You are on page 1of 9

rssN 0-853-1773

Publikasi llmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

JKK Th.42 No.3 .Iuli 2010 ISSN 0-853-1773

Penerbit :

Fakultas Kedokteran Universitas Srim'ijaya


Jl. Dr. Moehammad Ali Kompleks RSMF{ Palembang 3A126,Indonesia
Telp. 0711-352342, Fax. 07ll-373438, email : fkunsri@yahoo.com
FAKTOR RISIKO DAN PROGNOSIS BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)
DAN BERAT BADAN LATIIR SANGAT RENDAH (BBLSR) DAN KEJADIAN

KM. Saryadi Tjeleyan


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat - Ilmu Kedokteran Keluarga
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Abstract
Low birthweight (LBW) andvery low birthweight (VLBW) are the reJlection of preterm birtla,
and little baby duringpregnancy. The incidence of LBWfor all ages of pregnancy globallywas
" 16%, and 19% in the under developed countries while in developing countries was 79/o. I/LBW
is a baby with weight less than 1500 grams and the incidence rate in American was 1.494 ond
mostly were born from twin gestation. Thte population under study are all birth at the overall
maternity facilities in Palembang Municipality years 2010. The data was collectedfrom the
medical record. Then analysis was done ta find out the significance associaiion between
dependent and independent variable by using Chi square test and Polynomial Regression. The
study shows that, the proportion of LBWwas 12,3%u, VLBW was 1,25o% and still birthwas
1,93%. It was found out B riskfactors of VLBIil consist of mother ages, gestqtion ages, onemia,
diabeles mellitus, preeklampsia, eclampsia, low social economic status and twin gestation.
There were five risk factors 7or'' LBW consist of anintia, diabetes mellit.us, eilanpsia
hiCramnion and low social econorhic stdtus.'suggestions the result of this study moy be
developed in to early detection model of LBW & VLBW in the community considering the risk
factors was found out. The additional suggestion, it better to developed referral system from
primary health services to tertiary health service specificfor suspected pregnancy with LBW &
VLBW.

Keywords: Riskfactors and prognosis, BBLR qnd BBLSR, the incident wqs born clead \

BBLR dan BBLSR merupakan refleksi Trilt?t*n,ran preterm, dan bayi kecil semasa
kehamilan. Insiden BBLR untuk segala usia kehamilan secara global 160/o, pada negara negara
terbelakang l9To dan pada negara berkernbang 7%. Sedangkan BBLSR adalah bayi dengan
berat badan kurang dari 1500 gram yang di Amerika angka kejadiannya l.4Yo, yang
kebanyakan dilahirkan kembar dan bayi tampak kecil, lemak bawah kulit sedikit, kulit tampak
agak ti'ansparan dan kepala lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti angka kejadian,
faktor risiko dan prognosis BBLR dan BBLSR dan kejadian lahir mati di Kota Palembang
tahun 2010. Jenis penelitian merupakan survei rekam medik analitik dengan desain potong
lintang. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang dilahirkan di kota Palerqbang. Sampel
penelitian adalah seluruh kelahiran dikota Palembang di setiap fasilitas pelayanan persalinan
setiap kecamatan dan kelurahan yang dapat diakses dan bersedia memberikan ihformasi rekam
medik persalinan tahun 2010. Hasil penelitian proporsi kejadian BBLR di Kota palembang
tahun 2010 sebesar l2.3yo, proporsi kejadian BBLSR di Kota Palembang tahun 2010 sebesar
l,25yo, angka kelahiran mati/lahir matilStill Birth= l,93Vo, didapatkan 8 faktor risiko kejadian
BBLSR terdiri dari usia ibu, usia gestasi, anemia, diabetes mellitus, preeklampsi, eklampsi,
status sosial ekonorni, dan kehamilan ganda. Sedangkan untuk BBLR hanya didapatkan 5
faktor resiko antara lain anemia, diabetes mellitus, eklamp$i, hidramnion dan status sosial
ekonomi keluarga. Saran dalan penelitian ini yaitu perlu dikembangkan model deteksi dini
BBLR & BBLSR tingkat komunitas dengan merujuk pad4'fa11o. resiko yang ditemukan pada
setiap unit pelayanan ibu hamil di Kota Palembang dan perlu dikembangkan sistem perujukan
ke pusat pelayanan tertier dari lini pelayanan primer di komurtitas,

Kata kunci: Faktor resiko dan prognosis, BBLR dan BBLSR, kejadian lahir mati

JKK, Th. 42, No. 3 Juli 2010 2925


Beiat Badan Lahir Rendah

Pendahuluan Sampai saat ini bayi dengan BBLR masilr


Kemajuan ilrnu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu masalah kesehatdr penting di
kedokteran sampai saat inl belum dapat menurunkan negara berkembang. Kejadian BBLR di negara ber-
insiden kematian bayi, balit4 dan ibu melahirkan. Hal kernbang pmpat kali lebih besar dibandingkan dinegma
ini terlihat dari masih tinggnya angka kematian bayi maju.ro Kejadian BBLR sekitar 15-17% dari kelahiran
yang tnencapai 35 per 1000 kelahiran hidup, angka hidup dan 95Yo beradadi negara berkembang.lr
kematian ballta 58 per 1000, serta angka kematian Ei Indonesia angka kelahiran berkisar 2o/o dengan
ibu 307 per 100.000 kelahiran hidup.r Kontribusio perkiraan kelahiran 4.5 juta bayi perahun belum
terhadap kematian bayi baru lahir paling dominan mempunyai angka kejadian berat badan lahir rendah
disebabkan oleh bayi dengan berat badan lahir (BBLR) yang akurat berupa hasil suatu penelitian, angka
rendah (BBLR) dan sangat rendah @BLSR), yaitu kejadian BBLR hanya ditentukan berdasarkan estimasi,
berisiko 40 kali lebih besar mengalami kematian dalam yaitu berkisar arfixa7-l4Yo selama periode 1999-20A0.
empat minggu pertama dengan angka kematian Jika proporsi ibu hamil adalah2,S% dari total penduduk
neonatal secara global meningkat 20 kali lipat lebih maka setiap tahun diperfirakan 355.000-710.000 dari
besar pada bayi dengan BBLR dan^ BBLSR 5 juta kelahiran hidup mengalami BBLR dan BBLSR.
dibandingkan bayi dengan berat badan normal.' Pada tahun 2002-2003 proporsi BBLR tidak
BBLR dan BBLSR merup4kan refleksi dari mengalami penunman yaitu sekitar'l,6yo.t2 Di Sumatera
kelahiran preterm, dan bayi kecil semasa kehamilan. selataq dilaporkan kejadian BBLR hanya 0,55Yo pada
Kondisi bayi kQcil dalam masa,kehamilan berkaitan tahun 2001." Sedangkan di Palembang dilaporkan
dengan hambatan pertumbuhan dalam rahim. Akan hanya terdapat 44 kejadian BBLR dari 29.687
tehpi unhrk ibu dengan uhran kecil biasanya fetus juga kelahiran hidup atau sekitar 1%.14 An4ka angka ini
kecil akantetapi masih normal.3 sangat diragukan validitasnya selain bukan merupakan
De Onis et al (1998) mendapatkan hambatan hasil suatu penelitian juga terdapat tendensi untuk
perturnbuhan janin dalam rahim, meningkalkan menekan angka.
kematian neonatal dan perinatal Seperti kemdtian , Bayi dengan BBLSR adalah bayl dengan berat
mendadak pada bayi bawah satu tahun, hambatan badan kurang dari 1 500 gram yang di Amerika angka
perkembangan kogrritfi gangguan neurologis, penyakit kejadiaiinya l.4o/o, yang kebanyakan dilahirkan kembar
kardiovaskuler, hipertensi, penyakit paru obstrukti{ dan bayi tampak kecil, lemak bawah kulit sedikit, kulit
diabetes, kolesterol tinggi dan kerusakan ginjal pada usia tampak agak transparan dan kepala lebih besar. Di
muda" Bayi-bayi ini meqfadi beban anggaran pemerintah Indonesia umurnnya dan Sumatera Selatan dan
pada negara negara maju dan menjadi beban keluarga Palembang khususnya belum ada data maupun hasil
pada negara berkembang.a penelitian yang dipublikasi yang memisahkan antara
Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi kejadian dan fakor resiko BBLR dan BBL$R.ra
hidup dengan berat lahir < 2500 gam tanpa memandang Berat badan lahir sangat rendah biasanya
usia kehamilan yang ditimbang * satu jam setelah ditemui pada bayi yang dilahirkan premature (< 37
kelahiran dan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: minggu) dan kebanyakan dilahirkan di bawah usia
I BBLR (berat badan lahir rendah) bila bayi lahir kehamilan 30 minggu.rs
dengan berat antara 1.500-2.499, Penyebab lain adalah hambatan pertumbuhan
2 BBLSR fterat badan lahir sangat rendah) bila bayi dalam rahim yang biasanya berhubungan dengan
Iahir dengan berat < 1500 gram. status kesehatan ibu semasa kehamilan atau terdapat
3 BBLER (berat badan lahir ekqtrim rendah) bila masalah pada plasenta yang merupakan alat transporbsi
bayi dilahirkan dengan berat kurang dari 1000 makanan dari ibu ke janin dalam rahim, kebanyakan
gram5 bayi dilahirkan prematur disertai dengan hambatan
Insiden BBLR untuk segala riiia kehamilan pertumbuhan dalam rahim.t' Gabungan prematritas
secara global 160A, pada negara negara terbelakang dan hambatan pertumbuhan dalam rahim berhubmgan
19% dan pada negara berkembang 7%. Insiden erat dengan kejadian lahir mati.
BBLR di Asia Selatan 3l%,Timur Tengah, Afrika Berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia
Barat ISYo, Sahara Afrlka 7o/0, Asia Timur dan Pasifik (SDLI) tahun 1994, faktor risiko pada kejadian BBLR
'70A.6 Bayi-bayi yang dilahirkan dengan BBLR adalah ibu dengan pendidikan terakhir sekolah dasar
terdistribusi 20% di Afrika, 5% Amerika Latin dan (OR =1.29), usia ibu yang kurang dari 20 tahun
75% di Asia. Kecil masa kehamilan merupakan l1% (OR=1.28) dan ibu dengan riwayat aborsi/lahir mati
dari seluruh bayi di negara berkembang dengan interval (OR= 1.38). Tahuri 2008 di Palembang diperkirakan
2-2lo/o dan 6 kali lebih besar dibandingkan negara terdapat 31000, persalinan yang tidak diketahui
maju.6 angka kejadian BBL& BBLSR dan faktor faktor
Di Asia Barat angka kejadian BBLR 360/0, di yang menjadi pemicu kejadian tersebut.r6 Di lain
Bangladesh dan tndiaJ0Yo, dan 19% di PakistanT. pihak program penanggulangan ditingkat komunitas
Di Pakistan angka kejadian BBLR bervariasi dari belum sistematis dan tersfuktur.
5% sampai 23yo,7'8 dan janin kecil pada masa Faktor risiko BBLR dan BBLSR secara garis
kehamilan mencapai 24.4% di Karachi.' besar dapat dikelompokkan menjadi faktor ibu, janin

JKK, Th. 42, No. 3 Juli 2010 J)


2926
Berat Badan Lahir Rendah

dan keluarga. Faktor ibu adalah usia, usia kehamilan, Tabel 1. Karaketeristik ibu yang melahirkan di
paritas, kadar hemoglobin, riwayat abortus, preeklamsi4 Palembang tahun 2010
eklatnsia, pendidikan terakhir. Faktor janin adalah
kehamilan ganda, hidramnion, jenis kelamin. Faktor Karakteristik
keluarga adalah status ekonomi.16 Usis ' , n Ferscntase
Penelitian faktor resiko terjadinya BBLR dan < 20 Tahun 613 3,8%
BBlsR.sebagian besar digabung dan belum ada 20-35 Tahun 14.222 88J%
yang memilah faktor resiko tersebut menjadi faktor >35 Tahun 1.265 7,&yo
resiko BBLR dan faktor resiko BBLSR. Usis Kehsmitan n Penentase
Dari latar belakang yang diuraikan, dan sehubtngan Preterm t
1.148 7.1%
dengan minimnya informasi ntengenai luaran persalinan Aterm 14.759 9'15%
di Sumatera Selahn dan Palembang klususny4 Postterm 193 t.t%
dilakukan penelitian mengenai angka kejadian, faktor Paritss n Perseutase
resiko dan luaran atau prognosis bayi-bayi ydng Primipara 6.736 4t.S%
dilahirkan dengan BBLR Aan enlSn ai fui.rn6ung Multipara 8.969 55.7 %
untuk tahun 2010 yang dapat dugunakan sebagai Grartdemultipara 395 2.4%
salah satu bahan untuk pengembangan model Kadar Eb n Penie,ntase
penanggulangan BBLR dan BBLSR ditingkai komunitas. Anemia 1.638 35:4%
Tidak Anemia 2.988 645 o/o

Tujuan Penelitian G
Jumlah 4.626 100 %
Meneliti angla kejadiaq faktor risiko, prognosis Riwayat Abortus n Persentase
BBLR dan BBLSR serta kejadian lahir mati di Kota Ada 1.303 8,09 o/o

Palembang tahun 2010. Tidak Ada 14.797 gl,gYo


Preeklamsia n Persentase
Metode -' ,
Ada 881 5.6Yo
Jenis penelitian merupakan survei rekam medik Tidak Ada 14.840 94.3%
analitik dengan desain potong lintang. Populasi Eklamsiu n Fersentase
penelitian seluruh bal yang dilahirkan di kota Ada 98 A.6%
Palernbang. Sampel penelitian adalah selwuh kelahiran Tidak Ada 15.883 99.3%
di kota Palembang di
setiap fasilitas pelayanan Diabetes Mellitus n Persentase
persalinan setiap kecamatan dan kelurahan yang dapat Ada 21 0.4%
dialaes dan bersedia memberikan informasi rekam Tidak Ada 5.218 99.6%
medik persalinan tahun 2010. Pendidlkan Terakhir n Persegtpe
SD 874 14.09%
Hasil dan Pembahasan SMP 1.201 19.3%
SMA 2.710 43.7%
1. Karakteristik subjek penelitian P.T 1.415 ?2.8%
Dari 16.100 sampel terdapat 613 yang berusla Penghasilan Per bulan n Persentase
< 20 tahun, 14.222 berusia 20-35 tahun, dan 1.265 Rendah 2.203 21.&%
berusia >35 tahun dengan usia ibu saat melahirkan Sedang 4.585 453 s/u

termuda 12 tahun dan tertua 48 tahun. Usia kehamilan linggi 3.317 32.8@/s
pada saat perialinan, 1.148 preterm, 14.759 aterm, dan
193 postterm, yang terdiri dan 6.736 primipara 8.969 Tabel 2. Karakteristik kehamilan di kota Palernbang
multipar4 dan 395 grandemultipai?. Dari pemeriksaan tahm2010
kadar hemoglobin di setiap pusat pelayan persalinan
didapatkan 1.638 anemia dan 2.988 tidak anemia, Kehamilan Ganda Persentase
'dengan kadar.Hb terendah yaiu 4,7 g/dl dan tertinggi Ada 389 2,4Yn
14,8 gdL. Dari catatan rekarn medik didapatkan L303 Tidak ada 15.7tl 97.5%
dengan riwayat tidak abortus dan 14.797 riwayat abortus Volume Amnion n Persentase
881 dengan preeklamsia, 14.840 tanpa preeklamsia, Oligohidramnion B1 0.78Va
98 dengan eklamsia dan 15,883 tanpa eklamsia saat normal 1.882 76.0s%
hendak melahirkan, Dari seluruh rekam medik hanya Polihidramnion 2.404 23.t5a/a
5.239 drdapatkan 21 iwayat dengan diabetes mellitus Jenis Kelamin n Persenhse
positif dan 5.218 tanpa diabetes mellitus. Dari 2.203 Laki-laki 9.461 s8.7%
status ekonomi rendah, 4.585 sedang, dan 3.317 tinggi. Perempuan 6.639 4t.2%
Pendidikan dengan pendidikan terakhir 874 SDr 1.201
SMP,2.710 SMA, dan 1.415 perguruan tinggi. Dari 16.100 persalinan didapatkan 389 kehmilan
,garlda, 15.711 .kehamilan tunggal, dan dari 10.363
sampel terdapat 8l ibu denlan oligohidranmion, 7.882

lKK, Th. 42, No. 3 Juli 2010 2927


7

Berat Bqddn Lahir Rendah

no{mal, 2.400 polihidra{nnion, 9.461 berjenis kelamin


laki-laki dan6.639 perempuan. . Dari 16.100 kelahiran hidup didapatkan 13.90?
berat badan lahir normal, t.gbt rendah, dan 202
2. Angka kejadian BBL& BBLSR dan lahir mati
sangat rendah. Sedangkan kelahiran matlstillbirth
Tabel 3. Distribusi berat badan L4hir bayi tal1un didapatkan sebmryak 3ll bayi. 4Angka kejadian BBLR =
2010 di Palembang 123% denganconfidence hrterv al 95% :11,7 9-l2.lf/o,
angka kejadian BBLSR = 1.25% dengan cordidence
Berat Badan Lahir %
interval 95%: 1.ll-1.46Vo, sedangkan Still Birth Rae
Normal (2500-a000 g) 13.907 86.3% = 193% dengan confidence interval 95Yo :1.7 9:2,.22o/o.
Rendah ({500 g) BBLR 1.991 12.3%
Sangat Rendah (<1500 g) 202 r.2s%
BBSLR
Jumlah kelahiran hidup 16.100 100%
Jumlah lahir mati/Still Birth 312 1.93 %

3. Eaktor resiko kejadian BBLR dan BBLSR

Tabel 4. Faktor resiko kejadian BBLR dan BBLSR dari ibu

Faktor Risiko X2
Umur Ibu Normal BBLR BBLSR Jumlah
<20 492 95 26 613
20-35 30.88
12.260 1,823 ,. t3g 14222 0.00004
>35 1,125 t19 'u 2r 1.265
Usia kehamitan Normal BBLR BBLSR Jumlah
Preterm 545 442 127 l.148
Aterm 13.102' 1.583 74 14.759 n72.53 0.000005
Postterm 181 t2 0 193
,Paritas Normal BBI,R BBLSR Jumlah
Primipara 5.682 97t . .83 6.736
Multipara 7.91A 938 121 8.969 74.16 0.000001
Grandemultipara 263 720 9 39s r}
KadarHB Normal BBLR BBLSR Jumlah
Anemia t.347 24s 46 1.638
Tidak Anemia 2.552 27.69 0.000001
403 J5 2.988
Riwayal Abostus Normal BBLR BBLSR Jumlah
Abdrtus + 1.145, 137 2t 1.303
Abortus (-) 2.50 0.286
13.1 15 1.345 182 14.797
Preeklamsl Normal BBLR BBLSR Jumlah
Preeklampii (+) 728 129 24 881
Preeklampsi (-) 203.21 0.000002
13. I 58 1.560 122 14.840
Eklamsi Normal BBLR BBLSR Jumlah
Eklampsi (+) 39 6t 8 98
Eklampsi (-) 94.08 0.000001
12.854 2.860 t69 r5,883
Diabetes Mellitus Normal BBLR BBLSR Jumlah
DM (+) t2 6 J 2t
10.74 0.004645
DM (.) +.255 917 68 5.218
Pendidikan Normal BBLR BBLSR Jumlah
SD 727 130 17 874
SMP 982 203 t6 1.201
t3.12 0.041 l 88
SMA 2.246 413 5.1 2.710
PT r,22t 184 10 1.415

Dari hasil penelitian didapatkan, untuk ibu terdapat 12.206 bayi dengan berat badan lahir
melahirkan dengan kelompok umur ( 20 tahun terdapat normal, 1.8233 BBLR, dan 139 BBLSR, kelompok
492 bayi dengafr berat badan lahir normal, 95 berat >35 tahun terdapat 1.125 bayi dengan berat badan
badan lahir rendah @BLR), dan26 berat badan lahir lahir normal, 119 BBLR, dan 21 BBLSR dan
sangat rendah (BBLSR), kelompok 20-35 tahun terdapat hubungan bermakna antara kejadian BBLR

2928 JKK, Th, 42, No. j Juli 2010


II
Betat Badan Lahir Ren4sh

dan BBLSR dengan usia ibu dengan Chi-Square = Pada kelompok preeklamsia terdapat 728 berct
30.88, p = 0.000004. badan lahir normal, 129 BBL& 24 BBLS& dan
Unhrk usia kehamilan pada kelompok preterm kelompok tanpa preeklamsia terdapat 13.158 byi
terdapat 545 dengan berat badan lahir normal, 442 dengan berat badan lahir normal, 1.560 BBL& dar
BBLR, dan 127 BBLSR, kelompok aterm terdapat 122 BBLSR. Berdasarkan uji statistik Chi-Squme
13.102 dengan berat badan lahir normal, 1.583 diperoleh p
value 0,000002, , terdapat hubqgan
BBL& dan 74 BBLSR dan kelompok postterm bermakna antara preeklamsia d4n kejadian BBLR serb
terdapat 140 dengan berat badan lahir normal dan BBLSR. Demikian juga eklampsi dimana pada
delapan BBLR, Berdasarkan uji statistik Chi-Square kelompok eklamsia terdapat 39 bayi dengan berat
diperoleh p value = 0.000005, berarti ada hubungan badan lahir normal, 6l BBLR, 8 BBLSR dan kelornpok
signifikan antara usia kehamilan dan kejadian BBLR tanpa eklarnsia tefdapat 12.854 bayi dengan berat
serh BBLSR Berdasarkan penelitian diketahui, dmi badan lahir normal, 2:860 BBL& dan 169 BBLSR
kelompok primipara terdapat 5'.682 berat 6ddan lahir Berdasarkan uji statistik Chi"Square nlar p value
normal,971 BBLR, dan 83 BBISR. Untuk,kelompok 0.000001, terdapd hubungan bermalcra antara eklausia
muitipara terdapat 7.910 berat badan lahir normal, 938 dan kejadian BBLR serta BBLSP-
BBL& dan 121 BBLSR Untuk kelornpok grande- Dari rekam medik yang mencat4t riwayat DM
multipara terdapat 263 dengan berat badan lahir normal, didapatkan kelompok ibu hamil tanpa diabetes
120 BBLR dan 9 BBLSR. Berdasarkan uji statistik mellitus terdapat 4233 bayi dengan berat badan lahir
Chi-Square diperoleh p value 0.000001, berarti ada normal; 917 BBL& 68 BBLSR. Dan kelompok diabetes
hubungan sigrifikan antara paritas dan kejadian BBLR mellitus positif tdrdapat 12 dengan berat badannormal
serta BBI,SR Berdasarkan penelitian diketahui, dari 6 BtsLR dan 3 BBLSR Berdasarkan uji statistik Cftr'-
kelompok anemia terdapat 1.347 berat badan lahir square nilai p value 0.004645, berarti ada hubungan
normaf 245 BBLR, dan 46 BBLSR. Untuk kelornpok signifikan antara ibu dengan riwayat diabetes mellitus
tidak anemia terdapat 2.552 bayi dengan berat badan dan kejadian BBLR sertraBBLSR.
lahir normal, 403 BBL& dan 33 BBLSR. Berdasarkaq Faktor pendidikan dari kelompok SD terdapat 727
uji statistik Chi-Square diperoleh p value 0.000001, bayi dengan berat badan normal, 130 BBLR" dal 17
berarti ada hubungan signifikan antara arremia dan BBLSR. Untuk kelompok SMP terdapa! 982 bayi
kejadian BBLR serta BBLSR. Rekam medik riwyat dengan berat badan lahir normal,203 BBLF" dan 16
abortus didapatkan yang dengan riwayat abortus terdapat BBLSR, Untuk kelompok SMA terdapat 2.246
1.145 dengan berat badan lahir normal, 137 BBLR, 2l dengan berat badan nonnal, 413 tsBL& dan 5l
BBLSR dan ibu yang tanpa riwayat abo(us terdapat BBLSR. Untuk kelompok PT terdapat l-221byi
13.115 berat badan lahir normal, 1.345 BBLR, dan dengan berta badan lahir normal 184 BBLRdaa I0
182 BBISR analisis statistik didapatkankan Chi-Square BBLSR. Berdasarkan uji statistik Chi-Squere nil{ p
2.5 dan nilai p=0.286 disimpulkan tidak ada hubungan value 0.A41188, berarti ada hubungan sipifikan yang
bermakna antara riwayat aborfus Can kejadian tidak kuat antara pendidikan terakhir dan kejadian
BBLRseTtaBBLSR. BBLR serta BBLSR.

Tabel 5. Faktqr resiko kejadian BBLR dan BBLSR dari jumlah janin dikandung

Kehamilan Ganda Normal BBLSR Jumlah X2


Gemeli (+) t92 l6l 36 389
I
681.34 0.0000
Gemeli O' 13.742 1.784 t8s 1s.711
Polihidramnion 8 6l t2 81
Normal 6.350 1.435 97 7.882 5423 I
Oligohidramnion 213 :
2.t53 34 2.400
Laki-Laki 8.344 986 13i , 9.46t

Dari kelompok bayi kehamilan tunggal terdapat lahir normal, 98 BBLR, 12 BBLSR dan kelompok
13J42 bayi dengan berat badan lahir normal, 1.784 volume amnion normal terdapat 7.950 bayi dengan
BBLR" dan 185 BBLSR. Untuk kelompok keharnilan berat badan lahir normal, 1.635 BBL& dan 97 BBL$R
ganda tadapat l:92 bayi dengan berai badan lahir Untuk kelompok oligohidramnion terdapat 213 b{yt
normal, 16l BBLR" dan36 BBLSR. Berdasarkan uji dengan berat badan lahii normal, 2.153 BBL& dan34
statistik Cki-Square diperolehp value 0.00004, terdapat BBLSR. Berdasarkan uji statistik Chi-square drperokhp
hubungan signifikan antara kehamilan ganda dan value I berarti tidak ada hubungan signifikan antara
kejadian BBLR serta BBLSR. volume amnion dan kejadian BBLR serta BBI-SR,
Untuk faktor resiko volume amnion, kelon$ok Berdasaikan jenis kelamin bayi yang dilahirkan jenis
polihidramnion terdapat 8 bayi dengan berat badan kelamin laki-laki terdapat 8.34{ bayi dengan berat

JKK, Th. 42, No. 3 Juli 2010 2929


Berat Badan Lahir Rendah

badan lahir nonnali 986 BBLR+ dan 131 BBLSR. Chi-square diperoleh pvalue 0.005379, berarti ada
Untuk kelompok jenis kelamin perempuan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin janin dan
5.548 bayi dengan berat badan lahir normal, 983 kejadian BBLR serta BBLSR.
BBLR, dan 108 BBLSR. Berdasarkan uji statistik

Tao'el 6, Hubungan sosial ekonomi dan kejadian BBLR dan BBLSR

Sosial Normal BBLR BBSLR Jumlah xz


ekonomi
Rendah 1.903 249 51 2.203
Sedang 3.4S6 922 177 4.s85
4232
Tinggi 4b5 1.759 !.073 3.311

I Dari kelompok dengan status ekonomi tinggi antara status ekonomi keluarga dan kejadian BBLR
terdapat 485 bayi dengan berat badan lahir normal serta BBLSR
dan l.?59 BBL& dan 1.073 BBLSR. Untuk kelompok
sbtqs ekonomi sedang terdapa! 3.486 dengan berat 4. Analisis regresi multinomial hubungan Faktor
badan lahir normal" 922 BBLR' dan 177 BBLSR. Ibu; Janin, dan Status Skonomi Keluarga
Untuk .kelompok status ekonomi rendah terdapat dengan Kejadian BBLR dan BBLSR
1.903 dengan beratbadan lahir normal, 249 BBLR
dan 5l BBLSR Berdasarkan uji statistik Chi-Square Untuk memisahkan faktor risiko BBLR dan
diperoleh p valqe l, tidak ada hubungan signifikan BBLSR serta mengontol variabel perarlpu dilakukan
! analisis regresi multinomial.

Tabel 7. Multinomial Regresi BBLSR dan BBLR

Kesimpulan BB Janinu Std. Enor Wald df Sig. Exp(B)

BBLSR Usia ibu -.574 a202 8.061 .005 2.563


Usia gestasi 18.368 . 153 1.44884 .000 9.482
Anemia -18.496 .753 603.254 .000 x 9.274
DM 2.249 1.069 4.426 .035 9.476
eklampsi -15.904 1.004 zst.1s9 .000 1239
Pre eklampsi .983 .230 18,267 .000 2.673
ekonomi -3.807 .095 1.604 .000 2.022
Kembar 2.979 .232 t64.r9s .000 19.671
BBLR Anemia -16.045 .088 3344 1 2.578
DM 1.368 .572 5.126 I .01'7 3.926
Eklampsi -18.338 .221 6.889 1 .000 1.086
Hidramnion -7.706 .449 295.048 1 .000 2.040
Ekonomi -2.616 .064 1.650 I .000 2.473

Dari hasil analisa regresi multinomial untuk dengan berat badan lahir rendah (BBLR) tercatat 44
BBLSR didapatkan 8 faktor risiko yang berperan secara bayi meninggal Q3.5%) dan 143 bayi hidup. Dari
bermakna antara lain usia ibu, usia gestasi, anemia, bayi BBLR yang hidup didapatkan 8 bayi dengan
diabetes mellitus, eklampsi, pre-eklampsi, status sosial kelainan neurologis.
ekonomi dan kehamilan kembar.
Untuk BBLR didapatkan 5 faktor risike yang Pembahasan
berhubungan secara belmakna dengan kejadian BBLR 1. Cakupgn penelitian
antara lain anemi4 diabetes mellitus, eklampsi, Penelitian ini mencakrtp hampir seluruh permlinan
hidramnion dan status Sosial ekonomi keluarga. di Palembang kecuali persalinan di rumah, persalinan
Dari 250 bayi dengan BBLR dan BBLSR yang oleh dukun yang tidak dapat diteliti karena tidak
berhasil dikunjungi didapatkan hasil survei ke lapangan mungkin memiliki rekam medik Cakupan persalinan
pada 55 bayi d(ngan berat badan lahir sangat rendah yang diteliti mendekati 600/o dan angka kelahiran di
(BBLSR) tercatat 43bayi meninggaf Q0.6%) dan 12 kota Palembang sehingga gambaran BBLR dan BBLSR
laihnya hidup.Dari 12 yang hidup 3 bayi BBLSR ini di Palembang dapat terwakili.
dengan kelainan neurologis. Sedangkan pada 182 bayi

2930 JKK, Th. 42, No. 3 Jati 2010


t

2. Angka kejadian BBLR dan BBLSR Anemia ptuau ibu hamil akan menyebabkan
Dari hasil penelitian di Kota palembang, terhihrng gangguax nutisi dan okigenasi utero plasenta.,rz Hal
proporsi BBLR sebesar t23a/o dan lp57; BBLSR:
ini tentunya menyebabkan gangguan pertumbuhan
UlnA BBI,R masih lebih rendah dari angka kejadian janin.
global I 6% dan nasional sebesar Z- t +Zol lebifr iinegi
dari rata rata kejadian di negara berkembang af,in d. Preeklampsia
tetapi angka kematiannya cukup tinggi mencapai Preoklampsi merupakan faktor risiko BBLSR
22.3% sedang BBLSR mempunyai masalahnya dan tidak pada BBLR dengan angka kejadian
selain angka kejadiannya tinggi jula 5.3% dwi
lers.endiri 9eluruh dtu lt%.bay bayr
persalinan
berhubungan erat dengan tingginya angka kimatian dengan BBLSR dilahirkan oleh ,ibu a*gun
pada kelompok ini yang mencapai g4% menturirgkan preeklampsi Pada preeklampsia te,rjadi gangguan
masih belum memuaskannya p"Lyanan tesetrataf, iUu awal pada placenta yang menrpakan jalurpenyaluran
dan anak. oksigen dan makanan dari lbu ke janin meldui
asupan darah. Gangguan pada plasenta menyebah.
3. Faktor lbu kanjanin kelturangan oksigen dan nutrisi.13 Hal ini
Faktor,ibu yang diteliti dibagi menjadi beberapa tentunya berdatnpak pada rendalmya berat badan
faktor, yaitu usi4 usia kehamilar! paritas, kadar H-b, lahir.
riwaypt abortus, preeklampsia, eklampsia, diao-etes
mellitus, dan pendidikan terakhir. e. Eklampsia
a. Usia Merupakan faktor resiko kejadian BBLR dengan
Usia ibu < 20 tahun merupakan faktor risiko angka kejadian eklarnpsi sebesar 0.6% 7gI
kejadian BBLR dan BBLSR. Hal ini sesuai dengan persalina4) dan sebanyak 56% dilahirkan BBLR dan
survei demografi kesehaten Indonesja (SDKI) ying hanya 5 bayi dengan BBLSR
menyatakan usia ibu < 20 tahun merupakan faktor
risiko. Persalihan ibu usia < 20 tahun rnencapai 5Zo Diabetes Mellitus
' dari seluruh pergalinan dan 30yo Uayi dititrirt<ari Merupakan faktor risiko baik BBt R maupun
preterm. Ibu usia yang rnuda umumnya kurang
pahaln dalam asuhan perawatan dan asupan nutrisi PBLSR. Ibu dengarr riwayat DM mempmyai
kecenderungan melahirkan bayi BBLR dan gbISR"
saatkehamilan Hal ini mungkin disebabkan oleh kerusakan
mikosirkulasi sehingga menstimulasi preeklansia
b. Usia Kehamilan yang terkait lanqqung dengan terhambatnya per-
Usia kehamilan merupakan faktor resiko terjadinya tumbuhan janin.la
BBLR dan BBLSR. Usia kehamilan mempengaruhi
rr
pematangan organ dan efektifitas penyaluran nutrisi
Faktor Janin
dan olsigenasi plasenta yang diburuhkan janin Faktorjanin yang diamati di lapangan dibagi menjadi
untuk tumbuh:optimal.e pada usia kehamilan k**g -beberapa
.
faktor, yaitu: kehamilan ganda: vohme
lulan (28-36 .inggu) pematangan organ yang amnion, dan jenis kelamin.
belum sempuma fu, kuangnya efektifitai
penyaluran nufisi dan ok.sigenasi membuat janin a. Kehamilan Ganda
tumbuh tak optimal. Hal ini membuat bal terlahir Pada kehamilan ganda suplai darah kejanin harus
mempunyai berat badan lahir rendah dan sangat terbagi dua atau lebih untuk masing:masing
rendah. 'Dalam analisis penelitian Kota di janin sehingga suplai nutrisi ber-kuran!.tu padi
Palembang, usia kehamilair merupakan faktor risiko penelitian ini kehamilan ganda merupakan faktor
kejadian BBL,R dan BBLIR. pada kehamilan risiko kejadian BBLSR dan bukan faktor resiko
kurang bulan/preterm hanya terdapat 39.7% bayi BBLR.
yang terlahir dengan BBL& fi.4yo dengan
BBLS$ hanya 39.1%yanglahir dengan berat badan b. Volume Amnion
normal. Angka kejadian persalinan preterm Oligohidramnion berhubungan dengan retardasi
menc4pai 7.lYo dari seluru]r p*dinln: perfumbuhan intrauterin. Hal ini menjadi paling
,
nyata sesudah kehamilan 20 minggu, tetlta inioasi
c. Kadar Hemoglobin janin menjadi sumber utama cairan amnion.e Ber-
IGdar hemoglobin dibawah llgro/o (anemia) angka dasarkan analisis data volume amnion mempunyai
kejadiannya 3l% darl seluruh persalianan dan hubungan signifikan terhadap kejadian BBLR
mempunyai hubungan sigrifikan dengan kejadian
BBLR dan BBLSR. Terbukti dengan adanya I**, kecenderungan kejadian BBLR bukan pada
kasus oligohidramnion melainkan polihidram-nion:,
kecenderungan kejadian BBLR dilahirkan oleh Kemungkinan hal ini terjadi karena volume amrlion
42.% ibu dengan anemia dan BBLSR dilahirkan yang banyak memberikan tekanan berlebih pada
oleh 39.7 % ibu dengan anemia. plasenta sehingga aliran nutrisi dan oksigen ddak

JKK, Th. 42, No. 3 Juli 2010


2931
Berat Badan Lahir Rendah

maksimal. Hal ini nenyebabkan pematangan organ webciteAbdul Bari Sarifirdin. Bayi berar lahir
janin darf Rerhrmbuhan intrauterine tidak optimal. rendah. Dalam: Blrku acuan nasional pelayanm
kesehatan matemal dan neonatal. J akarta: yayasan
5. Faktor:statusEkonomi L,ur.uu Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 20ffi; lS7 6-
Dampak dmi status ekonomi yarig rendah, bermuara 8.
pada' ketersediaan pangah yang terbatas, asupan 4. Najoan Nan Wmouw, Sugiarto Wiriada&.
makanan yang,tidak seimbang, dan perawatan antenatal Hubungan serum feritin ibu hamil timester ketiga
yang klrangrT Berdasarkan peneliiian diketahui bahwa dengan bayi berat badan lahir rendah. Cermin
status ekonomi keluarga' mempunyai hubungan Dunia Kedokt eran, 2005;1 46:5- I 5.
,signifikan terhadap kejadian BBLR dan BBLSR. Nortlrop-Clewes CA, Ahmad N, paracha p,
Terlihat pada status ekonomi tinggi persentasi BBLR
l.
David IT. Impact sf health services provision on
sebesar l,75yo. Angka ini lebih kecil dibandingkan mothers and infants in a rural village in North
kelompok status ekonomi sedang sebesar 24% dan 15% West Frontier province, Pakistan. public Health
rmtuk status ekonomi rendah. Nutr I 998 ;l ( I ): 5 I -59. PubMed Abstract I pubtisher
FullTex.
Kesimpulan 6. Jovan Dachi. Permasalahan berat lahir rendah,
1. Proporsi kejadian BBLR di Kota Palembang tahun August 19,2007. (diakses tanlgal4 september
2010 setresal 12.3%. 2008). Available &om
2. Proporsi kejadian BBLSR di Kota Palembang URL http ://j o vandc. multip ly. c om/j oumaUitun/4
:

tahun 2010 sebesar l,25Yo. /PERMASALAHAN BERAT LAHIR NENO


3. Angka kelahiran mati/lahir matilstill Birth: l.93P/o AH_BBLR.
4. Didapatkan 8 faktor risiko kejadian BBLSR terdiri 7, Valero De Bernabd J, Soriano T, Albaladejo R,
dari usia ibu, usia gestasi, anemi4 DM, preeklampsi, Iuananz M, Calle ME, Martinez D,
eklampsi, status sosial ekonomi, dan keharnilan Dominguez-Rojas V: Risk factors for low birth
g4nda" Sedangkan unfik BBLR hanya didapafi<an 5 , weight: a review. Eur J Obstet Gynecol Reprod
faktor resiko antara lain anemi4 diabetes mellitus, Biol 2004; I I 6(l):3- I 5.
eklampsi, hidramnion dan status sosial ekonomi 8. Najmi RS: Disfribution of birthweights of
keluarga- hospital born Pakistani infants. J pak Med
Assoc 2000;5 0(4):l2l -4. PubMed Abstracr
Saran 9. Ikee FF, Berendes HW. Risk factors for term
I Perlu dikembangkan model deteksi dini BBLR & intrauterine growth retardation: a community-
BBLSR tingkat komunitas dengan merujuk pada based study in Karachi. Bulletin of the World
faktor resiko yang ditemukan pada setiap unit Health Organization 7994, 22(t):581-587.
pelayanan ibu hamil di Kota Palembang. PubMed Abshact.
2 Perlu dikembang sistem perujukan ke pusat 10. Smith GC, Pell JP, Dobbie R. Caesarean section
pelayanan tertier dari lini pelayanan primer and risk of unexplained stillbirth in subsequent
dikomunitas '
, .pqegnancy. LAN CET 2003 ;3 62(939t)21779'M.
3 Peningkatan ,homKes kehamllan dan sosialisasi 11. Departemen Kesehatan Republik Indoresia.
untukhamil diatas umur2O tahun. Hak-hak anak Indonesia belum terpenuhi,
4 Peningkatan peran sistem survailans December 29,2004 updated. (diakses tanggal 4
5 Sosialisasi umur hamil <20 tahun. ,
Juni 2010) Available from URL
6 Pemerintah Kota Palembang sebaiknya mem- www. depkes.go. idiindex, php?option=news&tas
perbanyaklnit gawat darurat neonetus dan santunan k=viewarticle&sid:709&Itemid:2.
bagi kelurga yang tak mampu dalam perawatan 12. Supono. IImu Kebidanan. Palembang: Bagian
bayi BBLR serta BBLSR agar berjalan optimal, Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
Universitas Sriwijaya, I 985.
Daftar Pustaka 13. Sitohang, Nur Hasanah. Asuhan keperawatan
l. Ridwan Atniruddin. Lahirnya generasi bangsa pada bayi berat badan lahir rendah. Medan;
yang sehat bebas asap rokok, 2l April 2007. Perpustakaan USU. 2004.
(diakses knggal4 juni 2010) Available fiom URL: 14. Wakdo E Nelson. Ilmu Kesehatan Anak.
http ://ridwanamiruddin.blogspot. com/2 007 I 0 4 - Jakarta:EGC ;2000.
/editorial-asap-rokok-dengan-bblr.html. 15. Ott W. Intrauterine growth retardation and preterm
2. Pusat Info Data PERSL Janin hadapi resiko delivery. Am J Obstet Gy:ecol, 1993;168: l7l0:1.
mqrtalitas lebih besar. (diakses tanggal I4 Juni 16. Berat Bayi l,ahir Rendah. Iakata: 2007 (diakses
2010) Available from tanggal 24 h:rlri 2010) Available from URL :
URL: http ://pusdiknakes.or. id/aersinew/? show= http ://blogj oeharno.b logspot. com/2 00 8_05_01_
detailnews&k o de- I 43 4 &tbl:cakrawal a. archive.html
3. UNDP: Infants with lowbirth weight. 17; Sarwono P. Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardj o, 1999.
Ihttp://hdrstats.undp.org/indicators/67,htm l]

2932 JKK, Th. 42, No. 3 fufi 2010