You are on page 1of 16

BAB V

SITUASI UPAYA KESEHATAN
5.1 PELAYANAN KESEHATAN

5.1.1Cakupan Kunjungan Ibu hamil (K1)
Cakupan kunjungan ibu hamil K1 adalah cakupan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan
antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan di satu wilayah kerja pada kurun
waktu tertentu sesuai standar yang meliputi “10T”

1. Timbang badan dan ukur tinggi badan
2. Ukur tekanan darah
3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas)
4. Skrining status imunisasi tetanus (dan pemberian Tetanus Toksoid),
4. (ukur) tinggi fundus uteri,
6. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan),
7. Temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan konseling),
8. Test laboratoriumsederhana (Hb, Protein urin) dan atau berdasarkanindikasi (HbsAg, Sifilis,
HIV, Malaria, TBC).
9. Tentukan Presentasi janin dan denyut jantung janin
10. Tatalaksana Kasus

Tabel 5.1.1
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K1)
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

IBU HAMIL
Jumlah K1
Absolut % Target SPM
sebelum 2019(%)
429 429 100 96
Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas

5.1.2 Cakupan kunjungan ibu hamil (K4)
Cakupan kunjungan ibu hamil K4 adalah cakupan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan
antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang
dianjurkan adalah minimal satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua dan
dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan. Pelayanan yang diberikan mencakup minimal :

1. Timbang badan dan ukur tinggi badan
2. Ukur tekanan darah
3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas)
4. Skrining status imunisasi tetanus (dan pemberian Tetanus Toksoid),
4. (ukur) tinggi fundus uteri,
6. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan),
7. Temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan konseling),
8. Test laboratoriumsederhana (Hb, Protein urin) dan atau berdasarkanindikasi (HbsAg, Sifilis,
HIV, Malaria, TBC).
9. Tentukan Presentasi janin dan denyut jantung janin
10. Tatalaksana Kasus

Tabel 5.1.2
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4)
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Kunjungan ibu hamil
Jumlah K4
Absolut % Target SPM
sebelum 2015 (%)
441 441 100 96
Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas
3. Cakupan pertolongan persalinan
Cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi kebidanan di satu wilayah tertentu pada kurun waktu tertentu.
Tabel 5.1.3
Cakupan pertolongan persalinan Tenaga Kesehatan
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah Pertolongan persalinan tenaga kesehatan
persalinan absolut % Target SPM
sebelum 2015 (%)
440 440 100 96
Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Cakupan pertolongan nakes sudah melebihi target SPM. Cakupan ini dicapai dengan baik antara
lain karena hal sebagai berikut :
1) Kegiatan kelas ibu
2) Pembinaan bumil risti
2) Menjadikan dukun bayi sebagai mitra tenaga kesehatan (bidan), dengan peran yang jelas dukun
bayi tidak menjadi penolong persalinan tetapi membantu tugas bidan.
3) Pembinaan dukun bayi berjalan baik.
4) Tumbuh kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan persalinan secara lebih baik dan
aman.
5.1.4 Cakupan pelayanan nifas

Pelayanan nifas sesuai standar yaitu pelayanan kepada ibu nifas sedikitnya 3 kali, pada 6 jam
pasca persalinan sampai dengan 3 hari, pada minggu ke II, dan pada minggu ke VI termasuk
pemberian vitamin A 2 kali serta persiapan dan atau pemasangan alat KB pasca persalinan.
Tabel 5.1.4
Cakupan Pelayanan Nifas
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah Pelayanan Nifas
bufas Absolut % Target SPM
sebelum 2015 (%)
465 465 108,61 91

Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Cakupan pelayanan nifas bisa mencapai target dengan adanya upaya kerja sama dengan bidan
praktek swasta maupun rumah sakit.

5. Persentase Cakupan Imunisasi TT

Imunisasi TT ialah pemberian imunisasi TT sebanyak 5 dosis dengan interval tertentu (yang
dimulai saat dan atau sebelum kehamilan) yang berguna bagi kekebalan seumur hidup.
TT2 : Selang waktu pemberian minimal 4 minggu setelah TT1 dengan masa perlindungan 3 tahun.
TT3 : Selang waktu pemberian minimal 6 bulan setelah TT2 dengan masa perlindungan 5 tahun.
TT4 : Selang waktu pemberian minimal 1 tahun setelah TT3 dengan masa perlindungan 10 tahun.
TT5 : Selang waktu pemberian minimal 1 tahun setelah TT4 dengan masa perlindungan 25 tahun.

Tabel 5.1.5
Persentase Imunisasi TT
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL
Juml TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5
ah Jmlh % Jmlh % Jmlh % Jml % Jml %
Bumi h h
l

561 2 0.4 3 0.5 121 21.6 71 12.7 7 1.2
Sumber data : Program Imunisasi Puskesmas Wonosari I

6. Persentase ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe
Tablet Fe diberikan pada ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan. Frekuensi
pemberiannya yaitu Fe1 sebanyak 30 tablet pada kehamilan trimester pertama, Fe2 sebanyak 30
tablet pada kehamilan trimester kedua, Fe 3 sebanyak 30 tablet pada kehamilan trimester ketiga.
Pemberian Fe juga dilakukan sampai pada masa nifas.
Tujuan Pemberian tablet Fe (atau zat besi dalam bentuk yang lain) adalah untuk menurunkan
prevalensi anemia besi. Distribusi tablet Fe dilakukan melalui pelayanan obat di Puskesmas dan
Puskesmas Pembantu.
Cakupan pemberian tablet Fe ibu hamil tahun 2014 : Fe1 : 40.82%, Fe3 : 48.48%.

7. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
Komplikasi kebidanan yang ditangani : ibu hamil, bersalin dan nifas dengan komplikasi
yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan (Polindes,
Puskesmas, Puskesmas PONED, Rumah bersalin, RSIA/RSB, RSU, RSU PONEK). Cakupan
komplikasi kebidanan ditangani di Puskesmas Wonosari I tahun 2012 sebagai berikut :
Tabel 5.1.6
Cakupan Komplikasi Kebidanan Ditangani
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

JUMLAH BUMIL BUMIL RISTI/KOMPLIKASI DITANGANI
IBU RISTI/
HAMIL KOMPLIKA
SI
Jumla % Jumla Jumlah kasus % Target sebelum
h h Dirujuk/ditang 2015 (SPM) %
sasara kasus ani
n

399 79 14 38 38 100 80
Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas 2017

Semua bumil resti mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan, baik melalui pelayanan di
puskesmas atau pelayanan kunjungan rumah. Bumil resti yang tingkat resikonya tinggi/berat dan
bumil resti yang akan melahirkan dirujuk ke rumah sakit.
8. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

Neonatus komplikasi yaitu neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan
kesakitan, kecacatan, dan kematian. Neonatus dengan komplikasi seperti asfiksia, ikterus,
hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/sepsis, trauma lahir, BBLR, sindroma gangguan
pernafasan, kelainan kongenital.

Neonatus komplikasi yang ditangani yaitu neonatus komplikasi yang mendapat pelayanan oleh
tenaga kesehatan yang terlatih, dokter, dan bidan di sarana pelayanan kesehatan. Cakupan
komplikasi neonatus ditangani di Puskesmas Wonosari I tahun 2014 sebagai berikut :
Tabel 5.1.8
Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah lahir Perkiraan neonatal NEONATAL RISTI/KOMPLIKASI
hidup risti/komplikasi
Jumlah Ditangani %

441 47 47 75.81
Sumber data : Program KIA Puskesmas Wonosari I

9. Persentase Peserta KB Aktif menurut Jenis Kontrasepsi
Peserta KB aktif yaitu pasangan usia subur yang sedang menggunakan salah satu cara / alat
kontrasepsi.
MKJP : Metode Kontrasepsi Jangka Panjang meliputi IUD, MOP/MOW, dan Implan.
Non MKJP : Metode Kontrasepsi bukan Jangka Panjang meliputi suntik, pil, kondom, dan obat
vagina.
Tabel 5.1.9
Peserta KB Aktif menurut Jenis Kontrasepsi
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

N DESA PUS NON MKJP Jumlah MKJP
O MKJP + Non MKJP
IUD MOP/ IM SUNTI PIL KON
MOW PLAN K DOM
1 Cikoneng 507 38 30 62 179 112 9 430
2 Cikoneng 516 41 44 46 166 97 13 407
Kulon
3 Ganeas 804 108 36 53 311 130 23 661
4 Sukaluyu 717 33 47 78 327 76 6 567
5 Sukawening 503 32 45 59 200 69 22 427
6 Dayeuh 360 10 20 98 114 58 2 302
Luhur
7 Tanjunghuri 420 29 29 43 205 50 1 357
p
8 Cikondang 771 35 44 9 394 94 3 579
Jumlah 459 326 295 448 1896 686 79 3730
8
Sumber data : Program KB Puskesmas Ganeas

Cakupan peserta KB aktif : jumlah PUS yang memperoleh pelayanan kontrasepsi standar di
suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibandingkan jumlah PUS di wilayah kerja dalam
kurun waktu yang sama x 100%.
Cakupan peserta KB Aktif tahun 2017 sebanyak 3730 atau 81,12%.
Grafik 5.1.9
Peserta KB Aktif menurut Jenis Kontrasepsi
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Sumber data : Program KB Puskesmas Ganeas Tahun 2017

10. Persentase Peserta KB Baru menurut Jenis Kontrasepsi
Peserta KB baru : PUS yang baru pertama kali menggunakan salah satu cara atau alat kontrasepsi
dan atau PUS yang menggunakan kembali salah satu cara atau alat kontrasepsi setelah mereka
berakhir masa kehamilannya. Persentase peserta KB baru di Puskesmas Wonosari I sebagai
berikut :
Grafik 5.1.10
Persentase Peserta KB Baru menurut Jenis Kontrasepsi
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Sumber data : Program KB Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Kontrasepsi yang banyak digunakan akseptor baru yaitu IUD, Implan, dan suntik. Cara ini
diminati karena :
a. IUD : memiliki masa aktif lama (5 tahun), tingkat keberhasilan tinggi, biaya terjangkau.
b. Implan : memiliki masa aktif lama, tingkat keberhasilan tinggi, biaya terjangkau.
c. Suntik : memiliki masa aktif cukup lama (3 bulanan), tingkat keberhasilan cukup tinggi, biaya
terjangkau.
Pada tahun ini akseptor baru cenderung memilih MKJP, pil tidak ada yang memilih pil (nol).

11. Cakupan Kunjungan Neonatus
KN lengkap yaitu pelayanan kesehatan neonatal dasar meliputi ASI eksklusif,
pencegahan infeksi berupa perawatan mata, tali pusat, pemberian vitamin K1 injeksi bila tidak
diberikan pada saat lahir, pemberian imunisasi HB1 bila tidak diberikan pada saat lahir,
manajemen terpadu bayi muda. Dilakukan sesuai standar sedikitnya 3 kali, pada 6-24 jam setelah
lahir, pada 3-7 hari, dan pada 28 hari setelah lahir yang dilakukan di fasilitas kesehatan maupun
kunjungan rumah.
Kunjungan neonatus : jumlah bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan
standar paling sedikit 3 kali di satu wilayah kerja puskesmas dibandingkan jumlah seluruh bayi
lahir hidup. Hasilnya sebagai berikut :
Tabel 5.1.11
Cakupan Kunjungan Neonatus
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Bayi lahir hidup KN2 %

440 441 113.95
Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas

12. Persentase Bayi yang mendapat ASI Eksklusif
Bayi yang mendapat ASI eksklusif yaitu bayi yang hanya mendapat ASI saja sejak lahir sampai
usia 6 bulan. Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Wonosari I sebagai berikut :
Tabel 5.1.12
Persentase Bayi yang mendapat ASI Eksklusif
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Bayi dipantau Bayi mendapat %
ASI Eksklusif
Sumber data : Program Gizi Puskesmas Ganeas Tahun 2017

13. Cakupan pelayanan kesehatan bayi
Kunjungan bayi : kunjungan bayi umur 29 hari – 11 bulan di sarana pelayanan kesehatan
( polindes, pustu, puskesmas, rumah bersalin, dan rumah sakit) maupun di rumah, posyandu,
tempat penitipan anak, panti asuhan an sebagainya melalui kunjungan petugas. Setiap bayi
memperoleh pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 29 hari – 3 bulan, 1
kali pada umur 3 – 6 bulan, 1 kali pada umur 6-9 bulan, dan satu kali pada umur 9-11 bulan.
Pelayanan kesehatan tersebut meliputi pemberian imunisasi dasar ( BCG, DPT/HB 1-3), Polio 1-
4, dan Campak), stimulasi deteksi intervensi tumbuh kembang (SDIDTK), dan penyuluhan
perawatan kesehatan bayi. Perawatan kesehatan bayi meliputi : konseling ASI eksklusif,
pemberian MP-ASI sejak usia 6 bulan, perawatan dan tanda bahaya bayi sakit (sesuai MTBS),
pemantauan pertumbuhan dan pemberian vitamin A kapsul biru pada usia 6-11 bulan.
Cakupan kunjungan bayi : jumlah bayi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar
minimal 4 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibandingkan jumlah seluruh bayi
lahir hidup di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama x 100%. Hasilnya sebagai
berikut :
Tabel 5.1.13
Cakupan pelayanan kesehatan bayi
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah bayi Bayi mendapat % target SPM sebelum
pelayanan kesehatan tahun 2015 (%)
386 413 106.99 88
Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas Tahun 2017

14. Cakupan Desa UCI
Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) yaitu desa atau kelurahan yang ≥ 80% dari
jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu
tahun. Hasilnya sebagai berikut :
Tabel 5.1.14
Cakupan Desa UCI
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah desa Desa uci Desa UCI (%) Target SPM sebelum tahun
2015 (%)
7 7 100 100
Sumber data : Program Imunisasi Puskesmas Ganeas Tahun 2017

15. Persentase Cakupan Imunisasi Bayi
Cakupan imunisasi bayi di Puskesmas Wonosari I tahun 2014 sebagai berikut :

Tabel 5.1.15
Cakupan Imunisasi Bayi
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah bayi IMUNISASI
BCG DPT- POLIO 4a POLIO3 CAMPAK
HB3/DPT-
HB-Hib3
399 399 399 399 399 399

Sumber data : Program Imunisasi Puskesmas Ganeas Tahun 2017

16. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi
Cakupan bayi 6-11 bulan mendapat kapsul vitamin A dosis 100µA 1 kali per tahun dalam
wilayah kerja puskesmas pada tahun 2014. Hasil cakupan sebagai berikut :

Tabel IV.A.16
Cakupan Pemberian Vitamin A pada Bayi
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Sasaran Hasil Cakupan Target SPM sebelum tahun
(%) 2015 (%)
468 468 100 90
Sumber data : Program Gizi Puskesmas Wonosari I

Strategi pemberian vitamin A dilakukan dengan cara pendistribusian kapsul vit A ke posyandu /
pertemuan kader, satu bulan sebelum bulan pemberian. Selanjutnya pemberian vit A kepada
balita dilakukan oleh kader di posyandu maupun sweeping ke tempat sasaran. Untuk
meningkatkan cakupan dilakukan akselerasi vit A pada rakor tingkat desa.

17. Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita
Cakupan anak balita umur 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A dosis 200µA 2 kali per
tahun dalam wilayah kerja puskesmas pada tahun 2014. Hasil cakupan sebagai berikut :
Tabel 5.1.17
Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Sasaran Hasil Cakupan Target SPM sebelum tahun
(%) 2015 (%)
1.128 1.128 100 90
Sumber data : Program Gizi Puskesmas Ganeas Tahun 2017

18. Cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas
Cakupan pemberian vitamin A dua kali pada ibu bersalin saat periode nifas yaitu 6 jam sampai
42 hari pasca persalinan.
Tabel 5.1.18
Cakupan Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah Ibu Nifas Mendapat Vit A Cakupan(%)
361 326 90
Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas Tahun 2017

19. Cakupan Pelayanan Anak Balita
Cakupan pelayanan anak balita : anak balita (12-59 bulan) yang memperolah pelayanan
pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

Tabel IV.A.19
Cakupan Pelayanan Anak Balita
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumla Balita % Target cakupan pelayanan anak
h dilayani balita sebelum 2015 (SPM (%))
Balita
1.575 1.575 100 90

Sumber data : Program KIA Puskesmas Ganeas Tahun 2017

20. Cakupan Balita Ditimbang
Jumlah balita ditimbang yaitu jumlah balita yang ditimbang berat badannya di sarana pelayanan
kesehatan termasuk di posyandu dan tempat penimbangan lainnya. Berdasarkan data dari laporan
posyandu hasilnya sebagai berikut :
Tabel 5.1.20
Cakupan Balita Ditimbang
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah Balita Ditimbang Ditimbang (D/S)

1.575 1.129 71.7%

Sumber data : Program Gizi Puskesmas Ganeas Tahun 2017

21. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Balita gizi buruk yaitu balita dengan status gizi menurut berat badan (BB) dan umur (U) dengan
Z –score <-3 SD dan atau dengan tanda-tanda klinis marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-
kwasiorkhor.
Balita gizi buruk mendapat perawatan : balita gizi buruk yang dirawat/ditangani di sarana
pelayanan kesehatan sesuai tata laksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu
tertentu.
Tabel 5.1.21
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah Mendapat % Target balita gizi buruk
balita gizi perawatan mendapat perawatan sebelum
buruk 2015 (SPM (%))
4 100 100
4
Sumber data : Program Gizi Puskesmas Ganeas Tahun 2017

22. Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat.
Cakupan penjaringan Kesehatan siswa SD dan setingkat yaitu pemeriksaan kesehatan
umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap
murid kelas 1 SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga ksehatan bersama
tenaga kesehatan terlatih (guru dan dokter kecil) di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Tabel IV.A.22
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah murid SD Mendapat pelayanan % Target sebelum 2015
kelas 1 kesehatan (SPM (%))
398 398 100 100
Sumber data : Program UKS Puskesmas Ganeas Tahun 2017

23. Rasio tambal / cabut gigi tetap
Rasio tumpatan/pencabutan gigi tetap yaitu jumlah gigi tetap yang ditambal/ditumpat
pada suatu wilayah pada waktu tertentu dibandingkan jumlah gigi tetap yang dicabut pada
wilayah dan periode waktu yang sama.
Tabel 5.1.23
Rasio tambal / cabut gigi tetap
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Tumpatan gigi Pencabutan Jumlah Rasio tambal/ cabut
322 111 433 2,9
Sumber data : Unit Kerja Pelayanan Gigi Puskesmas Ganeas Tahun 2017

24. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada anak SD dan setingkat
Pemeriksaan gigi dan mulut yaitu pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk
upaya promotif, preventif, dan kuratif sederhana seperti pencabutan gigi sulung, penobatan, dan
penambalan sementara gigi sulung dan gigi tetap, yang dilakukan baik di sekolah maupun
dirujuk ke puskesmas minimal 2 kali dalam setahun.

Tabel 5.1.24
Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat
Puskesmas Ganeas Tahun 2017

Jumlah MURID SD/MI DIPERIKSA
murid SD
PERLU MENDAPAT %
JUMLAH % PERAWATA PERAWATA MENDAPAT
N N PERAWATAN

2.514 2.514 100 97 78 80,41
Sumber data : Program UKGS Puskesmas Ganeas Tahun 2017

25. Cakupan Pelayanan Usia Lanjut
Pelayanan kesehatan usia lanjut yaitu pelayanan kesehatan sesuai standar yang ada pada
pedoman pada usia lanjut (60 tahun ke atas), di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Tabel 5.1.25
Cakupan Pelayanan Usia Lanjut
Puskesmas Ganeas Tahun 2017
JUMLAH USILA DILAYANI KES %
(60TH+)
4.897 1.371 27,99
Sumber data : Program Usila Puskesmas Wonosari I

26. Gawat darurat ( Gadar).
Kamar Tindakan Darurat Puskesmas Wonosari I belum memenuhi kriteria gadar level I seperti
yang dipersyaratkan yaitu :
- Memiliki dokter umum on site (berada di tempat) 24 jam dengan kualifikasi GELS (General
Emergency Life Support) dan atau ATLS + ACLS ( Advance Trauma Life Support, Advance
Cardiac Life Support).
- Memiliki alat transportasi dan komunikasi.
Pada tahun-tahun berikutnya KTD baru akan dikembangkan agar memenuhi persyaratan-
persyaratan gadar level I.

B. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN
1. Cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan pra bayar.
Jaminan pemeliharaan kesehatan prabayar yaitu suatu cara penyelenggaraan pemeliharaan
kesehatan yang paripurna berdasarkan azas usaha bersama dan kekeluargaan, berkesinambungan,
dengan mutu yang terjamin dan biaya yang terkendali.
Penduduk yang terkover JKN tahun ini sebanyak 18.362. (60.35% dari jumlah penduduk).

2. Rawat Inap (tidak ada pelayanan rawat inap di Puskesmas Wonosari I).

3. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan
Yaitu pelayanan keperawatan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa,
pengobatan, rehabilitasi medik tanpa menginap.
Tabel IV.B.3
Jumlah Kunjungan Rawat Jalan
Puskesmas Wonosari I Tahun 2014

Jumlah penduduk Kunjungan rawat jalan
Jumlah Persen (%)
30.426 27.911 91.73

Sumber data : Bendahara Penerima Puskesmas Wonosari I
4. Jumlah Kunjungan Gangguan Jiwa
Kunjungan pasien yang mengalamai gangguan kejiwaan, yang meliputi gangguan pada
perasaan, proses berpikir dan berperilaku, yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau
hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya.
Tabel IV.B.4
Jumlah Kunjungan Gangguan Jiwa
Puskesmas Wonosari I Tahun 2014

Jumlah Kunjungan gangguan jiwa
kunjungan
27.911 342 1.2%
Sumber data : Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Wonosari I

C. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT

Persentase Rumah Tangga ber-PHBS
Rumah tangga ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yaitu rumah tangga yang seluruh
anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat, yang meliputi 10 indikator, yaitu pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan, bayi diberi ASI eksklusif, balita ditimbang setiap bulan,
menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban
sehat, memberantas jentik di rumah sekali seminggu, makan sayur dan buah setiap hari,
melakukan aktivitas fisik setiap hari, dan tidak merokok di dalam rumah.
Tabel IV.C
Rumah Tangga Ber-PHBS
Puskesmas Wonosari I Tahun 2014

DIPANTAU BER-PHBS
JUMLAH
RUMAH TANGGA JUMLAH % JUMLAH %

7.948 3.402 42.8 1.015 29,8

Sumber data : Program Promosi Kesehatan Puskesmas Wonosari I

D. KEADAAN LINGKUNGAN

1. Persentase Rumah Sehat
Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang
memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air
limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang
tidak terbuat dari tanah (Kepmenkes no. 829/Menkes/SK/1999 tentang Persyaratan Kesehatan
Perumahan).

Tabel IV.D.1
Persentase Rumah Sehat
Puskesmas Wonosari I Tahun 2014
Jumlah Jumlah rumah yang dibina Jumlah rumah yang sehat
rumah
Jumlah % jumlah %

7.948 5.364 67.49 5.364 67.49
Sumber data : Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Wonosari I

2. Persentase penduduk yang memiliki akses air minum yang layak
Air minum yang berkualitas/layak yaitu air minum yang terlindung meliputi air ledeng (keran),
keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan
sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 meter dari
pembuangan kotoran, penampungan limbah, dan pembuangan sampah.
Tidak termasuk air kemasan, air dari penjual keliling, air yang dijual melalui tanki, air sumur dan
mata air tidak terlindung.
Persentase penduduk yang memiliki akses air minum yang layak sebagai berikut :
Tabel IV.D2
Persentase penduduk yang memiliki akses air minum yang layak Puskesmas
Wonosari I Tahun 2014

Jumlah Penduduk yang memiliki akses air minum yang layak
penduduk Jumlah %
30.426 25.534 83.92
Sumber data : Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Wonosari I

3. Persentase penduduk dengan akses sanitasi yang layak
Fasilitas sanitasi yang layak (Jamban Sehat) : Fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan
antara lain dilengkapi dengan leher angsa, tanki septik/Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL),
yang digunakan sendiri atau bersama. Hasil yang diperiksa sebagai berikut :
Tabel IV.D.3
Persentase penduduk dengan akses sanitasi yang layak
Puskesmas Wonosari I Tahun 2014

penduduk yang memiliki akses sanitasi yang layak
Jumlah Jumlah %
penduduk

30.426 27.309 89.8

Sumber data : Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Wonosari I
4. Persentase Desa STBM
Desa melaksanakan STBM :
Desa yang sudah melakukan pemicuan minimal 1 dusun, mempunyai tim kerja
masyarakat/Natural Leader, dan telah mempunyai rencana tindak lanjut untuk menuju Sanitasi
Total
Desa STBM :
Desa yang telah mencapai 100 % penduduk melaksanakan 5 pilar STBM
Desa Stop BABS (SBS) :
Desa yang penduduknya 100 % mengakses jamban sehat
Persentase desa STBM tahun ini masih 0 (nol). Tahapan desa baru sampai pada Desa Stop
BABS sebanyak 7 desa (semua).

5. Persentase Tempat-tempat Umum memenuhi syarat.
Tempat atau sarana yang diselenggarakan pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan
untuk kegiatan bagi masyarakat yang meliputi: sarana kesehatan (rumah sakit, puskesmas),
sarana sekolah (SD/MI, SLTP/MTs, SLTA/MA), dan hotel (bintang dan non bintang)
Tabel IV.D.5
Persentase Tempat-tempat Umum memenuhi syarat
Puskesmas Wonosari I Tahun 2014

JENIS JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT
SD 20 20 20 100
SLTP 3 3 3 100
Puskesmas 1 1 1 100
Hotel non bintang 3 3 3 100
Sumber data : Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Wonosari I

6. Persentase Tempat-tempat Pengelolaan Makanan memenuhi syarat dan dibina.
Pemeriksaan TUPM meliputi sanitasi penanganan makanan, personal hygiene, pemeriksaan
kebersihan tempat pengelolaan dan lingkungannya secara umum, penyediaan air bersih,
pembuangan limbah, pembuangan sampah, sarana MCK. Hasil pengawasan TUPM sebagai
berikut :
Tabel IV.D.6
Persentase Tempat-tempat Pengelolaan Makanan memenuhi syarat dan dibina.
Puskesmas Wonosari I Tahun 2014

JENIS JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT
Restoran / rumah 19 19 17 89.47
makan
TUPM lainnya 55 55 32 58.2
Sumber data : Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Wonosari