You are on page 1of 7

Bronkopneumonia adalah peradangan pada paru dimana proses peradangannyaini menyebar

membentuk bercak-bercak infiltrat yang berlokasi di alveoli paru dandapat pula melibatkan bronkiolus
terminal

Gambar 1. Bronkopneumonia

Insidens penyakit saluran napas menjadi penyebab angka kematian
d a n kecacatan yang tinggi di seluruh dunia. Sekitar 80% dari seluruh kasus baru praktek umum
berhubungan dengan infeksi saluran napas yang terjadi di masyarakat (PK) ataudi dalam rumah sakit/ pusat perawatan
(pneumonia nosokomial/ PN).
Infeksi saluran napas bawah masih tetap merupakan masalah utama dalam bidang
kesehatan, baik di negara yang sedang berkembang maupun yang sudah maju.Laporan WHO 1999
menyebutkan bahwa penyebab kematian tertinggi akibat penyakitinfeksi di dunia adalah infeksi saluran napas
akut termasuk pneumonia dan influenza.Insidensi pneumonia komuniti di Amerika adalah 12 kasus
per 1000 orang per tahundan merupakan penyebab kematian utama akibat infeksi pada orang dewasa
di negaraitu. Angka kematian akibat pneumonia di Amerika adalah 10%. Di Amerika dengancara
invasif pun penyebab pneumonia hanya ditemukan 50%. Penyebab pneumonia

sulit ditemukan dan memerlukan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya,sedangkan
pneumonia dapat menyebabkan kematian bila tidak segera diobati, maka pada pengobatan awal pneumonia
diberikan antibiotika secara empiris

Etiologi
Etiologi pneumonia sulit dipastikan karena kultur sekret bronkus merupakantindakan yang sangat
invasif sehingga tidak dilakukan. Patogen penyebab pneumonia pada anak bervariasi tergantung :
Usia
Status imunologi
Status lingkungan
Kondisi lingkungan
Status imunisasi
Faktor pejamu (penyakit penyerta, malnutrisi)

Usia pasien merupakan peranan penting pada perbedaan dan
k e k h a s a n pneumonia anak, terutama dalam spectrum etiologi, gambaran klinis dan
strategi pengobatan. Etiologi pneumonia pada neonatus dan bayi kecil meliputi
Streptococcus grup B dan
bakteri gram negatif seperti
E.colli, pseudomonas sp, atau Klebsiella sp
.Pada bayi yang lebih besar dan balita pneumoni sering disebabkan oleh
Streptococcus pneumonia, H. influenzae
,
Stretococcus grup A
,
S. aureus,
sedangkan pada anak yangl e b i h b e s a r d a n r e m a j a , s e l a i n b a k t e r i t e r s e b u t , s e r i n g
juga ditemukan infeksi
Mycoplasma pneumoniae

E coli pseudomonas sp

K L A S I F I K A S I
Pembagian pneumonia sendiri pada dasarnya tidak ada yang memuaskan, dan pada umumnya
pembagian berdasarkan anatomi dan etiologi. Beberapa ahli telah membuktikan bahwa
pembagian pneumonia berdasarkan etiologi terbukti secara klinisdan memberikan terapi yang lebih relevan.
4
a . B e r d a s a r k a n l o k a s i l e s i d i p a r u Pneumonia lobarisPneumonia lobularis
(bronkopneumoni)Pneumonia interstitialis b . B e r d a s a r k a n a s a l i n f e k s i Pneumonia yang didapat
dari masyarkat (
community acquired pneumonia
=CAP)Pneumonia yang didapat dari rumah sakit (
hospital-based pneumonia
)c.Berdasarkan mikroorganisme penyebab Pneumonia bakteriPneumonia virusPneumonia
mikoplasmaPneumonia jamur d.Berdasarkan karakteristik penyakit Pneumonia tipikalPneumonia
atipikale . B e r d a s a r k a n l a m a p e n y a k i t Pneumonia akut
BRONKOPNEUMONIA
Page
5
Pneumonia persistenKlasifikasi Pneumonia Berdasarkan Lingkungan dan PejamuTabel 2.
Klasifikasi Berdasarkan Lingkungan dan Penjamu
T i p e
K l i n i s E p i d
e m i o l o g i
P n e u m o n i a K o m u n i t a s S p o r a d i s
a t a u e n d e m i c ; m u d a a t a u
o r a n g tuaP n e u m o n i a
N o s o k o m i a l D i d a h u l u i
p e r a w a t a n d i R S P n e u m o n i a
R e k u r e n s T e r d a p a t d a s a r
p e n y a k t p a r u
k r o n i k P n e u m o n i a
A s p i r a s i A l k o h o l i k ,
u s i a t u a Pneumonia pada gangguan
imunPada pasien transplantasi, onkologi, AIDS
I I . 5 P A T O G E N E S I S
Istilah pneumonia mencangkup setiap keadaan radang paru dimana beberapaatau seluruh alveoli terisi
dengan cairan dan sel-sel darah. Jenis pneumonia yang umumadalah pneumonia bakterialis yang paling
sering disebabkan oleh pneumokokus. P e n y a k i t i n i d i m u l a i d e n g a n i n f e k s i d a l a m
a l v e o l i , m e m b r a n p a r u m e n g a l a m i peradangan dan berlubang-lubang sehingga cairan dan
bahkan sel darah merah dan seldarah putih keluar dari darah masuk kedalam alveoli. Dengan
demikian, alveoli yangt e r i n f e k s i s e c a r a p r o g r e s i f m e n j a d i t e r i s i d e n g a n c a i r a n d a n
s e l - s e l , d a n i n f e k s i disebarkan oleh perpindahan bakteri dari alveolus ke alveolus.
2

Gambar 5. Gambaran Alveoli pada Pneumonia
BRONKOPNEUMONIA
Page
6
Pada keadaan normal, saluran respiratorik mulai dari area sublaring sampai parenkim paru adalah steril.
Saluran napas bawah ini dijaga tetap steril oleh mekanisme pertahanan bersihan mukosiliar, sekresi
imunoglobulin A, dan batuk. Mekanisme p e r t a h a n a n i m u n o l o g i k y a n g m e m b a t a s i
i n v a s i m i k r o o r g a n i s m e p a t o g e n a d a l a h makrofag yang terdapat di alveolus dan bronkiolus,
IgA sekretori, dan imunoglobulinlain.
4
Umumnya mikroorganisme penyebab terhisap ke paru bagian perifer melaluisaluran respiratori. Mula-mula
terjadi edema akibat reaksi jaringan yang mempermudah proliferasi dan penyebaran kuman ke jaringan
sekitarnya. Bagian paru yang terkenamengalami konsolidasi, yaitu terjadi serbukan sel PMN, fibrin,
eritrosit, cairan edema,dan ditemukannya kuman di alveoli. Stadium ini disebut stadium hepatisasi
merah.Selanjutnya, deposisi fibrin semakin bertambah, terdapat fibrin dan leukosit PMN dialveoli dan
terjadi proses fagositosis yang cepat. Stadium ini disebut stadium hepatisasikelabu. Selanjutnya, jumlah
makrofag meningkat di alveoli, sel akan mengalami degenerasi, fibrin menipis, kuman dan debris
menghilang. Stadium ini disebut stadiumresolusi. Sistem bronkopulmoner jaringan paru yang tidak terkena akan tetap
normal.
4
Pneumonia viral biasanya berasal dari penyebaran infeksi di sepanjang jalannapas atas yang diikuti oleh
kerusakan epitel respiratorius, menyebabkan obstruksi jalannapas akibat bengkak, sekresi abnormal, dan debris
seluler. Diameter jalan napas yangkecil pada bayi menyebabkan bayi rentan terhadap infeksi berat.
Atelektasis, edemainterstisial, dan ventilation-perfusion mismatch menyebabkan hipoksemia yang
seringdisertai obstruksi jalan napas. Infeksi viral pada traktus respiratorius juga
dapatmeningkatkan risiko terhadap infeksi bakteri sekunder dengan mengganggu mekanisme p e r t a h a n a n
n o r m a l p e j a m u , m e n g u b a h s e k r e s i n o r m a l , d a n m e m o d i f i k a s i f l o r a bakterial.
4
Ketika infeksi bakteri terjadi pada parenkim paru, proses patologik bervariasitergantung organisme
yang menginvasi.
M. pneumoniae
m e n e m p e l p a d a e p i t e l respiratorius, menghambat kerja silier, dan menyebabkan destruksi seluler dan
memicurespons inflamasi di submukosa. Ketika infeksi berlanjut, debris seluler yang terlepas,sel-sel
inflamasi, dan mukus menyebabkan obstruksi jalan napas, dengan penyebaraninfeksi terjadi di
sepanjang cabang-cabang bronkial, seperti pada pneumonia viral.

S. pneumoniae
menyebabkan edema lokal yang membantu proliferasi mikroorganisme