You are on page 1of 5

PENGAMBILAN SAMPAH OLEH

PETUGAS KEBERSIHAN

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal terbit :
Halaman :1/5
UPT Puskesmas Dr.Immanuel Listi MW
Kandangan NIP.19690315 201408 2 001

1.Pengertian Secara umum term “waste” ( bahan buangan ) menunjukkan
sesuatu yang tidak berguna, tidak terpakai, tidak dikehendaki
atau barang-barang yang dibuang dapat berbentuk padat, cair
atau gas.
Klasifikasi sampah puskesmas atau rumah sakit :
A. Sampah medis :
Kering : tempat infus, kasa kering, Kapas, verband, pembalut
dan lain-lain bahan yang berhubungan dengan penderita,
Jarum suntik dan infuse, lancet, dak glas, objek gelas, spuit.
Basah : Sampah medis dengan kandungan air ( kapas basah,
kasa basah), handscoen
B. Sampah non medis :
sisa-sisa makanan nasi, sayur, buah, kertas bekas, puntung
rokok, sampah kantor dll.

2. Tujuan  Mencegah penyebaran infeksi ke petugas klinik yang
menanganinya dan masyarakat.
 Melindungi petugas yang menangani sampah dari
kecelakaan yang tidak sengaja.
 Memberikan lingkungan yang estetik.

3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 445/004 Tahun 2016
Tentang Media Komunikasi yang Digunakan Untuk Umpan
Balik Terhadap Keluhan Pelanggan / Masyarakat atau Sasaran
Program
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
2. Buku pedoman perencanaan tingkat puskesmas oleh Dirjen
Binkesmas Depkes RI Tahun 2006.
5. Prosedur / Sampah Medis :
langkah-langkah 1. Petugas ruangan memasukkan sampah medik dari
ruangan ke dalam kantong plastik (sampah kering
kecuali botol bekas obat dan infuse set)
2. Setelah 24 jam / pergantian shift atau sesudah kantong
plastik terisi sampah medik maksimal 2/3 bagian.
3. petugas kebersihan mengambil sampah medis tersebut
dan memilah sampah tersebut dalam sampah kering dan
basah.
4. Petugas memilah lagi untuk sampah kering dengan
memisahkan infuse set tersendiri terpisah dari sampah
kering yang lain.
5. Petugas kebersihan mengikat kantong dengan rapat dan
mengangkut dengan trolly khusus ke insenerator.
6. Petugas kebersihan membakar sampah kering kecuali
infus set di Incenerator.
7. Petugas pengambil INfuse set mengambil pada petugas
kebersihan

Khusus untuk botol bekas obat:
1. Petugas perawatan mengumpulkan botol bekas tersebut
dalam wadah khusus
2. Petugas menggunakan botol bekas tersebut sebagai
tempat ced‫ي‬an darah untuk pengiriman pasien ke
laboratorium
B. Sampah Non Medis :
1. Petugas ruangan memasukkan sampah non medik ke
dalam kantong plastik.
2. petugas keperawatan menganti kantung plasta baru
apabila kantong plastik terisi sampah medik maksimal
2/3 bagian.
3. Petugas kebersihan mengambil sampah tersebut dan
memilah sampah kering dan basah
4. Petugas kebersihan membakar sampah kering langsung
pada tempat sudah disediakan
5. Petugas kebersihan membuang sampah basah ke TPA (
tempat pembuangan akhir)

6. Bagan alir

7. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
8. Unit terkait - Semua unit pelayanan di Puskesmas
- Pelanggan / masyarakat
9. Dokumen
terkait
10. Rekam
N Tanggal mulai
historis Yang diubah Isi perubahan
o diberlakukan
perubahan
PENGAMBILAN SAMPAH OLEH
PETUGAS KEBERSIHAN

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal terbit :
Halaman :1/5
UPT Puskesmas Dr.Immanuel Listi MW
Kandangan NIP.19690315 201408 2 001

1.Pengertian Aktifitas yang dilakukan untuk memastikan lingkungan fisik
dalam kondisi bersih pada ruangan / gedung dan halaman
dalam keadaan siap untuk digunakan, higienis dan nyaman
2. Tujuan Untuk memastikan pemantauan lingkungan secara fisik yaitu
mengenai kebersihan lingkungan Puskesmas selalu terjaga
sehingga proses pelayanan berlangsung dengan nyaman dan
higienis
3. Kebijakan

4. Referensi 3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75
Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
4. Buku pedoman perencanaan tingkat puskesmas oleh Dirjen
Binkesmas Depkes RI Tahun 2006.
5. Prosedur / 1. Sanitarian mengidentifikasi semua ruangan, gudang dan
langkah-langkah halaman untuk membuat jadwal pemeliharaan lingkungan
kerja.
2. Sanitarian membuat jadwal pemantauan sesuai identifikasi
lingkungan kerja, yaitu jadwal pemeliharaan ruangan,
gedung dan halaman.
3. Sanitarian mengkoordinasi dengan bagian ruangan.
4. Sanitarian menginformasikan jadwal ke petugas yang
terkait.
5. Petugas kebersihan atau pelaksana kebersihan menerima
informasi jadwal pemantauan lingkungan fisik / kebersihan
ruangan / halaman setiap bulan dari sanitarian
6. Melaksanakan kebersihan sesuai jadwal.
7. Jika pelaksanaan sesuai jadwal maka meminta sanitarian
untuk melakukan verifikasi.
8. Jika pelaksanaan tidak sesuai jadwal maka meminta
informasi ke koordinator ruangan kapan bisa dilakukan
kebersihan ruangan.
9. Sanitarian dan Koordinator Unit menerima informasi yang
telah dilaksanakan pemeliharaan lingkungan, kemudian
memonitor atau melakukan pengawasan pelaksanaan
pemantauan lingkungan fisik tempat kerja.
10. Jika pemantauan lingkungan fisik telah sesuai maka
menanda tangani checklist pemantauan lingkungan kerja.
11. Jika pemantauan lingkungan fisik tidak sesuai maka
meminta untuk dilaksanakan ulang.
6. Bagan alir

7. Hal-hal yang Pemantauan lingkungan fisik tempat kerja dapat dilakukan
perlu secara harian, mingguan atau bulanan
diperhatikan
8. Unit terkait - Sanitarian
- Petugas pemeliharaan lingkungan
9. Dokumen
terkait
10. Rekam
N Tanggal mulai
historis Yang diubah Isi perubahan
o diberlakukan
perubahan