You are on page 1of 71

DAFTAR ISI

1. BAB I
KEPRIBADIAN MASYARAKAT BERDASARKAN
PANCASILA
2. BAB II
PANCASILA DALAM BIDANG PENDIDIKAN
3. BAB III
PANCASILA SEBAGAI KEPRIBADIAN BANGSA
INDONESIA
4. BAB IV
MAKNA PANCASILA
5. BAB V
PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP
6. BAB VI
TOLERANSI BERAGAMA DAN KARAKTER BANGSA
PERSPEKTIF ARKEOLOGI
7. BAB VII
MENEGUHKAN PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT
PENDIDIKAN NASIONAL
8. DAFTAR RUJUKAN

BAB I
KEPRIBADIAN MASYARAKAT
BERDASARKAN PANCASILA

Kepribadian merupakan keseluruhan sikap, ekspresi, perasaan,
temparmen, ciri khas dan juga prilaku seseorang. Sikap perasaan
ekspresi & tempramen tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang
kalau di hadapkan kepada situasi tertentu. Setiap orang memiliki
kecenderungan prilaku yang baku/berlaku terus menerus secara
konsisten dalam menghadapai situasi yang sedang di hadapi, sehingga
jadi ciri khas pribadinya. Kepribadian sendiri meliputi beberapa unsur
yaitu pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri.
Menurut, Theodore R. Newcombe – Kepribadian adalah
organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang
terhadap perilaku. Lalu menurut, Yinger – Kepribadian adalah
keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem
kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
Sedangkan menurut, Cuber – Kepribadian adalah gabungan keseluruhan
dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang. Dan
menurut, M.A.W Bouwer – Kepribadian adalah corak tingkah laku
sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini &
sikap-sikap seseorang.
Orang-orang di negara kita pun memiliki kepribadian mereka
masing masing. Yang perlu diperhatikan lebih yaitu para penerus-
penerus bangsa. Sejak kecil mereka harus sudah diberikan pengetahuan

dasar tentang pendidikan tentang negara mereka. Karena apabila sudah
terlanjur salah pengertian atau tidak tau maka akan menjadi PR besar
untuk mereka. Lebih parahnya lagi pada zaman sekarang ini sudah
banyak generasi penerus Indonesia yang lebih mengenal budaya budaya
barat daripada budaya negara mereka sendiri. Padahal peranan para
generasi ini sangat penting sebagai pilar, penggerak dan pengawal
jalannya pembangunan nasional.
Pemuda pada era sekarang ini memiliki jaringan yang lebih luas
sehingga mudah sekali terhubung dengan para generasi-generasi yang
lainnya. Bisa melalui organisasi, sosial media dan tempat pendidikan
mereka. Namun, jarang sekali dari tempat perkumpulan mereka yang
membahas tentang nasionalisme bangsa. Oleh karena hal itu lah bayak
permasalahan yang muncul akibat memudarnya nasionalisme dan
kebangsaan.
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan
kesepakatan sebagai salah satu landasan dasar berdirinya negara
indonesia. Dan sampai saat ini pun Indonesia masih menggunakannya.
Oleh karena itu pancasila seharusnya menjadi landasan negara
yang bisa menjaga generasi-generasinya supaya memiliki rasa
ketuhanan, budi pekerti, persatuan, kemusyawaratan, dan keadilan.
Untuk menghadapi tantangan Global dunia yang terus menerus
berkembang. Globalisasi menyebabkan tidak adanya sekat antara negara
satu dengan negara yang lainnya. Kebudayaan asing dapat dengan
mudah masuk ke negara lain. Hal itu tentu memiliki dampak yang baik
dan yang buruk. Seorang warga negara tidak mengetahui kebudayaan

Sehingga mereka bisa bertahan.negara mereka sendiri tapi mereka mengerti kebudayaan negara yang lain. Tapi apabila itu tidak dipilah pilah dengan baik maka bisa merusak moral bangsa dan eksistensi kebudayaan Indonesia. Dan belajar bagaimana dunia maju bisa berkembang lebih cepat sehingga negara berkembang seperti Indonesia ini bisa belajar. memilah-milah dan menikapi dengan baik tentang budaya asing yang masuk ke Indonesia. Belajar untuk membedakan mana yang baik untuk diterima dan yang tidak. begitu juga sebaliknya. Kebudayaan asing yang masuk ke indonesia sebenarnya bisa menambah wawasan kita tentang dunia luar dan mempererat hubungan antar negara untuk menjaga perdamaian. Pengaruh-pengaruh budaya asing akan bisa dihindari kalau generasi generasi penerus Indonesia memiliki tameng melalui jiwa nasionalis berdasarkan pada nilai-nilai pancasila . Sebagai penyaring dampak yang timbul dari globalisasi untuk para generasi penerus yang masih dalam proses belajar. Dengan dasar negara yang berlandaskan Pancasila seharusnya pengaruh budaya asing bisa disaring oleh masing-masing individu generasi penerus Indonesia. ideologi bangsa dan falsafah serta pandangan hidup bangsa yang didalamnya terkandung nilai dasar. Pancasila sebagai dasar negara. Sebagai harapan bangsa untuk kedepannya. Jadi pancasila berperan sebagai penjaga eksistensi kepribadian bangsa indonesia. generasi Indonesia diharapkan memiliki jiwa patriotisme yang sudah di ajarkan mulai sejak dini. nilai instrumental dan nilai praksis.

yang mana memiliki makna yang berbeda akan tetapi tetap satu. Seperti kalimat yang sering kita dengar “Bangsa yang besar ada bangsa yang bisa menghargai jasa-jasa pahlawannya”. Pancasila juga memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. banyak ragam tapi tetap mementingkan persatuan.dan menjadikan nilai-nilai pancasila tersebut sebagai dasar dalam kehidupan kita. Sejak masa Orde Baru runtuh sampai saat ini. pancasila masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. tidak mengerti tentang tanah airnya sendiri tidak tau sabang dan merauke dan berbagai keaneka ragaman dan perbedaaan yang ada maka bisa dipastikan bahwa penerus bangsa Indonesia kita ini memiliki masalah pada kepribadian nasionalisme terhadap bangsanya. Jadi. Banyak kesalah paham pada masyarakat tentang nasionalisme itu sendiri padahal nasionalisme itu bisa menghantarkan dan menjadikan suatu bangsa tersebut menjadi bangsa yang besar. Oleh karena itu sangat penting bagi kita penerus bangsa untuk memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Apapun tantangan dan hambatannya. Nasionalisme sendiri muncul kira-kira pada tahun 1779 dan mulai dominan di Eropa tahun 1830. bangsa dan negara sendiri yang utama. Karena sejak masa itu banyak sekali tokoh-tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi contoh justru . Apabila pemuda-pemudi Indonesia tidak memiliki wawasan Nusantara. pancasila merupakan alat persatuan dari banyaknya perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Karena itu lah sangat penting pendidikan Pancasila diberikan sejak dini. Dari mereka sekolah dasar tentu sudah mendapatkan pengajaran ilmu tentang pancasila itu sendiri. Hal tersebut karena kepribadian mereka belum tertanam nilai-nilai pancasila dengan jelas. Sampai seolah-olah sudah menjadi kebiasan dan ciri khas dari bangku pemerintahan. . Sebagai bangsa yang baik seharusnya tidak boleh melanggar nilai-nilai yang ada pada pancasila. Dan mereka juga jarang. Terlebih lagi untuk para generasi penerus Indonesia. bahkan hampir tidak pernah mengamalkan pancasila dengan baik dan benar. berbangsa dan bernergara. Sehingga akan muncul terus masa jayanya generasi muda yang paham dan mengerti betul tentang fungsi pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.melakukan penyimpangan dan juga mereka melanggar nilai-nilai dari Pancasila. Pelanggaran yang sering mereka lakukan dan paling sulit untuk dihentikan yaitu masalah Korupsi. Pancasila sudah sejak dulu dibuat sebagai dasar negara dan sejak saat itu digunakan sebagai pandangan hidup dan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat. Kolusi dan Nepotisme.

Karena Pancasila merupakan sebuah dasar. BAB II PANCASILA DALAM BIDANG PENDIDIKAN Pancasila merupakan falsafah hidup dan nilai-nilai dalam Pancasila itu menjadi acuan masyarakat Indonesia. Di Indonesia kita bisa bilang bahwa perbuatan manusia yang dianggap bermoral dan memiliki etika. Kepemimpinan dalam bidang pendidikan juga memiliki peran penting dalam penyelenggaraan bidang pendidikan. jika sesuai dengan makna/isi dalam Pancasila. Atau bahkan mereka tidak tau apa itu Pancasila dan kenapa diterapkan dalam Indonesia. Pancasila merupakan parameter tolak ukur bagi masyarakat. Dalam kepemimpinan belajar pun juga harus menerapkan pada nilai-nilai Pancasila. pondasi dan landasan negara Indonesia. Dan juga memiliki karakter yang berjiwa nasionalisme yang bangga terhadap bangsa sendiri. Oleh karena itu pendidikan Pancasila sejak dini sangat penting untuk mendukung pendidikan karakter anak bangsa. Supaya ketika mereka sudah tumbuh besar mereka bisa mengerti dan berperilaku berdasarkan Pancasila. Maka sangat penting juga untuk diterapkan pada bidang pendidikan dan pembelajaran. Seluruh masyarakat baik rakyat maupun pihak pemerintahan harus paham betul terhadap nilai-nilai Pancasila. Kedudukan Pancasila sudah sangat jelas dan tegas di Indonesia. Kepemimpinan pendidikan dilakukan pada lembaga . Banyak sekali pelanggaran- pelanggaran yang terjadi di Indonesia karena mereka tidak memahami dan tidak menanamkan sila-sila Pancasila dengan benar.

nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Merupakan norma dan dasar negara Indonesia. nilai persatuan Indonesia. Nilai-nilai Pancasila juga merupakan sebagai parameter kepribadian dan berperilakunya masyarakat Indonesia. Sehinggan bisa melatih peserta didik untuk mengembangkan setiap potensi dan mereka miliki. Karena nilai-nilai Pancasila yang diterapkan seorang pemimpin dalam dirinya atau dalam sistem kepemimpinannya akan diterapkan juga kepada pasukannya. Kepemimpinan Pancasila berarti kepemimpinan yang mengacu pada nilai-nilai Pancasila. Soekarno mengemukakan bahwa sebuah bangsa harus memiliki konsep dan cita-cita yang jelas jika mereka tidak memilikinya maka bangsa tersebut bisa usang dan jika sudah begitu maka bangsa tersebut dalam bahaya. Nilai dasar terdiri atas Ketuhanan yang Maha Esa. nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan karakter inti dari bangsa Indonesia. Supaya tidak terjadi pelanggaran yang merugikan pasukannya. Seorang pemimpin yang ada dimasing-masing bidangnya harus paham betul seperti apa nilai-nilai Pancasila tersebut. Dan Pancasila merupakan konsep dan cita cita yang dibuat oleh para pejuang Indonesia secara adil dan menyeluruh untuk rakyat dan berdasarkan binneka tunggal ika. Semua perangkat perundang-undangan haruslah .pendidikan dengan tujuan supaya seluruh warga sekolah melaksanakan tugasnya dengan baik dan teratur dan juga memiliki tanggung jawab pada masing-masing tugas.

Seorang pemimpin yang berlandaskan pada Pancasila harus menerapakan nilai-nilai Pancasila didalam kepemimpinannya. karean itu mereka pasti sudah paham betul tentang nilai-nilai Pancasila. (3) Seorang yang memiliki rasa persatuan Indonesia yang tinggi tanpa membedakan seseorang berdasarkan kepentingan tertentu. Karena sebagian masyarakat menganggap Pancasila merupakan sumber masalah yang . Para lembaga negara merupakan orang yang bertugas untuk melaksanakan penjabaran nilai-nilai Pancasila menjadi nilai instrumental. dan (5) seorang yang mampu mengembangkan pembangunan nasional untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (4) seorang yang mampu mengembangkan semangat musyawarah/mufakat secara baik demi kepentigan bangsa dan negara. berbangsa.merupakan penjabaran dari nilai-nilai dasar Pancasila yang terdapat pada batang tubuh Undang-undang Dasar Negara 1954. Membuat Pancasila sebagai landasan hidup harus dimulai dari kempemimpinan yang bisa memberi contoh kepada masyarakatnya. Seorang yang ideal untuk memimpin diharapakan memenuhi kriteria : (1) Seorang yang takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. dan bernegara berdasarkan nilai- nilai Pancasila dan UUD 45. Hal tersebut merupakan sosok kriteria pemimpin bangsa. Apabila seorang pemimpin bisa membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila itu memang memberikan dampak yang baik dengan begitu masyarakat akan mengikuti dengan sukarela. (2) Seorang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan begitu pemimpin tersebut bisa membawa masyarakatnya dalam kesadaran bermasyarakat.

Sehingga banyak masyarakat yang sudah tidak mempercayai pihak-pihak yang berkuasa dan jadi pemimpin karena dianggap tidak perduli dengan masyarakat.dibuat oleh pemerintahan sendiri pada masa Orde Baru sebagai alat penindas rakyat. Maka. seorang pemimpin harus membuktikan kepada masyarakatnya. .

Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia juga mencerminkan jiwa sekaligus sebagai Pandangan Hidup bagi rakyat Indonesia. dan berkembang berabad .istiadat.abad lamanya. tumbuh. Pancasila merangkum nilai - nilai yang sama yang terkandung dalam adat . masyarakat Indonesia ditantang untuk memperkokoh jatidirinya yang sebenarnya di dalam dunia baru. Oleh karena itu. yaitu suatu Tatanan Dunia Baru. Indonesia memang sudah sejak dulu menganut nilai-nilai Budaya luhur yang telah tercipta ditengah-tengah masyarakat nenek moyang Indonesia. Pancasila digali dari budaya bangsa sendiri yang sudah ada. Untuk itu. BAB III PANCASILA SEBAGAI KEPRIBADIAN BANGSA INDONESIA Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia adalah perwujudan dari nilai-nilai budaya milik bangsa Indonesia sendiri yang di yakini kebaikan dan kebenarannya. Bukankah bangsa ini telah . Era globalisasi yang sekarang tengah melanda masyarakat dunia. pancasila adalah Pribadi bangsa Indonesia itu sendiri. Telah banyak dijumpai masyarakat Indonesia yang dilihat dari segi perilaku yang sama sekali tidak menampakkan identitas mereka sebagai masyarakat Indonesia. Namun saat ini banyak fakta telah berbicara. kebudayaan. Sebelum ditetapkannya Pancasila sebagai Dasar Negara yang sah. sedikit demi sedikit mendorong identitas yang dimiliki bangsa hingga melebur menjadi satu.agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian. Yang hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak keberadaannya sebagai sebuah bangsa. dan agama .

Maka. Pada masa ini telah banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang sangat merugikan bangsa ini. sikap.memiliki identitas yang jelas yang berbeda paham dengan ideolog- ideologi lain. Dalam hal seperti ini. ia menjadi sebuah ukuran/kriteria umum yang diterima dan berlaku untuk semua pihak. Bangsa Indonesia telah menetapkan pancasila sebagai asas dan nilai tertinggi atas semua penyelenggaraan ataupun kegiatan- kegiatan di Indonesia. para remaja yang melakukan penyalahgunaan narkoba. Pancasila juga berfungsi sebagai Pedoman Hidup bagi seluruh masyarakat Indonesia. sex bebas. gengster-gengster. dan juga dilakukan oleh masyarakat-masyarakat dengan melakukan berbagai tindak kriminal. Pancasila kini hanya menjadi bahan bacaan untuk hafalan . Dengan dijadikanya Pancasila sebagai asas. Bahkan kebanyakan dari mereka yang melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut malah merasa bangga atas penyimpangan-penyimpangan yang telah mereka lakukan. Dengan demikian. Selain itu. Dengan demikian maka akan muncul dan terlihat karasteristik serta identitas bangsa Indonesia yang sesungguhnya. maka sudah seharusnya didukung seluruh masyarakat Indonesia dengan menampilkan jati diri khas yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dulu. seluruh perilaku. yang melakukan semua itu hanya semata-mata untuk menunjukan eksistensi mereka agar dianggap. nilai-nilai yng terkandung dalam pancasila sudah mulai tidak dianggap lagi. tawuran antar blok dan yang lainya. Baik yang dilakukan oleh pejabat- pejabat Negara dengan melakukan tindak korupsi. dan kepribadian adalah pelaksanaan dari nilai-nilai Pancasila.

seolah tidak ada apresiasi yang dilandaskan jiwa nasionalis oleh bangsa ini Sungguh ironis memang. dan kepribadian adalah pelaksanaan dari nilai- nilai Pancasila. yang telah mana The Founding Fathers susah-susah merumuskannya. dan kepribadian yang tidak sesuai dengan Pancasila berarti bukan perilaku. tanpa mengetahui apa makna yang terkandung dan bagaimana perjuangan pahlawan - pahlawan untuk mencapainya untuk membangun bangsa ini.saja dikalangan pelajar maupun masyarakat. berarti Pancasila tidak dilaksanakan dalam berkehidupan di masyarakat. yang dimana kini Nampak sebuah kepribadian “ikut-ikutan”. sikap. Bisa dibilang Bangsa ini sekarang malah bangga mempunyai identitas “baru” yang bila diperhatikan merupakan perwujudan antara identitas kapitalis dan komunis. sikap. yang mungkin nanti membuat hancur bangsa ini secara perlahan. Akankah Indonesia mengalami apa yang disebut dengan krisis identitas?. dan kepribadian masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menetapkan Pancasila sebagai azas. artinya Pancasila lahir bersama dengan lahirnya Bangsa Indonesia dan . sikap. yang memiliki perbedaan dari bermacam-macam ideologi yang ada di seluruh dunia. seluruh perilaku. Sedangkan pancasila ingin mengangkat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki warna. Manakala masyarakat tidak menampilkan identitas ini yang sesungguhnya. Maka. Perilaku. Namun yang ada sekarang adalah ketidakpercayaan bangsa ini terhadap identitas bangsanya sendiri.

karena pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. Portugis. Garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat. Apabila kita memperhatikan tiap sila dari Pancasila. Mungkin di berbagai daerah di seluruh Indonesia memiliki identitasnya masing-masing. Terdapat kemungkinan bahwa tiap sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal.merupakan ciri khas Bangsa Indonesia dalam sikap mental maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakannya dengan bangsa lain. Spanyol. Tiongkok. misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat kota kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing. namun pada dasarnya bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri. Itulah yang membedakan secara jelas antara Bangsa Indonesia dengan bangsa lainya. lingkungan dan suasana waktu sepanjang masa. Pancasila digali dari bumi Indonsia sendiri yang merupakan jiwa bangsa Indonesia. Belanda dan lain-lain) namun kepribadian bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang. Bangsa Indonesia secara jelas dapat dibedakan dri bangsa-bangsa lain. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala bergaul dengan berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu. yang juga dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di . Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa. maka akan tampak dengan jelas bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita.

karena rumusan itulah yang telah ditetapkan oleh wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). terpisah dari keseluruhan sila-sila lainnya. melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa. Sepeti yang telah ditunjukan didalam Ketetapan MPR No. juga sebagai alat pemersatu dalam .dunia ini. Karena. Selanjutnya Pancasila digunakan baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan. Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi. yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh. karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan diberi arti secara sendiri-sendiri. Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dari kelima silanya. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia karena Pancasila dibuat dengan tujan yakni sebagai dasar Bangsa Indonesia. bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu. XI/MPR/1978. memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang Pancasila. Pancasila yang kita gunakan saat ini adalah rumusan pancasila yang terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Akan tetapi kelima sila yang merupakan satu kesatuan.

dan juga sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia. .hidup kerukunan berbangsa. serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari.

BAB IV MAKNA PANCASILA A. dari utara ke selatan dari pulau Miangas sampai pulau Rote. seluas daratan Eropa yang terdiri atas berpuluh negara. Perlu dasar pemikiran yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga dapat diterima oleh seluruh warga bangsa. meliputi jutaan kilometer persegi. Pancasila adalah Gagasan Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Timbul pertanyaan. Oleh karena itu dasar . membentang dari barat ke timur dari Sabang sampai Merauke. berpenduduk lebih dari 230 juta orang. ideologi nasional dan pandangan hidup bangsa Indonesia. mengapa Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara. terdiri atas beratus suku bangsa. serta memeluk berbagai agama dan keyakinan. beraneka adat dan budaya. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri lebih dari 17 000 pulau. Negara-bangsa Indonesia adalah negara yang besar. wilayahnya cukup luas. Benarkah Pancasila mampu meng-akomodasi pluralistik bangsa serta kondisi negara-bangsa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai landasan bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan berbangsa dan bernegara. juga harus sesuai dengan bangunan negara-bangsa di mana dasar dan ideologi tersebut akan diterapkan. Dasar dan ideologi suatu negara-bangsa harus memenuhi syarat. yakni disamping kokoh dan kuat. Gagasan dasar yang terkandung dalam dasar dan ideologi negara-bangsa harus sesuai dengan kondisi negara-bangsa yang didukungnya.

kemanusiaan yang adil dan beradab. mengandung konsep dasar penghormatan terhadap harkat martabat manusia. Sila pertama Pancasila. tanpa mengabaikan kesejahteraan perorangan atau golongan.dan ideologi negara-bangsa harus mampu mewadahi kondisi tersebut. tidak hanya setara. Dengan demikian Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan negara-bangsa Indonesia. Demikian juga dengan sila kedua. harkat dan martabatnya. Pancasila dinilai memenuhi syarat sebagai dasar negara dan ideologi nasional bagi negara-bangsa Indonesia yang pluralistik serta cukup luas dan besar ini. yang dalam implementasinya dilaksanakan dengan bersendi pada hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Ketuhanan Yang Maha Esa. ideologi nasional. mengandung konsep dasar yang terdapat pada segala agama dan keyakinan yang dipeluk atau dianut oleh rakyat Indonesia. tetapi juga secara adil dan beradab. mengandung konsep kesatuan dan keutuhan bangsa dan wilayah negara dengan berbagai kemajemukan. Sila ketiga. Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat. Sedang sila kelima me-wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung konsep dasar bahwa kesejahteraan dinikmati dan dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwa-kilan mengandung konsep dasar menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. persatuan Indonesia. pandangan hidup bangsa merupakan common .

Bung Karno selanjutnya mengatakan. Bila tiga prinsip ini dinilai masih terlalu banyak dapat diperas menjadi Ekasila yakni Gotong Royong. Internasionalisme atau perike-manusiaan 3. Soekarno di depan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdeka-an Indonesia – BPUPKI (Dokuritsu Zumbi Tyoosakai) pada tanggal 1 Juni 1945. yakni: 1. yakni socio-nationalisme. untuk menjawab pertanyaan Ketua Badan mengenai dasar negara yang akan didirikan. Kebangsaan Indonesia 2. Pada bulan Juni 1945 terjadi sidang Chuo Sangi-In (Dewan Penasehat Pusat) yang dihadiri oleh 38 anggota BPUPKI membentuk Panitia Kecil terdiri atas sembilan orang yakni Moh. pertama kali. disampaikan oleh Ir. Ketuhanan yang berkebudayaan. B. Perumusan Pancasila Pancasila secara sistematik. dan ke-Tuhan-an. Hatta. socio- demokratie. Kesejahteraan sosial 5. Muh. Yamin. bila dari para anggota BPUPKI ada yang berkeberatan dengan jumlah yang lima dapat diperas menjadi tiga. Bung Karno menyatakan bahwa pemikiran mengenai Pancasila ini telah jauh hari difikirkan. . Terdapat lima prinsip yang diusulkan oleh Bung Karno sebagai dasar negara yang disebut Pancasila. disebutnya Trisila.denominator (kesamaan pijakan) bagi kondisi kehidupan bangsa Indonesia yang pluralistik. Mufakat atau demokrasi 4. Soebardjo.

bahwa penduduk Indonesia bagian timur sebagian besar beragama Kristen-Katholik. Kahar Moezakir. atau Jakarta Charter. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. persatuan Indonesia. Adapun rumusan dasar negara adalah sebagai berikut: Ke-Tuhanan. Rumusan dasar negara yang disepakati akhirnya berubah menjadi sebagai berikut: 1. dengan kewajiban menjalan-kan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Soekarno untuk merumuskan Pembukaan UUD. menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Rumusan yang disusun oleh Panitia Sembilan ini biasa disebut Piagam Jakarta. Abikoesno Tjokrosoejoso. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.H. Haji Agoes Salim. sehingga rumusan Jakarta Charter dinilai diskriminatif. K. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. diketuai Ir.Maramis. Kiai Abd. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam Pembukaan tersebut dirumuskan usulan dasar negara yang merupakan perkembangan dari pidato yang disampaikan oleh Ir.Wahid Hasyim. Persatuan Indonesia . Namun dalam Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 rumusan tersebut mengalami perubahan atas dasar pertimbangan. Rumusan ini telah disepakati dalam Sidang BPUPKI kedua yang berlangsung antara tanggal 10 – 17 Juli 1945.

XX/MPRS/ 1966. 7 tanggal 15 Februasi 1946. Keadilan sosial Dari rumusan tersebut di atas. 5. yang semula ”permusyawaratan- perwakilan” berubah menjadi ”permusyawaratan/ perwakilan. Salah satu di antaranya ditetapkan dalam Ketetapan MPRS No. Kerakyatan 5. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Ke-Tuhanan Yang Maha Esa 2. rumusan resmi Pancasila adalah seperti yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945. nampak bahwa rumusan Pancasila mengalami perkembangan dan sejak terjadinya dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959. Rumusan Pancasila dasar negara juga tercantum dalam Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat dan dalam Undang-Undang Dasar Sementara Negara Republik Indonesia dengan rumusan sebagai berikut: 1. Peri-kemanusiaan 3. 4. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia Namun pada waktu UUD tersebut disebar luaskan melalui Berita Republik Indonesia Tahun II No.” Rumusan dasar negara ini yang kemudian ditetapkan oleh berbagai Ketetapan MPRS dan MPR RI sebagai PANCASILA. Kebangsaan 4. . terjadi perubahan rumusan sila keempat.

Hakikat Pancasila Dalam rangka memahami dan mendalami hakikat Pancasila. Konsep dipergunakan untuk memberikan arti terhadap segala fenomena. kita perlu faham mengenai konsep dan prinsip yang terkandung dalam Pancasila. sekaligus sebagai acuan kritik untuk memberikan makna terhadap fenomena yang dihadapi. bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat (zoon politicon). Demikian pula halnya dengan Pancasila. hasil konstruksi nalar dari olah fikir manusia dan generalisasi secara teoritik. prinsip dan nilai untuk dijadikan landasan dalam memberikan makna terhadap fenomena alam dan fenomena kehidupan serta sebagai acuan apabila faham filsafat tersebut ingin diterapkan dalam kehidupan yang nyata. suatu gagasan yang memberikan makna terhadap fenomena atau hal ihwal sehingga ditemukan hakikatnya.C. merupakan faham universal. khususnya orang Jawa. Orang Jawa menyebutnya sebagai ”manunggaling kawulo Gusti. Konsep adalah gagasan umum. rakyat yang menempati bumi Nusantara ini. memandang bahwa kehidupan manusia adalah menyatu dengan alam semesta. Konsep berfungsi sebagai dalil. Bagi rakyat yang menempati kepulauan Nusantara.” Hubungan antara manusia sebagai individu dengan alam semesta tertata dan terikat dalam keselarasan dan keserasian atau harmoni. Setiap faham filsafat pasti berisi konsep. Masing-masing unsur . sejak zaman purba. telah memiliki suatu belief system tentang makna kehidupan manusia dan hubungannya dengan alam semesta. sebelum masuknya agama-agama. Bila Aristoteles memandang kehidupan manusia adalah dalam kaitannya dengan masyarakat.

Konsep Humanitas Sejak berkembang renaissance faham humanisme suatu faham yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai pribadi yang memiliki cirinya masing- masing secara tersendiri.” Berikut disampaikan beberapa konsep yang terdapat dalam Pancasila 1. Konsep yang terdapat dalam Pancasila a. b. yang merupakan hakikat dari segala agama dan kepercayaan yang berkembang di Indonesia. suatu konsep dasar yang terdapat dalam setiap agama maupun keyakinan dan kepercayaan yang dianut oleh manusia. Pancasila mengandung konsep religiositas. Pancasila menyebutnya sebagai Ketuhanan Yang Maha Esa. Konsep Religiositas Konsep religiositas mengakui eksistensi agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.memiliki peran dan fungsinya. dan masing-masing makhluk saling melayani sehingga terjadi keteraturan dan ketertiban. maka manusia Indonesia beriman dan bertakwa terhadap kekuatan gaib tersebut. inilah sesungguhnya konsep religiositas. atau yang biasa disebut sebagai . Orang Jawa menyebutnya sebagai ”memayu hayuning bawono. Leluhur bangsa Indonesia sejak dahulu kala telah mengakui kekuatan di luar manusia atau kekuatan ghaib yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Yang ingin diwujudkan adalah ketenteraman dan kedamaian dunia.

Sebagai turunan dari anggapan tersebut manusia memiliki kebebasan dalam berfikir.jatidiri. Bangsa-bangsa di dunia kemudian bersepakat melindungi kebebasan individu tersebut dalam suatu konvensi yang disebut ”Universal Declaration of Human Rights. Konsep humanitas memiliki makna sebagai berikut: 1) Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa didudukkan sesuai dengan kodrat. liberalisme dan pluralisme. harkat dan . Gerakan humanisme ini berkembang dengan pesat-nya setelah berakhirnya perang dunia kedua. mengemukakan pendapat. Manusia diperlakukan sekedar sebagai alat pemuas kepentingan-kepentingan tertentu. Hal ini sangat mungkin dipicu oleh rasa penyesalan ummat manusia yang bersikap dan bertindak dehumanis sepanjang zaman.” yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 10 Desember 1948. Gerakan humanisme ini yang melahirkan gagasan individualisme. Bung Karno menamakannya sebagai prinsip perikemanusiaan atau inter- nasionalisme. bahkan diusulkan untuk dijadikan salah satu prinsip yang menjadi dasar negara. serta menentukan pilihan hidupnya. Faham humanisme yang berisi konsep humanitas menyentuh pula pemikiran para founding fathers. sehingga oleh Bung Karno diangkat menjadi salah satu prinsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

manusia selalu berusaha untuk hidup dalam kondisi yang terbaik bagi dirinya.” serta didukung oleh kemampuan fikir. merasakan. berkemauan dan berkarya. dipelihara dan dijadikan panduan dan acuan bagi hidupnya sehingga berkembanglah budaya dan peradaban. karya. martabatnya. baik yang bersifat nampak (tangible) maupun yang tidak nampak (intangible). Disebabkan oleh pengalaman sejarah hidup berbeda yang dialami oleh masing-masing komunitas atau kelompok masyarakat. maka setiap kelompok masyarakat memiliki budaya dan peradabannya sendiri-sendiri. Sebagai akibat dari kemampuan tersebut manusia mengalami perkembangan dan kemajuan dalam hidupnya. 2) Dengan kemampuan dasar ”kemauan. Manusia selalu didorong oleh ambisinya tersebut untuk mencari segala sesuatu yang diharapkan . Manusia dikaruniai oleh Tuhan berbagai disposisi atau kemampuan dasar untuk mendukung misi yang diembannya. Demikian pula halnya dengan bangsa Indonesia. perasaan. terakumulasi dalam kehidupannya. Sebagai manusia atau suatu komunitas wajib menghormati kodrat. Disposisi tersebut adalah kemampuan untuk berfikir. harkat dan martabat manusia yang manifestasinya berupa keaneka ragaman adat budaya lokal dan daerah. Dengan kemampuannya tersebut manusia meng-hasilkan karya-karya.

Namun kebebasan yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada manusia tersebut tidak cuma-cuma. yakni tidak dibenarkan mengganggu dan melanggar kebebasan pihak lain pada waktu seseorang menuntut dan menggunakan kebebasannya. sekurang-kurangnya oleh kebebasan yang juga menjadi hak manusia lain. 3) Meskipun manusia diciptakan dalam kesetaraan. Keaneka ragaman manusia dapat dilihat dari sisi jasmani maupun mentalnya. sehingga setiap manusia memiliki kepribadian yang beragam yang membentuk jatidiri manusia sebagai . merupakan mahkota bagi kehidupan manusia yang tidak boleh diganggu gugat. Tuhan mengaruniai kebebasan pada manusia dalam menentukan pilihan hidupnya guna mencari yang terbaik bagi kehidupannya. namun realitas menunjukkan adanya fenomena yang beragam ditinjau dari berbagai segi. akan memberikan kepuasan hidupnya. Namun dalam mengguna-kan kebebasan tersebut manusia dibatasi. Kebebasan tersebut harus dipertanggung jawab kan kepada Tuhan maupun kepada masyarakat sekitarnya. baik mengenai hal-hal yang bersifat jasmani maupun rokhani. Terdapat cara yang dengan mudah dapat dipergunakan sebagai acuan dalam menuntut atau melampiaskan kebebasan manusia. Kebebasan ini biasa disebut sebagai hak asasi manusia.

terciptanya keharmonisan segala ciptaan Tuhan. jer basuki mowo beyo. 4) Tata hubungan manusia dengan manusia yang lain dikemas dalam tata hubungan yang dilandasi oleh rasa kasih sayang. Terdapat nilai-nilai dan prinsip-prinsip sama yang merupakan watak bersama (common denominator) antar berbagai komunitas. serta rela berkorban demi terwujudnya kondisi yang diharapkan tersebut.” Manusia sebagai makhluk yang mengemban amanah untuk menjaga kelestarian ciptaan Tuhan memegang suatu prinsip ”memayu hayuning bawono. Bahwa eksistensi manusia di dunia adalah untuk dapat memberikan pelayanan pada pihak lain.tetapi harus dibingkai dalam suatu kebersamaan dan kesatuan. Hal ini dapat terselenggara bila didasari oleh rasa cinta dan kasih sayang dengan sesama. .” Hal ini akan terselenggara dengan baik apabila dilandasi oleh sikap ”sepi ing pamrih. Namun dalam keaneka ragaman tersebut terdapat hal-hal yang disepakati bersama.” bahwa dalam mengusahakan tewujudnya kehidupan yang sejahtera. individu. menjadi pengikat kehidupan bersama. Sifat pluralistik manusia dihormati dan didudukkan dengan sepatutnya. orang Jawa menyebutnya sebagai ”leladi sesamining dumadi. rame ing gawe. manusia harus menyisihkan kepentingan pribadi dan golongan.

jangan bersikap angkuh. c. Demikian pula sifat mementingkan diri sendiri yang mengantar timbulnya keserakahan harus dihindari. selaras dan seimbang. Sifat inklusif harus dikembangkan sedang sifat eksklusif harus dihindari. adigung. Organisasi kepemudaan ini yang mendek-larasikan ”Sumpah Pemuda” yang sangat . merasa dirinya paling hebat dalam segala hal. Konsep Nasionalitas Abad ke XX merupakan abad kebangkitan wawasan kebangsaan bagi negara-negara di wilayah Asia. tidak terkecuali bagi masyarakat yang mendiami wilayah yang pada waktu itu dikuasai oleh pemerintah Belanda. 5) Dalam berhubungan dengan sesama diharapkan manusia mampu untuk mengendalikan diri.” Secara bebas dapat diartikan jangan meremehkan pihak lain. ojo adigang. yang bernama Nederlands Oost Indie atau Hindia Belanda. Orang Jawa mengatakannya ”ojo dumeh. Organisasi ini yang kemudian memicu lahirnya berbagai organisasi kepemudaan yang berasal dari berbagai daerah Hindia Belanda. Sejak tahun 1908 para pemuda telah gandrung dengan wawasan kebangsaan dengan mendirikan organisasi Boedhi Oetomo. paling hebat. Sementara itu kejujuran harus dikembangkan sebagai landasan untuk mengikat hubungan yang serasi. sehingga mengabaikan dan memandang remeh atau tidak penting pihak lain. adiguno. tidak merasa dirinya yang paling benar. paling kuasa.

Mereka mengaku dengan ikhlas dan bangga sebagai warga bangsa Indonesia.” Faham kebangsaan ini bukan merupakan faham kebangsaan yang sempit atau chauvinisme. 3) Dalam mengembangkan wawasan kebang-saan sebagai pengejawantahan konsepnasionalitas. diletakkan di atas kepentingan pribadi dan golongan. golongan. agama. Konsep nasionalitas memiliki makna sebagai berikut: 1) Rakyat Indonesia dalam hidup ber-masyarakat dan bernegara terikat dalam suatu komunitas yang namanya bangsa Indonesia. cinta serta rela berkorban demi negara-bangsanya. tetapi suatu dasar ”semua buat semua. Pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno mengusulkan bahwa salah satu prinsip dasar negara adalah ”kebangsaan. baik ditinjau dari segi etnis. loyalitas warganegara terhadap negara-bangsa-nya. Wawasan kebangsaan tidak mengeliminasi keanekaragaman.monumental. Kearifan . yang mengkristal menjadi dorong-an kuat bagi lahirnya negara-bangsa Indonesia. dihormati dan ditempatkan secara proporsional dalam menegakkan persatuan dan kesatuan bangsa. suku.” suatu prinsip bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 2) Tanpa mengurangi hak pribadi. ciri golongan. bukan untuk kepentingan seseorang.mengenai hal ihwal yang menyangkut kepentingan umum (kepentingan orang banyak). maupun adat budaya.

lambang negara Garuda Pancasila. 4) Atribut negara-bangsa seperti bendera merah putih. Menghormati atribut negara-bangsa tidak bermakna menyembah atau mensakralkan atribut tersebut. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah di seluruh Indonesia diakui sebagai kebudayaan bangsa. bangsa Indonesia tidak menolak masuknya kebudayaan asing dengan syarat bahwa kebudayaan dimaksud harus menuju ke arah kemajuan adab. lokal (local wisdom) dipelihara. . kesatuan dan persatuan banga. budaya. bahasa nasional Indonesia dan kepala negara dihormati dan didudukkan secara proporsional sesuai dengan kesepakatan bangsa. 5) Dengan berprinsip pada wawasan kebangsaan. atau melecehkan atribut bangsa sama saja dengan melecehkan diri sendiri sebagai warganegara-bangsa. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Memperlakukan atribut negara secara tidak senonoh atau kurang beradab adalah tindakan yang tidak sesuai dengan esensi wawasan kebangsaan. Perlu disadari bahwa warganegara yang mencederai atribut bangsa. Bahwa kebudayaan asing dimaksud harus dapat memperkembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa. dijaga dan dikembangkan sejalan dengan wawasan kebangsaan. lagu kebangsaan Indonesia Raya.

kedua dan ketiga Pancasila memberikan makna tata hubungan manusia dengan sekitarnya. Konsep Sovereinitas Bila sila pertama. 6) Dalam mengembangkan wawasan kebangsaan perlu dihindari berkembangnya faham kebangsaan sempit. Dengan berpegang pada wawasan kebangsaan.” memberikan gambaran bagaimana selayaknya tata cara hubungan antara unsur-unsur yang terlibat dalam kehidupan bersama. Berbagai pihak memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud ”kerakyatan” adalah demokrasi sebagaimana disebut oleh berbagai negara. perdamai- an abadi dan keadilan sosial. Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang berprinsip bahwa rakyat adalah . bangsa Indonesia memiliki misi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. maka sila keempat ”Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. untuk selanjutnya bagaimana menentukan kebijakan dan langkah dalam menghadapi permasalahan hidup. Demikian pula dengan wawasan kebangsaan tidak berkembang menjadi faham ekspansionis yang berusaha untuk menguasai negara bangsa lain. Kerakyatan adalah demokrasi yang diterapkan di Indonesia yang memiliki ciri sesuai dengan latar belakang budaya bangsa Indonesia sendiri. d. yang memandang bangsanya sendiri yang paling hebat di dunia dan memandang rendah bangsa yang lain.

Sedangkan demokrasi di Indonesia berdasarkan Kerak-yatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dengan demikian demokrasi adalah ”government of the people. demokrasi yang diterapkan di Indonesia hendaknya memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1) Segala keputusan demokratis tidak dibenarkan mengarah pada timbulnya perpecahan bangsa. Demokrasi di Indonesia tidak semata- mata untuk membela dan mengakomodasi hak pribadi. Dengan demikian demokrasi yang bersendi pada liberalisme yang individualistik tidak sesuai dengan demokrasi yang selayaknya diterapkan di Indonesia. Walaupun demikian pelaksanaan demokrasi bagi tiap-tiap negara berbeda-beda berdasarkan budaya dan sejarah bangsanya. . 2) Dalam mengambil keputusan hendaknya selalu berpegang pada adagium bahwa kepentingan negara-bangsa ditempatkan di atas kepentingan pribadi dan golongan. tetapi juga harus mengakomodasi kepentingan bangsa. Bersendi pada prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. by the people and for the people”. pemerintahan dari rakyat.. Perbedaan landasan penyelenggaraan demo-krasi antara negara-negara Barat dengan demokrasi di Indonesia adalah negara-negara Barat berorientasi pada kepentingan pribadi dan melindungi hak asasi individu. oleh rakyat dan untuk rakyat.sumber kekuasaan dalam menyeleng-garakan pemerintahan.

6) Kaum minoritas dilindungi dan mendapat perlakuan dengan sepantasnya. e. 4) Keputusan demokratis bukan semata-mata mengakomodasi aspirasi dan keinginan rakyat atau warganegara tetapi harus mengarah pada terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3) Hak-hak pribadi tetap dihormati. 5) Praktek demokrasi yang diselenggarakan di negara lain dapat diterapkan diIndonesia dengan tetap berpegang pada ketentuan di atas. demokrasi politik harus disertai . tetapi selalu ditempatkan dalam kerangka terwujudnya keselarasan hidup serta kelestarian ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Konsep Sosialitas Konsep sosialitas memberikan gambaran mengenai tujuan yang ingin diwujudkan dalam kehidupan bersama. tetapi harus bermuara kepada tujuan yang telah menjadi kesepakatan bangsa. 7) Demokrasi yang diterapkan di Indonesia tidak semata-mata mengacu pada proses. berbangsa dan bernegara. Bung Karno dalam berbagai kesempatan selalu mengutip pendapat Juarez yang mengatakan bahwa demokrasi parlementer atau demokrasi politik tidak cukup. hidup bermasyarakat. Pada hakikatnya tujuan tersebut adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Pengambilan keputusan dengan cara voting dibenarkan sejauh musyawarah untuk mencapai mufakat tidak dapat mencapai hasil.

dengan demokrasi ekonomi. Berikut disampaikan prinsip-prinsip Pancasila dan penjabarannya. Prinsip-prinsip yang terdapat dalam Pancasila Prinsip adalah gagasan dasar. Dengan telah tersedianya landasan penyelenggaraan demokrasi ekonomi ini. 2. tinggal bagaimana rakyat Indonesia men-jabarkan lebih lanjut dalam menyusun peraturan perundang-undangan. berupa aksioma atau proposisi awal yang memiliki makna khusus. mengandung kebenaran berupa doktrin dan asumsi yang dijadikan landasan dalam menen-tukan sikap dan tingkah laku manusia. pola sikap dan pola tindak sehingga mewarnai tingkah laku pendukung prinsip dimaksud. a. Sila-sila Pancasila itulah prinsip- prinsip Pancasila. Prinsip dijadikan acuan dan dijadikan dasar menentukan pola pikir. Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa Prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa berisi ketentuan sebagai berikut: 1) Pengakuan adanya berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa 2) Setiap individu bebas memeluk agama dan kepercayaannya 3) Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada pihak lain .

. 4) Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing masing 5) Saling menghargai terhadap keyakinan agama dan kepercayaan yang dianut oleh pihak lain 6) Saling menghormati antar pemeluk agama dan kepercayaan. Prinsip Persatuan Indonesia Prinsip Persatuan Indonesia berisi ketentuan sebagai berikut : 1) Bangga atas kondisi yang terdapat pada negara- bangsa serta prestasi yang dihasilkan oleh warganegara. tanpa mengganggu kebebasan ber- ibadat bagi pemeluk keyakinan lain 8) Dalam melaksanakan peribadatan tidak mengganggu ketenangan dan ketertiban umum. 7) Bebas beribadat sesuai dengan keyakinan agama yang dipeluknya. harkat dan martabat manusia. Prinsip Kemanusiaan yang adil dan beradab Prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab berisi ketentuan sebagai berikut: 1) Menghormati kodrat. 2) Menghormati kebebasan manusia dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat 3) Menghormati sifat pluralistik bangsa c. b.

kebesaran dan kesejahteraan negara-bangsa serta dalam bela negara. 3) Berkembangnya patriotisme dalam menjaga keutuhan. Dengan cara ini tidak ada yang merasa dimenangkan atau dikalahkan. Win win solution dijadikan acuan dalam mencari kesepakatan bersama. Segala pemangku kepentingan (stakeholders) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dilibatkan dalam penetapan kebijakan . d. Prinsip Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan berisi ketentuan sebagai berikut: 1) Dalam mengambil keputusan untuk kepen-tingan bersama diutamakan musya-warah untuk mencapai mufakat. berbangsa dan bernegara. 3) Tidak menerapkan prinsip tirani minoritas dan dominasi mayoritas. Setiap keputusan untuk kepentingan bersama harus mengarah pada terwujudnya rasa keadilan. 2) Dalam mencari kesepakatan bersama tidak semata- mata berdasarkan pada suara terbanyak. tetapi harus berlandasan pada tujuan yang ingin diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. 2) Cinta pada negara-bangsanya serta rela berkorban demi bangsa dan tanah airnya.

Prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berisi ketentuan sebagai berikut: 1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 6) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. 3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. bersama sesuai dengan peran. 4) Mengacu pada prinsip politiek-economische demokratie bahwa demokrasi harus mengantar rakyat Indonesia menuju terwujudnya keadilan dan kemakmuran. . e. sociale rechtvaardigheid (Bung Karno). 5) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasasi hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. kedudukan dan fungsi masing-masing. 4) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

7) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan serta wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila Nilai adalah penentuan penghargaan atau pertimbangan tentang “baik atau tidak baik” terhadap sesuatu. maupun kehidupan masyarakat. Diterima dan diakui sebagai milik oleh seluruh bangsa itu. baik nilai . Nilai adalah hal ihwal yang bermakna bagi kehidupan manusia yang didambakannya serta berusaha mewujudkannya atau meng-hindarinya untuk menciptakan kepuasan dirinya. Berupa kristalisasi dari seluruh nilai yang ada. Sedangkan nilai (kema-nusiaan) adalah kualitas ketentuan yang bermakna bagi kehidupan manusia perorangan. alasan atau motivasi untuk “melakukan atau tidak melakukan” sesuatu. 8) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. 3. bangsa dan antar bangsa. Tata nilai akan diterima menjadi nilai nasional suatu bangsa. Nilai adalah juga suatu tuntunan yang dijadikan arah untuk menentukan sikap dan perilaku dalam kehidupan bersama manusia atau dalam kehidupan masyarakat. kemudian dijadikan dasar. apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut : a.

individu. keserasian kepen-tingan individu dan kepentingan sosial serta kepentingan jasmani dan rohani. dihayati dan diamalkan oleh setiap warganegara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila adalah ukuran “benar atau salah”. Oleh karena itu nilai-nilai Pancasila tersebut harus dijabarkan secara jelas. nilai sosial budaya maupun nilai daerah dan nilai- nilai lainnya. juga mempunyai kewajiban untuk mengabdi kepada bangsa dan tanah airnya. b. Secara nasional. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai dasar yang bersifat abstrak dan universal. Menyentuh unsur- unsur yang paling dalam dari bangsa itu. nilai-nilai Pancasila . Oleh karena itu. meliputi kehidupan dunia dan akhirat. agar dapat dengan mudah dipahami. c. Mempunyai kekuatan membimbing bangsa secara nasional ke arah perkembangan kemajuan dan modernisasi. “baik atau tidak baik” bagi warganegara Indonesia secara nasional. yakni unsur-unsur yang dicita-citakan. disamping mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan individunya. Berpangkal pada keyakinan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang hidupnya di dunia ini ditakdirkan sebagai suatu bangsa. nilai-nilai Pancasila merupakan tolok ukur. penyaring dan penimbang bagi semua nilai yang ada pada bangsa Indonesia dan juga terhadap nilai bangsa asing. Dengan lain perkataan. yang mampu mendorong semangat bekerja keras dan berkerjasama dengan bangsa-bangsa lain.

baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Sejalan dengan hal-hal yang telah dikemukakan tersebut maka Pancasila sebagai pandangan hidup adalah kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri yang diyakini kebenarannya dan yang menimbulkan tekad pada bangsa Indonesia untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mewujudkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari dapat ditempuh antara lain berusaha membina kehidupan sesuai dengan petunjuk Pancasila yaitu dengan mengembangkan keselaras-an. maka Pancasila adalah jiwa dan kepribadian seluruh rakyat Indonesia. diilhami oleh gagasan besar dunia dengan melihat pengalaman bangsa- . dimatangkan oleh sejarah perjuangan bangsa kita sendiri. pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara NKRI. Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945. Nilai yang merupakan ukuran tingkah laku yang bersifat nasional itu mutlak diperlukan karena langsung menyangkut pada kemantapan perkembangan bangsa Indonesia secara nasional maupun internasional. hubungan manusia dengan alam llingkungannya. bangsa dan negara maupun dalam mengejar kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah. Sebagai kristalisasi nilai-nilai milik bangsa Indonesia sendiri. melainkan setelah melalui suatu proses yang panjang. Bersamaan dengan itu Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. Sebagai kristalisasi nilai-nilai. hubungan manusia dengan masyarakat.mempunyai kedudukan dan kebenaran vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. keserasian dan keseimbangan dalam hidup manusia sebagai pribadi maupun sebagai makhluk sosial.

3. Persatuan dan Kesatuan Persatuan dan kesatuan adalah keadaan yang menggambarkan masyarakat majemuk bangsa Indonesia yang terdiri atas beranekaragamnya komponen namun mampu membentuk suatu kesatuan yang utuh. Kesetaraan Kesetaraan adalah suatu sikap yang mampu menempatkan kedudukan manusia tanpa mem-bedakan jender. Dengan keimanan manusia yakin bahwa Tuhan menciptakan dan mengatur alam semesta. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila adalah nilai yang menjadi tujuan bangsa Indonesia yang ingin diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. suku. adat dan budaya dan lain-lain. aga-ma. Setiap orang diperlakukan sama di hadapan hukum dan memperoleh kesempatan yang sama dalam segenap bidang kehidupan sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah : 1. golongan. Apapun yang terjadi di dunia adalah atas kehendak-Nya. berbangsa dan bernegara. dan manusia wajib untuk menerima dengan keikhlasan. 2.bangsa lain. Setiap komponen . namun tetap berakar pada gagasan besar dan kepribadian bangsa kita sendiri. Keimanan Keimanan adalah suatu sikap yang menggambarkan keyakinan akan adanya keku-atan transendental yang disebut Tuhan Yang Maha Esa. ras.

Mufakat Mufakat adalah suatu sikap terbuka untuk menghasilkan kesepakatan bersama secara musyawarah. Dengan memahami konsep. Kondisi ini hanya akan dapat dicapai dengan kerja keras. tenteram. 5. Kesejahteraan Kesejahteraan adalah kondisi yang meng-gambarkan terpenuhinya tuntutan kebutuhan manusia. 4. damai dan bahagia. . berbangsa dan bernegara. baik kebutuhan lahiriah maupun batiniah sehingga terwujud rasa puas diri. dihormati dan menjadi bagian integral dalam satu sistem kesatuan negara-bangsa Indonesia. prinsip dan nilai tersebut dapat diimplementasikan secara nyata pada berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. yang tentu masih akan berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia. prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. per-masalahan berikutnya adalah bagaimana konsep. jujur dan bertanggungjawab. Keputusan sebagai hasil mufakat secara musyawarah harus dipegang teguh dan wajib dipatuhi dalam kehidupan bersama.

Pada akhirnya. Makna pandangan hidup Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Karena itulah pandangan hidup suatu bangsa merupakan masalah yang . ekonomi. Dengan pandangan hidup yang jelas. baik persoalan di dalam masyarakatnya sendiri maupun persoalan besar umat manusia dalam pergaulan antar bangsa di dunia. suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam menghadapi persoalan besar yang timbul. sosial budaya. BAB V PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP A. Dengan pandangan hidup inilah suatu bangsa akan memandang persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara memecahkannya dengan tepat. pandangan hidup suatu bangsa adalah kristalisasi dan institusionalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya serta menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya. hukum dan pertahanan keamanan yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju. suatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman guna memecahkan masalah politik. Dengan berpedoman pada pandangan hidup itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya. Dalam pandangan hidup ini terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa serta dasar pemikiran terdalam dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Tanpa memiliki pandangan hidup.

nyaman. Apabila nilai idaman dapat terwujud. Kehadiran nilai dalam kehidupan manusia dapat menimbulkan aksi atau reaksi. maka ada baiknya difahami terlebih dahulu makna (a) nilai. masyarakat. sebagai berikut : 1. (c) etika dan moral. Orang yang jujur selalu dihargai oleh masyarakatnya. tentang adil dan zalim. Nilai adalah kualitas yang melekat pada suatu hal ihwal atau subyek tertentu yang berakibat dipilih atau tidaknya hal ihwal atau subyek tersebut dalam kehidupan masyarakat. bangsa dan antar bangsa. Agar dalam mengupas Pancasila sebagai pandangan hidup dapat dilakukan secara pro-porsional. Peme- rintahan yang adil selalu menjadi dambaan rakyat. jujur dan bohong dan sebagainya. membahas Pancasila sebagai pandangan hidup berarti memasuki domein etika dan masalah moral yang menjadi kepedulian manusia sepanjang masa. yang bemuara pada rasa tenteram. dan sebagainya. sejahtera dan bahagia. sehingga manusia akan menerima atau menolak kehadirannya. Nilai adalah kualitas. tentang baik dan buruk. Konsekuensinya nilai . dan dalam memperluas pandangan yang telah dikemukakan di depan. Pandangan hidup berkaitan dengan sistem nilai. (b) norma.sangat asasi bagi kekokohan dan kelestarian suatu bangsa. Dengan demikian. ketentuan yang bermakna bagi kehidupan manusia. maka akan menimbulkan rasa puas diri pada masyarakat. Lukisan yang indah selalu diburu oleh para kolektor lukisan. Pancasila sebagai pandangan hidup membahas tentang hal ihwal yang selayaknya dikerjakan oleh manusia Indonesia dan yang selayaknya dihindari.

selaras. yang menjadi tujuan hidup bangsa Indonesia. norma moral. apakah sikap dan tingkah lakunya menyimpang atau tidak menyimpang dari nilai yang telah ditetapkan. adab. Norma adalah nilai yang dipergunakan sebagai ukuran untuk menentukan atau menilai suatu tingkah laku manusia. mufakat. Norma berasal dari bahasa Latin yang artinya siku-siku. sejahtera dan sebagainya. suatu alat untuk mengukur apakah suatu obyek tegak lurus atau miring. Sebaliknya kezaliman dan kebohongan merupakan nilai yang selalu ditolak dalam kehidupan. norma hukum dan sebagainya. taqwa. Misal keadilan dan kejujuran. adil. setara. yang ingin diwujudkan atau ditolak dalam kenyataan. prinsip dan nilai yang terdapat dalam Pancasila. dan ingin diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. 2. Dalam hidup bermasyarakat. dipergunakan manusia sebagai pegangan atau ukuran dalam bersikap dan bertindak. serasi. menjadi tujuan hidupnya. Demikian pula halnya dengan norma kehidupan. seperti norma agama. bijaksana. bebas. Perkembangan nilai menjadi norma sangat tergantung dari pandangan masyarakat masing-masing . Di depan telah diuraikan makna konsep. berbangsa dan bernegara. rukun. merupakan nilai yang selalu menjadi kepedulian dan dambaan manusia untuk dapat diwujudkan dalam kenyataan. Nilai yang terkandung dalam Pancasila di antaranya damai. iman. norma adat. berbangsa dan bernegara dikenal berbagai norma.

serta tantangan zaman. bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa. khususnya yang bersifat universal. Rumusan tentang Etika kehidupan berbangsa ini disusun dengan maksud untuk membantu mem-berikan penyadaran tentang arti penting . prinsip dan norma moral yang menjadi pegangan hidup dan dasar penilaian baik-buruknya perilaku atau benar-salahnya tindakan manusia. 3. Dengan demikian etika yang membahas mengenai nilai. cabang dari filsafat yang membahas mengenai nilai dan norma yang meliputi hal ihwal yang selayaknya dikerjakan dan yang selayaknya dihindari. B. Etika Kehidupan Berbangsa Etika kehidupan berbangsa diatur dalam Ketetapan MPR RI Nomor: VI/MPR/2001 merupakan rumusan yang bersumber dari ajaran agama. Masing-masing mendukung nilai sesuai dengan bidangnya. dan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tercermin dalam Pancasila sebagai acuan dasar dalam berfikir. Dari berbagai norma tersebut hanya norma hukum yang memiliki hak untuk memaksa. baik secara individual maupun sosial dalam suatu masyarakat. yang selanjutnya dipergunakan sebagai acuan bagi manusia dalam bersikap dan bertingkah laku. Etika adalah ilmu tentang kesusilaan. Etika adalah seperangkat nilai. norma yang lain implementasinya bersendi pada kesadaran masyarakat yang bersangkutan. prinsip dan norma merupakan bentuk praktek dari filsafat teoretik.

sportifitas. menjaga kehormatan serta martabat diri sebagai warga bangsa. Etika kehidupan berbangsa dirumuskan dengan tujuan menjadi acuan dasar untuk meningkatkan kualitas manusia yang beriman. efisien dan efektif serta menumbuhkan suasana politik yang demokratis bercirikan keterbukaan. 2. tanggap akan aspirasi rakyat. tanggung jawab. amanah. sikap toleransi. Etika Politik dan Pemerintahan dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. siap melayani. Etika kehidupan berbangsa meliputi : 1. rasa malu. kemandirian. bertakwa dan berakhlak mulia serta berkepribadian Indonesia dalam kehidupan berbangsa. saling peduli. keteladanan. berjiwa besar. memiliki keteladanan. saling memahami. sportif. Etika Politik dan Pemerintahan mengandung misi kepada setiap pejabat dan elit politik untuk bersikap jujur. menghargai perbedaan.tegaknya etika dan moral dalam kehidupan berbangsa. etos kerja. saling mencintai dan saling menolong di antara sesama manusia dan warga bangsa serta perlu menum-buhkembangkan budaya malu dan budaya keteladanan oleh para pemimpin formal maupun informal. rasa bertangungjawab. Pokok-pokok etika dalam kehidupan berbangsa mengedepankan kejujuran. saling menghargai. amanah. rendah hati dan siap . jujur dalam persaingan serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa. Etika Sosial dan Budaya bertolak dari rasa kemanusiaan yang mendalam dengan menampilkan sikap jujur.

Etika Keilmuan dimaksudkan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Etika ini diwujudkan secara pribadi ataupun kolektif dalam karsa. mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi. perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap setiap warganegara dihadapan hukum. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya yang berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. mundur dari jabatan publik apabila terbukti melakukan kesalahan secara moral maupun secara hukum dan rasa keadilan. kolusi. 3. daya tahan ekonomi. oligopoli. Etika ini meniscayakan penegakan hukum secara adil. 5. . cipta dan karya. nepotisme dan diskriminasi. inovatif. kebijakan ekonomi yang mengarah kepada korupsi. Etika Ekonomi dan Bisnis dimaksudkan agar prinsip dan perilaku ekonomi dan bisnis dapat melahirkan kondisi dan realitas ekonomi yang bercirikan persaingan yang jujur. yang tercermin dalam perilaku kreatif. berkeadilan. pemberdayaan ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil secara berkesinambungan. Etika ini untuk mencegah terjadinya praktek monopoli. 4. ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum dan semua peraturan yang berlaku. Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadar-an bahwa tertib sosial.

inventif dan komunikatif dalam kegiatan membaca, belajar,
meneliti, menulis, berkarya serta menciptakan iklim kondusif
bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Etika ini
menegaskan pentingnya budaya kerja keras dengan menghargai
dan memanfaatkan waktu, disiplin dalam berfikir, berbuat dan
menepati janji serta mendorong tumbuhnya kemampuan
menghadapi hambatan, rintangan dan tantangan dalam
kehidupan, tahan uji dan pantang menyerah.
6. Etika Lingkungan menegaskan pentingnya kesadaran
menghargai dan melestarikan lingkungan hidup serta penataan
tata ruang secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Bagi bangsa Indonesia nilai, norma dan etika yang dipergunakan
sebagai pegangan dalam bersikap dan tingkah laku adalah konsep,
prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila seperti yang telah
dkemukakan di depan. Agar konsep, prinsip dan nilai Pancasila ini
dapat diimplementasikan secara tepat dan benar oleh setiap manusia
Indonesia perlu adanya pedoman tingkah laku bersendi Pancasila.
Pancasila lahir berdasarkan pengalaman sejarah hidup bangsa
Indonesia, sehingga Pancasila yang dirumuskan pada tahun 1945
merupakan kristalisasi nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang
bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia.
Maka Pancasila merupakan budaya bangsa Indonesia yang memiliki ciri
khas, yakni mencerminkan nilai-nilai yang digali dari bangsa Indonesia
sendiri.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sebenarnya merupakan
perwujudan dari nilai-nilai budaya milik bangsa Indonesia sendiri yang
diyakini kebaikan dan kebenarannya. Pancasila digali dari budaya
bangsa yang sudah ada, tumbuh dan berkembang berabad-abad
lamanya. Oleh karena itu Pancasila adalah khas milik bangsa Indonesia
sejak keberadaannya sebagai sebuah bangsa. Pancasila merangkum
nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat, kebudayaan dan agama-
agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian Pancasila sebagai
pandangan hidup mencerminkan jiwa dan kepri-badian bangsa
Indonesia.

C. Peran dan Fungsi Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Pancasila
Dalam pengertian ini sering juga disebut way of life,
Weltanschauung, wereldbeschouwing, wereld en levenbeschou wing,
pandangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup, pedoman hidup.
Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-
hari (Pancasila diamalkan dalam hidup sehari-hari). Dengan kata lain:
Pancasila digunakan sebagai pedoman arah semua kegiatan atau
aktivitas hidup dalam kehidupan di segala bidang. Ini berarti, bahwa
semua tingkah laku dan tindak perbuatan setiap manusia Indonesia
harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila.
Sebagai pandangan hidup, Pancasila juga berperan sebagai pedoman
dan penuntun sikap dan perilaku setiap warganegara dalam kehidupan
berma-syarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian ia menjadi

suatu ukuran atau kriteria yang diterima dan berlaku untuk semua pihak.
Pancasila sebagai pandangan hidup memiliki fungsi menjadi pegangan
atau acuan bagi manusia Indonesia dalam bertingkah laku, baik dalam
berhubungan dengan sesama manusia, dengan Tuhan yang
menciptakannya maupun dengan lingkungan nya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai
pandangan hidup mempunyai peran dan fungsi sebagai berikut:
1. Membuat bangsa kita berdiri kokoh dan memiliki daya tahan
terhadap segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
2. Menunjukkan arah tujuan yang akan dicapai sesuai dengan cita-
cita bangsa.
3. Menjadi pegangan dan pedoman untuk meme-cahkan berbagai
masalah dan tantangan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya
dan kea-manan nasional.
4. Mendorong timbulnya semangat dan kemam-puan untuk
membangun diri bangsa Indonesia.
5. Menunjukkan gagasan-gagasan mengenai wujud kehidupan yang
dicita-citakan.
6. Memberikan kemampuan untuk menyaring segala gagasan dan
pengaruh kebudayaan asing yang menyusup melalui ilmu
pengetahuan dan teknologi modern.
D. Implementasi Pancasila sebagai Pandangan Hidup
Sebagai pandangan hidup, Pancasila memberi tuntunan kepada
manusia Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku. Nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila dijadikan norma moral bagi bangsa

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketak-waan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karenanya manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. dalam kehidupan bermasyarakat. suka memaksakan kehendak kepada orang lain tak akan dikenakan sanksi hukum. Hendaknya timbul rasa malu bagi mereka yang tidak melaksanakan nilai-nilai yang dimaksud dalam kehidupan sehari-hari. Sadar bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi dengan Tuhan YME yang dipercayai dan diyakininya. sehingga dapat selalu dibina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan YME. Indonesia dalam berbuat. Pelanggaran terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup. Karena kedudukan nilai-nilai Pancasila disini sebagai norma moral. Tuntunan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam bersikap dan bertingkah laku adalah sebagai berikut: 1. maka pelaksanaannya didasarkan pada keyakinan dan kesadaran pemakainya. berbangsa dan bernegara. Di dalam kehidupan masyarakat Indonesia dikembangkan sikap hormat- meng-hormati dan bekerjasama antara pemeluk-pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda. berupa sanksi moral dan sosial. Orang yang tidak dapat mengendalikan diri. maka dikembangkanlah sikap saling menghormati kebebasan .

Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti menjunjung tinggi nilai- nilai kemanusiaan. 2. karena itu dikembang-kanlah sikap hormat- menghormati dan bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain. yang sama hak dan kewajiban-kewajiban asa-sinya. agama dan kepercayaan. maka bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Karena itu dikembangkanlah sikap saling mencintai (menghormati) sesama manusia. gemar melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Menempatkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi berarti bahwa manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa. warna kulit dan sebagainya. 3. serta sikap tidak semena-mena terhadap orang lain. Sadar bahwa manusia adalah sederajat. manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME. manusia Indonesia menempatkan persatuan. menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya dan tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaannya itu kepada orang lain. dan berani membela kebenaran dan keadilan. tanpa membeda-bedakan suku. Sila Persatuan Indonesia Dengan sila Persatuan Indonesia. kesatuan serta kepentingan dan keselamat-an bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. jenis kelamin. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Dengan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Oleh karena sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa itu dilandasi oleh rasa cinta . sikap tenggang rasa dan “tepa salira”. yang sama derajatnya. ketu- runan. kedudukan sosial.

Musyawarah untuk mencapai mufakat ini diliputi oleh semangat kekeluargaan yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia. manusia Indonesia sebagai warganegara mempunyai kedudukan. karena itu semua pihak yang . Dengan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawara-tan/perwakilan. Dalam rangka mencapai perdamaian dunia atas dasar kemerdekaan. 4. Sebelum diambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu diadakan musyawarah.kepada Tanah Air dan Bangsanya maka dikembangkanlah rasa kebanggaan berkebang-saan dan bertanah air Indonesia. dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa. Manusia Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi setiap hasil keputusan musyawarah. Dalam menggunakan hak-haknya ia menyadari perlunya memperhatikan dan mengutama-kan kepentingan negara dan kepentingan masyarakat. Karena mempunyai kedudukan. hak dan kewajiban yang sama maka pada dasarnya tidak boleh ada suatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain. perdamaian abadi dan keadilan sosial maka hubungan antar bangsa didasarkan pada prinsip saling menghormati dan bekerjasama. Keputusan diusahakan secara mufakat. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika. hak dan kewajiban yang sama.

Keputusan- keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan YME. Dengan sikap yang demikian ia tidak menggunakan hak miliknya untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Pembicaraan dalam musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. bersangkutan harus menerimanya dan melaksanakannya dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab. menghormati hak-hak orang lain dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Di sini kepentingan bersamalah yang diutamakan di atas kepentingan pribadi atau golongan. manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan perilaku dalam suasana kekeluargaan serta kegotong royongan. Sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. kepercayaan diberikan kepada wakil-wakil yang dipercayainya. 5. demi kepentingan bersama. juga tidak untuk hal- . mengutamakan persatuan dan kesatuan. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama. Dalam melaksanakan permus-yawaratan. Demikian pula perlu dipupuk sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan agar dapat berdiri sendiri.

sehingga membahas Pancasila sebagai pandangan hidup dapat saja bersing-gungan dengan ajaran agama dan/atau adat budaya suatu masyarakat tertentu. E. hubungan antar bangsa demikian erat. Ketika meletakkan dasar- dasar negara modern. Demikian juga dipupuk sikap suka bekerja keras dan sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama. Di era globalisasi. . maka untuk membangun masyarakat modern harus membuka diri agar tidak tertinggal oleh kemajuan bangsa-bangsa lain. Masuknya nilai-nilai kebudayaan lain ini makin deras mengalir sejalan dengan kebebasan yang dibuka di era reformasi. kita tidak saja menyerap masuknya modal. yang harus diupayakan agar manusia selalu berpegang teguh pada moral yang didambakan dalam hidupnya. Faktor yang mepengaruhi implementasi Semua Agama selalu memiliki kepedulian dengan pengembangan moral. teknologi. akan tetapi terbawa pula masuknya nilai-nilai sosial dan politik yang berasal dari kebudayaan lain. ilmu pengetahuan dan keterampilam dari luar. Kehidupan modern-pun mengembangkan nilai dan norma tertentu yang dimanfaatkan sebagai acuan bersikap dan bertingkah laku manusia. Demikian juga halnya dengan adat budaya masyarakat selalu peduli pula pada moral. hal yang bersifat pemborosan dan hidup bergaya mewah serta perbuatan-perbuatan lain yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

berbangsa dan bernegara. Bagi bangsa Indonesia yang penting adalah agar mampu menyaring nilai-nilai dari luar tersebut. lebih-lebih yang dapat merusak kepribadian. . harus kita tolak. Oleh karena itu yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami dan mengimple-mentasikan Pancasila dalam segala segi kehidupan bermasyarakat. sedangkan nilai-nilai yang tidak sesuai. sehingga nilai-nilai yang baik dan sesuai dengan kepribadian kita sendirilah yang kita serap. Tanpa ini maka Pancasila hanya merupakan rangkaian kata-kata indah yang terlukis dalam Pembukaan UUD 1945.

Dalam hal ini kita permasalahkan relevansi masa lampau bagi masa kini. Namun hal ini telah dicoba diatasi oleh pendiri Republik Indonesia seperti tercermin dalam pasal 32 beserta penjelasan Penjelasan UUD 45 tentang Kebudayaan Nasional. sebaiknya kita lakukan dengan menelusuri perspektif kekinian dan perspektif Arkeologi sebagai dasar (Simanjuntak. Pendekatan Arkeologi yang diterapkan dalam karangan ini karena dasar-dasar karakter itu tumbuh dari masa lampau. dan hal ini tidak berarti . sebagai nilai budaya yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. setelah adanya gerakan kebangkitan nasional Indonesia dengan “sumpah pemudanya”. Menurut Edi Sedyawati istilah itu baru muncul pada awal abad 20. Kendala utama disebabkan tingkat kemajemukan masyarakat sangat tinggi dengan aneka ragam budaya mereka. Namun perlu kita kemukakan disini terlebih dahulu apa yang kita sebut sebagai “bangsa Indonesia”. BAB VI TOLERANSI BERAGAMA DAN KARAKTER BANGSA PERSPEKTIF ARKEOLOGI Penelitian karakter bangsa yang menyebut dirinya bangsa Indonesia. karena penelitian saya lebih banyak di wilayah tersebut. 2011:1-2). Oleh karenanya ketika kita membicarakan karakter bangsa. memiliki cakupan geografis dikenal sebagai Indonesia tidaklah mudah. bagaimana hasil penelitian arkeologi dapat berperan dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya Toleransi Agama di Masa Lampau Dalam karangan ini saya mempergunakan data dari masa Jawa Kuna di Jawa.

6 tingkatan di bawah berdenah bujur sangkar dengan catatan makin ke atas makin kecil. Tubuh candi . tinggi asli (termasuk chattra/payung) 42 meter. serta sisa candi-candi Siwa di sekitar candi Borobudur. terdiri dari 10 tingkatan. Merupakan “bangunan terbuka” maksudnya Hariani Santiko.saya mengabaikan daerah lain.9 berdenah hampir bulat (sedikit lonjong). merupakan salah satu Warisan Dunia (World Heritage) bangsa Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia (Cultural World Heritage) oleh UNESCO tahun 1991. dan tingkat 7. Toleransi Beragama dan Karakter Bangsa: Perspektif Arkeologi 3 tidak mempunyai ruangan suci (garbhagŗha). yang diambil dari relief di candi Borobudur dengan data salah satu relief naratif candi. Apa yang Terungkap dari CandiBorobudur Candi Borobudur didirikan pada abad 9 tarikh Masehi. Candi Borobudur berdenah bujur sangkar. Candi yang bersifat agama Buddha ini. akan mengungkapkan nilai toleransi beragama masa itu. di atas sebuah bukit di desa Borobudur. 8. Kabupaten Magelang. diakhiri oleh stupa puncak yang besar. Secara keseluruhan candi Borobudur mempunyai struktur berundak teras dengan tangga di keempat sisinya. 1. Kemudian multikulturalisme pada masa Majapahit khususnya masa pemerintahan Hayam Wuruk yang dibantu oleh mahapatih Gajahmada. Jawa Tengah. didirikan atas perintah raja dinasti Sailendra pada sekitar abad 9 tarikh Masehi. Demikian pula berbagai contoh toleransi beragama hanya akan dipilih beberapa saja. berukuran 123x123 meter.

gelombang”. terbuat dari bata yang kuat. Salah satu cerita yang terpahat pada dinding kaki candi adalah cerita Karmawibhangga.W Ijzerman.4) Karmawibhanga. di sekitar candi Borobudur. tetapi keseluruhan panil telah difoto oleh Kasian Cephas tahun 1890 1891. “karma” berarti “perbuatan” dan “wibhangga” berarti “alur. patung- patung Buddha. diambil dari naskah- naskah keagamaan mereka. Karmawibhangga adalah paparan tentang alur atau gelombang kehidupan manusia sebagai akibat perilaku kehidupannya yang lalu. Pada tahun 1973 dan 1975 saya melakukan survei dalam radius 10 km (tahun 1973) dan radius 5 km (tahun 1975). Sayangnya panil-panil ini ditutup. karena terdapat banyak sisa-sisa candi Siwa yang ada di sekitar candi Borobudur. 1975). Hasilnya mencengangkan.selain dihias oleh stupika (stupa dalam ukuran kecil). serta dindingnya dihias dengan relief naratif yang terkait dengan ajaran sang Buddha. toleransi keagamaan juga dibuktikan oleh sisa-sisa temuan candi di sekitar candi Borobudur. yang dipahat pada 160 panil. dahulunya didirikan di sekitar candi Borobudur dan 2 candi Buddha lainnya yaitu candi Mendut dan Pawon (Santiko dkk. . Di samping adegan yang terpahat pada candi Borobudur. dan ditemukan kembali tahun 1885 oleh J. Candi-candi Saiwa (ada sekitar 30 situs dalam radius 5 km) pada umumnya berukuran kecil.

Menurut kakawin Nāgarakertagama pupuh LXXXIII:4. raja Hayam Wuruk berhasil membawa kerajaan Majapahit ke puncak kebesarannya. Kambhuja.Syamka dan lain-lain (Pigeaud I. raja kerajaan Singasari terakhir. di Majapahit terdapat orang-orang dari Jambhudwipa (India). Hayam Wuruk menjalankan kebijakan-kebijakan lainnya dibidang ekonomi. ibu Hayam Wuruk. Perdagangan antar-pulau dan internasional membawa dampak kedatangan orang asing untuk singgah. Didirikan sekitar tahun 1293 Masehi oleh Raden Wijaya bergelar Kertarājasa. Goda (Bengal ?). dan pembesar lainnya sebagai sumpah yang dikenal sebagai sumpah palapa. Yawana. sosial-budaya dan agama. Gajah Mada melontarkan gagasan politik Nusantaranya di hadapan raja Tribhuwanatuńgadewī. Multikulturalisme dan kerajaan Majapahit Majapahit adalah kerajaan agromaritim yang diperkirakan berpusat di Trawulan masa kini. Champa. Majapahit mengalami puncak kebesaran ketika dipimpin oleh raja Hayam Wuruk bergelar Rājasanagara (1350-1389 Masehi).2. Dengan bantuan mahapatih Gajah Mada. Seperti halnya raja Kertanāgara. atau menetap di Majapahit. 1960:98). yang mempunyai gagasan politik perluasan cakrawala mandala yang meliputi seluruh dwipāntara atau Nusāntara. Di samping kekuatan militer yang dijalankan Gajah Mada untuk menjaga hegemoni Majapahit.Cina. .

namun mereka mengangkat pejabat- pejabat tinggi baik dari agama Siwa maupun dari agama Buddha bersama-sama.  Di samping pejabat-pejabat tinggi yang beranggotakan orang-orang yang memeluk agama Siwa dan agama Buddha. 3. menurut kakawin Nāgarakertagama di Majapahit . Walaupun raja- raja Majapahit. Hal-hal yang mereka lakukan antara lain:  Di Majapahit terdapat multi-agama. Mencegah konflik sosial-agama yang dapat ditimbulkan apabila penanganannya tidak tepat. Salah satu kebijakan raja – raja Majapahit khususnya Hayam Wuruk adalah penanganan multi-agama di wilayahnya. Pejabat tinggi yang menangani hukum dan kehidupan beragama ada 2 yaitu Dharmādhyaksa ring Kaśaiwan (agama Siwa) dan Dharmādhyaksa ring Kasogatan (agama Buddha). Secara implisit dalam sumber tertulis (prasasti dan naskah). Menunjukkan sifat toleransi yang menghargai perbedaan (Budianta. dan yang terbanyak penganutnya adalah agama Siwa dari aliran Siwa Siddhanta dan agama Buddha Mahayana. beragama Siwa. 2002). kecuali ratu Tribhuwanatunggadewi. jadi diperlukan suatumanajemen konflik. disebut tujuankebijakan di bidang agama ini adalah: 1. Saling menghargai antar agama 2.

Bagi Indonesia yang memiliki keragaman budaya. karena daerah itu diperuntukkan pendeta Siwa. ajaran leluhur mengenai toleransi beragama sebenarnya sudah terpampang pada lambang Negara Republik Indonesia yaitu pada Burung Garuda. daerah sebelah timur Majapahit untuk para bhiksu menyebarkan agamanya. Ketika Hayam Wuruk berkuasa. Welirang.  Diatur pula wilayah penyebaran agama. Wilis. sedangkan para bhiksu tidak boleh menyebarkan agama di sebelah barat. letaknya kebanyakan dilereng-lereng gunung terutama di lereng gunung Penanggungan. lereng gunung Arjuna. dimana raja beserta keluarganya (beserta para pejabat?) datang bersama-sama secara teratur. terdapat kalimat berbunyi “Bhineka Tunggal Ika”. menanamkan nilai-nilai budaya pembentuk dasar karakter bangsa tidaklah mudah. Lawu. dan tempat-tempat yang terpencil lainnya jauh dari pusat kota (Santiko. yang akan ikut melaksanakan ritual keagamaan. Dengan contoh-contoh . Secara sadar atau tidak sadar. Tempat tersebut dikenal sebagai Mandala atau Kadewaguruan.  Mengatur tempat upacara bersaji/melakukan ritual keagamaan di kompleks istana. 1986). bermunculan pusat-pusat pendidikan agama yang dikelola oleh para rsi. terdapat 4 agamawan (caturdwija) yaitu ŗsi-saiwa-sogata- mahābrahmana. Pada pita yang dicengkeram burung garuda.

serta mensosialisasikan berbagai nilai masa lampau tersebut antara lain melalui pelajaran Pancasila. .kesejarahan. secara efektif dapat menanamkan nilai-nilai pembentuk karakter bangsa pada anak didik.

bersifat mono-dualisme dan monopluralisme. Manusia yang dicita-citakan adalah manusia seutuhnya. bersatu. adil. yaitu Negara Indonesia yang merdeka. mencerdaskan kehidupan bangsa. keinginan luhur. perdamaian abadi. bagi bangsa Indonesia yang dituangkan dalam Undang - Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 2. Manusia adalah ciptaan Tuhan. dan makmur. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Selanjutnya. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh bangsa tumpah darah Indonesia. dan keadilan sosial. Memajukan kesejahteraan umum. berdaulat. Pancasila merupakan mazhab filsafat tersendiri yang dijadikan landasan pendidikan. Landasannya sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang – Undang 1945 berikut: Segala sesuatu berasal dari Tuhan sebagai pencipta. yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hakikat hidup bangsa Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa dan perjuangan yang didorong oleh keinginan luhur untuk mencapai dan mengisi kemerdekaan. yaitu manusia yang mencapai keselarasan dan keserasian . BAB VII MENEGUHKAN PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT PENDIDIKAN NASIONAL Implementasi sistem pendidikan nasional Indonesa mencerminkan pandangan – pandangan filosofis yang berakar pada pancasila.

Pendidikan memiliki peran yang sangat stategis dalam menunjang kemajuan sebuah bangsa. penelitian ini menjelaskan bahwa sistem pendidikan yang dialami sekarang ini merupakan hasil perkembangan pendidikan yang tumbuh dalam sejarah pengalaman bangsa di masa lalu. kepentingan umum dan hati nurani. fisik dan kejiwaan. tertera dalam pasal 2 dan 3 dalam UU No. dan penghayatan. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Lalu Pancasila juga dapat dijadikan sebagai filsafat pendidikan. 20 Tahun 2003. pemikiran. kesehatan jasmani Kemudian dilakukan penelitian dengan metode deskriptif- analitif serta menggunakan metode hermeneutik. individu dan sosial. Sebagai hasilnya. Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. juga merupakan sarana pewarisan ideologi bangsa kepada generasi selanjutnya. Perbuatan manusia diatur oleh nilai-nilai yang bersumber dari Tuhan. kemudian dilakukan pencarian data – data yang paling relevan dan utama yang saling berkaitan. Ini juga berarti bahwa pendidikan bukan hanya sekedar sarana transfer ilmu pengetahuan. Pengetahuan diperoleh melalui pengalaman.dalam kehidupan spiritual dan keduniawian. karena memiliki fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. .

3. Kesepakatan tentang bentuk insitusi . 2. Kesepakatan tentang tujuan dan cita . Pancasila memiliki isi yang abstrak umum dan universal.institusi dan prosedur ketatanegaraan (the form of institutions and procedures). pada umumnya bersandar pada tiga elemen kesepakatan.tidak saja sebagai dasar negara Republik Indonesia. (Andrews. Sebuah konsensus yang menjamin tegaknya konstitusionalisme negara modern pada roses reformasiuntuk mewujudkan demokrasi. pandangan hidup bangsa. Dan sebagai sebuah bangsa. kepribadian bangsa. filsafat pendidikan pancasila dikaitkan dengan persoalan pokok yang kenyataannya dipertanyakan. yaitu : 1. Indonesia mendasarkan pada konsep konstitusionalisme sebagaimana dinyatakan di atas. sumber dari segala sumber hukum positif dan sumber pengetahuan di Indonesia. Hal inilah yang kemudian secara konsisten harus masuk di dalam tujuan dari sistem pendidikan nasional yang disebutkan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang . Kesepakatan tentang the rule of law sebagai landasan pemerintahan atau penyelenggaraan pemerintahan negara (the basis of goverment).cita bersama (the general goal of society or general acceptance of the same philosophy of goverment). tetapi juga alat untuk mempersatukan bangsa. Dalam aspek ontologis. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Indonesia didasarkan atas prinsip konstitusionlisme. 1968:12).

berilmu. Kesimpulannya. persatuan. Dengan demikian Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa memiliki nilai. Segenap perubahan yang dimungkinkan dalam sebuah sistem pendidikan nasional. sebagai sebuah keniscayaan dalam menghadapi semua perubahan jaman. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. yang berarti perubahan yang dimungkinkan adalah perubahan yang tidak berkaiatan dengan nilai dasarnya tetapi perubahan dalam aspek instrumentalnya. ketuhanan. cakap. Kemudian filsafat Pendidikan Pancasila harus diimplementasikan secara nyata dan konsisten agar pembangunan manusia Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam cita-cita besar bangsa Indonesia . mandiri. Nilai – nilai yang terkandung dalam sila – sila Pancasila merupakan cita – cita. dambaan bangsa Indonesia yang akan diwujudkan dalam kehidupannya. berakhlak mulia. harapan. yakni filsafat Pancasila. kemanusiaan. filsafat pendidikan Pancasila sebagai ruh dari sistem pendidikan nasional di Indonesia harus benar-benar dihayati sebagai sumber nilai dan rujukan dalam perencanaan strategis di bidang pendidikan di Indonesia. Sedangkan dalam aspek epistemologis. Berbeda lagi dengan aspek aksiologis yang memfokuskan Pancasila terhadap nilai – nilai yang terkandung di dalamnya. dan keadilan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. kreatif. filsafat pancasila bersumber pada nilai – nilai dasarnya. kerakyatan. harus mempertimbangkan Pancasila sebagai kerangka acuan.

perwujudan dan penghargaan atas nilai kemanusiaa.dapat tercapai dengan prinsip-prinsip dasar dari nilai Pancasila yaitu prinsip religiusitas. semangat menghargai perbedaan dan penghormatan pada kehidupan yang demokratis serta perwujudan nilai-nilai keadilan. berpegang teguh pada jiwa persatuan sebagai bangsa. yang semuanya harus terwujudkan melalui proses pendidika yang bermartabat sebagaimana diciata-citakan Pancasila .

“Ancaman tidak dating dari luar. Press. Jakarta: LP3ES. London & Amsterdam: Southern Illinois Univ. dalam INCIS BULLETIN. 1975. “Hegemony and Multiculturalism in Majapahit”. M. K. 2009. N. 1986. Java in the Fourteenth Century. H. 1960-1962. Santiko. ” Culture History V Culture Process”.V. “Perkembangan Teori Arkeologi Mutakhir”. 2005. tapi datang dari diri sendiri”. dalam Mark P. Budianta. DAFTAR RUJUKAN Bellamy. R. H. The Nagarakrtagama by Rakawi Prapanca of Majapahit 1305 AD. makalah pada Pertemuan Ilmian Arkeologi. Leone (ed) Contemporary Archaeology. “Mandala (Kadewaguruan) pada Masa Majapahit”. “Relief Karmawibhangga di Candi Borobudur: Identifikasi Adegan dan Ajaran Hukum Karma”. 2012. Santiko. H. 5 Vols. dalam Adegan dan . Singapore. Magetsari.G. The National Research and Development Centre of Archaeology. H. The Hague: Martinus Nijhoff. paper submitted to the Conference on State Formation and the Early State in South and Southeast Asia Reconsidered. 2002.”The Religious Atmosphere of the Karmawibhanga Reliefs ofBorobudur”. Flannery. A Study in Cultural Hitory. paper pada Pertemuan Ilmiah Arkeologi. Santiko. 2005. In: Uncovering the Meaning of the Hidden Base of Candi Borobudur. Th. edisi 2 volume 1. 1990.Th. Santiko. Teori Sosial Modern: Perspektif Itali. Pigeaud. 2007.

H. 1992. Sedyawati. H.T. ”Arkeologi dan Jatidiri Bangsa”. (Ayatrohaedi.Ajaran Hukum Karma pada Relief Karmawibhangga. E. 1986. Subadio. makalah pada Pertemuan Ilmiah Arkeologi. 1992. ”Arkeologi dan PembangunanKarakter Bangsa”. .12 di Surabaya. Balai Konservasi Borobudur. 2011. Simanjuntak. ed). “Kepribadian Budaya Bangsa” dalam Kebribadian BudayaBangsa (Local Genius). paper pada Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke. Jakarta: Pustaka Jaya.