, popular, dan asing.
Untuk membiasakan penggunaan bahasa Indonesia, diperlukan dukungan dari
berbagai pihak, baik dari pemerintah, pendidik, orang tua, dan peserta didik itu
sendiri. Salah satunya melalui dukungan materil dari pemerintah dan peraturan yang
jelas tentang penggunaan bahasa Indonesia, penggunaan metode pengajaran yang
lebih menarik dan menyenangkan dari pendidik, pengawasan dan pembinaan akan
pentingnya bahasa Indonesia dari orang tua, dan tekad untuk menjadi lebih baik dari
peserta didik itu sendiri.

3.2 Saran
Sebaiknya pembelajaran bahasa Indonesia lebih menitik beratkan pada
praktiknya, bukan teorinya. Selain itu, penerapan berbahasa Indonesia yang baik dan

14
benar di sekolah terlebih dahulu harus dimulai dari para pendidik atau petinggi
sekolah. Selain itu, pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar sebaiknya
bukan hanya di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. Sehingga ini akan membuat para
siswa terbiasa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Serta pemberian hukuman
atau hadiah sebagai motivator bagi siswa agar berbahasa dengan baik dan benar .
pemerintah juga harus tegas dalam hal ini. Mereka harus bisa menyediakan fasilitas
yang dapat mendukung pembelajaran bahasa Indonesia lebih efektif. Dan tidak kalah
pentingnya, adalah sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya bahasa Indonesia.
Dengan ini, paling tidak masyarakat akan lebih tahu tentang pentingnya berbahasa
Indonesia yang baik dan benar.

15
DAFTAR PUSTAKA

Ardiana, Leo Indra dan Yonohudiyono. 1998. Analisis Kesalahan Berbahasa EPNA
3302/2/2sks/modul 1-6. Jakarta: universitas terbuka.

Chaer, abdul dan, Agustina, Leonie. 2004. Sosiolinguistik. jakarta: Gramedia.

Keraf, Gorys. 1997. Tata Bahasa Indonesia. Jakarta. Nusa Indah.

Rahardi, Kunjana.2006. Dimensi-Dimensi Kebahasan. Yogyakarta: Erlangga.

Samarin, William J. 1988. Ilmu Bahasa. Yogyakarta: kanisius.

Samsuri. 1981. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia. Surakarta. Yuma
Pressindo

Sugihastuti. 2000. Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta: Pustaka belajar.

Sugono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia Dengan Benar. Jakarta: Gramedia.

Wahyono, Hari. 2013. Bahasa Indonesia: Penuntun Terampil Berbahasa.Yogyakarta:
Tri Tunggal Buana Dewi.

Widjono. 2007. Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Di
Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.

16