You are on page 1of 15

Makalah Landasan Sosial Budaya,Ilmiah dan Teknologi Serta

Pedagogis dalam Bimbingan dan Konseling
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Dasar-Dasar Bimbingan
Dosen Pengampu: Drs.Suharso.,M.pd,Kons.

Kelompok 3: Rombel 3:
1. Ari Eko Wibowo 1301418045
2. Sara Irine Fangidae 1301418060
3. Umi Tanzilul Mawadzah 1301418016

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2018
KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufik dan hidayah-
Nya, sehingga dengan keridaan-Nya pula dan kerja keras penulis makalah tentang “
LANDASAN SOSIAL BUDAYA ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN
PEDAGOGIS” ini dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen Drs.Suharso.,M.pd,Kons sebagai
pengampu mata kuliah Dasar-Dasar Bimbingan Konseling dan juga kawan-kawan yang
membantu penulis sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan.

Akhir kata, Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan
kearah yang lebih baik

.

Semarang 3 Oktober 2018

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu jenis kegiatan pelayanan.
Sebagai kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling memiliki landasan-landasan
yang di jadikan dasar dalam proses pelayanannya. Landasan dalam bimbingan dan
konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dan
dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam
mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. Ibarat sebuah bangunan, untuk
dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan fundasi yang kuat dan tahan lama.
Apabila bangunan tersebut tidak memiliki fundasi yang kokoh, maka bangunan itu
akan mudah goyah atau bahkan ambruk.

Pelayanan bimbingan dan konseling, apabila tidak didasari oleh fondasi atau
landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran/ kegagalan terhadap layanan
bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu
yang dilayaninya (klien). Secara teoritik, berdasarkan hasil studi dari beberapa
sumber, secara umum terdapat empat aspek pokok yang mendasari pengembangan
layanan bimbingan dan konseling ada 6 yaitu : landasan filosofis, landasan religius,
landasan psikologis, landasan sosial budaya, landasan ilmiah dan teknologi, landasan
pedagogis.

Dari 6 landasan tersebut, disini kita kan terfokus kepada 3 landasan yaitu, landasan
Sosial Budaya, Ilmiah dan Teknologi Serta landasan Pedagogis

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan landasan Sosial budaya,IPTEK dan Landasan
Pedagogis?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui pengertian dari landasan Sosial Budaya,Iptek dan Pedagogis
PETA KONSEP

individu sebagai produk
lingkungan sosbud
Sosial Budaya
BK Antar Budaya
lANDASAN

Keilmuan BK

Peran ilmu lain dan
IPTEK
teknologi dalam BK

Pengembanagan BK
lewat penelitian

Pendidikan upaya
pengembangan individu

Pendidikan sbg inti
pedagogis
Proses BK

Pendidikan lebih lanjut
sbg inti tujuan BK
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 landasan sosial-budaya

Merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang
dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi
terhadap perilaku individu.

2.1.1 Individu Produk Sosial Budaya

( MC Daniel,1956) memandang setiap anak, sejak lahirnya harus memenuhi tidak
hanya tuntutan biologisnya, tepapi juga tuntutan budaya ditempat ia hidup, tuntutan
budaya itu menghendaki agar ia mengembangkan tingkah lakunya sehingga sesuai
dengan pola-pola yang dapat diterima dalam budaya tersebut.

Bimbingan konseling harus mempertimbangkan aspek sosial budaya dalam
pelayanannya agar menghasilkan pelayanan yang lebih efektif. Tolbert memandang
bahwa organisasi sosial lembaga keagamaan, kemasyarakatan, pribadi, dan keluarga,
politik dan masyarakat secara menyeluruh memberikan pengaruh yang kuat terhadap
sikap, kesempatan dan pola hidup warganya. Unsur-unsur budaya yang ditawarkan
oleh organisasi dan budaya lembaga-lembaga tersebut mempengaruhi apa yang
dilakukan dan dipikirkan oleh individu, tingkat pendidikan yang ingin dicapainya,
tujuan-tujuan dan jenis-jenis pekerjaan yang dipilihnya, rekreasinya dan kelompok-
kelompok yang dimasukinya.

Jadi Individu akan terpengaruh oleh setiap unsur-unsur budaya dimana ia
tinggal. Oleh sebab itu individu di sebut seebagai produk sosial budaya

2.1.2 Bimbingan dan konseling antar budaya

Inti dari proses bimbingan dan konseling adalah komunikasi antara klien dan
Konselor. Maka Proses Bimbingan dan konseling yang Bersifat Antar Budaya(klien
dan Konselor) Berasal dari latar belakang yang berbeda. Dengan adanya perbedaan
terdapat beberapa hambatan yang mungkin terjadi

Menurut (Pedersen,dkk1976), dkk ada 5 macam sumber hambatan yang
mungkin timbul dalam komunikasi dan penyesuaian diri antar budaya yaittu dari

1. segi bahasa,
2. non verbal
3. stereotip
4. kecenderungan menilai
5. dan kecemasan

Klien-klien dari latar belakang yang belakang sosial budaya yang berbeda itu
tidak dapat di samaratakan penanganannya. Oleh sebab itu seorang konselor harus
mampu mengembangkan 3 dimensi kemampuannya, yaitu dimensi
keyakinan,sikap dan keterampilan yang sesuai dengan klien anatar budaya yg
akan ia layani (Sue,dkk 1992)

2.2 Landasan Ilmiah Dan Teknologi

Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang
memiliki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori-teorinya,pelaksanaan
kegiatan, maupun pengembangan pelayanan itu secara berkelanjutan

2.2.1 Keilmuan Bimbingan Dan Konseling

Ilmu bimbingan dan konseling adalah berbagai pengetahuan tentang bimbingan dan
konseling yang tersusun secara logis dan sistematik.

Ilmu sering juga disebut ilmu pengetahuan, merupakan sejumlah pngetahuan
yang disusun secara logis dan sistematik. Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui
melalui panca indera dan pengelolaan oleh daya pikir. Dengan demikian ilmu
bimbingan dan konseling adalah berbagai pengetahuan tentang bimbingan dan
konseling yang tersusun secara logis dan sistematis. Sebagai layaknya ilmu-ilmu
yang lain, ilmu bimbingan dan konseling mempunyai objek kajiannya sendiri, metode
penggalian pengetahuan yang menjadi ruang lingkupnya, dan sistematika
pemaparannya.`

Objek kajian bimbingan dan konseling adalah upaya bantuan yang diberikan
individu kepada individu yang mengacu kepada empat fungsi pelayanan tersebut
yang terdahulu (fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan, pemeliharaan/
pengembaan).

Metode seperti wawancara, pengamatan analisis dokumen. Sistematika
pemberian makna dan arti itu harus dilakukan secara logis dan mapan. Paparan
melalui laporan hasil penelitian, buku teks, dan tulisan ilmiah lainnya mengenai objek
kajian bimbingan konseling merupakan wujud dari keilmuan bimbingan dan
konseling.
2.2.2 Peran Iptek Dalam Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat multireferensial,
artinya ilmu dengan rujukan berbagai ilmu yang lain. Misalnya ilmu statistik dan
evaluasi memberikan pemahaman dan tehnik-tehnik dalam melekukan penelitian.

Ada banyak ilmu lain yang berperang dan menyumbang kepada bimbingan
konseling, mulai dari psikologi, ilmu pendidikan, ilmu sosiologi, antropologidan
kebudayaan. adat istiadat memberikan pemahaman tentang nilai dan norma yang
harus diperoleh individu dalam menjalani kehidupannya dimasyarakat

Hal-hal di atas sangat penting bagi teori dan praktek bimbingan konseling.
Salah satu ilmu teknologi yang berkembang amat cepat saat ini, yaitu komputer yang
secara langsung dimanfaatkan dalam pelayanan bimbingan konseling.

2.2.3 Pengembangan Bimbingan Dan Konseling Melalui Penelitian

BK dalam baik teori maupun praktek pelayanannya bersifat dinamis dan
berkembang. Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling boleh
jadi dapat dikembangkan melalui proses pemikiran dan perenungan, dan juga
Bimbingan dan konseling dapat Berkembang melalui sebuah penelitian/riset terbaru
yang berkaitan dengan Keilmuan di BK

Pengembangan praktek pelayanan bimbingan dan konseling, harus melalui
penelitian, bahkan kalau dapat penelitian yang bersifat eksperimen. Dengan demikian
melalui penelitian suatu teori dan praktek bimbingan dan konseling menemukan
pembuktian tentang ketepatan dan/ atau keefektifan/ koefesiennya di lapangan

2.3 Landasan pedagogis

Bimbingan dan konseling identik dengan pendidikan. Artinya ketika
seseorang sedang melakukan praktek bimbingan dan konseling berarti ia sedang
mendidik; landasan pedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari
tiga segi, yaitu

2.3.1 Pendidikan sebagai upaya pengembangan individu: Bimbingan
merupakan bentuk upaya pendidikan

pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Untuk menjadi manusia
yang berbudaya hanya dilakukan melalui pendidikan. Ibaratnya tanpa pendidikan
bayi manusia yang lahir tidak akan mampu mengembangkan dimensi
keindividualnya,kesosialnya kesusilaanya dan keberagamanya sehingga ia akan
menjadi “manusia alam” bukan manusia budaya yang hidup dengan manusia-manusia
lainya dlam tatanan budaya tertentu

Manurut Undang-Undang no. 2/ 1989 tentang sistem pendidikan nasional
menetapkan pengertian pendidikan sebagai usaha sadar untuk menyiapkan peserta
didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya
dimasa yang akan datang. Dalam pengertian pendidikan tersebut, secara eksplisif,
disebutkan bimbingan sebagai salah satu bentuk upaya pendidikan. Oleh karena itu
segenap pembicaraan kita tentang bimbingan (dan konseling) tidak boleh lepas dari
pengertian pendidikan yang telah dirumuskan secara praktis itu, dengan demikian
pelayanan bimbingan dan konseling harus terkandung komponen-komponen tersebut,
yaitu:

a. Merupakan usaha sadar.

b. Menyiapkan peserta didik (dalam hal ini klien).

c. Untuk peranannya dimasa yang akan datang (dalam hal ini diwujudkan melalui
tujuan-tujuan bimbingan dan konseling).

2.3.2 Pendidikan sebagai inti proses bimbingan konseling.

Nugent(1981)dalam BK klien mempelajari keterampilan dalam mengambil
keputusan,pemecahan masalah,tingkah laku, tindakan serta sikap-sikap baru. Dengan
belajar itulah klien memperoleh berbagai hal baru bagi dirinya, dengan memperoleh
hal baru itulah klien berkembang

Indikator utama yang menandai adanya pendidikan ialah

1. peserta didik yang terlibat di dalamnya menjalani proses belajar
2. kegiatan bimbingan konseling bersifat normatif.

Bimbingan dan konseling mengembangkan proses belajar yang dijalani oleh
klien-kliennya. Kesadaran ini telah tampil sejak pengembangan gerakan Bimbingan
dan Konseling secara meluas di Amerika Serikat . pada tahun 1953, Gistod telah
menegaskan Bahwa Bimbingan dan Konseling adalah proses yang berorientasi pada
belajar. belajar untuk memahami lebih jauh tentang diri sendiri, belajar untuk
mengembangkan dan merupakan secara efektif berbagai pemahaman.. (dalam Belkin,
1975).

Lebih jauh, Nugent (1981) mengemukakan bahwa dalam konseling klien
mempelajari ketrampilan dalam pengambilan keputusan. Pemecahan masalah,
tingkah laku, tindakan, serta sikap-sikap baru . Dengan belajar itulah klien
memperoleh berbagai hal yang baru bagi dirinya; dengan memperoleh hal-hal baru
itulah klien berkembang.

2.3.3 Pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan bimbingan tujuan dan
konseling

BK punya tujuan khusus(jangka pendek) dan tujuan umum(jangka panjang).
Tujuan jangka pendek adalah membantu individu memecahkan masalahnya
sedangkan tujuan jangka panjang(tujuan akhir) yaitu bimbingan diri sendiri yaitu
saat dimana individu(klien) mampu megatasi masalah masalahnya sendiri tanpa
bantuan pelayanan bimbingan dan konseling lagi.(Crow and crow 1990)

Jadi pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan bimbingan dan konseling
dimaksudkan bahwa hasil dari proses bimbingan mampu membuat individu
melakukan bimbingan diri sendiri.
BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Sebagai sebuah layanan profesional, bimbingan dan konseling harus dibangun
di atas landasan yang kokoh. Landasan bimbingan dan konseling yang kokoh
merupakan tumpuan untuk terciptanya layanan bimbingan dan konseling yang dapat
memberikan manfaat bagi kehidupan

Landasan pedagogis mengemukakan bahwa bimbingan merupakan salah satu
bagian dari pendidikan yang amat penting dalam upaya untuk memberikan bantuan
(pemecahan-pemecahan masalah) motivasi agar peserta didik dapat mencapai tujuan
pendidikan yang diharapkan. Landasan sosial budaya berkenaan dengan aspek sosial-
budaya sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu, yang perlu
dipertimbangakan dalam layanan bimbingan dan konseling, termasuk di dalamnya
mempertimbangkan tentang keragaman budaya

Landasan ilmu pengetahuan dan teknologi berkaitan dengan layanan bimbingan dan
konseling sebagai kegiatan ilimiah, yang harus senantiasa mengikuti laju
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat
Daftar Pustaka

• PRAYITNO, Prof. Dr. H, M.Sc.Ed dan AMTI ERMAN , Drs., Dasar-dasar
Bimbingan dan konseling, PT Edi Maha Satya, Jakarta, 2009
• http://ocw.usu.ac.id/course/download/1300000002-evaluasi-
remidiasi/der_122_slide_landasan_bimbingan_konseling.pdf
• http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/analytica/article/view/372/277