You are on page 1of 39

Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN

MENYUSUI

MATA KULIAH PRAKTIKUM

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI

MODUL 13

RELAKTASI DAN INDUKSI MENYUSUI

PENULIS :

AYI DIAH DAMAYANI, MKeb

ELLY DWI WAHYUNI, MKeb

DAFTAR ISI

Page 1
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Pendahuluan.................................................................................................................

Tata Tertib
Praktikum………………………………………………………………………………

Kegiatan Praktikum 1 : Teknik Penggunaan alat bantu menyusui ……................................

a. Tujuan Praktikum……………………………………………………………….

b. Pokok-pokok Materi…………………………………………….

c. Alat dan Bahan...........................................................................

d. Prosedur Praktikum...........................................................................

e. Pelaksanaan…………………………………………………………

f. Pelaporan………………………………………………………….

g. Latihan...................................................................................

h. Rangkuman……………………………………………….

i. Tes Formatif……………………………………………….

j. Umpan Balik dan Tindak Lanjut…………………………………………………..

Kegiatan Praktikum 2 : Pijat Oksitosin ...............................................

a. Tujuan Praktikum………………………………………………………..

b. Pokok-pokok Materi...........................................................................

c. Alat dan Bahan……………………………………………………………

d. Prosedur Praktikum...........................................................................

e. Pelaksanaan…………………………………………………………….

f. Pelaporan…………………………………………………………………..

g. Latihan...................................................................................

h. Rangkuman………………………………………………..

i. Tes Formatif…………………………………………………

j. Umpan Balik dan Tindak lanjut…………………………………………………….

Kunci Tes Formatif......................................................................................................

Page 2
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Daftar Pustaka......................................................................................................

Tttr
PENDAHULUAN

Selamat berjumpa para mahasiswa Pendidikan DIII Kebidanan. Pada mata kuliah Asuhan
Kebidanan Nifas dan Menyusui ini diharapkan dapat membantu Anda dalam
memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal.

Isolies (breaastfeeding supplementer) adalah alat untuk memberikan suplemen (formula
atau lainnya) sementara bayi mengisap pada payudara ibu yang belum memproduksi
banyak ASI. Tujuannya adalah menstimulasi payudara untuk memproduksi ASI, dan agar
bayi mau terus menghisap dari payudara ibu. Karena bayi akan frustasi apabila mengisap
pada payudara yang kosong, apalagi bayi telah terbiasa dengan susu botol yang susunya
mengalir dengan lancar. Penggunaannya adalah untuk relaktasi dan induksi laktasi.

Relaktasi adalah menyusui kembali setelah terhenti karena suatu sebab. Banyak situasi
pada ibu yang ingin melakukan relaktasi antara lain ketika :bayinya sakit dan tidak
menyusu selama beberapa waktu, bayi diberi makanan buatan, tapi sekarang ibu ingin
mencoba menyusui, bayi sakit atau gagal tumbuh sehat disebabkan pemberian makanan
buatan, ibu sakit dan berhenti menyusui bayinya. Induksi laktasi adalah apabila seorang
wanita yang belum pernah menyusui ataupun belum pernah hamil, berkeinginan
menyusui anak yang diadopsi, wanita tersebut dapat memproduksi ASI bila bayi
mengisap dari payudaranya.

Buku praktikum ini dibuat agar Anda dapat melakukan praktikum teknik relaktasi .
Kegiatan praktikum ini meliputi 2 kegiatan belajar yaitu :

Kegiatan praktikum 1 : Teknik Penggunaan alat bantu menyusui

Kegiatan praktikum 2 : Pijat Oksitosin

Kegiatan praktikum nifas dan menyusui ini sangat relevan dengan tugas Anda sebagai
seorang calon bidan professional baik dimasyarakat, puskesmas maupun di rumah sakit.

Page 3
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Tujuan dari Modul 13 kegiatan praktikum nifas dan menyusui adalah mahir
mendemonstrasikan teknik pemberian ASI suplementer pada ibu menyusui serta mahir
mendemonstrasikan teknik pijat oksitosin pada ibu nifas.

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL KEGIATAN PRAKTIKUM
Proses pembelajaran untuk Modul 13 Kegiatan Praktikum dapat berjalan lancar apabila Anda
mengikuti langkah belajar sebagai berikut :
1) Pahami dulu berbagai kegiatan penting dalam modul mulai tahap awal sampai tahap
akhir
2) Lakukan teknik yang tertera dalam kegiatan belajar sesuai dengan daftar tilik yang
telah tersedia.
3) Keberhasilan proses pembelajaran anda dalam mata kuliah asuhan kebidanan nifas
dan menyusui ini sangat tergantung kepada kesungguhan Anda dalam mengerjakan
praktikum. Untuk itu berlatihlah secara mandiri atau berkelompok dengan teman
sejawat
4) Bila anda menemui kesulitan, silahkan hubungan instruktur / pembimbing yang
mengajar pada mata kuliah ini pada saat tutorial.

JUMLAH ALOKASI WAKTU:
Pada praktik klinik ini jumlah SKS yang ditempuh adalah 3 SKS, dimana 3 SKS setara
dengan 96 jam efektif untuk tutorial di laboratorium sampai dengan evaluasi.
Keterampilan yang terdapat di dalam Modul 12 kegiatan praktikum nifas ini harus Anda
kuasai dalam waktu 6 jam. Pembagian jam pertemuan disusun sebagai berikut :
1. Tutorial dengan pembimbing atau instruktur, 3 jam efektif
2. Praktikum mandiri dan berkelompok di laboratorium, 2 jam efektif
3. Evaluasi keterampilan untuk 2 teknik praktikum memerah ASI, 1 jam efektif.

Jadwal pelaksanaan praktikum ini dilakukan setelah pemberian materi asuhan kebidanan
nifas dan menyusui selesai diberikan.

Page 4
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

PEMBIMBING PRAKTIK:
Anda selama di laboratorium akan dibimbing oleh pembimbing laboratorium.
Pembimbing laboratorium berasal dari Poltekkes yang berada dekat dengan UPBJJ.
Pembimbing dan Clinical Instruktur ditunjuk dan ditetapkan dengan latar belakang
pendidikan minimal DIII Kebidanan dan berpengalaman diklinik minimal 2 tahun serta
memiliki surat tugas dari Universitas Terbuka.
.
TEKNIS BIMBINGAN:
Sebelum melakukan praktikum di laboratorium maka Anda harus perhatikan alur kerja
seperti di bawah ini :
1. Pada awal perkuliahan yang Anda lakukan adalah menemui pembimbing atau
instruktur untuk mata kuliah Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui, dan
menyepakati/ menyamakan persepsi tugas-tugas yang akan Anda lakukan selama 1
semester
2. Pada saat kontrak program perkuliahan, Anda akan diberikan 6 modul teori yang
harus Anda kuasai dalam waktu 64 jam, setelah membaca modul teori tersebut, maka
Anda akan mulai untuk belajar praktikum di laboratorium pada waktu yang telah
disepakati, untuk latihan melakukan tindakan – tindakan apa saja yang perlu untuk
dikuasai sebagai bidan professional dalam rangka memberikan asuhan kebidanan
pada ibu nifas dan menyusui.
3. Setelah mendapat daftar tilik, maka sie pendidikan untuk mata kuliah ini mendatangi
ruang alat laboratorium untuk mengisi kontrak peminjaman ruang dan alat pada
petugas laboratorium.
4. Setelah mengisi buku peminjaman, petugas laboratorium melakukan verifikasi data
untuk menilai kebenaran data yang diisi.
5. Petugas laboratorium menyiapkan alat yang diperlukan dalam kurun waktu 2 x 24 jam
dan melakukan cross check kelengkapan alat yang dibutuhkan.
6. Apabila alat sudah lengkap, maka alat dibawa ke ruang praktikum dan digunakan
sampai dengan batas waktu peminjaman atau batas waktu yang telah ditetapkan dalam
kontrak program diatas.
7. Setelah dilakukan praktikum oleh mahasiswa, maka alat dikembalikan ke ruang alat
lab setelah sebelumnya di cek oleh petugas lab.
8. Apabila ditemukan alatnya rusak atau hilang, maka Anda harus mengganti alat yang
rusak atau hilang tersebut.

Page 5
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

9. Apabila alat yang dikembalikan telah lengkap, maka petugas lab menyimpannya di
tempat yang sesuai.

TEKNIS PRAKTIKUM :

Sebelum melakukan kegiatan praktikum di laboratorium, maka hal – hal yang harus Anda
perhatikan adalah sebagai berikut :

1. Bacalah penjelasan yang tertera di dalam Kegiatan praktikum 1 dan 2 dengan baik
2. Bacalah kasus yang terdapat dalam petunjuk praktikum, jika Anda dapat menjawab
dengan benar, maka Anda dapat melanjutkan untuk membaca penjelasan prosedur dan
keselamatan kerja.
3. Sebelum memulai untuk melakukan praktikum, maka Anda akan dipandu oleh
pembimbing laboratorium atau instruktur, langkah demi langkah pelaksanaan
praktikum ini.
4. Anda dapat menggunakan video praktikum, sebagai alat bantu pembelajaran (jika
ada)
5. Setelah diberikan penjelasan dan dilakukan demo oleh pembimbing, maka Anda dapat
berdiskusi dan mengevaluasi langkah – langkah yang telah dipraktikkan sampai
semua langkah jelas dan dapat dimengerti.
6. Anda dapat melakukan praktikum setiap perasat yang ada sendiri – sendiri dan
didampingi oleh instruktur atau pembimbing menggunakan phantom yang ada di
laboratorium.
7. Setelah melakukan praktikum secara mandiri, pembimbing melakukan diskusi dan
evaluasi menggunakan daftar tilik yang ada.
8. Apabila setelah di evaluasi, Anda mendapat skor atau nilai diatas nilai batas lulus,
maka Anda dinyatakan telah melaksanakan praktikum dan boleh untuk melakukan
secara mandiri kepada pasien di lahan praktik. Akan tetapi, apabila, Anda belum
mendapatkan skor yang cukup, maka Anda harus mengulang melakukan praktikum
secara mandiri lagi.

Page 6
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Page 7
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Page 8
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

TATA TERTIB.

Selama Anda menjalankan praktikum ini, wajib mentaati tata tertib yang ada, antara lain:

1. Wajib mentaati peraturan yang berlaku di laboratorium
2. Peminjaman alat maksimal 3 x 24 jam sebelum tindakan untuk mempersiapkan setting
tempat.
3. Kehadiran harus sesuai jadwal yang ditetapkan petugas lab
4. Kehadiran praktik 100%, bila tidak hadir wajib mengganti praktikum dengan
persetujuan pembimbing prodi.
5. Setiap kali datang ke laboratorium wajib menandatangani daftar hadir.
6. Bila ada halangan tidak bisa hadir pada jadwal praktikum ini, maka harus meminta ijin
kepada pembimbing akademik. Bila sakit harus ada surat keterangan dokter, bila ijin
kepentingan lain harus melapor terlebih dulu pada penanggung jawab laboratorium.
7. Apabila alat atau phantom yang digunakan rusak karena kelalaian, maka wajib harus
diganti.
8. Apabila setelah waktu praktikum, nilai yang didapat belum mencapai nilai batas lulus,
maka Anda harus mengulang praktikum di laboratorium sebelum mengikuti praktik
klinik di lahan praktik.

Baiklah, selamat berlatih, semoga Anda mahir dalam memberikan asuhan kebidanan
pada ibu nifas dan menyusui, untuk bekal bertugas menjadi bidan yang profesional.

Page 9
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

KEGIATAN PRAKTIKUM 1

T E K N I K P E N G G U N A A N A L AT B A N T U M E N Y U S U I

 120 Menit

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah menyelesaikan kegiatan praktikum 1 diharapkan Anda dapat melakukan
teknik penggunaan alat bantu menyusui dengan tepat.

Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah kegiatan belajar mengajar diharapkan mahasiswa mampu :
1. Mendemonstrasikan penggunaan alat bantu menyusui dengan tepat
2. Mendemonstrasikan Pemberian susu menggunakan spuit dengan tepat
3. Mendemonstrasikan Pemberian susu menggunakan pipet dengan tepat
RI
E
AT
M
K
O
K
O
P

K
O
K
O
P

Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran mahir dalam teknik penggunaan alat bantu
menyusui, maka yang pertama harus Anda lakukan adalah memahami pokok-pokok materi
dibawah ini :
1. Pengertian Relataksi
2. Tujuan teknik penggunaan alat bantu menyusui
3. Persiapan Alat

URAIAN MATERI

Selamat berjumpa kembali, pada kegiatan belajar 1 kita akan membahas tentang teknik
relaktasi.
Pada beberapa kasus ibu yang ingin kembali menyusui bayinya ataupun ibu yang
mengadopsi, membutuhkan bantuan untuk dapat menyusui kembali atau memulai menyusui ,

Page 10
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

tanpa melihat berapa lama laktasi terhenti disebut dengan Relaktasi. Situasi dimana ibu
ingin melakukan relaktasi antara lain ketika :
 Bayinya sakit dan tidak menyusu selama beberapa waktu
 Bayi diberi makan buatan, tapi sekarang ibu ingin mencoba menysusui
 Ibu sakit dan berhenti imenyusui
 Seorang perempuan yang mengadopsi bayi

Sebagai seorang tenaga kesehatan yang profesional, keterampilan membantu ibu untuk
meningkatkan produksi ASI merupakan hal yang penting, karena ASI merupakan satu -
satunya makanan yang terbaik bagi bayi usia 0 - 6 bulan. Jangka waktu yang dibutuhkan agar
produksi ASI ibu meningkat sangat bervariasi. Jika ibu termotivasi dengn baik dan bayinya
sering menyusu, hal tersebut akan sangat membantu. Sebaliknya kecemasan akan
memperlama proses relaktasi. Pada kondisi bayi yang masih menyusu (walau produksi
sedikit), akan mempercepat peningkatkan produksi. Akan tetapi, pada kondisi dimana bayi
sudah berhenti menyusu, maka perlu 1 - 2 minggu atau lebih sebelum ASI mencukupi.

Relaktasi akan lebih mudah pada bayi yang sangat muda (1 -2 bulan), daripada bayi yang
lebih tua ( > 6 bulan). Namun relaktasi dimungkinkan pada usia bayi berapapun. Jarak antara
bayi berhenti menyusu dengan kembali menyusu tidak lama.

Cara membantu ibu meningkatkan ASI :
 Anjurkan ibu untuk sering menyusui bayinya untuk merangsang payudara untuk
memproduksi ASI dan tingkatkan skin to skin contact dengan bayi. Frekuensi
menyusui sesering mungkin setidaknya 10 - 12 kali dalam 24 jam, atau lebih jika bayi
menginginkannya. Gunakan ke-2 payudara, minimal 10 - 15 menit pada setiap
payudara (pastikan posisi dan perlekatan bayi pada payudara saat menyusui)
 Anjurkan ibu untuk makan dengan komposisi gizi yang cukup baik.
 Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
 Dikebanyakan masyarakat, para ibu berpenggalaman mengenal beberapa jenis
laktogog. Laktogog adalah makanan, minuman atau jamu-jamuan khusus yang

Page 11
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

diyakini bisa meningkatkan pasokan ASI. Laktogog ini bekerja tidak seperti obat tapi
bisa membantu seoarng ibu merasa lebih percaya diri dan rileks

Alat bantu menyusui adalah alat untuk memberi susu buatan kepada bayi, sambil bayi
mengisap payudara yang kurang menghasilkan ASI. Bayi yang lapar mungkin mengisap
payudara yang ‘kosong’ beberapa kali; tapi kemudian menjadi frustrasi dan tak mau menyusu
lagi – terutama jika sudah terbiasa mengisap botol. Untuk merangsang payudara agar
menghasilkan ASI, bayi perlu menyusunya. Alat bantu menyusui membantu bayi agar terus
menyusu.

Petunjuk

 Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk teknik penggunaan alat bantu menyusui
 Baca dan pelajari langkah langkahpenggunaan alat bantu menyusui
 Perhatikan dan ikuti petunjuk langkah- langkah
 Lihat video teknik pemnggunaan alat bantu menyusui (jika ada)
 Tanyakan pada instruktur apabila ada langkah-langkah yang tidak dimengerti

Keselamatan Kerja

 Hindari kecemasan yang berlebihan
 Pastikan ibu cukup makan dan minum
 Pastikan bayi melekat dengan benar pada payudara
 Beri dukungan dan bangkitkan rasa percaya diri ibu
 Ajarkan ibu melakukannya sendiri.
 Pastikan semua wadah yang akan digunakan dalam keadaan bersih atau steril

Peralatan

 Pipa lambung / selang nasogastrik
 susu formula 1 cangkir
 Selotip
 Handuk atau washlap

Page 12
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

TEKNIK PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI

Gambar : cara memberikan ASI perah atau susu formula untuk meningkatkan produksi ASI
menggunakan kantung susu atau cangkir
Sumber : google dan perinasia (2004)
N
KA
DA
TIN
UR
ED
OS
PR

Praktikum teknik penggunaan alat bantu menyusui pada ibu nifas ini dapat Anda lakukan di
laboratorium skill atau real setting klinik (BPM, RB, Puskesmas atau RS) saat Anda praktik.
Langkah awal yang Anda lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan, menjelaskan tujuan
dan prosedur teknik menggunakan alat bantu menyususi dengan selang, menutup ruangan,
kemudian lakukan cuci tangan 7 langkah. Tindakan dimulai dengan dilakukannya perawatan
payudara untuk kenyamanan klien dan memudahkan pada saat teknik penggunaan alat bantu
menyusu dengan selang nasogastrik Selanjutnya selengkapnya ikuti langkah-langkah teknik

Page 13
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

menggunakan alat bantu menyusu dengan selang nasogastrik sesuai dengan penuntun belajar
berikut ini :
LANGKAH-LANGKAH KEY POINT
1. Persiapan alat : selang nasogastrik ( pipa lambung) Jika tidak ada selang yang sangat
atau selang plastik halus lainnya, cangkir atau kantung halus, gunakan selang terbaik yang
wadah susu
tersedia. Ukuran selang F5
*Pastikan sudah mencuci tangan 7 langkah dengan
sabun dan dibawah air mengalir.

2. Persiapan bahan : 1 cangkir susu ( ASI atau susu Hitung jumlah total susu sehari
formula sesuai kebutuhan bayi untuk 1 kali pemberian dibagi berapa kali pemberian
sehari. Misal bayi dengan BB 2,5
kg atau lebih, berikan 150 ml per
kg BB per hari. Bagi jumlah
tersebut untuk 8 kali pemberian
tiap tiga jam sekali.

3. Letakkan salah satu ujung selang pada putingnya, Rekatkan selang di tempatnya pada
sehingga bayi menyusu payudara dan selang secara payudara (jika perlu)
bersamaan.

4. Letakkan ujung selang yang lain di dalam secangkir
susu / spuit 30 ml dengan bantuan plunger
(pendorongnya).

5. Buatlah sebuah simpul pada selang jika selangnya Cara ini akan mengendalikan aliran
terlalu besar, atau memasang penjepit kertas pada susu sehingga bayi tidak selesai
selang, atau menjepitnya dengan jari. menyusu terlalu cepat.

6. Kontrol aliran susu, sehingga bayi menyusu selama Meninggikan cangkir membuat
kurang lebih 30 menit tiap kali menyusu, jika mungkin. susu mengalir lebih cepat,
merendahkan cangkir membuat
susu mengalir lebih lambat.

7. Biarkan bayi menyusu kapan saja Bukan hanya ketika ibu sedang
menggunakan alat bantu

Page 14
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

8. Bersihkan dan mensterilkan selang alat bantu dan Pastikan alat bersih untuk
cangkir, tiap kali ibu menggunakannya. menghindari berkembang biaknya
kuman di dalam selang atau wadah
9. Cuci tangan dengan 7
langkah dengan menggunakan sabun dan dibawah
air mengalir

EVALUASI
1. Mahasiswa mendemonstrasikan teknik penggunaan alat bantu menyusui dengan
selang nasogastrik secara individu.
2. Jelaskan bahwa teknik menggunakan alat bantu menyusui dengan selang nasogastrik
secara memadai membuthkan waktu 20-30 menit
3. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan klien setiap prosedur tindakan.
4. Memperhatikan privasi klien setiap tindakan.
5. Penempatan alat-alat yang di gunakan mudah terjangkau dan telah diketahui
fungsinya.
6. Pembimbing klinik menilai langkah-langkah teknik penggunaan alat bantu menyusui
dengan selang nasogastrik dengan menggunakan check list.

Page 15
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

DAFTAR TILIK
PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI

Nama Mahasiswa :
Dosen Pembimbing :
Hari/Tanggal Pelaksanaaan :
Nilailah setiap kinerja langkah yang diamati dengan menggunakan skala sbb:

(4) Sangat Baik : Langkah Klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu
yang efisien.
(3) Baik : Langkah klinik dilakukan kurang percaya diri, kadang kadang
tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat
dipertanggungjawabkan

(2) Cukup : Langkah klinik dilakukan kurang trampil/ kurang cekatan
dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif
lebih lama untuk menyelesaikan suatu tugas

(1) Kurang :Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai dengan prosedur

(0) Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan

TEKNIK PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI

No LANGKAH KERJA NILAI

0 1 2 3 4

1. Cuci tangan dengan menggunakan sabun dan dibawah air
mengalir

2. Persiapan alat : selang nasogastrik ( pipa lambung) atau selang
plastik halus lainnya, cangkir atau kantung wadah susu

3. Persiapan bahan : 1 cangkir susu ( ASI atau susu formula
sesuai kebutuhan bayi untuk 1 kali pemberian

4. Letakkan salah satu ujung selang pada putingnya, sehingga

Page 16
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

bayi menyusu payudara dan selang secara bersamaan.

5. Letakkan ujung selang yang lain di dalam secangkir susu /
spuit 30 ml dengan bantuan plunger (pendorongnya).

6. Buatlah sebuah simpul pada selang jika selangnya terlalu
besar, atau memasang penjepit kertas pada selang, atau
menjepitnya dengan jari.

7. Kontrol aliran susu, sehingga bayi menyusu selama kurang
lebih 30 menit tiap kali menyusu, jika mungkin.

8. Bersihkan dan mensterilkan selang alat bantu dan cangkir, tiap
kali ibu menggunakannya.

9. Cuci tangan dengan sabun dan dibawah air mengalir

Catatan :

TEKNIK PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI DENGAN SPUIT

LANGKAH-LANGKAH KEY POINT
1. Persiapan alat : spuit ukuran 5 ml atau 10 ml
2. Pasang sepotong pipa halus ke adaptornya Kira - kira sepanjang 5 cm
3. Isi alat suntik dengan susu dari cangkir Jelaskan bahwa ibu mengukur
sejumlah susu untuk sekali
pemberian dalam sebuah cangkir
kecil
4. Letakkan ujung pipa ke sudut mulut bayi, dan Pastikan susu masuk ke dalam
perlahan tekan susu keluar sementara bayi menyusu mulut bayi

Page 17
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

payudara
5. Isi ulang alat suntik dan teruskan sampai bayi selesai Sebaiknya pemberian berlangsung
diberi susu selama 30 menit ( 15 menit untuk
tiap payudara)

EVALUASI
1. Mahasiswa mendemonstrasikan teknik penggunaan alat bantu menyusui dengan spuit
secara individu.
2. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan klien setiap prosedur tindakan.
3. Memperhatikan privasi klien setiap tindakan.
4. Penempatan alat-alat yang di gunakan mudah terjangkau dan telah diketahui
fungsinya.
5. Pembimbing klinik menilai langkah-langkah teknik penggunaan alat bantu menyusui
dengan menggunakan check list.

Page 18
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

DAFTAR TILIK
PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI dengan spuit
Nama Mahasiswa :
Dosen Pembimbing :
Hari/Tanggal Pelaksanaaan :
Nilailah setiap kinerja langkah yang diamati dengan menggunakan skala sbb:

(4) Sangat Baik : Langkah Klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu
yang efisien.
(3) Baik : Langkah klinik dilakukan kurang percaya diri, kadang kadang
tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat
dipertanggungjawabkan

(2) Cukup : Langkah klinik dilakukan kurang trampil/ kurang cekatan
dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif
lebih lama untuk menyelesaikan suatu tugas

(1) Kurang :Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai dengan prosedur

(0) Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan

TEKNIK PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI DENGAN SPUIT

No LANGKAH KERJA NILAI

0 1 2 3 4

1 Persiapan alat : spuit ukuran 5 ml atau 10 ml

2 Pasang sepotong pipa halus ke adaptornya

3 Isi alat suntik dengan susu dari cangkir

4 Letakkan ujung pipa ke sudut mulut bayi, dan perlahan tekan
susu keluar sementara bayi menyusu payudara
5 Isi ulang alat suntik dan teruskan sampai bayi selesai diberi
susu

Catatan :

Page 19
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

TEKNIK PEMBERIAN SUSU DENGAN PIPET

LANGKAH-LANGKAH KEY POINT
1. Teteskan ASI atau susu formula ke payudara dan Pastikan payudara atau puting susu
puting menggunakan pipet / dopper basah oleh susu
2. Atur posisi bayi Agar bayi bisa menjilat tetesan
susu
3. Masukkan puting ke dalam mulutnya Pastikan bayi melekat sempurna
pada payudara
4. Teteskan susu di sudut mulut bayi setiap kali bayi Tindakan ini perlu diteruskan
menyusu selama 3 - 4 hari sebelum bayi bisa
menyusu dengan kuat
5. Bersihkan payudara

EVALUASI
1. Mahasiswa mendemonstrasikan teknik pemberian susu dengan pipet secara individu.
2. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan klien setiap prosedur tindakan.
3. Memperhatikan privasi klien setiap tindakan.
4. Penempatan alat-alat yang di gunakan mudah terjangkau dan telah diketahui
fungsinya.
5. Pembimbing klinik menilai langkah-langkah teknik pemberian susu dengan pipet
menggunakan check list.

Page 20
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

DAFTAR TILIK
PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI dengan spuit
Nama Mahasiswa :
Dosen Pembimbing :
Hari/Tanggal Pelaksanaaan :
Nilailah setiap kinerja langkah yang diamati dengan menggunakan skala sbb:

(4) Sangat Baik : Langkah Klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu
yang efisien.
(3) Baik : Langkah klinik dilakukan kurang percaya diri, kadang kadang
tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat
dipertanggungjawabkan

(2) Cukup : Langkah klinik dilakukan kurang trampil/ kurang cekatan
dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif
lebih lama untuk menyelesaikan suatu tugas

(1) Kurang :Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai dengan prosedur

(0) Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan

TEKNIK PENGGUNAAN ALAT BANTU MENYUSUI DENGAN SPUIT

No LANGKAH KERJA NILAI

0 1 2 3 4

1 Teteskan ASI atau susu formula ke payudara dan puting
menggunakan pipet / dopper
2 Atur posisi bayi

3 Masukkan puting ke dalam mulutnya

4 Teteskan susu di sudut mulut bayi setiap kali bayi menyusu

5 Bersihkan payudara

Catatan :

Page 21
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

PENILAIAN
Cocokkanlah nilai Anda dengan hasil penilaian tiap tindakan praktik di daftar tilik sesuai
dengan daftar tilik dari setiap perasat. Hitunglah jumlah nilai yang mendapat nilai akumulasi
nilai daftar tilik. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap kegiatan praktikum 1.

Tingkat penguasaan = Jumlah nilai keseluruhan tahapan langkah X 100%
Jumlah langkah
Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan
Kegiatan Praktikum 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi
Kegiatan Praktikum 1, terutama bagian yang belum dikuasai
T)
A
P
M
TE
N
A
D
U
T
K
A
(W
N
A
A
N
A
S
K
A
L
PE

Setiap 8-10 mahasiswa membentuk satu kelompok dalam melakukan kegiatan praktikum.
Para mahasiswa, praktikum ini dilaksanakan pada 2 setting tempat, yaitu pada setting
simulasi di laboratorium dan real setting (lahan praktik). Maka uraian tempat praktik adalah
sebagai berikut:
a. Laboratorium Praktik Kebidanan
b. Sarana pelayanan kebidanan:
1). Bidan Praktik Swasta (BPM).
2). Rumah Bersalin.
3). Puskesmas rawat jalan atau rawat inap.
4). Poliklinik kebidanan rumah sakit.
Alokasi waktu kegiatan praktikum ini adalah 4 x 4 jam pembelajaran terstruktur dan
mandiri.
AN
OR
AP
PEL

Page 22
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Para mahasiswa, untuk memonitor capaian pembelajaran pada kegiatan praktikum ini
maka setiap kelompok menyusun laporan praktikum. Adapun laporan praktikum berisikan
sebagai berikut:
a. Pendahuluan: memuat latar belakang dan tujuan praktikum.
b. Tinjauan pustaka: memuat teori praktikum yang telah diketahui hingga saat ini.
c. Alat, bahan dan prosedur langkah-langkah kerja: berisikan alat dan bahan yang
digunakan serta prosedur yang dilakukan
d. Hasil dan pembahasan: berisikan kajian terhadap capaian hasil pemeriksaan dan
tinjauan teorinya.
e. Kesimpulan
f. Daftar pustaka
Penyerahan laporan dikumpulkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh
instruktur
N
A
H
TI
A
L
Para mahasiswa, kerjakanlah latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman dan
penguasaan materi praktikum teknik penggunaan alat bantu menyusui!
1) Sebutkan 3 penyebab seorang ibu perlu melakukan relaktasi!
2) Sebutkan 3 teknik relaktasi dan apa saja persiapan bahan dan alatnya?
3) Lakukan latihan teknik penggunaan alat bantu menyusui secara mandiri maupun
berkelompok!

Petunjuk mengerjakan latihan!
Baca kembali uraian persiapan alat dan bahan serta langkah-langkah untuk teknik memerah
ASI secara manual, kemudian lakukan latihan secara berkelompok dan kerjakan simulasi
dengan model peer group assessment (berkelompok dengan teman). Caranya saling
bergantian masing-masing anggota mengerjakan praktik, kemudian peer group yang lain
memberikan penilaian performance terhadap unjuk kerja dengan menggunakan daftar tilik
penuntun belajar ketrampilan teknik penggunaan alat bantu menyusui.

Page 23
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

N
A
M
U
K
G
N
A
R
Kegiatan praktikum ini dimulai dengan persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk
melakukan relaktasi pada ibu nifas. Selanjutnya melakukan informed consent sebelum
melakukan tindakan. Perhatikan prinsip-prinsip komunikasi yang baik dalam pelaksanaan
praktik. Praktikum ini bisa dilaksanakan pada setting laboratorium klinik maupun real setting
(misalnya bidan praktik mandiri, Puskesmas, maupun rumah sakit). Praktikum dilaksanakan
mengikuti panduan langkah-langkah praktik menggunakan daftar tilik penuntun belajar
pemberian ASI perah menggunakan cangkir, pipet dan alat bantu menyusui.

Selamat, Anda telah belajar melakukan praktikum relaktasi pada ibu nifas. Dengan
demikian Anda sebagai seorang bidan telah menguasai salah satu kompetensi dalam
memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas. Hal-hal penting yang sudah Anda pelajari
dalam kegiatan praktikum pengkajian data fisik ini adalah sebagai berikut :

a. Persiapan: alat dan bahan, ruangan dan dokumentasi.
b. Persiapan pasien: pastikan pasien dalam keadaan tenang
c. Pelaksanaan dilakuakan dengan memperhatikan prinsip komunikasi yang baik.
d. Evaluasi keseluruhan terhadap kegiatan pengkajian data fisik, meliputi: sistematika,
efektif dan efisien.
e. Melakukan pendokumentasian hasil relaktasi pada rekam medis
F1
TI
A
M
R
O
F
S
TE

1. Seorang ibu nifas baru melahirkan 2 minggu yang lalu, datang ke BPM dengan keluhan
ASI yang keluar sedikit. Ibu ingin memperbanyak ASI. Apa saran bidan pada kasus tersebut?
A. Banyak minum air
B. Banyak istirahat
C. Banyak vitamin
D. Banyak menyusui

2. Seorang ibu baru mengadopsi bayi berusia 1 bulan. Ibu ingin dapat menyusui bayinya.
Penyuluhan apa yang perlu diberikan pada ibu?
A. Beri susu formula
B. Beri makanan pendamping bayi
C. Beri ASI suplementer

Page 24
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

D. Beri Donor ASI

3. Relaktasi dapat berhasil apabila
A. Bayi menyusu menggunakan pipet
B. Bayi menyusu menggunakan botol
C. Bayi menyusu menggunakan cangkir
D. Bayi menyusu menggunakan alat bantu menyusui

4. Relaktasi dapat dilakukan pada :
A. Ibu yang ingin menyapih anaknya
B. Ibu yang ingin kembali menyusui bayinya
C. Ibu yang ingin bekerja setelah cuti melahirkan
D. Ibu yang hamil dan memiliki bayi kurang dari 1 tahun

5. Persiapan untuk melakukan relaktasi adalah
A. Meningkatkan asupan nutrisi ibu
B. Mencari susu formula yang ibu suka
C. Mempersiapkan keluarga untuk mendukung ibu
D. Memotivasi ibu untuk menyusui secara rutin

1.
2. Di bawah ini yang bukan upaya untuk meningkatkan pasokan ASI yaitu
A. Susui bayi secraa on demand minimal 10-12 jam selama 24 jam
B. Ibu mengkonsumsi makanan bergizi
C. Istirahat yang cukup
D. Senam nifas

3. Tujuan dilakukan teknik menggunakan alat bantu dengan pipet atau droppet adalah :
A. Menstimulasi bayi untuk mampu menghisap payudara dengan kuat
B. Bayi tidak kesulitan mendapatkan cairan ASI
C. Merangsang produksi ASI saat bayi menyusu
D. ASI yang kurang ditambahkan cairan susu dari pipet

4. Alat bantu menyusui yang menggunakan pipa lambung/ nasogastrik baiknya
menggunakan ukuran :
A. Ukuran selang F5
B. Ukuran selang besar F4
C. Ukuran selang karet F3

Page 25
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

D. Ukuran selang plastic F 6

5. Penggunaan spuit untuk membantu menyusui adalah dengan ukuran:
A. 5 ml/ 10 ml
B. 15 ml
C. 20 ml
D. 30 ml

6. Posisi bayi yang perlu diperhatikan saat menyusu adalah :
A. Perlekatan
B. Dipangku
C. Cara menghisap
D. Keadaan mata terbuka
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian
akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk
mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Praktikum 1.

Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar x 100%
Jumlah Soal

Arti tingkat penguasaan: 90 – 100% = baik sekali
80 – 89% = baik
70 – 79% = cukup
<70% = kurang
Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan
kegiatan Praktikum 2. Anda masuk pada penguasaan kategori Bagus! Jika masih di bawah
80%, Anda harus mengulangi materi kegiatan Praktikum 1, terutama bagian yang belum
Anda kuasai.
T
U
NJ
A
L
K
A
D
N
TI
N
A
D
K
LI
A
B
N
A
P
M
U

Page 26
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Lakukan latihan praktikum teknik memerah ASI secara manual pada ibu nifas secara bertahap
sebagai berikut:
a. Latihan bersama teman Anda dalam kelompok kecil pada setting laboratorium skill
dengan menggunakan panduan penuntun belajar praktik, secara bergantian lakukan
latihan, kemudian teman Anda melakukan observasi dengan menggunakan instrumen
penuntun belajar. Apabila menemui kesulitan, mintalah bimbingan instruktur Anda.
b. Lakukan latihan teknik memerah ASI secara manual pada 5 orang ibu nifas di real
setting lahan praktik (BPM, Puskesmas atau rumah sakit), dengan menggunakan panduan
penuntun belajar praktik serta lakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan pada buku
KIA, kartu ibu atau form status ibu nifas. Apabila menemui kesulitan, mintalah
bimbingan instruktur Anda.NGKUMAN

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA

1. Academy of Breastfeeding Medicine. (2004) Clinical Protocol Number #8: Human
Milk Storage Information for Home Use for Healthy Full Term Infants. Princeton
Junction, New Jersey: Academy of Breastfeeding Medicine, 1st June 2012,
http://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
2. Guendelman S, Kosa JL, Pearl M, Graham S, Goodman J, Kharrazi M. (2009)
Juggling Work and Breastfeeding: Effects of Maternity Leave and Occupational
Characteristics, Pediatrics. Jan; 123(1): e38-46. 1st June 2012, from
http://pediatrics.aappublications.org/content/123/1/e38.full.pdf+html
3. Pemerintah RI (1 Maret 2012) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33
Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, 1 Juni 2012,
www.depkes.go.id/downloads/PP%20ASI.pdf
4. Skafida V. (2012) Juggling work and motherhood: the impact of employment and
maternity leave on breastfeeding duration: a survival analysis on Growing Up in Scotland
data, Matern Child Health J. Feb;16(2):519-27. 1st june 2012,
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21274609

Page 27
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

5. WHO/UNICEF (1993) Breastfeeding Counselling: A Training Course, Geneva:
WHO, 1st june 2012,
http://www.who.int/maternal_child_adolescent/documents/who_cdr_93_3/en/
6. Swandari, S. Manajemen Laktasi bagi Ibu bekerja. Diunduh pada tanggal 29 Juni
2013. http://bbpkmakassar.or.id/index.php/Umum/Info-Kesehatan/Manajemen-Laktasi-
bagi-Ibu-Bekerja.phd
7. Manajemen laktasi. 2004 . PErinasia Jakarta
8. WHO. Infant and Young Child Feeding. Model chapter for textbooks for medical
students and allied health professionals. Geneva: WHO, 2009.
9. WHO/UNICEF. Forty hours breastfeeding counselling training. Geneva: WHO, 2011
10. The Academy of Breastfeeding Medicine Protocol Committee. ABM Clinical Protocol
#9: Use of galactogogues in intiationg or augmenting the rate of maternal milk secretion
(frist revision Januray 2011). Breastfeeding Medicine 2011;6:41-46
11. The Academy of Breastfeeding Medicine Protocol Committee. ABM Clinical Protocol
#3: Hospital guidelines for the use of supplementary Feeding in the healthy term
breastfed neonate, revised 2009. Breastfeeding Medicine 2009;4:175-180

KEGIATAN PRAKTIKUM 2

P I J AT O K S I TO S I N

 120 Menit

TUJUAN PEMBELAJARAN

Page 28
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Tujuan Pembelajaran Umum

Setelah menyelesaikan kegiatan praktikum 1 diharapkan Anda dapat melakukan
teknik pijat oksitosin dengan tepat.

Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah kegiatan belajar mengajar diharapkan mahasiswa mampu :
Mendemonstrasikan pijat oksitosin dengan tepat

URAIAN MATERI

Selamat berjumpa kembali, pada kegiatan belajar 2 kita akan membahas tentang teknik
pijat oksitosin. Pada beberapa kasus ibu yang ingin kembali menyusui bayinya ataupun ibu
yang mengadopsi, membutuhkan bantuan untuk dapat menyusui kembali atau memulai
menyusui. Sebagai seorang tenaga kesehatan yang profesional, keterampilan membantu ibu
untuk meningkatkan produksi ASI merupakan hal yang penting, karena ASI merupakan satu -
satunya makanan yang terbaik bagi bayi usia 0 - 6 bulan. Pijat oksitosin merupakan salah satu
cara membantu ibu untuk meningkatkan produksi ASI sehingga ibu dapat kembali menyusui.
Teknik ini membutuhkan bantuan orang lain, sehingga bidan dapat mengajarkan kepada ibu
dan keluarganya pada saat ibu masih berada di klinik atau RS.

Petunjuk

 Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan pijat oksitosin
 Baca dan pelajari langkah langkah pijat oksitosin
 Perhatikan dan ikuti petunjuk langkah- langkah
 Lihat video teknik pijat oksitosin (jika ada)
 Tanyakan pada instruktur apabila ada langkah-langkah yang tidak dimengerti

Page 29
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Keselamatan Kerja

 Lakukan pada ruangan yang hangat
 Pastikan kuku tidak menyakiti ibu
 Beri dukungan dan bangkitkan rasa percaya diri ibu
 Ajarkan suami atau keluarga untuk melakukannya di depan instruktur
 Gunakan minyak / baby oil (jika perlu)

Peralatan

 Kursi dan meja
 Minyak / baby oil

TEKNIK PIJAT OKSITOSIN

LANGKAH-LANGKAH KEY POINT GAMBAR

1. Lepas pakaian ibu bagian atas Payudara tergantung
lepas tanpa pakaian

2. Posisikan ibu duduk dengan Pastikan ibu dalam
bersandar ke depan, dan melipat posisi yang nyaman
lengan di atas meja di depannya dan
meletakkan kepala di atas lengannya

3. Pijat di sepanjang kedua sisi tulang Gunakan dua kepalan
belakang ibu tangan dengan ibu jari
menunjuk ke depan

Page 30
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

4. Tekan kuat-kuat membentuk Gerakan ibu jari
gerakan-gerakan melingkar kecil dilakukan secara
dengan kedua ibu jarinya. sirkuler

5. Pijat ke arah bawah pada kedua sisi
tulang belakang, dari leher ke arah
tulang belikat, selama 2 atau 3 menit

EVALUASI

1. Mahasiswa mendemonstrasikan teknik pijat oksitosin secara individu.
2. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan klien setiap prosedur tindakan.
3. Memperhatikan privasi klien setiap tindakan.
4. Penempatan alat-alat yang di gunakan mudah terjangkau dan telah diketahui
fungsinya.
5. Pembimbing klinik menilai langkah-langkah teknik pijat oksitosin dengan
menggunakan check list.

Page 31
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

DAFTAR TILIK

PIJAT OKSITOSIN

Nama Mahasiswa :

Dosen Pembimbing :

Hari/Tanggal Pelaksanaaan :

Nilailah setiap kinerja langkah yang diamati dengan menggunakan skala sbb:

(4) Sangat Baik : Langkah Klinik dilakukan dengan benar dan tepat sesuai
dengan teknik prosedur dalam lingkup kebidanan dan waktu
yang efisien.
(3) Baik : Langkah klinik dilakukan kurang percaya diri, kadang kadang
tampak cemas dan memerlukan waktu yang dapat
dipertanggungjawabkan

(2) Cukup : Langkah klinik dilakukan kurang trampil/ kurang cekatan
dalam mendemonstrasikan dan waktu yang diperlukan relatif
lebih lama untuk menyelesaikan suatu tugas

(1) Kurang :Langkah klinik dilakukan tetapi tidak mampu
mendemonstrasikan sesuai dengan prosedur

(0) Gagal : Bila langkah klinik tidak dilakukan

TEKNIK PIJAT OKSITOSIN

No LANGKAH KERJA NILAI

0 1 2 3 4

1. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Keringkan tangan
dengan handuk bersih dan kering.

2. Bantu ibu untuk melepas pakaian bagian atas

3. Posisikan ibu duduk dengan bersandar ke depan, dan melipat
lengan di atas meja di depannya dan meletakkan kepala di atas
lengannya

4. Mengolesi kedua telapak tangan dengan babyoil

Page 32
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

5. Pijat di sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu

6. Tekan kuat-kuat membentuk gerakan-gerakan melingkar kecil
dengan kedua ibu jarinya

7. Pijat ke arah bawah pada kedua sisi tulang belakang, dari leher
ke arah tulang belikat, selama 2 atau 3 menit

8. Bantu ibu memakai pakaian kembali

9. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Keringkan tangan
dengan handuk bersih dan kering

Jumlah Nilai

Catatan :

EVALUASI

1. Mahasiswa mendemonstrasikan teknik pijat oksitosin secara individu.
2. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan klien setiap prosedur tindakan.
3. Memperhatikan privasi klien setiap tindakan.
4. Penempatan alat-alat yang di gunakan mudah terjangkau dan telah diketahui
fungsinya.
5. Pembimbing klinik menilai langkah-langkah teknik pijat oksitosin menggunakan
check list.

PENILAIAN
Cocokkanlah nilai Anda dengan hasil penilaian tiap tindakan praktik di daftar tilik sesuai
dengan daftar tilik dari setiap perasat. Hitunglah jumlah nilai yang mendapat nilai akumulasi

Page 33
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

nilai daftar tilik. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap kegiatan praktikum 1.

Tingkat penguasaan = Jumlah nilai keseluruhan tahapan langkah X 100%
Jumlah langkah
Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan
modul 14. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan
Praktikum 2, terutama bagian yang belum dikuasai

EVALUASI :
1. Mahasiswa mendemonstrasikan pemeriksaan pijat oksitosin secara individu
2. Instruktur membimbing dan menilai langkah – langkah pijat oksitosin sesuai
dengan menggunakan ceklist / daftar tilik
3. Setiap langkah dilakukan secara sistematis dan hati-hati
4. Setiap langkah dilakukan dengan memperhatikan Privasi ibu selama melakukan
prosedur
5. Setiap langkah dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan ibu
selama melakukan prosedur
6. Setiap langkah dilakukan dengan memperhatikan psikologis ibu
7. Setiap langkah dilakukan dengan memperhatikan kebersihan / kesterilan dalam
bekerja
8. Memberitahukan hasil pekerjaan pada ibu setelah selesai melakukan prosedur
9. Nilai batas lulus mahasiswa dalam praktikum adalah 3 dengan lambang B.
DAFTAR PUSTAKA
T)
A
P
M
TE
N
A
D
U
T
K
A
(W
N
A
A
N
A
S
K
A
L
PE

Setiap 8-10 mahasiswa membentuk satu kelompok dalam melakukan kegiatan praktikum.
Para mahasiswa, praktikum ini dilaksanakan pada 2 setting tempat, yaitu pada setting

Page 34
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

simulasi di laboratorium dan real setting (lahan praktik). Maka uraian tempat praktik adalah
sebagai berikut:
c. Laboratorium Praktik Kebidanan
d. Sarana pelayanan kebidanan:
1). Bidan Praktik Swasta (BPM).
2). Rumah Bersalin.
3). Puskesmas rawat jalan atau rawat inap.
4). Poliklinik kebidanan rumah sakit.
Alokasi waktu kegiatan praktikum ini adalah 1 x 4 jam pembelajaran terstruktur dan
mandiri.

AN
OR
AP
PEL
Para mahasiswa, untuk memonitor capaian pembelajaran pada kegiatan praktikum ini
maka setiap kelompok menyusun laporan praktikum. Adapun laporan praktikum berisikan
sebagai berikut:
a. Pendahuluan: memuat latar belakang dan tujuan praktikum.
b. Tinjauan pustaka: memuat teori praktikum yang telah diketahui hingga saat ini.
c. Alat, bahan dan prosedur langkah-langkah kerja: berisikan alat dan bahan yang
digunakan serta prosedur yang dilakukan
d. Hasil dan pembahasan: berisikan kajian terhadap capaian hasil pemeriksaan dan
tinjauan teorinya.
e. Kesimpulan
f. Daftar pustaka
Penyerahan laporan dikumpulkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh
instruktur
N
HA
TI
LA

Para mahasiswa, kerjakanlah latihan berikut ini untuk memperdalam pemahaman dan
penguasaan materi pijat oksitosin!

Page 35
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

Kunjungilah klinik atau puskesmas dan coba lakukan pijat oksitosin pada ibu nifas,
lakukan selama 2 hari. Tanyakan apa ada perubahan pada produksi ASI pada hari ke3.
Buatlah laporan dalam 1 minggu setelah melakukan praktik.

Petunjuk mengerjakan latihan!
Baca kembali materi pemeriksaan abdomen, kemudian lakukan latihan secara
berkelompok dan kerjakan simulasi dengan model peer group assessment (berkelompok
dengan teman). Caranya saling bergantian masing-masing anggota saling memeriksa
abdomen, kemudian peer group yang lain memberikan penilaian performance terhadap
unjuk kerja dengan menggunakan daftar tilik penuntun belajar ketrampilan pengkajian
data fisik. Pastikan kegiatan pengkajian dilakukan dengan etika.

N
A
M
U
K
G
N
A
R
Kegiatan praktikum ini dimulai dengan persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk
melakukan pijat oksitosin pada ibu nifas. Selanjutnya melakukan informed consent sebelum
melakukan teknik pijat oksitosin. Perhatikan prinsip-prinsip komunikasi yang baik dalam
pelaksanaan praktik. Praktikum ini bisa dilaksanakan pada setting laboratorium klinik
maupun real setting (misalnya bidan praktik mandiri, Puskesmas, maupun rumah sakit).
Praktikum dilaksanakan mengikuti panduan langkah-langkah praktik menggunakan daftar
tilik penuntun belajar pijat oksitosin pada ibu nifas.

Selamat, Anda telah belajar melakukan praktikum pijat oksitosin pada ibu nifas. Dengan
demikian Anda sebagai seorang bidan telah menguasai salah satu kompetensi dalam
memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas. Hal-hal penting yang sudah Anda pelajari
dalam kegiatan praktikum pijat oksitosin ini adalah sebagai berikut :

a. Persiapan: alat dan bahan, ruangan dan dokumentasi.
b. Persiapan pasien: pastikan pasien dalam keadaan tenang
c. Pelaksanaan dilakukan dengan memperhatikan prinsip komunikasi yang baik.
d. Evaluasi keseluruhan terhadap kegiatan pengkajian data fisik, meliputi: sistematika,
efektif dan efisien.

Page 36
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

e. Melakukan pendokumentasian hasil pengkajian data fisik pada rekam medis

F2
TI
A
M
R
O
F
S
TE
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1. Posisi melakukan pijat oksitosin adalah

A. Posisi terlentang

B. Duduk menelungkup

C. Merangkak

D. Duduk bersandar

2. Pijatan oksitosin dilakukan dengan menggunakan jari :

A. Ibu jari / Jempol

B. Jari manis

C. Telunjuk

D. Jari tengah

3. Persiapan apa yang diperlukan untuk melakukan pijat oksitosin
A. Gunakan air panas
B. Gunakan handuk hangat
C. Gunakan sabun cair
D. Gunakan minyak / baby oil

4. Gerakan – gerakan pijatan pada pijat oksitosin adalah :

A. Pijat melingkar dari leher ke arah tulang belikat

B. Pijat memutar dari leher sampai punggung

Page 37
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

C. Pijat menyamping dari leher ke arah tulang belikat

D. Pijat secara zigzag dari leher ke arah tulang belikat

5. Tujuan dilakukan pijat oksitosi adalah :

A. Mengurangi rasa pegal di punggung

B. Merangsang hormone oksitasin

C. Melancarkan peredaran darah

D. Supaya ibu lebih relaks

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA

1. Academy of Breastfeeding Medicine. (2004) Clinical Protocol Number #8: Human
Milk Storage Information for Home Use for Healthy Full Term Infants. Princeton
Junction, New Jersey: Academy of Breastfeeding Medicine, 1st June 2012,
http://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm
2. Guendelman S, Kosa JL, Pearl M, Graham S, Goodman J, Kharrazi M. (2009)
Juggling Work and Breastfeeding: Effects of Maternity Leave and Occupational
Characteristics, Pediatrics. Jan; 123(1): e38-46. 1st June 2012, from
http://pediatrics.aappublications.org/content/123/1/e38.full.pdf+html
3. Pemerintah RI (1 Maret 2012) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33
Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, 1 Juni 2012,
www.depkes.go.id/downloads/PP%20ASI.pdf
4. Skafida V. (2012) Juggling work and motherhood: the impact of employment and
maternity leave on breastfeeding duration: a survival analysis on Growing Up in Scotland
data, Matern Child Health J. Feb;16(2):519-27. 1st june 2012,
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21274609
5. WHO/UNICEF (1993) Breastfeeding Counselling: A Training Course, Geneva:
WHO, 1st june 2012,
http://www.who.int/maternal_child_adolescent/documents/who_cdr_93_3/en/

Page 38
Kegiat an praktikum 13 ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI

6. Swandari, S. Manajemen Laktasi bagi Ibu bekerja. Diunduh pada tanggal 29 Juni
2013. http://bbpkmakassar.or.id/index.php/Umum/Info-Kesehatan/Manajemen-Laktasi-
bagi-Ibu-Bekerja.phd
7. Manajemen laktasi. 2004 . PErinasia Jakarta

Page 39