You are on page 1of 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Saat ini, penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak
dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penyebab fraktur
terbanyak adalah karena kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas ini, selain
menyebabkan fraktur, menurut WHO, juga menyebabkan kematian 1,25 juta orang
setiap tahunnya, dimana sebagian besar korbannya adalah remaja atau dewasa muda.
Traksi adalah suatu pemasangan gaya tarikan pada bagian tubuh. Traksi
digunakan untuk meminimalkan spasme otot; untuk mereduksi, mensejajarkan dan
mengimmobilisasi fraktur; untuk mengurangi deformitas dan menambah ruang antara
dua permukaan patahan tulang. Traksi diberikan dengan arah dan besaran yang tepat
untuk mendapatkan efek terapeutik. Sedangkan faktor-faktor yang mengganggu
keefektifan tarikan traksi harus dihilangkan. (Smeltzer and Bare, 2001)
Traksi didapat dengan memberikan tarikan pada kepala, tubuh atau anggota
gerak menuju sedikitnya dua arah, missal tarikan traksi dan tarikan traksi lawannya.
Gaya traksi biasanya berasal dari berat tubuh pada saat bertumpu atau berat lain.
Prinsip traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai,
pelvis atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah
berlawanan yang disebut counter traksi. Tujuan traksi diantaranya adalah untuk
mengembalikan dan mempertahankan suatu kesegarisan (aligment) maupun
keseimbangan (stability) pada suatu patah tulang dan dislokasi.
Penggunaan traksi telah dimulai 3000 tahun yang lalu. Suku Aztec dan mesir
menggunakan traksi manual dan membuat splint dari cabang pohon (Styrcula, 1994 a
and Osmond, 1990) dan Hippocrates (350 BC) menulis tentang traksi manual dan
tahanan ekstensi dan ekstensi yang berlawanan (Styrcula, 1994 a: 71).
Traksi telah menjadi sebuah ketetapan dalam management ortopedi hingga
1940 ketika fiksasi internal menggunakan nail, pin dan plate menjadi praktek yang
sering. Pengembangan ini berpasangan dengan kurangnya pembedahan fraktur
dengan kebutuhan ekonomi untuk perawatan rumah sakit yang lebih.
1.2 Rumusan Maslaah
1. Apakah definisi traksi ?
2. Apa tujuan dari pemasangan traksi itu ?
3. Apa saja klasifikasi dari traksi ?
4. Apa saja indikasi dilakukan pemasangan traksi itu ?
5. Apa saja kontraindikasi dari pemasangan traksi ?
6. Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi ?
7. Bagaimana cara pemasangan skin traksi ?
8. Bagaimana perawatan skin traksi ?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui definisi traksi
2. Mengetahui tujuan pemasangan traksi
3. Mengetahui klasifikasi traksi
4. Mengetahui indikasi pemasangan traksi
5. Mengetahui kontraindikasi dari traksi
6. Mengetahui komplikasi dari traksi
7. Mengetahui cara pemasangan traksi
8. Mengetahui perawatan dari traksi
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk
menangani kerusakan atau gangguan tulang dan otot. Tujuan dari pemasangan traksi
pada klien yang mengalami gangguan muskuloskeletal adalah mobilisasi tulang
belakang servikal, reduksi dislokasi/subluksasi, distraksi interforamina vertebrae,
mengurangi deformitas, dan mengurangi rasa nyeri. Traksi harus berkesinambungan
agar reduksi dan imobilisasi fraktur efektif.

3.2 Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca khususnya mahasiswa keperawatan
agar dapat memahami konsep penyakit traksi maupun penatalaksanaanya baik medis
maupun dari sisi perawatannya. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan
kualitas perawat di indonesia dalam menangani berbagai kasus penyakit dalam upaya
meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga tercapainya visi indonesia sehat.

https://dokumen.tips/documents/makalah-traksi-566b378f9cd74.html