You are on page 1of 3

SURVEILANS

HOSPITAL ACQUIRED INFECTIONS
RS PKU ( HAI’s)

RSI NASHRUL UMMAH No Dokumen : No Revisi : Halaman :
LAMONGAN 019/SPO/PPI/RSI
/SPO/PPI/RSI NU/II/2015 0 1/3

.
Ditetapkan oleh :
Direktur
STANDAR Tanggal diterbitkan :
PROSEDUR 3 Februari 2015
OPERASIONAL
dr. Muwardi Romli, Sp B, M, Kes
NIK.
IK. 120001
PENGERTIAN Surveilans Hospital Acquired Infections (HAI’s) adalah suatu proses yang
dinamis, terus menerus, dalam pengumpulan, identifikasi, analisis dan
intepretasi dari data infeksi pada pasien yang dirawat dengan tindakan
invasif dan selanjutnya didiseminasikan secara berkala kepada pihak-
pihak
pihak
ak yang berkepentingan untuk dapat ditindaklanjuti sebagai usaha
meningkatkan mutu rumah sakit.
Surveilans Hospital Acquired Infections (HAI’s) di RSI
RS Nashrul Ummah
Lamongan dilakukan pada Phlebitis, Infeksi Saluran Kencing (ISK),
Infeksi Daerah Operasi ((IDO),
IDO), Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) dan
Ventilator Associated Pneumonia (VAP).
Pelaksana harian surveilans HAI’s adalah IPCN (Infection Prevention
and Control Nurse) atau Perawat
wat pengendali infeksi yang dibantu oleh
IPCLN yang berada di setiap ruang/ unit bangsal keperawatan.
TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah
langkah surveilans HAI’s di RSI
RS
Nashrul Ummah Lamongan
Lamongan.
KEBIJAKAN SK Direktur No: 1716/SK/DIR/I/2015 Tentang Pelayanan Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi RSI Nashrul Ummah Lamongan.
PROSEDUR 1. Kumpulkan data HAI’s setiap hari oleh IPCN sesuai wilayah kerja
dengan mengunjungi pasien, memeriksa formulir surveilans infeksi
RS, memeriksa hasil pemeriksaan mikrobiologi.
2. Catat data pasien HAI’s ke dalam Formulir Daftar Pasien HAI’s oleh
IPCN.
3. Masukkan jumlah pasien HAI’s sebagai Numerator ke dalam
SURVEILANS
HOSPITAL ACQUIRED INFECTIONS
RS PKU ( HAI’s)

RSI NASHRUL UMMAH No Dokumen : No Revisi : Halaman :
LAMONGAN 019/SPO/PPI/RSI
/SPO/PPI/RSI NU/II/2015 0 2/3

.
program aplikasi indikator yang telah di install di komputer jaringan
sesuai dengan indikator yang telah ditentukan
kan oleh IPCN.
4. Catat data pasien dengan tindakan invasif ke dalam buku indikator
masing-masing ruangan oleh perawat ruangan.
5. Masukkan jumlah lama hari pemasangan alat invasif (kateter infus,
CVL, kateter urine dan Ventilator) sebagai Denumerator ke dalam
program aplikasi indikator yang telah di install di komputer jaringan
sesuai dengan
n indikator yang telah ditentukan oleh IPCLN.
6. Masukkan jumlah tindakan operasi sebagai Denumerator indikator
IDO oleh staff Panitia PPI berdasarkan Formulir Monitoring
Operasi Cito Instalasi Bedah Sentral dan Formulir Monitoring
Elektif Instalasi Bedah Sentral
tral ke dalam program aplikasi indikator
yang telah di install di komputer jaringan oleh IPCLN.
7. Validasi data yang sudah dimasukkan ke komputer jaringan oleh
Panitia PPI.
8. Olah data surveilans HAI’s yang telah divalidasi oleh Panitia PPI
untuk dianalisis.
9. Analisis data untuk mendapatkan rate HAI’s oleh Ketua dan
anggota Panitia PPI setiap akhir bulan.
10. Laporkan kepada Direktur RSI Nashrul Ummah Lamongan.
11. Berikan umpan balik informasi laporan surveilans HAI’s yang telah
dianalisis dan rekomendasi kepada unit
it kerja terkait setiap bulan.

UNIT TERKAIT 1. Unit Rawat Inap
2. Unit ICU
3. Rekam Medik
4. SIRS - EDP
5. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
SURVEILANS
HOSPITAL ACQUIRED INFECTIONS
RS PKU ( HAI’s)

RSI NASHRUL UMMAH No Dokumen : No Revisi : Halaman :
LAMONGAN 019/SPO/PPI/RSI
/SPO/PPI/RSI NU/II/2015 0 3/3

.
6. Komite Medik
7. Komite Mutu dan Keselamatan Pasien
8. Bidang Pelayanan Keperawatan