You are on page 1of 12

FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS DALAM KEHAMILAN

PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT


IBU DAN ANAK TAHUN 2014

Wilda Silvia Nora1, Elfi Mursyidah2


1
Mahasiswi D-IV Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia
2
Dosen Pembimbing

Latar Belakang: DM merupakan kelainan heriditer dengan ciri influensi dalam sirkulasi darah,
konsentrasi gula darah tinggi dan kurangnya glikogenesis. DM dalam kehamilan terjadi sekitar 4% dari
semua kehamilan di Indonesia. Berdasarkan data di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh pada
bulan Februari 2015, diperoleh data bahwa pada tahun 2013, dari jumlah ibu hamil sebanyak 2.197 kasus,
dijumpai 163 orang (7,4%) ibu hamil mengalami DM sedangkan pada tahun 2014, dari jumlah kehamilan
sebanyak 2.237 kasus, dijumpai 198 orang (8,8%) ibu hamil mengalami DM dalam kehamilan,
menunjukkan bahwa angka kejadian DM dalam kehamilan makin meningkat. Tujuan Penelitian: Untuk
mengetahui faktor risiko kejadian diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu
Dan Anak Tahun 2014. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan case
control, menggunakan kuesioner dimana penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 s/d 20 Agustus 2015,
populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin dengan diabetes mellitus dalam kehamilan di
Rumah Sakit Ibu dan Anak berjumlah 2.237 orang, dimana teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik menggunakan purposive sampling, yaitu dengan melihat status ibu bersalin normal DM sebanyak
67 orang (sebagai kelompok kasus) dan 67 orang (sebagai kelompok kontrol) dengan jumlah sampel
sebanyak 134, data diolah dan dianalisa menggunakan uji chi square (x2). Hasil penelitian: ada hubungan
faktor risiko umur dengan kejadian diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu hamil dengan p=0,014
(p<0,05) dan OR=0,393 (0,194-0,796), ada hubungan faktor risiko paritas dengan kejadian diabetes
melitus dalam kehamilan pada ibu hamil dengan p=0,035 (p<0,05) dan OR=0,443 (0,219-0,896), dan ada
hubungan faktor risiko berat badan lahir bayi dengan kejadian diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu
hamil dengan p=0,033 (p<0,05) dan OR=0,443 (0,212-0,886). Kesimpulan umur, paritas dan berat badan
lahir bayi merupakan faktor risiko berhubungan dengan DM dalam kehamilan. Diharapkan penelitian ini
dapat menjadi masukan bagi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh dalam menyebarluaskan
informasi melalui sosialisasi dan penyuluhan bagi ibu hamil yang berhubungan dengan faktor resiko DM
dalam kehamilan.

Kata Kunci : Umur, Paritas, Berat Badan Lahir Bayi, DM dalam Kehamilan

RISK FACTORS OF DIABETES MELLITUS INCIDENT IN PREGNANCY


OF PREGNANT MOTHER AT IBU DAN ANAK HOSPITAL YEAR 2014

Background: DM was hereditary disorder with influence character in blood circulation, high blood sugar
concentration and insufficient of glycogenesis. In pregnancy the DM is occurs about 4% of all
pregnancies in Indonesia. Based of data in Ibu dan Anak Hospital of Aceh Government in February 2015,
obtained the data that in 2013, of number of pregnant mother was 2.197 cases, founded 163 persons
(7,4%) of pregnant mothers have DM while in 2014, of number of pregnancy was 2.237 cases, founded
198 persons (8,8%) of pregnant mothers have DM in their pregnancy, it indicated that rate of DM
incident in pregnancy was more increase. Purpose of Study: To find out risk factor of diabetes mellitus
incident in pregnancy of pregnant mother at Ibu dan Anak Hospital Year 2014. Method of Study: This
study is analytically with case control approach, using questionnaire where the study was conducted in
August 13th – 20th, 2015, population in this study was all childbirth mothers with diabetes mellitus in
pregnancy at Ibu dan Anak Hospital were amounted 2.237 persons, where sampling technique is using
purposive sampling, that was by saw the normal childbirth mother’s status of DM as many 67 persons (as
case group) and 67 (as control group) with number of sample was 134, the data is processed and
analysed using chi square (x2) test. Results of Study: There was correlation of risk factor of age to
incident of diabetes mellitus in pregnancy of pregnant mother with p=0,014 (p<0,05) and OR=0,393
(0,194-0,796), there was correlation of risk factor of parity to incident of diabetes mellitus in pregnancy
of pregnant mother with p=0,035 (p<0,05) and OR=0,443 (0,219-0,896), and there was correlation of
risk factor of birth body weight of baby to the incident of diabetes mellitus in pregnancy of pregnant
mother with p=0,033 (p<0,05) and OR=0,443 (0,212-0,886). Conclusion: Age, parity and birth body
weight of baby were risk factors associated with DM in pregnancy. Expected of this study can be input for
Ibu dan Anak Hospital of Aceh Government in overspread the information through socialization and
elucidation for pregnant mother that related to risk factor of DM in pregnancy.

Keywords : Age, Parity, Birth Body Weight of Baby, DM in Pregnancy

PENDAHULUAN pada tahun 2030. Tidak hanya pada orang tua,


Kehamilan merupakan proses yang remaja dan dewasa muda pun terserang DM
fisiologis dan alamiah. Kehamilan merupakan (Pudjiastuti, 2011).
salah satu kejadian besar bagi seorang ibu, DM memiliki empat klasifikasi klinis
banyak ibu hamil dapat melalui proses gangguan toleransi glukosa, yaitu diabetes tipe 1
kehamilannya secara normal (Salmah, dkk, dan 2, diabetes mellitus gestasional (GDM) atau
2008). Meskipun kehamilan digolongkan dikenal dengan diabetes dalam kehamilan, dan
sebagai suatu keadaan fisiologi normal, namun tipe khusus lainnya. Diabetes mellitus dalam
kehamilan normal dapat berubah menjadi kehamilan dikenal pertama kali selama
patologi/komplikasi atau yang sering dikenal kehamilan dan mempengaruhi 4% dari semua
dengan kehamilan dengan risiko tinggi kehamilan (Science, 2012).
(Kusmiyati, 2009). DM dalam kehamilan terjadi sekitar 4%
Kehamilan resiko tinggi merupakan dari semua kehamilan di Amerika Serikat, dan
suatu kondisi dimana kehamilan dengan ibu atau 3-5% di Inggris, dan prevalensi DM dalam
perinatal memiliki risiko lebih besar dari kehamilan di Indonesia pada tahun 2007
biasanya dan akan membahayakan (kematian mencapai 1,9%-3,6% pada kehamilan umumnya
atau komplikasi serius) selama masa gestasi (Soewardono dan Pramono, 2011). Pada ibu
dalam rentang waktu sebelum dan sesudah hamil dengan riwayat keluarga DM, prevalensi
persalinan (Benson dan Pernoll, 2009). diabetes melitus dalam kehamilan mencapai
Kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil salah sebesar 5,1% (Maryunani, 2008). Angka ini
satunya dapat disebabkan oleh karena pernahnya lebih rendah dari pada prevalensi di negara
menderita penyakit kronis antara lain tuber Ingris dan Amerika Serikat. Meskipun demikian,
culosis (TBC), kelainan jantung-ginjal dan hati, masalah DM dalam kehamilan di Indonesia
psikosis, Diabetes Mellitus (DM) dan tumor masih membutuhkan penanganan yang serius
ganas (Depkes RI, 2010). melihat jumlah penderita yang cukup banyak
DM merupakan kelainan heriditer serta dampak yang ditimbulkan pada ibu hamil
dengan ciri influensi atau absesnya insulin dan janin (Soewardono dan Pramono, 2011).
dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula darah DM dalam kehamilan menimbulkan
tinggi dan kurangnya glikogenesis (Mochtar, banyak kesulitan karena penyakit ini akan
2009). DM adalah suatu penyakit dimana kadar banyak menimbulkan perubahan-perubahan
glukosa (gula sederhana) di dalah darah tinggi, metabolik dan hormonal pada penderita yang
seseorang dikatakan menderita DM jika juga dipengaruhi kehamilan (Purwaningsih,
memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dl 2009). Pengaruh yang ditimbulkan DM dalam
dan pada tes sewaktu >200 mg/dl (Pudjiastuti, kehamilan dapat menyebabkan terjadinya
2011). abortus, partus prematurus, hidramnion, pre-
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) eklamsi, kesalahan letak janin, insufiensi
mencatat hampir 200 juta orang di dunia plasenta. Pada masa persalinan dapat
menderita DM dan diperkirakan pada tahun menimbulkan terjadinya inersia uteri, atonia
2025 jumlah penderita bisa mencapai sekitar 330 uteri, distosia karena anak besar dan bahu lebar,
juta jiwa. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data kelahiran mati, persalinan lebih sering ditolong
WHO tercatat lebih dari 13 juta penderita DM, secara operatif, angka kejadian perdarahan dan
dari jumlah tersebut diperkirakan akan infeksi tinggi, morbiditas dan mortalitas ibu
meningkat menjadi lebih dari 20 juta penderita yang tinggi (Mochtar, 2009).
Pada masa nifas, DM dalam kehamilan DM, dan terdapat sebanyak 52 orang ibu
dapat menimbulkan dampak perdarahan dan melahirkan bayi besar (3,2%), sedangkan pada
infeksi puerpural lebih tinggi, luka-luka jalan tahun 2014, dari jumlah kehamilan sebanyak
lahir lambat pulih, sedangkan pada janin atau 2.237 kasus, dijumpai 198 orang (8,8%) ibu
bayi menyebabkan terjadinya abortus, kematian hamil mengalami DM dalam kehamilan, dan
janin, cacat bawaan, dismaturitas, janin besar terdapat sebanyak 79 orang ibu melahirkan bayi
(makrosomia), kematian neonatal, dan kelainan besar (3,5%), menunjukkan bahwa angka
neurologi. Janin besar (makrosomia) adalah kejadian DM dalam kehamilan makin
janin dengan berat badan melebihi 4000 gram. meningkat, dan hal ini menimbulkan dampak
Frekuensi bayi yang lahir dengan berat badan negatif bagi ibu dan janin yang dapat berujung
lebih dari 4000 gram adalah 5,3% dan yang pada kematian ibu dan janin. Berdasarkan latar
lebih dari 4500 gr adalah 0,4% (Mochtar, 2009). belakang masalah diatas, peneliti merasa tertarik
Faktor risiko yang menyebabkan untuk melakukan penelitian yang berjudul
terjadinya DM dalam kehamilan, yaitu usia tua, “Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus
paritas, etnik, obesitas, multiparitas, riwayat Dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil Di Rumah
keluarga, dan diabetes gestasional terdahulu Sakit Ibu Dan Anak Tahun 2014”.
(Science, 2012). Umur ibu pada saat kehamilan
merupakan salah satu faktor yang menentukan Perumusan Masalah
tingkat risiko kehamilan dan persalinan. Dalam Berdasarkan latar belakang diatas,
usia reproduksi sehat dikenal usia aman untuk rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
kehamilan dan persalinan adalah 20 sampai 30 “Faktor Risiko apa sajakah yang menyebabkan
tahun. Kematian maternal pada wanita hamil kejadian diabetes melitus dalam kehamilan pada
dan melahirkan pada usia dibawah 20 tahun ibu hamil di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Tahun
ternyata 2 sampai 5 kali lebih tinggi daripada 2014”.
usia 20 sampai 29 tahun. Kematian maternal
meningkat kembali sesudah usia 30 sampai 35 Tujuan Penelitian
tahun. Wanita yang berusia kurang dari 20 tahun Tujuan Umum
dan lebih dari 35 tahun memiliki risiko tinggi Untuk mengetahui faktor risiko kejadian
diantaranya DM (Wiknjosastro, 2007). diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu
Prawirohardjo (2007) mengemukakan hamil di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Tahun
paritas adalah seorang wanita yang pernah 2014.
melahirkan bayi yang hidup (viable) Paritas 2-3
merupakan paritas paling aman ditinjau dari Tujuan Khusus
sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas a. Untuk mengetahui hubungan faktor risiko
tinggi (lebih dari 3) mempunyai angka kematian umur dengan kejadian diabetes melitus
maternal lebih tinggi. Makin tinggi paritas ibu dalam kehamilan pada ibu hamil di Rumah
maka makin kurang baik endometriumnya. Sakit Ibu dan Anak Tahun 2014.
Manuaba (2008) juga mengemukakan b. Untuk mengetahui hubungan faktor risiko
penyebab terjadinya DM dalam kehamilan, paritas dengan kejadian diabetes melitus
antara lain faktor genetik. Berdasarkan teori ini, dalam kehamilan pada ibu hamil di Rumah
komplikasi DM dalam kehamilan diturunkan Sakit Ibu dan Anak Tahun 2014.
pada anak perempuannya, sehingga sering c. Untuk mengetahui hubungan faktor risiko
terjadi DM sebagai komplikasi kehamilannya. berat badan lahir bayi dengan kejadian
Sifat heriditernya adalah “resesif” sehingga diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu
tidak atau jarang terjadi pada menantunya. hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak Tahun
Berdasarkan studi pendahuluan yang 2014.
penulis lakukan di Rumah Sakit Ibu dan Anak
Pemerintah Aceh pada bulan Februari 2015, Manfaat penelitian
diperoleh data bahwa pada tahun 2013, dari 1. Bagi peneliti
jumlah ibu hamil sebanyak 2.197 kasus, Penelitian ini diharapkan dapat
dijumpai 163 orang (7,4%) ibu hamil mengalami meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan
keterampilan dalam melakukan penelitian Variabel Independen Variabel Dependen
yang lebih luas tentang faktor penyebab Kasus
terjadinya DM dalam kehamilan.
2. Bagi institusi pendidikan Umur
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi
referensi kepustakaan dan bahan masukan Kelahiran janin
dalam membimbing dan menambah Obesitas
besar
pengetahuan mahasiswi Progam Studi D IV
Kebidanan Universitas Ubudiyah Indoensia
tentang penyebab DM dalam kehamilan. Riwayat keluarga
3. Bagi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah
Aceh Kontrol
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi
masukan bagi Rumah Sakit Ibu dan Anak Umur
Pemerintah Aceh dalam menyebarluaskan Kelahiran janin
informasi yang berhubungan dengan faktor besar
resiko DM dalam kehamilan. Obesitas
4. Bagi peneliti selanjutnya
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi
pedoman dan bahan masukan dalam Riwayat keluarga
melanjutkan penelitian yang berhubungan
dengan faktor penyebab terjadinya DM
dalam kehamilan, dengan variabel yang Skema 2.1 Kerangka Konsep Penelitian
berbeda dan bervariasi guna hasil yang lebih
baik dimasa yang akan datang. Hipotesa Penelitian
1. Ha : Ada hubungan faktor risiko umur
Kerangka Konsep dengan kejadian diabetes melitus
Diabetes mellitus merupakan kelainan dalam kehamilan pada ibu hamil di
heriditer dengan ciri influensi atau absesnya Rumah Sakit Ibu dan Anak Tahun
insulin dalam sirkulasi darah, konsentrasi gula 2014.
darah tinggi dan kurangnya glikogenesis 2. Ha : Ada hubungan faktor risiko paritas
(Mochtar, 2009). dengan kejadian diabetes melitus
Menurut Science (2012) juga dalam kehamilan pada ibu hamil di
mengemukakan terdapat beberapa faktor risiko Rumah Sakit Ibu dan Anak Tahun
terjadinya diabetes mellitus dalam kehamilan, 2014.
yaitu usia tua, etnik, obesitas, multiparitas, 3. Ha : Ada hubungan faktor risiko berat
riwayat keluarga, dan diabetes gestasional badan lahir bayi dengan kejadian
terdahulu. Mitayani (2009) juga mengemukakan diabetes melitus dalam kehamilan
beberapa faktor risiko penyebab terjadinya pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu
diabetes mellitus dalam kehamilan, yaitu riwayat dan Anak Tahun 2014.
keluarga dengan DM, glukosuria dua kali
berturut-turut, kegemukan, keguguran METODE PENELITIAN
kehamilan, adanya hidramnion, kelahiran anak Jenis Penelitian
sebelumnya besar karena keterbatasan waktu Jenis penelitian ini bersifat analitik
maka penulis mengambil variabel penelitian dengan pendekatan case control yang
umur, paritas dan riwayat keluarga, untuk lebih merupakan suatu penelitian (survei) analitik
jelas maka dapat dilihat pada kerangka konsep yang menyangkut bagaimana faktor resiko
dibawah ini : dipelajari dengan cara membandingkan antara
kelompok kasus dan kelompok kontrol, dan
menggunakan pendekatan retrospektif
(Notoatmodjo, 2010), untuk mengetahui faktor
risiko kejadian diabetes melitus dalam Dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh
kehamilan pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu sampel sebanyak 67 orang ibu bersalin dengan
Dan Anak. DM, dan pengambilan sampel dalam penelitian
ini menggunakan teknik purposive sampling
Lokasi dan Waktu Penelitian dengan kriteria inklusi yaitu ibu dengan DM.
Lokasi penelitian Kelompok kontrol adalah ibu bersalin
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah normal sebanyak 67 orang, disesuaikan dengan
Sakit Ibu dan Anak. jumlah sampel pada kelompok kasus, sehingga
perbandingan antara kelompok kasus dan
Waktu Penelitian kelompok kontrol adalah 1 banding 1.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal Jadi total dalam penelitian ini sampel adalah 134
13 s/d 20 Agustus 2015. orang ibu bersalin.

Populasi dan Sampel Tehnik Pengumpulan Data


Populasi Data yang digunakan dalam penelitian ini
Populasi dalam penelitian ini adalah adalah data sekunder, yang diperoleh dari
semua ibu bersalin di Rumah Sakit Ibu dan catatan medis di buku rekam medik atau status
Anak, pada periode Januari s/d Desember 2014 pasien di Rumah Sakit Ibu Dan Anak
berjumlah 2.237 orang, yang terdiri dari Pemerintah Aceh, pada periode Januari s/d
kelompok kasus adalah ibu bersalin dengan DM Desember 2014.
sebanyak 198 kasus, dan kelompok kontrol
adalah ibu bersalin normal sebanyak 2.039 Instrumen Penelitian
kasus. Alat pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah menggunakan format
Sampel cheklist, dengan menggunakan data sekunder
Sampel dalam penelitian ini terdiri dari : untuk yang berasal dari buku Register Ruang
a. Kelompok kasus yaitu ibu bersalin dengan BersalinRumah Sakit Ibu Dan Anak Pemerintah
DM sebanyak 198 kasus, penetapan Aceh periode Januari s/d Desember 2014, dan
jumlah sampel minimum menggunakan mengacu pada kerangka konsep mendapatkan
rumus Slovin (Notoatmodjo, 2010), data penelitian tentang umur, paritas dan berat
sebagai berikut : badan lahir bayi dengan diabetes mellitus dalam
N kehamilan.
n
1  N (d 2 ) Pengolahan Data dan Analisa Data
Keterangan : Dalam penelitian ini data yang telah
N : Besar populasi dikumpulkan akan diolah melalui beberapa
n : Besar sampel tahapyaitu Editing, Tabulating, Coding
d : Tingkat kepercayaan (ketepatan Transfering
yang diinginkan)sebesar 90 %
N Analisa Data
n Analisa Univariat
1  N (d ) 2
Analisa data pada penelitian ini adalah
198
n menghitung distribusi frekuensi variabel-
1  1980,1
2
variabel yang diteliti
Semua data yang telah dikumpulkan
198
n selanjutnya akan diolah untuk memperoleh data
1  1980,01 sesuai defenisi operasional.
198 Analisa Bivariat
n  66,44 dibulatkan menjadi 67 Analisa bivariat merupakan analisa hasil
2,98 dari variabel independent yang diduga
orang ibu bersalin mempunyai hubungan dengan variabel
dependent untuk menguji hipotesis dilakukan ibu hamil dengan diabetes melitus sebanyak 67
analisa statistik dengan uji Chi-square. Dengan orang dan kelompok kontrol yaitu ibu hamil
batas kemaknaan (α = 0,05) atau Convident normal sebanyak 67 orang. Hasil penelitian ini
Internal (CI=95%) diolah dengan komputer digambarkan secara berurutan dimulai dari
menggunakan program SPSS (Statistical analisa data unviariat meliputi tabel distribusi
Product and Service Solution) versi 16. frekuensi dari varibel dependen dan independen,
serta analisa data bivariat untuk mengetahui
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN pengaruh antara variabel dependen dan variabel
Berdasarkan hasil penelitian yang telah independen, adapun hasil penelitian yang
dilakukan pada tanggal 13 s/d 20 Agustus 2015 diperoleh selengkapnya dapat dilihat pada tabel
di Rumah Sakit Ibu Dan Anak, dengan jumlah berikut ini :
responden sebanyak 134 orang yang dibagi
menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kasus yaitu
Analisa Univariat

Diabetes Mellitus
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Diabetes Mellitus dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil
di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh
Tahun 2014 (n=134)

Frekuensi
No Diabetes Mellitus Kasus Kontrol
f % f %
1 Ya 67 100 0 0
2 Tidak 0 0 67 100
Jumlah 67 100 67 100
(Sumber : diolah pada tahun 2015)
kelompok kasus diabetes melitus dalam
Berdasarkan tabel 4.1 diatas kehamilan dan 67 responden (50%) pada
menunjukkan bahwa dari 134 responden, kelompok kontrol.
terdapat sebanyak 67 responden (50%) pada

Umur
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Umur Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Ibu
Dan Anak Tahun 2014 (n=134)

Frekuensi
No Umur Kasus Kontrol
f % f %
1 Berisiko 36 53,7 21 31,3
2 Tidak berisiko 31 46,3 46 68,7
Jumlah 67 100 67 100
(Sumber : diolah pada tahun 2015)
dijumpai pada kelompok kasus yaitu sebanyak
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan 36 responden (53,7%) dibandingkan kelompok
bahwa dari proporsi responden yang mengalami kontrol yaitu 21 orang (31,3%).
diabetes melitus dalam kehamilan lebih banyak
Paritas

Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Paritas Ibu Hamil di Rumah Sakit
Ibu Dan Anak Tahun 2014

Frekuensi
No Paritas Kasus Kontrol
f % f %
1 Primipara 46 68,7 33 49,3
2 Multipara 21 31,3 34 50,7
Jumlah 67 100 67 100
(Sumber : diolah pada tahun 2015)
dijumpai pada kelompok kasus yaitu sebanyak
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan 46 responden (68,7%) dibandingkan kelompok
bahwa proporsi responden yang mengalami kontrol yaitu 33 responden (49,3%).
diabetes melitus dalam kehamilan lebih banyak

Berat badan lahir bayi


Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Berat Badan Lahir Bayi di Rumah Sakit
Ibu Dan Anak Tahun 2014

Frekuensi
No Berat Badan Lahir Bayi Kasus Kontrol
f % f %
1 Besar 32 47,8 19 28,4
2 Normal 35 52,2 48 71,6
Jumlah 67 100 67 100
(Sumber : diolah pada tahun 2015)
dijumpai pada kelompok kasus yaitu sebanyak
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan 32 responden (47,8%) dibandingkan kelompok
bahwa proporsi responden yang mengalami kontrol yaitu 19 responden (28,4%).
diabetes melitus dalam kehamilan lebih banyak
Analisa Bivariat

Hubungan faktor risiko umur dengan kejadian diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu hamil di
Rumah Sakit Ibu dan Anak
Tabel 4.5
Hubungan Faktor Risiko Umur Dengan Kejadian Diabetes Melitus Dalam Kehamilan
Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak Tahun 2014

Diabetes melitus dalam OR CI 95% p-value


kehamilan
No. Umur
Kasus Kontrol
f % f %
1. Berisiko 36 53,7 21 31,3 0,393 0,194- 0,014
2. Tidak berisiko 31 46,3 46 68,7 0,796
Total 67 100 67 100
(Sumber : diolah pada tahun 2015)
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dijelaskan Hipotesa menunjukkan bahwa ada umur
bahwa responden yang berumur berisiko pada merupakan faktor risiko dengan kejadian DM
kelompok kasus lebih besar proporsinya dalam kehamilan, hal ini dapat di interpretasikan
mengalami diabetes melitus dalam kehamilan bahwa nilai OR sebesar 0,393 berarti ibu yang
yaitu sebanyak 53,7% dibandingkan dengan berumur berisiko memiliki kecenderungan untuk
umur berisiko pada kelompok kontrol yaitu mengalami DM dalam kehamilan sebanyak
31,3%, hasil analisa perbedaan proporsi terpapar 0,393 kali sebagai salah satu faktor yang
resiko antara kelompok kasus dengan kelompok berhubungan dengan terjadinya diabetes melitus
kontrol secara statistik bermakna dengan nilai dalam kehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak
p=0,014 (p<0,05) dan nilai OR = 0,393 (0,194- dibandingkan dengan responden dengan umur
0,796). yang tidak berisiko.

Hubungan faktor risiko paritas dengan kejadian diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu hamil di
Rumah Sakit Ibu dan Anak

Tabel 4.6
Hubungan Faktor Risiko Paritas Dengan Kejadian Diabetes Melitus Dalam Kehamilan
Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak Tahun 2014

Diabetes melitus dalam OR CI 95% p-


kehamilan value
No. Paritas
Kasus Kontrol
f % f %
1. Primipara 21 31,3 34 50,7 0,443 0,219- 0,035
2. Multipara 46 68,7 33 49,3 0,896
Total 67 100 67 100
(Sumber : diolah pada tahun 2015)
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dijelaskan Hipotesa menunjukkan bahwa ada
bahwa responden yang memiliki paritas paritas merupakan faktor risiko dengan kejadian
multipara pada kelompok kasus lebih besar DM dalam kehamilan, hal ini dapat di
proporsinya mengalami diabetes melitus dalam interpretasikan bahwa nilai OR sebesar 0,443
kehamilan yaitu sebanyak 68,7% dibandingkan berarti ibu yang paritas multipara memiliki
dengan responden yang memiliki paritas kecenderungan untuk mengalami DM dalam
multipara pada kelompok kontrol yaitu 49,3%, kehamilan sebanyak 0,443 kali sebagai salah
hasil analisa perbedaan proporsi terpapar resiko satu faktor yang berhubungan dengan terjadinya
antara kelompok kasus dengan kelompok diabetes melitus dalam kehamilan di Rumah
kontrol secara statistik bermakna dengan nilai p Sakit Ibu dan Anak dibandingkan dengan
= 0,035 (p<0,05) dan nilai OR = 0,443 (0,219- responden dengan paritas primipara.
0,896).
Hubungan faktor risiko berat badan lahir bayi dengan kejadian diabetes melitus dalam kehamilan pada ibu
hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak

Tabel 4.7
Hubungan Faktor Risiko Berat Badan Lahir Bayi Dengan Kejadian Diabetes Melitus
Dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil di Rumah Sakit Ibu dan Anak Tahun 2014

Diabetes melitus dalam OR CI 95% p-value


Berat badan kehamilan
No.
lahir bayi Kasus Kontrol
f % f %
1. Besar 32 47,8 19 28,4 0,443 0,212-0,886 0,033
2. Normal 35 52,2 48 71,6
Total 67 100 67 100
(Sumber : diolah pada tahun 2015)

Berdasarkan tabel 4.7 dapat dijelaskan 68,7% dibandingkan dengan responden yang
bahwa responden yang melahirkan bayi dengan memiliki paritas multipara pada kelompok
berat badan lahir besar pada kelompok kasus kontrol yaitu 49,3%, hasil analisa perbedaan
lebih besar proporsinya mengalami diabetes proporsi terpapar resiko antara kelompok
melitus dalam kehamilan yaitu sebanyak 47,8% kasus dengan kelompok kontrol secara
dibandingkan dengan responden yang memiliki statistik bermakna dengan nilai p = 0,035
bayi dengan berat badan lahir besar pada (p<0,05) dan nilai OR = 0,443 (0,219-
kelompok kontrol yaitu 28,4%, hasil analisa 0,896).
perbedaan proporsi terpapar resiko antara Hipotesa menunjukkan bahwa ada
kelompok kasus dengan kelompok kontrol umur merupakan faktor risiko dengan
secara statistik bermakna dengan nilai p = 0,033 kejadian DM dalam kehamilan, hal ini dapat
(p<0,05) dan nilai OR = 0,443 (0,212-0,886). di interpretasikan bahwa nilai OR sebesar
Hipotesa menunjukkan bahwa ada berat 0,393 berarti ibu yang berumur berisiko
badan lahir bayi merupakan faktor risiko dengan memiliki kecenderungan untuk mengalami
kejadian DM dalam kehamilan, hal ini dapat di DM dalam kehamilan sebanyak 0,393 kali
interpretasikan bahwa nilai OR sebesar 0,443 sebagai salah satu faktor yang berhubungan
berarti ibu yang berat badan lahir besar memiliki dengan terjadinya diabetes melitus dalam
kecenderungan untuk mengalami DM dalam kehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak
kehamilan sebanyak 0,443 kali sebagai salah dibandingkan dengan responden dengan
satu faktor yang berhubungan dengan terjadinya umur yang tidak berisiko.
diabetes melitus dalam kehamilan di Rumah Hasil penelitian yang pernah
Sakit Ibu dan Anak dibandingkan dengan dilakukan oleh Saldah (2011), berdasarkan
responden dengan berat badan lahir normal. hasil penelitian diperoleh bahwa ada
hubungan antara umur ibu hamil dengan
Pembahasan kejadian diabetes mellitus gestasional
1. Hubungan faktor risiko umur dengan (OR=3,476; 95%CI 1,139-9,986).
kejadian diabetes melitus dalam kehamilan Sesuai dengan teori yang
pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu dan dikemukakan oleh Subiyanto (2012), usia
Anak seorang ibu merupakan faktor penting dalam
Berdasarkan hasil penelitian menentukan waktu ideal untuk hamil.
dijelaskan bahwa responden yang memiliki Kehamilan merupakan hal yang didambakan
paritas multipara pada kelompok kasus lebih setiap wanita setelah menikah. Kehamilan
besar proporsinya mengalami diabetes harus direncanakan dengan baik agar bisa
melitus dalam kehamilan yaitu sebanyak menghasilkan keturunan yang optimal. Bagi
seorang wanita usia kehamilan yang ideal sebagai salah satu faktor yang berhubungan
berada pada umur 25-35 tahun. Wanita yang dengan terjadinya diabetes melitus dalam
hamil pada usia dibawah 20 tahun atau kehamilan di Rumah Sakit Ibu dan Anak
diatas 35 tahun memiliki risiko tinggi seperti dibandingkan dengan responden dengan
kematian pada anak dan abortus spontan. paritas primipara.
Teori ini juga didukung oleh teori Sesuai dengan teori yang
yang dikemukakan oleh Zahtamal dkk dalam dikemukakan oleh Prawirohardjo (2007),
Saldah (2012) juga menyatakan pada usia paritas 2-3 merupakan paritas paling aman
lanjut terjadi perubahan gaya hidup, mulai ditinjau dari sudut kematian maternal.
dari pola makan/jenis makanan yang Paritas 1 dan paritas tinggi (lebih dari 3)
dikonsumsi sampai berkurangnya kegiatan mempunyai angka kematian maternal lebih
jasmani. Hal ini terjadi terutama pada tinggi. Makin tinggi paritas ibu maka makin
kelompok usia dewasa ke atas pada seluruh kurang baik endometriumnya, hal ini
status sosial ekonomi. Semakin tinggi usia diakibatkan oleh vaskularisasi yang
maka semakin berisiko untuk menderita berkurang ataupun perubahan atrofi pada
prediabetes/ diabetes mellitus gestasional desidua akibat persalinan yang lampau
oleh karena itu, ibu perlu menghindari sehingga dapat mengakibatkan terjadinya
kehamilan pada usia risiko tinggi. komplikasi persalinan.
Peneliti berasumsi bahwa umur Teori ini juga didukung oleh teori
merupakan salah satu faktor risiko yang yang dikemukakan oleh Zahtamal dkk dalam
berhubungan dengan kejadian diabetes Saldah (2012) juga menyatakan pada usia
melitus dalam kehamilan, hal ini disebabkan lanjut terjadi perubahan gaya hidup, mulai
karena responden yang memiliki umur dari pola makan/jenis makanan yang
berisiko memiliki gaya hidup yan kurang dikonsumsi sampai berkurangnya kegiatan
baik dalam mengkonsumsi makanan jasmani. Hal ini terjadi terutama pada
sehingga menjadi pemicu terjadinya diabetes kelompok usia dewasa ke atas pada seluruh
melitus dalam kehamilan. status sosial ekonomi. Semakin tinggi usia
2. Hubungan faktor risiko paritas dengan maka semakin berisiko untuk menderita
kejadian diabetes melitus dalam kehamilan prediabetes diabetes mellitus gestasional
pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu dan oleh karena itu, ibu perlu menghindari
Anak kehamilan pada usia risiko tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian Peneliti berasumsi bahwa paritas
dijelaskan bahwa responden yang memiliki merupakan salah satu faktor risiko yang
paritas multipara pada kelompok kasus lebih berhubungan dengan kejadian diabetes
besar proporsinya mengalami diabetes melitus dalam kehamilan, hal ini disebabkan
melitus dalam kehamilan yaitu sebanyak karena responden yang memiliki paritas
68,7% dibandingkan dengan responden yang multipara memiliki kondisi kesehatan
memiliki paritas multipara pada kelompok khususnya organ reproduksi yang kurang
kontrol yaitu 49,3%, hasil analisa perbedaan baik pada masa kehamilan sehingga
proporsi terpapar resiko antara kelompok responden rentan mengalami diabetes
kasus dengan kelompok kontrol secara melitus dalam kehamilan.
statistik bermakna dengan nilai p = 0,035 3. Hubungan faktor risiko berat badan lahir
(p<0,05) dan nilai OR = 0,443 (0,219- bayi dengan kejadian diabetes melitus dalam
0,896). kehamilan pada ibu hamil di Rumah Sakit
Hipotesa menunjukkan bahwa ada Ibu dan Anak
paritas merupakan faktor risiko dengan Berdasarkan hasil penelitian
kejadian DM dalam kehamilan, hal ini dapat diperoleh dapat dapat dijelaskan bahwa
di interpretasikan bahwa nilai OR sebesar responden yang melahirkan bayi dengan
0,443 berarti ibu yang paritas multipara berat badan lahir besar pada kelompok kasus
memiliki kecenderungan untuk mengalami lebih besar proporsinya mengalami diabetes
DM dalam kehamilan sebanyak 0,443 kali melitus dalam kehamilan yaitu sebanyak
47,8% dibandingkan dengan responden yang PENUTUP
memiliki bayi dengan berat badan lahir besar
pada kelompok kontrol yaitu 28,4%, hasil Kesimpulan
analisa perbedaan proporsi terpapar resiko 1. Ada hubungan faktor risiko umur dengan
antara kelompok kasus dengan kelompok kejadian diabetes melitus dalam kehamilan
kontrol secara statistik bermakna dengan pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu dan
nilai p = 0,033 (p<0,05) dan nilai OR = Anak dengan p=0,014 (p<0,05) dan
0,443 (0,212-0,886). OR=0,393 (0,194-0,796).
Hipotesa menunjukkan bahwa ada 2. Ada hubungan faktor risiko paritas dengan
berat badan lahir bayi merupakan faktor kejadian diabetes melitus dalam kehamilan
risiko dengan kejadian DM dalam pada ibu hamil di Rumah Sakit Ibu dan
kehamilan, hal ini dapat di interpretasikan Anak dengan p=0,035 (p<0,05) dan
bahwa nilai OR sebesar 0,443 berarti ibu OR=0,443 (0,219-0,896).
yang berat badan lahir besar memiliki 3. Ada hubungan faktor risiko berat badan
kecenderungan untuk mengalami DM dalam lahir bayi dengan kejadian diabetes melitus
kehamilan sebanyak 0,443 kali sebagai salah dalam kehamilan pada ibu hamil di Rumah
satu faktor yang berhubungan dengan Sakit Ibu dan Anak dengan p=0,033
terjadinya diabetes melitus dalam kehamilan (p<0,05) dan OR=0,443 (0,212-0,886).
di Rumah Sakit Ibu dan Anak dibandingkan
dengan responden dengan berat badan lahir Keterbatasan penelitian
normal 1. Penelitian ini harus dilakukan dengan
Sesuai dengan teori yang cermat dalam melihat buku register pada
dikemukakan oleh Rukiyah dan Yulianti saat pencatatan penelitian karena
(2011) menyebutkan bahwa penyebab bayi pencatatan buku register di Ruang Bersalin
lahir besar adalah diabetes mellitus (DM). Rumah Sakit Ibu dan Anak tidak
DM mengakibatkan ibu melahirkan bayi dipisahkan antara diagnosa lain.
besar (makrosomia) dengan berat badan lahir 2. Penelitian ini dilaksanakan dengan
mencapai 4000-5000 gr atau lebih. Namun pendekatan cross sectional dimana peneliti
bisa juga sebaliknya, bayi lahir dengan berat tidak dapat melihat langsung sebab dan
badan rendah yakni di bawah 2000-2500 gr. akibat dari variabel-variabel yang diteliti
Dampak yang lebih parah terjadi yaitu karena waktu penelitian yang dilakukan
mungkin janin meninggal dalam kandungan dalam waktu bersamaan, sehingga hasil
karena keracunan. penelitian yang diperoleh tidak bisa dilihat
Kehamilan merupakan suatu paparan efek yang terjadi secara pasti
keadaan diabetagonik dengan resistensi terhadap sampel yang diteliti.
insulin yang meningkat dan ambilan glukosa
perifer yang menurun akibat hormon Saran
plasenta yang memiliki aktivitas anti-insulin. 1. Bagi peneliti
Dengan cara ini janin dapat menerima Diharapkan dapat meningkatkan
pasokan glukosa secara kontinu, insiden 3- pengetahuan, wawasan, dan keterampilan
5% dari seluruh kehamilan (Rukiyah dan dalam melakukan penelitian yang lebih luas
Yulianti, 2011). tentang faktor penyebab terjadinya DM
Peneliti berasumsi bahwa berat dalam kehamilan.
badan lahir bayi merupakan salah satu faktor 2. Bagi insitusi pendidikan
risiko yang berhubungan dengan kejadian Diharapkan penelitian ini dapat menjadi
diabetes melitus dalam kehamilan, hal ini bahan masukan bagi dosen pengajar dalam
disebabkan karena responden mengalami membimbing dan menambah pengetahuan
diabetes melitus dalam kehamilan yang mahasiswi Progam Studi D IV Kebidanan
memicu responden melahirkan bayi dengan Universitas Ubudiyah Indoensia tentang
berat badan lahir besar. penyebab DM dalam kehamilan.
3. Bagi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Gestasional Di RSIA Sitti Khadijah I
Aceh Kota Makassar
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi Science, 2012. Patofisiologi Konsep Klinis
masukan bagi Rumah Sakit Ibu dan Anak Proses-proses Penyakit. Jakarta :
Pemerintah Aceh dalam menyebarluaskan ECG.
informasi melalui sosialisasi dan penyuluhan .
bagi ibu hamil yang berhubungan dengan Wiknjosastro, 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta :
faktor resiko DM dalam kehamilan. Yayasan Bina Pustaka.
4. Bagi peneliti selanjutnya
Diharapkan penelitian ini dapat menjadi
bahan masukan dalam meningkatkan
keterampilan peneliti selanjutnya yang ingin
meneliti tentang faktor-faktor yang
berhubungan dengan DM dalam kehamilan,
agar lebih terampil dalam menganalisa dan
melakukan pengolahan data, sehingga
memberikan hasil yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Achsin, A & Ngatimin, R, 2008. Untukmu ibu


tercinta, Cetakan ke 1, Jakarta Timur:
Prenada media.

Kosmiyati, dkk, 2009. Buku Panduan


Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir
untuk Dokter, Bidan dan Perawat di
Rumah Sakit. Jakarta : IDAI.

Mochtar, 2009. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC.

Notoatmoatmodjo, 2010. Metodelogi Penelitian


Kesehatan. Jakarta : Rhineka Cipta

Pudjiastuti, 2011. Penyakit Pemicu Stroke,


Dilengkapi dengan Pelayanan Lansia
Posbindu PTM. Yogyakarta : Nuha
Medika.

Prawirohadjo, 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta :


Yayasan Bina Pustaka.

Rumah Sakit Ibu dan Anak, 2015. Laporan Ibu


Bersalin. Kota Banda Aceh.

Rukiyah dan Yulianti, 2011. Asuhan Kebidanan


IV (Patologi Kebidanan). Jakarta : Trans
Info Media.

Saldah, 2011. “Faktor Risiko Kejadian


Prediabetes/ Diabetes Melitus