You are on page 1of 15

Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres

Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada


Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

PERBEDAAN EFEKTIFITAS KOMPRES DINGIN DAN


KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS
NYERI PADA PASIEN POST OPERASI APPENDICITIS
DI RSUD WAIKABUBAK SUMBA BARAT – NTT

Yovita Handayani Ina Talu 1), Vita Maryah2), Mia Andinawati3)

1)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
2),3)
Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
E-mail: olvitalu02@gmail.com

ABSTRAK

Penderita appendiksitis yang sudah dilakukan operasi appendicitis bila tidak ditangani
secara serius maka akan terus mengalami nyeri akibat bedah luka post operasi. Cara non
farmakologis untuk mengurangi nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan terapi
kompres dingin dan kompres hangat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis
Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan
Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Appendicitisdi RSUD Waikabubak Kabupaten
Sumba Barat-NTT. Desain penelitian menggunakan metode experimental dengan desain
studi true eksperimen (pretest-posttest kontrol group design). Populasi dalam penelitian ini
adalah semua pasien post operasi appendicitis di RSUD Waikabubak Sumba Barat-NTT
pada bulan April 2017, dan teknik sampling yang dipakai dalam penelitian ini teknik
purposive sampling yaitu sebanyak 40 orang yang terdiri dari 20 orang pada kelompok
kompres dingin dan 20 orang kelompok kompres hangat. Instrument dalam penelitian ini
menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah uji t-test. Hasil penelitian
menunjukkan sebelum kompres dingin hampir seluruhnya dikategorikan nyeri berat
sebanyak 19 orang (95,0%), sesudah kompres dingin sebagian besar responden
dikategorikan nyeri ringan sebanyak 11 orang (55,5%), sebelum kompres hangat
seseluruhnya responden dikategorikan nyeri berat sebanyak 20 orang (100%), sesudah
kompres hangat setengah responden dikategorikan nyeri ringan sebanyak 10 orang (50%),
hasil analisis ada efektifitas kompres dingin dan hangat terhadap penurunan intensitas
nyeri pada pasien post operasi appendicitis. Hasil analisis juga didapatkan kompres hangat

863
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

lebih efektif jika dibandingkan dengan kompres dingin. Disarankan kepada petugas
kesehatan agar menerapkan terapi non farmakologis khususnya terapi kompres dingin dan
kompres hangat hal ini dimaksudkan untuk mengurangi nyeri pada pasien.

Kata Kunci : Apendiksitis, kompres dingin, kompres hangat, nyeri.

THE DIFFERENCES IN EFFECTIVENESS OF COLD COMPRESS AND WARM


COMPRESS ON DECREASING INTENSITY OF PAIN OF POST-OPERATIVE
APPENDICITIS PATIENTS AT RSUD WAIKABUBAK OF WEST SUMBA - NTT

ABSTRACT

Sufferers appendicitis operation if not treated seriously will get pain continuously because
of post-operative surgical wound. Non-pharmacological ways to reduce pain that can be
done by using cold compress and warm compressestherapies. The purpose of this study
was to analyze the differences effectiveness of cold compress and warm compress on
decreasing intensity of pain of post-operative appendicitis patients at RSUD Waikabubak
of West Sumba-NTT.The research design used experimental method with true experimental
study design (pretest-posttest control group design). The population in this study were all
post-operation appendicitis patients at RSUD Waikabubak, West Sumba-East Nusa
Tenggara in April 2017, and sampling technique used in this study was purposive sampling
technique which there were 40 people consisting of 20 people in the cold compress group
and 20 people in the Warm compressgroup. Instrument in this study was questionnaire.
Data was analyzed witht-test.The results showed that before cold compress almost
completely categorized severe pain as many as 19 people (95.0%), after cold compress
most of the respondents categorized mild pain as many as 11 people (55.5%), before warm
compress all respondents categorized as severe pain 20 (100%), after warm compress, half
of the respondents were categorized as mild pain 10 people (50%), the result of the
analysis was the effectiveness of cold and warm compress on the decrease of pain intensity
in post-operative appendicitispatients. The results of the analysis also found that warm
compress was more effective when compared with cold compress. Therefore, health officer
can apply non-pharmacological therapy, especially cold compress and warm compresses
therapy. this is intended to reduce patients’ pain.

Keywords : Appendicitis, cold compress, pain, warm compress.

864
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

PENDAHULUAN Indonesia berjumlah sekitar 27% atau


sekitar 179.000 orang. Dari hasil survey
Appendicitis merupakan kesehatan rumah tangga (SKRT) di
peradangan pada appendicitis (umbai Indonesia, appendicitis akut merupakan
cacing). appendicitis juga merupakan salah satu penyebab dari akut abdomen
suatu keadaan inflamasi dan abstruksi dan beberapa indikasi untuk dilakukan
terhadap appendicitis vermivormis. operasi kegawat daruratan abdomen.
Appendicitis vermivormis yang sering Insidensi appendicitis di Indonesia
disebut juga umbai cacing atau yang menempati urutan tertinggi di antara
lebih dikenal dengan istilah usus buntu, kasus kegawatan abdomen lainnya. Di
merupakan kantong kecil yang buntuh NTT pada tahun 2009 jumlah kunjungan
dan melekat pada seikum. Appendicitis penderita appendicitis rawat jalan di
terjadi pada segala usia baik laki-laki rumah sakit adalah 2.903. Data dinas
maupun perempuan. Sejak terdapat kesehatan sumba timur menunjukan
kemajuan untuk terapi antibiotik, bahwa jumlah penderita appendicitis
insidensi dan angka pada tahun 2009 sebanyak 408 orang dan
kematian karena appendicitis mengalami pada tahun 2010 meningkat menjadi 864
penurunan, jika tidak ditangani dengan orang. (Dinkes Provinsi- NTT 2011). Hal
benar, penyakit appendicitis ini hampir ini mungkin terkait dengan diet serat
berakibat fatal ( Kowalak, 2011). yang kurang pada masyarakat moderen
Angka kejadian appendicitis cukup (Ardinata, 2007).
tinggi di dunia. Berdasarkan (Word Pengobatan dan terapi yang paling
Health Organisation 2010) yang dikutip tepat dengan tindakan operatif terbuka,
oleh (Naulibasa 2011), angka mortalitas yaitu dimana suatu tindakan sayatan akan
appendicitis adalah 21.000 jiwa, dimana dilakukan ± 5 cm dibagian bawah kanan
populasi laki-laki lebih banyak di perut dan sayatan akan lebih besar jika
bandingkan perempuan. Angka mortalitas appendicitis sudah mengalami perforasi.
appendicitis sekitar 12.000 jiwa pada Pembedahan atau operasi merupakan
laki-laki dan sekitar 10.000 jiwa pada tindakan pengobatan yang menggunakan
perempuan . Di amerika serikat terdapat cara invasif dengan membuka bagian
70.000 kasus appendicitis setiap tubuh yang akan di tangani. Setelah
tahunnya. selesai dilakukan operasi pasien akan
Berdasarkan data yang diperoleh mengalami nyeri pasca operasi, hal ini
menurut depkes RI, Jumlah pasien yang perlu dilakukan penanganan tindakan
menderita penyakit appendicitis di

865
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

keperawatan nyeri pascaappendicitis pemberian obat-obatan opiat (narkotik),


yang tepat (Potter dan Perry, 2005). non opiat atau obat AINS (Anti Inflamasi
Seseorang yang sudah dilakukan Nonsteroid), obat-obat adjuvans atau
operasi appendicitis bila tidak ditangani koanalgesik (Kozier & erb, 2009). Obat-
secara serius maka akan terus mengalami obat analgesic sangat muda diberikan,
nyeri akibat bedah luka post operasi. namun banyak pasien dan tenaga medis
Seseorang yang mengalami nyeri akan kurang puas dengan pemberian jangka
berdampak pada aktivitas sehari-hari dan panjang untuk mengurangi nyeri. Hal ini
terganggu pemenuhan kebutuhan istirahat yang mendorong di lakukannya sejumlah
tidur, juga aspek interaksi sosialnya yang cara non farmakologis untuk mengurangi
dapat berupa menarik diri, menghindari nyeri (Price & Wilson, 2006).
percakapan,dan menghindari kontak. Cara non farmakologis untuk
Selain itu akhirnya mengalami syok mengurangi nyeri dapat dibagi menjadi
neurogenic pada orang tersebut dua bagian yaitu terapi modalitas fisik
(Gannong, 2008). dan strategi kognitif-perilaku. Kompres
Nyeri post operasi appendicitis dingin dan kompres hangat merupakan
merupakan bentuk ketidak nyamanan terapi modalitas dalam bentuk stimulasi
pada diri seseorang akibat sayatan pada kutaneus (Price and Wilson, 2006).
bagian kanan bawah perut atau Teknik stimulasi kutaneus dapat
pengalaman emosional yang sangat tidak meredakan nyeri secara efektif. Teknik
menyenangkan yang berkaitan dengan ini mendistraksi pasien dan
kerusakan jaringan yang actual, potensial memfokuskan perhatian pada stimulasi
atau yang dirasakan dalam kejadian- taktil, jauh dari sensasi yang menyakitkan
kejadian saat terjadi kerusakan. Nyeri sehingga mengurangi persepsi nyeri
berperan sebagai mekanisme untuk (Kozier & Erb, 2009). Kompres dingin
memperingatkan kita mengenai potensial dan kompres hangat dapat meringankan
bahaya fisik. Oleh sebab itu nyeri rasa nyeri (Vitahealth, 2005).
merupakan mekanisme pertahanan tubuh Menurut (Purnamasari, 2014).
yang mencegah kerusakan lebih lanjut Kompres dingin bekerja dengan
dengan memberikan dorongan untuk menstimulasi permukaan kulit untuk
keluar dari situasi yang menyebabkan mengontrol nyeri. Terapi dingin yang
nyeri. Salah satu cara untuk mengurangi diberikan akan mempengaruhi impuls
nyeri pada pasien post operasi yang dibawa oleh serabut taktil A-Beta
appendicitis dapat dilakukan dengan yang lebih mendominasi sehingga
pemberian terapi farmakologis dan non impuls nyeri akan terhalangi. Kompres
farmakologis. dingin dapat diletakkan pada daerah yang
Penatalaksanaan farmakologis berlawanan dengan nyeri biasanya pada
untuk mengatasi nyeri yaitu dengan bagian kiri bawa abdomen, ketika ada

866
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

kontraksi dengan menggunakan buli-buli analgesik dan juga ada yang


dingin yang diisi dengan air dingin menggunakan terapi kompres dingin dan
(Potter &Perry, 2006). kompres hangat, tetapi belum di ketahui
Kompres hangat merupakan antara kompres dingin dan kompres
tindakan keperawatan dengan hangat mana yang lebih efektif.
memberikan kompres hangat yang Tujuan dari penelitian ini yaitu
digunakan untuk memenuhi rasa nyaman. untuk menganalisis perbedaan efektifitas
Tindakan ini digunakan pada pasien yang kompres dingin dan kompres hangat
mengalami nyeri dengan usia (Hidayat & terhadap penurunan intensitas nyeri pada
Uliyah 2012). Efek pemberian terapi pasien post operasi appendicitisdi RSUD
hangat terhadap tubuh antara lain Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-
meningkatkan aliran darah ke bagian NTT.
tubuh yang mengalami cedera; untuk
meningkatkan pengiriman leukosit dan
antibiotik ke daerah luka; untuk METODE PENELITIAN
meningkatkan relaksasi otot dan
mengurangi nyeri akibat spasme atau Desain penelitian menggunakan
kekakuan; meningkatkan aliran darah; metode experimental dengan desain studi
dan juga meningkatkan pergerakan zat true eksperimen (pretest-posttest kontrol
sisa dan nutrisi (Perry & Potter, 2006). group design). Populasi dalam penelitian
Berdasarkan hasil penelitian awal ini adalah semua pasien post operasi
yang dilakukan oleh peneliti dirumah appendicitis di RSUD Waikabubak
sakit RSUD Waikabubak Sumba Barat - Sumba Barat-NTT sebanyak 60 orang
NTT pada tanggal 01 Desember dengan pada bulan April 2017, sampel dalam
mewawancarai salah satu perawat di penelitian ini adalah sebanyak 40 orang
ruangan OK, didapatkan ada 11 orang pasien post operasi appendicitis di RSUD
pasien yang telah menjalani operasi Waikabubak Sumba Barat-NTT.
Appendectomy atau operasi pengangkatan Teknik sampling yang dipakai
usus buntu. dari 11 orang pasien tersebut dalam penelitian ini teknik purposive
didapatkan ada 7 orang pasien yang sampling yaitu didapat sebanyak 40
masih menjalani rawat inap post operasi orang yang terdiri dari 20 orang
Appendectomy. Peneliti mencoba kelompok eksperimen kompres dingin
menggali informasi dari perawat dalam dan 20 orang kelompok eksperimen
penanganan nyeri post operasi tersebut. kompres hangat.
Menurut informasi yang didapat, sejauh Kriteria Inklusi dalam penelitian ini
ini terapi yang digunakan dalam adalah Responden dengan post operasi
penanganan nyeri adalah bergantung pada appendicitis,yang mengalami nyeri post
terapi farmakologi yaitu obat-obatan anti op appendicitissedang dan berat,

867
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

Responden yang berusia dewasa dan pasien post operasi appendicitis di RSUD
Responden dengan post operasi Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-
appendicitis hari ke 2.Kriteria Eksklusi NTT sebagian besar responden
dalam penelitian ini adalah responden dikategorikan nyeri ringan yaitu sebanyak
yang menolakdilakukan teknik kompres 11 orang (55,5%).
dingin maupun kompres hangat, Tabel 1. Kategori Tingkat Nyeri Sebelum
responden dengan post operasi lainnya, dan Sesudah Kompres Dingin
responden dengan nyeri ringan dan Sebelum Kompres Sesudah Kompres
Dingin Dingin
resonden yang menggunakan analgesik.
Kategori Kategori
Variabel independent dalam f (%) f (%)
Nyeri Nyeri
penelitian adalah terapi kompres dingin Tidak
Tidak Nyeri - 0 5 25,0
Nyeri
dan kompres hangat dan Variabel Nyeri Nyeri
- 0 11 55,5
dependent adalah Intensitas Nyeri post Ringan Ringan
operasi appendicitis.Instrument dalam Nyeri Nyeri
1 5,0 4 20,0
Sedang Sedang
penelitian ini menggunakan Nyeri
Nyeri Berat 19 95,0 - 0
kuesioner.Analisis yang digunakan Berat
Nyeri
adalah uji t-test.Data yang telah Nyeri Sangat
- 0 Sangat - 0
dikumpulkan selanjutnya dilakukan Berat
Berat
pengolahan melalui tahap editing, coding, Total 20 100 Total 20 100
scoring, tabulating, entry data dan
cleaning data. Analisis data
menggunakan analisis univariate dan Tabel 2. Kategori Tingkat Nyeri
bivariate. Analisis bivariate yang di Sebelum dan Sesudah
gunakan uji spearman rank dengan Kompres Hangat
Sebelum Kompres Sesudah Kompres
tingkat kemaknaan 95% (α=0,05) dengan
Hangat Hangat
menggunakan bantuan SPSS 16. Kategori Kategori
f (%) f (%)
Nyeri Nyeri
Tidak Tidak
- 0 8 40,0
Nyeri Nyeri
HASIL DAN PEMBAHASAN Nyeri Nyeri
- 0 10 50,0
Ringan Ringan
Nyeri Nyeri
Berdasarkan Tabel 1, menunjukkan - 0 2 10,0
Sedang Sedang
bahwa tingkat nyeri sebelum kompres Nyeri
20 100,0
Nyeri
- 0
dingin pada pasien post operasi Berat Berat
Nyeri Nyeri
appendicitis di RSUD Waikabubak Sangat - 0 Sangat - 0
Kabupaten Sumba Barat-NTT hampir Berat Berat
Total 20 100 Total 20 100
seluruhnya dikategorikan nyeri berat
yaitu sebanyak 19 orang (95,0%).tingkat
Berdasarkan Tabel 2, menunjukkan
nyeri sesudah kompres dingin pada
bahwa tingkat nyeri sebelum kompres

868
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

hangat pada pasien post operasi NTT hampir seluruhnya dikategorikan


appendicitis di RSUD nyeri berat yaitu sebanyak 19 orang
WaikabubakKabupaten Sumba Barat- (95,0%). tingkat nyeri sebelum kompres
NTT seseluruhnya responden hangat pada pasien post operasi
dikategorikan nyeri berat yaitu sebanyak appendicitis di RSUD
20 orang (100%).Tingkat nyeri sesudah WaikabubakKabupaten Sumba Barat-
kompres hangat pada pasien post operasi NTT seseluruhnya responden
appendicitis di RSUD Waikabubak dikategorikan nyeri berat yaitu sebanyak
Kabupaten Sumba Barat-NTT sebagian 20 orang (100%).
besarresponden dikategorikan nyeri
ringan yaitu sebanyak 10 orang (50%). Tabel 3. Uji Paired T-Test
Variabel N thitung ttabel Sig.
Sebelum
Kompres Dingin kompres dingin
20 12,329 1,725 0,000
3 Sesudah
kompres dingin
2
Sebelum
1 kompres hangat
20 15,657 1,725 0,000
0 Sesudah
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19
kompres hangat

Pree Post
Berdasarkan Tabel 3, menunjukkan
Kompres Hangat bahwa hasil ujipaired T-Testefektifitas
3 kompres dingin dan kompres hangat
terhadap penurunan intensitas nyeri pada
2
pasien post operasi appendicitis di RSUD
1
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-
0 NTT, untuk kompres dingin nilai
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19
signifikan = 0,000 (p ≤ 0,05) dan nilai
Pree Post thitung lebih besar dari ttabel (12,329 ≥
1,725), sedangkan untuk kompres hangat
Gambar 1. Diagram batang kompres didapatkan nilai signifikan = 0,000 (p ≤
dingin dan kompres hangat 0,05) dan nilai thitung lebih besar dari ttabel
(15,657 ≥ 1,725). Dengan demikian dapat
Berdasrkan Gambar 1 diambil kesimpulan H0 ditolak dan H1
menunjukkan bahwa tingkat nyeri artinya ada efektifitas kompres dingin
sebelum kompres dingin pada pasien post dan kompres hangat terhadap penurunan
operasi appendicitis di RSUD intensitas nyeri pada pasien post operasi
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat- appendicitis di RSUD Waikabubak
Kabupaten Sumba Barat-NTT.

869
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

Intensitas Nyeri Sebelum Kompres menyebabkan pasien mengalami


Dingin kesulitan untuk menenangkan diri dalam
Berdasarkan Tabel 1 hasil berpikir dan beraktivitas, serta dapat
penelitian diketahui bahwa tingkat nyeri mengganggu kualitas tidur karena nyeri
sebelum kompres dingin pada pasien post yang dialami menimbulkan rasa sakit
operasi appendicitis di RSUD yang tidak tertahankan oleh penderita.
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat- Selain faktor luka bedah operasi, usia
NTT hampir seluruhnya dikategorikan responden juga dapat mempengaruhi
nyeri berat yaitu sebanyak 19 orang intensitas nyeri.
(95,0%), bahwa dari 19 orang yang Hasil penelitian dalam data umum
mengalami nyeri berat ini terlihat sangat diketahui bahwa karakteristik responden
kesakitan dan mengatakan sakit bagian berdasarkan usia pada pasien post operasi
kanan bawah perut saat berjalan dan appendicitis di RSUD Waikabubak
bekerja. 1 orang (5,0%) dikategorikan Kabupaten Sumba Barat-NTT hampir
nyeri ringan, salah 1 orang yang selurunya berusia antara 26-35 (kategori
mengalami nyeri ringan masih terlihat dewasa awal) tahun yaitu sebanyak 27
muka segar dan mengatakan merasakan orang (67,5%). Menurut Potter & Perry
sakit saat bekerja berat. (2006) usia adalah variabel penting yang
Berdasarkan data observasi mempengaruhi nyeri terutama orang
ditemukan bahwa nyeri pada bagian dewasa. Usia merupakan variabel penting
kanan bawah perut karena kerusan yang mempengaruhi nyeri terutama pada
jaringan atau nyeri luka bedah operasi anak, remaja dan orang dewasa.
yang dialami pasien menyebabkan pasien Berdasarkan hasil dan teori tersebut dapat
tidak tenang, dan tidak terpenuhinya dikatakan bahwa usia seseorang
kualitas tidur. Hal tersebut didukung berdampak pada penurunan fungsional
dengan pendapat (Ganing 2008) bahwa anggota tubuh, sehingga dapat
seseorang yang mengalami nyeri karena mempengaruhi tingkat nyeri.
kerusakan salah satu jaringan tubuh akan Hasil penelitian dalam data umum
berdampak pada aktivitas sehari-hari dan diketahui bahwa karakteristik responden
terganggu pemenuhan kebutuhan istirahat berdasarkan jenis kelamin pada pasien
tidur, juga aspek interaksi sosialnya yang post operasi appendicitis di RSUD
dapat berupa menarik diri, menghindari Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-
percakapan, dan menghindari kontak. NTT sebagian besar laki-laki yaitu
Selain itu akhirnya mengalami syok sebanyak 27 orang (67,5%). Dari hasil
neurogenic pada orang tersebut. ovservasi dimana pasien laki-laki yang
Berdasarkan hasil penelitian dan teori bekerja di proyek dan jadi buru,
tersebut di atas, maka dapat dikatakan mengatakan bahwa sering sekali lupa
bahwa nyeri yang dialami dapat untuk konsumsi air puti dan kebanyakan

870
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

mengkonsumsi kopi hitam, dan juga (25%) mengalami penurunan nyeri.


makanan kurang bersih yang dapat Berdasarkan temuan ini dapat diketahui
menyebabkan terjadinya infeksi pada bahwa ada penurunan intensitas nyeri
usus. Hidayat (2006) menyatakan nyeri yang dialami jika dibandingkan dengan
bagi seseorang memiliki banyak sebelum dilakukan kompres dingin.
perbedaan dan hampir sebagian Potter & Perry (2010) menjelaskan
mengartikan nyeri merupakan hal yang bahwa sensasi dingin diberikan pada
negatif, seperti membahayakan, merusak sekitar area yang terasa nyeri, pada sisi
dan lain-lain. Keadaan ini lebih sering tubuh yang berlawanan yang
dipengaruhi oleh jenis kelamin. berhubungan dengan lokasi nyeri, atau
Berdasarkan hasil temuan dan teori pada area yang berlokasi di antara otak
tersebut dapat diketahui bahwa tingkat dan area nyeri. Setiap klien akan
nyeri pada laki-laki dan perempuan tentu memiliki respons yang berbeda-beda
sangatlah berbeda. terhadap area yang diberikan terapi.
Timbulnya nyeri berkaitan erat Terapi yang diberikan dekat dengan area
dengan reseptor dan adanya rangsangan. yang terasa nyeri cenderung bekerja lebih
Reseptor nyeri yang dimaksud adalah baik. Berdasarkan hasil temuan dan teori
nociceptor. Reseptor nyeri dapat tersebut maka dapat dikatakan bahwa
memberikan Respons akibat adanya dengan melakukan intervensi berupa
rangsangan. Rangsangan tersebut dapat kompers dingin maka dapat memberikan
berupa kimiawi, termal, atau mekanis. efek penurunan tingkat nyeri.
Stimulasi oleh zat kimiawi misalnya Dalam bidang keperawatan
histamin dan prostaglandin, atau kompres dingin banyak digunakan untuk
stimulasi yang dilepas apabila terdapat mengurangi rasa nyeri. Pada aplikasi
kerusakan pada jaringan (Potter, 2005). dingin memberikan efek fisiologis yakni
menurunkan respon inflamasi,
Intensitas Nyeri Sesudah Kompres menurunkan aliran darah dan mengurangi
Dingin edema, mengurangi rasa nyeri lokal
Berdasarkan Tabel 1 hasil (Tamsuri, 2007). Teknik ini berkaitan
penelitian diketahui bahwa tingkat nyeri dengan teori gate control dimana
sesudah kompres dingin pada pasien post stimulasi kulit berupa kompres dingin
operasi appendicitis di RSUD dapat mengaktivasi transmisi serabut
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat- saraf sensorik A-Beta yang lebih besar
NTT sebagian besar responden dan lebih cepat. Hal ini menutup
dikategorikan nyeri ringan yaitu sebanyak “gerbang” sehingga menurunkan
11 orang (55,5%) dari 11 orang tersebut transmisi nyeri melalui serabut C dengan
sudah terlihat sudah bisah berjalan, dan diameter yang kecil (Melzack & Wall,
mengatakan nyerinya berkurang. 5 orang 1965, dalam Potter & Perry,

871
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

2010).Kompres dingin akan perkembangan yang ditemukan antara


menimbulkan efek analgetik dengan kelompok umur ini dapat mempengaruhi
memperlambat kecepatan hantaran saraf bagaimana anak, remaja dan orang
sehingga impuls nyeri yang mencapai dewasa bereaksi terhadap nyeri. Anak-
otak lebih sedikit. Mekanisme lain yang anak lebih kesulitan untuk memahami
mungkin bekerja bahwa persepsi dingin nyeri sedangkan orang dewasa kadang
menjadi dominan dan mengurangi melaporkan nyeri jika sudah patologis
persepsi nyeri (Price & Wilson, 2006). dan mengalami kerusakan fungsi. Pada
orang dewasa kadang melaporkan nyeri
Intensitas Nyeri Sebelum Kompres jika sudah patologis dan mengalami
Hangat kerusakan fungsi. Berdasarkan hasil dan
Berdasarkan Tabel 2 hasil peneliti teori tersebut, dapat dikatakan bahwa usia
diketahui bahwa tingkat nyeri sebelum seseorang berdampak pada penurunan
kompres hangat pada pasien post operasi fungsional anggota tubuh, sehingga dapat
appendicitis di RSUD Waikabubak mempengaruhi tingkat nyeri.
Kabupaten Sumba Barat-NTT seluruhnya Hasil penelitian dalam data umum
responden dikategorikan nyeri berat yaitu diketahui bahwa karakteristik responden
sebanyak 20 orang (100%) dari 20 orang berdasarkan jenis kelamin pada pasien
tersebut terlihat kesakitan hanya post operasi appendicitis di RSUD
berbaring di atas tempat tidur, dan Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-
mengatakan merasakan nyeri bagian NTT sebagian besar laki-laki yaitu
kanan bawah perut saat berjalan. sebanyak 27 orang (67,5%). Potter dan
Berdasarkan data observasi ditemukan Perry (2006) bahwa kebutuhan narkotik
bahwa pasien mengalami nyeri dan post operative pada wanita lebih banyak
berdampak pada aktivitas sehari-hari dan dibandingkan dengan pria. Ini
terganggu pemenuhan kebutuhan istirahat menunjukkan bahwa individu berjenis
tidur, juga aspek interaksi sosialnya yang kelamin perempuan lebih mengartikan
dapat berupa menarik diri, menghindari negatif terhadap nyeri. Berdasarkan hasil
percakapan,dan menghindari kontak. temuan dan teori tersebut dapat dikatakan
Hasil penelitian dalam data umum bahwa perempuan lebih berisiko
diketahui bahwa karakteristik responden mengalami nyeri karena pada perempuan
berdasarkan usia pada pasien post operasi lebih beresiko osteoporosis yang dapat
appendicitis di RSUD Waikabubak mempengaruhi nyeri pada tulang/sendi
Kabupaten Sumba Barat-NTT hampir karena pada wanita menopouse akan
setengahnya berusia antara 26-35 terjadi defesiensi hormon, namun dalam
(kategori dewasa awal) tahun yaitu penelitian ini responden sebagian besar
sebanyak 27 orang (67,5%). Menurut adalah berjenis kelamin laki-laki.
Tamsuri (2007), perbedaan

872
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

Nyeri post operasi appendicitis terlihat lemas terbaring di atas tempat


merupakan bentuk ketidak nyamanan tidur, dan mengatakan masih sangat sakit
pada diri seseorang akibat sayatan pada pada bagian sayatan.
bagian kanan bawah perut atau Berdasarkan temuan ini dapat
pengalaman emosional yang sangat tidak diketahui bahwa ada penurunan rasa
menyenangkan yang berkaitan dengan nyeri yang dialami jika dibandingkan
kerusakan jaringan yang actual, potensial dengan sebelum dilakukan kompres
atau yang dirasakan dalam kejadian- hangat. Hal ini dapat didukung dengan
kejadian saat terjadi kerusakan. Nyeri pendapat Barbara (2003) yang
berperan sebagai mekanisme untuk mengatakan bahwa kompres hangat
memperingatkan kita mengenai potensial mempengaruhi tubuh dengan vasodilatasi
bahaya fisik. Oleh sebab itu nyeri pembuluh darah, memberi nutrisi dan
merupakan mekanisme pertahanan tubuh oksigen pada sel, meningkatkan suplai
yang mencegah kerusakan lebih lanjut darah, dan mempercepat penyembuhan.
dengan memberikan dorongan untuk Tairas (2000) mengungkapkan massase
keluar dari situasi yang menyebabkan bertujuan untuk memperlancar kembali
nyeri(Nadjibah 2011). aliran darah, yakni dengan genjotan-
genjotan atau pijatan-pijatan kembali
Intensitas Nyeri Sesudah Kompres aliran darah pada titik-titik sentra refleks.
Hangat Berdasarkan hasil temuan dan teori
Berdasarkan Tabel 2 hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa
penelitian diketahui bahwa tingkat nyeri dengan melakukan intervensi berupa
sesudah kompres hangat pada pasien post kompers hangat maka dapat memberikan
operasi appendicitis di RSUD efek penurunan tingkat nyeri.
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat- Kompres hangat menimbulkan efek
NTT sebagian besar responden vasodilatasi pembuluh darah sehingga
dikategorikan nyeri ringan yaitu sebanyak meningkatkan aliran darah. Peningkatan
10 orang (50%) dari 10 orang tersebut aliran darah dapat menyingkirkan produk
sudah terlihat muka segar, sudah bisah produk inflamasi seperti bardikinin,
berjalan, dan mengatakan nyerinya sudah histamin, dan prostaglandin yang
berkurang. terdapat 8 orang (40%) yang menimbulkan nyeri lokal. Selain itu
mengalami penurunan nyeri yaitu tidak kompres hangat dapat merangsang serat
nyeri. dari 8 orang tersebut terlihat muka saraf yang menutup gerbang sehingga
segar, sudah bisah berjalan-jalan di luar transmisi impuls nyeri ke medula spinalis
ruangan, meminta di perawat untuk dan otak dapat dihambat (Price & Wilson
keluar, dan mengatakan tidak nyeri lagi. 2 2006).
orang (10%) masih mengalami nyeri
sedang. dari ke 2 orang tersebut masih

873
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

Efektifitas Kompres Dingin terhadap Teknik kompres dingin ini


Penurunan Intensitas Nyeri berkaitan dengan teori gate control
Berdasarkan Tabel 3 hasil analisis dimana stimulasi kulit berupa kompres
data dengan menggunakan uji paired T- dingin dapat mengaktivasi transmisi
Testefektifitas kompres dingin terhadap serabut saraf sensorik A-Beta yang lebih
penurunan intensitas nyeri pada pasien besar dan lebih cepat. Hal ini menutup
post operasi appendicitisdi RSUD “gerbang” sehingga menurunkan
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat- transmisi nyeri melalui serabut C dengan
NTT, didapatkan nilai signifikan = 0,000 diameter yang kecil (Potter & Perry,
(p ≤ 0,05) dan nilai thitung lebih besar dari 2010). Kompres dingin bekerja dengan
ttabel (12,329 ≥ 1,725). Dengan demikian menstimulasi permukaan kulit untuk
dapat diambil kesimpulan H0 ditolak dan mengontrol nyeri Terapi dingin yang
menerima H1 artinya ada efektifitas diberikan akan mempengaruhi impuls
kompres dingin terhadap penurunan yang dibawa oleh serabut taktil A-Beta
intensitas nyeri pada pasien post operasi untuk lebih mendominasi sehingga
appendicitis di RSUD Waikabubak “gerbang” akan menutup dan impuls
Kabupaten Sumba Barat-NTT. Hasil nyeri akan terhalangi. Nyeri yang
penelitian ini sejalan dengan penelitian dirasakan akan berkurang atau hilang
yang dilakukan oleh Purnamasari, dkk untuk sementara waktu (Prasetyo, 2010).
(2014) pada pasien fraktur di RSUD Kompres dingin akan menimbulkan
Ungaran membuktikan bahwa ada efek analgetik dengan memperlambat
efektifitas kompres dingin terhadap kecepatan hantaran saraf sehingga impuls
intensitas nyeri pada pasien fraktur di nyeri yang mencapai otak lebih sedikit.
RSUD Ungaran, yang dibuktikan dengan Mekanisme lain yang mungkin bekerja
hasil uji wilcoxon didapatkan nilai bahwa persepsi dingin menjadi dominan
signifikan 0,000 (p < 0,05). dan mengurangi persepsi nyeri (Price &
Kompres dingin merupakan metode Wilson, 2006). Sensasi dingin diberikan
yangmenggunakan cairan atau alat yang pada sekitar area yang terasa nyeri, pada
dapatmenimbulkan sensasi dingin pada sisi tubuh yang berlawanan yang
bagian tubuhyang memerlukan (Asmadi, berhubungan dengan lokasi nyeri, atau
2008).Dalam bidang keperawatan pada area yang berlokasi di antara otak
kompres dingin banyak digunakan untuk dan area nyeri. Setiap klien akan
mengurangi rasa nyeri. Pada aplikasi memiliki respons yang berbeda-beda
dingin memberikan efek fisiologis yakni terhadap area yang diberikan terapi.
menurunkan respon inflamasi, Terapi yang diberikan dekat dengan area
menurunkan aliran darah dan mengurangi yang terasa nyeri cenderung bekerja lebih
edema, mengurangi rasa nyeri lokal baik (Potter & Perry, 2010).
(Tamsuri, 2007).

874
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

Efektifitas Kompres Hangat Terhadap dan meningkatkan pergerakan zat sisa


Penurunan Intensitas Nyeri dan nutrisi (Perry & Potter 2010).
Berdasarkan Tabel 3hasil analisis Kompres hangat dapat
data dengan menggunakan uji paired T- menimbulkan efek vasodilatasi pembuluh
Testefektifitas kompres hangat terhadap darah sehingga meningkatkan aliran
penurunan intensitas nyeri pada pasien darah. Peningkatan aliran darah dapat
post operasi appendicitis di RSUD menyingkirkan produk-produk inflamasi
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat- seperti bardikinin, histamin, dan
NTT, didapatkan nilai signifikan = 0,000 prostaglandin yang menimbulkan nyeri
(p ≤ 0,05) dan nilai thitung lebih besar dari lokal. Selain itu kompres hangat dapat
ttabel (15,657 ≥ 1,725). Dengan demikian merangsang serat saraf yang menutup
dapat diambil kesimpulan H0 ditolak dan gerbang sehingga transmisi impuls nyeri
menerima H1 artinya ada efektifitas ke medula spinalis dan otak dapat
kompres hangat terhadap penurunan dihambat (Price & Wilson 2006).
intensitas nyeri pada pasien post operasi
appendicitis di RSUD Waikabubak Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin
Kabupaten Sumba Barat-NTT. Hasil dan Kompres Hangat Terhadap
penelitian ini sejalan dengan penelitian Penurunan Intensitas Nyeri
yang dilakukan oleh Anugraheni (2013) Berdasarkan Tabel 3 hasil uji
yang dalakukan pada mahasiswi STIKES perbandingan independentsampletest
RS Baptis Kediri membuktikan bahwa efektifitas kompres hangat terhadap
kompres hangat dapat menurunkan penurunan intensitas nyeri pada pasien
intensitas nyeri dysmenorrhea pada post operasi appendicitis di RSUD
mahasiswi STIKES RS Baptis Kediri. Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-
Kompres hangat merupakan NTT diketahui bahwa kompres hangat
tindakan keperawatan dengan lebih dominan efektif terhadap penurunan
memberikankompres hangat yang intensitas nyeri yang dibuktikan dengan
digunakan untuk memenuhi rasa nyaman. nilai Sig. = 0,024 (p ≤ 0,05) jika
Tindakan inidigunakan untuk klien yang dibandingkan dengan kompres dingin
mengalami nyeri (Hidayat & Uliyah yang nilai Sig. = 0,032 (α ≤ 0,05). Hasil
2012).Efek pemberian terapi panas penelitian ini didukung dengan penelitian
terhadap tubuh antara lain meningkatkan yang dilakukan oleh Turlina (2014)
alirandarah ke bagian tubuh yang bahwa kompres panas lebih efektif
mengalami cedera; meningkatkan terhadap penurunan intensitas nyeri jika
pengirimanleukosit dan antibiotik ke dibandingkan dengan kompres dingin, hal
daerah luka; meningkatkan relaksasi otot ini dibuktikan dengan nilai signifikan
danmengurangi nyeri akibat spasme atau pada kompres panas sebesar 0,001 dan
kekakuan; meningkatkan aliran darah; nilai signifikan pada kompres dingin

875
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

sebesar 0,003. Gambaran hasil diagram 4) Sesudah kompres hangat, setengah


batang juga menunjukan intensitas nyeri responden dikategorikan nyeri
sesudah kompres dingin dan kompres ringan.
hangat bahwa kompres dingin masih 5) Ada efektifitas kompres dingin
banyak yang mengalami nyeri sedang di terhadap penurunan intensitas nyeri
bandingkan dengan kompres hangat. pada pasien post operasi appendicitis
Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Waikabubak Kabupaten
tersebut maka dapat dikatakan bahwa Sumba Barat-NTT.
pasien post operasi appendicitis di RSUD 6) Ada efektifitas kompres hangat
Waikabubak Kabupaten Sumba Barat- terhadap penurunan intensitas nyeri
NTT sebelum diberikan kompres dingin pada pasien post operasi appendicitis
dan hangat, hammpir seluruhnya di RSUD Waikabubak Kabupaten
mengalami nyeri berat, dan setelah Sumba Barat-NTT.
diberikan kompres dingin dan hangat 7) Kompres hangat lebih efektif jika
hampir seluruhnya mengalami penurunan dibandingkan dengan kompres
dan sebagian besar mengalami nyeri dingin pada pasien post operasi
ringan. Akan tetapi penurunan intensitas appendicitis di RSUD Waikabubak
nyeri pada kelompok yang diberikan Kabupaten Sumba Barat-NTT.
kompres hangat lebih banyak jika
dibandingkan dengan yang kompres
dingin maka dapat dikatakan bahwa SARAN
kompres hangat lebih efektif terhadap
penurunan intensitas nyeri jika Disarankan kepada peneliti
dibandingkan dengan kompres dingin. selanjutnya untuk menerapkan
komunikasi terapeutik untuk lebih
meyakinkan pasien bahwa kompres
KESIMPULAN dingin dan kompres hangat bisa
menurunkan nyeri.
1) Sebelum kompres dingin, hampir
seluruhnya dikategorikan nyeri berat.
2) Sesudah kompres dingin, sebagian DAFTAR PUSTAKA
besar responden dikategorikan nyeri
ringan. Ardinata. 2007. Apendiksitis.
3) Sebelum kompres hangat, http://www.apendiksitis/diary.
seseluruhnya responden Ardianata. apendiksitis.com
dikategorikan nyeri berat. diakses tanggal 22 Oktober 2016
Asmadi. 2008. Teknik Prosedural
Keperawatan (Konsep dan Aplikasi

876
Nursing News Perbedaan Efektifitas Kompres Dingin dan Kompres
Volume 3, Nomor 1, 2018 Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada
Pasien Post Operasi Appendicitis di RSUD
Waikabubak Sumba Barat – NTT

Kebutuhan dasar Klien. Jakarta: Prasetyo, S. N. 2010. Konsep dan Proses


Salemba Medika. Keperawatan Nyeri. Yogyakarta:
Barbara J. Hegner. 2003. Asisten Graha Ilmu.
Keperawatan Suatu Pendekatan Price, S. A. dan Wilsin, L. M. 2006.
Proses Keperawatan. Jakarta: Patofisiologi: Konsep Klinis
EGC. Proses-Proses Penyaki. Edisi 6,
Ganong, 2008. Fisiologi Kedokteran). Volume 1. Jakarta: EGC.
Jakarta : EGC Purnamasari, Elia. Ismonah., dan
Hidayat, A. 2006. Pengantar Supriyadi. 2014. Efektifitas
Kebutuhan Dasar Manusia Kompres Dingin terhadap
Aplikasi Konsep dan Proses Intensitas Nyeri pada Pasien
Keperawatan). Jakarta: Salemba Fraktur) di RSUD Ungaran. Jurnal
Medika. Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Hidayat, Aziz & Uliyah Musrifatul. 2012. (JIKK) Vol.3,
Buku Saku Praktikum Kebutuhan No.1.http://112.78.40.115/e-
Dasar Manusia). Jakarta: EGC. journal/index.php/ilmukeperawatan
Kowalak dan Budihardjo. 2011Bahaya /article/view/216 diakses pada
Penyakit Apendiksitis. Yogyakarta: tanggal 22 maret 2014
Penerbit Pustaka Pelajar. Tairas, Tarumetor. 2000. Refleksologi
Kozier B & Erb, G. 2009 Buku ajar penyembuhan penyakit dengan
praktik keperawatan klinis (Kozier pijat pembuluh darah dan pusat
& Erb’s techniques in clinical saraf. Jakarta: Rineka Cipta.
nursing, ed. Ariani, F, EDK 5. Tamsuri. 2007 Konsep dan
Jakarta:EGC. Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta:
Naulibasa, L. 2011. Kenali Gejala-Gejala EGC.
Penyakit Appendicitis Sejak Dini. Turlina, Lilin. 2014. Perbedaan
Penerbit. Jakarta: Rineka Cipta. Efektifitas Kompres Panas dan
Potter, Patricia A. 2005. Buku Ajar Komres Dingin terhadap Intensitas
Fundamental Keperawatan. Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Jakarta: EGC. di RSUD Dr Soegiri Kabupaten
Potter &Perry. 2006. Fundamental Lamongan. Jurnal, SURYA,
Keperawatan. Vol: 2. Jakarta: Vol.o3, No.XIX, September
EGC. 2014.http://stikesmuhla.ac.id/wp-
Potter & Perry. 2010 Fundamental of content/uploads/jurnalsurya/NoXIX
Nursing: Consep, Proces and /9097%20LILIN%pdf. diakses
Practice. Edisi 7, Vol.3. Jakarta: tanggal 20 September 2014
EGC. Vitahealth. 2005. Asam Urat. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.

877