You are on page 1of 20

LAPORAN PENDAHULUAN

KISTA OVARIUM/ KISTOMA OVARII

1. Definisi
Kista adalah kantong berisi cairan, kista seperti balon berisi air, dapat
tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam \. Kista adalah suatu
bentukan yang kurang lebih bulat dengan dinding tipis, berisi cairan atau bahan
setengah cair .Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang
terjadi pada indung telur atau ovarium. Cairan yang terkumpul ini
dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar
dari ovarium.Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan/abnormal
pada ovarium yang membentuk seperti kantong. Kista ovarium secara
fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh hormonal dengan
siklus mentsruasi. (Lowdermilk, dkk. 2011)

2. Jenis - Jenis Kista Ovarium
Menurut etiologi, kista ovarium dibagi menjadi 2, yaitu :
1) Kista non neoplasma. Disebabkan karena ketidak seimbangan hormon
esterogen dan progresterone diantaranya adalah :
 Kista non fungsional. Kista serosa inklusi, berasal dari permukaan
epitelium yang berkurang di dalam korteks.
 Kista fungsional
— Kista folikel, disebabkan karena folikel yang matang menjadi
ruptur atau folikel yang tidak matang direabsorbsi cairan
folikuler di antara siklus menstruasi. Banyak terjadi pada wanita
yang menarche kurang dari 12 tahun.
— Kista korpus luteum, terjadi karena bertambahnya sekresi
progesterone setelah ovulasi.
— Kista tuba lutein, disebabkan karena meningkatnya kadar HCG
terdapat pada mola hidatidosa.
— Kista stein laventhal, disebabkan karena peningkatan kadar LH
yang menyebabkan hiperstimuli ovarium.

2) Kista neoplasma
 Kistoma ovarii simpleks adalah suatu jenis kista deroma serosum yang
kehilangan epitel kelenjarnya karena tekanan cairan dalam kista.
 Kistodenoma ovarii musinoum. Asal kista ini belum pasti, mungkin
berasal dari suatu teratoma yang pertumbuhanya I elemen
mengalahkan elemen yang lain
 Kistadenoma ovarii serosum. Berasal dari epitel permukaan ovarium
(Germinal ovarium)
 Kista Endrometreid. Belum diketahui penyebab dan tidak ada
hubungannya dengan endometroid
 Kista dermoid. Tumor berasal dari sel telur melalui proses patogenesis

3. Etiologi
Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab. Penyebab inilah
yang nantinya akan menentukan tipe dari kista. Diantara beberapa tipe kista
ovarium,tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan.
Kista jenis ini terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol.
Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam
ovarium. Padakeadaan normal, folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka
saat siklus menstruasiuntuk melepaskan sel telur. Namun pada beberapa kasus,
folikel ini tidak terbuka sehingga menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan
menjadi kista.Cairan yang mengisi kista sebagian besar berupa darah yang keluar
akibatdari perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium. Pada
beberapa kasus, kista dapat pula diisi oleh jaringan abnormal tubuh seperti
rambut dan gigi.Kista jenis ini disebut dengan Kista Dermoid

Pada pertengahan siklus. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit. ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff.4.5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Pathway Dan Patofisiologi Setiap hari.8 cm akan melepaskan oosit mature. Namun bila terjadi fertilisasi. Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan. korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. yang pada saat matang memiliki struktur 1. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang- . folikel dominan dengan diameter lebih dari 2. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum.

Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. endodermal. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional. Pasien dalam terapi infertilitas. termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel tumor dari germ sel primordial. keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial. induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate. penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untuk mengetahui gejala mana yang serius. Gejala-gejala berikut mungkin muncul bila anda mempunyai kista ovarium : . termasuk FSH dan HCG.Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik. ektodermal. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin. radang panggul. Tanda Dan Gejala Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala. kadang disebut kista theca-lutein. Meski demikian. Sejauh ini. seperti terlihat dalam sonogram. atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik. HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. terutama bila disertai dengan pemberian HCG Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes. 5. dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari. dan mesodermal. kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium. ovarium biasanya terdiri folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. Pada sindroma ovari pilokistik.

Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera: 1) Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba 2) Nyeri bersamaan dengan demam 3) Rasa ingin muntah 6. menghisap cairan dari kista atau mengambil bahan percontoh untuk biopsi 3) Hitung darah lengkap Penurunan Hb dapat menunjukkan anemia kronis. ingin muntah. . alat peraba (transducer) digunakan untuk mengirim dan menerima gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) yang menembus bagian panggul. 5) Nyeri sanggama 6) Mual. kembung 2) Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil) 3) Haid tidak teratur 4) Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha. Kista berisi cairan cenderung lebih jinak. Penatalaksanaan Pemastian diagnosis untuk kista ovarium dapat dilakukan dengan pemeriksaan: 1) Ultrasonografi (USG) Tindakan ini tidak menyakitkan. berat. membantu mengenali lokasinya dan menentukan apakah isi kista cairan atau padat. 2) Laparoskopi Dengan laparoskopi (alat teropong ringan dan tipis dimasukkan melalui pembedahan kecil di bawah pusar) dokter dapat melihat ovarium. kista berisi material padat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. dan menampilkan gambaran rahim dan ovarium di layar monitor. atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil. Gambaran ini dapat dicetak dan dianalisis oleh dokter untuk memastikan keberadaan kista. 1) Perut terasa penuh.

Fase-fase penyembuhan luka antara lain : 1) Fase Pada fase ini Leukosit mencerna bakteri dan jaringan rusak terbentuk fibrin yang menumpuk mengisi luka dari benang fibrin. Penatalaksanaan Medis Pengobatan kiste ovarii yang besar biasanya adalah pengangkatan melalui tindakan bedah. Lapisan dari sel epitel bermigrasi lewat luka dan membantu menutupi luka. komplikasi ini dapat dicegah dengan pemakaian gurita abdomen yang ketat. leukosit mulai menghilang dan ceruk mulai kolagen serabut protein putih semua lapisan sel epitel bergenerasi dalam satu minggu. 2) Fase II Berlangsung 3 sampai 14 hari setelah bedah. Jika ukuran lebar kiste kurang dari 5 cm dan tampak terisi oleh cairan atau fisiologis pada pasien muda yang sehat. Perawatan paska operatif setelah pembedahan serupa dengan perawatan pembedahan abdomen. Proses Penyembuhan Luka Tanpa memandang bentuk. jaringan ikat kemerahan karena banyak pembuluh darah. hal ini menekan pembuluh darah baru dan arus darah menurun.7. jadi jahitan diangkat pada fase ini. tergantung pada tempat dan liasanya bedah. Penurukan tekanan intraabdomen yang diakibatkan oleh pengangkatan kiste yang besar biasanya mengarah pada distensi abdomen yang berat. 8. kontrasepsi oral dapat digunakan untuk menekan aktivitas ovarium dan menghilangkan kiste. proses penyembuhan luka adalah sama dengan yang lainnya. Perbedaan terjadi menurut waktu pada tiap-tiap fase penyembuhan dan waktu granulasi jaringan. 3) Fase III Kolagen terus bertumpuk. Tumpukan kolagen akan menunjang luka dengan baik dalam 6-7 hari. kekuatan luka rendah tapi luka dijahit akan menahan jahitan dengan baik. Luka sekarang terlihat seperti berwarna merah jambu .

lebih baik segera melakukan pemeriksaan lengkap atas kemungkinan terjadinya kanker ovarium. jenis kelamin. Faktor resiko lain yang dicurigai adalah penggunaan kontrasepsi oral terutama yang berfungsi menekan terjadinya ovulasi. 10. pendidikan. serta data penanggung jawab 2) Keluhan klien saat masuk rumah sakit Biasanya klien merasa nyeri pada daerah perut dan terasa ada massa di daerah abdomen. Riwayat kesehatan sekaran . terjadi pada minggu ke dua hingga enam post operasi. agama dan alamat. Maka dari itu bila seorang wanita usia subur menggunakan metode konstrasepsi ini dan kemudian mengalami keluhan pada siklus menstruasi. pekerjaan. Mekanisme terjadinya kanker masih belum jelas namun dianjurkan pada wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kanker ovarium. yang luas. Komplikasi Beberapa ahli mencurigai kista ovarium bertanggung jawab atas terjadinya kanker ovarium pada wanita diatas 40 tahun. menstruasi yang tidak berhenti-henti. pasien harus menjaga agar tak menggunakan otot yang terkena. umur. 3) Riwayat Kesehatan a. pasien akan mengeluh. 9. Bila luka dekat persendian akan terjadi kontraktur karena penciutan luka dan akan terjadi ceruk yang berlapis putih. gatal disekitar luka. Pengakajian Keperawatan 1) Identitas klien Meliputi nama. 4) Fase IV Berlangsung beberapa bulan setelah pembedahan. pada waktu ini menciut dan menjadi tegang. walau kolagen terus menimbun.

Riwayat kesehatan keluarga Kista ovarium bukan penyakit menular/keturunan. 5) Riwayat menstruasi Klien dengan kista ovarium kadang-kadang terjadi digumenorhea dan bahkan sampai amenorhea. menstruasi yang tidak berhenti. rasa mual dan muntah. Riwayat perkawinan\ Kawin/tidak kawin ini tidak memberi pengaruh terhadap timbulnya kista ovarium. ada pembengkakan pada daerah perut. 6) Pemeriksaan Fisik Dilakukan mulai dari kepala sampai ekstremitas bawah secara sistematis. Riwayat kesehatan dahulu Sebelumnya tidak ada keluhan. d. hal ini tidak mempengaruhi untuk tumbuh/tidaknya suatu kista ovarium. d) Dada  Pernapasan  Jenis pernapasan . 4) Riwayat kehamilan dan persalinan Dengan kehamilan dan persalinan/tidak. a) Kepala  Hygiene rambut  Keadaan rambut b) Mata  Sklera : ikterik/tidak  Konjungtiva : anemis/tidak  Mata : simetris/tidak c) Leher  pembengkakan kelenjer tyroid  Tekanan vena jugolaris. b. c. Keluhan yang dirasakan klien adalah nyeri pada daerah abdomen bawah.

 Tidak ada kelemahan. f) Ekstremitas  Nyeri panggul saat beraktivitas. urinasi  Adanya konstipasi  Susah BAK 7) Data Sosial Ekonomi Kista ovarium dapat terjadi pada semua golongan masyarakat dan berbagai tingkat umur. mengingat fungsi dari ovarium tersebut sementara pada klien dengan kista ovarium yang ovariumnya diangkat maka hal ini akan mempengaruhi mental klien yang ingin hamil/punya keturunan.  Teraba massa pada abdomen. g) Eliminasi. 8) Data Spritual Klien menjalankan kegiatan keagamaannya sesuai dengan kepercayaannya. 9) Data Psikologis Ovarium merupakan bagian dari organ reproduksi wanita. dimana ovarium sebagai penghasil ovum. dan tidur karena merasa nyeri 11) Pemeriksaan Penunjang  Data laboratorium — Pemeriksaan Hb — Ultrasonografi 12) Untuk mengetahui letak batas kista. baik sebelum masa pubertas maupun sebelum menopause. .  Bunyi napas  Penarikan sela iga e) Abdomen  Nyeri tekan pada abdomen. 10) Pola kebiasaan Sehari-hari Biasanya klien dengan kista ovarium mengalami gangguan dalam aktivitas.

Deficit perawatan diri b. Resiko infeksi b/d tindakan invasif dan pembedahan c. Nyeri akut b/d agen injuri fisik b. Nyeri kronis b/d ageninjuri biologi b. Diagnosa Keperawatan 1) Preoperasi a. Cemas b/d diagnosis dan rencana pembedahan c. PK perdarahan 2) Post operasi a.d imobilitas (nyeri paska pembedahan) .11.

.

d agen Setelah dilakukan asuhan keperawatan Pain Management injuri biologi selama 3x24 jam diharapkan nyeri pasien 1. . Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau Kriteria Hasil : 6. Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau nyeri. kualitas dan faktor presipitasi NOC : 2. karakteristik. pengalaman nyeri pasien Comfort level 4. mampu menggunakan tehnik 7. Rencana Keperawatan Pre Operasi RENCANA KEPERAWATAN DIANGOSA NO KEPERAWATAN TUJUAN (NOC) INTERVENSI (NIC) DAN KOLABORASI 1. frekuensi. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk berkurang lokasi. Nyeri akut b. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan Pain Level. durasi. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui Pain control. Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri 5. Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri. 3. 12.

Berikan analgetik untuk mengurangi nyer 14. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi Tanda vital dalam rentang normal 12. Tingkatkan istirahat 16. Kurangi faktor presipitasi nyeri frekuensi dan tanda nyeri) 10. pencahayaan dan kebisingan Mampu mengenali nyeri (skala. Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi . Ajarkan tentang teknik non farmakologi 13. non Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri farmakologi dan inter personal) berkurang 11. Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti menggunakan manajemen nyeri suhu ruangan. Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi. 9. Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil 2. Kecemasan bd diagnosis Setelah dilakukan asuhan keperawatan NIC : dan pembedahan selama 3x 24 jam diharapakan cemasi Anxiety Reduction (penurunan kecemasan) terkontrol 1. intensitas. Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien NOC : 3. mencari bantuan) dukungan Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan 8. Gunakan pendekatan yang menenangkan 2. Evaluasi keefektifan kontrol nyeri 15. Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama Anxiety control prosedur Coping 4.

dan tingkat aktivitas menunjukkan persepsi berkurangnya kecemasan 12. Instruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi Barikan obat untuk mengurangi kecemasan 3. perdarahan dari suatu tempat menunjukkan perdarahan dapat Monitor vital sign diminimalkan 3. Awasi HB dan factor pembekuan 6. Hindari aspirin 5. Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan. Dengarkan dengan penuh perhatian cemas 9. Catat perubahan mental 4. tindakan Klien mampu mengidentifikasi dan prognosis mengungkapkan gejala cemas 6. Berikan vitamin tambahan dan pelunan feses . bahasa tubuh 11. mengungkapkan dan 7. Dorong keluarga untuk menemani anak Mengidentifikasi. Awasi petheciae. ekspresi wajah. Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasan Postur tubuh. takut Kriteria Hasil : 5. ketakutan. Monitor tanda-tanda perdarahan gastrointestin selama 3x24 jam diharapakan pasien 2. Berikan informasi faktual mengenai diagnosis. Identifikasi tingkat kecemasan Vital sign dalam batas normal 10. PK: Perdarahan Setelah dilakukan asuhan keperawatan 1. ekimosis. Lakukan back / neck rub menunjukkan tehnik untuk mengontol 8.

Nyeri akut b. 3. kualitas dan faktor presipitasi NOC : 2. dukungan mencari bantuan . durasi. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan Pain Level. Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri.d agen injuri Setelah dilakukan asuhan keperawatan Pain Management fisik selama 3x24 jam diharapkan nyeri pasien 1. Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri 5. karakteristik. frekuensi. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk berkurang lokasi. Evaluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau nyeri. Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau Kriteria Hasil : 6. mampu menggunakan tehnik 7. pengalaman nyeri pasien Comfort level 4. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui Pain control. Post Operasi RENCANA KEPERAWATAN DIANGOSA NO KEPERAWATAN DAN TUJUAN (NOC) INTERVENSI (NIC) KOLABORASI 1.

Gunakan sabun antimikrobia untuk cuci tangan . pencahayaan dan kebisingan Mampu mengenali nyeri (skala. Instruksikan pada pengunjung untuk mencuci tangan saat Immune Status berkunjung dan setelah berkunjung meninggalkan pasien Knowledge : Infection control 5. Pilih dan lakukan penanganan nyeri (farmakologi. Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil 2. Melaporkan bahwa nyeri berkurang 8. Kurangi faktor presipitasi nyeri frekuensi dan tanda nyeri) 10. Pertahankan teknik isolasi 3. intensitas. Batasi pengunjung bila perlu NOC : 4. Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain primer terkontrol 2. Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti dengan menggunakan manajemen nyeri suhu ruangan. Resiko infeksi b. Ajarkan tentang teknik non farmakologi 13. Evaluasi keefektifan kontrol nyeri 15. Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri 14.d Setelah dilakukan asuhan keperawatan Infection Control (Kontrol infeksi) penurunan pertahanan selama 3x 24 jam diharapakan infeksi 1. 9. Tingkatkan istirahat 16. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi Tanda vital dalam rentang normal 12. non Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri farmakologi dan inter personal) berkurang 11.

Saring pengunjung terhadap penyakit menular 6. WBC 3. Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan kperawtan 7. Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan. Pertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi 9. Monitor kerentanan terhadap infeksi 4. Monitor hitung granulosit. Gunakan baju. Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi penularan serta penatalaksanaannya. Tingktkan intake nutrisi mencegah timbulnya infeksi 12. Ganti letak IV perifer dan line central dan dressing sesuai Mendeskripsikan proses penularan dengan petunjuk umum penyakit. Berikan perawatan kuliat pada area epidema 9. Pertahankan teknik isolasi k/p 8. Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal 2. Batasi pengunjung 5. Berikan terapi antibiotik bila perlu Jumlah leukosit dalam batas normal Menunjukkan perilaku hidup sehat Infection Protection (proteksi terhadap infeksi) 1. . Partahankan teknik aspesis pada pasien yang beresiko 7.Risk control 6. kandung kencing Menunjukkan kemampuan untuk 11. factor yang mempengaruhi 10. sarung tangan sebagai alat pelindung Kriteria Hasil : 8.

Laporkan kultur positif 3. Dorong istirahat 14. Berikan kenyamanan pada pasien dengan membersihkan tubuh pasien (oral.tubuh. Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi 16. Kaji keterbatasan pasien dalam perawatan diri pembedahan) menunjukkan kebersihan diri 2. Laporkan kecurigaan infeksi 18. Instruksikan pasien untuk minum antibiotik sesuai resep 15. Ajarkan kepada pasien pentingnya menjaga kebersihan diri Kowlwdge : disease process 4.genital) NOC : 3. drainase 10. Deficit personal hyegene Setelah dilakukan asuhan keperawatan Personal hyegene managemen b. Ajarkan kepada keluarga pasien dalam menjaga kebersihan Kowledge : health Behavior pasien Kriteria Hasil : Pasien bebas dari bau . Ispeksi kondisi luka / insisi bedah 11. Dorong masukan cairan 13. Ajarkan cara menghindari infeks 17. panas. Dorong masukkan nutrisi yang cukup 12.d imobilitas (nyeri selama 3x24 jam diharapakan pasien 1.

Pasien tampak menunjukkan kebersihan Pasien nyaman .

Manuaba. American College of Obstetricians and Gynecologists ( cited 2005 September 16 ). Hanifa. kosep klinis proses-proses penyakit. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. JM. Sylvia. Ovarian Cysts. Ilmu Kebidanan. William Helm. Patofisiologi. Meidian. Nursing Intervention Classification (NIC). Arief dkk. United States of America:Mosby. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. DAFTAR PUSTAKA Price. 2005. Lowdermil. 2005. Maternity Women’s Health Care. United States of America:Mosby. Ilmu Kebidanan.com Winknjosastro. Mansjoer. 2011. (2009). . Jakarta:EGC. Jakarta: Media Aesculapus. Jakarta : EGC. (2012). 2010. Mc Closky & Bulechek. Available at http://emedicine. (2011). Kapita Selekta Kedokteran. 2011. C. Nursing Outcomes Classification (NOC). Perta. Seventh edit.