You are on page 1of 15

MAKALAH

SISTEM PELUMASAN

Disusun oleh :

FIKRI ARIANSYAH
FIKRI SYAHRUL

TEKNIK MESIN 2017 (A)
POLITEKNIK SUKABUMI
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi kita taufiq
dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan tanpa suatu
halangan dan rintangan yang cukup berarti. Sholawat serta salam
semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta
keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari jalan
kegelapan menuju jalan islami.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah bersedia membantu hingga
terselesaikannya penulisan makalah ini. Semoga semua bantuan
dicatat sebagai amal sholeh di hadapan Allah SWT. Amiin
Kami menyadari walaupun kami telah berusaha semaksimal mungkin
dalam menyusun makalah sederhana ini, tetapi masih banyak
kekurangan yang ada didalamnya. Oleh karena itu, segala tegur sapa
sangat kami harapkan demi perbaikan makalah ini. Kami berharap ada
nada guna dan manfaatnya makalah ini bagi semua pembaca. Amiin

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
BAB I .................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 1
BAB II................................................................................................................................. 2
PEMBAHASAN ................................................................................................................. 2
1. SISTEM PELUMASAN ......................................................................................... 2
2. Macam - macam metode sistem pelumasan ................................................................ 2
2.1 Jenis percik ( splash type) ..................................................................................... 2
2.3 Jenis kombinasi ..................................................................................................... 2
3. Tipe Pompa Oli ....................................................................................................... 3
3.1 TYPE RODA GIGI ............................................................................................... 3
3.2 TYPE ROTOR ...................................................................................................... 3
4. Macam –Macam sistem pelumasan ........................................................................ 4
4.1Sistem pelumasan sump kering .............................................................................. 4
4.2 Sistem pelumasan sump basah .............................................................................. 5
5. FUNGSI PELUMASAN ........................................................................................ 7
5.1 Mengurangi gesekan ............................................................................................. 7
5.2 Sebagai peredam ................................................................................................... 7
5.3 Sebagai anti karat .................................................................................................. 7
6. CARA KERJA SISTEM PELUMASAN ............................................................... 7
7. Komponen-komponen Sistem Pelumasan : ............................................................ 8
7.1 Oil Pressure Switch ............................................................................................... 8
7.2 Oil Pump ............................................................................................................... 8
7.3 Relief Valve .......................................................................................................... 9
7.4 Oil Strainer ............................................................................................................ 9
7.5 Oil Filter ................................................................................................................ 9
8. Kerusakan & Cara Perawatan ................................................................................. 9

iii
BAB III ............................................................................................................................. 11
PENUTUP ........................................................................................................................ 11

iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam era yang serba teknologi saat ini, kemajuan bidang
pendidikan sangatlah bertambah dari waktu ke waktu. Kemajuan yang
dicapai oleh umat manusia, baik itu bidang sosial, bidang informasi
maupun bidang pembangunan. Salah satunya membuat makalah
mengenai sistem pelumasan, yaitu merupakan sistem informasi yang
dituangkan ke dalam bentuk tulisan karya ilmiah.

1.2 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini akan mencakup pengertian, pemanfaatan dan
pemahaman mengenai sistem pelumasan pada kendaraan.

1.3 Tujuan dan manfaat
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Membantu mahasiswa lebih kreatif
2. Memahami pola pikir ilmiah

Manfaat :
1. Memberikan mahasiswa pengetahuan baru
2. Bagi penulis dan pembaca diharapkan lebih mempertimbangkan
setiap pembangunan & penelitian.

1
BAB II
PEMBAHASAN

1. SISTEM PELUMASAN
Pelumas memegang peranan penting dalam desain dan operasi
semua mesin otomotif. Umur dan service yang diberikan oleh
mobil tergantung pada perhatian yang kita berikan pada
pelumasannya. Pada motor bakar, pelumasan bahkan lebih
sulit dibanding pada mesin-mesin lainnya, karena di sini
terdapat panas terutama di sekitar torak dan silinder, sebagai
akibat ledakan dalam ruang
pembakaran. Tujuan utama dari pelumasan setiap peralatan
mekanis adalah untuk melenyapkan gesekan, keausan dan
kehilangan daya
2. Macam - macam metode sistem pelumasan
2.1 Jenis percik ( splash type)
Pada jenis ini stang seher dilengkapi dengan sendok yang
berada pada ujung bagian bawah stang seher . Sehingga
saat mesin berputar, maka sendok pemercik akan memercikan
oli yang di bak oli ke dinding silinder dan bearing. Jenis ini
memiliki konstruksi yang sangat sederhana , namun sulit untuk
melumasi bagian - bagian yang memiliki celah lebih sempit .
Karena itu sistem pelumasan tipe ini sudah tidak lagi
digunakan.

2.2 Jenis tekanan ( pressure feed type )
Pada jenis ini sistem pelumasan menggunakan pompa oli yang
berguna untuk mensirkulasikan minyak pelumas. Jenis inilah
yang sekarang digunakan pada kendaraan baik mobil ataupun
sepeda motor.

2.3 Jenis kombinasi
Pada sistem pelumas tipe ini adalah penggabungan dari sistem
pelumas tipe 1 dan tipe 2 . 1. Jenis percik ( splash type)
Pada jenis ini stang seher dilengkapi dengan sendok yang berada
pada ujung bagian bawah dari stang seher . Sehingga saat
mesin berputar, maka sendok pemercik akan memercikan oli
yang di bak oli ke dinding silinder dan bearing. Jenis ini

2
memiliki konstruksi yang sangat sederhana , namun sulit untuk
melumasi bagian - bagian yang memiliki celah lebih sempit .
Karena itu sistem pelumasan tipe ini sudah tidak lagi
digunakan.

3. Tipe Pompa Oli

3.1 TYPE RODA GIGI
Pada type ini, oli dikompresikan diantara roda gigi dan body,
jika salah satu roda gigi diputar, maka roda yang satunya lagi
akan berputar berlawanan
Akibatnya oli yang berada diantara body pompa dan roda gigi,
akan didorong keluar dari sisi inlet ke sisi outlet.

3.2 TYPE ROTOR
Pada pompa jenis ini drive rotor shaft dibuat eksentrik terhadap
body pompa. Akibatnya ketika rotor berputar driven rotor ikut
berputar, tetapi terjadi perubahan jarak ( celah ) antara drive
rotor dan driven rotor. Oli masuk melalui sisi inlet pada saat
celah rotor lebar dan keluar melalui sisi out let pada saat celah
rotor menyempit.

3
4. Macam –Macam sistem pelumasan

4.1Sistem pelumasan sump kering
Sistem pelumasan motor yang tidak memanfaatkan karakternya
sebagai penampung minyak pelumas, tetapi menggunakan tanki
tersendiri diluar motor.
Minyak pelumas yang jatuh ke dalam sump, selanjutnya dialirkan
dengan pompa, melalui sebuah filter, dan dikembalikan lagi ke dalam
tangki supply yang terletak diluar dari pada motor tersebut. Pompa ini
mempunyai kapasitas yang besar, sehingga dapat mengosongkan sama
sekali sumpnya
Pada umumnya dengan sistem ini di pergunakan juga
sebuah oilcooler, baik yang menggunakan air atau udara sebagai
medium pendinginannya untuk keperluan pendinginan dari pada
minyak pelumasnya.

4
Gambar 3. Sistem pelumasan sump kering
Keterangan :
1. Tangki penampungan 5. Tangki ekspansi
(penampung
2. Filter 6. Filter
3. Pompa minyak pelumas 7. Bagian mesin
yang dilumasi
4. Pendingin minyak 8. Pengatur
tekanan minyak pelumas

4.2 Sistem pelumasan sump basah
Sistem pelumasan sump basah ialah sistem pelumasan motor yang
memanfaatkan karakternya sebagai penampung minyak pelumas.
Dalam sistem ini, dibagian bawah dari pada karter sebuah piringan
(pan) yang juga merupakan tangki supply dan ada kalanya sebagai alat
pendingin untuk minyak pelumasnya, minyak yang jatuh menetes dari
silinder-silinder dan bantalan-bantalan, kembali ke tempat ini, untuk
selanjutnya dialirkan kembali dengan sebuah pompa minyak kedalam

5
sistem pelumasanya lagi. Tipe sistem sump basah yang umum
diguunakan ialah:
a. Sistem percikan dan sirkulasi pompa
b. Sistem percikan dan tekanan
c. Sistem tekanan

Gambar 4 sistem pelumasan sump basah
Keterangan :
1. Tangki penampungan
2. Saringan hisap (strainer)
3. Pompa minyak pelumas (Pompa di dalam karter)
4. Saringan (filter)
5. Pendingin minyak pelumas
6. Bagian mesin yang dilumasi.
7. Katup pengatur tekanan minyak pelumas

6
5. FUNGSI PELUMASAN

5.1 Mengurangi gesekan
Mesin sepeda motor terdiri dari beberapa komponen, terdapat
komponen yang diam dan ada yang bergerak. Gerakan
komponen satu dengan yang lain akan menimbulkan gesekan,
dan gesekan akan mengurangi tenaga, menimbulkan keausan,
menghasilkan kotoran dan panas. Guna mengurangi gesekan
maka antara bagian yang bergesekan dilapisi oli pelumas (oil
film).

5.2 Sebagai peredam
Piston, batang piston dan poros engkol merupakan bagian
mesin menerima gaya yang berfluktuasi, sehingga saat
menerima gaya tekan yang besar memungkinkan menimbulkan
benturan yang keras dan menimbulkan suara berisik. Pelumas
berfungsi untuk melapisi antara bagian tersebut dan meredam
benturan yang terjadi sehingga suara mesin lebih halus.

5.3 Sebagai anti karat
Sistem pelumas berfungsi untuk melapisi logam dengan oli,
sehingga mencegah kontak langsung antar logam dengan udara
maupun maupun air dan terbentuknya karat dapat dihindari.

6. CARA KERJA SISTEM PELUMASAN
Oli diangkat dari bak oli ( carter), oleh suatu sedotan, dari
pompa oli yang digerakkan oleh perputaran roda gerigi
yang dikoperlkan dengan perputaran poros engkol,
melalui pipa hisap.
Dari pompa oli, disalurkan melalui pipa pembagi,
kemudian dialirkan ke suatu media pendinginan yang
berupa pipa penunjang melingkar satu setengah ( 1 ½ )
lingkar dnegan dinding bersirip untuk memperluas

7
permukaan pipa sehingga proses pendinginan lebih lancar
dari udara sekitarnya atau berupa radiator oli atau tanpa
kedua sistem pendinginan tersebut, tergantung dari
kapasitas diesel.
Dalam hal yang terakhir ini oli hanya disalurkan ke dalam
pipa yang cukup pendek saja ( y pass). Dari ini kotoran
oli yang mungkin terbawa, baik dari luar maupun
sirkulasi di dalam mesin sendiri. Sistem Pelumasan pada
Rosker Arm dari klep, didapatkan melalui camp shaft,
tappel dan push rod langsung menembus baud pengatur
jarak rosker arm ( Rocker Arm Bearing) kemudian
menetes keluar sejenak ditampung bak per klep ; melalui
celah antara push rod dan pipa pelindung push rod, oli
mengalir ke bahah menuju ke bak charter. Untuk
pelumasan ada metal-metal dan juga dinding-dinding
silinder, oli disalurkan melalui pipa kapiler yang terdapat
dalam dinding charter ( crank case), juga masuk ke dalam
pipa yang sejenis dengan crank case)

7. Komponen-komponen Sistem Pelumasan :

7.1 Oil Pressure Switch
Suatu komponen yang berfungsi sebagai switch yang
mengaktifkan lampu peringatan bila tekanan oli tidak
tercukupi pada saat mesin mobil dinyalakan.

7.2 Oil Pump
Suatu komponen yang berfungsi untuk menarik oli yang
berada di Oil Pump dan memompa oli tersebut ke
seluruh bagian mesin mobil.

8
7.3 Relief Valve
Komponen ini bekerja untuk membebaskan tekanan
pada saat Oil Pump mempunyai tekanan yang
berlebihan.

7.4 Oil Strainer
Komponen yang berupa saringan oli dan terpasang di
saluran masuk oli untuk memisahkan partikel yang
besar dari oli.

7.5 Oil Filter
Komponen ini berfungsi sebagai penyaring kotoran
yang tidak diinginkan dari oli mesin yang secara
bertahap akan terkontaminasi dengan kotoran besi dan
lainnya.

8. Kerusakan & Cara Perawatan

KEMUNGKINAN PENYEBAB PERBAIKANNYA
KERUSAKAN

9
 Minyak pelumas terlalu rendah.  Ganti minyak pelumas dengan minyak
 Komponen-Komponen pompa pelumas yang sesuai
 Saringan oli tersumbat  Bongkar dan periksa komponen-
 Katup pengatur tekanan oli rusak komponen pompa,ganti jika aus
 Alat pengukur tekanan oli rusak  Ganrti saringan oli
 Minyak pelumas terlalu sedikit  Bongkat katup pengatur tekanan oli dan
ganti jika rusak
 Paking atau sil yang
 Buka sending unit & hidupkan
berhubungan dengan saluran
mesin.apabila oli memancar berarti alat
minyak pelumas bocor pengontrol rusak
 periksa system pengontrol tekananoli,
 perbaiki/ganti jika rusak
 tambah minyak pelumas,sesuai
kebutuhan
 Ganti paking atau sil dengan baik

Pada waktu mesin beroperasi,tekanan oli berkurang

KEMUNGKINAN PENYEBAB PERBAIKANNYA
KERUSAKAN

 Kekentalan minyak pelumas  Periksa mesin,setel system
berkurang,karena mesin terlalu panas pengapian dan perbaiki system
 Kerusakan pada bantalan bahan baker
 Tutup pembuangan oli pada panic oli  Bongkar mesin dan perbaiki
bocor  perbaiki tutup pembuangan oli
 Sil pada poros engkol bocor  Ganti sil poros engkol

10
BAB III
PENUTUP

Tidak bisa dipungkiri pelumas atau yang lebih popular
disebut oli merupakan bagian tak terpisahkan dari kendaraan
bermotor. Tanpa pelumas, mobil secanggih apapun
dipastikan tidak akan bisa bekerja. Pada manusia, pelumas
adalah darah. Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja
sebuah mesin, baik otomotif maupun industri. Salah memilih
pelumas bisa berakibat fatal. Bila mutu pelumas jelek dan
tercemar, mesin bisa rontok dalam waktu dekat. Pemilihan
dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu
kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin.

11