You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN

1. Pendahuluan
Puskesmas merupakan sarana kesehatan terdepan atau ujung
tombak yang memberikan pelayanan kesehatan berupa pelayanan
preventif, kuratif dan rehabilitatif bagi masyarakat dengan mutu
terjamin. Upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas memberikan
kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, karena fungsi utama Puskesmas lebih ditekankan pada
upaya promotif dan preventif.
Inovasi program adalah salah satu bentuk upaya kesehatan yang
dilakukan untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
yang optimal sehingga perlu diciptakan inovasi – inovasi program untuk
dapat mendorong masyarakat untuk dapat berperilaku hidup bersih dan
sehat.

2. Latar Belakang
Penyakit kusta masih menjadi masalah besar, baik masalah fisik,
psikis, sosial dan spiritual. Indonesia masih menduduki peringkat ke 3
setelah India dan Brazil. Prevalensi kusta di kabupaten Gresik pada
tahun 2016 adalah 0,84/10.000 penduduk. Pada akhir tahun 2016
kabupaten Gresik telah eliminasi kusta (target 4/10.000 penduduk).
Sedangkan di wilayah kecamatan Panceng prevalensi rate masih
1,6/10.000 penduduk pada akhir tahun 2016. Data penemuan
penderita kusta baru tahun 2016 ada 4 orang dan 1 orang penderita
kusta baru dari Desa Sukodono.
Masukan dari Kepala Desa Sukodono pada rapat lintas sektor di
Puskesmas tanggal 23 Februari 2017 untuk membuat kegiatan
pemberantasan penyakit kusta dengan melibatkan masyarakat untuk
meningkatkan pengetahuan tentang penyakit kusta dan menghilangkan
kesan negative tentang kusta.
Berbagai masalah yang dihadapi bagi penderita kusta maupun
Orang Yang Pernah Mengalami Penyakit Kusta (OYAPITA) di Desa
Sukodono adalah :
1 1. Masih adanya kesan negative di masyarakat tentang penyakit kusta dan
menganggap penyakit kusta keturunan dan kutukan
2. Tingkat pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang penyakit kusta
yang masih kurang
3. Penderita kusta malu dengan penyakitnya sehingga tidak mau
memeriksakan diri
4. Penderita kusta maupun OYAPITA ( Orang Yang Pernah Mengalami
Kusta ) tidak bisa bekerja karena kondisi penyakitnya
5. Dukungan keluarga masih belum optimal sehingga penderita kusta
tidak termotivasi berobat teratur ke Puskesmas
6. Masih ada penderita kusta yang dikucilkan karena merasa jijik dan ngeri
serta takut tertular dengan penyakitnya
7. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat masyarakat serta Kondisi kesehatan
lingkungan yang rendah sehingga menyebabkan mudah berkembang
biaknya penyakit terutama penyakit menular
BAB II
PEMBAHASAN

1. Tahap tahap kegiatan


a. Sosialisasi dan komitmen bersama kepala desa dan masyarakat untuk
mendukung kegiatan Kusta Diberantas Bersama Masyarakat dan
Kelompok Perawatan Diri (KUBERSAMAPERI) yang dilaksanakan di
Balai Desa Sukodono pada tanggal 9 Agustus 2017 bersamaan dengan
posyandu balita.
b. Sosialisasi penyakit kusta oleh OYAPITA ( Orang Yang Pernah
Mengalami Kusta ) dalam hal ini disampaikan oleh ketua Kelompok
Perawatan Diri Bina Bahagia bertempat di Balai Desa Sukodono pada
tanggal 6 September 2017
c. Sosialisasi penyakit Kusta pada anak sekolah oleh OYAPITA (Orang
Yang Pernah Mengalami Kusta ) dilanjutkan kegiatan pemeriksaan
bercak untuk deteksi dini penyakit kusta pada anak sekolah
d. Pemeriksaan kontak serumah dan kontak tetangga bersama kader dan
kelompok perawatan diri dengan tujuan memberikan pengetahuan
tentang kusta dalam keluarga, menghilangkan kesan negative,
memberikan kepercayaan diri dan tidak ada diskriminasi, selain itu
juga untuk menemukan kusta baru dalam keluarga dan tetangga
2. Dampak dari terciptanya inovasi program kebersihan KUBERSAMAPERI
(kusta diberantas bersama Masyarakat dan Kelompok Perawatan Diri)
adalah :
1. Kesan negatif di masyarakat Desa Sukodono sudah mulai luntur
2. Penderita kusta dan OYAPITA (ibu Subaiyah) sudah memiliki
kepercayaan diri, bisa bekerja, berkarya dan mandiri
3. Penemuan, Penanganan penderita kusta dan angka kesembuhan
penyakit kusta meningkat
4. Penderita Kusta dan OYAPITA sudah berperilaku hidup bersih dan
sehat dan menjaga lingkungan yang bersih
5. Penguatan Dukungan dari berbagai pihak
Inovasi KUBERSAMAPERI di laksanakan secara berkelanjutan dan
terus dikembangkan karena:

a. Terbukti memberikan manfaat pada penderita kusta, keluarga dan


masyarakat
b. Dengan koordinasi yang solid akan terbukti dilaksanakan kegiatan
untuk pemberdayaan yang beranekaragam.
BAB III
PENUTUP

Inovasi program KUBERSAMAPERI yang terkait dengan pemberantasan


penyakit kusta yang dilakukan oleh masyarakat desa Sukodono bersama
Kelompok Perawatan Diri Bina Bahagia ini merupakan salah satu inovasi
masyarakat untuk membantu memberantas penyakit kusta sehingga
membantu program Eliminasi kusta di Indonesia dan menurunkan kesan
negatif tentang kusta di masyarakat, sehingga dengan inovasi ini di harapkan
dapat berlanjut dan dapat di contoh dan diaplikasikan pada desa yang lain
baik didalam wilayah kerja UPT Puskesmas Panceng maupun diluar wilayah
UPT Puskesmas Panceng.

Demikian inovasi Program KUBERSAMAPERI ini kami sajikan semoga


masyarakat sadar untuk berperan aktif dibidang kesehatan terutama bersama
sama memberantas penyakit kusta secara dini dan menjadikan Indonesia
bebas kusta.