You are on page 1of 2

Galvanometer

Dalam dunia kelistrikan, Galvanometer sejenis dengan ammeter / amperemeter dan
merupakan suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur arus yang melalui
suatu cabang. Kebanyakan galvanometer menggunakan prinsip momen yang berlaku pada
kumparan di dalam medan magnet. Galvanometer akan menghasilkan perputaran jarum
penunjuk sebagai hasil dari arus listrik yang mengalir melalui lilitannya.

Pada mulanya bentuk galvanometer seperti alat yang dipakai Oersted yaitu jarum
kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur. Kawat dan jarum
diantara keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat. Akibat
adanya arus listrik yang mengalir melalui kawat akan tercipta medan magnet sehingga arah
jarum magnet di dekat kawat akan bergeser arah jarum magnetnya. Kepekaan galvanometer
semacam ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertical
dengan jarum kompas ditengahnya. Dan instrument semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada
tahun 1890, yang tingkat kepekaanya jarang sekali dilampaui oleh alat-alat yang ada pada saat
ini.

Prinsip kerja Galvanometer didasarkan atas teori H.C Oersted tentang jarum magnetis
pada tahun 1920. Menurut H.C Oersted, jarum magnetis yang berada didekat konduktor
berarus listrik akan di belokan dengan simpangan yang setara dengan besar arus yang
mengalir. Istilah "galvanometer", baru di gunakan pada tahun 1836, yang diambil dari nama
peneliti listrik Italia Luigi Galvani.
Teori Galvanometer

Galvanometer selalu berorientasi sehingga letak kumparan selalu paralel dengan garis
magnetik meridian lokal, yang tak lain adalah komponen horisontal BH dari medan magnetik
bumi. Saat arus mengalir melalui kumparan galvanometer, medan magnet lain (B) tercipta dan
posisinya tegak lurus dengan kumparan. Kekuatan medan magnetnya dirumuskan sebagai:

B={\mu_0 nI\over 2r}\,

I adalah arus dalam satuan ampere,

n adalah jumlah lilitan kumparan

r adalah jari-jari kumparan.

Kedua medan magnet yang saling tegak lurus akan menghasilkan resultan secara
vektor dan jarum penunjuk akan menunjuk arah resultan kedua vektor tersebut dengan sudut:

\theta = \tan^{-1} \frac{B}{B_H}\,

Dari hukum tanget, B = B_H \tan \theta\,, dengan kata lain.

{\mu_0 nI\over 2r} = B_H \tan\theta\,

atau

I=\left(\frac{2rB_H}{\mu_0 n}\right)\tan\theta\,

atau I=K \tan\theta\,, dimana K disebut sebagai faktor reduksi dari tangen galvanometer.

Salah satu masalah dengan tangen galvanometer adalah resolusi degradasinya berada
pada arus tinggi dan arus rendah (coba lihat grafik tangen). Resolusi maksimum didapatkan
saat θ bernilai 45°. Saat nilai θ dekat dengan 0° atau 90°, perubahan prosentase signikikan di
aliran arus akan mengakibatkan jarum bergerak beberapa derajat.