Ξ August 4th, 2008 | → 18 Comments | ∇ Info | Sistem peradilan di suatu negara masing-masing dipengaruhi oleh sistem hukum

yang dianut oleh negara tersebut. Menurut Eric L. Richard, sistem hukum utama di dunia adalah sebagai berikut : 1. Civil Law, hukum sipil berdasarkan kode sipil yang terkodifikasi. Sistem ini berasal dari hukum Romawi (Roman Law) yang dipraktekkan oleh negara-negara Eropa Kontinental, termasuk bekas jajahannya. 2. Common Law, hukum yang berdasarkan custom.kebiasaaan berdasarkan preseden atau judge made law. Sistem ini dipraktekkan di negara-negara Anglo Saxon, seeprti Inggris dan Amerika Serikat. 3. Islamic Law, hukum yang berdasarkan syariah Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Hadits. 4. Socialist Law, sistem hukum yang dipraktekkan di negara-negara sosialis. 5. Sub-Saharan Africa Law, sistem hukum yang dipraktekkan di negara Afrika yang berada di sebelah selatan Gunung Sahara. 6. Far Fast Law, sistem hukum Timur jauh – merupakan sistem hukum uang kompleks yang merupakan perpaduan antara sistem Civil Law, Common Law, dan Hukum Islam sebagai basis fundamental masyarakat. Pada dasarnya sistem hukum nasional Indonesia terbentuk atau dipengaruhi oleh 3 subsistem hukum, yaitu : 1. Sistem Hukum Barat, yang merupakan warisan para penjajah kolonial Belanda, yang mempunyai sifat individualistik. Peninggalan produk Belanda sampai saat ini masih banyak yang berlaku, seperti KUHP, KUHPerdata, dsb. 2. Sistem Hukum Adat, yang bersifat komunal. Adat merupakan cermin kepribadiansuatu bangsa dan penjelmaan jiwa bangsa yang bersangkutan dari abad ke abad (Soerojo Wigdjodipuro, 1995 : 13). 3. Sistem Hukum Islam, sifatnya religius. Menurut seharahnya sebelum penjajah Belanda datang ke Indonesia, Islam telah diterima oleh Bangsa Indonesia. Adanya pengakuan hukum Islam seperti Regeling Reglement, mulai tahun 1855, membuktikan bahwa keberadaan hukum Islam sebagai salah satu sumber hukum Indonesia nerdasarkan teori “Receptie” (H. Muchsin, 2004) Sistem Peradilan Indonesia dapat diartikan sebagai “suatu susunan yang teratur dan saling berhubungan, yang berkaitan dengan kegiatan pemeriksaan dan pemutusan perkara yang dilakukan oleh pengadilan, baik itu pengadilan yang berada di lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan militer, maupun peradilan tata usaha negara, yang didasari oleh pandanganm, teori, dan asas-asas di bidang peradilan yang berlaku di Indonesia”. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa Peradilan yang diselenggarakan di Indonesia merupakan suatu sistem yang ada hubungannya satu sama lain, peradilan/pengadilan yang lain tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan saling berhubungan dan berpuncak pada

Mahkamah Agung. Bukti adanya hubungan antara satu lembaga pengadilan dengan lembaga pengadilan yang lainnya salah satu diantaranya adalah adanya “Perkara Koneksitas”. Hal tersebut terdapat dalam Pasal 24 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Sistem Peradilan Indonesia dapat diketahui dari ketentuan Pasal 24 Ayat (2) UUD 1945 dan Pasal 10 Ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman. Dalam Pasal 15 UU Kekuasaan Kehakiman diatur mengenai Pengadilan Khusus sebagai berikut : 1. Pengadilan khusus hanya dapat dibentuk dalam salah satu lingkungan peradilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 yang diatur dengan Undang-Undang. 2. Pengadilan Syariah Islam di Provinsi Nangro Aceh Darussalam merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan peradilan agama sepanjang kewenangannya menyangkut kewenangan peradilan agama, dan merupakan pengadilan khusus dalam lingkungan paradilan umum sepanjang kewenangannya menyangkut peradilan umum. Berdasarkan uraian tersebut, maka sistem peradilan yang ada di Indonesia sebagai berikut: A. MAHKAMAH AGUNG UU No. 14 Tahun 1985 jo UU No. 5 Tahun 2005 I. PERADILAN UMUM a. Pengadilan Anak (UU No. 3 Tahun 1997) b. Pengadilan Niaga (Perpu No. 1 Tahun 1989) c. Pengadilan HAM (UU No. 26 Tahun 2000) d. Pengadilan TPK (UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 tahun 2002) e. Pengadilan Hubungan Industrial (UU No. 2 Tahun 2004) f. Mahkamah Syariah NAD (UU No. 18 Tahun 2001) g. Pengadilan Lalu Lintas (UU No. 14 Tahun 1992) II. PERADILAN AGAMA Mahkamah Syariah di Nangro Aceh Darussalam apabila menyangkut peradilan Agama. III. PERADILAN MILITER – Pengadilan Militer untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat prajurit. – Pengadilan Militer Tinggi, untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat perwira s.d kolonel – Pengadilan Militer Utama, untuk mengadili anggota TNI yang berpangkat Jenderal. – Pengadilan Militer Pertempuran, untuk mengadili anggota TNI ketika terjadi perang. IV. PERADILAN TATA USAHA NEGARA – Pengadilan Pajak (UU No. 14 Tahun 2002)

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) B. atau perbuatan tercela lainnya. Fenton . Mahkamah Pelayaran b. PERADILAN LAIN-LAIN a. suap. 4. tindak pidana berat lainnya.V. 5. Menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945 2. berupa : mengkhianati negara. 3. Memutus Pembubaran Partai Politik. Memutus sengketa kewenangan Lembaga Negara yang kewenangannya diberi oleh UUD 1945. MAHKAMAH KONSTITUSI (UU No. 24 Tahun 2003) Tugas Mahkamah Konstitusi adalah : 1. korupsi. Memberikan putusan atas pendapat DPR tentang dugaan Presiden/Wakil Presiden melanggar hukum. 18 Responses to ' Sistem Peradilan Di Indonesia ' HUKUM PIDANA DAN SISTEM PERADILAN DI INDONESIA: Tinjauan dan studi banding tentang sistem peradilan negara Kesemakmuran Australia dan Republik Indonesia (RI) Untuk memenuhi sebagian persyaratan Untuk program tingkat 8 Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Universitas Mataram Oleh: Adam J. Memutus perselisihan tentang PEMILU.

Penulis juga bertujuan untuk menggambarkan beberapa perbedaan antara sistem peradilan yang dilaksanakan di Australia dibanding dengan Indonesia.Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan teori dan proses peradilan hukum pidana yang dilaksanakan di Republik Indonesia. dari tahap pertama dimana sebuah berkas diserahkan kepada lembaga penuntan (kejaksaan) dari lembaga penyidikan (kepolisian) sehingga diputuskan oleh hakim/pengadilan. .

Singapura bertumpu kepada sistem Anglo Saxon. tetapi dipisahkan dalam sistem hukumnya oleh masing-masing penjajah. 3 Ibid. penulis bertujuan untuk menulis laporan yang menjelaskan dasar-dasar hukum pidana Indonesia. atau RUU KUHP baru itu telah disesuaikan dengan pandangan hidup bangsa Indonesia termasuk nilai-nilai agama. Hukum pidana acara dapat disebut dalam Bahasa Inggris sebagai “procedural law” dan hukum pidana materiil sebagai “substantive law”. hukum pidana Indonesia modern dapat dipisahkan dalam dua kategori.Hum pada tanggal 27 Januari 2009. jaksa dan pengacara. namun sistem dan asasnya tetap bertumpu pada sistem Eropa Kontinental (Belanda). Menurut M. yaitu hukum pidana acara dan hukum pidana materiil. Dr. Lubis:3 “’The new draft laws’. meskipun kita telah mempunyai KUHAP hasil ciptaan bangsa Indonesia sendiri. Walaupun bertumpu pada sistem Belanda. misalnya dosen hukum. data-data dan hasil observasi di Pengadilan Negeri. jur Andi Hamzah Hukum Acara Pidana Indonesia (Edisi Kedua Sinar Grafika. Kedua kategori tersebut dapat kita temui dalam Kitab masing-masing yaitu. Lembaga Permasyarakatan dan sumber lainnya. dan gambaran beberapa perbedaan antara sistem peradilan yang dilaksanakan di Australia dan RI. baik hukum acara pidana maupun hukum pidana materiil. Jakarta 2008) Hal 33 2 Wawancara terpisah dengan Dosen-dosen Fakultas Hukum UNRAM: Lalu Parman dan M. Seperti dikatakan oleh Andi Hamzah:1 Misalnya Indonesia dan Malaysia dua bangsa serumpun.” 1 Prof. undang-undang dan lembagalembaga yang diwarisi dari negara Belanda yang pernah menjajah bangsa Indonesia selama kurang lebih tiga ratus tahun. hasil wawancara yang dilakukan dengan dosen-dosen di Fakultas Hukum Universitas Mataram (UNRAM)2 menyatakan bahwa keadaanya Rancangan Undang Undang (RUU) yang sedang dibahas dan dipertimbangkan oleh anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tingkat nasional.Pendahuluan Setelah melakukan wawancara dengan beberapa pihak yang terlibat dalam sistem peradilan di RI. hakim. Brunei. sedangkan Malaysia. nilai adat dan lagi pula disesuaikan dengan Pancasila.M. Apalagi.. Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia Sistem peradilan Indonesia berdasarkan sistem-sistem. yaitu Belanda dan Inggris. SH. Akibatnya. KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana) dan KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) berturut-turut. Lubis. akan tetapi RUU tersebut belum dapat disahkan. .

ancamannya sama. Ialah merupakan salah satu perbedaan penting yang disampaikan oleh dosen hukum ketika diwawancarai. sebuah hasil penyidikan dalam bentuk berkas dari pihak kepolisian didahului dengan sebuah 4 5 R. Para Hakim harus dikasih batas minimalnya.” 6 Andi Hamzah Op. Propinsi Nusa Tenggara Barat7 dapat kita lihat bahwa dalam kenyataan. Sebagai contoh hendaklah kita membaca Pasal 340 dari KUHP tentang kejahatan terhadap nyawa orang. sebagai berikut:4 Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang. Maka dari itu. sedangkan KUHP menentukan pelanggaran-pelanggaran dan kejahatankejahatan yang berlaku dan dapat diselidiki ataupun dituntut oleh lembaga-lembaga tersebut. Kepala Bagian Tata Usaha Kejaksaan Tinggi NTB pada tanggal 5 Februari 2009. kenyataannya adalah sampai sekarang RUU tersebut belum dilaksanakan. polisi dan lain-lainnya. Menurut Bapak Lubis sesuai dengan KUHP sekarang “baik mencuri sapi maupun ayam. jaksa. narkotika ataupun money laundering dimana sudah tercatat ada minimal dan maksimalnya. MH. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Dedy Koesnomo dari Kejaksaan Tinggi. SH. Hal 79 7 Wawancara dengan Dedy Koesnomo SH.5 Dari Pasal tersebut dapat kita lihat bahwa isi KUHP adalah persyaratan dan ancaman (sanksi) substantif yang dapat diterapkan oleh penegak hukum. KUHP dan Penjelasannya (Usaha Nasional. Surabaya 1981) Hal 357 Dengan pemakaian kata “selama-lamanya” maka kita memahami bahwa itu adalah ancaman hukuman yang paling maksimal yang dapat hakim jatuhkan kepada terdakwa – sedangkan hukuman minimal tak ada sekalipun. menentukan prosedur-prosedur yang harus dianut oleh berbagai lembaga yang terlibat dalam sistem peradilan misalnya hakim. sebagai contoh Pasal 110 tentang peranan polisi dan jaksa:6 “Dalam hal penyidik telah selesai melakukan penyidikan. Kecuali dalam undang-undang khusus misalnya korupsi. untuk sementara KUHAP dan KUHP merupakan undang-undang yang berlaku dan digunakan oleh lembaga lembaga penegak hukum untuk melaksanakan urusan sehari-hari dalam menerapkan hukum pidana di Indonesia. Sugandhi. penyidik wajib segera menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum”. Sebaliknya KUHAP menentukan hal-hal yang terkait dengan prosedur. dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun. Cit. Menurut keterangan dari beberapa sumber. Minimalnya satu hari saja! Itu adalah kebebasan yang sangat besar.Namun RUU KUHP baru memunculkan beberapa hal yang sangat menarik terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada sistem hukum pidana dan patut didiskusikan. sebab RUU KUHP akan menentukan ancaman baik minimal maupun maksimal untuk setiap kejahatan masing masing. . KUHAP (dibedakan dari KUHP). karena bersalah melakukan pembunuhan berencana. RUU tersebut telah diajukan kepada DPR Jakarta selama kurang lebih dua puluh tahun dan belum dapat disepakati apalagi disahkan.

Surat dakwaan yang menyatakan tuntutan-tuntutan dari kejaksaan terhadap terdakwa dibaca oleh jaksa. berbicara dengan teman. dan sebaliknya pada saat persidangan selesai. maka diperlukan juru bahasa untuk menerjemahkan dari bahasa suku daerah ke bahasa Indonesia. Di Pengadilan Negeri diadakan beberapa ruang tahanan khususnya untuk menahan tahanan sebelum dan sesudah perkaranya disidang. BAP tersebut akan menyusul SPDP biasanya dalam waktu kurang lebih tiga minggu. dialah yang menduduki kursi penasehat hukum itu. sering dilihat orang-orang yang ‘nongkrong’ diluar pintu terbuka ruang sidang. jika memang dia mempunyai penasehat hukum. Itulah langkah pertama dari kepolisian untuk menjalankan sebuah perkara pidana. Di Indonesia. barulah mulai tahap pemeriksaan saksi. pengacara maupun suasananya secara umum. Setelah dakwaan dibaca. Suryanto juga mengatakan bahwa terkadang jika ada saksi atau terdakwa dari desa terpencil yang tidak dapat berbicara bahasa Indonesia.9 8 Ketika diwawancarai oleh penulis Ketua Pengadilan Mataram Suryanto SH. bahkan tertawa iseng-iseng. yaitu Penuntut Umum (jaksa) dan Penasehat Hukum (pengacara pembela) duduk berhadapan di sisi kanan dan kiri.8 Kejaksaan bertanggungjawab untuk meyakinkan terdakwa berada di pengadilan pada saat persidangan akan dimulai. orang keluar-masuk ruangannya dengan sangat bebas tanpa memberi hormat kepada para hakim.Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan atau SPDP. MHum. Acara Persidangan Pidana Ketika sebuah perkara sudah sampai di pengadilan negeri proses persidangannya adalah sebagai berikut: Penentuan hari sidang dilakukan oleh hakim yang ditunjuk oleh ketua pengadilan untuk menyidangkan perkara. Padahal sering terdengar suara telfon berbunyi dari bagian umum dan orang cepat keluar untuk mengangkat telfonnya! Di Australia setiap kali orang ingin keluar atau masuk ruang sidang diharuskan menunduk kepada Hakim sebagai tanda kehormatan. mengatakan di Pengadilan Negeri Mataram pada saat wawancara ada 11 hakim yang tersedia untuk ditugaskan menyidangkan perkara. Ketersediaan hakim ditentukan oleh Departemen Kehakiman kantor pusat Jakarta. baik letakan saksi. Setelah diterima oleh pihak kejaksaan. Kedua belah pihak. Jika tidak ada. atau dikembalikan kepada kepolisian disertai petunjuk-petunjuk supaya dapat diperbaiki dan diserahkan lagi. dan ditugaskan selama 3 tahun kemudian dimutasi ke tempat lain. Misalnya pada awal persidangan Ketua Majelis menyuruh semua orang untuk mematikan atau mendiamkan telfon genggamnya. sehingga kebanyakan hakim yang ditugaskan ke suatu lokasi biasanya tidak berasal dari lokasi tersebut. padahal seharusnya paling sedikit ada 15 hakim. 9 Sebetulnya ada banyak perbedaan secara fisik diantara sebuah ruang sidang di RI dan Australia. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) adalah berkas lengkap yang mengandung semua fakta dan bukti terkait dengan kasusnya. Jika sebuah BAP telah diteliti oleh jaksa dan dinyatakan cukup bukti untuk melimpahkan perkaranya kepada pengadilan maka pertanggungjawaban untuk kasus tersebut beralih dari pihak kejaksaan kepada pihak kehakiman dan pengadilan. Terdakwa berpindah dari posisinya di tengah ruangan dan duduk di sebelah penasehat hukumnya. Maka kejaksaan wajib mengurus semua hal terkait dengan mengangkut terdakwa dari Lembaga Permasyarakatan (penjara) ke pengadilan. penuntut umum. (untuk tindak pidana ringan biasanya pada tingkat kejaksaan negeri) barulah kejaksaan dapat meneliti berkasnya dan menyatakan jika BAPnya lengkap dan patut dilimpahkan kepada pengadilan. . Pada saat itu terdakwa didudukkan di bagian tengah ruang persidangan berhadapan dengan hakim. Apalagi.

Sebaliknya di RI peranan hakim adalah sangat aktif. nama. Salah satu perbedaan terkait dengan hal ini adalah. kursi yang sama tadi diduduki oleh terdakwa. tetapi beberapa saksi pada hari tertentu kemudian perkaranya ditunda selama beberapa hari sebelum mulai lagi. Beda dari proses di Australia. agama. Hakim akan menyimpulkan keterangan yang telah diberikan dengan mengatakan misalnya: “Kita semua telah mendengar saksi mengatakan bahwa pada tanggal 23 November kemarin dia membeli narkotika dari anda dalam bentuk dua ‘pocket’ 10 Dari observasi penulis di Pengadilan Negeri Mataram dapat dikatakan bahwa dalam kasus yang lebih berat. pekerjaan dan apakah mereka ada hubungan dengan si terdakwa. Pada akhir pemberian keterangan dari saksi masing masing. Di Australia peranan hakim dapat disebut pasif. Itulah saatnya pemeriksaan saksi dimulai oleh Ketua Hakim. disusul oleh penasehat hukum. . Biasanya di Australia kalau bisa persidangan dilanjutkan pada hari berikutnya. sedangkan di Australia setiap saksi akan bersumpah justru sebelum dia akan memberikan keterangan.Penuntut Umum akan ditanyai oleh hakim. Padahal hakim di persidangan di Australia agak jarang akan bertanya langsung kepada saksi. 11 Di salah satu kasus korupsi dimana terdakwa adalah mantan Gubernur NTB proses interogasi ini dari pihak hakim (tiga hakim – Ketua Majelis didampingi oleh dua Anggota Hakim) berlanjut selama lebih dari tiga jam untuk satu saksi. mereka bertiga dipanggil oleh jaksa dan duduk di bangku atau kursi berhadapan dengan hakim. sedangkan yang lain disuruh untuk keluar dari ruang persidangan. umur. atau rumit bisa terjadi banyak saksi yang dipanggil sehingga suatu perkara akan berlanjut pada beberapa hari.11 Setelah hakim selesai dengan pertanyaannya dia memberikan kesempatan kepada jaksa untuk memeriksa saksi. Barulah setelah itu pihak jaksa ataupun penasehat hukum diberikan kesempatan untuk memeriksa saksinya.10 Jika.” Sambil saksi bersumpah salah satu Panitera Pengganti akan mengangkat sebuah Al Quoran atau Kitab Suci lainnya sesuai dengan agama mereka. maka saksi pertama duduk di bangku di depan hakim. Yaitu adalah. kemudian kata-kata berikut: “Demi Tuhan saya bersumpah sebagai saksi saya akan menerangkan dalam perkara ini yang benar dan tidak lain daripada yang sebenarnya. apakah ada saksi dan berapa saksi yang akan dipanggil dalam sidang hari itu. bangsa. Ini juga merupakan salah satu perbedaan besar di antara sistem persidangan di Australian dan RI. Menarik juga bahwa orang Hindu diberikan dupa yang dipegang sambil bersumpah. di atas kepalanya. si terdakwa akan diberikan kesempatan untuk menanggapi keterangan tersebut. Dialah yang mulai dengan pertanyaannya terhadap saksi. Kemudian si saksi sambil berdiri. sering terjadi persidangan terpisah tersebut tidak dipersidangkan pada hari-hari berurutan. Dalam perkara yang ditonton oleh penulis. Kemudian hakim akan menyampaikan beberapa pertanyaan kepada saksi masing masing. Bolehlah dia berlanjut dengan proses interogasinya sehingga dia puas dan pertanyaanya habis-habisan. Setelah saksinya bersumpah. tempat kelahiran. semua saksi bersumpah pada saat bersamaan. misalnya ada tiga saksi yang akan dipanggil. bersumpah sekalian dengan kata pengantar sesuai dengan agamanya.

Setelah itu para hakim harus mengambil keputusan. setelah dilakukan musyawarah terakhir diantara para hakim. Oleh sebab itu selalu diharuskan jumlah hakim yang ganjil. Setelah itu. dengan ketentuan bahwa terdakwa atau penasehat hukumnya mendapat giliran terakhir. Tuntutan adalah sebuah rekomendasi dari jaksa mengenai sanksi yang dimintai dari hakim. keputusan dapat diambil dengan cara suara terbanyak. Setelah semua saksi memberikan keterangan. yaitu tiga. dengan proses yang sama sebagaimana digambarkan di atas. keputusan para hakim dalam suatu perkara harus didasarkan keyakinan hakim sendiri serta dua dari lima alat bukti. setuju atau tidak setuju?” Kemudian terdakwa diperbolehkan untuk menyampaikan tanggapannya terhadap keterangan tersebut. Keputusannya dapat dijatuhkan pada hari itu juga atau hari lain. Hal 282 Wawancara dengan Dedy Koesnomo Op. Keputusan para hakim ada tiga alternatif: 13 1.Cit.” Lima kategori alat bukti tersebut adalah: a. keterangan saksi b. Cit. Perbuatan terbukti tetapi tidak perbuatan pidana – terdakwa dilepas dari segala tuntutan (Onslag). Pasal 183 KUHAP berbunyi sebagai berikut: “Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seorang. Bagaimana anda menganggap keterangan itu? Benar atau tidak benar. Berdasarkan teori pembuktian undang undang secara negatif. .ganja di rumah anda dan anda menerima uang sebanyak Rp40. Perkara terbukti – terdakwa dihukum 2.000. ketua majelis menyatakan bahwa pemeriksaan dinyatakan ditutup. saksi diminta untuk turun dari kursinya dan duduk di bagian umum di belakang. Kemudian penasehat hukum juga diberi kesempatan untuk memanggil saksi yang mendukung atau membela terdakwa. tahap pemeriksaan saksi selesai dan perkara akan ditunda supaya jaksa dapat mempersiapkan tuntutannya.”12 Jika acara tersebut sudah selesai. Proses ini berlanjut sehingga semua saksi dari kejaksaan telah memberikan keterangannya. “Setelah itu giliran terdakwa atau penasehat hukumnya membacakan pembelaanya yang dapat dijawab oleh penuntut umum. Perkara tidak terbukti – terdakwa dibebaskan 3. keterangan ahli 12 13 Andi Hamzah Op. kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya. lima ataupun tujuh hakim. Jika dalam musyawarah tersebut para hakim tidak dapat mencapai kesepakatan.

Kemudian ada hukuman kurungan dimana terpidana masuk ke penjara pagi tetapi diperbolehkan untuk pulang pada waktu malam hari.c. melainkan untuk anaknya yang sakit. hukuman mati. Misalnya dalam perkara pencurian. .. hakim dapat menjatuhkan pidana yang lebih ringan ataupun lebih berat daripada tuntutan jaksa. menjadi delapan bulan.” 14 Demikianlah prosesnya hukum acara pidana secara garis besar sehingga terdakwa dibuktikan bersalah atau tidak bersalah. suatu pengalaman yang sangat menarik. Tahanan – dimana perkaranya masih berlanjut pada tahap persidangan dan belum ada keputusan dari hakim 2. Sebagai berikut: Pria 14 15 Wanita Total . seperti pidana bersyarat dimana hukuman penjaranya tidak harus dijalankan terlebih dahulu bilamana selama waktu yang disyaratkan oleh hakim dia tidak melakukan kejahatan apapun. perbuatannya mungkin terbukti. misalnya dari sepuluh bulan. “Hakim harus menilai semua fakta-fakta. hakim harus menentukan soal sanksinya. surat d. Seperti dikatakan oleh Pak Mion Ginting SH MH Hakim Pengadilan Negeri Mataram.semuanya tergantung perbedaan persepsi. Ketika diwawancarai oleh penulis Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Purwadi menegaskan bahwa orang orang yang ditahan dalam Lapas dipisah dalam dua kategori yaitu: 1. berdasarkan tuntutan dari jaksa dan anggapannya sendiri terhadap terdakwa. Jika memang ia terbukti bersalah. Proses Pelaksanaan Sanksi Pidana Setelah melakukan kunjungan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Mataram penulis dapat melihat secara langsung keberadaan para napi di dalam penjara Indonesia. Kalau begitu. seumur hidup. Narapidana (Napi) – terpidana yang sudah dijatuhkan keputusan dan hukuman penjara oleh pengadilan Purwadi menerangkan bahwa di Lapas Mataram pada saat diwawancarai ada 571 orang dalam penahanan. Ibid. petunjuk e.. Tergantung pendapatnya. tetapi hakim berpendapat bahwa terdakwa tidak melakukannya untuk berfoya-foya. dapat dia ringankan tuntutan dari Jaksa. apalagi dijatuhkan hukuman penjara15 maka ia akan dibawa ke Lembaga Permasyarakatan untuk menjalani hukumannya. dalam wawancara yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2009. denda dan hukuman ringan. di Australia sama sekali tidak ada hukuman sejenis ini. keterangan terdakwa Setelah memutuskan hal bersalah tidaknya. maka hukuman tersebut akan dihapus (di bahasa Inggris hukuman macam ini disebut “suspended sentence”). memang ada hukuman yang tersedia untuk hakim selain hukuman penjara. Lagi pula hakim dapat melebihi tuntutan dari jaksa. Pasal 10 KUHP menjelaskan jenis jenis hukuman termasuk. penjara.

Walaupun begitu. kemudian ada Lembaga Penuntutan (di Australia sejajar dengan “Department of Public Prosecutions”) yang bertanggungjawab atas memeriksa berkasberkas yang diajukan dari Lembaga Penyidikan sebelum perkaranya dapat dilimpahkan ke pengadilan. Keluarga para narapidana dapat memberikan makanan dan barang barang lain misalnya kue kue. sikat gigi dan lain lainnya. Kusnan. Kesimpulan Secara garis besar. pelepasan bersyarat maupun remisi. Petugas Lapas menerangkan bahwa setiap hari para narapidana dapat keluar dari kamar untuk dua jam di sore hari untuk berolahraga di halaman tengah. ada jam kunjungan untuk keluarga dari jam 09:00 s/d 13:30. Ada juga Lembaga Pemutus Perkara. Purwadi mengatakan bahwa ini merupakan salah satu upaya untuk “memotong jaringannya” penjahat narkotika. yang diduga akan mendorong napi lain untuk mencoba narkotika dan oleh sebab itu memperluas jaringannya. Lapas Mataram dilengkapi dengan suatu bengkel dimana para narapidana dapat bekerja. pembunuhan. dan yang lain misalnya pencurian. atau pengadilan yang . proses peradilan antara Australia dan Republik Indonesia agak mirip. Penulis dapat melihat secara langsung bahwa penjahat narkotika tersebut ditahan dalam lima buah kamar dengan jumlah orang sehingga lebih dari 30 orang per kamar. akan tetapi pada saat kunjungan ada hampir 600 orang yang ditahan. Ada Lembaga Penyidikan (Kepolisian) yang bertanggungjawab mendeteksi dan menyelidiki kejahatan. Kamis dan Minggu. apalagi kamar mandi dan WC terletak di dalam kamar tersebut. Purwadi menegaskan bahwa Lapas Mataram sebetulnya dirancang untuk menahan 350 orang. misalnya memperbaiki atau mencuci baik sepeda motor maupun mobil. salah satu petugas yang bertanggung jawab atas kamar tersebut.Tahanan Narapidana Total 238 296 534 17 20 37 225 316 571 Narapidana pria yang ditahan di Lapas Mataram kemudian dipisahkan dua kategori lain berdasarkan kriminalitasnya. ‘togel’ (‘toto gelap’. narapidana dapat memakai sebuah tikar yang terbentang di atas lantai yang terbuat dari beton. judi) dan sebagainya. setelah diperiksa di ruang geledah. baik cuti bersyarat. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa Lapas Mataram sedang “over capacity” (melebihi kapasitasnya). lalu lintas. Wali tersebut ditugaskan untuk mendengar keluhan keluhan dari narapidana. Kalapas tersebut juga menegaskan bahwa penjahat narkoba merupakan 35% dari jumlah narapidana laki-laki. penipuan. yaitu narapidana yang dihukum untuk kejahatan narkotika. Kalapas juga mengatakan bahwa fasilitas-fasilitas di lapas sangat terbatas maka program-program pembinaan ataupun rehabilitasi berkurang. Kemudian untuk para narapidana setiap Selasa. menetapkan aturan tata-tertib di dalam kamar dan mengurus semua hal terkait dengan jangka penahanan untuk narapidana masing masing. Salah satu petugas. Untuk tempat tidurnya. menjelaskan bahwa setiap kamar ada wali.

. Meskipun demikian ada pula cukup banyak perbedaan dalam rincian teknis pada setiap tahap dari proses peradilan di dua negara tersebut. Penulis berharap bahwa laporan ini berhasil untuk menggambarkan dan menjelaskan beberapa perbedaan tersebut.bertanggungjawab memutuskan bersalah tidaknya seorang terdakwa.

Staf Pengajar Fakultas Hukum UNRAM. Bandung 1997) Wawancara dengan: o Lalu Parman SH. hanya isi atau nilai kebebasannya yang berbeda. Dasar Dasar Hukum Pidana Indonesia (PT Citra Aditya Bakti. karena selalu terancam oleh bahaya-bahaya disekelilingnya. KUHP dan Penjelasannya (Usaha Nasional. oleh suatu badan yang mandiri. Kepentingan manusia. isi dan nilai kebebasan peradilan di Belanda . Jakarta 2008) R. Pengadilan Negeri 1A Mataram 28 Januari 2009 o Mion Ginting SH. Setiap Negara mendambakan adanya ketenteraman dan keseimbangan tatanan di dalam masyarakat. MH. Sugandhi. Hakim Pengadilan Negeri 1A Mataram 30 Januari 2009 o Dedy Koesnomo SH. SH. Kebebasan pengadilan. Surabaya 1981) Drs. Lubis.A. Kepentingan manusia akan terlindungi apabila masyarakatnya tertib dan masyarakatnya akan tertib apabila terdapat keseimbangan tatanan di dalam masyarakat.Hum Staf Pengajar Fakultas Hukum UNRAM 27 Januari 2009 o Suryanto SH. jur Andi Hamzah Hukum Acara Pidana Indonesia (Edisi Kedua Sinar Grafika. Salah satu unsur untuk menciptakan atau memulihkan keseimbangan tatanan di dalam masyarakat adalah penegakan hukum atau peradilan yang bebas/mandiri. Bebas/mandiri dalam mengadili dan bebas/mandiri dari campur tangan pihak ekstra yudisiil. adil dan konsisten dalam melaksanakan atau menerapkan peraturan hukum yang ada dan dalam menghadapi pelanggaran hukum. Isi atau nilai kebebasan peradilan di negara-negara Eropa Tirnur dengan Amerika berbeda.F Lamintang. baik sebagai individu maupun kelompok. hakim atau peradilan merupakan asas universal yang terdapat di mana-mana. Kepala Bagian Tata Usaha Kejaksaan Tinggi NTB 5 Februari 2009 o Purwadi Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Lembaga Permasyarakatan Negeri Mataram 2 Februari 2009 SISTEM PERADILAN HUKUM DI INDONESIA Sistem Peradilan Hukum Di ndonesia Tidak ada negara yang tidak menginginkan adanya ketertiban tatanan di dalam masyarakat.Daftar Pustaka • • • • Prof. SH. S.Hum Ketua Pengadilan. yaitu pengadilan. Masyarakat berkepentingan bahwa keseimbangan yang terganggu itu dipulihkan kembali. Dr. P. Setiap saat keseimbangan tatanan dalam masyarakat dapat terganggu oleh bahaya-bahaya disekelilingnya. Kebebasan peradilan merupakan dambaan setiap bangsa atau negara. Di manamana pada dasarnya dikenal asas kebebasan peradilan. M. 27 Januari 2009 o M. M. memerlukan perlindungan dan harus dilindungi.H. MH. yang sekarang lebih popular disebut "stabilitas nasional'. MH.

tidak memihak. karena ada jaminan kepastian hukum. tidak a priori serta konsisten. semua negara "mengklaim"menghormati hak-hak asasi manusia. yaitu pelaksanaan hukum dalam hal konkrit adanya tuntutan hak. 1. damai dan seimbang. objektif. hak asasi bersifat universal. kondisi dan waktu terjadinya tidak sama. Pengertian Hukum a. Kalau setiap pelanggaran hukum ditindak secara konsisten maka akan timbul rasa aman dan damai.untuk lengkapnya silahkan download di sini SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL A. 1976/6). walaupun. setiap pelanggaran hukum harus secara konsisten ditindak.dengan di Indonesia tidak sama. Tidak ada dua perkara yang sama. Ini merupakan "postulaat keadilan": perkara yang serupa diputus sama (Nieuwenhuis dalam Themis. apa yang lalu dapat dijadikan pegangan bagi para pencari keadilan. Kalau perkara yang serupa diputus berbeda maka akan dipertanyakan: dimanakah kepastian hukumnya. sengketa atau pelanggaran diharapkan untuk dipecahkan atau diselesaikan: hukum harus ditegakkan. sehingga setiap konflik. tenteram. Setiap perkara harus ditangani secara individual ("to each his own'). situasi. sejenis) harus diputus sarna (serupa. Prof. tidak hanya bagi pencari keadilan saja tetapi juga bagi masyarakat. Sistem Hukum Nasional Ketentuan yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara hukum termuat dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat(3) dan Pasal 27ayat (1). ajeg dalarn memutuskan. fungsi mana dijalankan oleh suatu badan yang berdiri sendiri dan diadakan oleh negara serta bebas dari pengaruh apa atau siapapun dengan cara memberikan putusan yang bersifat mengikat dan bertujuan mencegah " eigenrichting" (Sudikno Mertokusumo 1973). dimana keadilannya?. M Meyers . sejenis) pula. dikenai sanksi. secara kasuistis dengan mengingat bahwa motivasi. tidak ada Negara yang rela dikatakan bahwa negaranya tidak mengenal kebebasan peradilan atau tidak ada kebebasan peradilan di negaranya. Akan tetapi kalau ada dua perkara yang sejenis atau serupa maka harus diputus sejenis atau serupa pula. tetapi nilai dan pelaksanaannya berbeda satu sama lain (Masyhur Effendi 1994). Tidak ada bedanya dengan pengertian hak asasi manusia. Untuk itu diperlukan peradilan. dalarn arti perkara yang sarna (serupa. yang sekarang sedang banyak disoroti. semuanya mengenal asas kebebasan peradilan. Negara dan bangsa Indonesia pun menghendaki adanya tatanan masyarakat yang tertib. E. Adil.

b.H. Drs. Simorangkir Hukum adalah peraturan – peraturan yang bersifat memeaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan – badan resmi yang berwajib dan pelanggaran terhadap pereturan tadi berakibat diambilnya tindakan dengan hukum tertentu. Asas lex superior gerogat legi inferior 3. Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib masyarakat. Misalnya : 1. A. T. Asas lex spesialis derogate generalis 2. V. oleh karena itu harus ditaati oleh masyarakat c. Supremasi hokum dalam arti tidak boleh ada kesewenang – wenangan sehingga seseorang bisa dihukum jika melanggar hukum. J. dan menjadi pedoman bagi penguasa Negara dalam melakukan tugasnya. 2. 2. Asas Hukum a. Ciri – Ciri Negara Hukum a. E. Asas Hukum Umum Asas Hukum Umum Adalah Asas yang berlaku pada seluruh bidang hukum. Utrres.Hukum adalah aturan yang mengadung pertimbangan kesusilaan. Asas lex posteriore derogate lex priori 4. Fridrich Julius Sthal 1. Asas restitio in tintegrum . Adanya trias politika 3. Pemerintahan berdasarkan peraturan – peraturan. 3. 3. C. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hokum adalah “ sekumpulan peraturan yamg terdiri dari perintah dan larangan yang bersifat memaksa dan mengikat dengan disertai sangsi bagi pelanggarnya. Adanya hak asasi manusia 2. ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat. Dicey 1. Kedudukan yang sama di depan hokum baik bagi masyarakat biasa ataupun pejabat. b. Terjaminya hak – hak manusia oleh undang – undang dan keputusan – keputusan pengadilan. S.

Hukum Tertulis 2. Prof. misalnya : 1. Prof . Campuran dari teori etis dan utilitas. Prof. menerut teori ini hukum bertujuan untuk memjaga ketertiban dan untuk mencapai keadilan dalam masyarakat. Soebekti. sebagai manusia. Berdasarkan Bentuknya 1. 2. Teori Utilitas. Asas praduga tak bersalah dean nebis in idem berlaku pada hukum pidana. berlaku pada hukum perdata. Teori Etis. J. Hukum Tidak Tertulis b. Seorang ahli filsafat Jerman bernama Gustav Radbruch mengemukakan bahwa suatu hukum memiliki ide dasar hukum yang mencakup unsure keadilan. Tujuan Hukum a. abus de droit. Apeldron Hukum bertujuan untuk mengatur pergaulan hidup secara damai. dalam hukum terdapat teori tujuan hukum sebagai berikut : a. kemanfaatan. Penggolongan Hukum a. Menjaga agar manusia diperlakukan. b. Mendatangkan tata dan damai dalam masyarakat 2. dan konsesualisme. Tujuan hukum adalah menyelenggarakan keadilan dan ketertiban untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan. Tujuan yang penting dan hakiki dari hukum adalah memamusiakan manusia. I. c. c. Notohamidjoyo Hukum memiliki tiga tujuan yaitu : 1. b. asas Pacta Sunt Servanda. 4. dan kepastian. H. 5. S. Mewujutkan keadilan 3. menurut teori ini tujuan hukum adalah memberikan faedah sebanyak – banyaknya bagi masyarakat.Seholten berpendapat mengenai lima asas hukum umum yang berlaku universal pada seluruh system hukum yaitu asas kepribadian<> b. Asas Hukum Khusus Hukum kushus adalah hukum yang hanya berlaku pada lapangan hukum tertentu. meneurut teori ini tujuan hukum adalah untuk mencapai keadilan. Berdasarkan Wilayah Berlaku .

# Hukum Perdata adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara satu orang dengan orang lain. 3. dengan menitik beratkan pada kepentingan bersama. dan hukum waris. Proses pengadilan didasarkan pada pengaduan dari pihak yang merasa dirugikan 4.Berdasarkan Isi Masalah 1. Berdasarkan Waktu Berlakunya 1. Hukum Formal d. Ciri – cirri hukum pidana : . Traktat 4. Mengatur hukum keluarga. Korban berlaku sebagai penggugat 5. Ciri – cirri hukum perdata : 1. Yurisprudensi. # Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur perbuatan – perbuatan yang dilarang / melanggar hukum dengan diseretai sanksi – sanksi hukum yang tegas dan jelas terhadap pelanggarnya. Hukum Marerial 2.1. Hukum Lokal 2. Kebiasaan 3. Undang – undang 2. hukum antar waktu ( hukum trasitor ) e. hukum harta kekeyaaan. hukum yang berlaku pada masa yang akan datang 3. Hukum Privat ( hukum sipil ) 2. hukum Publik ( hukum Negara ) f. Berdasarkan Fiungsinya 1. Hukum Nasional 3. Tersangka berlaku sebagai tergugat # Hukum Dagang / Perniagaan adalah hukum yang mengatur hubungan antara orang satu dengan yang lain maupun antara orang dengan badan – badan hukum dalam bidang perdaganggan. hukum Positif atau hukum yang berlaku sekarang 2. Hukum Internasional c. Mengatur hubungan antara orang satu dengan yang lainnya 2. Berdasarkan Sumbernya 1.

Pengertian Sistim Hukum Nasional Sistim hukum nasioanal adalah keseluruhan unsur – unsur hukum nasional yang saling berkait guna mencapai tatanan sosial yang berkeadilan. Penggugat adalah penuntut umum. Peraturan Pemerintah f. Pelanggaran terhadap hukum pidana segera diambil tindakan oleh pengadilan walaupun tanpa adanya pengadilan dari pihak yang dirugikan.III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang – Undangan yang meliputi : a. Pihak yang dirugikan cukup melapor kepada yang berwajib dan akan menjadi saksi. 4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – undang e. Peraturan Daerah 7. MPR RI c. 2. Stuktur Kelembagan Hukum Sistim berserta mekanisme kelembagaan yang menopang Pembentukan dan Penyelenggaraan hukum di Indonesia. 5. Sistim Kelembaggan Hukum meliputi : 1.1. Mengatur hal – hal yang berupa pelanggaran dan kejahatan. Hukum Pidana International 6. Undang – undang d. Keputusan Presiden g. # Hukum Internasioanal terbagi menjadi 2 yaitu : 1. Apatatur penyelenggaraan Hukum . Tap. Mengatur hubungan antar warga negara dengan negara yang menguasai tata tertib masyarakat Indonesia. UUD 45 b. Lembaga – lembaga peradilan 2. Adapun sistim hukum meliputi dua bagian yaitu : a. Hukum Perdata Internasional 2. 3. # Hukum Administrasi Negara / Hukum Tata Usaha Negara adalah hukum yang mengatur segala tuhas atau hak dan kewajiban pejabat – pejabat pemerintah dari pusat sampai daerah. Tata Urutan Perundang – undangan Negara Republic Indonesia Tata Urutan Perundang – undangan Negara republic Indonesia diatur dalam ketetapan MPR No.

Sedangkan hukum formal adalah hukum yang berisi tentang tata cara melaksanakan mempertahankan hukum material. Penyelidikan b. Pengawasan pelaksanaan hukum b. Penuntutan d. seluruh komponen dalam system peradilan harus berfungsi dengan baik . Sistim Peradilan Nasional Sistim Peradilan Nasioanl diartikan sebagai suatu keseluruhan kompenen Peradilan Nasioanal yang meliputi pihak – pihak dalam proses peradilan. Untuk mewujutkan tujuanya.. adapun komponen tersebut meliputi : 1.3. maupun aspek – aspek yang bersifat procedural dan saling berkaitan sedenikian rupa. c. 2. Mekanisme penyelenggaraan hukum 4. sehingga terwujut kwadilan hukum. Materi Hukum Marterial dan Formal ( Hukum Acara ) Hukum material adalah hukum yang berisi tentang perintah dan larangan. Mengadili Apabila digambarkan dalam bentuk skema maka prosedur peradilan adalah sebagai berikut : Penyelidikan oleh Penyidikan oleh Penuntutan oleh Persidangan penyelidik penyidik penuntut umum (Jaksa) oleh hakim . Budaya Hukum yaitu: Pembahasan mengenai budaya hukum meniti beratkan pada pembahasan mengenai kesadaran hukum masyarakat. B. Prosedur pengadilan yang berlaku meliputi : a. Materi Hukum yaitu Kaidah – kaidah yang dsituangkan dan dibakukan dalam persatuan hukum baik yang tertulis ataupun yang tidak tertulis. Penyidikan c. Prosedur Peradilan ( Komponen yang bersifat Prosedural ) Yaitu bagaimana proses pengajuan perkara mulai dari penyelidikan – penyelidikan penuntutan sampai pada pemeriksaan di siding pengadilan. Hirerki Peradilan.

b. 2. . dan sekaligus memutuskan suatu perkara di siding pengadilan dalam rangka unutuk menegakkan hukum dan keadilan. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum 5. Kedudukan MK adalah di Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Budaya Hukum Komponen yang sangat penting dan menentukan tegaknya keadilan adalah kesadaran hukum 4. Memutus pembubaran partai politik 4. Sengketa tenyang kewenangan mengadili.Mahkamah Agung MA adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi dari semua lingkungan pengadilan yang dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah atau pengaruh – pengauruh lain. 24 Tahun 2003 adalah : 1. Peranan Lembaga – Lembaga Peradilan Lembaga – lembaga kekuasaan kehakiman yang berada di Indonesia 1. Susunam MA terdiri dari Pimpinan. 2. C. Permohonan kasasi. c. Memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan / Wakil Prtesiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum. MA berwenang memeriksa dan memutuskan : a. untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan kedilan. Prinsip dari kewenangan Makamah Konstitusi adalah cheks and balances yang menempatkan semua lembaga dalam kedudukan setara.Secara umum peranan lembaga peradilan adalah mkenerima. Permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memeperoleh kekuatan hokum yang tetap. Hakikm Anggota ( hakim agung) panitera dan seorang sekretaris. Menguji Undang – Undang terhadap undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Mahkamah Konstitusi ( MK ) MK adalah salah satu badan negara yang melakukan kekuassan kehakiman yang merdeka. Wewenang MK menurut UU No. Hierarki Kelembagaan Peradilan Susunan lembaga perradilan yang secara hierarki memiliki fungsi dan kewenangan peradilan masing – masing. Memutus sengketa kewenagan lembaga negara yang kewenanganya diberikan oleh Undang – Undang Dasar Republik Indonsia Tahun 1945 3. memaksa.

dan daerah yang hukumnya meliputi wilayah provinsi. Sekretaris. Mengadili di tingkat pertama terahkir mengenai sengketa kewenangan mengadili antar pengadilan negeri di wilayah hukumnya. Meminta laporan secara berkala kepada badan peradilan tentang perilaku hakim. Adapun kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan umum dilaksanakan sebagai berikut : a. b. dan Sekretaris..3. Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang memeriksa. Panitera. Memanggil dan meminta keterangan dari hakim yang diduga melanggar kode etik perilaku hakim. KY berkedudukan di Ibu Kota Negara RI. Mengadili perkara pidana dan perdata di tingkat banding. Tugas pengawasan tersebut meliputi : a. e. memutuskan. Menerima laporan masyarakat mengenai perilaku hakim b.Menegakkan dan keluhuran martabat serta menjaga perilaku hakim diseluruh lingkungan peradilan. KY mempunyai tugas melekukan pengawasan terhadap perilaku hakim. adapun susunan Pengadilan Negeri terdiri dari Pimpinan. bebeas dari pengaruh penguasa ataupun pihak lain. Pengadilan Tinggi Merupakan pengadilan tinggi banding yang berkedudukan di ibu kota provinsi. Wewenang Komisi Yudistira adalah : 1. Peradilan Umum Peradilan umum adalah salah satu pelaku penguasaan bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya. Memngusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR 2. Hakim Anggota. dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingakat pertama. Komisi Yudisial ( KY ) Tujuan dari pembentukan komisi Yudiasial adalah dalam rangka mewujudkan lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum dan lainya yang mandiri. 2. dan Jurusita. Memeriksa pelanggaran perilaku hakim yang diduga melangggar kode etik perilaku hakim. c. Membuat laporan hasil pemeriksaan yang berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada MA dan / MK yang terdasar disampaikan kepada presiden dan DPR. Susunan Pengadilan Tinggi meliputi Pimpinan. 4. . Panitera. d. Adapun tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi adalah : 1. Pengadilan Negeri Pengadilan negeri kedudukanya di kota madya atau di ibu kota kabupaten. Hakim Anggota.

dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta. pertimbangan. 4. Sekretaris. dan Sekretaris. Hakim.a diminta. menjaga jalanya pengadilan di tingkat Pengadilan Negeri agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya. dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang : a. c.wasiat dan hibah yang di lakukan berdasarkan hokum Islam c. Perkawinan b. memberikan keterangan. d. 5. Serta tugas dan kewenangan lain yang di tetapkan berdasarkan undangundang.3. Panitera. Mengadili di tingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antar Pengadilan Agama di daerah hukumnya. Ketua Pengadilan juga bertugas mengadakan pengawasan pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakm. Tugas dan wewenang Pengadilan Agama adalah memeriksa. Peradilan Tata Usaha Negara Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa tata usaha Negara. Wakaf dan sodakoh Tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi Agama adalah : a. Mengadili perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat banding. Pengadilan TInggi Agama berkedudukan di setiap ibu kota Propinsi. 7.Peradilan Agama Yang dimaksud Peradilan Agama adalah pengadilan agama Islam. memutus. Sengketa tata usaha negara adalah sengketa yang timbul dalam tata usaha negara antara orang /badan . Hakim Anggota. Pengadilan Agama terdapat di setiap ibu kota Kabupaten. Peradilan Militer Dalam peradilan militer pengadilan adalah badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan militer. dan Juru Sita. sekretaris dan jurusita di daerah hukumya. 5. Peradilan militer merupakan pelaksana kekuasaan kehakiman di lingkungan Angkata Bersenjata untuk menegakkan hukum dan keadilan dengan memperhatikan kepentinga penyelenggara pertahanan keamanan Negara. Pengadilan Tinggi Agama dapat memberikan keterangan. Kewarisan. Hakim Anggota. Sedangkan susunan PENGADILAN Tinggi Agama terdiri dari Pimpinan. Panitera. 6. b. Tugas atau kewenangan berdasarkan undang – undang. panitera. pertimbangan dan nasehat tentang hukum kepada instansi pemerintah bil. Susunan Pengadilan Agama terdiri dari Pimpinan.

Pengadilan tata usaha Negara merupakan pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tinggi tata usaha negara merupakan pengadilan tingkat banding. UUD 1945 Kekuasaan Kehakiman Mahkamah Konstitusi Mahkamah Agung Komisi Yudisial Lin gkungan Peradilan Lingkungan Peradilan Lingkungan Peradilan Lingkungan Peradilan Umum Agama Militer Tata Usaha Negara Pengadilan Tinggi Pengadilan Tinggi Pengadilan Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Pengadilan Militer Utama Tata Usaha Negara Pengadilan Negeri Pengadilan Agama Pengadilan Militer Pengadilann Tata . Berikut ini adalah skema yang menggambarkan system kelembagaan peradilan Indonesia. Dan yang dimaksud dengan tata usaha Negara adalah administrasi Negara yang melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan baik di pusat maupun daerah.hukum perdata dengan badan / pejabat tata usaha negara baik di pusat maupun daerah.

yaitu institusi-institusi penegak hukum dan implementasinya melalui mekanisme kerja dalam sebuah sistem. dibutuhkan juga instrumen penggeraknya. yakni mencoba mengurangi kriminalitas di kalangan mereka yang pernah melakukan tindak pidana dan mereka yang bermaksud melakukan kejahatan. Ukuran tersebut diletakannya pada delapan asas yang dinamakannya principles of legality. Untuk mencapai ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat dibutuhkan sikap masyarakat yang sadar hokum. Maka tercapailah ketentraman dan ketertiban itu. yang dimaksud di sini adalah bahwa ia tidak boleh mengandung sekedar keputusan-keputusan yang bersifat ad hoc. yaitu : 1. Tujuan Sistem Peradilan Pidana Dalam suatu proses penegakan hukum termasuk juga tindak pidana korupsi. . SPd.Pengadilan Pertempuran Usaha Negara Kesimpulan Hukum adalah sekumpulan peraturan yang terdiri dari perintah dan larangan yang bersifat memaksa dan mengikat dengan disertai sanksi bagi pelanggarnya yang bertujuan untuk mengatur ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat. Dari yang mengadili masyarakat sampai dengan pemerintah dan para pejaba Septina Damayanti. Untuk mengantisipasi berbagai pelanggaran hokum yang terjadi maka di Indonesia telah ada berbagai macam Pengadilan. melalui proses deteksi. Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas X SMA. Bandung : Grafindo Media Pratama. Jawa Tengah :Viva Pakarindo Abdulkarim Aim. Lebih lanjut Muladi menyatakan sistem peradilan pidana mempunyai dimensi ganda. pemidanaan dan pelaksanaan pidana. yaitu sistem peradilan pidana (criminal justice system). Fuller mengajukan suatu pendapat untuk mengukur apakah kita pada suatu saat dapat berbicara mengenai adanya suatu sistem hukum. Kreatif. SPd. Di satu pihak berfungsi sebagai sarana masyarakat untuk menahan dan mengendalikan kejahatan pada tingkat tertentu (crime containment system). Di lain pihak juga berfungsi untuk pencegahan skunder (secondary prevention). dan Siti Nurjanah. selain dibutuhkan seperangkat peraturan perundang-undangan. 2006. Berkaitan dengan sistem hukum. Suatu sistem hukum harus mengandung peraturan-peraturan. Selain masyarakat pemerintahpun juga harus sadar hokum.

Sebagai sebuah sistem. 4. Pursley. berusaha agar mereka yang pernah melakukan kejahatan tidak mengulangi lagi perbuatannya. 8. membedakan tujuan sistem peradilan pidana atas tujuan utama dan tujuan penting lainnya. Peraturan-peraturan harus disusun dalam rumusan yang bisa dimengerti. Peraturan-peraturan tidak boleh mengandung tuntutan yang melebihi apa yang dapat dilakukan.2. 3. maka sistem peradilan pidana bekerja dalam satu unit kerja atau bagian yang menyatu. 7. oleh karena apabila yang demikian itu tidak ditolak. 2. Suatu sistem tidak boleh mengandung peraturan-peraturan yang bertentangan satu sama lain. Membolehkan peraturan secara berlaku surut berarti merusak integritas peraturan yang ditujukan untuk berlaku bagi waktu yang akan datang. Tujuan utama. agar kejahatan yang ada dalam masyarakat masih berada dalam tingkat yang dapat diterima. menyelesaikan kejahatan yang terjadi sehingga masyarakat puas bahwa keadilan telah ditegakan dan yang bersalah dipidana . 5. Oleh karena itu sistem peradilan pidana memerlukan kombinasi yang serasi antar subsistem untuk mencapai satu tujuan. mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan . Tujuan penting lainnya adalah sebagai berikut : . Sistem peradilan pidana dilihat dari segi tujuan sistem itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu jaringan kerja yang ada dalam masyarakat atau negara yang dibentuk secara sadar dalam rangka untuk mengendalikan kejahatan. yaitu : 1. kedua. maka peraturan itu tidak bisa dipakai untuk menjamin pedoman tingkah laku. Harus ada kecocokan antara peraturan yang diundangkan dengan pelaksanaannya sehari-hari. Menurut Yahya Harahap. bahwa kegagalan untuk menciptakan sistem yang demikian itu bukan hanya melahirkan sistem hukum yang jelek. diantaranya untuk melindungi warga masyarakat dan untuk memelihara ketertiban masyarakat. Lebih lanjut Fuller menyatakan. Peraturan-peraturan yang telah dibuat itu harus diumumkan. Tidak boleh ada peraturan yang berlaku surut. tujuan sistem peradilan pidana dapat dirumuskan : pertama. Robert D. melainkan juga suatu yang tidak bisa disebut sistem hukum sama sekali. dan ketiga. Tidak boleh ada kebiasaan untuk sering mengubah peraturan sehingga menyebabkan seorang akan kehilangan orientasinya. 6.

meninjau keabsahan dari tindakan atau langkah yang telah dilakukan di dalam mencegah dan menekan kejahatan . there is a failure of each system component to engage ini any coordinated planning effort. membina atau memperbaiki para pelanggar hukum. c. dapatlah dikatakan tujuan dalam sistem peradilan pidana merupakan hal yang menentukan keberhasilan sistem tersebut. mencegah kejahatan . yaitu tujuan internal sistem dan tujuan eksternal. setiap kewenangan dan tindakan yang dilakukan masing-masing subsistem harus mengarah kepada tujuan tersebut. Keterkaitan keberhasilan kerja masing-masing subsistem satu dengan yang lainnya akan berdampak pada hasil kerja subsistem yang lain dalam menegakan hukum dan keadilan. Meskipun masing-masing komponen subsistem memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda tetapi dalam kerangka sistem peradilan pidana masing-masing subsistem mempunyai tujuan yang sama. Masingmasing subsistem peradilan pidana harus memiliki persepsi yang sama terhadap tujuan tersebut. hence relations among and between these components are often characterized by friction. agar terciptanya keterpaduan .a. karena dalam hubungan dengan subsistem lain sering terjadi adanya konflik oleh karena itu komunikasi saja tidak cukup. e. Peak : ”Each system component police. However. menempatkan secara pantas atau layak mereka yang secara sah telah dinyatakan bersalah . court and correction have vary degree of responsibility and discretion dealing with crime. masing-masing komponen sistem harus mempunyai kesamaan tingkat tanggung jawab dan pertimbangan dalam menangani suatu perkara kejahatan. Kebutuhan akan aparat penegak hukum untuk menjalankan tugas memerlukan wewenang atau otoritas untuk menjalankannya. menempatkan secara sah apakah bersalah mereka yang ditahan. Bertitik tolak dari pendapat tersebut di atas. Tujuan internal. Role conflicts also serve to ensure that planning and communication are stified”. conflict. Selain itu. Pembagian kewenangan harus jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antar subsistem. d. Jadi pada hakekatnya dibentuknya sistem peradilan pidana mempunyai dua tujuan. and deficient communication. atau tidak . Dengan kewenangan yang ada diharapkan dapat digunakan untuk memerangi kejahatan yang terjadi di dalam masyarakat. f. Perlu adanya koordinasi dan perencanaan. Artinya. menekan prilaku yang jahat dengan cara menahan para pelanggar dengan mana mencegah mereka untuk melakukan kejahatan sudah tidak mempan (tidak efektif) lagi . Sebagaimana yang dikemukakan oleh Kenet J. b.

atau sinkronisasi antar subsistem-subsistem dalam tugas menegakkan hukum. terdakwa dan terpidana sejak proses penyelidikan sampai proses pemidanaan. Sedangkan tujuan eksternal untuk melindungi hak-hak asasi tersangka. Dengan demikian. 2010 Please Rate this Summary :12345 Rating : 12345 More About : tujuan sistem peradilan di indonesia Ads by Google . Published: July 20. hidup sebagai anggota masyarakat umumnya yang taat pada hukum. sebenarnya tujuan dari sistem peradilan pidana baru selesai apabila pelaku kejahatan telah kembali terintegrasi ke dalam masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful