You are on page 1of 68

www.buset-online.com

www.buset-online.com

advertorial
advertorial
www.buset-online.com www.buset-online.com advertorial Nama lengkap: Tasmin Mustopo Ifah Tempat, tanggal lahir: Pontianak,
www.buset-online.com www.buset-online.com advertorial Nama lengkap: Tasmin Mustopo Ifah Tempat, tanggal lahir: Pontianak,
www.buset-online.com www.buset-online.com advertorial Nama lengkap: Tasmin Mustopo Ifah Tempat, tanggal lahir: Pontianak,

Nama lengkap:

Tasmin Mustopo Ifah Tempat, tanggal lahir:

Pontianak, Agustus 1979 Pendidikan:

Management & Science RMIT University

“It is always a great reward when I can solve a tricky and difficult puzzle. I love this job.”

solve a tricky and difficult puzzle. I love this job.” Pernahkah kalian berkeinginan untuk memiliki hunian
solve a tricky and difficult puzzle. I love this job.” Pernahkah kalian berkeinginan untuk memiliki hunian

Pernahkah kalian berkeinginan untuk memiliki hunian idaman atau menambah aset properti di Australia? Atau apakah kalian justru mengubur keinginan tersebut lantaran keterbatasan pengetahuan dan kekhawatiran terhadap segala kerumitan yang mungkin terjadi?

Kurangnya pengetahuan ekonomi atau keuangan pasar Australia mungkin merupakan beberapa dari sekian banyak faktor ketakutan masyarakat untuk memulai investasi mereka. Tetapi, berkat adanya jasa penasehat atau konsultan yang siap membantu mewujudkan keinginan dan mimpi calon investor, kini masyarakat dapat lebih berani dalam merencanakan dan mengelolah investasi, termasuk perihal pinjaman dana.

Beroperasi sejak tahun 2016, IG Finance, singkatan dari Ifah Group Finance, menawarkan jasa untuk klien yang memerlukan pinjaman dana saat hendak membeli rumah atau apartemen. Sektor pelayanan IG Finance mencakup Home Loans, Pre- Approval, Refinance, Investment Loans, Development and Commercial Loans. Didampingi dan dibantu oleh ahli khusus berpengalaman, langkah-langkah klien dari awal konsultasi hingga penempatan properti akan dijamin lancar dan tenang.

Memberikan layanan ramah bersahabat serta berintegritas dalam membantu klien adalah prinsip utama IG Finance. Tasmin Mustopo Ifah, seorang Mortgage Broker sekaligus pendiri IG Finance, berkomitmen untuk menggabungkan pengalamannya di bidang properti dan perbankan dengan keinginannya untuk membantu orang-orang meraih kesuksesan dalam urusan finansial.

“Selain jujur dan terbuka, sangat penting untuk memilih Advisor yang friendly dan helpful. Hal ini dikarenakan seorang advisor memiliki kewajiban untuk menjawab segala pertanyaan dan keluh kesah, serta mendampingi klien hingga transaksi benar-benar selesai,” ujar pengusaha kelahiran Pontianak, yang telah menetap di Australia sejak 1998 ini.

Berkantor pusat di wilayah Timur Kota Melbourne, tepatnya di area Box Hill, IG Finance telah membantu ratusan pelanggan yang datang dari berbagai latar belakang, dari first-time homebuyer hingga investor profesional dari dalam serta luar Australia. Meski kini lebih fokus kepada klien yang bekerja dan menerima penghasilan di Australia, IG Finance tidak menutup kemungkinan untuk menyesuaikan layanan dengan kondisi dan situasi calon klien dari luar Australia.

IG Finance menjamin langkah-langkah transaksi sesuai dengan kebutuhan klien, serta senantiasa menyediakan solusi terbaik demi keuntungan tiap kliennya. Jasa yang ditawarkan sangatlah menyeluruh, sebut saja pencarian properti yang sesuai, penjelasan mengenai pasar, pencarian dana pinjaman dari lebih dari 29 pemberi pinjaman tepercaya, termasuk pula tahap negosiasi bunga dan lainnya.

Mengedepankan kepuasan pelanggan, IG Finance menawarkan jasa profesional berkualitas tinggi dan juga personal bagi calon peminjam dana yang ingin berinvestasi di Australia.

“Kami berkomitmen untuk melayani klien sepenuh hati layaknya keluarga atau sahabat sendiri. Kami akan mecarikan solusi terbaik dalam segala kondisi, tanpa menutup-nutupi persoalan apapun agar klien dapat lebih percaya diri dan yakin dalam bertransaksi,” jelas alumni RMIT University jurusan Management and Science ini.

Octa

Tanpa dipungut biaya konsultasi, calon klien bisa langsung menghubungi Tasmin Ifah untuk mengatur janji pertemuan dan mulai berdiskusi untuk mencari solusi tepat demi mewujudukan impian menjadi kenyataan.

Tasmin: 0451 984 358 / tasmin@igfinance.com.au

5 5

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

profil buset

Siti Muniroh dan Mengapa Mahasiswa Indonesia Malas Berpikir Kritis?

Banjirnya informasi seringkali membuat kita sulit membedakan mana informasi yang benar dan yang salah. Layaknya lingkaran setan, gara-gara informasi yang berserakan dan mudah didapat, manusia zaman sekarang cenderung malas mencari kebenaran karena lebih senang disuapi informasi (meski belum tentu benar). Pantas hoax marak diproduksi dan beredar di mana-mana.

Di tengah fenomena tersebut, manusia yang menggunakan akal sehatnya dan berpikir

kritis kian dibutuhkan. Hal itu diakui oleh Siti Muniroh, dosen tetap di Universitas Negeri Malang dan kandidat S3 program studi Education dalam konsentrasi di bidang TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) di Monash University, Melbourne. “Critical thinking, bahkan di abad ke-21 itu merupakan salah satu target pendidikan dalam learning dan innovativeness,” ujarnya.

Ia melihat pentingnya pendidikan soft skill termasuk keterampilan critical thinking, yang

belum secara efektif diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia. “Secara umum, sistem pendidikan di Indonesia condong kepada sikap patuh, religius, dan sebagainya, namun soft skill yang termasuk keterampilan berpikir jadi hal yang sangat jarang untuk disentuh,” jelasnya.

Ditemui dalam kesempatan acara Indonesia-Australia Forum on Higher Education,

Research and Technology 2018 di Swinburne University, Siti menjelaskan bahwa forum

ini sangat berguna untuk mengembangkan mindset para dosen untuk memajukan

universitasnya masing-masing. Siti percaya bahwa adanya pengembangan kerangka berpikir dapat meningkatkan kualitasi pendidikan yang ada di Indonesia. Kerjasama antarnegara ini menjadi kesempatan agar universitas di Indonesia memiliki comparative outlook yang baik. Siti memang sangat fokus pada pengembangan critical thinking dalam pendidikan Bahasa Inggris tingkat perguruan tinggi.

Keterampilan Berpikir Dimulai dari Guru

Meski ia bergelut di dunia pendidikan tinggi (universitas), sasaran pertamanya agar masyarakat kian terasah pola pikirnya dimulai dari calon guru. Mengapa guru? Karena jika berbagai jenjang pendidikan sekolah di Indonesia, mulai dari SD dan SMA, sadar benar akan vitalnya peran guru maka pembekalan soft skill berupa kemampuan berpikir kritis perlu dikembangkan sedini mungkin. “Nanti saya juga bisa mengadakan pengabdian masyarakat untuk men-training guru, dosen tentang pentingnya critical thinking,” ujar Siti.

Saat ini, ia memandangnya secara spesifik hanya dalam kelas Bahasa Inggris, yang ke depannya akan diusahakan untuk pengembangan kepada seluruh intra disiplin yang ada. “(Critical thinking) dalam konteks Indonesia itu sangat perlu, kan banyak kabar hoax di luar sana,” komentarnya sambil tertawa.

Ditinjau dari kacamata kolaborasi pendidikan antarnegara, Siti mengungkapkan tentang pentingnya jaringan kerjasama dengan sesama pengajar baik di dalam maupun luar negeri. Komunitas perkumpulan akademik terdiri dari Warga Negara Indonesia yang belajar di Australia seperti IARNA (Indonesian Academics and Researchers Network Australia), menjadi hal yang penting tidak hanya untuk para akademisi, tetapi juga untuk kinerja antar universitas dalam dan luar negeri.

Menghadiri undangan Indonesia-Australia Forum on Higher Education, Research and Technology 2018 dilihatnya bagi kesempatan yang sangat baik untuk networking. Bagi Siti, kerjasama dalam hal publikasi artikel riset, penelitian akan menjadi fondasi untuk wacana baru di masa depan.

Pekerjaannya sebagai dosen tetap di Tanah Air yang mengenyam pendidikan di Australia tidak menghentikan tekadnya untuk terus mengembangkan dan memperluas

pengetahuannya. “Belajar terus, belajar sepanjang hayat. Dari sisi mana yang bagus itu yang kita tiru,
pengetahuannya. “Belajar terus, belajar sepanjang hayat. Dari sisi mana yang bagus
itu yang kita tiru, kita kembangkan sesuai dengan konteks kita. Sisi yang tidak perlu,
tinggalkan. Forget it, kemudian lebih punya comparative outlook yang lebih luas lagi.
Terus bergerak, keep moving forward,” tutupnya.
www.buset-online.com
www.buset-online.com

Adisa

7 7

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

8 8

PERWAKILAN RI

CANBERRA Embassy of The Republic of Indonesia in Australia (KBRI Canberra)

Alamat

:

8 Darwin Avenue Yarralumla A.C.T. 2600, Canberra

No. telepon

:

+61 2 6250 8600

Email

:

indonemb@kbri-canberra.org.au

Situs

:

www.kemlu.go.id/canberra/

NEW SOUTH WALES, QUEENSLAND, DAN SOUTH AUSTRALIA Consulate General of The Republic of Indonesia in Sydney(KJRI Sydney)

Alamat

:

236-238 Maroubra Rd, Maroubra NSW 2035

No. telepon

:

+61 2 8347 6881

Email

:

visa.sydney@kemlu.go.id

Situs

:

www.kemlu.go.id/sydney/

NORTHERN TERRITORY (DARWIN) Consulate of the Republic of Indonesia in Darwin (KRI Darwin)

Alamat

:

20

Harry Chan Avenue, Darwin N.T. 0800

No. telepon

:

+61 8 8943 0200

Email

:

kridrw@indoconsdarwin.org.au

Situs

:

www.kemlu.go.id/darwin/

VICTORIA DAN TASMANIA Consulate General of The Republic of Indonesia in Melbourne (KJRI Melbourne)

Alamat

:

72

Queens Rd, Melbourne VIC 3004

No. telepon

:

+61 3 9525 2755

Email

:

info.melbourne@kemlu.go.id

Situs

:

www.kemlu.go.id/melbourne/

WESTERN AUSTRALIA, COCOS, DAN CHRISTMAS ISLAND Consulate General of The Republic of Indonesia in Perth (KJRI Perth)

Alamat

:

134 Adelaide Terrace, East Perth WA 6004

No. telepon

:

+61 8 9221 5858

Email

:

perth.kjri@kemlu.go.id

Situs

:

www.kemlu.go.id/perth - www.kemlu.go.id/perth/

EMERGENCY NUMBER

Fire Ambulance & Police - 000- www.kemlu.go.id/perth/ EMERGENCY NUMBER POISON Information Centre - 131 126 State Emergency Service

POISON Information Centre - 131 126EMERGENCY NUMBER Fire Ambulance & Police - 000 State Emergency Service (SES) - 132 500 CRIME

State Emergency Service (SES) - 132 500& Police - 000 POISON Information Centre - 131 126 CRIME STOPPERS - 1800 333 000

CRIME STOPPERS - 1800 333 000Centre - 131 126 State Emergency Service (SES) - 132 500 Telephone Interpreter Service - 131

Telephone Interpreter Service - 131 450Service (SES) - 132 500 CRIME STOPPERS - 1800 333 000 AKAN DATANG-VIC Sabtu, 3 November

AKAN DATANG-VIC

Sabtu, 3 November

Parahyangan Night Market 2.0 oleh: Paguyuban Pasundan Victoria

KJRI

72 Queens Rd, Melbourne Pk. 16-21:30

Gratis

Kamis & Jumat, 8-9 November

IMMIGRATION SEMINAR

oleh: Progress Study Consultancy Suite 121, Level 1

530 Little Collins Street

Melbourne

Gratis

Pk. 11-17 PSC: 0430 618 866 PSC: 0424 784 567 Melbourne@progress-study.com

Minggu, 11 November

Master Jun Hong Lu’s Public Talk Wisdom of Buddhist Teachings Melbourne Convention and Exhibition Centre Pk. 13:30 0 17:00

www.lujunhong2or.com

www.guanyincitta.com

Sabtu, 1 Desember

PERAYAAN NATAL BKS 2018 “Bersatu Kita Sehati” oleh: Badan Kerjasama Umat Kristiani Indonesia di Victoria Bethany International Church 29-37 Ballantyne St, South Melbourne Mulai pk. 17 Gratis

 

AKAN DATANG - WA

Sabtu, 10 November

Sabtu, 10 November

Cak Lontong Goes To Melbourne oleh: FMIA

MCCC

333 Swanston St. Melbourne

Pintu dibuka pk. 16:30 Earlybird $25, normal $35 Aya: 0426 298 848 Ami: 0422 044 987 Mira: 0450 477 481

Love in Diversity Christmas Celebration 2018 KJRI Perth Auditorium Kennedy College Farrington Road, Murdoch Pk. 15:45 – Kebaktian Natal Pk. 17:00 – Perayaan Natal Gratis Keke: 0452 078 321 Jo Hug: 0433 399 445 Galt: 0433 059 909

Keke: 0452 078 321 Jo Hug: 0433 399 445 Galt: 0433 059 909 BUSET Vol. 14-161

BUSET Vol. 14-161 NOVEMBER 2018

Menyambut Hari Pahlawan 10 November, edisi kali ini menghadirkan sebuah artikel hasil wawancara Buset dengan cucu pahlawan Gatot Soebroto, Chitra Utami. Tanpa ragu- ragu dan penuh rasa bangga Chitra menjawab semua pertanyaan. Terbesit harapan agar perjuangan sang kakek dapat diteruskan dan berbuah manis untuk kesejahteraan Indonesia.

cover: IG Finance

cover: IG Finance

Terlebih lagi di masa yang penuh duka setelah bencana gempa dan tsunami menimpa Palu dan Donggala, serta

jatuhnya pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta – Pangkal Pinang. Masyarakat Indonesia bahu membahu mencari cara membantu meringankan beban saudara sebangsa yang tertimpa musibah, tanpa pandang bulu, tanpa melihat suku dan latar belakang. Semangat persaudaraan dan persatuan inilah yang mesti dipertahankan, di saat senang dan susah. Edisi ini juga memuat berita liputan beberapa acara komunitas Indonesia di Australia yang berupaya menggalangkan dana bantuan untuk keluarga korban.

Dalam ranah hiburan, Buset Edisi November menghadirkan wawancara eksklusif dengan penyanyi cantik kelahiran Jakarta, Raisa. Pelantun “Tentang Cinta” ini pun tak bosan mengajak para penggemarnya untuk terus tersenyum dan bersikap ramah sebagai cara sederhana dalam menunjukkan kebaikan Indonesia pada dunia.

Selamat berbagi informasi positif dan menjadi inspirasi bagi lingkungan Anda!

BUSET The most talked about Indonesian Magazine in Australia

PUBLISHER

ADVERTISING EXECUTIVES

Projek 21

Vini Rotty (0438 012 183) Roy Rotty (0404 546 646)

EDITOR in CHIEF Roy Rotty

ART

Projek 21

EDITOR

Rizwana

Adeste Adipriyanti

Isabell Hie

DISTRIBUTION COORDINATOR

Vini Rotty

Lucky Kalonta Roy Rotty

JOURNALISTS/PHOTOGRAPHERS Adisa Manalu Amelinda Devina Aysya Tujuanto Isabell Hie Kevin Ng Lucky Kalonta Natanael Setiawan Natasya Salim Octavia Jap Sonia Pranatha Tjintjin Jones Roy Rotty Vini Rotty

CONTRIBUTORS Alain Warisadi – Xynergy Realty Group Alvin Hermanto – Relab Anton Alimin BBBIVT Crime Stoppers Australia GRII Melbourne KJRI Melbourne KJRI Perth PPIA VIC dan ranting PPIA WA dan ranting Suhana Lim Superstar Education Virda Ersan – SEA Accountants Yapit Japoetra – YNJ Migration

READ BUSET ONLINE at WWW.BUSET-ONLINE.COM

– YNJ Migration READ BUSET ONLINE at WWW.BUSET-ONLINE.COM SUBSCRIPTION Kotak Langganan Ingin mendapatkan BUSET

SUBSCRIPTION

Kotak Langganan Ingin mendapatkan BUSET langsung di rumah? Hubungi (03) 901 277 64 atau email info@buset-online.com BUSET juga bisa dibaca gratis melalui www.buset-online.com

www.buset-online.com

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput

Berbagi Akses Pendidikan Tinggi D ari hari ke hari, terciptanya kolaborasi di zaman yang serba
Berbagi
Akses
Pendidikan
Tinggi
D ari hari ke hari, terciptanya kolaborasi di
zaman yang serba terkoneksi ini kian mudah.
Ada begitu banyak pintu kesempatan yang
bisa dibuka. Salah satunya, adalah jalinan

kerjasama di tingkat perguruan tinggi antara dua negara tetangga dalam forum bertajuk Indonesia- Australia Forum on Higher Education, Research and

Technology 2018. Berlangsung pada 16 – 18 Oktober lalu

di Advanced Technologies Centre, Swinburne University

dan diikuti beberapa perguruan tinggi dan organisasi.

Di antaranya, KJRI Melbourne (selaku panitia acara),

Department of Premier and Cabinet Victoria, Australia Indonesia Center (AIC), dan Indonesian Academics and Researchers Network Australia (IARNA). Peserta yang hadir adalah perwakilan yang diundang dari 10 perguruan tinggi dan swasta dari Indonesia, sekaligus 10 perguruan tinggi dan organisasi sekitar Victoria dan Tasmania.

Bertema “Transforming today’s challenges toward

exceptional opportunities”, forum ini merangkap tiga sesi yang membahas berbagai tema tentang kerjasama Indonesia dan Australia dalam bidang pendidikan

di perguruan tinggi. Sesi pembuka acara ini diawali

dengan pidato Prof. Monica Kennedy, selaku Pro Vice Chancellor (International) Swinburne University. Mewakili universitas tempatnya bernaung, Prof. Monica menjelaskan bahwa pendidikan menjadi kunci dari hubungan antarnegara, dan salah satu visi Swinburne University adalah memperluas koneksi dan kesempatan kolaborasi yang ada bersama perguruan tinggi di Indonesia.

Bukan Sekadar Kerjasama yang Transaksional

Foto bersama para peserta dan pembicara
Foto bersama para peserta dan pembicara

semata, serta pula berharap agar seluruh kolaborasi dan joint research, networking antara Australia dan Indonesia tidak hanya berhenti di dalam konteks perguruan tinggi yang besar dan terkenal, tetapi juga menjalar ke perguruan tinggi yang lain di sekitar Indonesia dan Australia.

Menyambung bagian kedua dari sesi pertama, “Challenges and opportunities in education sector:

past and present time” menjadi topik yang dijelaskan oleh Dr. Eugene Sebastian, selaku direktur dari Australia Indonesia Centre. “Indonesia itu terlalu penting untuk diabaikan,” ungkapnya. Banyaknya permintaan untuk pendidikan ke luar negeri memperlihatkan pentingnya kerjasama strategic partnership yang tidak hanya bersifat transaksional. Hal ini dapat diwujudkan dengan mencari rekan kerjasama yang berbagi visi yang sama. Selain visi yang sama, kerjasama yang tidak hanya berkutat dalam bentuk program-program pendidikan, tetapi juga dalam bentuk publikasi riset yang penting dilakukan.

Forum ini juga menyediakan kesempatan bagi beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, untuk menjelaskan pengalaman kerjasama yang sudah dan sedang berlangsung, sekaligus harapan kerjasama internasional di masa depan. Beberapa perwakilan yang datang untuk berbagi aspirasi dalam sesi ini datang dari Universitas Hassanudin, Universitas Sanata Dharma dan Universitas Bina Nusantara.

Indonesia dalam kacamata Ilmu Sains dan Sosial

Sesi pertama dibuka oleh Spica Tutuhatunewa, Konjen

RI di Melbourne yang membawakan topik tentang

High level overview of Indonesia-Australia relations on Higher Education and Research: including lessons learned from MoU of Victoria-Yogyakarta”. Beliau menyatakan forum ini bukanlah sekadar bentukan ide

Ada bidang studi yang secara spesifik diangkat dalam forum ini, di antaranya kolaborasi dalam bidang Science, Technology, Engineering & Mathematics (STEM) dan Medical, Social Sciences, Arts and Law. “Ada banyak sekali siswa Indonesia yang berpotensi tapi sulit

Pemberian tanda terimakasih kepada Associate Professor M. Akbar Rhamdhani oleh Konjen RI di Melbourne, Spica
Pemberian tanda terimakasih kepada Associate Professor M. Akbar
Rhamdhani oleh Konjen RI di Melbourne, Spica Tutuhatunewa
Panel sesi kedua: Prof. Geoffrey Brooks, Dr. Adi Susilo dan Prof. Karen Hapgood
Panel sesi kedua: Prof. Geoffrey Brooks,
Dr. Adi Susilo dan
Prof. Karen Hapgood

mencari program beasiswa,” jelas Associate Prof. M. Akbar Rhamdhani, moderator dalam sesi pembahasan bidang studi STEM.

Tiga akademisi yang menjadi pembicara dalam sesi ini adalah Prof. Geoffrey Brooks, Dr. Adi Susilo dan Prof. Karen Hapgood. Ketiganya menyatakan aspirasi mereka untuk memajukan kolaborasi dalam bidang studi STEM, bersama dengan keuntungan dan manfaat yang dapat dibagikan dari STEM kepada bidang studi lainnya. “STEM harus menjadi [bidang studi] holistik yang bermanfaat secara umum, serta beradaptasi kepada apa yang menjadi tren dalam masyarakat,” tutup Prof. Karen Hapgood.

Hari pertama dalam rangkaian forum ini ditutup dengan sesi yang membahas kolaborasi Indonesia- Australia dalam bidang studi Medical, Social Sciences, Arts and Law yang dibawakan Dr. Mulyoto Pangestu, Prof. Tim Lindsey, Dr. Jeremy Kingsley, dan Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih. Terdapat beberapa agenda yang dicanangkan dalam sesi ini, salah satunya adalah rencana dari University of Melbourne untuk bekerjasama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia, yang akan mulai menerima pendaftaran pada tahun 2019. Program magang, study tour dan student exchange adalah beberapa program yang telah diimplementasikan dalam kolaborasi antarnegara ini, namun hal tersebut belum cukup, karena selain hubungan antar negara, people-to-people relationship juga merupakan hal yang penting.

Acara Indonesia-Australia Forum on Higher Education, Research and Technology 2018 ini menjadi ruang terbuka milik Indonesia dan Australia untuk mengembangkan kesempatan serta meningkatkan upaya kolaborasi antarnegara dalam bidang pendidikan perguruan tinggi yang berdampak positif bagi pembangunan dan pertumbuhan kedua kedua negara.

Adisa

Buset Imigrasi

Poin Tambahan untuk 189

(Skilled Independent) Visa – Permanent Resident (PR)

Dalam beberapa bulan terakhir, untuk mendapatkan undangan aplikasi visa PR Skilled Independent (189) agak susah kalau jumlah point Anda di bawah 70 points, bahkan untuk accountant perlu minimum 80 points.

Dalam artikel ini kita akan membahas hal-hal yang bisa dijadikan point tambahan.

Point Kemampuan Bahasa Inggris

Dengan kemampuan Bahasa Inggris, tergantung nilai tes Anda, Anda bisa mendapatkan 0, 10 atau 20 poin.

Competent English

 

0 poin

Proficient English

10 poin

Superior English

20 poin

Poin dari Pengalaman Kerja di Bidang yang Sesuai

Di

Luar Australia minimum 3 tahun dalam 10 tahun terakhir

5 poin

Di

Luar Australia minimum 5 tahun dalam 10 tahun terakhir

10 poin

Di

Luar Australia minimum 8 tahun dalam 10 tahun terakhir

15 poin

Di

Australia minimum

1 tahun dalam 10 tahun terakhir

5 poin

Di

Australia minimum

3 tahun dalam 10 tahun terakhir

10 poin

Di

Australia minimum

5 tahun dalam 10 tahun terakhir

15 poin

Di

Australia minimum

8 tahun dalam 10 tahun terakhir

20 poin

Maksimum klaim poin untuk kombinasi pengalaman kerja di dalam atau luar Australia adalah 20 poin. Anda bisa mendapatkan 5 poin tambahan jika Anda mempunyai 1 tahun pengalaman kerja di bidang yang sesuai dan dibayar minimum 20 jam per minggu di Australia

Poin dari kualifikasi Credentialed Community language atau NAATI Certification/Accreditation

Anda bisa mendapatkan 5 poin tambahan dengan lulus test CCL NAATI, NAATI Certification atau Accreditation

Poin dari Kualifikasi Skills Pasangan

Anda bisa mendapatkan 5 poin tambahan dari pasangan Anda jika pasangan Anda memenuhi syarat skills tertentu

Poin dari Professional Year di Australia

Jika skills Anda di bidang Accounting, IT dan Engineering dan Anda bisa mendapatkan visa 485, Anda bisa mendapatkan 5 poin tambahan dengan mengambil Professional Year.

Yapit Japoetra (MARN 0213101) YNJ Migration Consultants (03) 9650 0895 / email yapit@tpg.com.au

Artikel ini ditulis hanya sebagai informasi umum dari informasi yang ada sampai tanggal 19 Oktober 2018 dan bukan sebagai pengganti nasihat keimigrasian. Jika Anda membutuhkan informasi yang lebih akurat tentang kemungkinan Anda mendapatkan PR Australia, Anda bisa menghubungi Yapit Japoetra atau agen-agen imigrasi terdaftar lainnya.

PR Australia, Anda bisa menghubungi Yapit Japoetra atau agen-agen imigrasi terdaftar lainnya. 11 www.buset-online.com
11 www.buset-online.com
11
www.buset-online.com

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

info buset

info buset
NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 info buset Bukan tanpa sebab Surabaya dijuluki sebagai “Kota
NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 info buset Bukan tanpa sebab Surabaya dijuluki sebagai “Kota

Bukan tanpa sebab Surabaya dijuluki sebagai “Kota Pahlawan”. Ada banyak peristiwa bersejarah terjadi di ibukota provinsi Jawa Timur ini. Tapi ada satu peristiwa besar terjadi pada 10 November, tiga bulan berselang setelah Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara yang bebas berdaulat. Momen bersejarah di tanggal tersebut pun kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan hingga sekarang.

Apa sih yang sesungguhnya terjadi? Pasca merdeka, keberadaan Indonesia tidak lantas diakui oleh pihak asing, termasuk militer Inggris (Britania Raya). Dukungan Inggris terhadap Belanda disinyalir menjadi alasan penolakan tersebut. Hal ini pula yang melatarbelakangi ketegangan dan aksi saling serang antara arek-arek Suroboyo dan pasukan sekutu. Meskipun jumlah korban tidak dapat dipastikan, beberapa sumber menyebutkan bahwa bentrokan tersebut memakan setidaknya 6.000 – 16.000 korban jiwa, termasuk di antaranya warga sipil. Pemberontakan ini juga dianggap sebagai salah satu pertempuran terbesar dan terberat yang terjadi setelah Indonesia merdeka.

Meski sudah lama berselang, apresiasi warga Surabaya terhadap perjuangan para pahlawannya tidak luntur tergusur modernisasi. Surabaya tetap melestarikan lokasi-lokasi bersejarahnya. Maka jika jalan-jalan ke Surabaya, jangan hanya wisata belanja dan kuliner. Perlu juga menyambangi objek-objek wisata berikut yang sarat cerita sejarah dan perjuangan penting bangsa Indonesia.

Kawasan Jalan Tunjungan

Ketika mendengar kata “Tunjungan”, yang terlintas dalam pikiran sebagian besar pembaca Buset pasti adalah mall Tunjungan Plaza yang berjilid-jilid (sejauh ini sudah mencapai Tunjungan Plaza 7). Tidak salah juga, tapi tahukah Anda jika jalan ini memang sudah jadi pusat keramaian yang berkembang pesat sejak awal abad ke-20? Jalan Tunjungan juga sempat menjadi saksi bisu perlawanan masyarakat Surabaya terhadap tentara sekutu. Saat itu, kegaduhan akibat aksi serang juga kerap terjadi di sepanjang jalanan yang dulu dikelilingi toko-toko dan rumah makan. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, Pemerintah Kota Surabaya kini kerap menggelar beragam parade dan aksi teaterikal perang di sekitar Jalan Tunjungan.

dan aksi teaterikal perang di sekitar Jalan Tunjungan. • Hotel Oranje atau Hotel Yamato (Kini Hotel

Hotel Oranje atau Hotel Yamato (Kini Hotel Majapahit)

• Hotel Oranje atau Hotel Yamato (Kini Hotel Majapahit) Bangunan ini sempat jadi simbol kolonialisme karena

Bangunan ini sempat jadi simbol kolonialisme karena jadi markas orang- orang Inggris dan Belanda untuk berdiskusi dan berkegiatan demi mengembalikan kekuasaan Belanda di Surabaya. Dibangun pada tahun 1910, hotel mewah yang sempat berganti-ganti nama ini merupakan tempat dirobeknya warna biru bendera Belanda setelah sekutu mengibarkan bendera Belanda pada 18 September 1945. Kemarahan rakyat akibat pengibaran bendera Belanda tanpa menghormati dan menghargai upaya kemerdekaan Republik Indonesia memicu keributan di pusat kota Surabaya kala itu. Hotel komersial yang beralih nama jadi Hotel Majapahit ini, kini menjadi salah satu ikon penting dan bangunan bersejarah kota Surabaya peninggalan Belanda.

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com

• Jembatan Merah Jembatan merah sungguh gagah Berpagar gedung indah Sepanjang hari yang melintasi silih

Jembatan Merah

Jembatan merah sungguh gagah Berpagar gedung indah Sepanjang hari yang melintasi silih berganti

Mengenang susah hati patah Ingat jaman berpisah Kekasih pergi sehingga kini, belum kembali

Entah apakah Anda familiar dengan lagu yang digubah oleh mendiang Gesang ini. Lagu legendaris ini mengisahkan tentang perpisahan seorang wanita dengan kekasihnya di Jembatan Merah karena harus berjuang di medan tempur. Jembatan Merah ternyata tak cuma jadi area penuh kenangan manis para kekasih di zaman perang, jembatan ini kerap memerah akibat pertumpahan darah yang terjadi di sini. Termasuk tewasnya Jenderal Aubertin Mallaby ditembak sekelompok pemuda Indonesia sehingga memicu lahirnya ultimatum Inggris dan meledaknya pertempuran 10 November.

Tugu Pahlawan

Jika Jakarta punya Monas, Surabaya punya Tugu Pahlawan. Tempat bersejarah satu ini dibangun khusus untuk mengenang dan menghormati jasa pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tanggal 10 November 1952, sang proklamator, Presiden Soekarno, meresmikan monumen yang didirikan di bekas reruntuhan Gedung Kempeitai (gedung pengadilan), tempat penahanan dan penyiksaan pejuang Indonesia saat masa penjajahan Jepang. Monumen setinggi 41,15 meter yang berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektar ini jadi lanskap kebanggaan arek-arek Suroboyo.

Octa

meter yang berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektar ini jadi lanskap kebanggaan arek-arek Suroboyo .
meter yang berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektar ini jadi lanskap kebanggaan arek-arek Suroboyo .

13

13

13

13

advertorial
advertorial
advertorial Mengintip Showcase Holmesglen 2018 bersama Superstar Education

Mengintip Showcase Holmesglen 2018 bersama Superstar Education

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 Baru-baru ini Superstar Education menghadiri acara Showcase

Baru-baru ini Superstar Education menghadiri acara Showcase 2018 yang diselenggarakan oleh Holmesglen Institute. Kami berkesempatan untuk melihat fasilitas sejumlah jurusan unik dan unggulan dari Holmesglen Institute. Diantara sekian banyak konsultan pendidikan yang hadir, Superstar Education merupakan satu-satunya agen pendidikan Indonesia yang ada di acara tersebut.

Kampus Waverley:

dari Early Childhood Education sampai Floristry

Holmesglen Institute mempunyai tiga kampus utama, yaitu Waverley, Moorabin dan Chadstone. Kampus Waverley terkenal akan jurusan Early Childhood Educatio, Floristry dan Hospitality, Tourism and Event. Lho, buat apa kuliah mahal-mahal dan jauh-jauh ke Australia untuk belajar floristry?

Melalui program ini, kamu tidak hanya belajar bagaimana cara merangkai bunga yang bagus, tapi juga diajarkan cara merawat stok bunga/ tanaman, mengkombinasikan warna bunga, daun dan ranting, menata karangan bunga dalam jumlah besar (misalnya untuk display atau dekorasi), serta bagaimana menghitung harga modal dan harga penjualan karangan bunga. Dan ada satu lagi yang penting, kamu juga akan belajar bagaimana cara menginterpretasikan keinginan konsumen. Jurusan Floristry ini biasanya aktif berpartisipasi dalam event tahunan bergengsi Melbourne International Flower and Garden Show.

Kampus Moorabin:

fasilitas jurusan Nursing yang canggih

Kampus Moorabin dapat dicapai dengan mudah dari Melbourne CBD. Cukup naik kereta jurusan Frankston, dan kamu turun di stasiun Moorabin. Dari stasiun, kamu bisa jalan kaki atau naik bis ke kampus Moorabin. Begitu memasuki area kampus, ada satu bangunan besar yang akan mencuri perhatian, yaitu Holmesglen Private Hospital. Pelajar jurusan nursing di Holmesglen Institute melakukan work placement antara lain di rumah sakit ini.

Program nursing memang merupakan salah satu program andalan Holmesglen Institute. Fasilitas yang disediakan juga tidak main-main. Antara lain terdapat sejumlah mannequin (boneka dalam bentuk manusia) yang mempunyai denyut jantung, bisa menangis, menjerit sampai mengeluarkan darah. Jadi, saat kamu masih dalam masa pembelajaran awal, kamu akan menggunakan mannequin sebagai pasien kamu. Contohnya, bila kamu berusaha memberi bantuan CPR kepada mannequin tapi tahap yang kamu lakukan salah atau kamu tidak menekan dada di titik yang tepat, maka denyut jantung mannequin tadi akan hilang. Program nursing juga dilengkapi dengan ruang praktik dan observasi yang mempunyai cermin dua arah.

Kampus Chadstone:

Home of the Trades

Kampus Chadstone ini identik dengan bangunan-bangunan ala warehouse dengan langit-langit yang tinggi, banyak orang lalu lalang membawa kayu dan batu, memakai celana multi-kantung serta sepatu steel cap boots alias sepatu khusus yang bagian depannya dilapisi besi baja. Kampus Chadstone merupakan Homes of the Trades! Inilah rumah dari sejumlah program di bidang Building and Construction, seperti Bricklaying/ Blocklaying, Carpentry, Painting and Decorating, Building and Construction, furniture Design sampai Building Surveying. Mungkin kamu bertanya, memang banyak ya pekerjaan di bidang konstruksi, kok sampai ada jurusan khusus di bidang tersebut? Bila kalian mengamati kota Melbourne, cukup jalan-jalan di CBD saja, kamu bisa melihat paling tidak ada 30 pembangunan gedung bertingkat, baik itu apartemen maupun hotel atau perkantoran. Setiap area pembangunan itu memerlukan puluhan bahkan ratusan tenaga kerja yang mempunyai ketrampilan khusus sesuai dengan standar keselamatan kerja Australia. Memasang ubin untuk apartemen, misalnya, mempunyai perhitungan tersendiri.

untuk apartemen, misalnya, mempunyai perhitungan tersendiri. Mari simak foto-foto dari Showcase 2018 di Holmesglen
untuk apartemen, misalnya, mempunyai perhitungan tersendiri. Mari simak foto-foto dari Showcase 2018 di Holmesglen

Mari simak foto-foto dari Showcase 2018 di Holmesglen Institute dan hubungi Superstar Education untuk informasi terkini dan pengurusan aplikasi kamu!

14 14

2018 di Holmesglen Institute dan hubungi Superstar Education untuk informasi terkini dan pengurusan aplikasi kamu! 14

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput
buset ngeliput
NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset ngeliput Ketua DWP KBRI Canberra Caecilia Legowo, turut
Ketua DWP KBRI Canberra Caecilia Legowo, turut hadir di tengah warga Melbourne sambil anggun mengenakan
Ketua DWP KBRI Canberra Caecilia
Legowo, turut hadir di tengah warga
Melbourne sambil anggun mengenakan
kebaya dan batik
Ini adalah kali pertama Spica Tutuhatunewa, Konjen RI untuk Victoria dan Tasmania, mengikuti Hari Batik
Ini adalah kali pertama Spica
Tutuhatunewa, Konjen RI untuk Victoria
dan Tasmania, mengikuti Hari Batik
Nasional di Melbourne

Hari Batik Nasional dengan tema “Lestari Batikku, Lestari Indonesiaku” pada pertengahan Oktober lalu. Bertempat di halaman KJRI Melbourne, acara yang rencananya akan rutin digelar setiap tahun

ini menarik perhatian masyarakat yang mulai hadir

sejak pukul 10 pagi.

Rutin latihan, MAM kembali memukau masyarakat Indonesia di Melbourne
Rutin latihan, MAM kembali memukau
masyarakat Indonesia di Melbourne
Tjintjin Jones menarikan Tari Satria
Tjintjin Jones menarikan Tari Satria

D itetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009

lalu, Batik merupakan salah satu ciri khas Indonesia yang dibanggakan oleh seluruh masyarakat. Penggunaan batik di beberapa kesempatan, termasuk di sekolah, resepsi pernikahan, hingga acara resmi kenegaraan merupakan bentuk

pelestarian batik nasional. Banyak masyarakat Indonesia dan asing yang kemudian mengenakan kerajinan batik sebagai pelengkap tampilan mereka di berbagai kegiatan, termasuk acara-acara di luar Indonesia, sesungguhnya sangat membanggakan.

Untuk kedua kalinya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Melbourne kembali menggelar perayaan

Berbagai kelompok seni dan budaya Indonesia

di Melbourne pun turut hadir menampilkan

kebolehan mereka di acara yang bertujuan untuk mengingatkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kebudayaan batik.

Alunan merdu angklung dari Mojang Angklung Melbourne (MAM) yang membawakan lagu Terajana dan Bengawan Solo memulai kemeriahan acara. Selain itu, beberapa tarian tradisional, seperti Tari Tifa asal Maluku Tenggara, Tari Betawi diiringi lagu Ondel-ondel, Tari Jaipong, Tari Saman asal tanah Aceh, Tari Rantak yang gerakannya

Berfoto bersama kelompok tari Maluku Basudara
Berfoto bersama kelompok
tari Maluku Basudara

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com www.buset-online.com Beramai-ramai mengikuti Line Dance Dalam kesempatan yang sama, keanggunan batik
Beramai-ramai mengikuti Line Dance
Beramai-ramai mengikuti Line Dance

Dalam kesempatan yang sama, keanggunan batik nusantara juga sempat dipamerkan oleh lebih dari 30 peserta yang mengikuti lomba peragaan busana. Kepercayaan diri dan keceriaan para peserta dalam pelestarian busana batik juga diapresiasi oleh Caecilia Legowo, selaku Ketua DWP KBRI Canberra, yang menyempatkan diri hadir dan ikut menjadi salah satu juri peragaan busana.

Pengunjung yang hadir juga berkesempatan menikmati makanan khas Indonesia, seperti nasi kuning, bakmi ayam, pempek, serta makanan berbahan dasar jengkol dan petai yang ditawarkan oleh beberapa penjual. Aneka jajanan pasar, seperti serabi, wajik, kue apem juga menjadi pilihan masyarakat untuk mengganjal perut di sela-sela acara.

Untuk pengunjung yang ingin membeli atau menambah koleksi batik mereka, beberapa penjual juga menawarkan kain, pakaian, serta aksesoris batik yang khusus didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk kota Solo.

Apa Kata Mereka

daerah di Indonesia, termasuk kota Solo. Apa Kata Mereka Sherry Abdi - Ketua DWP KJRI Melbourne

Sherry Abdi - Ketua DWP KJRI Melbourne Kami berharap masyarakat Indonesia, terutama generasi muda dapat lebih mencintai batik karena batik merupakan identitas bangsa Indonesia. Dengan memakai batik, berarti mencintai Indonesia.

Dewirini Anggraeni - Mahasiswi Deakin University Acara seperti ini baik sekali untuk mempersatukan warga Indonesia yang tinggal di Melbourne. Kesempatan ini juga dapat dijadikan ajang promosi seni dan budaya di Indonesia.

dapat dijadikan ajang promosi seni dan budaya di Indonesia. Aditya Putra - Pelajar IULI Saya sangat
dapat dijadikan ajang promosi seni dan budaya di Indonesia. Aditya Putra - Pelajar IULI Saya sangat

Aditya Putra - Pelajar IULI Saya sangat senang melihat antusiasme warga Indonesia dalam mengadakan dan menghadiri acara Hari Batik Nasional ini. Banyaknya acara, serta stan makanan Indonesia juga memberikan saya

kesempatan untuk dapat menyantap makanan yang saya sukai.

menyerupai bela diri pencak silat, hingga Tari Satria unjuk diri siang itu.

Line Dance yang diringi musik unik khas Indonesia dan dipandu oleh salah satu anggota DWP juga menambah kemeriahan dan keseruan acara di bawah langit kota Melbourne yang hari itu cerah ceria dan bersahabat.

Hari itu tak hanya berlangsung apresiasi yang pantas untuk batik, tapi juga sekali lagi menambah kebanggaan pengunjung yang datang pada jati diri bangsa yang kaya ragam, layaknya motif dan warna batik di atas kain.

Octa

Sanggar Bhineka juga membawakan Tari Rantak
Sanggar Bhineka juga
membawakan Tari Rantak
Tari Saman oleh Sanggar Bhineka
Tari Saman oleh Sanggar Bhineka
juga membawakan Tari Rantak Tari Saman oleh Sanggar Bhineka Peserta peragaan busana berlenggak-lenggok memamerkan batik
juga membawakan Tari Rantak Tari Saman oleh Sanggar Bhineka Peserta peragaan busana berlenggak-lenggok memamerkan batik
juga membawakan Tari Rantak Tari Saman oleh Sanggar Bhineka Peserta peragaan busana berlenggak-lenggok memamerkan batik

Peserta peragaan busana berlenggak-lenggok memamerkan batik yang dikenakan di hadapan para juri dan pengunjung

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset ngeliput Project O 2018 Untuk Bali

buset ngeliput

Project O 2018

Untuk Bali yang Lebih Sehat

kami tidak mendatangkan artis karena lebih baik dana yang terkumpul dipakai untuk berdonasi,” ujar Vincent.

Ada banyak booth seru yang juga terkait soal kesehatan
Ada banyak booth seru yang juga terkait soal kesehatan

T ak terasa Project O yang diadakan oleh PPIA RMIT kembali hadir. Tepatnya pada 6 Oktober 2018 lalu di RMIT Alumni Courtyard, Old Melbourne Gaol. Untuk tahun ini Project O mengarahkan pandangan ke Bali, tepatnya ke Yayasan Solemen Indonesia yang berkiprah di bidang kesehatan, khususnya

anak-anak penyandang disabilitas. Yayasan ini berada di daerah Sanur, Bali. Lalu mengapa Project O kali ini diberi tajuk “Kintamani”? Bukan hanya karena Kintamani juga salah satu area wisata di Bali, tapi terlebih karena merupakan kependekan dari “Kindness Toward Minorities and In Needs”, tema Project O 2018. Lengkap dengan slogan mereka tahun ini, “Better Health, Better Us.”

Jika tahun lalu lebih fokus pada pendidikan, tahun ini titik beratnya ada pada isu kesehatan. “Tahun ini, kami ingin mengganti konsep ke kesehatan, karena kami merasa kalangan PPIA lain sudah ada yang fokus ke edukasi, dan kami mau branch out ke sesuatu yang baru, jadi bisa bantu orang di sektor yang berbeda,” ujar Vincent Roly, selaku Project Manager Project O 2018.

Yayasan Solemen Indonesia telah berdiri sejak Oktober 2010 di Bali. Kehadiran mereka adalah untuk menyediakan dukungan dan bantuan finansial langsung bagi masyarakat yang kurang mampu dan berkebutuhan khusus. “Mereka (Yayasan Solemen Indonesia) funding di bidang kesehatan. Karena itulah kami turut terlibat membantu, karena selain edukasi, kesehatan juga penting,” tambah Bayu Maheswara, Project Manager Project O 2018.

Dari Zumba Hingga Silent Disco

18 18

Jika biasanya Project O dimeriahkan dengan penampilan artis dan penyanyi kenamaan Tanah Air, tahun ini mereka tidak mengundang satu pun artis. “Tahun ini

Hal itu tidak mengurangi kemeriahan acara. Tetap ada beberapa acara seru yang tetap bisa diikuti pengunjung. Salah satunya adalah kelas zumba gratis yang berlangsung selama 30 menit. Di awal lagu, masih terlihat hanya sedikit pengunjung yang ikut serta dalam kelas ini. Namun saat sesi kedua, mulai banyak pengunjung

Para pengunjung bergoyang bebas di kelas zumba gratis
Para pengunjung bergoyang bebas di kelas zumba gratis

Apa Kata Mereka

bergoyang bebas di kelas zumba gratis Apa Kata Mereka Laura – Mahasiswi Biomedical Science, University of

Laura – Mahasiswi Biomedical Science, University of Melbourne I think it’s really cute but there are not as many people. You should promote it more and more so people would know this event is going on.

more and more so people would know this event is going on. Karen dan Bryan –

Karen dan Bryan – Mahasiswa Interior Design

dan Engineering, Monash University Saya pikir acara ini sangat bagus untuk dihadiri karena ini kan untuk charity. Jadi seharusnya ada banyak orang yang datang dan melihat. Sayang sekali jika orang-orang tidak datang, padahal ini kan untuk tujuan yang baik. Saya harap bisa dapat exposure yang lebih baik dan lebih banyak lagi ke depannya, apalagi makanannya enak-enak juga.

banyak lagi ke depannya, apalagi makanannya enak-enak juga. Levina Tabita – Mahasiswa Media Communication and

Levina Tabita – Mahasiswa Media Communication and Journalism, Monash University Project O tahun ini memang berbeda konsep dari tahun sebelumnya. Tapi masih tetap dengan semangat yang sama, yakni berbuat sesuatu untuk sesama, kali ini untuk adik-adik kita di Bali. Saya sih mendukung sekali acara semacam ini, acara yang tidak hanya bersenang-senang tapi juga ada kontribusi nyata untuk Indonesia, meski kita jauh di sini.

www.buset-online.com

www.buset-online.com

Salah satu permainan untuk memberi kesadaran pada kesehatan
Salah satu permainan untuk memberi kesadaran pada kesehatan
Game ‘Bubble Sumo’ yang sangat menghibur
Game ‘Bubble Sumo’ yang sangat menghibur

yang memberanikan diri untuk bergoyang. Sembari beristirahat setelah berzumba, panitia menyiapkan beberapa penampil dari para anggota PPIA. Sebut saja Berta Music hingga Klaudspirits yang rajin tampil di berbagai acara.

Satu lagi aktivitas yang tidak boleh dilewatkan, yakni Silent Disco. Meski jadi acara penutup, beberapa pengunjung tetap semangat bergoyang sambil mendengar lagu lewat headphone. Tanpa sadar, kegiatan interaktif seperti Zumba dan Silent Disco

ini meningkatkan kepedulian pengunjung terhadap kesehatan dengan cara yang

menyenangkan.

Bermain Sambil Beramal

Di siang harinya, RMIT Alumni Courtyard diisi dengan berbagai macam outdoor games

seperti Bubble Sumo, Bean Bag Battle Zone. Melalui beberapa permainan dengan kesehatan seperti Germ Buster dan Vitamin Plinko, pengunjung diajak untuk lebih memerhatikan kesehatan. Setiap permainan yang akan dimainkan dibutuhkan tiket. Nah semakin banyak pengunjung bermain, akan semakin banyak bantuan yang dialirkan kepada Yayasan Solemen Indonesia. Selain itu, Project O juga membuka kesempatan donasi online melalui situs mereka, projecto2018.org.

At the end of the day, I wish for everyone that will participate in Project O for the coming year is to remember that our main purpose is to help those in need,” tutup Bayu. Sebuah ajakan positif yang semoga saja terus terjaga hingga tahun-tahun mendatang.

Adisa

Pengunjung menikmati sesi ‘Silent Disco’ yang diadakan Project O 2018
Pengunjung menikmati sesi ‘Silent Disco’ yang diadakan Project O 2018
hingga tahun-tahun mendatang. Adisa Pengunjung menikmati sesi ‘Silent Disco’ yang diadakan Project O 2018 19 19

19 19

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset ngeliput Minang Festival 2018 Warna Warni

buset ngeliput

Minang Festival 2018

Warna Warni Ranah Minangkabau

20 20

APA KATA MEREKA Brigita Arifin, Pelajar Acaranya seru banget sih, apalagi nyokap gue juga orang
APA KATA MEREKA
Brigita Arifin, Pelajar
Acaranya seru banget sih,
apalagi nyokap gue juga
orang Padang. Sudah lama
banget gue nggak lihat
penampilan seni Minangkabau,
so it was really amazing. I think
it’s really important for young
people to watch this kind of things and get in
touch with their own culture.
Shanty Pawaka,
Ibu Rumah Tangga
Aku sendiri bukan dari Padang,
tapi dari Jawa. Aku ke sini
karena ada banyak teman-
teman yang ikut hadir, jadi
ingin lihat acaranya seperti
apa, ternyata acaranya
sangat menarik.
Sari Grasso, Ibu Rumah Tangga
Acaranya sangat seru, apalagi
melihat antusiasme penonton
yang datang banyak sekali.

menampilkan pakaian-pakaian adat Minangkabau oleh penata busana asal Minang, Andri Tanzil.

Lilya Hasan selaku “Bundo Kanduang” IKMSM menyatakan rencana IKMSM untuk membangun rumah Minang di Victoria. “Seiring dengan ide untuk memperkenalkan budaya dari Minangkabau, Minang Festival ini adalah manifestasi dari kegiatan sosial yang sesungguhnya juga ditujukan untuk menggalang dana demi membangun rumah Minang di wilayah Victoria sebagai tempat berkumpul, sehingga anak cucu rantau di sini pun bisa kenal dengan budaya asli mereka.”

Ini dia para pemeran pementasan Siti Nurbaya
Ini dia para pemeran pementasan Siti Nurbaya
Minangkabau juga kaya dengan keunikan baju adatnya
Minangkabau juga kaya dengan
keunikan baju adatnya

K omunitas kedaerahan Indonesia di

Melbourne sekali lagi berhasil menarik

masyarakat Indonesia di Melbourne

untuk berkumpul bersama merayakan

keragaman budaya nusantara. Kali

ini giliran komunitas dari Sumatera Barat. Ikatan Keluarga Minang Saiyo Melbourne (IKMSM) menggelar Minangkabau Festival atau disingkat Minang Festival pada penghujung September lalu untuk memperkenalkan lebih luas budaya Minangkabau di kancah internasional.

Segala macam seni mulai dari seni tari, musik, drama, hingga silat asli Minangkabau ditampilkan

di Deakin University. Sekitar 600 penonton hadir dari seluruh wilayah di Australia mulai dari Melbourne, Perth, Adelaide, dan Canberra. Bahkan, ada sekitar 100 penonton yang berdomisil Sydney rela jauh-jauh datang untuk menyaksikan rentetan acara menarik pada hari itu. Tak heran jika teater kampus yang terletak di daerah Burwood tersebut penuh.

Acara ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat dimana terlihat sang Gubernur, Prof. Dr. Irwan Prayitno bersama istri, Nevi Prayitno turut hadir. Pemprov juga turut mendatangkan penari-penari dari Grup Satampang Baniah dan penampilan musik dari Grup Band Mantagi yang masing-masing sudah terbiasa pentas di luar Indonesia. Keduanya berkolaborasi dalam penampilan drama musikal Siti Nurbaya, kisah klasik Ranah Minang karya Marah Roesli sebagai puncak acara pada Minang Festival 2018.

Acara yang diawali dengan pameran kerajinan Minangkabau ini diakhiri dengan fashion show yang

Aksi penari Tari Piring menari di atas pecahan piring
Aksi penari Tari Piring menari
di atas pecahan piring
Tari Piring khas Minangkabau
Tari Piring khas Minangkabau

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com www.buset-online.com Karya-karya desainer asal Minang, Andri Tanzil dipamerkan. Sarat akar Minang
Karya-karya desainer asal Minang, Andri Tanzil dipamerkan. Sarat akar Minang Drama yang boleh dikata paling
Karya-karya desainer asal Minang, Andri
Tanzil dipamerkan. Sarat akar Minang
Drama yang boleh dikata paling masyhur
dari Tanah Minang, Siti Nurbaya

Minang Festival ini juga merupakan puncak acara dari agenda besar terbentuknya kepengurusan Minang Diaspora Network Global (MDN-G) yang merupakan organisasi perantau asal Minang sedunia.

Budaya Minang memang onde mande!

Asa

Network Global (MDN-G) yang merupakan organisasi perantau asal Minang sedunia. Budaya Minang memang onde mande! Asa

21

21

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset ngeliput Curhat Seniman Yogyakarta di Melbourne

buset ngeliput

2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset ngeliput Curhat Seniman Yogyakarta di Melbourne Jumaldi Alfi Ugo
2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset ngeliput Curhat Seniman Yogyakarta di Melbourne Jumaldi Alfi Ugo

Curhat Seniman Yogyakarta di Melbourne

Jumaldi Alfi
Jumaldi Alfi
Ugo Untoro
Ugo Untoro

Berkesenian seringkali identik dengan kegiatan yang soliter dan sunyi. Para seniman pun biasanya lebih nyaman berkomunikasi lewat karya. Tapi tentu tidak selamanya begitu, mereka sering keluar dari “sarang kreatif”-nya dan bertukar pikiran dengan siapapun, termasuk seniman lain.

Hal itu pula yang terjadi pada dua seniman kontemporer kenamaan Indonesia, Ugo Untoro dan Jumaldi Alfi yang berdomisil di Yogyakarta. “Sebagai seniman di Yogya, seringkali saya mendapatkan inspirasi justru dari teman-teman seniman lainnya. Kalau saya sedang penat, seringkali saya pergi ke studio teman-teman saya. Misalnya ke studio Mas Ugo Untoro. Di situ kami ngobrol-ngobrol, minum kopi, hingga menginap semalaman, sepulang dari situ saya jadi terinspirasi lagi,” ungkap Jumaldi Alfi yang tengah membangun art space bernama “Sarang” di Yogyakarta untuk membantu pelatihan para seniman - membekali mereka dengan teknik pelaksanaan pameran hingga program residensi.

Daya Dukung Antar Seniman

Dari diskusi yang menghadirkan dua seniman ini pada 25 September lalu di galeri seni Buxton Contemporary di daerah Southbank, terbaca bahwa komunitas seni di Yogyakarta ternyata inklusif. Sejak awal perkembangan seni rupa Indonesia, rupanya seniman dalam negeri kebanyakan belajar seni secara otodidak. Karena itulah mereka terbiasa untuk saling membantu satu sama lain dalam berkarya. Tak hanya itu, berbagai limitasi yang dihadapi oleh seniman-seniman Indonesia juga membuat mereka saling menyokong satu sama lain. Termasuk membuat komunitas seni, khususnya di Yogyakarta, kerap menjunjung tinggi rasa kebersamaan.

Permasalahan seperti rumitnya pengajuan dana bantuan dari pemerintah atau masalah pendidikan teknis industri seni yang masih kurang juga justru mendorong

teknis industri seni yang masih kurang juga justru mendorong 22 22 Sentuhan unik di tiap karya

22 22

Sentuhan unik di tiap karya Jumaldi Alfi juga jadi perhatian para seniman yang hadir

Jumaldi Alfi juga jadi perhatian para seniman yang hadir Ugo Untoro dan Jumaldi Alfi menjadi dua

Ugo Untoro dan Jumaldi Alfi menjadi dua seniman pertama yang diundang oleh Australia Indonesia Arts Forum dalam program tahun ini

para seniman untuk saling membantu. Mulai dari yang senior hingga yang baru memulai berkesenian, sama-sama saling dukung dan mendorong.

Walau begitu, Ugo Untoro juga menambahkan sekaligus mengingatkan bahwa pasar seni rupa Indonesia kini semakin maju. “Market seni rupa di Indonesia sekarang sudah sangat besar, maka seniman-seniman muda pun jadi bisa bermimpi tinggi-tinggi. Sekarang juga bantuan-bantuan dari pemerintah sudah banyak dibandingkan dahulu, kita hanya harus giat untuk membuat proposal dan memasarkan karya-karya kita tersebut,” pesannya.

Diskusi yang berlangsung hangat selama satu jam ini digagas Project 11 melalui Australia Indonesia Arts Forum, bekerja sama dengan Grimwade Centre for Cultural Materials di bawah Melbourne University (dulu dikenal sebagai Victorian College of the Arts) dan RMIT University.

Acara yang dibawakan secara ringan ini juga diikuti oleh seniman-seniman dari Australia seperti Sally Smart yang sempat melakukan program residensi di Yogyakarta dan Jon Cattapan sebagai perwakilan dari Melbourne University, memberikan para hadirin begitu banyak pengetahuan baru khususnya mengenai rasa kebersamaan di dalam komunitas seni Indonesia.

Ugo Untoro dan Jumaldi Alfi merupakan dua seniman pertama yang diundang untuk program yang diharapkan akan berlanjut hingga tiga tahun ke depan. Setiap tahunnya, Australia Indonesia Arts Forum akan mengadakan program residensi, pameran, publikasi, dan pelatihan melalui program pertukaran seniman profesional dua negara tetangga, seraya mendekatkan dan menjaga interaksi budaya Indonesia dan Australia.

Asa

mendekatkan dan menjaga interaksi budaya Indonesia dan Australia. Asa Karya-karya seniman Ugo Untoro turut diperkenalkan

Karya-karya seniman Ugo Untoro turut diperkenalkan

mendekatkan dan menjaga interaksi budaya Indonesia dan Australia. Asa Karya-karya seniman Ugo Untoro turut diperkenalkan

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput

Memperkuat Jaringan Diaspora Minang Dunia

Para pengurus MDN-G beserta tamu yang hadir
Para pengurus MDN-G beserta tamu yang hadir
Gubernur Sumbar Prof. Dr. Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar
Prof. Dr. Irwan
Prayitno
Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim memberikan kata sambutan
Tan Sri Dato’ Seri Utama
Dr. Rais Yatim memberikan
kata sambutan

Pagi itu, penjelasan singkat berdirinya MDN-G dipaparkan langsung oleh Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas, yang menyampaikan bahwa ide dasar MDN-G adalah untuk menyebarluaskan Minang ke pasar internasional, mulai dari makanan, budaya dan masyarakatnya sendiri. “Sebagai bagian dari kuliner kita, rendang telah beberapa kali dipilih menjadi makanan terenak di seluruh dunia, yang artinya kita memiliki potensi. Sayangnya tidak begitu banyak restoran Minang di seluruh dunia, jadi kami berharap organisasi ini dapat pula membantu kuliner Minang

M inang Diaspora Network Global (MDN-G)

atau Jaringan Perantau Minang Dunia

merupakan organisasi yang bertujuan

mengumpulkan perantau Minang yang

ada di luar negeri yang memiliki profesi dari berbagai bidang, seperti kuliner, pariwisata, kebudayaan, pendidikan, investasi dan lain sebagainya. Tradisi merantau dalam komunitas Minangkabau diketahui menjadi dasar terbentuknya kelompok-kelompok Minang diluar Sumatera Barat, termasuk di Australia.

Dalam rangkaian acara MDN Global Forum and Minangkabau Festival 2018 (atau juga dikenal dengan sebutan Minang Festival) yang berlangsung selama dua hari berturut-turut di Deakin University, Melbourne Australia, terbentuk pula Yayasan MDN-G secara resmi. Tepatnya di tanggal 29 September 2018.

Menjadi rumah dari banyak perantau termasuk orang- orang Minang, kota Melbourne dirasa tepat menjadi tuan rumah terselenggaranya acara yang baru pertama kali dilaksanakan ini. Pihak penyelenggara berharap acara ini bisa rutin digelar tiap tahun. Untuk tahun depan, Kuala Lumpur dikabarkan akan jadi tuan rumah pertemuan MDN-G selanjutnya.

Istri Gubernur Sumbar (keempat dari kanan) dan Istri Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais
Istri Gubernur Sumbar (keempat dari kanan) dan Istri Tan Sri Dato’ Seri Utama
Dr. Rais Yatim (ketiga dari kanan) menunjukkan kain songket khas Minang

Acara yang dihadiri oleh beberapa tokoh sukses Minang yang sekaligus menjabat sebagai pengurus Yayasan MDN-G tersebut, membahas potensi dan peluang masyarakat keturunan Minangkabau serta provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di panggung internasional. Mempromosikan budaya Minang secara global juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Indonesia di tingkat daerah dan nasional.

Tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. Fasli Jalal, juga ikut memberi kata sambutan
Tokoh pendidikan nasional,
Prof. Dr. Fasli Jalal,
juga ikut memberi kata sambutan

Bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), MDN-G juga berharap perkumpulan Minang dapat menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Minang di kota-kota besar di dunia. Ketua Panitia acara selaku Ketua Minang Saiyo Melbourne Dr. Muhammad Abduh, membuka acara. Ia menekankan pentingnya suatu sinergi dalam kelompok Minang untuk perkembangan budaya dan ekonomi di Sumbar.

Gubernur Sumbar (kedua dari kanan) dan Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim (kanan)
Gubernur Sumbar (kedua dari kanan) dan Tan Sri Dato’ Seri Utama
Dr. Rais Yatim (kanan) berdiskusi singkat sebelum acara dimulai

agar lebih dikenal dan mudah diperoleh di seluruh dunia,” ungkap tokoh yang juga berprofesi sebagai seorang pengusaha, dosen, aktivis serta politisi ini.

Masih dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar, Prof. Dr. Irwan Prayitno, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap MDN-G atas kerja keras mereka sebagai sarana pembangunan daerah Sumbar termasuk tempat silaturahmi warga Minang di tanah rantau. Tokoh yang gemar berpantun ini menyebut bahwa memanfaatkan dana APBD yang terbatas tidak cukup untuk membangun satu provinsi besar, maka dari itu ia berharap MDN-G dapat menjadi mediator penghubung Pemprov Sumbar dengan calon-calon investor asing di berbagai belahan dunia. “Silaturahmi, kata nabi, bisa menambah umur dan menambah rejeki. Semoga kita bisa mendapatkan keduanya dari kegiatan seperti ini,” ujar Gubernur yang pernah menjadi aktivis

dakwah saat berkuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

Tokoh penting lainnya yang juga ikut serta dalam pengukuhan Yayasan MDN-G adalah politisi Malaysia, Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim. Terlahir di keluarga Minangkabau, Dr. Rais Yatim, yang juga bertugas sebagai Ketua Dewan Penasehat MDN-G, berharap jaringan ini dapat mempererat tali kekerabatan sesama perantau Minang, serta memelihara budaya Minang, meski berada jauh dari Tanah Air.

Rangkaian acara pengukuhan Yayasan Diaspora Minang Dunia juga diisi oleh kata sambutan dari Prof. Dr. Jurnalis Uddin (Dewan Pembina MDN-G), Prof. Dr. Fasli Jalal (Mantan Wakil Menteri Pendidikan tahun 2010- 2011), serta Zaenal Arifin (Konsul Fungsi Ekonomi untuk KJRI Melbourne).

Ketua panitia acara, Dr. Muhammad Abduh (tengah) dan panitia berfoto bersama sebelum acara dimulai
Ketua panitia acara, Dr. Muhammad Abduh (tengah)
dan panitia berfoto bersama sebelum acara dimulai

Sayangnya, beberapa narasumber, seperti Dr. Dino Patti Djalal (Presiden MDN-G) serta Dr. Arcandra Tahar (Ketua Dewan Pengawas MDN-G dan Wakil Menteri ESDM), yang semula dijadwalkan hadir tidak dapat memenuhi undangan acara yang berlangsung sekitar dua jam ini.

Minang bukanlah satu-satunya suku di Indonesia, yang dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Tetapi semangat masyarakat Minang dan upaya kontribusi bagi kemajuan Indonesia di dalam dan di luar negeri patut didukung. Semoga keluarga Minang yang tersebar di seluruh dunia bisa selalu kompak dan berperan aktif dalam mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Octa

25 www.buset-online.com
25
www.buset-online.com

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

26 26

buset ngeliput

2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 26 26 buset ngeliput Foto bersama para staf KJRI Melbourne
2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 26 26 buset ngeliput Foto bersama para staf KJRI Melbourne
2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 26 26 buset ngeliput Foto bersama para staf KJRI Melbourne
Foto bersama para staf KJRI Melbourne
Foto bersama para staf KJRI Melbourne
Foto bersama Ibu Konjen dengan staf baru (Pertha dan Indri) dan Himawan, yang akan kembali
Foto bersama Ibu Konjen dengan staf baru (Pertha dan
Indri) dan Himawan, yang akan kembali ke Tanah Air

Baru-baru ini aula Bhinneka Graha KJRI Melbourne terlihat penuh dengan masyarakat Indonesia

berpakaian batik yang menghadiri acara Malam Pisah Sambut pejabat KJRI Melbourne. Acara pisah sambut

ini menjadi perpisahan untuk Himawan Hendarmin,

staf Fungsi Ekonomi KJRI Melbourne selama dua tahun enam bulan, sekaligus menjadi malam perkenalan untuk dua pejabat baru, yaitu Perthalia Rosul di Fungsi Protokol dan Konsuler dan Indri Hapsari, yang bertugas dalam bidang administrasi sebagai personal assistant untuk Konsul Jenderal RI di Melbourne, Spica Tutuhatunewa.

Dalam perkenalan resmi pertamanya dengan masyarakat Indonesia di Melbourne, Perthalia Rosul atau yang akrab disapa Pertha, menuturkan rasa senangnya karena bisa diterima dengan hangat seiring masa kerjanya di KJRI Melbourne yang genap

berjalan dua bulan. “Masyarakatnya aktif dan banyak kegiatan, senang banget karena selalu ada hal baru, tapi karena banyak banget acara, tamu, delegasi, jadi memang kerjaan tidak berhenti. Tapi sejauh

ini senang, tempatnya enak, orangnya baik-baik,

masyarakat juga semangat kalau ada acara di KJRI,ujar Pertha tentang kesannya selama di Melbourne.

Ini

adalah penempatan pertama Pertha. Sebelumnya

ia

ditugaskan di bagian Politik dan Keamanan ASEAN

di

Kementrian Luar Negeri, Jakarta. Pertha melihat

pengalaman ini sebagai hal yang berkesan untuk kariernya ke depan. “Semoga Ibu dan Bapak bisa membantu agar pengalaman kerja saya selama di sini

berkesan, monggo kalau ada masukkan dan kritikan,” tutupnya.

Acara perkenalan dilanjutkan oleh Indri Hapsari, selaku personal assistant untuk Spica Tutuhatunewa. Dengan pengalaman kerjanya yang terbilang baru selama satu setengah bulan, Indri mengaku masih mencoba untuk beradaptasi. Tanggungjawab barunya sebagai personal assistant mencakup tugas untuk membantu menyusun agenda kegiatan Ibu Konjen agar optimal. Sebelumnya ia sudah memiliki pengalaman bekerja sebagai sekretaris di Kedutaan Besar Laos di Jakarta

Masyarakat dan staf yang menghadiri acara malam Pisah Sambut
Masyarakat dan staf yang menghadiri acara malam
Pisah Sambut

selama lima tahun. Meski sudah terbiasa dengan job desc-nya, Indri mengaku harus menyesuaikan diri dengan ritme pekerjaan yang berbeda.

Sama seperti Pertha, bekerja di KJRI Melbourne juga merupakan pengalaman pertama kalinya bekerja di luar negeri. Indri mengaku bahwa sedang berusaha belajar untuk mengalahkan perasaan homesick. Namun, tinggal jauh dari keluarga, membuatnya menganggap KJRI Melbourne sebagai keluarga pertamanya selama masa kerjanya di sini.

Ada yang mengucapkan selamat datang, ada pula yang harus mengatakan selamat tinggal. Malam itu juga jadi acara perpisahan bagi Himawan Hendarmin yang akan kembali ke Indonesia. Bekerja sebagai staf fungsi ekonomi di KJRI Melbourne menjadi pengalaman yang unik karena Himawan datang dari latar belakang pekerjaan konsultan bisnis di perusahaan swasta Indonesia. Selama dua tahun enam bulan, Himawan menjelaskan bahwa bekerja di KJRI Melbourne sangatlah terasa sisi kekeluargaannya. Ia mengaku lebih berat berpisah dengan rekan-rekan kerjanya di sini ketimbang harus berpisah dengan kota Melbourne.

Selain perkenalan dan perpisahan, malam pisah sambut ini menjadi acara silahturahmi untuk para masyarakat Indonesia dan staf KJRI Melbourne yang baru. Acara ini juga diisi dengan acara makan malam, karaoke dan sesi foto bersama.

Adisa

GAPTEK KOMPUTER Suatu hari ada orang gaptek dan orang sok tahu berbincang di sebuah pameran
GAPTEK KOMPUTER Suatu hari ada orang gaptek dan orang sok tahu berbincang di sebuah pameran

GAPTEK KOMPUTER

Suatu hari ada orang gaptek dan orang sok tahu berbincang di sebuah pameran komputer.

Si Gaptek:

‘ENTER’ itu maksudnya apa?” Sok Tau dengan sigap menjawab:

“Sok Tau, mau nanya dong?

“Kayaknya untuk mempercepat program deh!”

Si Gaptek:

“Mempercepat gimana maksudnya?”

“Oh gitu. Tanya lagi ya. Ini saya sudah masuk ke Internet

Sok Tau:

“Ya biar cepat kerjanya. Kalau tulisan nya ENTAR,

Si Gaptek:

khan jadinya lamaaa!!”

Sok Tau:

Explorer. Kok saya ketik facebook.com, nggak keluar apa-apa yah?” “Lah, di depan nya sudah ngetik www-nya belum?”

Si Gaptek:

“Memangnya harus ya? Sebenarnya www itu apa sih?”

Sok Tau:

“Mmmm, apa yah? Pokoknya kalau mau masuk ke

Si Gaptek:

website memang harus ketik www itu, kode permisi gitu lho. Kayaknya kalau nggak salah singkatan dari ‘Wassalammualaikum Warohmatullohi Wabarokaatu’.” “Oh gitu, sopan juga ya.”

BOS KEREN

Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.

Semua pekerja yang ada di ruangan itu sibuk bekerja, kecuali dirinya. Si bos segera menghampiri pemuda tersebut dan bertanya. “Berapa gajimu seminggu?” Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, “mmmm sekitar 100ribu per minggu, kenapa memangnya?”

Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, “ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sini. Aku tak mau melihatmu lagi!”

Dengan terkejut dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. “Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut,” tanyanya.

Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan. “Ia tak bekerja di sini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan personalia.”

sini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan personalia.” 27 27 www.buset-online.com www.buset-online.com
27 27 www.buset-online.com www.buset-online.com
27
27
www.buset-online.com
www.buset-online.com

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput

Masyarakat Indonesia di Perth Rayakan Sumpah Pemuda ke-90 di Tepi Swan River, Western Australia
Masyarakat Indonesia di Perth
Rayakan Sumpah Pemuda ke-90
di Tepi Swan River, Western Australia

28 28

D i minggu yang cerah tepat pada tanggal 28 Oktober 2018 di Sir James Mitchel Park, Western Australia, KJRI Perth bekerja sama dengan Indonesian Diaspora Western Australia (IDN WA) mengadakan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-90.

Kegiatan ini sebagai upaya KJRI Perth dan IDN WA untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda Indonesia yang tinggal di Perth. Upacara dihadiri kurang lebih oleh 150 Masyarakat Indonesia di Perth. Rasa

nasionalisme pemuda dan semangat persatuan disampaikan oleh Konjen RI Perth Dewi Gustina Tobing dalam upacara tersebut. Di upacara ini semarak kepemudaan dan persatuan dilantunkan dalam lagu satu nusa dan satu bangsa, bangun pemudi pemuda.

Upacara kali ini terasa spesial karena dilaksanakan di sebuah taman tepi sungai Swan dengan pemandangan kota Perth yang indah. Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan tarian dan lagu poco-poco, tobelo dan maumere. Selain

yang indah. Selepas upacara, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan tarian dan lagu poco-poco, tobelo dan maumere. Selain

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com www.buset-online.com itu, beberapa anak muda menyumbangkan suaranya menyanyikan beberapa lagu
www.buset-online.com www.buset-online.com itu, beberapa anak muda menyumbangkan suaranya menyanyikan beberapa lagu

itu, beberapa anak muda menyumbangkan suaranya menyanyikan beberapa lagu nasional. Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya food stall yang menawarkan roti sosis dan sate sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dan nuansa kekeluargaan dengan bersantai di hari minggu yang cerah dan udara yang sejuk.

Pak Yudi salah satu masyarakat yang hadir menyatakan kekagumannya atas penyelenggaraan upacara kali ini. “Upacara kali ini terasa berbeda karena baru kali ini dilakukan di ruang terbuka yang sesuai dengan tema kepemudaan. Acara tambah meriah yang didukung oleh cuaca yang cerah. Luar biasa!” ucapnya ketika ditanyakan kesannya.

KJRI Perth

tambah meriah yang didukung oleh cuaca yang cerah. Luar biasa!” ucapnya ketika ditanyakan kesannya. KJRI Perth
tambah meriah yang didukung oleh cuaca yang cerah. Luar biasa!” ucapnya ketika ditanyakan kesannya. KJRI Perth
tambah meriah yang didukung oleh cuaca yang cerah. Luar biasa!” ucapnya ketika ditanyakan kesannya. KJRI Perth
tambah meriah yang didukung oleh cuaca yang cerah. Luar biasa!” ucapnya ketika ditanyakan kesannya. KJRI Perth

29 29

Konsul Zaenal Arifin dari KJRI Melbourne memberikan kata sambutan
Konsul Zaenal Arifin dari KJRI Melbourne memberikan kata sambutan

Galang Dana untuk Korban Gempa Palu

Akibat gempa bermagnitud 7,4 pada 28 September 2018 pukul 18.02 WITA, ratusan ribu orang menjadi pengungsi. Sekitar 2000-an orang dinyatakan meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang. Gempa tidak hanya mendera kota Palu (yang disertai tsunami), tapi juga daerah-daerah sekitarnya seperti Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Kerusakan parah yang berdampak pada pemadaman listrik dan air, serta keterbatasan sandang dan pangan hingga kelangkaan bahan bakar pasca bencana menambah rentetan duka korban. Langkah cepat dan tepat untuk membantu korban sangatlah penting demi melanjutkan hidup di tengah keadaan darurat.

100 Ribu Dollar Berhasil Terkumpul

Di tiap bencana yang terjadi, selalu ada kisah-kisah penuh kebaikan yang juga mengiringinya. Aliran bantuan, baik dari dalam negeri maupun masyarakat internasional, mengalir. Termasuk dari komunitas IMCV (Indonesian Muslim Community of Victoria, Australia),

Apresiasi dan puji syukur disampaikan oleh Presiden IMCV Teguh Iskanto
Apresiasi dan puji syukur
disampaikan oleh
Presiden
IMCV Teguh
Iskanto
Simon Eccleshall menyampaikan program kerja IRA
Simon Eccleshall menyampaikan
program kerja IRA

yang sedari awal gencar mengumpulkan donasi untuk korban gempa dan tsunami.

Bekerjasama dengan IRA (Islamic Relief Australia), IMCV mengadakan Indonesia Emergency Dinner, acara sosial disertai makan malam bersama yang bertujuan untuk mengumpulkan donasi untuk korban bencana. Pada acara yang dilangsungkan di restoran Tiba’s Roxburgh Park pada 19 Oktober lalu, sekitar 100

Bersilaturahmi sambil beramal 30 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018
Bersilaturahmi sambil beramal
30
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput

masyarakat yang hadir langsung ikut berdonasi lewat pembelian tiket seharga 50 Dollar Australia.

Sambil bersilahturahmi, pihak panitia mengharapkan kepedulian dan solidaritas masyarakat di tengah bencana yang menimpa Indonesia. Tujuan pengadaan acara ini juga bermaksud untuk menggaet komunitas non-Indonesia demi membantu meringankan duka sahabat-sahabat di Palu dan sekitarnya.

Sembari menikmati hidangan ala Libanon, lebih dari 100 ribu Dollar Australia berhasil terkumpul berkat kegiatan lelang barang, termasuk pelelangan iPad, panci, blender, dan water filter malam itu. Seluruh dana yang terkumpul akan dimanfaatkan IRA untuk menyediakan makanan, air minum bersih, peralatan medis, tempat tinggal sementara, tempat belajar dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sama, Simon Eccleshall, selaku Director of Programs & Institutional Relations di IRA, mengucapkan belasungkawa atas musibah yang melanda. Ia menyebutkan bahwa perlu adanya pemberdayaan sumber daya jangka panjang untuk membantu korban, seperti pasokan air bersih melalui water filter.

Kolaborasi Antar Komunitas

Sejak awal bencana terjadi, IMCV telah rajin berkampanye dan mengumpulkan donasi lewat kotak amal yang disebar ke beberapa masjid di Victoria. Hingga acara malam itu, dana sumbangan yang terkumpul sudah mencapai 36 ribu Dollar Australia. Donasi ini rencananya akan diserahkan secara bertahap kepada lembaga kemanusiaan di Indonesia, seperti PKPU Human Initiative dan Dompet Dhuafa.

Teguh Iskanto, Presiden IMCV sekaligus ketua panitia acara, berterimakasih kepada seluruh donatur dan pendukung acara yang telah bekerjasama mengumpulkan donasi serta melancarkan jalannya kampanye ini. “Bekerjasama dengan IRA merupakan suatu kebanggaan karena kami memiliki satu tujuan yang sama. Kami ingin membangun dan mengembangkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh korban bencana di masa depan,” ungkapnya.

Octa

Apa Kata Mereka

Rhett Butler, Chairman SkyJuice Foundation Rhett Butler, It is very good to see people being very generous and coming together to It is very good to see people being very generous and coming together to help victims in Sulawesi.

Hanani Prieta, Anggota IMCV Saya rasa ide acara ini sangatlah bagus. Kita bisa lihat bahwa bencana di Indonesia bukan hanya menjadi keprihatinan warga Indonesia, tetapi juga komunitas-komunitas lainnya.

warga Indonesia, tetapi juga komunitas-komunitas lainnya. Helena, Relawan IRA We get the community together, we try

Helena, Relawan IRA We get the community together, we try our hardest to unite and raise what need to be raised through this charity dinner.Helena, Relawan IRA

www.buset-online.com

buset ngeliput

Apa Kata Mereka

Ferry – Konsultan Acara yang sangat menarik dengan menghadirkan budaya Indonesia. Acara yang diadakan setiap tahun ini adalah kesempatan yang baik bagi masyatakat dan komunitas Indonesia untuk berhubungan.Ferry – Konsultan

Warga Perth berbaur memadati KREASI
Warga Perth berbaur memadati KREASI
Kreasi Pusat Perhatian Warga Perth
Kreasi Pusat
Perhatian
Warga Perth

Novi – Wiraswasta Acara yang bagus di pusat kota. Memperlihatkan pesona Indonesia secara menyeluruh. Dan ini kali pertama saya menjual produk khas Indonesia. KREASI memberikan tempat untuk mempromosikan produk- produk saya.

memberikan tempat untuk mempromosikan produk- produk saya. Dian Sumolang - Ibu rumah tangga KREASI merupakan acara

Dian Sumolang - Ibu rumah tangga KREASI merupakan acara untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan KREASI merupakan acara untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan destinasi- destinasi di Indonesia kepada masyarakat luar negeri.

Forrest Place yang terletak di pusat kota Perth, dengan ajaib diubah menjadi pusat Indonesia. Pada tanggal 6 Oktober lalu, masyarakat Indonesia dan Australia berbondong-bondong memadati acara bertajuk KREASI. Mulai dari kuliner hingga produk tekstil Indonesia disuguhkan untuk mempromosikan kekayaan Indonesia.

Acara yang didukung penuh oleh KJRI Perth, Kementrian Pariwisata, dan berbagai komunitas Indonesia ini sudah empat kali digelar. Bagi orang Indonesia, kecantikan Tanah Air bukan sesuatu yang baru. Kita sama-sama tahu bahwa Indonesia memang sangat indah. Namun, membagikan informasi mengenai kecantikan Indonesia adalah suatu keharusan. Acara KREASI ini merupakan perpaduan promosi dan festival yang layak ditunggu kehadirannya. Melalui acara ini, Kementrian Pariwisata memfokuskan pada destinasi pariwisata ungulan dengan tema “Bali and Beyond Bali”.

KREASI Tontonan yang Asyik

Ada banyak deretan pertunjukan yang pantas ditunggu-tunggu. Termasuk tarian api dari Jatayu Production yang menutup acara dengan memukau. Nah sebelum tarian penutup tersebut, sederet sajian hiburan yang dipersembahkan oleh organisasi kedaerahan—menampilkan wajah Indonesia yang memang bhinneka.

Bukan hanya musik tradisional, musisi lintas genre juga boleh unjuk gigi. Sebut saja musisi Emir Faizal yang berkolaborasi dengan Nick Wallaki. Mereka berdua menyanyikan lagu-lagu Indonesia dengan petikan gitar. Emir yang ditemui Buset setelah pentas mengaku senang dan tambah semangat saat melihat ramainya pengunjung yang datang.

KREASI Promosi Kebudayaan

Makanan-makanan di KREASI tidak perlu diragukan lagi kenikmatannya. Kuliner khas Indonesia memadati venue dengan resep unggulan masing-masing. Tak cuma makanan, kopi Indonesia yang jadi penghangat suasana juga jadi primadona dan simbol Indonesia.

Pandu, seorang barista di stall komunitas kopi mengatakan, “Dengan adanya acara tahunan seperti KREASI ini, sebagai seorang yang mempunyai passion yang besar terhadap kopi, saya mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan kopi Indonesia kepada khalayak untuk memberikan penjelasan yang lebih detail tentang dari mana kopi ini berasal, lengkap dengan detail varietas, jenis, maupun sumbernya—atau yang lebih dikenal dengan ‘indikasi geografis’.”

Produk tekstil dan karya seni rupa juga tak ketinggalan dipajang dan tampaknya kain batik masih mendominasi kerajinan tekstil. Ada juga stall yang berupaya mempromosikan Indonesia lewat edukasi. Contohnya Balai Bahasa Perth yang hadir untuk memberikan informasi bagi mereka yang ingin belajar atau mengajar Bahasa Indonesia. Tampak

masyarakat Australia dengan antusias memadati stall Balai Bahasa Perth dengan tujuan belajar bahasa Indonesia.

KREASI Hubungan Bilateral

Tidak hanya menjadikan KREASI sebagai momentum untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia, realsi Indonesia-Australia menjadi sesuatu yang penting. Terletak di jantung kota Perth, acara sebesar ini perlu dukungan pemerintah lokal agar bisa terlaksana. KJRI Perth telah berhasil mengubungkan kerjasama antara Indonesia dan Perth melalui acara kultural. Tampak jelas, pemerintah lokal hadir dalam acara KREASI dan warga Australia turut antusias.

Seperti yang disampaikan oleh Dewi Gustina Tobing selaku Konsul Jendral RI di Perth, acara KREASI bukan hanya untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, tetapi mempererat hubungan antar kedua negara. Melalui acara ini, diharapkan partisipasi masyarakat Indonesia dan Australia tidak hanya sebatas tahu, namun saling kenal. Dapat dilihat masyarakat Indonesia berbaur dengan warga Australia dengan khusyuk. Pemandangan yang indah ini dapat kita temui di acara KREASI.

Kevinng

Pemerintah lokal Perth turut mendukung suksesnya acara
Pemerintah
lokal Perth turut mendukung suksesnya acara
Dewi Gustina Tobing selaku Konsul Jendral RI di Perth berharap acara ini bisa makin mempererat
Dewi Gustina Tobing selaku Konsul Jendral RI di Perth berharap
acara ini bisa makin mempererat hubungan dua Negara
Suasana salah satu stall penjaja makanan yang siap menghadirkan kuliner nusantara
Suasana salah satu stall penjaja makanan
yang siap menghadirkan kuliner nusantara
Tak lengkap rasanya jika pertunjukan daerah tidak dimeriahkan oleh Tari Bali
Tak lengkap rasanya jika pertunjukan daerah
tidak dimeriahkan oleh Tari Bali

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput

Ratoh Jaroe Bikin Jatuh Hati
Ratoh Jaroe
Bikin Jatuh Hati
Tim penari Ratoh Jaroe yang penuh komitmen dan kebanggaan
Tim penari Ratoh Jaroe yang penuh komitmen dan kebanggaan
Konsentrasi penuh dibutuhkan
Konsentrasi penuh dibutuhkan

Para penonton bersorak-sorai. Setiap hentakan tangan dari penari menguncang panggung Spring Feast pada tanggal 4 Oktober di University of Western Australia (UWA). Mereka bukan penari profesional, melainkan mahasiswa dari Indonesia yang berani memperkenalkan budaya lewat tarian Ratoh Jaroe asal Aceh. Tahun ini mahasiswa Indonesia membuat heboh pengunjung dengan melodi dan gerakan serentak.

Multicultural Week yang diadakan setiap tahun sejak tahun 1999, merupakan ajang untuk mempersatukan berbagai macam latar belakang budaya. Salah satu rangkaian kegiatan yang dipersembahkan adalah Spring Feast. Berbagai macam klub universitas unjuk keahlian mereka. Mulai dari Lion Dance hingga nyanyian lagu pop diimbuhi senar gitar. Tak sekadar aksi panggung saja, pengunjung juga bisa menikmati aneka jajanan.

Apa Kata Mereka – Para Penari

32 32

aneka jajanan. Apa Kata Mereka – Para Penari 32 32 Cendranata - Postgraduate Student Menampilkan tarian

Cendranata - Postgraduate Student Menampilkan tarian Indonesia di acara multikultural tahunan sekaligus acara terbesar di UWA memberikan kesan yang sangat mendalam. Tidak mudah dalam berlatih, namun kami terbakar

dengan semangat bahwa sedikit banyak kita menjadi representasi dari wajah Indonesia. Harapannya makin banyak teman-teman dari Indonesia dan dari luar Indonesia yang mengapresiasi seni budaya Indonesia. Buktinya beberapa rekan tertarik untuk belajar tarian Ratoh Jaroe setelah melihat pementasan tersebut. Bicara tentang representasi dari wajah Indonesia, lebih jauh lagi hal ini mengingatkan kita bahwa dalam bersikap, bertindak, bekerjasama, dan belajar di lingkungan universitas yang beragam latar belakang, hendaknya kita juga menjadi representasi yang mengharumkan bagi wajah Indonesia. Dari ke 9 penari, banyak di antara mereka yang sama sekali belum pernah menari, namun bisa dibilang cukup sukses dengan komitmen latihan selama 3 minggu. Harapannya, momen ini akan membakar semangat rekan-rekan yang lain untuk lebih berani dan percaya diri dalam mengekspresikan seni budaya Indonesia.

percaya diri dalam mengekspresikan seni budaya Indonesia. Rino - Postgraduate Student Suguhan yang kita buat di

Rino - Postgraduate Student Suguhan yang kita buat di Spring Feast sangat total, walaupun hanya dipersiapkan dalam waktu yang tidak lama. Ketika aku menerima feedback dari penonton pun membuat jerih payah yang dilakukan

terbayarkan! Semoga yang berikutnya kita bisa tampil untuk acara serupa. Tetap termotivasi!

kita bisa tampil untuk acara serupa. Tetap termotivasi! Dila - Ph.d Student Penampian ini menunjukkan bahwa

Dila - Ph.d Student Penampian ini menunjukkan bahwa kita bangga punya budaya yang beragam. Cara menunjukkan kebanggaan ini dengan penampilan tari. Di sela kesibukan sebagai mahasiswa,

komitmen untuk berkontribusi secara nyata pada bangsa tetep harus ada walaupun dianggap kecil.

nyata pada bangsa tetep harus ada walaupun dianggap kecil. Hani - Postgraduate Student Saya senang bisa

Hani - Postgraduate Student Saya senang bisa menjadi bagian dari tim tari ini. Menari tradisional sebenarnya cukup sulit, dibutuhkan konsentrasi, kerja tim, keluwesan, dan semangat dalam menampilkan gerakan. Tapi seseorang pernah

berkata kepada saya, menjadi mahasiswa di negeri orang tidak hanya tentang belajar, tapi juga sebagai agen dalam mengenalkan budaya dan keragaman yang kita miliki, dan tampil dalam pekan multikultural ini adalah kesempatan yang baik untuk itu. Saya harap ke depannya akan lebih banyak lagi teman teman dari Indonesia yang menampilkan kebudayaan daerahnya masing-masing melalui kegiatan semacam ini.

daerahnya masing-masing melalui kegiatan semacam ini. Abigail - Postgraduate Student Saya merasa sangat bersyukur

Abigail - Postgraduate Student Saya merasa sangat bersyukur bisa ikut menari Ratoh Jaroe dalam rangka kegiatan Spring Feast, UWA. Pengalaman yang sangat luar biasa, karena tidak hanya tampil pada hari H, tetapi di mana kami dibentuk

dalam proses belajar menari; berkoordinasi satu sama lain, belajar mengatur waktu, kesabaran, mencintai budaya nusantara, dan lain-lain. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan terus menerus dan mengajak teman-teman yang lain untuk ikut terlibat

dan mengajak teman-teman yang lain untuk ikut terlibat Nunuk - Postgraduate Student Ini pertama kalinya saya

Nunuk - Postgraduate Student Ini pertama kalinya saya nge- syeikh sambil main rebana. Biasanya menari atau nge-syeikh saja. Jadi tantangan baru karena takut tidak sinkron. Apalagi waktu latihannya terbatas. Tapi seneng banget karena bisa mengiringi

teman-teman yang menari. Puas karena teman-teman menari dengan semangat dan bagus!

Puas karena teman-teman menari dengan semangat dan bagus! Eko - Postgraduate Student Ini merupakan sebuah kebanggaan

Eko - Postgraduate Student Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi diri saya sendiri karena diberikan kesempatan untuk mewakili Indonesia memperkenalkan budaya kepada komunitas Western Australia khususnya

pelajar-pelajar international di UWA. Sambutan dan antusiasme penonton terhadap tarian yang ditampilkan sangat positif. Kesempatan ini juga digunakan untuk meminta dukungan dan doa masyarakat yang hadir untuk warga Palu dan Donggala yang tertimpa bencana. Semoga semangat untuk saling membantu menular.

bencana. Semoga semangat untuk saling membantu menular. Annisa - Undergraduate Student Gua senang dan bangga

Annisa - Undergraduate Student Gua senang dan bangga banget bisa dapat kesempatan buat menampilkan budaya Indonesia

di luar negri. Walau konteksnya

masih acara universitas, tapi

ini akan jadi cerita yang tidak

terlupakan selama studi di

Australia. Semua pemain all out, dan serasa tampil di acara besar (Congrats guys!). Melihat penonton terkagum-kagum sama tarian kami juga sangat berkesan. Susah senangnya latihan, apalagi di tengah banyak tugas dan deadline, semua terbayar! Bangga banget! Smoga dengan apa yang sudah kami tampilkan bisa mengajak orang-orang untuk mau belajar budaya Indonesia, either they’re Australian, Indonesian, or people from other countries!

Australian, Indonesian, or people from other countries! Kevin - Undergraduate Student Suatu hasil yang tidak pernah

Kevin - Undergraduate Student Suatu hasil yang tidak pernah terbayangkan. Saya tidak pernah menari. Ada rasa takut yang terus menghantui, namun karena semangat untuk belajar akan hal baru membuat saya bersemangat. Ditambah lagi

dengan makna yang ingin kami sampaikan, yakni membuat kagum Indonesia dan berempati kepada mereka yang baru saja terkena bencana alam.

www.buset-online.com

www.buset-online.com

Untuk Palu dan Donggala

Rentetan gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala beberapa waktu lalu tak luput dari perhatian. Sebelum menampilkan Ratoh Jaroe, para penonton diajak mengheningkan cipta sejenak. Mereka juga mempersembahkan tarian ini untuk para korban bencana. “Kami melakukan ini untuk mereka. Meskipun kami jauh dari Indonesia, tapi kami ingin sampaikan rasa simpati terhadap mereka,” ujar Eko, salah satu penari.

Mereka masuk dan duduk. Bermula dari ketukan rebana dan nyanyian syeikh (seseorang yang membawakan lagu), penari mengikuti lantun musik secara berantai. Pukulan tangan ke badan dan paha terdengar seakan suara drum dipukul. Suasana seketika hening, seakan semua pengunjung dipertontonkan atraksi megah dari penari kelas atas. Sekitar delapan menit mereka menari.

Tentu tak mudah menarikan Ratoh Jaroe. Perlu konsentrasi tinggi dan kesalahan bukanlah pilihan. Wajah serius dan keringat yang jatuh ke lantai boleh jadi menggambarkan betapa sulitnya tarian ini. Namun

setelah selesai, para penari tampak melepaskan tawa penuh kelegaan. Mereka turun dari panggung dengan sambutan meriah dari penonton.

Kekurangan Personil Tak Jadi Soal

Tarian Ratoh Jaroe sempat dibawakan oleh 1.600 penari pada pembukaan Asian Games 2018 silam. Tarian yang bermakna jemari yang menari ini biasanya memang hanya diperuntukkan bagi wanita saja dan biasanya berjumlah genap. Berbeda dengan Tari Saman yang ditarikan dalam jumlah ganjil.

Nah, Ratoh Jaroe yang dipertontonkan di panggung Spring Feast memang tidak sesuai pakem karena melibatkan penari pria juga. Penyesuaian ini dibutuhkan karena memang terkendala penari yang mau berpartisipasi. Padatnya jadwal perkuliahan serta sulitnya gerakan yang harus diikuti kerap membuat banyak mahasiswa gentar.

“Mereka yang terpilih tidak sembarangan. Sebagian dari mereka sibuk dan tidak pernah menari, namun tetap menari. Ini adalah suatu bentuk komitmen yang teguh,” tutur Cendra, salah seorang penari sambil mengapresiasi keberanian dan kemauan belajar para penari. Salah satu contoh dari mereka yang belum pernah menari adalah Rino. Ia tidak pernah menari, apalagi ikut pentas. Bahkan ia harus berbagi waktu karena harus bolak- balik Melbourne – Indonesia untuk mengambil data lapangan. “Ada rasa khawatir karena harus bolos latihan selama satu minggu. Untung semuanya berjalan dengan lancar,” tegas Rino setelah pertunjukan selesai.

Usaha yang dikeluarkan tidak sia-sia, apalagi upaya mereka ini dibantu oleh teman-teman lain yang turut menyiapkan kebutuhan-kebutuhan lain seperti dokumentasi dan konsumsi. Para penari Ratoh Jaroe ini, mereka bukan profesional, tetapi membuahkan hasil yang maksimal.

Kevinng

Foto: ElisZA

tetapi membuahkan hasil yang maksimal. Kevinng Foto: ElisZA Para penari hanya membekali diri dengan latihan selama
Para penari hanya membekali diri dengan latihan selama 3 minggu Para penari Ratoh Jaroe yang
Para penari hanya membekali diri dengan latihan selama 3 minggu
Para penari Ratoh Jaroe yang kompak ini pun berasal dari berbagai latar belakang

33 33

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36

buset eksklusif

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36

Seniman

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset eksklusif Seniman 36 36

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com www.buset-online.com Raisa tampil prima di panggung Soundsekerta meski sedang berbadan dua mau juga

Raisa tampil prima di panggung Soundsekerta meski sedang berbadan dua

prima di panggung Soundsekerta meski sedang berbadan dua mau juga penting. Tapi bukan berarti hal ini

mau juga penting. Tapi bukan berarti hal ini harus mendefinisikan musik kita,” ungkapnya.

“Menurut saya, tidak boleh menulis lagu dengan ulterior motive (motif tersembunyi). Seperti misalnya pikiran tentang lagu tertentu harus menang penghargaan atau harus jadi lagu dengan pertimbangan

adu domba yang terjadi akhir-akhir ini. Maka semangat kebangsaan yang disulut oleh momen Asian Games itu terasa menyejukkan buatnya.

Kepribadian menurutnya merupakan salah satu aspek terpenting yang harus dimiliki seorang seniman. Sebagai penyanyi Indonesia, ia mendorong para seniman Tanah Air lainnya untuk berusaha menonjolkan nilai-nilai kebangsaan dalam karya mereka.

S iapa sih yang tidak kenal Raisa?

Penyanyi cantik ini pernah

menyebabkan Hari Patah Hati

Nasional saat menikah dengan

Hamish Daud. Tak sekadar punya paras jelita, lagu-lagunya pun enak didengar (dan langsung bersemayam di kepala), pas dengan warna suaranya yang jernih dan khas. Ia juga jadi penyanyi wanita Indonesia paling populer dan digemari saat ini.

Meski ini bukan kali pertama Raisa menghibur publik Melbourne di panggung Soundsekerta, kehadirannya tetap dinanti-nantikan. Apalagi ada kecemasan, akankah penyanyi kelahiran 6 Juni 1990 ini tetap hadir setelah dinyatakan berbadan dua? Nyatanya ia tetap tampil maksimal di acara konser tahunan PPIA Monash University tersebut. Bahkan dengan senang hati ia menyempatkan waktu untuk berbincang dengan tim Buset dan para wartawan lainnya.

Inspirasi Lagu dari Pengalaman Pribadi

Could It Be”, “Kali Kedua”, “Mantan Terindah”, “Terjebak Nostalgia”, hingga “Serba Salah” adalah sederet kecil lagu cinta milik Raisa. Lagu-lagunya yang bergenre pop, R&B, jazz, hingga soul ini kerap “dituduh” bikin galau banyak orang. Termasuk saat ia memilih untuk menyanyikan ulang lagu dari penyanyi lain, tembang yang dipilih juga terbilang sedih dan bikin mellow.

tertentu lainnya. Justru menurut saya biasanya karya tersebut jadi tidak oke hasilnya karena tidak jujur,” lanjutnya.

Indonesia Ada di Senyum dan Keramahan Kita

Raisa sempat mengisahkan pengalaman berkesannya saat terlibat dalam pembukaan Asian Games 2018

di Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu. Pada

kesempatan itu Raisa menyanyikan lagu “Zamrud Khatulistiwa”. Ia berbagi panggung dengan 17 penyanyi papan atas Indonesia lainnya dan ratusan penari.

“Saya merasa bangga banget dan saat itu memang vibe-nya beda banget. Padahal kan kita (para penyanyi) sudah sering main bareng, tapi lihat streaming-nya di belakang panggung kita saling terharu, kagum, dan serba bangga,” paparnya. Menurut penyanyi yang baru saja berkolaborasi dengan Dipha Barus lewat single “My Kind of Crazy” ini, momen bersejarah tersebut (Asian Games 2018) dapat menjadi langkah awal tumbuhnya rasa patriotisme dalam diri setiap pribadi Indonesia.

“Memang kayaknya itu sih yang dibutuhkan dan sudah

ditunggu kita semua. Karena jiwa patriotisme kita itu sebenarnya tinggi. Cuma alasan untuk kita bangganya

itu yang sudah mulai berkurang,” sambung Raisa. Ia

sendiri menyesalkan banyaknya berita negatif sarat

“Indonesia itu ada di senyum kita, keramahan kita. Dari cara kita bicara, berinteraksi sama orang, atau kita di atas panggung, itu pun bisa kelihatan tanpa kita harus bilang kita orang Indonesia atau harus selalu ke mana- mana pakai kebaya,” serunya.

Baginya berkarya di dalam negeri atau di luar negeri tidak jadi masalah. Karena yang terpenting adalah memperkuat personality para seniman sebagai orang Indonesia. “Karena itu juga bisa membedakan kita dari the rest of the world,” imbuhnya bijak.

Ingin Duet Bareng India Arie

Ketika ditanya tentang kolaborasi impian, nama India Arie, seorang penyanyi soul asal Amerika Serikat, adalah yang muncul pertama kali di antara beberapa penyanyi lainnya seperti Adele dan teman akrabnya sendiri, Tulus.

“Yang benar-benar jadi panutan aku ya penyanyi dan penulis lagu India Arie. Aku pengen banget bisa kolaborasi sama dia. Banyak sih yang ingin aku ajak kolaborasi, cuma aku nomor satu adalah India Arie, karena aku sungguh se-ngefans itu sama dia.”

Ya, semoga saja impian Raisa terlaksana. Sama seperti mimpi kita semua, yang berharap Raisa segera menyapa publik Melbourne kembali.

Nasa

Foto: Nys

Bisa jadi karena lagu-lagu tersebut memang lahir dari pengalaman pribadi sehingga pendengar juga merasa terhubung. “Kalau inspirasi saya pasti kebanyakan dari pengalaman pribadi karena itu yang paling dekat untuk dituangkan dalam sebuah karya. Memang tidak 100% sesuai dengan kejadian, tapi emosi dari kejadian tersebut dipinjam untuk beberapa lagu,” bebernya.

Menurut Raisa yang sudah 10 tahun aktif bernyanyi, ada dua hal penting yang harus menjadi catatan penulis lagu agar bisa sukses di ranah musik, yakni kemampuan untuk menjadi diri sendiri dan motivasi penulisan lagu yang jujur.“Jadi diri sendiri itu penting banget. Selain itu, untuk mengerti pendengar atau pasar kita juga mau tidak

jujur.“Jadi diri sendiri itu penting banget. Selain itu, untuk mengerti pendengar atau pasar kita juga mau

37 37

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 10 November Selamat Hari Pahlawan profil buset
10 November

10 November

Selamat Hari Pahlawan

profil buset

Keluarga besar Gatot Soebroto, Chitra di paling kanan Chitra Utami : Kakekku Gatot Soebroto
Keluarga besar Gatot Soebroto, Chitra di paling kanan
Chitra Utami :
Kakekku
Gatot Soebroto

Gatot Soebroto adalah seorang panglima militer sekaligus pahlawan nasional. Bagi banyak orang di Jakarta, namanya selalu diingat karena diabadikan dalam sepenggal jalan besar di Jakarta yang selalu padat kendaraan dan rumah sakit besar yang punya reputasi unggul. Tentu kehormatan itu diperoleh Gatot Soebroto karena sepanjang hidupnya ia begitu disegani karena punya andil besar di era revolusi Indonesia. Bahkan beberapa sumber menuliskan bahwa pengalaman kemiliteran Gatot Soebroto lebih panjang disbanding Sudirman dan Soeharto.

Keluarga Chitra
Keluarga Chitra

Tentu saja kisah-kisah mengagumkan tentang Gatot Soebroto hanya bisa kita lihat dan baca dari buku sejarah atau lembar-lembar berita. Jelas mustahil bertemu dan kemudian bertukar pikiran dengan sosok legendaris tersebut. Tapi Buset berhasil mendapat kesempatan untuk berbincang dengan salah satu cucu dari pahlawan kelahiran Banyumas, jawa Tengah ini. Penasaran kan bagaimana rasanya menjadi seorang cucu pahlawan nasional? Dan apa saja yang ia kenang dan banggakan dari sosok sang kakek?

Berawal dari Pohon Silsilah Keluarga

38 38

Chitra Utami, cucu dari Gatot Soebroto ini berprofesi sebagai seorang fashion designer khususnya busana kebaya. Perempuan berusia 31 tahun ini sudah dikaruniai dua anak bernama, Kairav dan Sakha.

www.buset-online.com

www.buset-online.com

Ayahnya, Kuncoro Bambang Sidik Gatot Soebroto, merupakan anak keempat dari enam bersaudara putra dan putri Gatot Soebroto. Wanita kelahiran 31 Maret 1987 ini memiliki seorang kakak bernama Bambang Broto Kusumadinata yang juga tinggal di Jakarta dan kini bekerja di perusahaan swasta batu bara.

Memang Chitra tidak mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan tokoh perjuangan militer Indonesia tersebut sejak lahir. Namun, cerita yang ia dengar dari orangtua sejak masih kanak-kanak membuatnya tertarik untuk menggali lebih dalam identitas dari sang kakek.

“Yang aku tahu Mbah Gatot orangnya rendah hati, penyayang anak buahnya, bahkan saking sayangnya, suka ditegur oleh atasannya karena selalu membela mereka,” ungkapnya penuh rasa kagum. “Selain berani dan tegas, yang aku dengar, ia juga humoris, terutama ke anak buahnya. Beliau memang sangat rendah hati kalau sudah berhubungan dengan bawahan-bawahannya.”

Tugas membuat silsilah keluarga saat duduk di bangku TK dan SD menjadi titik awal Chitra bersinggungan pada kenyataan bahwa ia adalah seorang cucu pahlawan nasional, meski masih samar-samar. Baru di bangku SMP-lah ia benar-benar mengerti mengenai sepak terjang kakeknya.

Pengalaman lain yang memperdalam pengetahuannya adalah ketika keluarganya diundang ke Magelang untuk menghadiri peresmian patung Gatot Soebroto di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Pada saat itulah ia mempelajari fakta bahwa kakeknya adalah sang pencetus dari angkatan perang Indonesia yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Rasa bangga sebagai seorang cucu seorang pahlawan yang timbul setelah melihat jasa-jasa yang dilakukan kakeknya untuk bangsalah yang kemudian mendorongnya berbagi cerita kepada kedua anaknya yang masih belia.

“Saya merasa bangga apalagi setelah mendengar biografi beliau. Karena itu, sekarang saya sudah mulai mengajarkan kepada anak-anak tentang Mbah Gatot. Seperti misalnya setiap 17 Agustus, Hari Pahlawan, saya terangkan kepada mereka tentang beliau. Sejak anak-anak di bangku TK, saya sudah menceritakan tentang kisah para pahlawan ke mereka,” seru istri musisi Randy Danistha dari grup Nidji antusias.

Berharap Anak-anaknya Mengekor Sang Kakek

Chitra menaruh harap pada kedua putranya untuk mengambil peran dalam bidang tempat kakeknya berkecimpung, yaitu militer. Ia merasa senang saat melihat bahwa salah seorang anaknya menunjukkan ketertarikan pada bidang tersebut meski masih sangat kecil.

“Saya melihat anak saya, Sakha, ada sedikit interest ke bidang militer. Karena ia suka melihat tentara dan tank. Anaknya pun berani. Saya bisa melihat sosok Mbah Gatot di dalam dirinya,” ungkap Chitra dengan penuh keyakinan.

Kairav anak pertama di atas tank - Sakha anak kedua berdiri di bawah
Kairav anak pertama di atas tank - Sakha
anak kedua berdiri di bawah

Potensi ini tidak ingin ia dan suami sia-siakan. “Impian aku dan suami, kalau misalnya nanti dia sudah mulai agak besar dan sudah mulai mengerti, kami ingin membawanya ke Magelang untuk melihat-lihat karya dari Mbah Gatot,” tegasnya.

“Siapa tahu misalnya Sakha bisa mewariskan, berarti tetap akan ada penerus, kan? Meski bukan ke anak atau cucunya, jasa-jasa Mbah Gatot bisa diwariskan oleh cicitnya,” tutupnya.

Semasa hidupnya, Gatot Soebroto telah menyentuh kehidupan banyak orang. Pengabdiannya terhadap Bangsa Indonesia menginspirasi anak-anak muda, lintas generasi. Di mata Chitra, semoga saja tak hanya kebanggaan, tapi kerendahan hati dan semangat patriotisme sang kakek turut menyala-nyala di hati kedua anaknya.

Nasa

sang kakek turut menyala-nyala di hati kedua anaknya. Nasa Ke-tiga dari kiri : Gatot Soebroto Sebelah

Ke-tiga dari kiri: Gatot Soebroto Sebelah kanan Gatot: Ai Mulyani, istri Gatot/nenek Chitra Kanan dan kiri Gatot dan Ai Mulyani: orang tua mereka

Bawah - kiri: Kuncoro Bambang Sidik Gatot Soebroto, ayah Chitra Bawah - tengah: anak angkat Gatot, Bob Hasan (pengusaha dan pernah menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII)

39 39

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput

Sejak 1986 IFTF Meriahkan Pesta Budaya Indonesia di Victoria

Pengunjung ikut menari bersama
Pengunjung ikut menari bersama
Budaya Indonesia di Victoria Pengunjung ikut menari bersama Tari Satria asal Bandung dibawakan oleh Tjintjin Jones

Tari Satria asal Bandung dibawakan oleh Tjintjin Jones

Tari Satria asal Bandung dibawakan oleh Tjintjin Jones The Mayor of Whitehorse City Council, Andrew Davenport,

The Mayor of Whitehorse City Council, Andrew Davenport, menyampaikan kata sambutan

K ota Melbourne menawarkan segudang acara bernuansa seni dan

budaya dari berbagai belahan dunia. Festival budaya dan kuliner kerap

menjadi pilihan keluarga serta masyarakat yang ingin mengisi waktu luang,

menikmati pertunjukan musik dan tari, serta mencicipi cita rasa kulinernya.

Komunitas Indonesia yang terkumpul di PERWIRA (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) kembali menyelenggarakan Indonesian Food and Trade Festival, akhir Oktober silam. Acara yang rutin digelar tiap tahun sejak 32 tahun silam ini bertujuan untuk mempromosikan budaya Indonesia lewat seni tari dan musik tradisional, serta kuliner dari berbagai daerah. Selain itu, acara ini juga dapat dijadikan tempat

Pengunjung dan pengisi acara berfoto bersama dengan ondel-ondel khas Betawi
Pengunjung dan pengisi acara berfoto bersama dengan ondel-ondel khas Betawi
pengisi acara berfoto bersama dengan ondel-ondel khas Betawi silahturahmi antar sesama warga negara Indonesia yang

silahturahmi antar sesama warga negara Indonesia yang tersebar di Victoria dan sekitarnya.

Digelar di aula utama Box Hill Town Hall, sejumlah kelompok seni Indonesia di Victoria mempersembahkan tarian tradisional dari daerah-daerah di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Sanggar Lestari yang menampilkan Tari Lenso, serta Bonaposagit Melbourne yang menampilkan tarian khas daerah Sumatera Utara. Dari atas panggung megah, pertunjukan seni musik dan tari tradisional berhasil menghibur ratusan pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang. Keramaian juga ditambah oleh antusiasme masyarakat yang ikut menari bersama para pengisi acara.

Berkunjung ke festival Indonesia rasanya tak lengkap jika belum menyantap aneka makanan yang aroma dan tampilannya merepresentasikan keberagaman masakan Indonesia. Di sudut-sudut ruangan, 10 stan makanan dan jajanan nusantara ramai dikunjungi pengunjung yang tampak senang karena dapat kembali melahap penganan khas kampung halaman.

Apa Kata Mereka Nika Suwarsih – Ketua PERWIRA Kami ingin mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia,
Apa Kata Mereka
Nika Suwarsih – Ketua PERWIRA
Kami ingin mempromosikan budaya dan kuliner Indonesia,
serta mempererat hubungan komunitas Indonesia di
Australia dan juga dengan local council yang sudah
mendukung acara. Kami berharap agar semua komunitas
Indonesia di Melbourne bisa bersatu dan bekerjasama
dalam mempromosikan budaya Indonesia.
Simone - Sanggar Lestari
I have been to this event three times and I have always
enjoyed it. It is a nice way to catch up and build
connections with everyone from the Indonesian community.
Jasmine - Sanggar Lestari
I have volunteered to this event a few
times and I really enjoy it. My family is
Indonesian so it is a good opportunity for me to connect with
people from my culture and get to know everyone from the
community.
Tia – Bonapasogit Melbourne
Acara ini sangat bagus karena kita bisa memperkenalkan
adat istiadat dan kuliner Indonesia ke masyarakat lokal. So I
think it is lovely.

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com www.buset-online.com Pameran lukisan di Ruang Whitehorse Box Hill Town Hall. Selain itu, 13 stan

Pameran lukisan di Ruang Whitehorse Box Hill Town Hall.

Selain itu, 13 stan usaha barang dan jasa, seperti aksesoris, pakaian dan agen perjalanan wisata ikut melengkapi rangkaian acara yang juga bertujuan untuk mempromosikan usaha milik warga Indonesia di Victoria. Para pegawai pun tampak cekatan berbagi informasi dan melayani segala pertanyaan masyarakat yang melewati stan mereka.

Sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara tahun ini secara khusus menyediakan ruang bagi pelukis Indonesia yang ada di Melbourne untuk memamerkan karya-karya mereka. Ini merupakan langkah awal panitia dalam mendukung seni lukis kreasi muda-mudi kreatif Indonesia. Jika pengunjung memberi respon positif, pameran ini rencanaya akan dijadikan acara tetap, serta skalanya juga akan diperbesar jika memungkinkan. Menyadari dan menyanjung nilai-nilai

Konsul Jenderal RI Melbourne Spica Tutuhatunewa, menerima bunga dan tumpeng dari pihak panitia acara

menerima bunga dan tumpeng dari pihak panitia acara Tari Lenso asal Sulawesi Utara oleh Sanggar Lestari

Tari Lenso asal Sulawesi Utara oleh Sanggar Lestari

acara Tari Lenso asal Sulawesi Utara oleh Sanggar Lestari kebudayaan lewat karya lukis melengkapi kemeriahan acara

kebudayaan lewat karya lukis melengkapi kemeriahan acara yang dimulai sejak pukul 11 pagi hingga 5 siang ini.

Canda tawa dan suka cita ratusan pengunjung yang datang tentunya memberikan kepuasan tersendiri bagi panitia yang telah mempersiapkan acara selama 3-6 bulan belakangan. Di sela-sela acara, Nika Suwarsih, selaku Ketua PERWIRA, mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada seluruh pengunjung, sponsor, dan stan-stan yang sudah bekerjasama melancarkan acara. Ia juga berharap agar kedepannya acara ini bisa semakin ramai dan sukses, serta mampu menarik perhatian lebih banyak masyarakat Indonesia dan Australia yang ingin mengenal budaya Indonesia.

Octa

dan Australia yang ingin mengenal budaya Indonesia. Octa Stall barang dan jasa ditawarkan kepada pengunjung yang
dan Australia yang ingin mengenal budaya Indonesia. Octa Stall barang dan jasa ditawarkan kepada pengunjung yang

Stall barang dan jasa ditawarkan kepada pengunjung yang hadir.

yang ingin mengenal budaya Indonesia. Octa Stall barang dan jasa ditawarkan kepada pengunjung yang hadir. 41
yang ingin mengenal budaya Indonesia. Octa Stall barang dan jasa ditawarkan kepada pengunjung yang hadir. 41

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BBBIVT – BUSET Pojok Belajar Bahasa Indonesia

Idiom

2018 BBBIVT – BUSET Pojok Belajar Bahasa Indonesia Idiom Idiomatic Expressions Tingkat Umum [ Level: General]
2018 BBBIVT – BUSET Pojok Belajar Bahasa Indonesia Idiom Idiomatic Expressions Tingkat Umum [ Level: General]

Idiomatic Expressions

Tingkat Umum [Level: General]

Word-for-word translation is the rendering of text from one language to another one word at a time with or without conveying the sense of the original whole. This is not a safe practice when learning a second language as a language is an integral part of a certain culture that one must comprehend.

At the basic level of learning a second language, one should try to recognise the associative meaning of words he or she is learning with his or her first language/mother tongue. Colours are a good example. Blue or biru in Indonesian is often connected with a gloomy feeling or unhappiness, meanwhile red or merah in Indonesian is often associated with passion or anger. However, it might not be the same in another language. While white or putih in Indonesian is often connected with purity or holiness, in Chinese it is often connected with death.

Idiomatic expressions should be understood and used appropriately and correctly if one does not want to create confusion or redundancy.

Do you know that “Saya merasa kurang enak badan” in Indonesian means “I am feeling off-colour”?

In this edition, the Pojok Belajar Bahasa Indonesia team lists some idiomatic expressions and their meanings in Bahasa Indonesia.

1. The apple of someone’s eyes – kesayangan

2. At the drop of a hat – tanpa persiapan, tanpa pemberitahuan sebelumnya

3. Beat it – berangkat, pergi

4. Born yesterday – kurang pengalaman (usually used in a negative statement)

5. Keep a straight face – menahan tawa

6. Keep someone posted – mengabari seseorang

7. Knock it off – tenang, sabar, sudahlah… this expression is usually used to stop what is happening or to let it go.

8. Lay an egg – melakukan kegagalan this expression is usually used to talk about a show

9. Win one’s spurs – menunjukkan kemampuan

10. Wise guy – orang yang sok tahu

11. To a T – dengan sempurna, pas sekali, sangat serasi

12. To a man – setiap orang tanpa terkecuali

13. Take stock – mengkaji ulang, mengevaluasi

Latihan [ Exercise] Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ke dalam Bahasa Indonesia. Translate the following sentences into

Latihan [Exercise]

Terjemahkan kalimat-kalimat berikut ke dalam Bahasa Indonesia. Translate the following sentences into Indonesian.

1. Anita is the apple of her grandmother’s eyes.

2. I’d love to perform something at the show, but how can I do that at the drop of a hat?

3. Why don’t they beat it soon?

4. You cannot fool me, I was not born yesterday.

5. His performance was so silly that we could barely keep a straight face.

6. Sanusi always keeps me posted about what he is doing.

7. Knock it off, Harry. He did not know anything about what he did.

8. The stage director asked us to keep on practicing (the play) seriously and not to lay an egg.

9. Don’t be upset. However, you have won your spurs as well as you could.

10. I don’t like him. He is a wise guy.

11. The dress fits you to a T!

12. This competition is opened to a man who is interested in.

13. Having been rejected many times, he tries to take stock of his application letter.

14. His mind has been shot to pieces sine her wife left him.

15. One fine day, you will surely get that job.

letter. 14. His mind has been shot to pieces sine her wife left him. 15. One

14. Shot to pieces – sangat terganggu, sangat kacau

15. One fine day – suatu ketika, suatu hari nanti

Kunci jawaban di halaman 59

The purposes of the BBBIVT, or as it is popularly known, the ‘Balai Bahasa’, are,
The purposes of the BBBIVT, or as it is popularly known, the ‘Balai Bahasa’, are, amongst others, to promote a multifaceted image of
Indonesia to Australia, to promote access to instruction in Bahasa Indonesia, and to foster Indonesian culture and society. The BBBIVT
also promotes multinational cultural and educational cooperation and strengthens the position of the Indonesian language within the
diversity of languages taught in schools and universities.
The Balai Bahasa Melbourne in collaboration with schools in Victoria has successfully hosted and facilitated the Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Program with the Universitas Pendidikan Indonesia in Bandung, Indonesia. This has been a strategy designed build bridges that
cross cultural, ideological and political borders, to give a valuable opportunity to young Indonesians to experience the different
education systems and ways of life of their neighbouring nation.
As we also foster cooperation between members of the Melbourne-based BBBIVT and and other BBBIVT and like minded organisations,
we present this special column of ‘Pojok Belajar Bahasa Indonesia’ with Buset Magazine, which also shares the same spirit of promoting
a multifaceted image of Indonesia to Australia.
Salam,
BBBIVT

42

which also shares the same spirit of promoting a multifaceted image of Indonesia to Australia. Salam,
THEFT – NARRE WARREN NORTH Police are seeking to identify a woman after an alleged
THEFT – NARRE WARREN NORTH Police are seeking to identify a woman after an alleged
THEFT – NARRE WARREN NORTH
Police are seeking to identify a
woman after an alleged theft in
Narre Warren North on Saturday, 15
September 2018.
At around 2.20pm, a woman
attended a Heatherton Road service
station before allegedly filling her car
with fuel and leaving without making
payment. The car was displaying false
registration plates during the offence.
Police have released CCTV images
of a woman whom they believe may
be able to assist in their inquiries. The
woman is perceived to be Caucasian
in appearance and aged in her mid-
30’s. She was wearing black pants,
a black long sleeve top and black
shoes.
(Reference number: CSV 2934)
BURGLARY AND DECEPTION – MALVERN Police are seeking to identify a woman after an alleged
BURGLARY AND DECEPTION – MALVERN
Police are seeking to identify a woman after an alleged burglary and
deception in Malvern on Wednesday, 11 April 2018.
Sometime between 3pm and 4pm, a woman has attended a Glenferrie Road
clinic. Whilst inside she proceeded to enter a staff only area and allegedly took
a wallet containing a credit card.
The woman then used the stolen credit cards from the wallet at a number of
retail stores in Glenferrie Road Malvern later that day.
Police have released CCTV images of a woman whom they believe may be
able to assist in their inquiries.
The woman is perceived to be Caucasian in appearance and approximately
40-50 years old with a solid build. She was wearing a yellow, white and blue
dress with black thongs.
(Reference number: CSV2853)
ASSAULT – FRANKSTON Police are seeking to identify a man after an assault in Frankston
ASSAULT – FRANKSTON
Police are seeking to identify a
man after an assault in Frankston
on Tuesday, 17 April 2018. At
around 2:20pm, a man attended
Wells Street before allegedly
approaching an elderly man and
throwing him to the ground.
Police have released CCTV
images of a man whom they
believe may be able to assist in
their inquiries.
The man is perceived to be
Caucasian in appearance with
fair skin and brown facial hair. He
was wearing black pants, a black
zip up jacket, a black backpack
and black beanie.
(Reference number: CSV2763)
SEX CRIMES – CRANBOURNE Police are seeking to identify a man after he allegedly acted
SEX CRIMES –
CRANBOURNE
Police are seeking to
identify a man after
he allegedly acted
inappropriately on a
Cranbourne bus on Friday,
13 April 2018.
At around 2.15pm, a man
approached a young
woman at a Lyall Street
bus stop before allegedly
making sexually based
comments towards her.
After boarding the 841
bus travelling between
Cranbourne and Narrre
Warren North, the
man sat opposite the
woman before allegedly
performing a sexual act
and exiting at Fullard
Road.
Police have released CCTV
footage of a man whom
they believe may be able
to assist in their inquiries.
The man is perceived to be
Caucasian in appearance, aged in his 50’s, balding and has skinny arms and
legs with a distinct pot belly.
He was wearing dark lace up boots, dark tracksuit pants, a maroon cardigan,
black t-shirt and blue lanyard.
(Reference number: CSV 2811)
t-shirt and blue lanyard. (Reference number: CSV 2811) Long THAI DATE OF BIRTH: 16 December 1995

Long THAI

DATE OF BIRTH: 16 December 1995 HEIGHT: 165cm BUILD: Medium EYES: Brown HAIR: Black COMPLEXION: Fair

165cm BUILD: Medium EYES: Brown HAIR: Black COMPLEXION: Fair Long THAI failed to appear at the

Long THAI failed to appear at the Broadmedows Magistrates’ Court on Wednesday 12 September 2018 for allegedly cultivating cannabis. Three warrants have been issued for the arrest of the 22-year-old. THAI is known to frequent the Footscray, Sunshine and Greenvale areas.

(Reference number: WTD1537)

Deon McCANN

Deon McCANN

DATE OF BIRTH: 11 November 1977 HEIGHT: 172cm BUILD: Obese EYES: Brown HAIR: Grey COMPLEXION: Fair

Deon McCANN failed to appear at the Geelong Magistrates’ Court on 26 June 2017 for an alleged aggravated burglary offence. Five warrants have been issued for the arrest of the 40-year-old. McCANN is known to frequent the Geelong area.

(Reference number: WTD1556)

buset ngeliput

The 11 th Space:
The 11 th Space:
Foto bersama para tamu yang hadir
Foto bersama para tamu yang hadir

H idup di zaman serba terkoneksi, ide dan kreasi bisa hadir dari mana saja.

Para kreator, pelaku bisnis, dan berbagai profesi lain kini dimungkinkan untuk

bekerja kapan saja, tanpa harus terkungkung di dalam bilik kantor. Belum

lagi anak-anak muda Indonesia yang menetap di Melbourne semakin hari

semakin bertambah. Cakupan pekerjaannya pun kian beragam, merambah dunia kreatif dan digital.

Menjawab tantangan ini, pada 27 September lalu, Navanti Holdings memperkenalkan The 11 th Space. Sebuah business hub yang menyediakan

ekosistem kreatif, dimana ide dan bisnis bisa tumbuh beriringan. Artinya, tak cuma menghadirkan ruangan kerja serba nyaman tapi juga program mentorship dan memfasilitasi dengan koneksi yang tepat untuk membuka ruang bagi kolaborasi.

11 tahun Navanti Holdings berkiprah sebagai perusahaan investasi yang telah membangun bisnis di Australia dan Asia, Ivan Tandyo selaku CEO Navanti Holdings berbagi cerita mengenai pengalamannya sendiri. “Dalam perjalanan Navanti, kami mengerti bahwa hal besar terlahir dari mimpi, dan kegagalan merupakan bagian dari proses pertumbuhan yang dibutuhkan. Di sisi lain, mentorship adalah sebuah

The 11 th Space nantinya akan jadi ruang interaksi bertukar ide dan kreasi 44 44
The 11 th Space nantinya akan jadi ruang interaksi bertukar ide dan kreasi
44
44
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018
BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

www.buset-online.com

www.buset-online.com

Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong memberi pidato singkat

kemewahan dan privilege yang dulu tidak kami dapati,” tuturnya mengenai latar belakang membuat business hub di jantung kota Melbourne, tepatnya di Collins Tower ini.

Mentorship inilah yang menjadi salah satu keistimewaan The 11th Space. Navanti Holdings melalui program mentorship bisnisnya yang disebut N-Cubation, telah mengumpulkan berbagai mitra dan aliansi terpercaya untuk menyediakan segala sistem dukungan dan pelayanan yang dibutuhkan untuk membangun bisnis berkembang yang berkelanjutan.

Co-Working Space yang Menjembatani Kesempatan

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ivan Tandyo selaku CEO Navati Holdings dan Laura Anderson sebagai Ketua LaunchVic, agensi startup di Victoria yang turut menjadi mitra proyek ini. Hadir pula Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang merupakan mantan Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Victoria dan Tasmania, Spica Tutuhatunewa.

Dalam pidato singkatnya, Thomas Lembong mengatakan bahwa kesempatan generasi muda bangsa itu sangat besar dan tak terbatas. Meski begitu mereka harus terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan perubahan yang juga tidak mudah saat meniti karier sebagai wirausaha.

Untuk itu, pembekalan selain mentorship juga digiatkan. The 11 th Space menjadi semacam melting pot bagi perusahaan start-up untuk bertemu orang-orang yang dapat memacu bisnis mereka. Ruang ini memberi peluang untuk belajar dan berkolaborasi sekaligus memperluas koneksi dengan mitra-mitra yang beragam. Navanti Holdings juga menawarkan akses untuk pendanaan yang dapat mendukung para wirausahawan dan bisnisnya dengan memberikan akses kepada investor-investor yang bersedia.

Dengan area co-working yang modern, workstations, ruang rapat, serta koneksi internet cepat dan business support network yang disediakan, The 11th Space membantu pertukaran ide dan solusi bagi mereka yang mau berusaha dan memulai.

Asa

Foto bersama (dari kiri) Thomas Lembong, Laura Anderson, Ivan Tandyo, dan Spica Tutuhatunewa

Proses penandatangan MoU oleh Ivan Tandyo selaku CEO Navati Holdings dan Ketua LaunchVic Laura Anderson

Proses penandatangan MoU oleh Ivan Tandyo selaku CEO Navati Holdings dan Ketua LaunchVic Laura Anderson 45

45 45

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

pajak buset
pajak buset
NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 pajak buset Rasanya nyaris mustahil menjalankan bisnis tanpa diiringi

Rasanya nyaris mustahil menjalankan bisnis tanpa diiringi pinjaman modal atau utang saat memulai dan ketika membutuhkan investasi baru. Meski begitu, bagaimanapun meminjam hanyalah solusi sementara untuk menambah kekurangan dana. Tanpa rencana pembayaran yang baik, utang dapat tumbuh menjadi masalah yang jika tidak dikelola dengan baik, nilainya akan jauh lebih besar daripada pinjaman awal.

Strategi ini akan membantu Anda membayar kembali utang Anda lebih cepat, sehingga Anda dapat menginvestasikan kembali uang Anda ke pengembangan bisnis, setelah sebelumnya uang tersebut Anda gunakan untuk membayar bunga.

Tujuan Bebas Utang Anda

Tidak ada jalan lain: langkah pertama untuk menghilangkan utang adalah mengetahui dengan tepat apa saja utang Anda, sehingga Anda dapat membuat rencana untuk melunasinya.

Hitung semua utang Anda dan kemudian putuskan seberapa cepat Anda ingin bebas utang. Bisakah Anda melunasi utang dalam waktu enam bulan? 1 Tahun? 2 Tahun? Tetapkan tanggal, kemudian hitung berapa banyak yang Anda perlu bayar setiap bulan untuk memenuhi tenggat waktu Anda.

Efek Bola Salju

Ide utama dari taktik ini adalah untuk meruntuhkan satu utang sekaligus dengan membayar sebanyak yang Anda bisa terhadap saldo terendah dari utang setiap bulannya - sambil membuat setidaknya pembayaran minimum terhadap setiap utang lainnya.

Mulailah dengan menginventarisir semua utang Anda; buat daftar dari yang terkecil hingga terbesar. Setelah Anda melunasi utang terkecil Anda, salurkan dana tambahan ke utang berikutnya di daftar Anda hingga setiap pembayaran dibayar lunas.

Fokus Pada Penghasilan

Lauren Bowling membayar utang senilai $8.000 dalam 90 hari dengan memilih “tanggal bebas utang” dan bekerja dengan menghitung mundur hari untuk menentukan bagaimana ia harus membayar setiap minggu dan mencapai tujuan utama, bebas dari utang.

46 46

Dia memangkas anggaran pribadinya, kemudian mengambil pekerjaan lepas (freelance), melakukan pekerjaan voice-over, blogging, menjual barang-barang di Ebay, dan bahkan menyewakan rumahnya.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat aliran pendapatan kedua atau ketiga untuk membayar utang Anda lebih cepat? Memberi jasa konsultasi? Toko online atau bisnis berlangganan? Menjual produk digital?

Selalu Periksa Pengeluaran

Lihatlah pengeluaran Anda untuk setiap area bisnis Anda dan temukan cara untuk memangkas pengeluaran berlebih. Gunakan template anggaran gratis untuk menjaga pengeluaran bisnis Anda (atau gunakan alat pelacakan anggaran sistem akuntansi online).

Negosiasikan Suku Bunga

Jika Anda secara teratur melakukan pembayaran terhadap saldo kartu kredit, Anda mungkin dapat meminta tingkat bunga yang lebih rendah, hanya cukup dengan bertanya. Anda juga dapat mempertimbangkan pinjaman konsolidasi yang akan mengurangi tagihan Anda menjadi satu pembayaran bulanan yang rendah - atau mengajukan permohonan kredit untuk membayar utang kartu kredit Anda dengan tarif jauh lebih rendah.

Untuk selanjutnya, jika Anda merasa tidak dapat membayar saldo kartu kredit setiap bulannya, cobalah untuk menggandakan pembayaran minimum. Saat Anda menguasai seni bebas utang - dan menghindari utang di masa depan - mempelajari biaya sebenarnya untuk membayar saldo kartu kredit minimum mungkin akan membuat Anda terkejut.

Kesimpulan Akhir

Peraturannya adalah pemilik usaha kecil yang baru memulai harus berusaha untuk membayar semua utang mereka di tahun pertama bisnis untuk menurunkan risiko kebangkrutan mereka.

Pada akhirnya, kunci untuk melunasi utang adalah sederhana: buat rencana dan kemudian masukkan setiap sen yang Anda dapat untuk pelunasan utang. Pengembalian pajak Anda, hadiah ulang tahun, $20 yang Anda temukan di saku jaket Anda, dan uang “yang ditemukan” lainnya yang dapat Anda sisihkan.

Jika Anda tenggelam dalam utang dan merasa terlalu kewalahan untuk membuat rencana, bicaralah dengan seorang konselor utang. Seringkali layanan mereka gratis, dan tidak ada pengganti untuk bantuan penasihat pelunasan utang yang terlatih.

Virda The Materials are provided for general information purposes only and are not intended as professional advice and should not be substituted for, or replace, such professional advice.

only and are not intended as professional advice and should not be substituted for, or replace,

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 properti buset Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?

properti buset

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 properti buset Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?
Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?
Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?
Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?

Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?

Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?
Memilih Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya?
Agen Properti yang Baik dan Jujur, Bagaimana Caranya? Berdasarkan sebuah laporan yang baru diterbitkan, banyak

Berdasarkan sebuah laporan yang baru diterbitkan, banyak masyarakat Australia yang berpendapat bahwa banyak agen properti yang tidak jujur. Dengan adanya kasus-kasus praktek bisnis ilegal yang bermunculan serta diliput oleh media akhir-akhir ini, kejujuran dalam transaksi properti menjadi topik pembicaraan yang semakin marak di antara para konsumen yang tengah mempertimbangkan untuk menginjakkan kaki di pasar properti.

General Manager Xynergy Realty, Alain Warisadi, mengatakan bahwa sekalipun benar adanya keberadaan agen-agen yang mengahalalkan praktek yang tidak etis, mayoritas agen-agen melakukan pekerjaan mereka dengan benar untuk mencapai hasil yang terbaik bagi para kliennya.

Alain mengatakan bila Anda merasa curiga dan merasa akan dirugikan, berikut adalah beberapa tips serta tips untuk menghindari terjadinya hal tersebut.

Agen Properti Perlu Menetapkan Ekspektasi yang Realistis (Wajar)

Setiap agen memiliki cara yang unik untuk mencapai ekspektasi klien mereka, namun Alain mengatakan bahwa ekspektasi tersebut hanya dapat dicapai melalui diskusi terbuka saat bernegosiasi atau pembicaraan pertama terjadi. “Ekspektasi ini harus dibuat secara jelas dan disetujui oleh kedua belah pihak. Memahami secara betul akan hasil yang hendak dicapai dan mengerti bagaimana hasil tersebut akan didapatkan sangatlah penting sebelum berinjak ke langkah selanjutnya.”

48

Situasi yang sering terjadi adalah saat para pemilik rumah yang hendak menjual properti menghubungi agen untuk menjual properti tersebut dengan harapan mencapai harga jual tertinggi namun dengan biaya marketing yang sangat rendah.

“Memang benar besarnya biaya marketing tidak selalu menjamin kesuksesan pemasaran properti tersebut. Namun, agen yang jujur harus mengkomunikasikan informasi ini di saat pertemuan atau perbincangan awal sehingga vendor memiliki gambaran yang realistis tentang seberapa banyak yang perlu disisihkan untuk kampanye properti mereka guna mendapatkan hasil pemasaran yang efektif dan membuahkan hasil.”

“Salah satu praktek lain yang baik dan perlu diterapkan adalah untuk mendapatkan opini kedua sebelum anda menandatangani perjanjian guna memastikan tidak adanya janji kosong atau ekspektasi yang tidak realistis.” Untuk mencegah dan meminimalisir pertikaian yang dapat terjadi di masa depan, agen properti perlu secara efektif mengkomunikasikan level servis yang telah disepakati kepada vendor dan semua kemajuan dari proses penjualan serta semua perjanjian berikutnya harus tertera dalam dokumen tertulis dan ditandatangani oleh semua pihak yang terlibat.

Selalu Ikuti Peraturan Hukum

Agen properti memiliki kewajiban untuk mengikuti peraturan hukum dalam menjalankan praktek bisnis mereka. Ada banyak peraturan dari pemerintah yang sudah menjadi pengetahuan umum dan ditujukan untuk melindungi para konsumen.

“Sesekali, seorang agen mungkin akan mencoba mengambil jalan pintas yang tidak etis dalam pengambilan eputusan dari sebuah proses bisnis yang dapat merugikan sang klien. Misalnya, sang penjual rumah dapat berharap atau mempertimbangkan seorang agen untuk melanggar peraturan hukum. Agen atau agensi yang baik akan menyarankan solusi atau mengedukasi klien tersebut akan regulasi- regulasi dan cara yang tepat untuk menyelesaikan kasus tersebut.”

Transparansi

Meskipun ada peraturan yang berlaku untuk mencegah praktek yang tidak etis dan menyesatkan di dalam industri properti, masih terdapat praktek tidak etis yang sering dilakukan secara terselubung dan kemudian biasanya terungkap ketika suatu masalah muncul ke permukaan.

“Seperti contoh, agen diwajibkan untuk mengungkapkan semua informasi terkait sebuah properti, bahkan jika informasi tersebut dapat membawa pengaruh besar terhadap keputusan pembeli. Informasi-informasi tersebut seperti tidak memberitahu kerusakan yang pernah dialami atau menutupi riwayat properti tersebut seperti bila seseorang pernah meninggal dunia di dalamnya.”

“Dari sisi pelanggan, jika vendor (penjual rumah) percaya atau tidak yakin tentang hal tertentu, mereka dapat meminta informasi lebih lanjut untuk mengklarifikasi masalah tersebut melalui Consumer Affairs Victoria sebagain poin kontak pertama.”

Consumer Affairs Victoria sebagain poin kontak pertama.” Alain Warisadi CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M),

Alain Warisadi CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B.Ec (Fin), FIML Property Writer/ Property Consultant Finance Consultant (Mortgage Broker) Licensed Estate Agent Harvard University Scholar (e.) a.warisadi@xynergy.com.au

www.buset-online.com

www.buset-online.com

buset ngeliput

www.buset-online.com www.buset-online.com buset ngeliput Sesi foto bersama dengan para peserta yang hadir Selalu ada yang
www.buset-online.com www.buset-online.com buset ngeliput Sesi foto bersama dengan para peserta yang hadir Selalu ada yang
Sesi foto bersama dengan para peserta yang hadir
Sesi foto bersama dengan para peserta yang hadir

Selalu ada yang menarik dan personal saat menghadiri acara Jembatan Poetry Society. Kali ini acara yang dilangsungkan pertengahan Oktober lalu digunakan untuk menjembatani masyarakat Melbourne yang peduli dengan bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, untuk beramal lewat pembacaan puisi.

Tidak ketinggalan, Konjen RI di Melbourne, Spica Tutuhatunewa turut hadir. Beliau bersama ketua Jembatan Society, Anton Alimin membacakan sebuah puisi berjudul Ibu Pertiwi. “Langit menangis tahun 2004, ketika tsunami melanda Aceh. Langit menangis tahun 2018, ketika tsunami melanda Sulawesi. Langit dan Indonesia menangis bersama-sama,” pekik Spica saat membaca larik demi larik puisi tersebut.

Puisi-puisi yang dibaca dalam acara ini adalah hasil karya personal para hadirin yang datang. Mereka mendedikasikan puisi mereka kali ini untuk negara Indonesia. Anton berharap melalui acara ini, akan ada lebih banyak orang lagi yang tertarik mengenal Indonesia lewat puisi.

Suasana serius tapi santai
Suasana serius tapi santai
Kehadiran Dr. Alan Day ikut menyemarakkan keberagaman berpuisi dan berkomunitas
Kehadiran Dr. Alan Day ikut menyemarakkan
keberagaman berpuisi dan berkomunitas
Anton Alimin, penggagas dan pendiri Jembatan Poetry Society
Anton Alimin, penggagas dan pendiri
Jembatan
Poetry Society

Acara kali ini juga dihadiri oleh guest speaker, Dr. Alan Day. Beliau adalah seorang artis yang karyanya pernah terpilih untuk dipajang di sebuah pameran yang disponsori oleh Jendral Sekretaris United Nations. Di dalam acara ini, beliau membicarakan tentang persatuan di dalam keragaman Indonesia.

Dalam acara penggalangan dana ini, $169.50 terkumpul untuk didonasikan ke korban bencana di Sulawesi Tengah.

Sonia

Konjen RI di Melbourne, Spica Tutuhatunewa turut membacakan puisi bersama Anton Alimin
Konjen RI di Melbourne, Spica Tutuhatunewa
turut membacakan puisi bersama Anton Alimin

Apa Kata Mereka

turut membacakan puisi bersama Anton Alimin Apa Kata Mereka Keri Whitehead, Pensiunan Saya sangat mencintai kultur

Keri Whitehead, Pensiunan Saya sangat mencintai kultur Indonesia. Kulturnya sangat berbeda dengan kultur Australia. Saya banyak bertemu dengan orang-orang Indonesia yang ramah ketika saya keliling Indonesia, juga karena hasil-hasil karya seperti musik dan film Indonesia membuat saya benar-benar bisa menjadi tertarik dengan Indonesia.

saya benar-benar bisa menjadi tertarik dengan Indonesia. Lester Levinson, Pensiunan Saya sangat tertarik dengan

Lester Levinson, Pensiunan Saya sangat tertarik dengan bahasa dan kultur Indonesia. Kultur Indonesia sangat beragam. Saya sudah menghadiri acara Jembatan Poetry Society ini berkali-kali, dan saya bisa bilang bahwa orang Indonesia sangat passionate ketika membaca puisi, itu adalah hal yang sangat berbeda dengan orang Australia ketika membaca puisi.

Bea Awiati, Guru Bagi saya puisi itu curahan hati. Kalau sedang kesal, saya bisa menulis. Saya bisa mencurahkan segala hal lewat puisi. Puisi itu pendek, sangat dalam, dan bisa diartikan tergantung oleh orang yang membacanya, karena itu saya suka menulis puisi

pendek, sangat dalam, dan bisa diartikan tergantung oleh orang yang membacanya, karena itu saya suka menulis

49 49

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

advertorial

NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 advertorial SIAPAKAH Dream Tours ? Dream Tours adalah perusahaan

SIAPAKAH

Dream Tours ?

14-161 NOVEMBER 2018 advertorial SIAPAKAH Dream Tours ? Dream Tours adalah perusahaan Wholesale Inbound Tour

Dream Tours adalah perusahaan Wholesale Inbound Tour Operator berlisensi yang berdiri sejak tahun 2013 dan memiliki kantor cabang di Melbourne dan di Jakarta. Staff kami mayoritas adalah orang Indonesia dan ownernya sendiri pun seorang WNI yang sudah menetap di Melbourne selama hampir 20 tahun.

Kami hanya berfokus menjual tur untuk destinasi wisata ke Indonesia, Australia dan Selandia Baru (New Zealand). Kenapa fokus hanya jualan tur untuk di 3 negara ini saja?

Karena dengan kantor kami di Australia dan Indonesia, maka kami bisa mendapatkan harga local direct dengan semua component tour seperti hotel, tempat atraksi wisata, themeparks, restoran dan transportasi mulai dari mobil van sampai ke bus wisata luxury dengan supir berbahasa Indonesia. Kami memiliki contract special

dengan harga lokal dengan ribuan hotel di Australia, New Zealand dan Indonesia. Jadi kalau pesan kamar hotel dengan menggunakan hotel voucher

kami maka dijamin harganya akan lebih murah dari harga online di situs kebanyakan.

Kalau Anda booking melalui kami maka Anda akan mendapat harga wholesaler direct tanpa adanya perantara lagi, karena kami berlisensi untuk dapat mengoperasikan tour kami sendiri melalui kantor kami di Indonesia dan Australia.

Service specialty

unggulan kami antara lain adalah:

50 50

1.

Layanan paket tour all inclusive untuk destinasi wisata Indonesia, Australia dan New Zealand, untuk individu, keluarga, bisnis corporate, maupun group.

2.

Layanan booking hotel rooms dengan harga wholesale special

3.

Layanan booking tiket pesawat internasional maupun domestik

4.

Layanan booking tiket masuk atraksi wisata dan themeparks dengan harga wholesale special

5.

Layanan Seat In Coach Day Tour (tour gabungan untuk umum) dimana anda akan ikutan tur kami dengan digabung dalam satu bus supaya murah meriah harganya dibandingkan Private Tour. Tour ini beroperasi dengan minimum keberangkatan 2 orang saja (2 can Go) dan jadwalnya setiap hari ada.

6.

Layanan booking transport atau sewa kendaraan mulai dari mobil van sampai luxury tour bus dengan harga wholesale special. Kami memiliki fleet lengkap dari 7 seater sampai ke 57 seater, mulai dari standard class sampai ke VIP Mercedes Benz class. Supir kami pun profesional berakreditasi merangkap tour guide (driver cum guide) yang bisa berbahasa Indonesia.

7.

Layanan Event and Wedding Organiser.

8.

Layanan corporate Team Building, Gala Dinner dan Concert music.

9.

Layanan customer service 24 jam dalam Bahasa Indonesia dan bisa di whatsapp atau facebook chat.

10.

Online booking system di situs kami.

11.

Meet & Greet service di bandara.

Foto private bersama Batman dan Bugs Bunny di Movieworld
Foto private bersama Batman dan Bugs Bunny di Movieworld
Hot Air Balloon in Gold Coast - Safest Balloning in the world 100% safety
Hot Air Balloon in Gold Coast
- Safest
Balloning in the world 100% safety
bersama Batman dan Bugs Bunny di Movieworld Hot Air Balloon in Gold Coast - Safest Balloning
bersama Batman dan Bugs Bunny di Movieworld Hot Air Balloon in Gold Coast - Safest Balloning

www.buset-online.com

www.buset-online.com

Thinking of Buying, Selling, or Leasing ? Visit vpre.com.au for all your real estate needs
Thinking of
Buying,
Selling,
or Leasing ?
Visit vpre.com.au
for all your real estate needs
Contact: Jono 0417 142 683
|
Michael 0403 203 343
|
307/2 Queen Street Melbourne VIC 3000
|
P: 03 96200307
F: 03 8677 2952

JELAJAHI PULAU JAWA

Salah satu paket tur andalan kami (Signature tour series) adalah 15 Days Best of Bali and Grand Java Overland by Luxury Train. Keunikan tur ini adalah Anda akan explore pulau Jawa dengan diajak naik kereta wisata yang memiliki fasilitas lengkap, sangat nyaman, mewah dan memiliki pramugari yang siap menyajikan makanan dan minuman selama di perjalanan. Dalam tour ini anda akan diajak untuk menjelajahi Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Banyuwangi dan pulau Bali.

Di Jakarta Anda akan berkunjung ke Monas dan Taman Mini Indonesia Indah. Selebihnya Anda akan diajak untuk shopping di kota metropolis ini. Lalu menuju ke Bandung dengan naik Kereta Wisata nan mewah, setibanya di Bandung Anda akan diajak ke Saung Angklung Mang Udjo yang terkenal untuk melihat pertunjukan angklung. Selain itu Anda akan diajak untuk belanja di Factory Outlet. Besokannya Anda akan explore daerah Lembang untuk melihat kawah Tangkuban Perahu dan berendam di kolam air panas alami Sari Ater. Kembali ke Bandung dengan stop sebentar di Pasar Apung.

Setelah puas menyusuri kota Bandung lanjut ke Yogyakarta naik Kereta Wisata lagi. Setibanya di

Candi Borobudur
Candi Borobudur

Yogyakarta Anda akan mengunjungi Keraton Jogja, jalan Malioboro dan menikmati sunset di pantai Parangtritis. Besokan paginya Anda akan diajak untuk mengunjungi Candi Borobudur yang terkenal dan terbesar di dunia dan juga Candi Prambanan.

Lanjut perjalanan naik Kereta Wisata ke Surabaya untuk explore kota pahlawan ini dan menginap selama 2 malam. Setelah dari Surabaya, Anda akan diajak ke Malang untuk menginap semalam dengan naik bus pariwisata untuk mengunjungi Batu Secret Zoo dan Museum Angkut. Lanjut ke Gunung Bromo untuk menginap semalam dengan stop sebentar di air terjun Madakaripura. Pagi dini hari Anda akan diajak naik 4WD untuk berpetualang ke Gunung Bromo untuk menyaksikan matahari terbit yang sangat memukau.

Lanjutkan perjalanan ke Bondowoso untuk menginap semalam. Disini Anda akan diberikan opsi untuk free time atau mengikuti tour ke Kawah Ijen untuk melihat Api Biru (Blue Fire) yang sangat fenomenal.

PULAU SERIBU PURA

Saatnya untuk meninggalkan Pulau Jawa untuk menyeberang ke Pulau Bali naik kapal ferry. Siapa yang tak kenal dengan Bali! Pulau Dewata dengan kekayaan alam dan budaya yang masih terjaga kelestariannya,

menjadikan Bali menjadi salah satu destinasi wisata no 1

di dunia yang terfavorit dan ramai dikunjungi wisatawan

domestic dan international. Sesampainya di Bali, Anda akan menginap di hotel selama 4 malam.

Bali dikenal sebagai Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura. Mayoritas penduduk bali beragama Hindu, hal

ini lah yang menyebabkan banyaknya pura di pulau

ini. Selain banyaknya pura, Bali juga dikenal dengan

budaya yang tak pudar walau banyak wisatawan (asing/lokal) yang datang berkunjung dan bahkan menetap di sana.

Kereta Wisata Type Sumatera
Kereta Wisata Type Sumatera

Beberapa budaya Bali yang dikenal adalah tari-tarian (tari kecak, tari barong, tari keris), upacara adat (ngaben, potong gigi, ritual doa), dan pernikahan adat, yang sering kali digunakan wisatawan asing untuk melakukan pernikahan di Bali dengan menggunakan pakaian adat pulau ini.

Salah satu tujuan wisata yang akan dikunjungi adalah Kintamani untuk menyaksikan pertunjukan Tari Barong, Uluwatu yang terdapat pura diatas tebing dan dikelilingi monyet-monyet liar yang menjadi ciri khas, serta mengunjungi Tanah Lot yang dapat menyaksikan matahari tenggelam.

Durasi perjalanan dan tempat wisata yang akan dikinjungi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan budget Anda. Kami hadir disini untuk membantu mewujudkan Tour Impian Anda supaya menjadi kenyataan.

Create your #DreamTours with us!

51 51

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

buset ngeliput

Indo FAMFEST

Meramaikan Barat Melbourne Lewat Festival Keluarga

Warga sekitar turut hadir bersantai menikmati festival
Warga sekitar turut hadir
bersantai menikmati festival

Ada begitu banyak keluarga dan komunitas Indonesia yang tersebar di daerah barat Melbourne. Tapi berbagai acara komunitas masyarakat Indonesia kebanyakan digelar di pusat kota dan di area timur Melbourne. Untunglah ada Indonesian Family Festival atau lebih dikenal dengan sebutan Indo FAMFEST yang digelar di Laverton Community Hub dan kini sudah menginjak tahun kedua.

Tahun ini Indo FAMFEST mengambil tema “Sejuta Warna Indonesia”. Acara yang digelar pada hari Sabtu 6 Oktober lalu terbilang ramah keluarga. Ada area indoor dan outdoor yang diisi dengan sajian musik, tari-tarian, permainan tradisional, hingga sajian

Chris Elkington bersama bonekanya, Calvin, ikut menghibur para pengunjung
Chris Elkington bersama bonekanya,
Calvin, ikut menghibur para pengunjung

kuliner nusantara. Festival ini memang jadi alternatif seru buat masyarakat Indonesia untuk menghabiskan akhir pekan. Vidya, selaku pantia acara berharap acara ini dapat mendorong para keluarga untuk berpartisipasi dalam komunitas, menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak sambil mengeksplorasi budaya Indonesia.

Warna-warni Kegiatan Anak

Beberapa vendor makanan menyajikan aneka kuliner khas Indonesia
Beberapa vendor makanan menyajikan aneka kuliner khas Indonesia
Apa Kata Mereka
Apa Kata Mereka
menyajikan aneka kuliner khas Indonesia Apa Kata Mereka Vidya I think we have a very strong

Vidya I think we have a very strong Indonesian community in Melbourne and the words just go really quickly. I am very happy how it actually turned out.

really quickly. I am very happy how it actually turned out. Anggota Sanggar Baitul Makmur Acara

Anggota Sanggar Baitul Makmur Acara seperti ini sangat bagus karena kami tidak memiliki acara yang bertema keluarga di daerah barat. Kami juga berharap acara ini dapat berkembang dan berlangsung setiap tahun agar dapat merangkul lebih banyak masyarakat sekitar.

Di Indo FAMFEST, anak-anak yang hadir tidak akan

lekas jatuh bosan. Ada aneka aktivitas yang bisa mereka ikuti. Ada kegiatan menghias cookies dan cupcakes hingga kehadiran wayang boneka dari seorang puppeteer asal Melbourne, Chris Elkington, yang dapat sambutan hangat. Ada juga aktivitas macam face painting, slime, lego, dan mewarnai.

Tak hanya itu, menariknya di festival ini muncul

permainan tradisional yang jangankan di Australia,

di Indonesia pun kian jarang ditemui. Salah satunya

adalah mainan tradisional congklak. Lomba makan kerupuk dan balap karung juga dihadirkan untuk memeriahkan suasana.

Mojang Angklung Melbourne senantiasa menghibur komunitas Indonesia di Melbourne.
Mojang Angklung Melbourne senantiasa
menghibur komunitas Indonesia di Melbourne.
senantiasa menghibur komunitas Indonesia di Melbourne. Shieny Alasan saya dan keluarga datang ke acara ini adalah

Shieny Alasan saya dan keluarga datang ke acara ini adalah untuk bertemu komunitas Indonesia di Melbourne dan juga ingin menikmati kuliner Indonesia.

www.buset-online.com

www.buset-online.com

Serunya bertemu “superhero” lokal Indonesia
Serunya bertemu “superhero” lokal Indonesia

Menikmati Budaya Sampai Kenyang

Tidak mungkin ketinggalan, penampilan tarian tradisional oleh beberapa kelompok sanggar. Sebut saja Sanggar Tari Widya Luvtari yang menampilkan keunikan Tari Pendet Bali Gandrung, dan Sanggar Baitul Makmur yang mempertunjukan Tari Saman dan tari populer asal Maluku, Tari Lenso yang identik dengan kain selendang. Keramaian acara sore itu juga ditambah oleh alunan merdu dan klasik angklung oleh Mojang Angklung Melbourne (MAM), serta penampilan Rayhan Sudrajat dengan alat musik sape-nya yang kerap menghibur masyarakat Indonesia di Australia.

Para penari cilik dari Sanggar Baitul Makmur menarikan Saman
Para penari cilik dari Sanggar Baitul Makmur menarikan Saman
Menghias kue juga jadi salah satu aktivitas yang digemari
Menghias kue juga jadi salah
satu aktivitas yang digemari

Menikmati keanekaragaman budaya dan tradisi Indonesia tentu tak lengkap jika belum menyantap sajian kuliner Tanah Air yang kaya bumbu rempah. Aneka hidangan khas dari berbagai daerah, seperti sate, gudeg, cuanki, pempek, nasi bakar teri, serta jajanan kekinian es kepal milo juga menjadi pilihan pengunjung yang datang.

Akhir pekan berkualitas bersama keluarga yang dipersembahkan oleh Indo FAMFEST ini semoga selalu rutin diadakan ya!

Octa

Ada yang tahu nama permainan ini? Ya betul, ini congklak
Ada yang tahu nama permainan ini? Ya betul, ini congklak
Face painting buat anak-anak
Face painting buat anak-anak
Pengunjung melebur jadi satu untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan seni
Pengunjung melebur jadi satu untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan seni

53 53

www.buset-online.com

buset ngeliput

www.buset-online.com buset ngeliput HIS Story Continues… Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Melbourne untuk ketiga
www.buset-online.com buset ngeliput HIS Story Continues… Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Melbourne untuk ketiga

HIS Story Continues…

Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Melbourne untuk ketiga kalinya kembali mengadakan Australia New Zealand Reformed Evangelical Convention (ANZREC) pada 27-30 September 2018 kemarin. ANZREC 2018 ini diikuti sekitar 365 orang yang berasal dari Melbourne, Sydney, Brisbane, Perth, Auckland, Singapura dan Jakarta. Retreat yang secara rutin diadakan dua tahun sekali tersebut mengambil tempat yang tidak terlalu jauh dari Melbourne, yaitu Phillip Island Adventure Resort, Victoria. Selama empat hari tiga malam para peserta mengikuti serangkaian sesi yang bertemakan His Story Continues dari pukul 8 pagi hingga 10 malam setiap hari. Sesi- sesi dibawakan oleh tiga orang pembicara utama yaitu Pdt. Billy Kristanto, Th.D, Ph.D (Dekan Akademis STT Reformed Injili Internasional – Jakarta & Gembala Sidang GRII Perth), Pdt. Ir. Agus Marjanto, M.Div., M.Th (Gembala Sidang GRII Sydney) dan Pdt. Budy Setiawan, M.Div (Gembala sidang GRII Melbourne), serta Vic. Maria Lusiana (GRII Melbourne) dan Vic. Sariwati Darmawan (GRII Sydney).

Tema yang dibahas dalam retreat ini adalah His Story Cintonues, lebih tepatnya kelanjutan dari perayaan Reformasi 500 tahun setelah Martin Luther memaku 95 thesis-nya di gereja Wittenberg pada 31 Oktober 1517. Dalam salah satu sesi disinggung mengenai kondisi gereja kita pada saat ini. Di dalam Wahyu 2:5 disebutkan “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat”. Kaki dian di sini diartikan sebagai penyertaan Tuhan atau Roh Tuhan itu sendiri. Seperti jemaat Efesus yang tidak lagi mengasihi Tuhan dengan kasih yang semula. Jadi apabila gereja tidak lagi menjadi garam dan terang dunia, tidak lagi berbuah, tidak lagi menghormati Tuhan dan menghargai Kristus, maka tidak ada gunanya lagi kita berada di gereja tersebut. Karena tanpa kasih yang mula- mula, maka semua pelayanan, pengorbanan jemaat, ibadah dan segala usahanya akan menjadi sia-sia.

Selama peserta mengikuti setiap sesi, diadakan Vacation Bible School (VBS) untuk anak-anak sekolah minggu yang dipimpin oleh peserta yang biasa menjadi guru atau asisten sekolah minggu di gerejanya masing-masing serta wajib memiliki Working With Children Check. Tema dari VBS ini adalah Faith Expedition: God’s Treasure Revealed. Mereka juga melakukan serangkaian aktivitas seperti mewarnai, kerajinan tangan dan menghafalkan lagu-lagu yang berhubungan dengan tema VBS.

Pada hari terakhir, anak-anak VBS memberikan persembahan pujian dengan menyanyikan tiga lagu: Matthew, Faith dan I Will Follow. Sementara Paduan Suara gabungan GRII mempersembahkan pujian Lobet Gott in seinen Reichen yang adalah karya cantata Johann Sebastian Bach (BWV 11) dan Dear Lord and Father of Mankind. Semua persembahan pujian ini ditujukkan kepada Allah satu-satunya yang berhak menerima segala puji, hormat, dan kemulian dari ciptaan-Nya.

Bersyukur kepada Tuhan untuk acara ini bisa berjalan dengan lancar. ANZREC 2018 menjadi suatu momen yang menyegarkan jiwa dengan Firman Tuhan yang dibagikan setiap sesi serta kesempatan untuk bersekutu dengan saudara dalam iman dari kota-kota lain. Pada akhirnya, peserta dapat kembali ke kota masing- masing dengan hati yang penuh syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang telah diberikan kepada mereka dan juga semangat untuk menghidupi kebenaran yang telah mereka dapatkan.

SOLI DEO GLORIA

Yohanes Halomoan, S.IP., M.BIS. www.griimelbourne.org

55

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset refleksi S alah satu pola penting

buset refleksi

2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset refleksi S alah satu pola penting di dalam Alkitab
2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset refleksi S alah satu pola penting di dalam Alkitab

S alah satu pola penting di dalam Alkitab berbicara dengan janji atau berkat yang selalu diikuti dengan perintah. Tuhan tidak pernah memberikan perintah tanpa adanya janji atau berkat dari Tuhan. Sebagai contoh dari Kejadian 1:28 setelah Tuhan selesai menciptakan alam semesta dan menciptakan manusia

sesuai gambar dan rupa Allah, maka Tuhan memberkati manusia, dan memberikan perintah beranak cuculah bertambah banyak dan penuhilah Bumi, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, dan sebagainya.

Ketika manusia mentaati perintah Tuhan, maka akan ada berkat Tuhan selanjutnya. Pola ini selalu ada di dalam Alkitab. Dengan kata lain, Tuhan tidak pernah memberikan berkat-Nya kepada kita hanya untuk kita nikmati saja. Tentu berkat itu bisa kita nikmati dan kita bersyukur karenanya. Tetapi berkat yang Tuhan berikan itu diberikan dengan satu tujuan supaya engkau melakukan perintah Tuhan. Sebaliknya perintah-perintah yang Tuhan berikan tidak pernah tidak didahului atau tidak diikuti dengan berkat Tuhan. Perintah yang Tuhan berikan seringkali begitu berat dan tidak mungkin kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri. Karena itu perintah yang Tuhan berikan selalu diikuti dengan berkat dan janji Tuhan, dengan penyertaan dan pimpinan-Nya di dalam hidup kita. Dan ketika engkau menjalankan perintah itu, maka sadarlah engkau akan kekuatan penyertaan dan pimpinan Tuhan.

Di dalam Yohanes 14:15 dikatakan: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Orang yang mengasihi Tuhan adalah sebenarnya orang yang diberkati Tuhan; dan mereka akan menuruti segala perintah Tuhan. Jadi ada berkat yang disertai perintah. Ayat selanjutnya Yohanes 14:16 adalah janji “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”. Pola ini terus ada di dalam Alkitab.

Apa artinya mengasihi Kristus? Mengasihi Kristus adalah berkat Tuhan yang besar kepada kita. Kita juga akan memikirkan apa artinya perintah Tuhan bagi kita untuk menuruti segala firman-Nya. Kemudian kita akan melihat janji Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi Dia dan yang melakukan segala perintah Tuhan.

56 56

Siapakah orang yang mengasihi Kristus? Mereka adalah orang yang mengerti, melihat, menerima, dan mengalami kasih Kristus. Ini adalah berkat, janji dan pekerjaan

Tuhan di dalam hidup kita. 1 Yohanes 4:19 mengatakan “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Roma 5:8 menyatakan “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.“ Jadi kasih Kristus mendahului dan memungkinkan kita untuk mengasihi Dia. Orang yang mengasihi Tuhan, bersandar dan mengerti, menerima dan mengalami kasih-Nya dan percaya kepada Allah yang mengasihi dia, dan dia kemudian meresponi dengan mengasihi Tuhan, yang terlebih dahulu sudah mengasihi dia.

Mengasihi Kristus adalah respon hati yang terdalam terhadap keindahan, kebesaran dan kemuliaan Kristus. Ketika kita mengasihi Tuhan maka kita akan mengalami sukacita yang terbesar. Ketika kita mengasihi Kristus yang begitu indah, yang sangat menggerakkan hati kita untuk mengenal Dia, kita akan mengalami kesukaan yang

Kristus yang begitu indah, yang sangat menggerakkan hati kita untuk mengenal Dia, kita akan mengalami kesukaan

www.buset-online.com

www.buset-online.com

terbesar. Seperti orang yang menemukan harta yang begitu berharga (lihat Matius 13:44-46) yang ada di ladang orang lain. Dia dengan suka cita menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu karena dia tahu ada harta yang jauh lebih berharga daripada seluruh harta miliknya. Biarlah kita menyadari bahwa mengasihi Kristus adalah kesukaan kita yang terbesar, ketika kita mengenal bahwa Dia sesungguhnya adalah yang terindah dan teragung.

Sebaliknya tidak mengasihi Kristus adalah kebodohan dan dosa yang terbesar. CS Lewis mengatakan orang di dunia ini seperti anak yang bodoh yang terus menerus ingin bermain di lumpur, di comberan, dan tidak mau pergi ke pantai putih dan besar, karena dia tidak pernah tahu pantai putih itu. Anak itu menyesal pun tidak, karena dia tidak pernah mengenal pantai itu. Kita bisa tidak mengasihi Dia karena kita tidak pernah mengenal akan indahnya, agungnya, kemuliaan Kristus. Sehingga ketaatan kita kepada Kristus menjadi terasa berat. Datang ke Gereja dengan hati yang tidak bersuka cita, melayani Tuhan dengan terpaksa, dan harus didorong-dorong. Keindahan, keagungan Tuhan selayaknya secara natural membawa kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati kita.

Ketika kita mengasihi Tuhan, kita juga ingin bersekutu dengan umat-Nya, karena umat Tuhan dengan Kristus adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. Kristus adalah kepala dari pada Gereja, dari pada umat-Nya, Gereja adalah tubuh- Nya sendiri. Maka ketika kita mengasihi Tuhan, kita ingin bersekutu dengan umat-Nya yang adalah tubuh daripada Kristus.

dengan umat-Nya yang adalah tubuh daripada Kristus. Mengasihi Tuhan juga berarti mengajak orang lain untuk

Mengasihi Tuhan juga berarti mengajak orang lain untuk mengenal Kristus. Ketika kita menyadari betapa baik, mulia dan agungnya Tuhan, menyadari kasih-Nya yang terlebih dahulu kepada kita, maka kita akan digerakkan seperti perempuan Samaria untuk membawa banyak orang kepada Kristus. Ketika perempuan Samaria itu mengetahui bahwa Kristus-lah sumber air hidup, dan dia tidak akan haus lagi, dan bahkan di dalam hatinya akan terpancar mata air yang mengalir tidak ada hentinya, maka dia sadar betapa berharganya anugerah Tuhan yang Dia berikan kepadanya.

Adalah sesuatu yang logis, ketika kita mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dan gratis, maka kita akan bagikan itu kepada orang lain. Perempuan Samaria itu pergi ke kampungnya, menceritakan apa yang Yesus berikan kepadanya, dan mengajak orang-orang untuk datang kepada Kristus. Mereka kemudian berkata bahwa mereka sekarang percaya kepada Yesus bukan karena perkataan perempuan Samaria itu, tetapi karena mata mereka sendiri melihat dan mengenal Dia yang termulia, terindah, teragung dan merekapun percaya.

Selanjutnya ada janji yang sangat indah. Mengikuti Kristus adalah sesuatu yang tidak mudah, bahkan tidak mungkin kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri. Kalau engkau mau mengikut Aku, engkau harus menyangkal diri, memikul salib, mengikut Aku. Kalau engkau mengasihi Aku, maka engkau akan Aku utus seperti domba di tengah kawanan serigala. Domba yang bukan diberikan sebagai makan kepada serigala, tetapi untuk menjadi saksi, untuk bukan hanya bisa hidup, tetapi

juga menang dalam memberitakan Injil di antara serigala-serigala itu. Ini artinya dia memerlukan kuasa yang bukan dari dirinya sendiri, tetapi dari Roh Kudus yang Tuhan janjikan untuk memimpin dia untuk selama-lamanya.

Marilah kita mengkoreksi hati kita apakah kita sungguh-sungguh mengenal Dia, mengasihi Dia, dan apakah ada bukti minimal bahwa kita menuruti segala perintah- Nya. Perintah-Nya itu tidak mudah di dunia ini, karena dunia ini penuh dengan godaan, penuh perkataan-perkataan yang melawan perintah Tuhan. Tuhan mengirimkan Roh-Nya yang Kudus yang adalah Roh Allah sendiri, Roh Kristus sendiri untuk hadir di tengah-tengah kita, menyertai dan memimpin kita. Kalau kita bisa mengasihi Tuhan itu adalah anugerah. Biarlah kita meresponi anugerah ini dengan taat menjalankan perintah-Nya.

Ketika kita taat maka Tuhan akan memberikan berkat-Nya dan kehadiran, kekuatan Tuhan akan nyata. Roh penghibur itu akan mengajarkan kita kebenaran untuk semakin mengenal Dia. Biarlah kita menjadi anak-anak Tuhan yang mengasihi Tuhan, mentaati perintah-Nya dan mengalami pertolongan, anugerah, kekuatan, penyertaan dan penghiburan-Nya dalam hidup kita.

SOLI DEO GLORIA

Pdt. Budy Setiawan, M.Div ( 26 Agustuus 2018) www.griimelbourne.org

Setiawan, M.Div ( 26 Agustuus 2018) www.griimelbourne.org S U N D A Y S E R
S U N D A Y S E R V I C E & C
S U N D A Y
S E R V I C E
&
C H I L D E R N
C H U R C H
w w w . s h e k i n a h m e l b o u r n e . o r g

57 57

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

opini buset
opini buset
“The enlightenment driven away, The habit-forming pain, Mismanagement and grief: We must suffer them all
“The enlightenment driven away,
The habit-forming pain,
Mismanagement and grief:
We must suffer them all again.”
― W.H. Auden

A uden sangat benar dalam kata-katanya. Kita pada akhirnya akan menggulang kekecewaan dan penderitaan akibat perilaku sendiri. Perumusan akan kemajuan hidup

kita andalkan layaknya kata-kata mutiara yang pada akhirnya akan sirna pada kekosongan.

Melihat anak-anak bermain dadu, atau kakek-kakek bermain catur adalah kesenangan sesaat. Lihainya dadu itu dilempar dan jatuh, menghasilkan probabilitas yang menarik. Apakah anak-anak itu mengkalkulasi hasil akhir? Rasanya mereka hanya melempar dan menunggu hasilnya. Apabila mereka mendapatkan hasil yang mereka mau maka senanglah mereka dan begitu pula sebaliknya. Apapun yang tejadi, mereka pasti akan melempar dan menunggu. Sangat praktis apa yang mereka lakukan. Berbeda dengan kakek-kakek yang bermain catur dengan keseriusan berpikirnya, melakukan pergerakan taktis dan melihat arah lawan bergerak. Pertahanan dan penyerangan merupakan keharusan. Ketika si lawan menyerang kita bertahan atau kita juga melawan. Kedua permainan memilki esensinya tersendiri, tetapi tidak lepas dari perhatian penonton. Kita bersama-sama menganalisis alur pikiran mereka dan kemudian terlelap oleh lajur permainan. Kemudian menjadi suporter yang begitu terlarut pada kemenangan dan juga kekalahan. Fanatiknya diri kita.

Seorang fanatik akan terus terang kepada semua orang, memberikan namanya sebagai pejuang idealismenya. Tak sungkan ia membela mati-matian prinsipnya, meskipun ia tahu kekalahan sudah dekat. Kalau kekalahan sudah jelas terlihat, fakta akan diputar balik sambil menjurumuskan diri pada teori-teori konspirasi. Namun apa boleh buat, kekecewaan tak terelakkan. Pada akhirnya mereka kecewa akan keadaan dan menjadi nihil dalam kemanusiaanya. Kesedihan meliputi kehidupan mereka, dan menderita sebagai manusia.

Keputusasaan kita mungkin bisa hilang dengan optimisme baru, harapan-harapan untuk melangkah ke depan. Ada orang yang memberi saran untuk terus ke depan tanpa melihat ke belakang, dan juga

orang yang memaksa kita untuk melihat ke belakang tetapi jalannya maju. Keduanya hanyalah metode untuk melihat kehidupan. Pada esensinya, kita hanya hidup sebagai salah satu makhluk dalam dunia ini. Kita bergerak secara bebas, entah itu ke depan dan belakang atau kiri dan kanan. Semua itu sama halnya, yang berbeda adalah kita sebagai mahkluk yang mencari identitas dengan memaknai hidup dari suatu prinsip.

Seorang yang optimis memiliki arti hidup sebagai manusia yang penuh harapan. Dunia adalah anugerah di mata mereka. Berbeda dengan seorang pesimis, hidup merupakan kesialan di dunia mereka. Meskipun berbeda pandangan, semuanya tetap sama. Mereka juga mengalami kebebasan, kesenangan, kekecewaan dan penderitaan. Dalam perspektif Buddhism, semua mahkluk pasti menderita. Memang benar adanya bila kita lihat dari siklus kehidupan. Atlet dan penulis sama- sama menderita, merasakan lapar dan kelelahan. Saat kita mempelajari bahwa kita menderita, hal itu juga penderitaan. Memang manusia selalu terjebak dalam hal yang sama, dan waktu tak akan bisa mengulang hari-hari indah, sebab penderitaan juga terletak pada kesenangan.

Alangkah indahnya bila derita manusia dilepas oleh kebebasan. Cara-cara absurd untuk bebas memang

banyak, tetapi bebas sebagai manusia sepenuhnya adalah obat paling mujur. Tidak ikut dalam pusaran kefanaan dunia sangat diperlukan untuk mencari tahu arti hidup dalam kesendirian. Banyak manusia yang memegang prinsipnya masing-masing, dan terkadang memperjualbelikannya. Tolaklah hal itu dengan keasingan. Mereka yang ikut membeli pasti akan menjual kembali. Semua suka “kebersamaan”, tetapi dari situ kekecewaan akan timbul. Kemudian kita minta maaf dengan apa yang telah kita perbuat. Monster bisa kita ciptakan, seperti Frankenstein yang hidup karena tingkah gila manusia. Atau kita bisa ciptakan sisi humanis dalam manusia sendiri, tanpa perlu membentuk mahkluk-mahkluk baru serupa manusia.

Inilah kebebasan kita untuk berteriak atas nama apapun itu dan juga meminta maaf karena naifnya diri kita. Manusia tidak dapat kembali ke masa lampau, namun waktu akan mengejar manusia karena kebodohan. Bagi yang melarikan diri, mereka akan terperangkap ke dalam rasa frustasi diri. Banggalah menjadi seorang pengembara dalam pencarian identitas karena suatu kepastian adalah kemustahilan. Dua pilihan untuk hidup:

terbakar bersama kekangan “prinsip” murahan atau

merdekalah dengan kebebasan.

kevinng

Dua pilihan untuk hidup: terbakar bersama kekangan “prinsip” murahan atau merdekalah dengan kebebasan. kevinng 58 58

58 58

Dua pilihan untuk hidup: terbakar bersama kekangan “prinsip” murahan atau merdekalah dengan kebebasan. kevinng 58 58

buset life – feng shui

buset life – feng shui Telah hampir satu dasawarsa saat salah seorang mantan enforcer di berinteraksi
buset life – feng shui Telah hampir satu dasawarsa saat salah seorang mantan enforcer di berinteraksi
buset life – feng shui Telah hampir satu dasawarsa saat salah seorang mantan enforcer di berinteraksi

Telah hampir satu dasawarsa saat salah seorang

mantan enforcer di

berinteraksi dan menjadi klien. Waktu itu, sebut saja bapak XYZ, menganalisa ba zi dan feng shui. Di usia yang mendekati akhir 60an, si bapak mulai sakit- sakitan. Awal perkenalan, beliau tidak secara terbuka menceritakan aktivitasnya yang sesungguhnya. Hanya mengatakan dirinya pedagang kelontong saja. Tetapi belakangan, sejalan dengan makin nyaman dan intensnya komunikasi serta kedekatan kami, barulah beliau mengakui bahwa sebenarnya beliau adalah enforcer untuk salah seorang pengusaha abu-abu. Sebagai seorang enforcer, Pak XYZ harus menangani aneka urusan yang “keras dan kotor.” Tugasnya pula lah untuk memastikan bahwa semua “keinginan, hukum dan aturan” dari sang taipan abu-abu diimplementasikan sepenuhnya dan berjalan sesuai yang diinginkan. Kalau dalam sistim politik, “enforcer

diinginkan. Kalau dalam sistim politik, “ enforcer ” hēishèhuì (dunia kriminal) itu adalah “ whip .”

hēishèhuì (dunia kriminal)

itu adalah “whip.” Dalam organisasi bikers, adalah

sergeant-at-arms.”

Tentu saja tidak per se semua urusan keras kotor dan ingar bingarnya harus ditangani sendiri oleh Pak XYZ. Dalam hirarki organisasi, beliau punya anak buah tetap dan dibantu pula oleh banyak “crews” lepas. Ada urusan-urusan yang di sub kontrakan lagi. Tapi tak jarang pula beliau harus turun tangan sendiri dan make his hands “dirty!”

Di lain kasus, ada satu dua klien yang punya bisnis spa

plus-plus, usaha escort service, beraktivitas di judi (bola dan toto gelap) dan aneka bidang yang dikategorikan

sebagai “

saja, bisa menjalankan aktivitasnya secara “normal” layaknya mengoperasikan sebuah bisnis.

secara “normal” layaknya mengoperasikan sebuah bisnis. hēishèhuì.” Mereka semuanya baik-baik On the contrary ,

hēishèhuì.” Mereka semuanya baik-baik

On the contrary, ada satu dua kali mendapatkan kasus dimana setelah punya klub malam, malah rumah tangga sang klien jadi terimbas karena yang bersangkutan kecantol dengan salah seorang pramuria alias anak buahnya! Ada pula yang hampir bankrut karena duitnya malah ditipu. Ada lagi yang “dikerjain” oleh anak buahnya, yang merangkap sebagai pacar, sehingga akhirnya mereka punya anak dan akhirnya yang bersangkutan harus bertanggung jawab!

Dari kejadian-kejadian di atas, timbul ungkapan bernada mitos bahwa “tidak semua orang bisa kuat pegang atau terima uang lendir, uang judi dan atau uang panas!” Sekilas, pendapat itu seakan benar, tetapi yang lebih tepat ialah berkaitan dengan bagaimana komposisi ba zi si operator. Kalau bidang Air adalah hoki bagi sang operator, maka bisa saja! Meski begitu, bukan semata-mata berkaitan dengan kecocokan unsur Air. Bagaimana latar belakang pribadi dan keluarga juga ikut mempengaruhi dan menentukan.

Kalau kita bukan tipe “si Raja Tega,” jika kita lebih kental mengedepankan nurani, empati dan tidak tegaan maka akan semakin sulit lah buat bergerak di dunia hēishèhuì!

semakin sulit lah buat bergerak di dunia hēishèhuì ! Apakah kita bisa tangani dan tahan hidup

Apakah kita bisa tangani dan tahan hidup dari “uang lendir,” “uang judi” dan/atau aneka “uang panas” lainnya, berpulang kepada bagaimana komposisi ba zi dan aneka hal lain (non ba zi) yang bersifat personal.

zi dan aneka hal lain ( non ba zi ) yang bersifat personal. Suhana Lim Certified

Suhana Lim Certified Feng Shui Practitioner www.suhanalimfengshui.com 0422 212 567 / suhanalim@gmail.com

Kunci jawaban [Answering key]

“Pojok Belajar Bahasa Indonesia (hal. 42)”

1. Anita adalah kesayangan neneknya.

2. Aku ingin menampilkan sesuatu dalam pertunjukkan itu, tetapi bagaimana bisa aku melakukannya tanpa persiapan?

3. Mengapa mereka tidak segera berangkat?

4. Kamu tidak bisa membodohi aku, aku bukan orang yang tidak berpengalaman.

6. Sanusi selalu mengabari saya tentang apa yang dia kerjakan.

7. Sudahlah, Harry. Dia tidak tahu apa-apa tentang apa yang dia lakukan.

8. Sutradara meminta kami untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh dan tidak melakukan kegagalan.

11. Gaun itu pas sekali untuk kamu!

12. Perlombaan ini terbuka bagi siapa saja yang berminat.

13. Sesudah ditolak berkali-kali, dia mencoba mengevaluasi surat lamarannya.

14. Pikirannya sangat kacau sejak isterinya meninggalkannya.

5. Penampilannya begitu lucu sehingga kami hampir tidak bisa menahan tawa. 9. Jangan kecewa. Bagaimanapun,
5. Penampilannya begitu lucu sehingga kami hampir
tidak bisa menahan tawa.
9. Jangan kecewa. Bagaimanapun, kalian telah
menunjukkan kemampuan kalian sebaik mungkin.
15. Suatu hari nanti, kamu pasti akan mendapatkan
pekerjaan itu.
10. Aku tidak suka dia. Dia orang yang sok tahu.
59
www.buset-online.com

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018

VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 BUSET VOL. 14-161 NOVEMBER 2018 buset ngeliput Bukan Rumpi Tapi Diskusi KEBERAGAMAN

buset ngeliput

Bukan Rumpi Tapi Diskusi

KEBERAGAMAN

SINEMATIK

INDONESIA

Profesor Ariel Heryanto (tengah)
Profesor Ariel Heryanto (tengah)

Apa sih yang sahabat BUSET gemar lakukan selepas beraktifitas seharian? Mau itu