You are on page 1of 12

Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung, 17-18 November 2008

PENENTUAN PARAMETER KINETIKA PROSES ANAEROBIK CAMPURAN LIMBAH CAIR INDUSTRI MENGGUNAKAN REAKTOR UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (UASB)

Panca Nugrahini, T.M.Rizki Habibi dan Anita Dwi Safitri
Jurusan Teknik Kimia Universitas Lampung Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145

ABSTRAK
Studi Kinetika proses anaerob campuran limbah cair agro industri ( industri sawit, gula, tapioka ) merupakan dasar penting dalam desain bioreaktor Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) dengan menggunakan lumpur aktif anaerobik (anaerobic activated sludge) sebagai starter mikroorganisme pendegradasi limbah cair tersebut. Limbah cair industri gula berasal dari PTPN VII. Bunga Mayang, limbah cair tapioka berasal dari Industri Tepung Tapioka Rakyat (Ittara) di Desa Bumima Kec. Batanghari Lampung Timur dan limbah cair sawit dari PTPN VII. Rejosari. Pelaksanan penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi COD umpan dan waktu tinggal cairan ( HRT ). COD umpan diatur 5000, 10000, 15000, 20000 mg/L , HRT diatur pada 12, 10, 8, 6 jam. Efisiensi reduksi COD limbah cair campuran yang dihasilkan cukup baik, hingga mencapai rentang 63,20% -82,90 %. Akumulasi gas rata-rata yang dihasilkan tiap eksperimen besar mencapai rentang 155-306,66 mL/hari . Pada penelitian ini juga telah berhasil dieksplorasi data parameter kinetika pada proses biodegradasi anaerobik campuran limbah cair agro industri antara lain Konstanta setengah jenuh ( Ks ), laju pertumbuhan spesifik maksimum ( µm ), Perolehan biomassa (Y), Konstanta laju kematian mikroorganisme ( kd ) dan konstanta pemanfaatan substrat maksimum ( k ) , yaitu berturut-turut 33,1719 g/l., 5,533 hari-1, 0,4416gVSS/gCOD , 1,7341 hari-1, 12,53 hari-1. Dengan diketahuinya parameter kinetika ini, diharapkan penerapan dan perancangan sistem bioreaktor UASB dengan teknologi sel terimmobilisasi ini dapat direalisasikan, sehingga upaya untuk mewujudkan suatu teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah campuran limbah secara terpadu, efektif dan efisien suatu saat dapat diterapkan. Kata kunci : Parameter Kinetika, Anaerobik, reaktor UASB, limbah cair campuran.

1. PENDAHULUAN Industri gula tebu, industri tepung tapioka dan Industri kelapa sawit merupakan industri yang menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang besar dengan konsentrasi karbon masingmasing 8000-10000 mg COD/L ( PT. Bunga Mayang ), ± 30.000 mg COD/L ( PTPN VII Rejosari ) dan Tapioka rakyat .Ketiga industri ini sangat berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Langkah yang telah ditempuh oleh ketiga industri tersebut dalam menangani masalah limbah tersebut adalah dengan sistem pengolaan limbah cair lagoon / pond anarobik terbuka dimana sistem tersebut akan merombak kandungan polutan karbon dan nitrogen menjadi gas
ISBN : 978-979-1165-74-7 III-521

pihak industri hanya diwajibkan mengirim limbah ke komplek IPAL khusus. Pada penelitian tersebut. Maka berdasarkan uraian tersebut. adalah penting untuk mengkaji lebih lanjut ISBN : 978-979-1165-74-7 III-522 . sehingga gas metan dapat diakumulasi . karbon dioksida .Demikian juga dengan teknologi membran yang cenderung mahal. Alternatif lain yang dapat dilaksanakan adalah dengan mengolah ketiga jenis limbah cair tersebut dalam suatu unit IPAL khusus menggunakan teknologi proses sel terimobilisasi.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung.07%-82. Namun pengolahan dengan cara tersebut membutuhkan kolam yang banyak dan besar sehingga memerlukan lahan yang besar.tetapi teknologi tersebut mengkonsumsi energi yang besar . yaitu sekitar 67. sehingga pabrik tidak akan terbebani biaya dan pengoperasian IPAL. 17-18 November 2008 metan.Tetapi proses CIGAR masih sangat baru.5 proses degradasi COD limbah cair campuran berjalan lebih maksimal.5-6. Proses evaporasi telah dikembangkan untuk pengolahan limbah cair pengolahan CPO . dan senyawa lainnya oleh mikroorganisme anaerobik. Dalam riset tersebut juga didapatkan bahwa pada kondisi pH-nutrisi alami dengan nilai pH 5. sehingga harga jual produk pabrik ke masyarakat dapat diturunkan. Penelitian tentang pengolahan limbah cair campuran dari tiga jenis industri tersebut dengan menggunakan teknologi proses anaerobik UASB telah dilakukan dan berjalan dengan baik (Pratama dkk. selain itu gas yang dihasilkan berpotensi menimbulkan pemanasan global dan meningkatkan polusi tetapi gas metan yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah cair tersebut dapat dijadikan sebagai sumber bahan bakar alternatif karena dapat menghasilkan biogas yang dapat diperbaharui dari sistem anaerobik sehingga limbah cair dipandang sebagai salah satu bahan yang dapat menyediakan sumber energi terbarukan. tetapi proses tersebut butuh aerasi dan menghasilkan lumpur dalam jumlah yang besar yang juga harus diolah lebih lanjut. Proses biodegradasi limbah cair campuran dengan menggunakan reaktor UASB telah dilakukan dan bekerja dengan baik. Perombakan sistem pengolahan konvensional yang mengemisi gas metan dapat dilakukan dengan penerapan sistem aerobik (full aerobic). Alternatif lain adalah mengadopsi teknologi CIGAR (covered in ground anaerobic reactor) dengan mengisolasi kolam anaerobik dengan plastik. telah berhasil dieksplorasi kondisi operasi untuk pengolahan limbah cair gabungan. 2007).52% (rata-rata) dengan laju beban organik sebesar 6-36 kg COD/m3/hari. namun proyeksi skala besar pengembangan bioreaktor UASB belum dapat dilakukan karena nilai parameter kinetika pada kondisi yang terbaik belum dikalkulasi. Gas-gas tersebut kemudian terdispersi ke atmosfir/ udara terbuka secara alami. Keuntungan yang akan diperoleh pihak pabrik adalah pembiayaan proses produksi pabrik dapat berkurang. sehingga pembiayaan proses relatif tinggi. Dengan cara tersebut. sehingga proses degradasi limbah cair yang berasal dari campuran limbah cair industri menggunakan bioreaktor UASB merupakan alternatif yang baik. Reduksi COD limbah cair berada pada rentang yang baik.

00 – 306. Metode analisa sesuai dengan metoda metode standar ( APHA ) .3013 mg/L dan konsentrasi ISBN : 978-979-1165-74-7 III-523 .15000. sehingga upaya untuk mewujudkan suatu industri dengan prinsip wastewater treatment.90 %.320 mg/L . sedangkan volume gas dengan gas metering unit. Bahan baku yang lainnya yaitu lumpur anaerobik dan air suling 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai rata-rata dari setiap faktor yang diobservasi pada setiap kondisi percobaan dapat dilihat pada Tabel 1.562 FAU .Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung. kandungan TSS adalah sekitar 142 . Konsentrasi Biomassa sebagai VSS dan biogas.20000 mg/l dan dengan waktu tinggal hidraulik 12.dan limbah cair gula diambil dari PTPN VII Unit Pengolahan Gula Bunga Mayang.82.6 jam. Dari Tabel dapat diketahui bahwa nilai reduksi kandungan COD limbah cair berada pada rentang 63.20 % . METODE PENELITIAN 2. 10000.66 mikroorganisme berada pada 1.5442 – 5. sedangkan limbah cair industri minyak kelapa sawit diambil dari PTPN VII Unit Pengolahan Sawit Bekrie. Parameter yang diamati antara lain : Reduksi COD. 17-18 November 2008 pengembangan sistem IPAL khusus dengan teknologi sel terimobilisasi UASB lewat nilai parameter kinetika pertumbuhan biologi agar estimasi kelayakan finansial proses UASB pengolah campuran limbah cair industri tersebut dapat diaplikasikan di lapangan. Metro.8. produksi gas 155.2 VARIABEL PROSES Variabel proses yang digunakan adalah konsentrasi COD umpan 5000. turbiditas pada nilai 156 .1 BAHAN Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah cair tapioka yang diambil dari industri tepung tapioka rakyat desa Sumber Agung 50 Batang hari. 3. energy generation and water preparation suatu saat dapat diterapkan 2.10.

6485 1. Hubungan COD keluaran dengan persen reduksi COD seluruh run digambarkan pada gambar 1 I 25000 II III IV V VI VII 100 90 20000 80 70 Kadar COD (mg/L) 15000 60 50 10000 40 30 5000 20 10 COD Efluen COD Influen Reduksi COD (%) 0 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 Waktu Oprsi (hari) 0 Gambar 1 Hubungan waktu terhadap Reduksi COD seluruh Run Pada Grafik terlihat.81 6.00 VSS 1.26 % 63.0167 3.9 %.86 % 73. Sedangkan persentase reduksi COD terkecil terdapat pada run keenam dan ketujuh yaitu sebesar 63.90 % Turbiditas 210 156 236 171 326 560 562 TSS 160 142 245 145 253 320 287 pH 6.66 208.3 5. Reduksi COD terkecil terdapat pada run keenam karena bakteri pendegradasi telah berkurang banyak.9513 5.67 185. 17-18 November 2008 Tabel 1.1 Profil Reduksi COD Terhadap COD Umpan seluruh run COD merupakan variabel terpenting yang menunjukkan berhasil atau tidaknya proses degradasi.20 % 69.33 266.86 5.5442 2.5 Nilai Rerata Produksi Gas 245.90 % 75. ISBN : 978-979-1165-74-7 III-524 Reduksi COD (%) . hal ini disebabkan karena adanya lumpur aktif yang terbawa oleh effluent.3117 4.83 306.9 %.3013 3.2 % dan 69.63 6. bahwa persentase reduksi COD terbesar terdapat pada run keempat pada konsentrasi COD umpan sebesar 10000 mg/L dengan persentase sebesar 82.8500 3.25 155.94 5.00 211.00 % 80.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung.81 5. Nilai faktor pada setiap run (perlakuan) Nilai Akhir Tiap Pengamatan Run Reduksi COD 1 2 3 4 5 6 7 79.40 % 82.

3. 17-18 November 2008 Reduksi COD terbesar terdapat pada run keempat karena bakteri pendegradasi limbah cair dapat bekerja secara optimal pada tahap ini.4 % dan 75. Tingkat reduksi yang tinggi akan menghasilkan jumlah akumulasi gas yang besar dan begitu juga sebaliknya. Selama penelitian dilaksanakan. 73. dan laju pembentukan gas.8 %. degradasi anaerobik dapat berlangsung dengan cukup baik dengan persentase rata-rata reduksi COD berturut-turut adalah 80. Jumlah gas yang diakumulasi pada penelitian ini berada pada rentang rata-rata 155-370 mL/hari dimana akumulasi terendah berada pada run VII. Namun jumlah akumulasi gas selama penelitian ini tidak menunjukkan jumlah total gas yang dihasikan oleh proses biodegradasi. sehingga proses degradasi menjadi lebih baik dibandingkan dengan run VI dan VII yang HRT nya hanya 6 jam sehingga penyisihan COD nya lebih kecil. ketiga dan kelima. Pada run kedua. seperti diilustrasikan dalam Gambar 2 berikut 100 90 80 I II III IV V VI VI 450 400 350 300 250 200 150 100 70 60 50 40 30 20 10 0 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56 58 Waktu Oprasi (Hari) Reduksi COD Akumulasi Gas 50 0 Gambar 2 Hubungan Reduksi COD terhadap Akumulasi Gas Dari gambar dapat diamati bahwa jumlah gas yang terakumulasi sebanding dengan tingkat COD campuran limbah cair yang diumpankan. Hal ini dikarenakan ketidak akuratan gas metering unit yang digunakan.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung. Hal ini disebabkan karena besarnya OLR yang mempunyai pengaruh langsung terhadap reduksi COD. Hal ini disebabkan karena waktu tinggal (HRT) yang cukup lama untuk memberi kesempatan kontak lebih lama antara lumpur anaerobik dengan limbah cair.26 %. jumlah akumulasi gas yang didapatkan sangat fluktuatif. ISBN : 978-979-1165-74-7 Akumulasi Gas (ml/Hari) III-525 Reduksi COD (%) . sedangkan yang paling tinggi berada pada run IV.2 Hubungan Reduksi COD Terhadap Akumulasi Gas Gas yang terbentuk dalam penelitian merupakan hasil dari proses degradasi COD campuran limbah oleh mikroba dalam lumpur anerobik yang merupakan media utama pendegradasi dalam sistem UASB ini.

Data-data yang digunakan dalam perhitungan ks dan k dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini: ISBN : 978-979-1165-74-7 III-526 . 2. k. 3.9513 5.y.2007).Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung. 17-18 November 2008 Selain itu adanya pengaruh aliran gas yang ikut terbawa bersama effluen menuju ke tangki settler (kebocoran gas) juga masih terjadi seperti penelitian sebelumnya (Pratama. Konsentrasi Biomassa setiap run Dari data yang diperoleh diketahui bahwa penurunan waktu tinggal hidraulik ( HRT ) atau peningkatan laju pembebanan COD menimbulkan peningkatan konsentrasi biomassa di dalam reaktor.85 3.dkk. Dari data Konsentrasi Biomassa dan konsentrasi bahan organik ( COD ) pada reaktor dapat dihitung ks dan k pada sistem anaerobik dalam bioreaktor UASB. Data hasil Pengukuran Konsentrasi Biomassa disajikan dalam tabel. 2 θ ( jam ) 12 10 10 8 8 6 6 Konsentrasi COD umpan ( mg/L ) 5000 5000 10000 10000 15000 15000 20000 Konsentrasi Biomassa ( VSS ) ( mg/L) 1. sedangkan k didefinisikan sebagai laju pemanfaatan substrat maksimum terhadap jumlah massa mikroorganisme yang berkembang. ) Konsentrasi setengah jenuh ( Ks ) dinyatakan sebagai konsentrasi substrat pada waktu separuh pertumbuhan maksimum (konstanta setengah jenuh). walaupun dalam penelitian ini dengan nutrisi alami tetapi konsentrasi biomassa nya tinggi.kd. 2.3013 Tabel. Peningkatan konsentrasi biomasa berkaitan dengan banyaknya nutrisi yang ada dalam sistim.3 Konsentrasi Biomassa dan Parameter Kinetika 1.3117 4.0167 3.6485 1. Dengan peningkatan pembebanan organik berarti meningkatnya pasokan makanan yang diperlukan oleh bakteri anaerob dengan sendirinya kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan bakteri dapat dicukupi sehingga pertumbuhan bakteri anaerob lebih baik dibandingkan dengan pasokan makanan yang rendah. Perhitungan Parameter Kinetika ( ks. Konsentrasi Biomassa Konsentrasi Biomassa didalam reaktor diukur sebagai padatan tersuspensi menguap ( VSS ) yang terdapat didalam bioreaktor dan cairan substrat.5442 2.

17-18 November 2008 θ ( hari ) 0.3 1/Se ( L/gCOD ) ks dan k Linear (ks dan k) y = 2.1 0.6474 sehingga Ks = 2..4167 0.53 per hari.. Nilai Ks yang diperoleh pada penelitian ini relatif besar yaitu 33.4167 0..25 X ( g/L ) 1. sehingga didapat nilai k = 12.22 9..3333 0... besarnya nilai k dipengaruhi pula oleh konsentrasi substrat yang tinggi.53/hari.X/So-Se 0.5841 Gambar.1719 g/l. 3.34 8...8500 3.6474 x 12.00E-01 0.9513 5.00E-01 7.5 0.7497 0.202 Tabel.3117 4....3 diatas bila dialurkan Θ.53 = 33.. ISBN : 978-979-1165-74-7 III-527 . Data-data perhitungan menghitung ks dan k Persamaan yang digunakan untuk menghitung ks dan k adalah persamaan dibawah ini: {(k S)/(Ks+S)} = (So-S)/Xθ ..hari) 8..136 0..O/So-Se ( gCOD/gVSS...0167 3. dalam hal ini substrat yang banyak mengandung minyak dan lemak maka nilai Ks yang diperoleh pun cukup tinggi.05 0.1719 g/l.. ( 4.95 4.2 0.6724 0.6485 1.00E-01 6.0798 .29 11..15 0..0715 Θ..00E-01 4.3 ) Dari persamaan 4.25 0.3013 So ( g/L ) 5 5 10 10 15 15 20 Se ( g/L ) 3.00E+00 0 0.48 13. Penentuan parameter kinetika Ks dan k diperlihatkan pada gambar grafik 4.00E-01 5.2973 0... 3 Menentukan Parameter Kinetika Ks dan k Dari gambar 3 diperoleh intersep = 0.00E-01 3. Sedangkan nilai k yang diperoleh 12.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung.6474x + 0.. Dari hasil penelitian ini pula dapat bahwa nilai Ks tergantung dari substrat yang digunakan. hal ini disebabkan oleh konsentrasi substrat yang tinggi. k = 1/0.0798 R2 = 0..333 0.00E-01 1. Kemiringan Ks/k = 2.1206 0.043 7.25 0.00E-01 2.X/So-Se dengan 1/Se diperoleh kemiringan ( slope ) = Ks/k dan intersep = 1/k ..785 0...0798 = 1/k = 0..5442 2.242 0.29 9.00E-01 X.3159 0.253 0..247 0.0885 0.......0798.98 1/Se 0.1055 0.

..0167 3... Penentuan parameter kinetika Y dan kd diperlihatkan pada gambar grafik 4..8500 3..6531 Series1 Linear (Series1) Gambar..3333 0.95 4..334 3.5423 1/θc So-S/Xθ Tabel. 4..6485 1.25 0.O ( gCOD/gVSS) 3. ( 4..5 1 0.9513 5.5 0 0 1 2 1/O ( hari ) 3 4 5 y = 0.5 2 1.3 diatas bila dialurkan So-S/Xθ dengan 1/θc diperoleh kemiringan ( slope ) = Y dan intersep = kd ..48 13....34 8...333 0.4167 0.003 4 4 1.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung. dan Kd diperoleh dengan: Dari data Konsentrasi Biomassa dan konsentrasi bahan organik ( COD ) pada reaktor dapat dihitung Y dan kd pada sistem anaerobik dalam bioreaktor UASB.364 4.3117 4.003 3.5 3 2.... Data-data yang digunakan dalam perhitungan Y dan kd dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini: θ ( hari ) 0...5 4 So-Se/X..487 3...3998 3...7341 R2 = 0. 17-18 November 2008 Sedangkan nilai Y..25 X ( g/L ) 1..274 1. Data-data perhitungan menghitung Y dan kd Persamaan yang digunakan untuk menghitung Y dan kd adalah persamaan dibawah ini: (1/θc) = Y {(So-S)/Xθ) – kd .5442 2.98 2 2.3 ) Dari persamaan 4. 4 Menentukan Parameter Kinetika Y dan kd ISBN : 978-979-1165-74-7 III-528 ...4167 0.165 1. 4..459 4...5 0.4416x + 1.3013 So ( g/L ) 5 5 10 10 15 15 20 Se ( g/L ) 3.043 7.29 9.3998 2.29 11.

4416 x 12.53 7.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung.24 12. 1987 Adrianto dkk.hari-1 16.2008 Keterangan: BUFAN = bioreaktor unggun fluidisasi anaerob.53 Shieh.644 0.47 0.027 k .867 0. Studi kinetika dari data percobaan beberapa peneliti. 1985 Callander dkk.53 hari-1 lebih tinggi dari pada data kinetika Boopathy dan Tilche (1992) yaitu sebesar 0.035 kd hari-1 0.55 3.2 122.7341= kd = 1.383 48.057 0.56 2.027 1.243 ISBN : 978-979-1165-74-7 III-529 . Kemiringan = Y = 0.253 0.0 0.154 0.333 0. Studi Kinetika Proses Biodegradasi Anaerob Minyak Dan Lemak.533 hari-1. Konsentrasi substrat yang tinggi akan menyebabkan tingginya nilai Ks. Sedangkan µm = 0.191 0. 1985 Boopathy dan Tilche. Berbedanya nilai Ks disebabkan karena berbedanya substrat yang digunakan dan berbedanya konsentrasi substrat yang diberikan. 1993 Faisal..12 Sumber Data Ginting.296 3.359 Y gVSS/gCO D 0. namun jauh lebih rendah dari pada yang diperoleh oleh Hasanuddin (1993) yaitu sebesar 183.7341hari-1 .80 2. Perbandingan parameter kinetika tersebut ditampilkan pada tabel 5 Tabel 5 Perbandingan Parameter Kinetika Dari Berbagai Hasil Penelitian Jenis Bioreakto r BUFAN Dua tahap BIOPAN BUFAN Dua tahap DIGESTE RDaur ulang sel: DIGESTE RTanpa daur ulang sel: BUFAN HABR UASB UASB BIOPAN UASB Limbah Minyak sawit Minyak sawit Minyak sawit Minyak sawit KS g/L 35.130 0.7341 2.42 0.91 10. BIOPAN = bioreaktor berpenyekat anaerob Dari Tabel 5 diperoleh nilai Ks pada penelitian ini sebesar 33. gula 0. 1993 Chin.227 0.533 0.09 0.140 0.474 12.395 0. tapioca.187 5.121 0.87 183. Sedangkan laju pemanfatan substrat maksimum (k) pada penelitian ini diperoleh sebesar 12.. UASB= upflow anaerobic sludge blanket.006 0.72 3. 1981 Minyak sawit 4.762 6.2 g/L pada tahap asidogenesis.129 0.089 0.059 0.8 9.171 9 0.1719 g/L tidak berbeda jauh dari pada yang diperoleh oleh Ginting (1993) yaitu sebesar 35.95 6. 1992 Riera dkk. 1981 Sintetik Molase Pabrik Gula Pabrik Etanol Minyak dan lemak Campuran Limbah Sawit.032 - 0. 1994 Hasanuddin.060 33.16 0. 17-18 November 2008 Dari gambar 4 diperoleh intersep = 1.009 0.2003 Penelitian ini.65 μm hari-1 1.4416 0.037 0. HABR = hybrid anaerobic baffled reactor.4416 gVSS/gCOD .87 Chin.9 1.073 0.249 0.53 = 5.08 1.53 g/L dan lebih tinggi dari pada yang diperoleh oleh Boopathy dan Tilche (1992) serta Shieh dkk (1985).

Hal ini menunjukkan bahwa campuran limbah cair yang diolah pada penelitian relatif lebih mudah dibiodegradasi secara anaerob. 17-18 November 2008 hari-1 dan jauh lebih rendah dari data kinetika Ginting (1993) yaitu sebesar 16. 5. dan hal ini disebabkan karena berbedanya substrat yang digunakan dan berbedanya konsentrasi substrat yang diberikan. 0.4416 gVSS/gCOD. 1987). 0. 1.80/hari dan 3. Besarnya nilai Y yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi substrat yang dapat dibiodegradasi dalam umpan cukup besar. yang masih mengandung bahan pencemar yang tinggi.027 dan 0. Konsentrasi substrat yang tinggi akan menyebabkan laju pertumbuhan menjadi tinggi.53 hari-1.03 hari-1 .121/hari. jauh lebih rendah dari data Boopathy dan Tilche (1992) yaitu sebesar 1. perolehan biomassa ( Y ). 1985. yaitu 6. Perolehan biomassa (Y) pada penelitian ini diperoleh sebesar 0. Ginting (1993). Hal ini menunjukkan mikroorganisme yang berasal dari lumpur anaerobik aktif masih dapat beraktivitas dengan tinggi dalam campuran limbah cair yang digunakan. Shieh dkk (1985) . Laju kematian mikroorganisme (kd) pada penelitian ini diperoleh sebesar 1. dan pemanfaatan substrat maksimim ( k ) berturut-turut 33. Parameter kinetika proses biodegradasi campuran limbah cair agrondustri pada penelitian ini yakni konstanta setengah jenuh (Ks). Ginting (1993).395 pada tahap asidogenesis dan jauh lebih tinggi dibandingkan para peneliti lain (Faisal. 3. 1994. Shieh dkk. 1981. 0. konstanta laju kematian organisme ( kd ). Proses reduksi kandungan COD limbah cair campuran pada saat start-up berlangsung dengan cepat.4416 gVSS/gCOD tersisihkan tidak berbeda jauh dengan yang diperoleh oleh Adrianto (2003) yaitu sebesar 0. Chin.533 hari-1 .55 hari-1 pada tahap asidogenesis. Ginting. 1993.7341 hari-1. Sedangkan Laju pertumbuhan spesifik maksimum (μm) pada penelitian ini diperoleh sebesar 5. Namun demikian.533 hari-1.057 hari-1 pada tahap metanogenesis. dan Chin (1981) yaitu berturut-turut 0. ISBN : 978-979-1165-74-7 III-530 . meskipun limbah sawit di ambil dari kolam pertama.227 gVSS/gCOD tersisihkan.1719 g/L.037 hari-1. Laju pertumbuhan spesifik maksimum (μm) pada penelitian ini tidak berbeda jauh dari pada yang diperoleh oleh Hasanuddin (1993) dan Riera (1985). nilai ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang diperoleh oleh Boopathy dan Tilche (1992). Callander dkk. 2.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung. dan Faisal (1994). laju pertumbuhan spesifik maksimum(μm). 12.7341 hari-1 sangat berbeda jauh dengan yang diperoleh oleh Shieh dkk (1985). KESIMPULAN 1.

akumulasi gas tersebut juga tidak mengindikasikan total gas yang dihasikan oleh proses biodegradasi seperti pada penelitian sebelumnya (Pratama.Tapioka Rakyat yang telah memberikan izin untuk menggunakan limbah cair tapioka ny sebagai bahan baku pada penelitian ini 5. Manager PTPN VII Rejosari dan Bekrie yang telah memberikan izin untuk menggunakan limbah cair sawit nya sebagai bahan baku pada penelitian ini 4. 157. 87-95 ISBN : 978-979-1165-74-7 III-531 . yaitu sekitar 63. p. 4. 2006. Bapak Heri Rustamaji. 2003.2007). DAFTAR PUSTAKA Agustian. Laporan Penelitian Mandiri. Pramono. Rentang hasil reduksi kandungan COD limbah cair yang diumpankan pada setiap kelompok eksperimen masih cukup baik. M. 17-18 November 2008 3.dkk.. Bapak Ir.Bunga mayang yang telah memberikan izin untuk menggunakan limbah cair gula nya sebagai bahan baku pada penelitian ini 6. 5.T selaku Ketua jurusan teknik kimia Universitas Lampung 2. Selain itu pengukuran gas ini juga dipengaruhi oleh keakuratan penggunaan gas metering unit yang digunakan. Proses degradasi limbah cair substrat ganda secara biologi anaerobik. 2006. Water recycling from palm oil mill effluent (POME) using membrane technology. S.90%. Continous start-upstrategies of UASB operation degrading tapioca wastewater.2007). Jakarta Agustian. Desalination. karena kendala penelitian seperti aliran gas yang ikut terbawa bersama effluen menuju ke tangki settler masih terjadi.. A. Universitas Lampung Ahmad.. dan Bhatia. Jumlah gas yang terakumulasi berada pada rentang rata-rata 155-370 mL/hari. Ismail. Manager PT. B. J. Rentang hasil nilai ini relatif masih sama dengan penelitian sebelumnya (Pratama. S.20%-82. Manager PT.. HEDS Sem Sci Tech. AL. D.I.dkk. dan Santoso. UCAPAN TERIMA KASIH 1. dan Ryan... Proc.S. Azhar.Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung.T selaku Kepala Laboratorium Penelitian Teknik Kimia atas izin menggunakan laboratorium 3. S. J. namun pada penelitian ini digunakan limbah sawit yang mengandung COD yang lebih tinggi. Sehingga penggunaan bioreaktor UASB untuk proses degradasi campuran limbah cair industri masih merupakan alternatif yang cukup baik.

dan Amatya.. Master Thesis.Pandu (2007). Standard methods for the examination of water and wastewater. New York. Asian Institute of Technology. 2002: 1149-1152. Wastewater engineering: treatment.. APHA (1985).Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II 2008 Universitas Lampung. UASB Treatment Of Tapioca Starch Wastewater. disposal and reuse. 1991. Pratama. Laporan Penelitian Mandiri Jurusan Teknik Kimia Universitas Lampung ISBN : 978-979-1165-74-7 III-532 . Karaterisasi perombakan limbah cair industri menggunakan reaktor UASB. 1996. Bangkok. 2000.. Dec. Inc. 3rd ed. Journal Of Environmental Engineering. Thailand. Mc Graw Hill Inc. P. 17-18 November 2008 Amatya. Anaerobic Treatment of Tapioca Starch Industry Wastewater by Bench scale Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) reactor. Washington DC: American Public Health Association Metcalf dan Eddy. P. A. Annachhatre.. 16th ed. L.. P L.