You are on page 1of 3

Nama : Ridho Dayan Bagus Sutopo

NIM : 18/429694/GE/08879
Prodi : Geografi Lingkungan
Mata Kuliah : Geografi Regional Indonesia
Kode : GPW2103

 Analisalah apakah Indonesia layak menjadi poros maritime dunia

Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas
lautan lebih besar daripada daratan. Bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap
pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah
Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang
merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dunia dalam produksi perikanan di
bawah China dan India. Perairan Indonesia menyimpan 70% potensi minyak karena terdapat
sekitar 40 cekungan minyak yang berada di perairan Indonesia. Sekitar 10% yang saat ini telah
dieksplor dan dimanfaatkan. Dengan beragamnya potensi maritim Indonesia, antara lain industri
bioteknologi kelautan, perairan dalam (deep ocean water), wisata bahari, energy kelautan,
mineral laut, pelayaran, pertahanan, serta industri maritim, sebenarnya dapat memberikan
kontribusi besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Dalam hal ini, peran Pemerintah (government will) dibutuhkan untuk bisa menjaga dan
mempertahankan serta mengolah kekayaan dan potensi maritim di Indonesia. Untuk mengolah
Sumber daya alam laut ini, diperlukan perbaikan infrastruktur, peningkatan SDM, modernisasi
teknologi dan pendanaan yang berkesinambungan dalam APBN negara agar bisa memberi
keuntungan ekonomi bagi negara dan juga bagi masyarakat.

Selain perbaikan dan perhatian khusus yang diberikan dalam bidang teknologi untuk
mengelola sumber daya alam di laut Indonesia, diperlukan juga sebuah pengembangan
pelabuhan dan transportasi laut untuk mendorong kegiatan maritim Indonesia menjadi lebih
modern dan mudah digunakan oleh masyarakat. Diharapkan peran swasta untuk mendukung
jalannya pemberdayaan laut ini, supaya program-program ini tidak hanya bergantung pada dana
APBN.

Dalam sisi pertahanan, penguasaan laut harus mampu menjamin penggunaan laut untuk
kepentingan nasional dan mencegah lawan menggunakan potensi laut yang dimiliki. Pemerintah
perlu menyelesaikan percepatan batas wilayah laut supaya dapat memberikan memberikan
kepastian atas batas wilayah negara dan dapat mempererat hubungan bilateral antara negara yang
berbatasan, serta mendorong kerja sama kedua negara yang berbatasan di berbagai bidang
termasuk dalam pengelolaan kawasan perbatasan.

Untuk menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia, upaya yang harus dilakukan antara
lain penyempurnaan RUU Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung, penyelarasan
sistem pendidikan dan pelatihan kemaritiman, penguasaan kapasitas industri pertahanan
khususnya industri maritim, modernisasi armada perikanan, penguatan armada pelayaran rakyat
dan pelayaran nasional, pemantapan pengelolaan pemanfaatan laut melalui penataan ruang
wilayah laut, peningkatan litbang kemaritiman, dan diversifikasi sumber energi terbarukan di
laut.

Peran Tol Laut

Pembangunan kawasan industri (IKM dan KEK) dan pengembangan perekonomian daerah
yang didukung dengan pembangunan infrastruktur berupa jalan, bandara, pelabuhan, jalur kereta
api, dan pelabuhan penyeberangan merupakan bagian dari pembangunan tol laut. Melalui tol
laut ini, baik penumpang maupun produksi akan dapat diangkut dari satu kawasan industri ke
suatu pelabuhan, selanjutnya diangkut dengan kapal laut ke pelabuhan tujuan. Agar kembalinya
kapal ke pelabuhan asal tidak kosong, maka penumpang dan produksi dari kawasan industri
tujuan dapat diangkut pula ke pelabuhan lain sehingga diharapkan semua kapal dalam pelayaran
rutenya tetap dipenuhi penumpang dan barang.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka KEK di setiap daerah memilki komoditas sendiri yang
berbeda dengan komoditas daerah lain. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi produksi
dari suatu daerah (KEK) tidak dapat dipasarkan, baik di kawasan ASEAN maupun internasional.
Tol laut akan menjadi basis utama pendukung PMD. Program ini bertujuan agar kesenjangan
pembangunan dan tingkat perekonomian antara Jawa dan luar Jawa secara bertahap dapat
dikurangi dan tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan
daerah semakin merata.

 Peluang dan Ancaman Indonesia sebagai poros maritime

Kondisi geografis indonesia yang berupa kepulauan dan berbatasan langsung dengan
sejumlah negara mengakibatkan banyaknya ancaman dan tantangan. Jika tidak diantisipasi
dengan baik, maka ancaman tersebut akan menyulitkan Indonesia untuk mewujudkn poros
maritim dunia. nilai strategis posisi silang lndonesia, selain mempunyai peluang, di satu sisi juga
menimbulkan ancaman bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). potensi
kekayaan yang terkandung di laut Indonesia bisa dijadikan modal dasar pembangunan nasional.
Potensi ekonomi sektor kelautan Indonesia dengan luas wilayah laut yang mencapai 70% saat ini
hanya memberikan kontribusi terhadap PDB nasional dari bidang kelautan di bawah 30%.
Potensi panas bumi, mineral, minyak, dan gas bumi sebagai konsekuensi dari posisi Indonesia
yang dilalui oleh dua ring of fire dunia juga sangat luar biasa.
Sayangnya potensi nilai keekonomian kelautan tersebut sampai saat ini belum dimanfaatkan
secara maksimal. Dengan kondisi geografis seperti itu, berbagai ancaman muncul akibat
banyaknya potensi konflik. Salah satunya adalah permasalahan batas wilayah lndonesia dengan
negara tetangga yang belum terselesaikan sehingga bisa menjadi ancaman terhadap kedaulatan
maupun penegakan hukum di laut.
Selain tantangan juga ada peluang Indonesia sebagai poros maritime dunia yaitu :
 Indonesia dapat mengambil peran strategis dalam menjawab persoalan dan tantangan
pangan lokal, nasional, maupun global, khususnya terkait sumberdaya perikanan, dan
menjadi sebagai produsen dan penyuplai kebutuhan pangan terbesar dunia. Sekaligus
mempraktekkan prinsip-prinsip pengelolaan perikanan secara berkelanjutan dan
memajukan peran nelayan-nelayan kecil, tradisional, maupun pemberdayaan masyarakat
adat.

 Indonesia dapat mengembangkan implementasi dan pemanfaatan energi alternatif ramah
lingkungan berbasis tenaga matahari (solar), tenaga angin, tenaga arus dan ombak dalam
berbagai skala (besar, sedang, kecil, mikro) yang memungkinkan seluruh kepulauan
Indonesia terpenuhi kebutuhan listrik dasar maupun untuk pengembangan usaha, dan
meninggalkan ketergantungan terhadap listrik konvensional, khususnya di pesisir dan
pulau-pulau kecil
 Indonesia memiliki sumberdaya terbesar dan lengkap keanekaragaman laut pesisir dan
laut dunia, menjadi etalase maritim global, beserta berbagai manfaat dan fungsi ekonomi,
sosial, dan ekologisnya. Komponen ini menjadikan Indonesia sebagai last resort dalam
biodiversity, menjadi wilayah yang paling dijaga dan dilindungi oleh seluruh dunia.
 Indonesia dapat membangun kepemimpinan dan praktek Indonesia dalam
mengembangkan dan memanfaatkan segenap potensi dan sumberdayanya untuk berbagai
industri dan jasa maritim dunia, yang memberikan manfaat ekonomi yang sangat besar
dan memberikan manfaat sosial yang luas.
 Indonesia akan menjadi penyedia fasilitas sistem logistik kemaritiman yang terbaik di
dunia, sehingga bisa menjadi alternatif utama bagi berbagai lalu lintas barang, jasa, dan
berbagai kegiatan kemaritiman di dunia.
 Indonesia dapat mengembangkan sumberdaya, sistem, dan implementasi pengawasan,
pemantauan dan pengendalian keamanan dan pertahanan maritim Indonesia yang maju
dan efektif. Menciptakan alur laut internasional yang aman dan diawasi dengan baik,
disamping mengoptimalkan sistem pertahanan dan keamanan maritim nasional.