Biografi Raja Ali Haji Biografi merupakan salah satu bagian dari diri seorang tokoh yang sangat

penting untuk diungkap. Tanpa biografi, deskripsi tentang seorang tokoh menjadi tidak substansial lagi karena memang harus ada dan menjadi bagian integral dalam tulisan tentang tokoh. Biografi dapat diartikan sebagai catatan atau riwayat hidup seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain. Dengan demikian, biografi juga bisa dipahami sebagai alat pengumpul data untuk mengetahui riwayat hidup seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain. Biografi bisa berhubungan tentang data diri tokoh tersebut, silsilah, latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman jabatan, aktivitas nasional dan internasional, serta penghargaan. Dengan biografi ini, pembaca akan mengetahui bagaimana latar belakang dan riwayat perjalanan hidup tokoh tersebut, mulai dari kelahiran hingga kematiannya. Raja Ali Haji (RAH) merupakan tokoh penting di dunia Melayu. Pengaruh pemikirannya terhadap perkembangan dunia Melayu sangat kentara melalui berbagai karya sastra dan lain-lain yang dijadikan rujukan dalam tradisi penulisan klasik maupun modern. Ia juga dikenal sebagai ulama yang banyak berpengaruh terhadap wacana dan tradisi pemikiran di dunia Melayu. Berikut ini dikemukakan biografi RAH. 1. Data Diri <javascript:showDiv('dv1');> 2. Silsilah dan Latar Belakang Keluarga <javascript:showDiv('dv2');> 3. Pendidikan <javascript:showDiv('dv3');> 4. Pengalaman Jabatan <javascript:showDiv('dv4');> 5. Aktivitas Nasional dan Internasional <javascript:showDiv('dv5');> 6. Penghargaan <javascript:showDiv('dv6');> 1. Data Diri Nama Lengkap RAH adalah Raja Ali al-Hajj ibni Raja Ahmad al-Hajj ibni Raja Haji Fisabilillah bin Opu Daeng Celak alias Engku Haji Ali ibni Engku Haji Ahmad Riau. Ia dilahirkan pada tahun 1808 M di pusat Kesultanan Riau-Lingga di Pulau Penyengat (kini masuk dalam wilayah Kepulauan Riau, Indonesia). Sekilas tentang Pulau Penyengat. Dalam buku-buku Belanda, pulau kecil ini disebut Mars. Menurut masyarakat setempat, nama pujian-pujian dari pulau ini adalah Indera Sakti. Di pulau ini banyak terlahir karya-karya sastra dan budaya Melayu yang ditulis oleh tokoh-tokoh Melayu sepanjang abad ke-19 dan dua dasawarsa abad ke-20, di mana RAH termasuk di dalamnya. Catatan tentang hari dan bulan kelahiran RAH berbeda dengan ayahnya. Catatan mengenai kelahiran ayahnya begitu rinci, yaitu pada hari Kamis waktu ?Ashar bulan Rajab tahun 1193 H di Istana Yang Dipertuan Muda Riau-Raja Haji Ibni Daeng Celak. Sedangkan catatan mengenai RAH jusru singkat sekali. Bahkan, catatan kelahiran RAH lebih banyak didasarkan

Kakek (datuk) RAH bernama Raja Haji Fisabilillah. Pada tanggal 31 Desember 1872. Dari fakta ini dapat dikatakan bahwa RAH meninggal pada tahun yang sama (1873) di Pulau Penyengat. Menurut Hasan Junus (2002: 62). Dalam karyanya. yang meninggal di Tanjungpinang pada tahun 1873. Hal inilah yang menyebabkan banyak terjadi kemiripan nama dalam masyarakat Melayu. keadaan yang berbeda. Raja Ahmad (ayah RAH) dikenal sebagai intelektual Muslim yang produktif menulis karya-karya besar. Ia meninggalkan dua putra. Namun. Ia juga seorang pahlawan yang terkenal berani melawan penjajah Belanda. mengantar pada semangat zaman yang berbeda. terletak di luar bangunan utama Makam Engku Putri. seperti /Syair Perjalanan Engku Putri ke Lingga /(1835). Orang-orang Melayu juga sering memberikan nama anaknya dengan mengambil nama datuk (kakek) apabila datuknya itu sudah meninggal. sarjana kebudayaan Belanda yang kemudian menjadi sahabat terdekatnya. Silsilah dan Latar Belakang Keluarga RAH adalah putra Raja Ahmad. Persisnya. RAH pernah menulis surat kepada Hermann von de Wall. Ia dikenal sebagai YDM yang berhasil menjadikan Kesultanan Riau-Lingga sebagai pusat perdagangan yang sangat penting di kawasan ini. Tahun kapan meninggalnya RAH sempat menjadi perdebatan. Sehingga. ia menguraikan fakta perang Kesultanan Johor dan Kesultanan Aceh pada abad XVII. /Syair Raksi/ (1841). Atau ia lahir dua tahun setelah benteng Portugis /A-Famosa/ di Melaka diruntuhkan atas perintah William Farquhar. Orang-orang Melayu pada masa itu sering mengingat waktu kelahiran si anak dengan mendasarinya pada peristiwa-peristiwa penting. dan/ Syair Perang Johor/ (1843). masa yang berbeda. cucu Raja Haji Fisabilillah. ternyata ada fakta lain yang membalikkan pandangan umum tersebut. merupakan Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau IV. yaitu pada masa . RAH lahir lima tahun setelah Pulau Penyengat dibuka sebagai tempat kediaman Engku Puteri. sehingga meninggal di medan perang di Teluk Ketapang (18 Juni 1784). Makam RAH berada di komplek pemakaman Engku Putri Raja Hamidah. setiap pengunjung yang datang dapat membaca serta mencatat karya maha agung tersebut.pada perkiraan saja. Ibunya bernama Encik Hamidah binti Panglima Malik Selangor atau Putri Raja Selangor yang meninggal pada tanggal 5 Agustus 1844. /Syair Perang Johor/. /Gurindam Dua Belas/ diabadikan di sepanjang dinding bangunan makamnya. Karya RAH. Ia juga dikenal sebagai pemerhati sejarah. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa ia meninggal pada tahun 1872. 2. yang setelah berhaji ke Mekkah bergelar Engku Haji Tua. terutama sejarah masa lalu. yaitu Raja Ahmad (ayah RAH) dan Raja Ja'far. Semangat zaman yang berkembang pada saat itu menyebabkan orang-orang memanggil nama RAH dengan sebutan ?Raja?.

13). 8). RAH. 16). dan lain sebagainya. namun kemudian menetap di Riau dan memperoleh jabatan sebagai Yang Dipertuan Agung (pembantu sultan dalam urusan pemerintahan). M. Raja Siah. Raja Mala?. Ketika itu memang terjadi perang antara Kerajaan Minangkabau dan Kesultanan Melayu. Raja Abdul Mutallib. Keluarga Raja Ahmad terdiri dari orang-orang terpelajar dan suka dengan dunia tulis-menulis. 3). Aisyah Sulaiman. dan Opu Daeng Kemasi. Raja Haji Umar. Raja Bugis yang pertama kali masuk Islam. yaitu: 1). Raja Ali Kelana. ternyata memiliki keturunan yang salah satunya bernama Daeng Rilaka. Keturunan ini mendapat kedudukan di istana kesultanan. Raja Haji Umar (Raja Endut). Raja Abdur Rahman. Raja Abdul Majid. Raja Kaltsum. Raja Ibrahim Kerumung. Raja Engku Awan ibu Raja Kaluk. dan lain sebagainya. Raja Salamah. Hitam Khalid. RAH memiliki 17 orang putra-putri. 6). 2). Opu Daeng Cellak yang merupakan nenek RAH menjadi Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau II (1728-1745). Opu Daeng Menambun. Raja Salehah. Raja Sulaiman. Raja Ali Haji mempunyai beberapa saudara laki-laki dan perempuan. Anak keempat Daeng Rilaka. Said. yaitu Opu Daeng Parani. R. Raja Ahmad Tabib. 10). Raja Hamidah. Opu Daeng Cellak. 5). Raja Abu Bakar. Raja Hasan. Raja Engku Amdah. Raja Safiah. 4). dan Raja Usman. Jabatan tersebut merupakan realisasi dari perjanjian Kesultanan Riau-Lingga dengan Raja Bugis yang telah berhasil menaklukkan Minangkabau. YDM Muda Riau I (1723-1728). Raja Aisyah. maka anggota keluarga Raja Ahmad yang giat berkarya akan bertambah lagi. Raja Cik. Raja Haji Hasan. Raja Abdullah. dan 17). Bersama kelima anaknya itu. Raja Haji Abdullah. Daeng Rilaka mempunyai lima anak. menggantikan saudaranya Opu Daeng Marewah. Raja Muhammad Daeng Menambon. H. 14). Anggota keluarganya yang pernah menghasilkan karya adalah Raja Ahmad Engku Haji Tua. Abu Muhammad Adnan. Cerita ini bermula ketika La Madusilat. Daeng Rilaka meninggalkan tanah Bugis dan mengembara ke wilayah Kesultanan Riau-Johor. Raja Kalsum. Raja Aminah. Raja Siti.keemasan Johor. 7). Raja Ishak. Raja Haji Daud. Ia dikenal sebagai penulis pertama yang melahirkan sebuah epik yang menghubungkan sejarah Bugis di wilayah Melayu dan hubungannya dengan sultan-sultan Melayu. 9). Raja Khadijah. 12). Raja Cik. maka RAH merupakan keturunan Kesultanan Riau-Lingga yang dikenal memiliki tradisi keagamaan dan keilmuan yang sangat kuat. Garis keturunan ini berasal neneknya (Opu Daeng Cellak) yang berasal dari tanah Bugis. Raja Abdul Hamid. Jika ditelusuri hingga keturunan Raja Haji Fisabilillah (kakek RAH). . yaitu Raja Ali. yaitu Raja Haji Daud yang menjadi tabib. RAH sebenarnya berasal dari keturunan Bugis. 15). Opu Daeng Marewah. Raja Haji Salman Engku Bih. Raja Mai. Raja Muhammad Said. Dari ayah yang sama (Raja Ahmad). Raja Salehah (Zaleha). 11). Berdasarkan garis keturunan itu.

Di sana ia sempat berhubungan dengan Syeikh Daud bin Abdullah al-Fatani. Ulama ini merupakan sosok ulama terpandang di kalangan masyarakat Melayu yang ada di Mekkah. hadits. Raja Qamariyah. 7). 2). Ia belajar kepadanya seputar pengetahuan bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. yaitu Syeikh Syihabuddin bin Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari. Raja Khalid Hitam (meninggal dunia di Jepang). RAH memanfaatkan banyak waktunya untuk menambah pengetahuan keagamaannya. Ketika itu banyak tokoh ulama yang merantau ke Pulau Penyengat dengan tujuan mengajar dan sekaligus belajar. Pada saat itu. Selama di Mekkah. 9). RAH juga bersahabat dengan salah seorang anak Syeikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari. 6). 11). RAH memanfaatkan momentum ini sebagai wahana untuk belajar. Di antara ulama-ulama yang dimaksud adalah Habib Syeikh as-Saqaf. Pendidikan RAH memperoleh pendidikan dasarnya dari ayahnya sendiri. Ketika ia beserta rombongan ayahnya pergi ke Betawi pada tahun 1822 (sebagaimana akan dibahas pada bagian tersendiri). Ia juga pernah belajar bahasa Arab dan ilmu agama di Mekkah. 8). 5). 4). Ketika itu. bahasa. Hanya saja. Raja Rahah. Raja Haji Abdullah Hakim. dan masih banyak lagi. Pendidikan dasar yang diperoleh RAH adalah sama dengan anak-anak seusianya. maka ia termasuk orang pertama yang dapat bersentuhan dengan pendidikan model ini. Raja Haji Umar. Raja Mariyah. Di lingkungan kesultanan ini. Syeikh Ismail bin Abdullah al-Minkabawi. memang RAH memiliki kecerdasan yang di atas rata-rata. Di samping itu. RAH masih berusia muda. RAH beserta ayah dan rombongannya sempat ke Mesir. pendidikannya seakan-akan mengalami peningkatan yang sangat tajam. Raja Amimah. Raja Manshur. dan 12). yaitu ketika ia bersama ayahnya dan sebelas kerabat lainnya mengunjungi tanah suci Mekkah pada tahun 1828 (untuk berhaji). Cucu-cucu RAH ini kemudian menjadi ulama-ulama dan tokoh-tokoh masyarakat.Anak RAH yang pertama (Raja Haji Hasan) mempunyai 12 orang putra-putri. Ia belajar al-Qur?an. Raja Abdur Rasyid. . setelah berkelana di Mekkah beberapa bulan. Syeikh Ahmad Jabarti. Raja Haji Abdul Muthallib. 3). Raja Kaltsum. yaitu: 1). dan sastra. secara langsung ia mendapatkan pendidikan dari tokoh-tokoh terkemuka yang pernah datang. yaitu bertemu langsung dengan tokoh-tokoh ulama yang datang ke Pulau Penyengat. Syeikh Abdul Ghafur bin Abbas al-Manduri. RAH juga mendapatkan pendidikan dari luar lingkungan kesultanan. Selama berkelana di Mekkah. 10). Di tanah suci inilah. Raja Haji Andi. ia juga mendapatkan pendidikan dari lingkungan istana Kesultanan Riau-Lingga di Pulau Penyengat. dan ilmu-ilmu agama lainnya. Mereka merupakan bangsawan Riau yang pertama kali mengunjungi Mekkah. Oleh karena RAH merupakan bagian dari keluarga besar kesultanan. 3. Kesultanan Riau-Lingga dikenal sebagai pusat kebudayaan Melayu yang giat mengembangkan bidang agama.

RAH dan Raja Ali bin Ja?far kemudian membangun lembaga ?/Ahlul Halli wa Aqdi/? yang membantu jalannya roda pemerintahan kesultanan. Ketika Raja Ali bin Ja?far diangkat sebagai Yang Dipertuan Muda Riau VIII pada tahun 1845. Ketika itu Sultan Mahmud Muzaffar Syah belum mau menunjuk Yang Dipertuan Muda pengganti Marhum Kampung Bulan yang telah meninggal dunia. yang pada saat itu masih berumur sangat muda. Keperluan mereka adalah untuk memeriksa kawasan tersebut. Menjelang wafatnya pada tahun 1858. Pada tanggal 26 Juni 1844 atau Hari Rabu 9 Jumadil-akhir 1260 H. ia beserta saudara sepupunya itu dipercaya memerintah wilayah Lingga untuk mewakili Sultan Mahmud Muzaffar Syah. Pada tahun 1822. Meski diserahi tanggung jawab kenegaraan yang begitu berat karena menguras tenaga dan pikirannya. Yang Dipertuan Muda Raja Haji Abdullah Munsyi menulis surat wasiat yang isinya mengangkat RAH sebagai pemegang segala pekerjaan hukum. 5. RAH diangkat sebagai penasehat keagamaan kesultanan. Mereka juga mengelola penambangan timah. RAH berdagang di Pulau Karimun dan Kundur. Perjalanan ke Betawi/* RAH dikenal sangat dekat dengan ayahnya. yaitu semua urusan yang menyangkut jurisprudensi Islam. pergi ke seluruh kawasan Kesultanan Riau-Lingga hingga ke pulau-pulau terpencil. Pekerjaan sebagai penanggung jawab bidang hukum Islam di Kerajaan Riau-Lingga diemban oleh RAH hingga ia meninggal pada tahun 1873. RAH mengikuti saudara sepupunya. RAH sudah diamanahi tugas-tugas kenegaraan yang penting. Ayahnya membawa rombongan . Petisi itu ditandatangani oleh para pendukung Raja Ali. Raja Ali bin Ja?far. pada tanggal 7 Mei 1868. RAH membuat petisi yang isinya mendukung Raja Ali menjadi Wakil Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga. Bersama dengan Raja Abdullah Mursyid dan Raja Ali bin Ja?far. namun RAH tetap menunjukkan profesionalitasnya sebagai penulis yang sangat produktif. RAH mengetuai rombongan Kesultanan Riau-Lingga menuju Teluk Belanga untuk menghadiri penobatan Tumenggung Johor Abu Bakar sebagai Maharaja Johor. Aktivitas Nasional dan Internasional */5. RAH ikut ayahnya ke Betawi selama tiga bulan. Dalam usia 30 tahun. Pengalaman Jabatan Ketika masih dalam usia muda. Ketika Yang Dipertuan Muda Riau Raja Ali bin Ja?far digantikan oleh adiknya Raja Haji Abdullah Mursyid.4. Ketika usia RAH telah mencapai 32 tahun. Ketika Raja Ali bin Ja?far dipercaya menjadi Wakil Yang Dipertuan Muda di Kesultanan Riau-Lingga. RAH juga ikut membantu pekerjaan saudara sepupunya itu. 1. Di sela-sela tugasnya sebagai abdi negara.

yaitu RAH sendiri dan Raja Muhammad. rombongan ini akan menemui Gubernur Jenderal Hindia-Belanda Godart Alexander Gerad Philip Baron van der Capellen. Ia juga sempat mengunjungi ulama terkenal Betawi bernama Saiyid Abdur Rahman al-Mashri. Bangunan gedung ini bentuknya seperti rumah yang lekuk ke dalam tanah. sebuah ?belah semangka?. RAH memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang bakal dilihat atau ditemuinya di sana. Ia sempat bertemu dengan Gubernur Jenderal Godart Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen yang menjamu rombongan Raja Ahmad di Istana Gubernur Jenderal Belanda./ Kedua/. Secara khusus. Rekaman peristiwa dan pengalaman RAH selama di Betawi dituangkan dalam karyanya berjudul /Tuhfat al-Nafis/. gedung ini dipugar kembali untuk dijadikan sebagai gedung teater dengan luas 1. sebuah penisi. yaitu pada tahun 1833. Pada tahun 1821. pertemuannya dengan Christiaan van Angelbeek. Pada abad ke-19. Oleh Daendels.476 meter persegi dan diberi nama Schouwburg. Kepergian ayahnya beserta rombongan itu adalah dalam suatu urusan Kesultanan Riau-Lingga dengan pemerintah Hindia Belanda. dan Gedung Societet Concordia. Maka lalulah dibawanya kepada satu rumah main wayang. yang disuruhnya yaitu Sayid Hasan. /Pertama/. yaitu Gedung Schouwburg. Maka pergilah sekalian utusan itu. Ia juga dapat berkenalan dengan beberapa orang Belanda yang menguasai bahasa Melayu dengan baik. dan kemudian meneruskan pelayaran melalui Selat Bangka.. Gedung Societet de Harmonie. gedung ini difungsikan sebagai gedung pameran. Sesampainya di Betawi. Gedung terakhir tidak mungkin ditonton oleh RAH dan rombongan Kesultanan Riau-Lingga karena baru dibangun setelah kedatangan mereka.. termasuk istri dan dua orang anaknya./?.. Gedung Societet de Harmonie sendiri dibangun pada tahun 1815 dengan kapasitas tempat duduk 250 orang dan beratapkan rumbia. kata orang namanya wayang komedi. sebenarnya ada tiga buah gedung yang sering digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian di Betawi. kesempatannya ketika menonton opera di Gedung Schouwburg (yang kini bernama Gedung Kesenian Pasar Baru Jakarta). Berdasarkan teks ini. Ia juga dapat mengunjungi Bogor dan menonton berbagai pertunjukan kesenian di sana. dan sifat rumahnya itu lekuk ke dalam tanah. Mereka bertolak dari Riau dengan menggunakan sebuah /penjajab/. Perjalanannya dimulai dengan bersinggah sebentar di Lingga. dan sebuah perahu biasa. maka jelas bahwa gedung yang ditontoh RAH dan rombongan Kesultanan Riau-Liangga adalah Gedung Schouwburg (yang . Ada dua peristiwa penting dari pengalamannya selama di Betawi yang kelak mempengaruhi pemikiran RAH. seperti opera. tepatnya dalam urusan perdagangan dan penelitian. Pernah ada perdebatan tentang manakah yang benar: di Gedung Societet de Harmonie atau di Gedung Schouwburg sebagai tempat RAH dan rombongan Kesultanan Riau-Lingga menonton berbagai pertunjukan kesenian? Teks dalam /Tuhfat al-Nafis/ disebutkan: ?/Syahdan pada satu malam datang panggil Gubernur Jenderal segala anak raja utusan itu. penerjemah resmi Biro Urusan Pribumi pada Pemerintah Hindia Belanda. Holanda.Kesultanan Riau-Lingga.

Pada tahun 1846. Perjalanan ke Mekkah/* Sebagaimana telah sedikit dibahas pada bagian sebelumnya. Ada banyak tokoh ulama setelah itu yang merupakan murid RAH. Selama berkelana di Mekkah. bahasa. dan pengetahuan agama lainnya. Sekembalinya dari tanah suci. RAH sempat sakit di Kota Juana.terbaru). RAH menjadi ulama terkemuka di masanya. sastra. RAH banyak mendapat ilmu yang sangat berharga dalam kehidupan dan perkembangan intelektualnya. RAH menjadi tumpuan banyak orang yang menanyakan masalah-masalah keislaman. Menurut cerita. Raja Ahmad dikenal dengan gelar Engku Haji Tua dan anaknya (RAH) mulai bergelar Raja Ali Haji. ilmu ushuluddin. Pada tanggal 5 Maret 1828 atau 18 Sya?ban 1243. */5. Johor. Ketika saudara sepupunya yang bernama Raja Ali bin Raja Ja?far menjadi Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau VIII (tahun 1845-1857) menggantikan saudaranya Raja Abdur Rahman bin Raja Haji Yamtuan Muda Kerajaan Riau VII (tahun 1833-1845). Kesultanan Riau-Lingga. Bahkan. yang diterbitkan dalam bahasa Belanda /Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap II/ (oleh E. sejarah. bahkan dalam keadaan koma (hampir meninggal). Ia dikenal ahli dalam bidang agama. Dengan penuh kesabaran. di antaranya adalah Raja Haji Abdullah yang kemudian menjadi Yang Dipertuan Muda Riau IX (tahun 1857-1858) dan Saiyid Syaikh bin Ahmad al-Hadi. */5. Adapun aktivitas kepenulisan RAH digambarkan berikut ini. Ayahnya sempat membelikan keranda karena mengira anaknya akan meninggal. Ia tercatat sebagai penulis paling produktif di masanya. selain Betawi. Karyanya berjudul . Sejak menunaikan ibadah haji itu. ilmu tasawuf. dan tata negara. RAH akhirnya dapat sembuh kembali. Ia mengajarkan ilmu nahwu. 3. 2. Raja Ali bin Raja Ja?far juga ikut belajar kepada RAH. ilmu fikih. pada tahun 1828 RAH mengikuti sejumlah rombongan Kesultanan Riau-Lingga untuk menunaikan ibadah haji yang dipimpin oleh ayahnya sendiri (Raja Ahmad). RAH menyelesaikan penulisan karya /Gurindam Dua Belas/. ilmu sharaf. Pada tahun 1826. Aktivitas Kepenulisan/* Usia 40 tahun adalah masa di mana RAH banyak mencurahkan perhatiannya pada penulisan karya-karya sastra. dan Pahang ketika itu menjadi terkenal berkat karya-karya RAH yang banyak dibicarakan pakar bahasa dan sastra di Nusantara dan juga di luar negeri. Netscher) pada tahun 1854. RAH juga pernah ikut ayahnya pergi ke pesisir utara Pulau Jawa. rombongan ini sampai di Jeddah. bukan Gedung Societet de Harmonie. Namun atas kuasa Allah SWT. hukum. Ayahnya melakukan perjalanan ke sana dengan tujuan berniaga agar dapat menghasilkan dana untuk pergi haji. ia menuntun dan membimbing masyarakat dengan segala keahliannya. RAH diminta oleh sepupunya itu untuk mengajar agama Islam di lingkungan Kesultanan Riau-Lingga.

penghargaan tersebut memang layak diberikan kepada Raja Ali Haji. Pada tanggal 25 November 1866. (HS/tkh/33/12-07). Pada tanggal 15 April 1857. yaitu sebuah risalah tipis yang berisikan tiga buah /wazifah/ yang dijadikan sebagai pegangan oleh pemegang kendali hukum sebelum menjatuhkan (putusan) hukuman. H. karyanya /Silsilah Melayu dan Bugis/ selesai ditulis. karya ini dicetak-batu di Pulau Penyengat. RAH menyarankan kepada Hermann von de Wall agar menyusun sebuah kamus bahasa Melayu. RAH dikenal dekat dengan Hermann von de Wall yang nama aslinya adalah Hermann Theodor Friedrich Karl Emil Wilhelm August Casimir von de Wall (kelahiran Giessen. Kerjasama mereka berlanjut hingga tahun 1870. RAH menyiapkan sebuah silsilah untuk sahabatnya itu. Jakarta. RAH dan Haji Ibrahim bekerjasama dengan H. Buku karya RAH berjudul /Kitab Pengetahuan Bahasa/ (selesai ditulis tahun 1851 M. 6. Von de Wall menerbitkan /Bustanul Katibin/ karya RAH sebagai ?/Kitab perkeboenan djoeroetoelis bagi kanak-kanak yang hendak menoentoet belajar akan dija/?. Pada tahun ini. dicetak di Singapura tahun 1925 M) telah ditetapkan dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 sebagai bahasa nasional (Indonesia). Pada tanggal 2 Mei 1873. tanggal 30 Maret 1807). Sebagaimana disebutkan di atas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada RAH pada saat peringatan Hari Pahlawan 10 November di Istana Negara. Jerman. Pada tahun 1865. diperkirakan RAH meninggal dunia pada tahun yang sama. di mana H. pada tahun 1872 karya RAH berjudul /Tjakap-2 Rampai-2 Bahasa Malajoe Djohor/ jilid II diterbitkan oleh Percetakan Gupernemen di Betawi (Batavia). Pada tahun ini pula. Pada tahun 1866. RAH menyiapkan naskah berjudul /Muqaddimah fi Intizam al-Wazaif al-Mulk Khususan ila Maulana wa Shahibina Yang Dipertuan Muda Raja Ali al-Mudabbir lil Biladi al-Riauwiyah wa Sairi Dairatihi/. Atas kerjasama sahabatnya itu pula. Penghargaan Pada tanggal 10 November 2004. Von de Wall meninggal dunia./Bustanul Katibin/ selesai dicetak di Betawi pada tahun 1850. Atas dasar kontribusi yang sangat penting inilah. . RAH menyelesaikan /Tuhfat al-Nafis/. Von de Wall menyusun sebuah kamus bahasa Melayu. Pada bulan November hingga Desember 1807. Pada tanggal 12 Juni 1862. RAH menyelesaikan karya /Syair Hukum Nikah/ atau /Kitab Nikah/ atau /Syair Suluh Pegawai/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful