You are on page 1of 8

FOTOSINTESIS

Fotosintesis Pada Tumbuhan

Fotosintesis berasal dari bahasa Yunani, yakni foto dan synthesis. Foto sendiri diartikan sebagai cahaya
sedangkan synthesis merupakan kata yang bermakna menggabungkan atau penggabungan. fotosintesis
diartikan sebagai proses pembuatan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan berwarna hijau dengan
melibatkan atau tidak cahaya matahari di dalamnya. Selain matahari, proses fotosintesis ini juga
melibatkan beberapa enzim. Proses fotosintesis ini biasa dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan, umumnya
tumbuhan tingkat tinggi dan beberapa jenis alga juga bakteri dalam rangka menghasilkan energy berupa
nutrisi yang akan digunakan dalam berbagai aktifitas. persamaan rekaksi yang terjadi dalam proses
fotosintesis adalah sebagai berikut:

6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Tumbuhan yang melakukan proses fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. mampu
menyerap cahaya tersebut sebab mereka memiliki zat hijau daun atau klorofil. Klorofil ini sendiri ada di
dalam bagian organel bernama kloroplast. Pada bagian daun tumbuhan, terdapat dua lapisan sel yang
dinamai dengan mesofil. Fotosintesis terbentuk dari beberapa proses reaksi yakni ;

1. Reaksi terang
Pada reaksi terang terjadi penguraian air pada klorofil dari cahaya matahari yang
disebut fotolisis. Cahaya matahari dibutuhkan sebagai sumber energi dalam reaksi terang. Reaksi
ini memerlukan molekul air.
2. Reaksi gelap
Pada reaksi ini tidak dibutuhkan sinar matahari, dan terjadi pada bagian stroma pada kloroplas.
Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat
terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya)

Beberapa faktor yang menentukan kecepatan fotosintesis:

1. Cahaya
Komponen-komponen cahaya yang mempengaruhi kecepatan laju fotosintesis
adalah intensitas, kualitas dan lama penyinaran.
2. Konsentrasi karbondioksida
Semakin banyak karbondioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan
tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3. Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya
4. Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon
dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat
bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
6. Tahap pertumbuhan
Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang
berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah
memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuhan.

Fotosintesis pada bakteri

Ada beberapa mikroorganisme yang mampu melakukan fotofosforilasi dalam keadaan anaerob, meraka
ini dikenal dengan nama kelompok bakteri fotosintetik anoksigenik.

Mikrobia fotosintetik, baik mikrob fotosintetik oksigenik atau anoksigenik memiliki potensi sebagai agen
anti global warming karena kemampuan memfiksasi CO2 . CO2 dikenal sebagai salah satu gas rumah
kaca yang jumlahnya terus bertambah seiring makin tingginya penggunaan bahan bakar minyak dan
penebangan hutan sebagai pabrik fiksasi CO2 utama di bumi

Beberapa bakteri fototrop menggunakan berbagai senyawa dari lingkungannya untuk direduksi.
Senyawa tersebut antara lain H2S dan H2. Sedangkan tumbuhan hijau, algae dan Sianobakteria
menggunakan H2O sebagai sumber elektron.

Tipe fotosintesis berdasarkan reducing power dan produk berupa oksigen.

Fotosintesis anoksigenik umumnya ditempuh oleh bakteri ungu (proteobacter), bakteri hijau sulfur dan
bakteri hijau non-sulfur. Bakteri-bakteri anoksigenik tersebut dikenal mampu dihup didaerah yang
ekstrem seperti kutub, tempat dengan salinitas tinggi dan tempat dengan suhu tinggi seperti di sekitar
sumber air panas bersulfur (Castenholz et al, 1988).
Jenis-jenis Pigmen Fotosintesis Pada Mikrob

Keragaman pigmen bakterioklorofil berdasarkan jenis subtituennya

Pigmen lain yang berperan penting dan banyak terdapat pada orgenisme fotosintetik adalah karotenoid.
Karotenoid adalah pigmen hidrofob yang memiliki warna kuning, nila, merah cokelat dan hijau.
Keanekaragaman Jenis Mikrob Fotosintetik
Fotosintesis Non-Oksigenik Pada Mikrob

 Fotosintesis Bakteri Ungu (Purple Bacteria)

Bakteri ungu yang mampu melaksanakan fotosintesis adalah bakteri ungu sulfur dan non-sulfur. Bakteri
ungu sulfur menggunakan H2S sebagai energi reduksi dalam rangkaian fotosintesisnya. Sedangkan
bakteri ungu non-sulfur tidak menggunakan H2S sebagai energi reduksi karena bagi bakteri tersebutm
H2S bersifat toksik. Energi reduksi bakteri ungu non-sulfur menggunakan hidrogen dan senyawa lain.
Proses fotolisis H2S dimulai dengan penangkapan foton oleh pigmen bakteriofil P870. Elektron yang
tereksitasi dari P870 ditransfer ke bakteriofoetin dan dilanjutkan pada ubikuinon A (UQB). Setelah
mencapai UQA, elektron ditransfer lagi ke UQB. UQB bergerak menuju membran sel dan tereduksi oleh
proton menjadi ubikuinol (UQH2). UQH2 hanya mampu memindahkan dua proton tiap dua elektron
hingga elektron UQH2 ditransfer ke sitokrom bcI yang dilanjutkan ke sitokrom C2. Elektron dari
sitokrom C2 dikembalikan ke pusat reaksi (bakterioklorofil P780) yang telah ter-fotoeksitasi elektronnya
(Gambar 7).

Proses fotolisis dan aliran elektron pada bakteri ungu
ATP disintesis selama terjadinya aliran elektron pada UQB ke UQH2. Pergerakan proton dari sitoplasma
menuju kompleks fotosintesis mengaktifkan ATPase yang juga berfungsi sebagai proton transporter.
Aliran elektron berhenti ketika elektron diterima kembali oleh P780. Karena aliran elektronnya
membentuk siklus yang kontinu, pembentukan ATP ini disebut fotofosforilasi siklik.

Produksi ATP pada siklus tersebut tidak mencukupi kebutuhan sel. Maka saat elektron ditransfer ke
kompleks ubikuinon, elektron ditransfer balik melawan dinamika energinya dan langsung mereduksi
NAD(P)+ menjadi NAD(P)H. Prosen ini dipicu oleh gerakan proton dan pembalikan aktivutas normal pada
“kompleks I” pada rantai transport elekton.

a. Aliran energi/elektron pada bakteri ungu
 Mekanisme Fotosintesis Hijau-Sulfur

Bakteri hijau merupakan organisme fototrof yang menggunakan senyawa sulfida sebagai energi reduksi.
Senyawa tersebut antara lain H2S dan TiS. Energi cahaya diterima oleh pigmen Bchl P840 sebagai pusat
reaksi dan elektron yang tereksitasi diterima oleh isomer klorofil a yuang disebut aseptor primer (A0)
kemudian dilanjutkan ke A1 (kuinoid).

Elektron dari A1 diterima oleh molekul FeS pada pusat reaksi lalu elektron tertransfer ke feredoksin yang
berada di membran sel. Elektron selanjutnya diterima kembali oleh Bchl P840.

Dalam proses ini dapat terjadi fotofosforilasi non-siklik bila elektron dari feredoksin langsung digunakan
untuk menyintesis NADPH dan tidak kembali ke Bchl P840. Sedangkan fotofosforilasi siklik terjadi bila
elektron dari rantai transport dikembalikan ke Bchl P840 sebagai pusat reaksi

b. Aliran elektron pada bakteri hijau sulphur
Fotosintesis Oksigenik Pada Mikrob
Tidak seperti fotosintesis anoksigenik, fotosintesis oksigenik memiliki dua fotosistem yaitu
fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I memiliki klorofil a dengan daya absorpsi gelombang cahaya
700nm (P700nm) dan fotosistem II memiliki P680 sebagai pusat reaksi. Dan kompleks fotosistem ini
terletak dimembran tilakoid pada kloroplas untuk tumbuhan dan beberapa alga.
Pada sianobakteriaia, kompleks fotosistem terintegrasi pada membran sel. Aliran elektron pada
fotosintesis oksigenik digambarkan sebagai “Skema Z”. Pada fotosintesis tipe ini dilakukan fotolisis air
untuk menghasilkan ATP dan NADH dan dihasilkan oksigen sebagai “produk akhir” dari reaksi fotolisis
tersebut.

Skema Z. Menggambarkan aliran elektron pada fotosintesis oksigenik
Fotosintesis Sianobakteria

Sianobakteriaia memiliki jalur fotosintesis mirip dengan tumbuhan hijau yaitu melalui dua
fotosistem P700 (fotosistem I) dan P680 (fotosistem II). Elektron melalui dua jalur yaitu melalui jalur
siklis dan non siklis. Jalur non-siklis terjadi pada fotosistem I dan II sedangkan jalur siklis hanya terjadi
pada fotosistem I. Pigmen yang digunakan sebagai penerima cahaya biasaya adalah pigmen klorofil a, b
atau c dan beberapa spesies sianobakteria menggunakan klorofil d sebagai pusat reaksi.

Proses fotosintesis sianobakteria mirip dengan fotosintesis bakteri hijau sulfur. Namun terdapat
perbedaan pada senyawa yang menjadi “donor sementara” elektron pada proses aliran energi.
Perbedaan tersebut antara lain:

 Sianobakteria menggunakan dua macam kuinon (plastokuinon dan filokuinon, sedangkan
bakteri hijau sulfur hanya satu saja.
 Jenis sitokrom bakteri hijau sulfur adalah bcl sedangkan pada sianobakteria b6f
 Resipien elektron setelah sitokrom pada bakteri hijau sulfur adalah plastosianin, sedangkan
sianobakteria adalah sitokrom C555as

Efisiensi Fotosintesis Mikrob
Efisiensi fotosintesis dapat digambarkan sebagai perbandingan antara energi cahaya yang
diserap dengan ATP, NADH/NADPH atau oksigen yang dihasilkan selama proses tersebut berjalan. Pada
dasarnya, energi cahaya digunakan sebagai energi penggerak transfer elektron dan elektron memiliki
sifat spesifik yaitu bergerak dari elektroda rendah ke elektroda tinggi hal ini melawan elektroda pigmen
fotosintetik yang bergerak sebaliknya hingga dibutuhkan sejumlah energi untuk mentransfer elektron
melawan elektroda pada pigmen.

Fotosintesis bakteri ungu sebesar 22% dari perhitungan matematis dari siklus yang berjalan dihasilkan
0,67 ATP dan membutuhkan energi 30kj. Tiap foton yang diserap mengandung sekitar 130kj. Efisiensi
fotosintesis sianobakter sebesar 40%.

http://mastermikrobiologi.com/mikrobiologi/fisiologi-mikrob/fotosintesis-oksigenik-dan-anoksigenik-
keanekaragaman-metabolisme-mikrob.html