You are on page 1of 7

ANALISA DATA MASALAH ETIOLOGI

Ds :

- Klien mengeluh sudah seminggu matanya Nyeri akut Agen cedera biologis
terasa nyeri tidak hilang-hilang

- Klien mengeluh matanya merah

Do :

- Mata klien tampak merah dan adanya secret

-Ditemukan tertimbunnya eksudat purulent


disekitar konjungtiva

- ekspresi wajah klien tampak meringis

Ds:

- Klien mengeluh matanyakering dan Ansietas Ancaman pada status


terkini
sering kelilipan

-Klien mengatakan sukar membuka mata

sewaktu bangun tidur

Do:

-TTV : -Suhu : 38,5° C

-Nadi : 92x/mnt

-TD : 110/70 mmHg

-BB : 50 kg

-TB : 155 cm

-Hb : 11gr/dl

-Leukosit : 21.000

Ds :

Kurang pengetahuan
- Klien mengeluh matanya merah Resiko infeksi untuk menghindari
pemejanan patogen
- Klien mengeluh matanyakering dan

sering kelilipan

-Klien mengeluh matanya berair dan

keluarnya secret

Do :

- Mata klien tampak merah dan adanya secret

-Ditemukan tertimbunnya eksudat purulent


disekitar konjungtiva

-TTV : -Suhu : 38,5° C

-Nadi : 92x/mnt

-TD : 110/70 mmHg

-BB : 50 kg

-TB : 155 cm

Diagnosa keperawatan : - Nyeri akut b.d agen cidera biologis

- Ansietas b.d ancaman pada status terkini

- Resiko infeksi b.d kurang pengetahuan untuk menghindari pemajanan


patogen
DIAGNOSA KEPERAWATAN NOC NIC

Nyeri akut bd agen cidera Kontrol nyeri Pemberian analgesik


biologis
Indikator-indikator : Aktivitas-aktivitas :

 Mengenali kapan nyeri  Tentukan lokasi,


terjadi (3-4) karakteristik, kualitas, dan
keparahan nyeri sebelum
 Menggambarkan faktor mengobati pasien
penyebab (3-4)
 Cek perintah pengobatan
 Menggunakan tindakan meliputi obat, dosis, dan
pencegahan (3-4) frekuensi obat analgesik
yang diresepkan
 Menggunakan tindakan
penggurangan nyeri tanpa  Cek adanya riwayat alergi
analgesik (3-4) obat
 Menggunakan analgesik  Pilih analgesik atau
yang direkomendasikan kombinasi analgesik yang
(3-4) sesuai
 Melaporka perubahan  Tentukan pilihan obat
terhadap gejala nyeri pada analgesik
personal kesehatan (3-4)
 Monitor tanda vital
 Melaporkan gejala yang sebelum dan setelah
tidak terkontrol pada memberikan analgesik
personal kesehatan (3-4)
 Berikan kebutuhan
 Menggunakan sumber kenyamanan dan aktivitas
daya yang tersedia (3-4) lain yang dapat membantu
relaksasi untuk
 Menggenali apa yang
memfasilitasi penurunan
terkait dengan gejala nyeri
nyeri
(3-4)
 Berikan analgesik sesuai
 Melaporkan nyeri yang
waktunya, terutama pada
terkontrol (3-4)
nyeri yang berat

 Berikan analgesik
Tingkat nyeri tambahan atau
penggobaan jika
Indikator-indikator : diperlukan untuk
meningkatkan efek
 Nyeri yang dilaporkan
penggurangan nyeri
(2-3)
 Mintakan pengobatan
 Panjangnya episode nyeri
(2-3) nyeri sebelum nyeri
menjadi parah
 Menggosok area yang
terkena dampak (2-3)  Evaluasi keefektifan
analgesik yang teratur
 Ekspresi nyeri wajah (2-3)
 Dokumentasikan respon
 Tidak bisa beristirahat terhadap analgesik dengan
(3-4) adanya efek samping
 Menyeringit (3-4)

 Keteganggan otot (3-4) Manajemen nyeri

Aktivitas-aktivitas:

 Lakukan pengkajian nyeri


komprehensif yang
meliputi lokasi,
karakteristik, onset atau
durasi, frekuensi, kualitas,
intensitas, beratnya nyeri
dan faktor pencetus

 Observasi adanya petunjuk


nonverbal mengenai
ketidaknyamanan

 Pastikan perawatan
analgesik bagi pasien
dilakukan dengan
pemantauan yang ketat

 Gunakan strategi
akomunikasi terapeutik
untuk mengetahui
penggalaman nyeri

 Gali pengetahuan dan


keperayaan pasien
mengenai nyeri

 Tentukan akibat dari


pengelaman nyeri

 Gali bersama pasien faktor


yang dapat menurunkan
atau memperberat nyeri

 Bantu keluarga dalam


mencari dan menyediakan
dukungan
 Berikan informasi
mengenai nyeri, seperti
penyebab nyeri, berapa
lama nyeri yang akan
dirasakan, dan antisipasi
dari ketidaknyamanan
akibat prosedur

Resiko infeksi b.d kurang Keparahan infeksi Kontrol infeksi


pengetahuan untuk
menghindari pemajanan Indikator-indikator: Aktivitas-aktivitas:
patogen
 Kemerahan (2-3)  Bersihkan lingkungan
dengan baik setelah
 Sputum purulen (2-3) digunakan untuk setiap
pasien
 Drainase purulen (2-3)
 Ganti peralatan perawatan
 Demam (2-3)
perpasien
 Ketidakstabilan suhu (2-3)
 Tempatkan isolasi sesuai
 Nyeri (2-3) tindakan pencegahan yang
sesuai

 Pertahankan teknik isolasi


Kontrol resiko : proses infeksi yang sesuai

Indikator-indikator :  Batasi jumlah pengunjung

 Mencari informasi terkait  Ajarkan cara cuci tanagan


kontrol infeksi (2-3) bagi tenaga kesehatan

 Mengidentifikasi faktor  Anjurkan pasien untuk


resiko infeksi (2-3) menggunakan teknik cuci
tangan dengan tepat
 Mengenali faktor individu
terkait infeksi (2-3)  Pakai sarung tangan steril
dengan tepat
 Mengetahui konsekuensi
terkait infeksi (2-3)  Jaga lingkungan aseptik
yang optimal
 Mengetahui prilaku yang
berhubungan dengan  Ajarkan pasien dan
resiko infeksi (2-3) keluarga mengenai tanda
dan gejala infeksi kapan
 Mengidentifikasi resiko
harus melaporkannya
infeksi dalam aktivitas
kepada penyedia
sehari-hari (2-3)
perawatan kesehatan
 Mengidentifikasi tanda
 Ajarkan pasien dan
dan gejala infeksi (2-3)
anggota keluarga
 Mengklarifikasi resiko mengeian bagaimana
infeksi yang didapat (2-3) menghindari infeksi

 Memonitor prilaku diri


yang berhubungan dengan
resiko infeksi (2-3) Perlindungan infeksi

 Memonitor faktor Aktivitas-aktivitas :


lingkungan yang
 Monitor adanya tanda dan
berhubungan dengan
gejala infeksi sistemik dan
resiko infeksi (2-3)
lokal
 Mempertahankan
 Monitor kerentanan
lingkungan yang bersih
terhadap infeksi
(2-3)
 Ikuti tindakan pencegahan
 Mengembangkan strategi
yang sesuai
afektif untuk mengontrol
infeksi (2-3)  Hindari kontak dengan
peliharaan yang
 Memonitor perubahan
membahayakan
status kesehatan (2-3)
 Pertahankan asepsis untuk
pasien beresiko

 Pertahankan teknik isolasi


yang sesuai

 Berikan perawatan kulit


yang tepat untuk area
yang dialami

 Tingkatkan asupan nutrisi


yang cukup

 Anjurkan istirahat

 Pantau adanya perubahan


tingkat energi

 Anjurkan penigkatan
mobilitas dan latihan
dengan tepat

 Ajarkan pasien dan


keluarga mengenai
perbedaan antara infeksi
virus dan bakteri

 Lapor dugaan infeksi pada


personil pengendalian
infeksi