You are on page 1of 32

yuniaulia66

Rabu, 27 Mei 2015

Laporan Kasus Kebidanan tentang Asuhan


Kehamilan Pada Ibu Hamil Fisiologis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan suatu hal fisiologis yang akan dialami wanita dalam siklus
kehidupannya selama masa reproduksi, dimana seorang wanita memiliki janin yang sedang
tumbuh di rahimnya. Kehamilan pada manusia berkisar 37-42 minggu di hitung dari awal periode
menstruasi terakhir sampai melahirkan. Kehamilan merupakan suatu proses yang perlu perawatan
khusus, agar dapat berlangsung dengan baik yang mengandung kehidupan ibu maupun janin.
Angka kematian ibu dan angka kematian bayi merupakan indikator yang paling penting
untuk melakukan penilaian kemampuan suatu negara untuk menyelenggarakan pelayanan
kesehatan, khususnya dalam bidang obstetri. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
(SDKI) dan data Biro Pusat Statistik (BPS) angka kematian ibu dalam kehamilan dan persalinan
di seluruh dunia mencapai 515 ribu jiwa pertahun. Ini berarti seorang ibu meninggal hampir setiap
menit karena komplikasi kehamilan dan persalinannya. Sedangkan angka kematian bayi di
Indonesia pada tahun 2007 2-5 kali lebih tinggi mencapai 34 per 1000 kelahiran hidup atau 2 kali
lebih besar dari target WHO yaitu sebesar 15% per kelahiran hidup (Suprayitno, 2007).
Kondisi AKI Indonesia saat ini adalah 359/100.000 kelahiran hidup sesuai hasil Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia termasuk salah satu yang tertinggi di Asia.
Faktor yang di duga berpengaruh terhadap tingginya AKI menurut SDKI, Tahun 1991-2012
dalam Kemenkes 2013 adalah:

1. Kemiskinan
Menurut data bersumber BPS,pada bulan September 2012, jumlah penduduk
miskin(penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di
Indonesia mencapai 28,59 juta orang (11,66 persen). Sedangkan jumlah penduduk miskin pada
bulan Maret 2012 sebesar 29,13 juta orang ( 11,96 persen). Berdasarkan data ini berarti angka
kemiskinan berkuran 0,54juta orang (0,30 persen). Angka kematian di Indonesia memang
turun,tetapi hanya ‘sedikit’. Dengan perkataan lain, kemiskinan tetap menjadi masalah kita (sudah
menjadi kenyataan dan rahasia umum).
2. Kurangnya kualitas Pelayanan Kesehatan
Pemerintah sudah mengupayakan berbagai intervensi untuk menurunkan AKI. Pemerintah
merasa segala upaya pelayanan kesehatan yang di berikan sudah dapat dikatakan ‘cukup’ secara
kuantitas namun secara kualitas masih ada pihak-pihak yang meragukan, atau di duga kualitas
pelayanan kita masih dibawah standar. Sayangnya upaya-upaya intervensi upaya pelayanan
kesehatan tersebut belum di terukur secara kualitas,apakah kualitasnya baik, sedang, ataukah
buruk.
3. Empat terlalu dan tiga terlambat
Yang disebut empat terlalu adalah ( terlalu muda saat melahirkan atau di bawah umur 15
tahun), (terlalu tua saatmelahirkan atau di atas umur 35 tahun), (terlalu banyak anak atau sudah
punya 3 anak kandung atau lebih saat melahirkan), ( terlalu dekat jarak kelahiran atau kurang dari 2
tahun)
Yang disebut tiga terlambat adalah (terlambat dalam mengambil keputusan untuk membawa
ke fasilitas kesehatan), (terlambat mencapai fasilitas pelayanan kesehatan sehingga terlambat
mendapat pelayanan dan pertolongan yang cepat dan tepat di fasilitas pelayanan kesehatan), (
terlambat dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan persalinan).
Salah satu upaya penurunan AKI adalah melakuakan pelayanan antenatal yaitu dengan
program ANC dengan 4 kali kunjungan, yaitu satu kali pada trimester pertama, satu kali pada
trimester II, dan dua kali pada trimester III. Jika upaya penerapan ANC ini dilakukan secara teratur
, secara otomatis penurunan AKI dapat di turunkan . penyuluhan kepada ibu hamil dapat
dilakukan karena banyaknya yang tidak mengerti arti pentingnya pemeriksaan kehamilan,
terutama penyuluhan komplikasi sebagai akibat langsung yang merupakan hal patologis, salah
satunya “ Hiperemesis Gravidarum “
( Arif B EBD.S.Comp 2009 ).
.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan“Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil NY“L” G2 P1 A0 Umur
Kehamilan 34 Minggu 3 hari di Puskesmas Pangkalbalam Kota Pangkalpinang Tuhun
2014 dengan pendekatan manajemen varney dandokumentasi secara SOAP.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian data subjektif Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil NY“L”
G2 P1 A0 Umur Kehamilan 34 Minggu 3 hari di Puskesmas Pangkalbalam Kota Pangkalpinang
Tuhun 2014.
b. Mampu melakukan pengkajian data objektif Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil NY“L”
G2 P1 A0 Umur Kehamilan 34 Minggu 3 hari di Puskesmas Pangkalbalam Kota Pangkalpinang
Tuhun 2014.
c. Mampu menegakkan Analaisa data Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil NY“L” G2 P1 A0 Umur
Kehamilan 34 Minggu 3 hari di Puskesmas Pangkalbalam Kota Pangkalpinang Tuhun 2014.
d. Mampu melakukan perencanaan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil NY“L” G2 P1 A0 Umur
Kehamilan 34 Minggu 3 Hari di Puskesmas Pangkalbalam Kota Pangkalpinang Tuhun 2014.

C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa mengerti mengenai penatalaksaan pada ibu hamil, mahasiswa mampu
menganalisa keadaan pada ibu hamil, dan mengerti tindakan segera yang harus dilakukan.
2. Bagi Lahan Peraktek
Dapat menjadi bahan masukan bagilahan peraktek dalam rangka meningkatkan kualitas
pelayanan dan pelaksanan Asuhan kebidanan pada Ibu Hamil sesuai standar pelayanan.
3. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai sumber referensi, sember bacaan dan bahan pengajaran terutama yang berkaitan
dengan asuhan kebidanan pada Ibu Hamil.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. KONSEP DASAR KEHAMILAN

1. Definisi kehamilan
Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang penting dalam kehidupan seorang wanita pada
umumnya. Kehamilan juga dapat di artikan saat terjadi gangguan dan perubahan identitas serta
peran baru bagi setiap anggota keluarga. Pada awalnya ketika wanita hamil untuk pertama kalinya
terdapat periode syok, menyangkal, kebingungan, serta tidak terima apa yang terjadi. Oleh karena
itu berbagai dukungan dan bantuan sangat penting di butuhkan bagi seorang ibu untuk mendukung
selama kehamilannya (Prawiroharjo, 2009).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine mulai sejak konsepsi
sampai permulaan persalinan (Dewi, 2011).
Kehamilan merupakan proses alamiah untuk menjaga kelangsungan peradapan manusia.
Kehamilan baru bisa terjadi jika seorang wanita sudah mengalami pubertas yang ditandai dengan
terjadinya menstruasi(Mufdilah,2010).
Kehamilan merupakan proses yang alamiah. Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita
selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang
diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses
alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang terbukti
manfaatnya (Materi Asuhan Kebidanan, 2009).
Kehamilan adalah suatu proses terjadinya pertemuan antara sperma denganovum. Setelah itu
pertemuan itu akan membentuk zigot yang dalam beberapa jam mampu membela dirinya menjadi
dua dan seterusnya.(Depkes,2000)

2. Fisiologi kehamilan
Proses kehamilan dalam referensi Prawirohardjo (2009) yaitu memantapkan mata rantai yang
berkesinambungan dan terdiri dari
a. Konsepsi
Konsepsi di defenisikan sebagai pertemuan antara sperma dan sel telur yang menandai awal
kehamilan. Peristiwa ini merupakan rangkaian kejadian yang meliputi pembentukan gamet (telur
dan sperma), ovulasi (pelepasan telur), penggabungan gamet dan implantasi embrio di dalam
uterus.
1) Ovum
Ovum merupakan sel tersebar pada badan manusia. Setiap bulan satu ovum atau kadang-kadang
lebih matur, dengan sebuah penjamu mengelilingi sel pendukung. Jumlah oogonium pada wanita
pada bayi baru lahir bisa mencapai 750.000, pada umur 6-15 tahun 439.000, umur 16-25 tahun
159.000, Umur 26-35 tahun 59.00,umur 35-45 tahun sebanyak 34.000, dan pada masa menopause
akan menghilang. (Prawirihardjo,2009).
2) Sperma
Proses pembentukan spermatoza merupakan proses yang kompleks.
 Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus.
 Menjadi spermatosit pertama.
 Menjadi spermatosit kedua.
 Menjadi spermatid.
 Akhirnya spermatozoa
Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra,
hipotalamus, hipofisis dan sel interstitial leydig sehingga spermatogonium dapat mengalami
proses mitosis. Pada setiap hubungan seks ditumpahkan sekitar 3 cc sperma yang mengandung 40
sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.
Spermatozoa terdiri dari 3 bagian yaitu:
 Kepala (lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti),
 Leher (penghubung antara kepala dan ekor),
 Ekor (panjang sekitar 10 kali kepala mengandung energi sehingga dapat begerak).
Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat
mencapai tuba fallopii. Spermatozoa yang masuk kedalam alat genitalia wanita dapat hidup selama
tiga hari, sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi (Prawirohardjo, 2009).

b. Fertilisasi
Fertilisasi adalah terjadinya pertemuan dan persenyawaan antar sel mani dan sel telur.
Fertilisasi terjadi di ampula tuba. Syarat dari setiap kehamilan adalah harus ada :
spermatozoa, ovum, pembuahan ovum (konsepsi) dan nidasi hasil konsepsi. Dengan adanya
fertilisasi inti ovum segera berubah menjadi pronukleus betina, sementara spermatozoa setelah
melepaskan ekornya berubah menjadi pronukleus jantan. Kedua pronukleus ini akhirnya melebur
di tengah-tengah sitoplasma sel telur dan terjadilah zigot, sebuah sel tunggak, awal sebuah
kehidupan baru makhluk hidup.

c. Implantasi / Nidasi
Nidasi adalah peristiwa tertanamnya/bersarangnya sel telur yang telah di buahi
kedalam endometrium. Sel telur yang sudah di buahi (zigot) akan segera membelah diri
membentuk bola padat terdiri atas sel-sel anak yang lebih kecil yang di sebut blastomer. Pada hari
ke-3 bola tersebut terdiri dari 16 sel blastomer dan di sebut morula. Pada hari ke-14 di dalam bola
tersebut mulai terbentuk rongga,bangunan ini di sebut blastula.
Dua struktur penting di dalam blastula adalah:
 Lapisan luar yang di sebut trofoblas yang akan menjadi plasenta
 Embrioblas yang kelak akan menjadi janin.

3. Pertumbuhan janin
Pertumbuhan janin terdapat beberapa fase, yaitu :
a. Fase 0-4 minggu
Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm.
Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang
yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk (Kesehatan, 2009).
b. Fase 4-8 minggu
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua
organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan
(Kesehatan, 2009).
c. Fase 8-12 minggu
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya
berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang
dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim,
janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan
lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.(Kesehatan, 2009).
d. Fase 12-16 minggu
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat
ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis
dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh
kasar dan berwarna.(Kesehatan,2009).
e. Fase 16-20 minggu
Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang
gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur
dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung
indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya
mulai nampak (Kesehatan,2009).
f. Fase 20-24 minggu
Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya
mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-
pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk
tidur.(Kesehatan, 2009).
g. Fase 24-28 Minggu
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai
bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang,
baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak
jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini
merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.
(Kesehatan, 2009).
h. Fase 28-32 minggu
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun
matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya
sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia,
si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.( kesehatan, 2009).
i. fase 32-36 minggu
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi
kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernapas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus
di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang
biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa
terjadi kapan saja.
( Kesehatan, 2009).

4. Perubahan fisiologis kehamilan


Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia
externa dan interna dan payudara (mamamae). Dalam hal ini hormon somatotropin, estrogen dan
progesteron mempunyai peranan penting. Perubahan yang terdapat pada ibu hamil ialah antara lain
sebagai berikut.
1) Sistem reproduksi
a. Vagina dan vulva
Vagina dan vulva akibat hormon estrogen mengalami perubahan pula. Adanya
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan
(livide). Tanda ini disebut tanda chadwick. Warna portio pun tampak livide. Pembuluh-pembuluh
darah alat genetalia interna akan membesar. Hal ini karena oksigenasi dan nutrisi pada alat
genitalia interna akan meningkat (Prawirohardjo, 2009).
b. Serviks uteri
Serviks uteri pada kehamilan mengalami perubahan karena hormon estrogen. Serviks banyak
mengandung jaringan ikat. Jaringan ikat pada serviks ini banyak mengandung kolagen. Akibat
kadar estrogen meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi
lunak (Prawirohardjo, 2009).
c. Uterus
Uterus bertambah besar, dari alat yang beratnya 30 gram, menjadi 1000 gr, dengan ukuran
panjang 32 cm, lebar 24 cm, ukuran muka belakang 22 cm. pembesaran ini disebabkan oleh
hypertrofi dari otot-otot rahim, tetapi dalam kehamilan muda terbentuk juga sel-sel yang
baru.(Prawirihardjo, 2009).
d. Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat corpus luteum gravidatum sampai terbentuknya
plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu. Corpus luteum gravidatum berdiameter kira-kira 3
cm. corpus luteum mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron. Lambat-laun fungsi ini
diambil oleh plasenta. Diperkirakan corpus luteum adalah tempat sintesis dari relaxin dalam awal
kehamilan. Relaxin mempunyai pengaruh menenangkan hingga pertumbuhan janin menjadi baik
hingga aterm (Prawirohardjo, 2009).

2) Sistem payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI
pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon saat
kehamilan, yaitu estrogen, progesteron dan somatotropin.
Fungsi hormon mempersiapkan payudara untuk memberikan ASI dijabarkan sebagai berikut :
a. Estrogen berfungsi :
 Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara
 Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin
membesar.
 Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak, air dan garam meyebabkan rasa sakit pada
payudara.
b. Progesteron berfungsi :
 Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi.
 Menambah jumlah sel asinus.
c. Somatotropin berfungsi :
 Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasien, laktalbimun dan laktoglobulin.
 Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara.
 Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan (Prawirohardjo,2009).

3) Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus
yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mammae dan alat-alat
yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu dalam kehamilan
bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia. Volume darah
akn bertambah banyak, kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti
dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%.
4) Sistem respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa
sesak dan pendek nafas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-
usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma, sehingga diafragma kurang leluasa
bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%, seorang wanita
hamil selalu bernafas lebih dalam (Prawirohardjo, 2009)
5) Traktus urinarius
Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya kepala bayi pada hamil tua terjadi
gangguan miksi dalam bentuk sering kencing. Filtrasi pada glomerulus bertambah sekitar 69-70%.
Pada kehamilan ureter membesar untuk dapat menampung banyaknya pembentukan urine,
terutama pada ureter kanan karena peristaltik ureter terhambat karena pengaruh progesteron
(Prawirohardjo, 2009).
6) Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini
disebabkan oleh peningkatan melanophore stimulating hormone (MSH) yang dikeluarkan oleh
lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi dan hidung,
dikenal sebagai kloasma gravidarum.
7) Matabolisme
Metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin
tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI.
a. Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein.
b. Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil :
 Kalsium, 1,5 gram setiap hari, 30 sampai 40gram untuk pembentukan tulang janin.
 Fosfor, rata-rata 2 gram dalam sehari.
 Zat besi, 800 mgr atau 30 sampai 50 mgr sehari.
 Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan dapat terjadi retensi air.

5. Diagnosis kehamilan
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitukehamilan triwulan
pertama (antara 0 sampai 12 minggu), kehamilan triwulan kedua (antara 12 sampai 28 minggu)
dan kehamilan triwulan terakhir (antara 28 sampai 40 minggu). (prawirohardjo,2009).
Untuk dapat menegakan kehamilan ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa
tanda dan gejala hamil.
a. Tanda-tanda dugaan hamil
1) Amenorea (terlambat datang bulan)
a) Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel degraf dan ovulasi
b) Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan naegle dapat ditentukan perkiraan
persalinan.
2) Mual (nausea) dan muntah (emesis).
a) Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan.
b) Menimbulkan mual dan muntah terutama pagi hari yang disebutkan morning sickness.
c) Dalam batas fisiologis keadaan ini dapat diatasi.
d) Akibat mual dan muntah nafsu makan berkurang
3) Mastodinia (rasa kencang dan sakit pada payudara disebabkan payudara membesar. Faskularisasi
bertambah asinus dan duktus berpoliferasi karena pengaruh estrogen dan progesteron)
4) Quickening (persepsi gerakan janin pertama biasanya di sadari oleh wanita pada kehamilan 18-20
minggu)
5) Sering miksi.
a) Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi.
b) Pada triwulan kedua sudah menghilang.
6) Ngidam (wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu).
7) Pingsan
a) Terjadinya gangguan sirkulasi kedaerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat
dan menimbulkan sinkop atau pingsan.
b) Keadaan ini menghilang setelah umur hamil 16 minggu.
8) Konstipasi atau obstifasi. Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus menyebabkan
kesulitan untuk buang air besar.
9) Pigmentasi kulit.
a) Sekitar pipi: chloasma gravidarum.
Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi pada
kulit.
b) Dinding perut : striae livide, striae nigra, linea alba makin hitam.
c) Sekitar payudara : hiperpigmentasi areola mamae, puting susu makin menonjol, kelenjar
montgomery menonjol dan pembuluh darah menifes ekitar payudara.
10) Epulis. Hipertropi papilla ginggivae. Sering terjadi pada triwulan pertama
11) Varices atau penampakan pembuluh darah vena.
terdapat pada daerah genetalia eksterna, fossa poplitea,kaki dan betis.

b. Tanda mungkin hamil


Tanda tidak pasti kehamilan dapat ditemukan dengan jalan :
1) Perubahan pada uterus. Uterus mengalami perubahan pada ukuran , bentuk, dan konsistensi.
Uterus berubah menjadi lunak bentuknya globular. Teraba balotemen,tanda ini muncul pada
minggu ke-16-20, setelah rongga rahim mengalami obliterasi dan cairan amnion yang cukup
banyak. Balotemen adalah tanda ada benda terapung atau melayang dalam cairan.
2) Perubahan-perubahan pada serviks
 Tanda hegar yaitu segmen bawah rahim melunak, tanda hegar terdapat pada dua pertiga kasus dan
biasanya muncul pada minggu ke enam dan kesepuluh serta terlihat lebih awal pada perempuan
yang hamilnya berulang. Tanda ini sulit diketahui pada pasien gemuk atau dinding abdomen
yang tegang, (Rukiyah dkk, 2009)
 Tanda chadwicks, biasanya muncul pada minggu ke delapan dan terlihat lebih jelas pada wanita
yang hamil berulang tanda ini berupa perubahan warna. Warna pada vagina dan vulva menjadi
lebih merah dan agak kebiruan timbul karena adanya vaskularisasi pada daerah
tersebut. (Rukiyah dkk, 2009).
 Tanda piscasek, uterus membesar secara simetris
menjauhi garis tengan tubuh (setengah bagian terasa lebih keras dari yang lainnya) bagian yang
lebih besar tersebut terdapat pada tempat melekatnya (implantasi) tempat kehamilan. Sejalan
dengan berjalanbertambahnya usia kehamilan, pembesaran uterus akan menjadi lebih simetris.
Tanda piscasek, dimana uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjol
ke jurusan pembesaran tersebut (Wiknjosastro dalam Prawirohardjo, 2009)

3) Suhu basal
Suhu basal yang sesudah ovulasi tetap tinggi terus antara 37,2-37,8 derajat celcius adalah
salah satu tanda akan adanya kehamilan. Gejala ini sering di pakai dalam pemeriksaan
kemandulan.

c. Tanda pasti kehamilan


Tanda pasti kehamilan dapat ditentukan dengan jalan :
1) Gerakan janin dalam rahim
a. Terlihat/ teraba gerakan janin.
b. Teraba bagian-bagian janin
2) Denyut jantung janin
a. Didengar dengan stetokop laenec, alat kardiotokograpi,alat doppler.
b. Dilihat dengan ultrasonograf.
c. Pemeriksaan dengan alat canggih, yaitu rontgen untuk melihat kerangka janin, ultrasonografi
(prawirohardjo, 2009).
3) Tanda Braxton-Hiks
Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi. Tanda ini khas untuk uterus dalam masa hamil.
Pada keadaan uterus yang membesar tetapi tidak ada kehamilan misalnya pada mioma uteri, maka
tanda ini tidak di temukan.

6. Diagnosis Banding Kehamilan


Pembesaran perut wanita tidak selamanya suatu kehamilan sehingga perlu dilakukan diagnosis
banding diantaranya :
a. Hamil palsu (pseudocyesis) atau kehamilan spuria
dijumpai tanda dugaan hamil, tetapi dengan pemeriksaan alat canggih dan tes biologis tidak
menunjukan kehamilan.
b. Tumor kandungan atau mioma uteri
 Terdapat pembesaran rahim, tetapi tidak disertai tanda hamil.
 Bentuk pembesaran tidak merata.
 Perdarahan banyak saat menstruasi (wikipedia, indonesia)
c. Kista ovarium
 Pembesaran perut, tetapi tidak disertai tanda hamil.
 Datang bulan terus berlangsung.
 Lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan.
 Pemeriksaan tes biologis kehamilan dengan hasil negatif (wikipedia, 2009).
d. Hematometra
 Terlambat datang bulan yang dapat melampaui umur hamil
 Perut teras sakit setiap bulan.
 Terjadi tumpukan darah dalam rahim
 Tanda dan pemeriksaan hamil tidak menunjukan hasil yang positif.
 Sebab himen in perforata (Wikipedia, 2010).
e. Kandung kemih yang penuh
Dengan melakukan katetirisasi, maka pembesaran perut akan menghilang (Wikipedia, 2009).

7. Tanda Bahaya Kehamilan


Pada setiap, kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan pada ibu bagaimana cara
mengenali tanda-tanda bahaya pada kehamilan, dan menganjurkan ibu untuk datang ke klinik
dengan segera jika ia mengalami tanda-tanda bahaya tersebut. Dari beberapa pengalaman akan
lebih baik memberikan pendididkan kepada ibu da anggota keluarganya, khususnya pembuat
keputusan utama, sehingga si ibu akan di dampingi untuk mendapat asuhan. Disini ada enam
tanda-tanda bahaya selama periode antenatal (Rukiyah, 2009).
a. Perdarahan pervaginam
Pada awal kehamilan, pendarahan yang tidak normal adalah merah, perdarahan banyak atau
pendarahan dengan nyeri (berarti abortus, KET, molahidatidosa). Dan apabila pada kehamilan
lanjut, pendarahan yang tidak normal adalah merah, banyak atau sedikit, nyeri (berarti plasenta
previa dan solusio plasenta ). (Rukiyah, 2009).

b. Sakit kepala yang hebat


Sakit kepala yang menunjukan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat, yang
menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang, dengan sakit kepala yang hebat dan
disertai dengan penglihatan yang kabur itu merupakan tanda dan gejala dari preeklamsi (Rukiyah,
2009).
c. Pandangan kabur
Masalah visual yang mengindifikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan
visual mendadak, misalnya pandangan kabur atau berbayang (Rukiyah, 2009).
d. Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri yang hebat dan menetap serta tidak dapat hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti
appendicitis, kehamilan ektopik, abortus, penyakit radang panggul, persalinan preterm, gastritis,
penyakit kantong empedu, abrupsi plasenta, infeksi saluran kemih, atau infeksi lain (Rukiyah,
2009).
e. Bengkak pada muka atau tangan
Menunjukan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan. Tidak hilang setelah
beristirahat dan di sertai dengan keluhan fisik lain. Hal ini merupakan pertanda anemia, gagal
jantung, tau preeklamsia (Rukiyah,2009).
f. Bayi tidak bergerak seperti biasanya
Ibu dapt mulai merasakan gerakan janinnya pada bulan ke 5 atau ke 6. Beberapa ibu dapat
merasakan gerakan bayinya lebih awal, jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi harus
bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu
berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik (Rukiyah, 2009).

8. Pengawasan Antenatal
Pengawasan antenatal memberikan manfaat dengan ditemukannya barbagai kelainan yang
menyertai hamil secara dini, sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah
dalam pertolongan persalinannya. Diketahui bahwa janindalam rahim ibunya adalah satu kesatuan
yang saling mempengaruhi, sehingga kesehatan ibu yang optimal akan meningkatkan kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan janin (Wordpress, 2009). Adapun tujuan dari pengawasan
antenatal antara lain :
a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan janin.
c. Mengenali secara dini ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama kehamilan,
termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
d. Mempersiapkan persiapan persalinan yang cukup bulan melahirkan dengan selamat ibu maupun
janinnya dengan trauma seminimal mungkin.
e. Mempersiapkan ibu agar nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh
kembang secara normal.

9. Perhitungan Tapsiran Persalinan


a. Metode 1 : metode kalender (untuk HPHT)
Hari pertama haid terakhir (HPHT) untuk tanggal ditambahkan 7 hari. Untuk bulan dikurangi
3 bulan dan untuk tahun ditambahkan 1 tahun. Misalnya, HPHT tanggal 12 april 1980, maka untuk
hari 12 + 7 = 19 jadi tanggal 19, untuk bulan April : 4 – 3 = 1 jadi bulan januari, untuk tahun
ditambah 1 tahun 1980 + 1 = 1981 jadi tahun 1981. Jadi HPHT nya adalah 19 januari 1981 (Admin,
2009).
b. Metode II : metode bulan
Bila ibu hamil mempunyai siklus haid 28 hari ( 4 minggu), bayi akan lahir tepat 40 minggu
atau setelah 10 bulan purnama, bila HPHTnya pada waktu bulan purnama (Admin,2009).
c. Metode III : metode roda kehamilan
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan “roda kehamilan” atau restrogram (bila ada)
(Admin, 2009).
d. Metode IV : untuk umur kehamilan
Hitung berapa bul sudah berlalu sejak HPHT sampai saat pertama kali memeriksakan
kehamilan, misalnya HPHT pada tanggal 6 April dan ibu memeriksakan diri pada tanggal 12 juni,
maka kehamilannya pada waktu itu telah berumur 2 bulan lebih sedikit. Umur kehamilan
diperhitungkan dan di bandingkan dengan ukuran uterus, untuk melihat apakah janin tumbuh
semakin besar pada saat kunjungan ulang (Admin, 2009).

10. Standar pengawasan antenatal


Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Oleh
karena itu setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya 4 kali kunjungan selama
periodeantenatal (Saifudin, 2009).
a. Kebijakan program
Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan.
1) 1 kali pada triwulan pertama
2) 1 kali pada triwulan kedua
3) 2 kali pada trwulan ketiga (saifudin, 2009).
b. Pelayanan atau asuhan standar minimal “10 T” :
1) Timbang berat badan dan pengukuran tinggi badan
2) Ukur tekanan darah
3) Ukur tinggi fundus uteri
4) Pemberian imunisasi tetanus toxoid
5) Pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan
6) Test terhadap penyakit menular seksual
7) Temu wicara (konseling dan pemecahan masalah)
8) Test Laboraturium
9) Tatalaksana Kasus
10) Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas)

11. Pemeriksaan Kebidanan


1) Pemeriksaan Abdomen
a) Inspeksi
Dilihat pembesaran perutnya apakah membesar dengan arah memeanjang atau melebar,
keadaan pusat, pigmentasi di linea alba/nigra, adakah striae gravidarum atau bekas operasi.
b) Palpasi
Palpasi dilakukan untuk menentukan : besarnya rahim, tuanya kehamilan menentukan
letaknya janin dalam rahim. Cara melakukan palpasi ialah menurut leopold yang terdiri dari atas
4 bagian.
 Leopold 1
Pemeriksaan leopold 1 adalah untuk menentukan tuanya kehamilan dengan mengukur tinggi
fundus uteri serta menentukan bagian apa yang terdapat didalam fundus.

 Leopold II
Pemeriksaan leopold II dilakukan untuk menentukan bagian apa yang terdapat dikiri atau kanan
ibu (ekstremitas dan punggung).
 Leopold III
Leopold III adalah untuk menentukan bagian terendah janin dan mengetahui apakah bagian
tersebut sudah masuk atau belum masuk ke dalam pintu atas panggul(konvergen,sejajar,divergen).
 Leopold IV
Leopold IV adalah untuk menentukan seberapa besar bagian terendah janin yang sudah masuk ke
dalam pintu atas panggul dengan menggunakan penjarian.
2) Pemeriksaan aogenital
Pemeriksaan ini dilakukan dengan diinfeksi dan dilihat apakah ada flour albus, varises, oedema,
tumor tau kelainan lainnya yang dapat mempengaruhi proses persalinan dan apabila ada kelainan
dari anogenital.
3) Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan urine dilakukan antara lain untuk mengetahui kadar urine protein ibu agar kadar
gula dalam urine. Klasifikasi proteinuria :
a. Negatif : urine jernih
b. Positif 1 : ada keruhan
c. Positif 2 : kekeruhan mudah dilihat dan ada endapan
d. Positif 3 : Lebih keruh dan endapan lebih jelas
e. Positif 4 : sangat keruh dan disertai endapan yang menggumpal
Untuk kadar glukosa iklasifikasikan :
a. Negatif : biru
b. Positif 1 : hijau
c. Positif 2 : kuning kehijauan
d. Positif 3 : jingga
e. Positif 4 : merah bata
Pemeriksaan darah yang dilakukan pada ibu hamil biasanya yaitu golongan darah dan pemeriksaan
hemoglobin untuk mengetahui anemia atau tidak, menurut saifudin (2010) disebut bahwa anemia
apabila pada kehamilan 1 dan 3 kadar hemoglobinnya rendah dibawah 11gr% atau <10,5gr% pada
trimester 2, hal ini dikarnakan pada bulan ke 5-6 terjadi kebutuhan peningkatan zat besi pada janin
untuk proses pertumbuhan tulang janin, selain itu juga memang dalam kehamilan terjadi proses
hemodilusi yang dapat menyebabkan Hb menjadi turun, menurut shaifudin (2010) klasifikasi Hb
ibu hamil yaitu 11gr% normal, 9-10gr% anemia ringan, 7-8gr% anemia sedang, dan <7gr% anemia
berat.

B. Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil


1. Data subjektif
Data subjektif adalah data yang di peroleh oleh klien, baik dalam bentuk pernyataan atau keluhan.
Semua data yang di tanyakan mencakup identitas klien. Keluhan yang di peroleh dari hasil
wawancara langsung kepada klien (anamnesis) atau dari keluarga dan tenaga kesehatan (allo
anamnesis).
2. Data objektif
Data objektif adalah data yang di observasi dari hasil pemeriksaan oleh bidan atau tenaga
kesehatan lainnya. Pemereriksaan yang dilakukan meliputi : pemeriksaan fisik, pemeriksaan
khusus kebidanan, pemeriksaan penunjang, laboraturium, pemeriksaan radiodiagnostik.
3. Assesment
Assesment merupakan kesimpulan dari data subjektif dan data objektif.
4. Planning
Planning adalah rencana tindakan yang akan di lakukan berdasarkan Assesment atau analisa data.

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY “L” G2 P1 A0
UMUR KEHAMILAN 34 MINGGU 3 HARI DI PUSKESMAS
PANGKALBALAM PANGKALPINANG TAHUN 2014

Tanggal Pengkajian : 18 Juni 2014


Jam : 09.30 WIB

A. DATA SUBJEKTIF
1. BIODATA
Nama Ibu : Ny L Nama Suami : Tn S
Umur : 28 tahun Umur : 35 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Melayu Suku/Bangsa : Melayu
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Ketapang Alamat : Ketapang

2. ALASAN DATANG
Ibu mengatakan ingin melakukan pemeriksaan kehamilan dengan usia kehamilan delapan bulan
setengah dan tidak ada keluhan.

3. DATA KEBIDANAN
a. Haid
Menarche : 12 tahun Sifat : encer
Siklus : 28 hari Warna : merah
Lama : 7 hari Disminore :ya Jumlah : 3x /hari ganti
pembalut
B. Riwayat perkawinan
Kawin : Pertama
Usia saat kawin : 22 tahun
Lama perkawinan : 6 tahun
C. Riwayat Kehamilan,Persalinan,Nifas yang lalu :G2 P1 A0

No Usia Jenis Ditolong Penyulit Tahun Nifas/laktasi Anak


kehamilan persalinan oleh persalinan Jenis BB PB Ket
kelamin
1 39mgg Normal Bidan Tdk ada 2009 normal ♀ 3000gr 50cm

2 Kehamilan
Ini

D. Riwayat Kehamilan Sekarang


GPA : G2 P1 A0
HPHT : 20 Oktober 2013
TP : 27 Juli 2014
Usia kehamilan : 34 minggu 3 hari
ANC : 6x di
Puskemas Pangkalbalam
TT : Status TT5
Keluhan / kelainan selama kehamilan : Tidak ada

4. DATA KESEHATAN
1. Riwayat penyakit yang pernah diderita : Tidak ada
2. Riwayat oprasi yang perna diderita : Tidak ada
3. Riwayat penyakir keluarga : Tidak ada
4. Riwayat KB
Pernah mendengar tentang KB : Ya
Pernah menjadi aseptor KB : Ya
Jenis KB : Suntik KB
Alasan berhenti :Ingin punya anak lagi
Jumlah anak yang dinginkan : 2 orang

5. DATA KEBIASAAN SEHARI-HARI


a. Nutrisi
Pola makan : 3x/ hari Jenis:nasi,sayur, lauk pauk
Porsi : sedang
Pola minum : 8-10 gelas
Keluhan : Tidak ada
Pantangan : Tidak ada

b. Eliminasi
BAB :1x/hari
BAK : 6x/hari

c. Istitahat dan tidur


Tidur siang : 30 menit
Tidur malam : 8 jam/ hari

d. Personal hygine
Gosok gigi : 2x/ hari
Mandi : 2x/ hari
Ganti pakaian dalam : 2x/ hari

B. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : Composmentis
Keadaan umum : Baik
Tekanan darah : 110/80 mmHg
RR : 22x/menit
Nadi : 80x/menit
Suhu : 37oC
BB sebelum hamil : 52 kg
BB sekarang : 63 kg
Tinggi badan : 155 cm
LILA : 25 cm

2. Pemeriksaan kebidanan
a. Inspeksi
Kepala : Simetris, tidak ada benjolan
Rambut : Hitam, lebat, tidak rontok,
tidak ada ketombe
Mata
Konjungtiva : Merah muda
Sklera : Putih
Hidung : Tidak ada polip
Mulut
Caries : Tidak ada
Stomatitis : Tidak ada
: Tidak ada pembengkakan pada kelenjar tiroid dan vena jugolaris
Payudara : Tampak simetris
Bentuk/Ukuran : Simetris
Areola mamae : Kehitaman
Puting susu : Menonjol
Colostrum : ada
Abdomen
Pembesaran : Sesuai dengan usia kehamilan
Strie livida : Tidak ada
Strie albicans : Tidak ada
Linia nigra : Ada
ia eksterna :Tidak ada varises, tidak ada pembengkakan dan infeksi kelenjar bartolini
Ekstermitas bawah
Oedem : Tidak ada
Varices : Tidak ada

b. Palpasi
pold I : TFU 31cm , pada bagian fundus teraba lunak,tidak melenting, susah di goyangkan
(bokong)
pold II : bagian kanan perut ibu : teraba bagian-bagian kecil janin (ekstremitas),bagian kiri perut ibu :
teraba bagian keras,panjang, datar (punggung)
pold III : teraba bagian keras,bulat, dan melenting (kepala)
pold IV : persentasi kepala, kepala masih bisa digoyangkan (konvergen) atau belum masuk masuk PAP
TBJ : ( TFU-12)X155
(31-12)X155 = 2945 gram

c. Auskultasi
DJJ : 140x/ menit
Frekuensi : Teratur
: Kuadran kiri bawah perut (punktum maksium)
Perkusi
Reflek patela : +/+
Pemeriksaan penunjang
Darah
HB : 11gr/dl
Urine
Protein : Tidak dilakukan
Reduksi : Tidak dilakukan
Pemeriksaan panggul : Tidak dilakukan

E. ASSAESMENT
Diagnosa : Ny L G2 P1 A0 Usia Kehamilan 34 minggu 3 hari
Masalah : Tidak ada masalah
han : KIE tentang kebutuhan pada kehamilan pada trimester akhir.

F. PLANNING
1. Beri tahu ibu mengenai semua hasil pemeriksaan.
- Memberi tahu ibu mengenai hasil semua hasil pemeriksaan
- Ibu mengerti atas apa yang telah disampaikan oleh bidan.
2. Beri tahu ibu tentang tanda-tanda persalinan
- Memberitahu kepada ibu tentang tanda-tanda persalinan, diantaranya : nyeri melingkar dari
punggung menjalar ke perut
bagian depan, kenceng-kenceng atau perut mulas secara teratur,sering dan lama, keluarnya lendir
bercampur darahdari jalan lahir,keluarnya air ketuban dari jalan lahir.
- Ibu sudah mengetahui tentang tanda-tanda persalinan.
3. Beritahu ibu tentang persiapan persalinan
- Menjelaskan dan memberitahukan perlengkapan apa saja yang harus di persiapkan, seperti :
tempat bersalin, alat transportasi, biaya yang di butuhkan, menyiapkan donor darah, perlengkapan
bayi, memberitahu keluarga terutama suami agar mendampingi ibu pada saat proses persalinan,
obat obatan, serta surat-surat jika terjadi rujukan
- Ibu bersedia untuk mempersiapkan persiapan persalinan.
4. Anjurkan ibu untuk jalan-jalan di pagi hari
- Menganjurkan ibu untuk jalan-jalan di pagi hari karena banyak manfaat nya pada saat proses
persalinan seperti memperkuat otot menjelang persalinan, membuat bumil lebih bugar,mengurangi
stress fisik dan mental, serta membantu penurunan kepala janin.
- Ibu mengerti dan akan melakukannya.
5. Beritahu ibu tantang tanda-tanda bahaya pada kehamilan trimester 3
- Memberitahu ibu tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan trimester 3 yaitu perdarahan
pervaginam, sakit kepala yang hebat,penglihatan kabur, bengkak diwajah dan di jari tangan,
keluarcairan pervaginam,gerakan janin tidak terasa, nyeri perut yang hebat.
- Ibu sudah mengetahui tentang tanda-tanda bahaya trimester 3.
6. Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ibu ada keluhan dan indikasi
- Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ada keluhan dan indikasi
- Ibu bersedia untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ada keluhan dan indikasi.
7. Tanyakan kepada ibu dan keluarga tentang apa yang belum di mengerti
- Menanyakan kepada ibu tentang apa yang belum di mengerti dengan penjelasan bidan
- Ibu sudah mengerti dan tidak ada yang ingin di tanyakan

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada langkah ini penulis dapat mengkaji data pada ibu hamil normal G2P1Ao hamil 34
minggu 3 hari. Hal ini sesuai dengan teori yang ada didasari dengan;

a. data subjektif
yaitu ibu mengaku ini kehamilan yang kedua, pernah satu kali melahirkan, belum pernah
keguguran, ibu mengatakan hari pertama haid terakhir tanggal 20 Oktober 2013, ibu datang ke
bidan mengatakan ingin melakukan kunjungan ulang dan tidak ada keluhan. HPHT ibu pada
tanggal 20 Oktober 2013 dan taksiran persalinan pada tanggal 27 juli 2014.
Hal ini berdasarka rumus Naegele yaitu Bulan di kurang 3, Tahun di tambah 1, Tanggal di tambah
7.
(1 bulan =30 hari)

b. data objektif
Pada data objektif didapatkan dari perut membesar sesuai dengan usia kehamilan. Pada saat
dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen Leopold I :TFU 31cm, teraba lunak, tidak melenting,
susah di goyangkan (bokong)
Leopold II : - bagian kanan perut ibu : teraba bagian-bagian kecil janin (ekstremitas)-bagian kiri
perut ibu : teraba bagian keras,panjang, datar (punggung).
Leopold III : teraba bagian keras,bulat, dan melenting (kepala). Leopold IV : persentasi kepala,
kepala masih bisa di goyangkan (konvergen) atau belum masuk PAP.

Rumus menghitung berat janin dalam uterus atau rumus Lohnson adalah:
Berat janin=(tinggi fundus uteri-12) x 155 gram (jika kepala belum masuk PAP)
Berat janin=(tinggi fundus uteri-11) x 155 gram (jika kepala sudah masuk PAP)
Sesuai rumus Lohnson di dapatkan hasil penghitungan sebagai berikut:
TBJ: ( TFU-12)X155 gram
(31-12)X155 = 2945 gram
Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Auskultasi : DJJ: 140x/ menit. Frekuensi: Teratur
Lokasi : Kuadran kiri bawah perut (punktum maksium)
Menurut Prawiroharjo (2005) DJJ adalah frekuensi denyut rata-rata wanita tidak sedang
bersalin,atau di ukur diantara dua kontaksi. Rentang normal adalah 120 sampai 160 denyut/menit.
Keadaan umum : Baik, Kesadaran : Composmetis, TD : 110/80 mmHg,menurut Prawirohardjo
(2005) perlu diukur untuk mengetahui perbandingan nilai dasar selama masa kehamilan, tekanan
darah yang perlu untuk memperetahankan fungsi plasenta. Tetapi tekanan darah sistolik 140mmHg
atau diastolic 90mmHg pada awal kehamilan dapat mengindikasi hipertensi Nadi : 80 x/mnt,
RR : 22 x/mnt, Suhu : 37 oC BB sebelum hamil :52 kg, BB sekarang : 63 kg TB : 155
cm serta pemeriksaan HB ibu 11 gr/dl.
Menurut Prawirohardjo (2005) pertumbuhan berat badan yang ada pada ibu hamil yaitu
berdasarkan masa tubuh (BMI : body massa index ) dimana metode ini untuk menentukan
pertumbuhan berat badan yang optimal selama masa kehamilan, karena merupakan hal yang
penting untuk mengetahui BMI wanita hamil. Total pertumbuhan berat badan pada kehamialan
yang normal adalah 6,5-16,5 kg, adapun tinggi badan menetukan ukuran panggul ibu, ukuran
normal tinggi badan yang baik untuk ibu hamil antara lain yaitu < 145 cm, pemberian imunisasi
TT lengkap, pemberian imunisasi TT pada kehamilan, diberikan tiga kali yaitu satu pada
kunjungan ANC pertama dan diberikan TT1 kemudian TT2 diberikan 4 minggu setelah TT1.
Menurut Depkes RI, (2011).
Pada pemeriksaan laboraturium didapatkan Hb11gram %, Ibu hamil dikatakan anemia jika
hemoglobin darahnya kurang dari 11gr%. Bahaya anemia pada ibu hamil tidak saja
berpengaruh terhadap keselamatan dirinya, tetapi juga pada janin yang dikandungnya (Wibisono,
Hermawan, dkk, 2009 : 101). Pada awal kehamilan dapat mengindikasi anemi. Berdasarkan teori
diatas dan apa yang terjadi dilapangan tidak terdapat kesenjangan dan ibu hamil Ny.L tidak
mengalami anemia
c. Analisa data
Dari pengkajian data subjektif dan objektif diatas dapat ditegakkan bahwa NyL G2P1Ao hamil
34 minggu 3 hari.
d. Penatalaksanan
Penatalaksanaan yang diberikan penulis adalah Memberitahu ibu mengenai semua hasil
pemeriksaan yaitu keadan ibu baik-baik saja. Memberitahu kepada ibu tentang tanda-tanda
persalinan, diantaranya : nyeri melingkar dari punggung menjalar ke perut bagian depan, kenceng-
kenceng atau perut mulas secara teratur,sering dan lama, keluarnya lendir bercampur darahdari
jalan lahir,keluarnya air ketuban dari jalan lahir. Menjelaskan dan memberitahukan perlengkapan
apa saja yang harus di persiapkan, seperti : tempat bersalin, alat transportasi, biaya yang di
butuhkan, menyiapkan donor darah, perlengkapan bayi, memberitahu keluarga terutama suami
agar mendampingi ibu pada saat proses persalinan, obat obatan, serta surat-surat jika terjadi
rujukan.Menganjurkan ibu untuk jalan-jalan di pagi hari karena banyak manfaat nya pada saat
proses persalinan seperti memperkuat otot menjelang persalinan, membuat bumil lebih
bugar,mengurangi stress fisik dan mental, serta membantu penurunan kepala janin. Memberitahu
ibu tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan trimester 3 yaitu perdarahan pervaginam, sakit
kepala yang hebat,penglihatan kabur, bengkak diwajah dan di jari tangan, keluarcairan
pervaginam,gerakan janin tidak terasa, nyeri perut yang hebat. Menanyakan kepada ibu tentang
apa yang belum di mengerti dengan penjelasan bidan.Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1
minggu lagi atau jika ada keluhan dan indikasi.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari pengkajian data mengenai asuhan kebidanan pada
ibu hamil yaitu:
1. Berdasarkan data subjektif NY” L” datang ke puskesmas pangkalbalam untuk melakukan
pemeriksaan kehamilan dengan usia kehamilan delapan bulan setengah dan tidak ada keluhan.
2. Berdasarkan data objektif serta semua hasil pemeriksaan yang telah dilakukan keadaan
umum NY” L” dalam batas normal.
3. Berdasarkan data subjektif dan data objektif dapat dirumuskan diagnosa NY” L” G2 P1 A0 Umur
Kehamilan 34 Minggu 3 Hari.
4. Dari analisa data tersebut dapat melaksanakan perencanan asuhan kebidanan yang sesuai dengan
manajemen pelayanan kebidanan mengenai pada NY” L” G2 P1 A0 Umur Kehamilan 34 Minggu
3 Hari

B. Saran
1. Bagi Mahasiswa
Diharapkan mahasiswa dapat mengerti mengenai penatalaksanan pada Ibu Hamil dan mahasiswa
mampu menganalisa keadaan pada ibu hamil dan mengerti tindakan segera yang harus dilakukan.
2. Bagi Lahan Praktek
Diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi lahan peraktek dalam rangka meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan dan pelaksanan Asuhan kebidanan pada Ibu Hamil sesuai standar
pelayanan.

3. Bagi Institusi Pendidikan


Diharapkan dapat bermanfaat dan bisa dijadiakn sebagaii sumber referensi, sumber bahan bacaan
dan bahan pengajaran terutama yang berkaitan dengan asuhan kebidanan pada Ibu Hamil.

DAFTAR PUSTAKA

Kusyati,Tati,2012,Menjawab Pertanyaan Dalam Praktik Klinik Kebidanan (PKK) dan persiapan


ujian akhir program (UAP) serta uji kopetensi bidan.Jakarta CV.transinfomedia
Maritalia,Dewi,dkk,2012,Biologi Reproduksi.Yogyakarta:Pustaka Pelajar Celeban Timur UH
III/548
Prawirohardjo, Sarwono, 2010, Ilmu Kebidanan Sarwono Wirohardjo. Jakarta:PT Bina Pustaka
SarwonoWirihardjo
Romauli,Suryati,2011,Buku Ajar Askeb I: Konsep Dasar Kehamilan. Yogyakarta:Nuha Medika

Diposting oleh Yuni Aulia di 01.00


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:


Posting Komentar
Posting LamaBeranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Yuni Aulia
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

 ▼ 2015 (2)
o ▼ Mei (2)
 Laporan
Kasus
Kebidanan
tentang
Asuhan
Kehamilan P...

 Laporan
kasus
kebidanan
tentang nifas

Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumlah kasus kematian Bayi turun dari 33.278 di tahun 2015 menjadi 32.007 pada tahun
2016, dan di tahun 2017 di semester I sebanyak 10.294 kasus. Demikian pula dengan angka
kematian Ibu turun dari 4.999 tahun 2015 menjadi 4912 di tahun 2016 dan di tahun 2017
(semester I) sebanyak 1712 kasus

Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara berkembang.
Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu
289.000 jiwa. Beberapa negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Saharan 179.000 jiwa, Asia
Selatan 69.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa. Angka kematian ibu di negara-negara Asia Tenggara
yaitu Indonesia 190 per 100.000 kelahiran hidup, Vietnam 49 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand 26
per 100.000 kelahiran hidup, Brunei 27 per 100.000 kelahiran hidup, dan Malaysia 29 per 100.000
kelahiran hidup (WHO, 2014). Berdasarkan data tersebut, AKI di Indonesia masih tinggi dibandingkan
dengan negara ASEAN lainnya. Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, AKI di
Indonesia menurun dari 307/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002 menjadi 228/100.000 kelahiran
hidup pada tahun 2007. Sedangkan target yang diharapkan berdasarkan Melenium Development Goals
(MDGs) pada tahun 2015 yaitu 102/100.000 kelahiran 2 hidup. Hal ini berarti bahwa AKI di Indonesia
jauh di atas target yang ditetapkan WHO atau hampir dua kali lebih besar dari target WHO (Kementerian
Kesehatan, 2011). Hal ini dapat terjadi karena adanya kelompok kehamilan berisiko. Kelompok
kehamilan risiko tinggi di Indonesia pada tahun 2007 sekitar 34%. Kategori dengan risiko tinggi tunggal
mencapai 22,4%, dengan rincian umur ibu 34 tahun sebesar 3,8%, jarak kelahiran < 24 bulan sebesar
5,2%, dan jumlah anak yang terlalu banyak (>3 orang) sebesar 9,4% (BKKBN, 2008).

Angka Kematian Bayi adalah jumlah penduduk yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang
dinyatakan dalam 1.000 Kelahiran Hidup (KH) pada tahun yang sama. Usia bayi merupakan kondisi yang
rentan baik terhadap kesakitan maupun kematian. Pada tahun 2016 jumlah kematian bayi yang terjadi
di kota Samarinda sebanyak 33 dari 17.416 Kelahiran Hidup, sehingga didapatkan Angka Kematian Bayi
(AKB) sebesar 2 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun jika dibandingan Angka Kematian Bayi
tahun 2015, yakni sebesar 3 per 1.000 Kelahiran Hidup. Penurunan Angka Kematian Bayi ini dapat
menggambarkan keberhasilan program yang didukung mekanisme yang memadai dan efektif mencapai
lapisan terbawah.

Angka Kematian Ibu (AKI) di kota Samarinda dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 cenderung
fluktuatif, setelah mengalami peningkatan pada tahun 2015, yaitu 76 per 100.000 Kelahiran Hidup, di
tahun 2016 menunjukkan penurunan yang signifikan yakni 40 per 100.000 kelahiran hidup

pada 2016 sebanyak 804 dan pada 2017 sebanyak 1003. Sedangkan ibu hamil anemia 2016
sebanyak 997 dan pada 2017 sebanyak 1132 orang.

Dan kasus asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2016 terdapat
sebanyak 148 bayi asfiksia dari 1.619 bayi baru lahir dan 3 bulan terakhir terdapat 33 kassu asfiksia dari
563 bayi baru lahir(Rekam Medik RSUD Abdul Wahab Sjahranie).

HEADLINE

Hamil 5 Bulan Belum Terasa Gerakan Janin Normal atau Tidak?


10:25:53 pm

Tuesday 31st, July 2018 /


 HOME

 PRA HAMIL

 GAYA HIDUP

 MASALAH KEHAMILAN

 BAYI

 BUAH SEHAT

 MAKANAN BERBAHAYA

 MAKANAN SEHAT

1. Sering Terjadi Kontraksi Palsu

Seiring pertumbuhan janin dalam perut ibu yang mulai mendapatkan asupan nutrisi, selain
tubuhnya yang kini mulai tumbuh sempurna, gerakannya pun juga akan terasa lebih
jelas. Sensasi ini sering disertai dengan membuat tubuh terasa tidak nyaman, salah satunya yang
mungkin akan sering dirasakan ialah kontraksi Braxton Hicks atau lebih sering disebut dengan
kontraksi palsu.

Kontraksi ini berbeda dengan kontraksi yang dirasakan sebelum melahirkan, biasanya kontraksi
dirasakan lebih ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Jika calon ibu sering merasakan
kontraksi ringan ini mungkin memang akan meninggalkan rasa was – was dan sedikit sesak di
perut. Namun tidak perlu terlalu dikhawatirkan secara berlebihan karena kontraksi ini biasanya
akan hilang sendirinya. Dan kondisi ini akan lebih sering terjadi jika calon ibu melakukan
aktifittas yang cukup melelahkan baik di siang atau pun malam hari. Untuk itu cukup istirahat

Sakit punggung

Perut yang mulai semakin membesar karena pertumbuhan janin dalam rahim bisa membuat
postur tubuh calon ibu berubah. Dan hormon relaxin atau hormon kehamilan akan membuat
tulang panggul sedikit merenggang, hal ini terjadi untuk mengantisipasi kelahiran dan membuka
jalan lahir nantinya. Namun hal ini bisa saja memberikan efek negatif pada bagian tubuh yang
lain terutama bagian punggung. Selain itu beban tubuh di bagian depan yang bertambah juga
membuat punggung harus menjadi tumpuan berat yang memperparah kondisi sakit tersebut.

3. Sesak napas

Dalam trimester ketiga ini janin di dalam rahim akan tumbuh dengan pesat, setiap bagian dair
organnya akan tumbuh dan matang agar ketika tiba waktunya untuk lahir maka bayi akan siap
dilahirkan. Dan karena perkembangannya ini, satu keluhan yang mungkin akan sering dirasakan
ialah mudah sesak napas. Hal ini terjadi karena janin yang tumbuh akan menyita seluruh ruang di
perut sang ibu dan hal ini akan membuat ibu akan merasa mudah sesak napas

4. Heartburn

Kebanyakan wanita hamil akan merasakan heartburn, atau rasa panas yang terasa di bagian dada
seperti perasaan terbakar yang diakibatkan oleh asam lambung yang naik hingga ke bagian
kerongkongan. Hal ini terjadi akibat pengaruh dari hormon kehamilan, dan juga pertumbuhan
janin yang menekan rongga perut hingga membuat cairan asam naik

5. Muncul Spider veins dan juga varises

Peningkatan sirkulasi darah dalam tubuh selama kehamilan bisa menyebabkan pembuluh darah
merah baik yang berwana biru atau mreah, yang dikenal sebagai spider veins muncul di berbagai
titik di tubuh. Seperti di bagian wajah, leher dan juga lengan, selain itu pembuluh darah ini juga
akan semakin terlihat di bagian kaki, yang sering disebut varises. Hal ini memang cukup sulit
dihindari, apalagi bila ibu hamil malas bergerak. Varises terjadi ketika katup di dalam pembuluh
darah di kaki menjadi lembut atau lemah, yang memungkinkan darah mengalir ke bagian
belakang dan membentuk tonjolan yang menyakitkan. Namun kondisi ini bisa dikurangi salah
satunya dengan cara olah raga teratur dan sering mengangkat kaki ke atas. Dan perbanyak
melakukan gerakan ringan demi mengurangi rasa sakit yang timbul karena varises ini bisa saja
cukup mengganggu.

Sembelit atau Masalah Pencernaan

Hal yang sering dirasakan oleh ibu hamil di akhir trimester yang sering kali mengganggu ialah
sembelit atau susah buang air besar. hal ini terjadi lagi – lagi karena perubahan hormon di dalam
tubuh, yang berpengaruh pada fungsi usus yang menjadi lebih lambat saat mencerna makanan.
Hal ini bisa diatasi dengan perbanyak minum air putih dan juga mengkonsumsi makanan yang
kaya akan serat dan juga vitamin. Bukan cuma suplemen vitamin saja tetapi juga sayur – sayuran
organik yang sehat bagi tubuh. Dan jika masih terasa sulit buang air besar, juga bisa
menggunakan obat pencahar yang khusus untuk ibu hamil yang bisa didapat di apotek sesuai
dengan resep dokter.

7. Sering buang air kecil

Saat trimester terakhir kehamilan, biasanya janin akan mulai bergerak turun ke arah panggul
untuk mencari jalan lahir. Dan karenanya mungkin akan membuat kandung kemih terasa terasa
ada tekanan yang lebih dan hal inilah yang akan membuat ibu hamil menjadi lebih sering buang
air kecil. Tekanan ekstra ini juga bisa membuat ibu hamil ngompol tanpa sengaja, terlebih lagi
ketika tertawa, batuk atau pun bersin. Jika hal ini menimbulkan ketidaknyamanan,
pertimbangkan untuk menggunakan panty liner. Namun jika cairan yang keluar bukanlah air
seni, maka patut diwaspadai dan segera hubungi rumah sakit atau klinik terdekat untuk mendapat
perawatan lebih lanjut.

8. Edema atau kaki bengkak


Edema atau bengkak pada kaki selama kehamilan bisa saja menjadi tanda serius yang harus
diwaspadai. Karena hal ini terjadi disebabkan oleh retensi cairan di bagian bawah tubuh yang
terjadi karena ibu hamil terlalu banyak beraktifitas. Meskipun bengkak atau edema bisa saja
mereda, namun pada sebagian orang hal ini tidak bisa begitu saja hilang dengan sendirinya

Menjadi lebih Emosional

Seiring berkembangnya janin dalam tubuh, kekhawatiran tentang persalinan bisa saja muncul
dan mengganggu pikiran. Jika hal ini dibiarkan maka bisa mengganggu perkembangan emosi
janin yang dikandung, karena emosi sang ibu pun bisa dirasakan oleh sang calon bayi. Untuk itu
pertimbangkan untuk mengikuti senam kehamilan, karena selain mendapatkan latihan untuk
menjaga kehamilan. Ibu hamil juga akan dibekali wawasan yang cukup untuk menghadapi
kehamilan serta persalinan sehingga bisa lebih kuat secara emosi.

10. Insomnia

Karena pengaruh hormon yang naik turun dan kekhawatiran berlebihan akan proses kelahiran
biasanya ibu hamil menjadi sulit tidur atau insomnia. Keadaan ini tentu kurang baik untuk
kesehatan ibu dan juga janin yang dalam tahap pematangan organ tubuhnya. Sulit tidur juga
membuat emosi ibu hamil meningkat dengan signifikan dan mudah marah sehingga hal ini
kurang baik bagi janin dalam kandungannya.

11. Tekanan Darah Tinggi

Hal yang juga sering dikeluhkan saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga ialah tekanan
darah tinggi. Kondisi ini umum terjadi pada semua ibu hamil karena lagi – lagi pengaruh hormon
kehamilan. Namun kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi ini patut diwaspadai jika tekanan
darah ibu hamil lebih dari 140/90 mmHg. Karena bisa menyebabkan kondisi preeklampsia atau
keracunan kehamilan yang sangat berbahaya bagi ibu bahkan janin.

Kelebihan Berat Badan

Pertumbuhan janin dalam rahim ibu dari awal kehamilan hingga trimester ketiga tentu akan
membuat tubuh ibu berubah drastis. Salah satunya berat badan ibu yang akan meningkat secara
signifikan. Ada ibu yang pertambahan berat badannya sedikit dan ada pula yang melonjak begitu
tinggi, hal ini tentu harus diwaspadai selain menyebabkan ibu jadi kesulitan untuk bergerak dan
ber-aktifitas. Kelebihan berat badan bisa mengindikasikan bahwa ibu hamil mengalami diabetes
kehamilan. Dan hal ini bisa menyebabkan bayi lahir besar yang bisa menyulitkan untuk terjadi
kelahiran normal.

Meningkatnya Kadar Gula Darah

Di saat hamil, kecukupan nutrisi haruslah terpenuhi dengan maksimal agar tumbuh kembang
janin tidak terganggu. Namun terkadang beberapa kondisi membuat seorang ibu hamil yang
memang sudah memiliki riwayat diabetes justru membuat kadar gulanya mengalami
peningkatan. Tak lain karena makanan yang dikonsumsi yang memang berlebihan, karenanya
penting untuk selalu menjaga asupan nutrisi selama kehamilan tetap seimbang. Sebab diabetes
selama kehamilan tak hanya berbahaya untuk janin tetapi juga calon ibu.

Mulas

Mulas mungkin akan lebih sering dirasakan ketika kehamilan memasuki tahap akhir trimester.
Kondisi ini karena ukuran janin yang mulai membesar dan membutuhkan ruang yang cukup
banyak dalam rongga perut ibu. Keadaan ini harus dibedakan dengan rasa mulas akibat kontraksi
palsu ataupun kontraksi sebenarnya. Biasanya ibu hamil akan mudah mulas jika mengkonsumsi
makanan yang memiliki rasa yang kuat seperti makanan pedas.

15. Morning Sickness

Sebagian wanita hamil akan mengalami yang namanya morning sickness dan akan menghilang
seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Namun pada beberapa wanita, kondisi ini bisa
bertahan hingga kelahiran bayi. Hal ini memang dipengaruhi oleh hormon kehamilan setiap
wanita yang berbeda, sehingga bisa sangat mengganggu tahapan kehamilan yang dilalui.
Periksakan ke dokter kandungan atau bidan terdekat untuk mengkonsultasikan kondisi ini. Sebab
bila dibiarkan bia membuat ibu hamil kekurangan nutrisi yang penting dalam tahap
perkembangan janin. Informasi bayi sungsang:

16. Mudah Lelah

Kondisi perut yang mulai membesar di akhir trimester ketiga tentu memberikan beban yang
cukup berat pada tubuh. Sehingga ibu hamil akan mudah sekali lelah. Usahakan untuk selalu
beristirahat dengan cukup setiap kali ada waktu. Dan hindari untuk memakai sepatu berhak
tinggi, selain berbahaya ibu hamil tentu akan sangat mudah lelah.

Pusing

Tak hanya mudah lelah, keluhan yang sering dirasakan ibu hamil di tahap akhir kehamilannya ini
ialah mudah pusing. Hal ini dipicu karena tekanan darah yang cukup tinggi karena pengaruh
hormon kehamilan. Hal ini tidaklah berbahaya sehingga tidak perlu mengkonsumsi obat – obatan
untuk mengurangi keluhan tersebut. Lebih baik istirahat yang cukup, dan apabila sedang
berbaring jangan merubah dengan cepat karena bisa membuat kepala terasa semakin pusing.
Meminum teh herbal dengan aroma yang menyegarkan seperti chamomile maupun teh melati
bisa mengurangi sedikit pusing yang dirasakan

18. Sakit Pinggang

Beban berat disebabkan janin yang tumbuh dalam rahim juga dapat menimbulkan rasa sakit di
pinggang. Keluhan ini akan semakin meningkat seiring usia kehamilan dan biasanya akan
menghilang setelah melahirkan. Untuk mengatasinya banyak – banyak olah raga dengan
mengikuti kelas senam kehamilan misalnya. Di dalamnya setiap ibu hamil akan diajari untuk
melakukan gerakan yang bisa mengurangi rasa sakit tersebut. Atau pun bisa meminta pasangan
untuk memberikan pijatan lembut agar nyerinya berkurang.

Informasi persalinan normal dan caesar:

19. Nyeri di Payudara


Keluhan yang juga akan cukup membuat ibu hamil sedikit terganggu ada di bagian payudara.
Sebab payudara mulai menghasilkan air susu yang nantinya akan menyuplai nutrisi bagi bayi,
sehingga terkadang rasa nyeri sedikit mengganggu. Untuk mengatasinya lakukan pemijatan
sendiri dengan menggunakan handuk hangat untuk mengurangi rasa nyeri yang mengganggu dan
mempersiapkan ASI agar nantinya bisa lancar keluar segera setelah bayi lahir.

20. Stretch Mark

Satu lagi keluhan yang pastinya cukup mengganggu di trimester ketiga yaitu stretch mark atau
guratan yang terlihat di perut. Ini terjadi karena perut yang membesar selama kehamilan tentu
membuat bagian tubuh terutama kulit di sekitar perut merenggang sehingga meninggalkan bekas
yang membuat kulit tampak buruk. Sebetulnya cara mengatasinya mudah saja. Sebab ketika kulit
merenggang pasti akan terasa gatal, nah karenanya jangan menggaruknya karena dapat
menimbulkan bekas guratan yang sering disebut stretch mark. Selain itu bisa menggunakan
lotion untuk memberikan kelembaban agar tida mudah terjadi stretch mark.

Kehamilan yang telah memasuki bulan – bulan terakhir cenderung lebih butuh banyak perawatan
ekstra. Sehingga sekecil apapun keluhan ibu hamil trimester 3 yang dirasakan sebaiknya segera
hubungi dokter terdekat, sebab bila dibiarkan bisa menimbulkan masalah yang mungkin bisa
membahayakan ibu dan juga calon bayi yang dikandung.