You are on page 1of 19

1.

Biografi Douglas Engelbart


(Penemu Mouse Komputer)

Douglas Engelbart lahir pada 30 Januari


1925 di Oregon, Amerika Serikat. Dia
adalah penemu dari mouse komputer saat
yang digunakan saat ini. Douglas adalah
bungsu dari 3 bersaudara anak pasangan
Carl Louis Engelbart dan Gladys Charlotte
Amelia Munson Engelbart. Setelah lulus
dari sekolah menengah Douglas masuk ke
Oregon State University. Namun, pada
Perang Dunia ke-2, dia masuk angkatan laut
dan menjadi teknisi radar di Filipina selama
dua tahun. Pada masa itulah, Douglas
membaca buku yang memberi inspirasi
kepadanya: As We May Think, buku karya
Vannevar Bush. Dia kemudian pulang ke Oregon State University dan
menyelesaikan kuliah sarjananya di jurusan teknik elektro pada tahun 1948.

Selain itu, dia juga menyelesaikan sarjana di University of California Berkeley, dan
mendapat gelar B. Eng pada tahun 1952, lalu mendapat gelar Ph.D. di bidang
teknik elektro dan ilmu komputer (EECS – Electrical Engineering and Computer
Science) 3 tahun kemudian. Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Douglas
tinggal di Berkeley untuk mengajar. Namun hanya berlangsung satu tahun.
Douglas kemudian merencanakan perusahaan Digital Techniques. Perusahaan ini
bertujuan untuk mengomersialkan hasil kerja doktoralnya dalam bidang alat
penyimpanan (storage device). Namun, perusahaan ini pun hanya bertahan setahun
dan Douglas pun berpindah ke Stanford Research Institute (SRI).

Di SRI, Douglas mematenkan dua belas paten atas nama dirinya. Douglas
mengajukan proposal untuk membuat projek yang diberi nama “Augmenting
Human Intellect: A Conceptual Framwork”. Projek ini berhasil mendapat dana dari
ARPA (Advanced Research Projects Agency), agen pemerintah Amerika Serikat di
bawah Departemen Pertahanan yang bertujuan untuk pengembangan teknologi
baru untuk kepentingan militer. Dengan dana itu, Douglas mendirikan suatu
laboratorium sendiri di SRI yang ia beri nama ARC (Augmentation Research
Center)

Pada saat itu, sudah terdapat beberapa jenis alat yang dapat menggerak-gerakkan
penunjuk di layar, seperti lampu pena (pen light) dan juga joystick. Namun,
Engelbart tidak puas dengan alat-alat ini. Dia mencoba untuk memetakan
karakteristik-karakteristik dari alat penunjuk yang telah ada dan melihat suatu alat
yang belum ada dalam peta itu, yaitu tetikus. Penemuan pun telah lahir. Douglas
tidak mengingat siapa yang memberi nama mouse pada alat ciptaannya itu. Yang
jelas, alat dengan kabel yang memanjang dari belakang itu memang mirip tikus dan
setiap orang di laboratorium tempat Douglas bekerja memanggil alat tersebut
mouse.

Pada 1967, Douglas menciptakan barang yang ia deskripsikan sebagai “indikator


posisi X-Y untuk sistem display”. Barang inilah yang kemudian diberi nama
mouse. Douglas mengembangkan ini bersama teman sejawatnya, Bill English. Bill
lah yang mengerjakan bagian perangkat keras dari tetikus ini. Meskipun tetikus
ditemukan oleh Douglas, namun ia tak pernah menerima royalti dari penemuannya
itu. Pada suatu wawancara, Douglas berkata bahwa “SRI telah mematenkannya,
tetapi mereka tidak tahu nilai dari barang ini. Beberapa tahun kemudian mereka
melisensikannya kepada Apple seharga 40.000 dolar.” Setelah kepemimpinan ARC
diserahkan kepada Bertram Raphael dan kepemilikannya diserahkan pada
perusahaan yang bernama Tymshare, lalu McDonnell Douglas, Douglas pun
pensiun pada tahun 1986. Setelah pensiun, bersama putrinya Christian Engelbert,
Douglas mendirikan Bootstrap Institute dengan dana yang tidak terlalu besar dan
menyelenggarakan seminar manajemen tiga setengah hari di Stanford University di
sepanjang tahun 1989-2000 yang tampaknya berhasil menginspirasi banyak peserta
seminar tersebut.
Sekarang, Douglas adalah Bapak Emeritus pada Douglas Engelbart Institute.
Sedangkan putrinya menjabat Direktur Eksekutif . Pada tahun 2005, Douglas
menerima dana penelitian dari Natioanl Science Foundation untuk projek open
source yang diberi nama HyperScope. Pada 9 Desember 2008, Douglas
dianugerahi kehormatan pada “Mother of All Demos” yang ke-40, kegiatan yang
dibuat oleh SRI International.
2. Biografi Reynold B. Johnson
(Penemu Hard Disk Komputer)

Reynold B. Johnson lahir di negara


bagian Minnesota, Amerika Serikat,
tahun 1906. ia merupakan penemu
dari hardisk dan disebut sebagai
"father of disk drive". Sesungguhnya,
masa kecil dan masa remaja Reynold
jauh dari urusan komputer. Di situ pula
ia makan bangku sekolahan. Kuliah di
University of Minnesota, dia
mengambil jurusan administrasi
pendidikan. Setelah menuntaskan gelar
sarjananya tahun 1929, Johnson
mengajar di sebuah sekolah menengah di Ironwood, Michigan. Di sana jadi guru
ilmu pengetahuan alam dan matematika. Sekuat tenaga, Pak guru Johnson mencari
cara agar matematika yang rumus-rumusnya bikin mumet para murid, bisa lebih
mudah dimengerti.
Pernah juga di suatu saat, dua orang siswa tertangkap basah mencuri sebuah radio
sekolah. Keduanya dijatuhi hukuman. Selama masa hukuman itu mereka
dibimbing Johnson. Sang guru mengubah hukuman itu menjadi sesuatu yang
berguna. Saban hari Reynold membimbing keduanya membuat alat eksperimen.
Hingga di akhir masa hukuman, dua murid ini sukses menciptakan alat untuk
memeriksa lembar ujian yang menggunakan sistem pilihan berganda alias multiple
choice. Meski lihai mendidik murid, karir mendidik Johnson gagal total di tengah
jalan. Empat tahun mengajar di sekolah, sang guru malah dipecat. Peristiwa inilah
yang tak hanya mengubah hidup Pak Guru Johnson, tapi juga mengubah sejarah
sistem penyimpan data. Johnson memanfaatkan waktu luangnya untuk
mematangkan mesin pemeriksa ujian multiple choice tadi. Hasilnya digadang ke
beberapa sejumlah perusahaan, termasuk IBM. Akhirnya, hanya setahun menjadi
pengangguran, pada tahun 1934, Johnson diangkat menjadi menjadi engineer di
IBM. tim ini lebih tertarik pada penyimpanan berbentuk piringan cakram yang
dikembangkan oleh Jacob Rabinow dari National Bureau Standard. Alasannya
sederhana. Di benaknya, penyimpanan cakram lebih mudah dikembangkan, lebih
dapat diandalkan, dan juga irit biaya. Itu sebabnya semua tenaga dikerahkan ke

proyek ini. Hasilnya luar biasa. Di ujung tahun 1955, mereka sukses membuat
penyimpan cakram keras yang diberi nama IBM 350. Cakram keras ini merupakan
bagian dari sistem komputer bernama RAMAC 305 (bedakan dengan sistem
penyimpannya, yang bernama IBM 305). RAMAC sendiri merupakan kependekan
dari Random Access Method of Accounting Control, yaitu sistem yang mampu
menyediakan akses data yang cepat bagi penggunanya di masa itu. Tidak seperti
cakram keras yang dijumpai di pasaran saat ini, IBM 350 itu jauh lebih bongsor.
Besarnya setara dengan dua buah kulkas yang berderet. Bobotnya pun tak
tanggung-tanggung, satu ton. Itu karena, ia terdiri 50 buah cakram berdiagonal 24
inci (sekitar 60 cm), yang ditumpuk-tumpuk. Kapasitas penyimpanannya? Sekitar
5 megabyte data.

Bila dipakai untuk menyimpan file musik berformat MP3, IBM 350 hanya bisa
memuat satu file lagu, yang kurang lebih, berdurasi 5 menit. 10 Fakta tentang
Reynold B Johnson

1. Mulanya IBM sempat menolak konsep mesin pemeriksa lembar ujian karya
Johnson. Tapi di belakang hari, perusahaan itu melihat potensi bisnis mesin
tersebut dan merekrutnya sebagai karyawan.

2. Mesin ciptaan Johnson itu diakui oleh pemerintah Amerika Serikat sangat
membantu mereka dalam menempatkan banyak orang dalam berbagai jabatan
yang tepat.

3. Johnson merupakan salah satu penemu yang paling produktif di IBM. Ia juga
banyak berkontribusi di bidang pembacaan data dari kartu plong (punch card).

4. Johnson memiliki tak kurang dari 90 temuan yang telah ia patenkan selama
karirnya. Artinya, selama hidupnya, rata-rata Johnson membuat sebuah
penemuan baru dalam satu tahun.

5. Pada 1971, American Society of Mechanical Engineers (ASME)


menganugerahkan Johnson penghargaan Machine Design Award.

6. Tahun 1992, organisasi profesi insinyur elektro sedunia, IEEE, mengabadikan


nama Johnson pada satu kategori penghargaan khusus untuk pengembangan
teknologi penyimpanan data (Reynold B Johnson Award).
7. Lab kecil Johnson di pinggiran San Jose, kini sudah membengkak menjadi
sebuah instalasi raksasa seluas 144 hektar, dengan lebih dari enam ribu orang
berkutat di dalamnya. San Jose kini juga telah berubah menjadi pusat
pengembangan cakram keras.

8. Teknologi micronograph yang dikembangkan Johnson, digunakan oleh


perusahaan mainan Fisher's Price pada mainan "Talk to Me Books", di mana,
anak-anak bisa menggunakan alat penunjuk gambar atau kata, untuk
mendengaTahun 1998 Johnson meninggal karena penyakit Melanoma (kanker
kulit). Di akhir hayatnya, Johnson masih tetap penuh ide dan inovasi. Saat
meninggal ia masih mengerjakan proyek kodifikasi karakter Cina yang belum
rampung.rkan cerita. Belakangan, alat ini mendapat penghargaan "Toy of the
Year".

9. Tahun 1998 Johnson meninggal karena penyakit Melanoma (kanker kulit).

10.Di akhir hayatnya, Johnson masih tetap penuh ide dan inovasi. Saat meninggal
ia masih mengerjakan proyek kodifikasi karakter Cina yang belum rampung.

Johnson, bekerja sama dengan Sony mengembangkan teknologi penyimpanan


video yang dapat memuat data dua kali lipat lebih besar dibandingkan pita video
normal saat itu. Penemuan ini kemudian juga menjadi cikal bakal teknologi Video
Camera Recorder. Atas berbagai jasanya, pada tahun 1986, Johnson mendapat
banyak penghargaan. Termasuk di antaranya penghargaan National Medal of
Science dari Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan. Selasa, 15 September 1998,
Johnson tutup usia di umurnya yang 92 tahun. Dia meninggalkan seorang istri
bernama Beatrice, dan dua orang putra, Philip dan David. Juga meninggalkan
warisan yang memudahkan Anda menyimpan data, Hard Disk Drive.

3. Biografi Fujio Masuoka


(Penemu Flashdisk)
Fujio Masuoka penemu dari flashdisk memory.Biografi dan Profil ,lahir
pada tanggal 8 Mei 1943, di Kota Takasaki, Gunma, Jepang.

Fujio Masuoka meraih gelar Bachelor of Science, Master of Science dan


PhD di bidang teknik listrik dari Tohoku University masing-masing di tahun 1966,
1968 dan 1971. Segera setelah lulus, Masuoka bergabung Toshiba Research and
Development Center pada bulan April 1971.

Dr Yoshiyuki Takeishi, menunjukkan sebuah Memori Ultraviolet


Erasable Masuoka Intel elektrik Programmable (UV EEPROM), yang
diumumkan beberapa bulan sebelumnya. Masuoka kemudian mempelajari
teknologi Intel dalam dua bulan dan menemukan sebuah struktur baru, sebuah
memori jenis MOS read-only memori yang dikenal dengan nama Samos yang
menjadi paten pertama Masuoka di tahun 1972.
Antara 1972 dan 1984, Masuoka membuat terobosan memori lain yang signifikan,
pasangan sel memori dinamis dengan struktur poli-silikon ganda. Pada tahun 1977,
ia pindah ke divisi semikonduktor Toshiba, di mana ia mengembangkan sebuah
memori 1 Mbit DRAM.

Pada tahun 1994, Masuoka bergabung di kampus Tohoku University dimana ia


menjadi profesor selama 13 tahun sebelum diangkat sebagai Profesor dari
universitas Lembaga Penelitian Komunikasi Listrik. Untuk karya rintisannya
pada memori flash, Masuoka telah menerima berbagai

Penghargaan:
- Hadiah dari perdana menteri jepang Watanabe pada tahun 1977
- Penemuan Nasional pada tahun 1980. Pada tahun 2007,

Flashdisk Tidak hanya ukurannya saja yang berkembang, tetapi bentuk dan
fungsinya juga
Untuk masalah keamanan yang dimiliki flash drive saat ini sebatas melindungi data
yang ada agar tidak terakses oleh orang yang bukan pemiliknya.
Cara kerja yang dipakai saat ini antara lain menggunakan full disk encryption atau
physical authentication tokens. Sistem terbaru yang diperkenalkan tengah tahun
2005 lalu adalah biometric fingerprinting Description: Fujio Masuoka Penemu
Flashdisk Rating: 4.5 Reviewer: anastasya sihombing ItemReviewed: Fujio
Masuoka Penemu Flashdisk.
4. Biografi Andy Rubin
(Penemu OS Android)

Andy Rubin lahir pada tanggal 22


Juni 1946 di New Bedford, Amerika
Serikat. Dia adalah pengembang dari
Android OS. Sejak kecil, Rubin sudah
terbiasa melihat banyak gadget baru. Ini
karena ayahnya, seorang psikolog yang
banting setir ke bisnis direct marketing,
menyimpan produk elektronik yang akan
dijualnya di kamar Rubin. Ia memiliki
minat besar pada segala hal yang berbau
robot. Di Carl Zeiss A.G., tempat
pertama kali ia bekerja setelah lulus
kuliah, Rubin ditempatkan di sebuah
divisi robotika, tepatnya pada komunikasi
digital antara jaringan dengan perangkat
pengukuran dan manufaktur. Setelah dari
Carl Zeiss, ia sempat bekerja di bidang
robot di sebuah perusahaan di Swiss.

Karier Rubin di bidang robotika nampaknya semakin cerah, namun hidupnya


berubah gara-gara liburan di Cayman Island pada tahun 1989. Saat sedang
mengunjungi kepulauan tropis di Jamaika itu, Rubin tak sengaja bertemu dengan
seorang bernama Bill Caswell. Pria ini sedang tidur di tepi pantai, terusir dari
sebuah cottage setelah bertengkar dengan pacarnya. Andy menawarkan pria itu
tempat tinggal dan sebagai balas budi, Casswell menawarkannya pekerjaan.
Kebetulan yang menakjubkannya adalah pria itu bekerja di Apple. Di Apple, Rubin
mengalami masa-masa yang menyenangkan. Pada saat itu, Apple masih dalam
kondisi baik berkat komputer Macintosh. Budaya Apple pun menular pada diri
Rubin. Di sana ia sempat melakukan kejahilan, seperti memprogram ulang sistem
telepon sehingga ia bisa berpura-pura sebagai sang CEO, John Sculley. Lelucon
seperti itu mungkin akan disukai Steve Jobs, pria yang gemar membuat lelucon
lewat telepon, namun ketika itu adalah periode Apple tanpa Jobs.
Dari bagian manufaktur, Rubin pindah ke bagian riset di Apple. Kemudian, pada
tahun 1990, Apple melakukan spin off untuk membentuk sebuah perusahaan
bernama General Magic dan Rubin ikut di dalamnya. General Magic berfokus pada
pengembangan perangkat genggam dan komunikasi. Para engineer yang gila kerja,
termasuk Rubin tentunya, berhasil mengembangkan sebuah peranti lunak bernama
Magic Cap. Sayangnya, Magic Cap tidak mendapat sambutan dari perusahaan
handset dan telekomunikasi. Beberapa yang menerapkan Magic Cap hanya
melakukannya sebentar. General Magic pun akhirnya hancur.
Beberapa pengembang di General Magic, bersama beberapa veteran Apple,
kemudian mendirikan Artemis Research. Perusahaan ini mengembangkan sesuatu
bernama webTV, sebuah upaya awal untuk menggabungkan Internet dengan
televisi. Rubin bergabung dengan Artemis untuk ikut mengembangkan webTV
tersebut. Saat Microsoft membeli Artemis, di 1997, Rubin pun ikut bergabung
dengan perusahaan raksasa itu. Episode gila khas Rubin kembali terjadi di
Microsoft. Rubin membangun sebuah robot yang dilengkapi kamera untuk
mengerjai rekan-rekannya. Gilanya, robot itu terhubung ke Internet dan pada satu
insiden sempat dibobol oleh pihak di luar Microsoft. Pada tahun 1999, Rubin
keluar dari webTV (dan artinya, ia tak lagi menjadi karyawan Microsoft). Ia
kemudian menyewa sebuah toko di Palo Alto, California, dan menyebut toko itu
sebagai laboratorium.
Di tempat yang penuh dengan berbagai mainan robot koleksi Rubin, lahirlah
sebuah ide untuk produk baru. Bersama beberapa rekannya, Rubin kemudian
mendirikan Danger Inc. Sukses diraih Danger melalui sebuah perangkat bernama
Sidekick. Aslinya, perangkat ini dinamai Danger Hiptop, namun di pasaran ia
dikenal sebagai T-Mobile Sidekick.

“Kami ingin membuat sebuah perangkat, kira-kira seukuran batang cokelat, dengan
harga di bawah 10 dolar dan bisa digunakan untuk men-scan sebuah benda serta
mendapatkan informasi soal benda itu dari Internet. Lalu, tambahkan perangkat
radio dan transmiter, jadilah Sidekick,” tutur Rubin soal Sidekick.

Saat ini, Sidekick memang sudah terlihat usang, namun pada masanya, Sidekick
adalah sebuah benda yang ganjil dengan konsep teknologi yang melampaui zaman.
Perangkat itu, menurut Rubin, merupakan pengakses data dengan kemampuan
telepon. Ketika muncul di pasaran, Sidekick harus menghadapi kenyataan bahwa
PDA sedang kehilangan pasar. Namun, Rubin menegaskan bahwa Sidekick
bukanlah PDA.
“Seharusnya, orang-orang bukan bertanya apakah ini PDA atau ponsel. Mereka
harusnya bertanya, apakah ini platform untuk pengembang pihak ketiga? Ini adalah
hal yang baru. Ini adalah untuk pertama kalinya sebuah ponsel dijadikan platform
untuk pengembang pihak ketiga,” kata Rubin.

Sekarang, apa yang dikatakan Rubin bukan hal aneh lagi. Lihat saja Apple dengan
jutaan aplikasi pihak ketiga yang hadir di iPhone. Hal lain yang dilakukan Danger,
yang pada masa itu belum terpikirkan, adalah menjembatani antara pembuat
handset dengan penyedia jaringan. Danger memutuskan untuk berbagi keuntungan
dengan T-Mobile dalam layanan Sidekick. Dengan demikian, Danger tak me-
ngandalkan penjualan handset sebagai sumber penghasilan satu-satunya, namun
juga dari layanannya. Ini membuat perusahaan pembuat perangkat (Danger)
memiliki tujuan yang sama dengan penjual perangkat (operator telekomunikasi T-
Mobile).
Rubin meninggalkan Danger pada tahun 2004 .pada 2008, perusahaannya itu
dibeli oleh Microsoft. Sang raksasa rupanya tertarik untuk memasuki bisnis ponsel
dengan lebih agresif lagi. Nilai yang ditawarkan pun tidak tanggung-tanggung.
Menurut kabar yang beredar Microsoft membeli Danger dengan harga 500 juta
dolar. Namun, pembelian Danger oleh Microsoft ternyata tidak membawa hasil
yang berbunga-bunga. Para eksekutif yang tersisa dari Danger digabungkan oleh
Microsoft ke dalam Mobile Communication Business, dari divisi Entertainment
dan Devices. Kemudian, mereka diminta mengembang sebuah ponsel yang dikenal
dengan sebutan Project Pink. Targetnya, ponsel ini harus bisa menjadi pesaing
iPhone dan BlackBerry. Menurut ComputerWorld, Project Pink menderita penyakit
klasik di sebuah perusahaan besar. Karena proyeknya cukup bergengsi, ia
diperebutkan oleh beberapa pihak. Dan lebih parahnya lagi, perkembangannya
makin melenceng dari yang diinginkan. Contohnya, awalnya ponsel itu akan
dikembangkan dengan basis Java namun kemudian diminta untuk menggunakan
sistem operasi Microsoft.

Sayangnya, Windows Phone 7 yang seharusnya bisa digunakan untuk Project Pink,
belum siap. Walhasil, saat diluncurkan, ponsel yang akhirnya bernama Microsoft
Kin ini menggunakan sistem operasi Windows untuk ponsel yang “lawas”.
Sambutan pasar yang dingin pun membuat Kin akhirnya harus ditutup, hanya
beberapa bulan sejak diluncurkan. Nasib layanan Sidekick, yang diwarisi
Microsoft dari Danger, juga tak terlalu baik. Dalam satu insiden, yang masih belum
diketahui pasti apa penyebabnya, pelanggan Sidekick tiba-tiba kehilangan semua
data mereka. Satu hal yang perlu diketahui, semua data pada Sidekick memang
disimpan ‘di awan’ (dalam hal ini pada server yang dikelola Microsoft dan bisa
diakses melalui Internet). Nah, ketika server itu mengalami gangguan, semua data
pengguna Sidekick pun lenyap.

Pada awal tahun 2002, Rubin sempat memberikan sebuah kuliah di Stanford
mengenai pengembangan . Rubin menginkubasi Android saat ia menjadi
enterpreneur-in-residence bersama perusahaan modal ventura Redpoint Ventures di
2004. “Android berawal dari satu ide sederhana, sediakan platform mobile yang
tangguh dan terbuka sehingga bisa mendorong inovasi lebih cepat demi
keuntungan pelanggan,” ujar Rubin. Pada Juli 2005, 22 bulan setelah Android
berdiri, perusahaan itu ditelan oleh raksasa Google. Rubin pun memilih untuk
bergabung dengan Google. Ketika membeli Android Inc., Google tidak
menyebutkan dengan rinci berapa harga yang dibayarkan dan apa yang ingin
dilakukannya dengan perusahaan itu. Bahkan, Google menyebut pembelian itu
sebagai akuisisi terhadap sumber daya manusia dan teknologinya saja. Selain Andy
Rubin, Google memang meraup banyak orang-orang brilian dari Android. Ini
termasuk Andy McFadden (pengembang WebTV bersama Rubin, dan juga
pengembang Moxi Digital); Richard Miner (mantan Vice President di perusahaan
telekomunikasi Orange); serta Chris White (pendiri Android dan perancang
tampilan serta interface WebTV).

Bersama Google, Android diberi kekuatan ekstra. Perusahaan asal Mountain View,
California itu kemudian membentuk Open Handset Alliance untuk
mengembangkan perangkat bagi Android.

“Google tak bisa melakukan segalanya. dan kami tidak perlu itu. Itulah mengapa
kami membentuk Open Handset Alliance dengan lebih dari 34 rekanan,” ujar
Rubin.
Perangkat Android yang hadir pasaran memang bukan buatan Google. Petarung
kelas berat Android termasuk Motorola, Samsung, dan HTC masing-masing
melemparkan ponsel Android andalan mereka ke pasaran.
“Sekadar melemparkan peranti lunak tidaklah cukup,” Rubin menjelaskan, “Anda
perlu handset yang dikembanglan untuk peranti lunak ini dan penyedia jaringan
yang mau memasarkannya.”
Di AS, Motorola Droid jadi salah satu senjata Verizon Wireless melawan AT&T
dengan iPhone-nya. Sedangkan Nexus One, ponsel Android Google buatan HTC,
hadir tanpa “ikatan dinas” pada satu operator tertentu.
Kehadiran Android nampaknya berusaha menggoyang dominasi pasar ponsel di
AS. Di Indonesia, Android pun nampak siap jadi primadona setelah muncul dengan
gegap gempita dalam Indonesia Celullar Show 2010.
“Saya tahu bakal ada FUD (fear, uncertainty, doubt). Namun, kami telah melihat
beberapa kompetitor mengikuti apa yang kami lakukan. Jadi sepertinya, kami
memang di jalan yang benar,” ujar Rubin.
Sidekick. Karena, meski penjualan Sidekick di pasaran tak meledak, perangkat itu
dinilai cukup baik dari sisi engineering. Sebuah kebetulan bahwa Larry Page dan
Sergei Brin, pendiri Google, ikut hadir dalam kuliah tersebut. Selepas kuliah, Page
menemui Rubin untuk melihat Sidekick dari dekat. Rupanya, Page melihat,
perangkat itu menggunakan search engine Google. “Keren,” ujar Page. Ini adalah
sebuah titik tolak bagi Page untuk sebuah ide yang dalam beberapa tahun
kemudian akan terwujud, sebuah ponsel Google. Kurang lebih dua tahun setelah
itu, Rubin telah meninggalkan Danger dan mencoba melakukan hal-hal baru.
Termasuk di antaranya mencoba memasuki bisnis kamera digital sebelum akhirnya
ia mendirikan Android.

4. Keyboard

Pada tahun 1858, Christopher Latham Sholes adalah penemu mesin ketik dan
keyboard Qwerty. Beliau lahir di Mooresburg, Pennsyvania-AS. Hollerith
mengembangkan cara untuk membuat pemicu sebuah koneksi eletrik untuk alat
perhitungan dan penyimpan informasi. Cara ini berasal dari ide bahwa data dapat
di kodekan dengan angka. Dia melihat bahwa data dapat diletakkan (lubang) pada
lokasi yang spesifik pada sebuah kartu (punched card). Kemudian kartu tersebut
dapat dihitung atau diurutkan dengan mesin. Dan juga data dapat disimpan. Ini
adalah ide dasar dari komputer zaman sekarang.

5. Transistor

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit
pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau
sebagai fungsi lainnya. Transistor, komponen yang mengubah wajah dunia,
memungkinkan ukuran peralatan elektronika makin kecil dan kompak dan
konsumsi daya rendah, juga mengawali era elektronika digital.
Pada tahun 1947, William Shockley, John Bardeen, dan Walter Brattain
mengembangkan sebuah alat bernamakan transistor. Nah, transistor yang berhasil
ditemukan tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil. Sampai saat ini
perkembangan komputer berukuran lebih kecil dibandingkan komputer pertama
sebelumnya.

6. RAM (Random Access Memory)


RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh
Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968,
jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah
perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan
tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu
akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).

Jenis-jenisnya RAM yang telah dikembangkan sampai sekarang :

 SRAM (Static Random Access Memory)

 NV-RAM (Non-Volatile Random Access Memory)

 DRAM (Dynamic Random Access Memory)

 FPM DRAM (Fast Page Mode Dynamic Random Access Memory)

 EDO RAM (Extended Data Output Dynamic Random Access Memory)

 DR DRAM (Direct Rambus Dynamic Random Access Memory)

 SDRAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory)

 DDR (Double Data Rate)

 DDR2 (Double Data Rate 2)

 DDR3 (Double Data Rate 3)


7. Trackball

Trackball adalah peranti penunjuk yang berupa sebuah bola yang berada di dalam
sebuah alat yang memiliki sensor gerakan. Bola jejak umumnya terdapat pada
tetikus modern. Bola jejak menyimulasikan pergerakan vertikal tetikus, sehingga
pengguna tidak perlu menggerakkan tetikus berulang kali untuk dapat menaikkan
atau menurunkan layar.

Trackball pertama kali diciptakan pada tahun 1952. Jauh sebelum mouse
(menggunakan 2 buah roda kecil) diciptakan oleh Douglas Engelbart pada tahun
1963. Pencipta trackball adalah Tom Cranston dan Fred Longstaff. Penciptaan
trackball saat itu merupakan bagian dari sistem informasi medan perang
terkomputerisasi yang disebut DATAR, yang digunakan oleh militer Kanada.
Trackball pertama ini berukuran besar. Kira-kira sebesar ukuran bola bowling.

8. Hard Disk
Hard Disk adalah perangkat keras komputer/laptop yang bekerja secara sistematis
dimana menjadi media penyimpanan data. Hard disk pertama yang lahir ke dunia
ini adalah Hard disk yang ditawarkan oleh IBM pada tahun 1956, memiliki berat
500Kg dan hanya menawarkan kapasitas sebesar 5MB. Reynold B. Johnson
merupakan penemu dari hardisk dan disebut sebagai "father of disk drive".

9. Mouse

Mouse adalah alat yang digunakan untuk memasukkan data dan perintah ke dalam
komputer selain papan tombol. Mouse memperoleh nama demikian karena kabel
yang menjulur berbentuk seperti ekor tikus.

Mouse pertama kali dibuat pada tahun 1963 oleh Douglas Engelbart berbahan kayu
dengan satu tombol. Model kedua sudah dilengkapi dengan 3 tombol. Pada tahun
1970, Douglas Engelbart memperkenalkan mouse yang dapat mengetahui posisi X-
Y pada layar komputer, mouse ini dikenal dengan nama X-Y Position Indicator
(indikator posisi X-Y).

10. Laser Printer

Printer laserjet adalah jenis printer yang menggunakan toner (tinta bubuk) sebagai
media untuk mencetak data, sebagian dari mesin printer laserjet menyerupai mesin
photo copy. Dengan daya cetak yang cukup banyak yang dapat mencapai lebih dari
10 lembar per menit. Serta kualitas cetak yang menyerupai dengan aslinya. Printer
laser warna memiliki cara kerja yang lebih kompleks karena selain memiliki lebih
dari satu skema photoreceptor, juga harus tepat alignment antar warnanya.

Berawal dari Penemuan mesin fotokopi oleh Chester Carlson (1906-1968) penemu
asal Amerika yang menginspirasikan seorang peneliti muda dari Xerox Webster
Research Center di Rochester yang bernama Gary Starkweather. Pada saat itu Gary
sedang duduk di Lab miliknya berfikir seandainya jika proses pencetakan
dilakukan dari komputer?. Berdasarkan ide tersebut maka lahirlah Printer Laser.
Namun ide ini ditentang oleh Xerox manajemen dan meminta agar Gary
menghentikan upayanya. Namun semangat Gary tidak putus sampai disana, dia
lalu berusaha dengan cara lain secara diam-diam dia terus meneliti dan akhirnya
pada tahun 1969 Prototipe sudah siap yang dibangun dengan cara memodifikasi
Xerographic yang ada. Starkweather akhirnya berhasil menciptakan printer Laser
yang berupa mesin fotokopi yang sudah dimodikasi dengan system prncitraan
dihilangkan dan diperkenalkan spinning drum dengan 8 sisi yang berhadapan.

11. Floppy Disk


Floppy Disk (Disk Drive) adalah alat untuk membaca disket sebagai tempat
menulis dan menyimpan data serta menjalankan sistem operasi dan aplikasi. Pada
tahun 1990-an sampai dengan 2002 masih banyak menggunakan disket sebagai
media penyimpanan data dan menjalankan sistem operasi dan aplikasi.
Floppy Disk merupakan hasil penemuan seorang insinyur IBM yaitu Alan Shugart
(1970), disk pertama di rancang untuk memuat microcode ke dalam pengendali
{controler} file disk merlin {IBM 3330} {perangkat penyimpanan 100 MB}.
Sehingga, sebenarnya floppy pertama di gunakan untuk mengisi tipe penyimpanan
data di perangkat lain. Kemudian di temukan lagi penggunaan tambahan floppy
disk yaitu membuatnya menyimpan program baru dan media penyimpanan file.

12.Microprocessor

Microprocessor adalah sebuah komponen rangkaian elektronik terpadu yang terdiri


dari rangkaian aritmatik, logik dan kontrol yang diperlukan untuk menjalankan
fungsi-fungsi sebuah CPU (Central Processing Unit) dari sebuah komputer digital.
Rangkaian elektronika terpadu tersebut dapat menerjemahkan dan menjalankan
instruksi dari sebuah program serta menangani operasi aritmatik.
Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel, microprocessor 4004 ini
digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Perancang pertama chip tersebut
adalah Ted Hoff dan Federico Faggin dari Intel dan Masatoshi Shima dari
Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan
kecerdasan buatan pada benda mati.