You are on page 1of 21

Kinematika fisika

23:23 FAJAR PRATAMA

Kinematika

1. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
KINEMATIKA adalah Ilmu gerak yang membicarakan gerak suatu benda tanpa memandang gaya yang
bekerja pada benda tersebut (massa benda diabaikan). Jadi jarak yang ditempuh benda selama geraknya
hanya ditentukan oleh kecepatan v dan atau percepatan a.

Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kocepatan v tetap (percepatan
a = 0), sehingga jarakyang ditempuh S hanyaditentukan oleh kecepatan yang tetap dalam waktu tertentu.

Pada umumaya GLB didasari oleh Hukum Newton I (  F = 0 ).

S = X = v . t ; a = v/t = dv/dt = 0

v = S/t = ds/dt = tetap

Tanda  (selisih) menyatakan nilai rata-rata.

Tanda d (diferensial) menyatakan nilai sesaat.

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan v yang
berubah setiap saat karena adanya percepatan yang tetap. Dengan kata lain benda yang melakukan gerak
dari keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan
(a= +) atau perlambatan (a= -).

Pada umumnya GLBB didasari oleh Hukum Newton II (  F = m . a ).

vt = v0 + a.t

vt2 = v02 + 2 a S

S = v0 t + 1/2 a t2
vt = kecepatan sesaat benda
v0 = kecepatan awal benda
S = jarak yang ditempuh benda
f(t) = fungsi dari waktu t

v = ds/dt = f (t)

a = dv/dt = tetap

Syarat : Jika dua benda bergerak dan saling bertemu maka jarak yang ditempuh kedua benda adalah sama.

3. Grafik Gerak Benda
Grafik gerak benda (GLB dan GLBB) pada umumnya terbagi dua, yaitu S-t dangrafik v-t.

Pemahaman grafik ini penting untuk memudahkan penyelesaian soal.

Khusus untuk grafik v-t maka jarak yang ditempuh benda dapat dihitung dengan cara menghitung luas
dibawah kurva grafik tersebut.

GRAFIK GLB GRAFIK GLBB
(v = tetap ; S - t) (a = tetap ; v - t ; S - t2)

4. Gerak Karena pengaruh Gravitasi

GERAK JATUH BEBAS: adalah gerak jatuh benda pada arah vertikal dari ketinggian h tertentu
tanpa kecepatan awal (v0 = 0), jadi gerak benda hanya dipengaruhi
oleh gravitasi bumi g.
y = h = 1/2 gt2
t = (2 h/g)
yt = g t = (2 g h)

g = percepatan gravitasi bumi.
y = h = lintasan yang ditempuh benda pada arah vertikal,(diukur dari posisi benda mula-mula).
t = waktu yang dibutuhkan benda untuk menempuh lintasannya.
GERAK VERTIKAL KE ATAS: adalah gerak benda yang dilempar dengan suatu kecepatan
awal v0 pada arah vertikal, sehingga a = -g (melawan arah
gravitasi).

syarat suatu benda mencapai tinggi maksimum (h maks): Vt = 0

Dalam penyelesaian soal gerak vertikal keatas, lebih mudah diselesaikan dengan menganggap posisi di
tanah adalah untuk Y = 0.

Contoh:

1. Sebuah partikel bergerak sepanjang sumbu-X dengan persamaan lintasannya: X = 5t2 + 1, dengan X
dalam meter dan t dalam detik. Tentukan:

a. Kecepatan rata-rata antara t = 2 detik dan t = 3 detik.
b. Kecepatan pada saat t = 2 detik.
c. Jarak yang ditempah dalam 10 detik.
d. Percepatan rata-rata antara t = 2 detik dan t = 3 detik.

Jawab:

a. v rata-rata = X / t = (X3 - X2) / (t3 - t2) = [(5 . 9 + 1) - (5 . 4 + 1)] / [3 - 2] = 46 - 21 = 25 m/ detik

b. v2 = dx/dt |t=2 = 10 |t=2 = 20 m/detik.

c. X10 = ( 5 . 100 + 1 ) = 501 m ; X0 = 1 m

Jarak yang ditempuh dalam 10 detik = X10 - X0 = 501 - 1 = 500 m

d. a rata-rata = v / t = (v3- v2)/(t3 - t2) = (10 . 3 - 10 . 2)/(3 - 2) = 10 m/det2

2. Jarak PQ = 144 m. Benda B bergerak dari titik Q ke P dengan percepatan 2 m/s2dan kecepatan awal 10
m/s. Benda A bergerak 2 detik kemudian dari titik P ke Q dengan percepatan 6 m/s2 tanpa kecepatan awal.
Benda A dan B akan bertemu pada jarak berapa ?

Jawab:
Karena benda A bergerak 2 detik kemudian setelah benda B maka tB = tA + 2.

SA = v0.tA + 1/2 a.tA2 = 0 + 3 tA2
SB = v0.tB + 1/2 a.tB2 = 10 (tA + 2) + (tA + 2)2

Misalkan kedua benda bertemu di titik R maka
SA + SB = PQ = 144 m
3tA2 + 10 (tA + 2) + (tA + 2)2 = 144
2tA2 + 7tA - 60 = 0

Jadi kedua benda akan bertemu pada jarak SA = 3tA2 = 48 m (dari titik P).

3. Grafik di bawah menghubungkan kocepatan V dan waktu t dari dua mobil A dan B, pada lintasan dan arah
sama. Jika tg  = 0.5 m/det, hitunglah:
a. Waktu yang dibutuhkan pada saat kecepatan kedua mobil sama.
b. Jarak yang ditempuh pada waktu menyusul

Jawab:

Dari grafik terlihat jenis gerak benda A dan B adalah GLBB dengan V0(A) = 30 m/det dan V0(B) = 0.

a. Percepatan kedua benda dapat dihitung dari gradien garisnya,

jadi : aA = tg  = 0.5
10/t = 0.5  t = 20 det

aB = tg  = 40/20 = 2 m/det
b. Jarak yang ditempuh benda

SA = V0 t + 1/2 at2 = 30t + 1/4t2

SB = V0 t + 1/2 at2 = 0 + t2

pada saat menyusul/bertemu : SA = SB  30t + 1/4 t2 = t2  t = 40 det

Jadi jarak yang ditempuh pada saat menyusul : SA = SB = 1/2 . 2 . 402 = 1600 meter

5. Gerak Berbentuk Parabola
Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Gerak Setengah Parabola

Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua macam gerak,
yaitu :

a. Gerak pada arah sumbu X (GLB) vx = v0
Sx = X = vx t
b. Gerak pada arah sumbu Y (GJB/GLBB) vy = 0
] Jatuh bebas
y = 1/2 g t2

Gbr. Gerak Setengah Parabola

2. Gerak Parabola/Peluru

Benda yang dilempar ke atas dengan sudut tertentu, juga tersusun atas dua macam gerak dimana lintasan
dan kecepatan benda harus diuraikan pada arah X dan Y.

a. Arah sb-X (GLB) v0x = v0 cos (tetap)
X = v0x t = v0 cos .t
b. Arah sb-Y (GLBB)v0y = v0 sin 
Y = voy t - 1/2 g t2
= v0 sin . t - 1/2 g t2
vy = v0 sin - g t

Gbr. Gerak Parabola/Peluru

Syarat mencapai titik P (titik tertinggi): vy = 0

top = v0 sin  / g
sehingga

top = tpq
toq = 2 top

OQ = v0x tQ = V02 sin 2 / g

h max =v oy tp - 1/2 gtp2 = V02 sin2  / 2g

vt =  (vx)2 + (vy)2

Contoh:

1. Sebuah benda dijatuhkan dari pesawat terbang yang sedang melaju horisontal 720 km/jam dari
ketinggian 490 meter. Hitunglah jarak jatuhnya benda pada arah horisontal ! (g = 9.8 m/det2). Jawab:

vx = 720 km/jam = 200 m/det.
h = 1/2 gt2  490 = 1/2 . 9.8 . t2
t = 100 = 10 detik
X = vx . t = 200.10 = 2000 meter

2. Peluru A dan peluru B ditembakkan dari senapan yang sama dengan sudut elevasi yang berbeda; peluru
A dengan 30o dan peluru B dengan sudut 60o. Berapakah perbandingan tinggi maksimum yang dicapai
peluru A dan peluru B?

Jawab:

Peluru A:

hA = V02 sin2 30o / 2g = V02 1/4 /2g = V02 / 8g

Peluru B:

hB = V02 sin2 60o / 2g = V02 3/4 /2g = 3 V02 / 8g

hA = hB = V02/8g : 3 V02 / 8g = 1 : 3

6. Gerak Melingkar
Gerak melingkar terbagi dua, yaitu:

1. GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)
GMB adalah gerak melingkar dengan kecepatan sudut ( tetap.

Arah kecepatan linier v selalu menyinggung lintasan, jadi sama dengan
arah kecepatan tangensial sedanghan besar kecepatan v selalu tetap
(karena  tetap). Akibatnya ada percepatan radial ar yang besarnya
tetap tetapi arahnya berubah-ubah. ar disebut juga percepatan
sentripetal/sentrifugal yang selalu | v.

v = 2R/T = R

ar = v2/R = 2 R

s=R

2. GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN (GMBB)

GMBB adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut a tetap.

Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial aT = percepatan linier, merupakan percepatan yang
arahnya menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah kecepatan v).

a =  /t = aT / R

aT = dv/dt =  R

T = perioda (detik)
R = jarijari lingkaran.
 = percepatan angular/sudut (rad/det2)
aT = percepatan tangensial (m/det2)
w = kecepatan angular/sudut (rad/det)
 = besar sudut (radian)
S = panjang busur

Hubungan besaran linier dengan besaran angular:

vt = v0 + a t t  0 + a t
S = v0 t + 1/2 a t2   = 0 + 1/2 a t2

Contoh:

1. Sebuah mobil bergerak pada jalan yang melengkung dengan jari-jari 50 m. Persamaan gerak mobil untuk
S dalam meter dan t dalam detik ialah:

S = 10+ 10t - 1/2 t2
Hitunglah:
Kecepatan mobil, percepatan sentripetal dan percepatan tangensial pada saat t = 5 detik !Jawab:

v = dS/dt = 10 - t; pada t = 5 detik, v5 = (10 - 5) = 5 m/det.
- percepatan sentripetal : aR = v52/R = 52/50 = 25/50 = 1/2 m/det2
- percepatan tangensial : aT = dv/dt = -1 m/det

Kinematika
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa

Dalam fisika, kinematika adalah cabang dari mekanika yang membahas gerakan benda tanpa
mempersoalkan gaya penyebab gerakan. Hal terakhir ini berbeda dari dinamika atau sering disebut dengan
Kinetika, yang mempersoalkan gaya yang memengaruhi gerakan.
Karena relatif sederhana, kinematika biasanya diajarkan sebelum dinamika atau sebelum konsep mengenai
gaya diperkenalkan.

Daftar isi

[sembunyikan]

 1 Persamaan Dasar

o 1.1 Gerak Relatif

o 1.2 Gerakan Koordinat

 2 Sistem Koordinat

o 2.1 Sistem Koordinat Diam

o 2.2 Sistem Koordinat Bergerak 2 Dimensi

[sunting]Persamaan Dasar
[sunting]Gerak Relatif
Dapat ditunjukkan dengan persamaan matematika vektor sederhana berikut yang memperlihatkan suatu
penjumlahan vektor : gerak relatif terhadap sama dengan gerak relatif terhadap ditambah dengan
gerak relatif terhadap :

[sunting]Gerakan Koordinat
Salah satu persamaan dasar dalam kinematika adalah persamaan yang menggambarkan tentang turunan dari
sebuah vektor yang berada dalam suatu sumbu koordinat bergerak. Yaitu : turunan terhadap waktu dari
sebuah vektor relatif terhadap suatu koordinat diam, sama dengan turunan terhadap waktu vektor tersebut
relatif terhadap koordinat bergerak ditambah dengan hasil perkalian silang dari kecepatan sudut
koordinat bergerak dengan vektor itu. Dalam bentuk persamaan :

dimana :

adalah sebuah vektor

adalah sebuah sumbu koordinat tetap / tak bergerak

adalah sebuah sumbu koordinat berputar

adalah kecepatan sudut perputaran koordinat
[sunting]Sistem Koordinat
[sunting]Sistem Koordinat Diam
Pada sistem koordinat ini, sebuah vektor digambarkan sebagai suatu penjumlahan dari vektor-vektor yang

searah dengan sumbu , , atau . Umumnya adalah sebuah vektor satuan pada arah , adalah
sebuah vektor satuan pada arah , dan adalah sebuah vektor satuan pada arah .

Vektor posisi (atau ), vektor kecepatan dan vektor percepatan , dalam sistem koordinat Cartesian
digambarkan sebagai berikut :

catatan : ,

[sunting]Sistem Koordinat Bergerak 2 Dimensi
Sistem koordinat ini hanya menggambarkan gerak bidang yang berbasis pada 3 vektor satuan orthogonal yaitu

vektor satuan , dan vektor satuan sebagai sebuah bidang dimana suatu obyek benda berputar
terletak/berada, dan sebagai sumbu putarnya.

Berbeda dengan sistem koordinat Cartesian di atas, dimana segala sesuatunya diukur relatif
terhadap datum yang tetap dan diam tak berputar, datum dari koordinat-koordinat ini dapat berputar dan
berpindah - mengikuti gerakan dari benda atau partikel pada suatu benda yang diamati. Hubungan antara
koordinat diam dan koordinat berputar dan bergerak ini dapat dilihat lebih rinci padaTransformasi Orthogonal.
Dari grafik terlihat jenis gerak benda A dan B adalah GLBB dengan V
0
(A) = 30 m/det dan V
0
(B) = 0.a. Percepatan kedua benda dapat dihitung dari gradien garisnya, jadi : a
A
= tg
α
= 0.510/t = 0.5

t = 20 deta
B
= tg
β
= 40/20 = 2 m/detb. Jarak yang ditempuh bendaS
A
=V
0
t + 1/2 at
2
= 30t + 1/4t
2
S
B
=V
0
t + 1/2 at
2
=0+t
2
pada saat menyusul/bertemu : S
A
=S
B


30t + 1/4 t
2
=t
2


t = 40 detJadi jarak yang ditempuh pada saat
menyusul : S
A
=S
B
= 1/2 . 2 . 40
2
= 1600 meter
Gerak Berbentuk Parabola
Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Gerak Setengah Parabola
Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua
macamgerak, yaitu :
a.Gerak pada arah sumbu X (GLB)
v
x
=v
0
S
x
=X=v
x
t

b.Gerak pada arah sumbu Y (GJB/GLBB)

Gbr. Gerak Setengah Parabola
v
y
= 0]

Jatuh bebasy = 1/2 g t
2

2. Gerak Parabola/Peluru
Benda yang dilempar ke atas dengan sudut tertentu, juga tersusun atas dua macam gerak
dimana
lintasandan kecepatan benda harus diuraikan pada arah X dan Y.
a . A r a h s b - X ( G L B )
v
0x
=v
0
cos
θ

(tetap)X = v
0x
t=v
0
cos
θ
.t

b . A r a h s b - Y ( G L B B )
v
0y
=v
0
sin
θ
Y=v
oy
t - 1/2 g t
2
=v
0
sin
θ

. t - 1/2 g t
2
v
y
=v
0
sin
θ

-gt
Gbr. Gerak Parabola
/Peluru

Syarat mencapai titik P (titik tertinggi): v
y
=0
t
op
=v
0
sin
θ
/ gsehinggat
op
=t
pq
t
oq
=2t
op
OQ = v
0x
t
Q
=V
02
sin 2
θ
/ gh
max
=v
oy
t
p
- 1/2 gt
p2
=V
02
sin
2

θ
/ 2gvt =

(vx)
2
+ (vy)
2

Contoh:
1. Sebuah benda dijatuhkan dari pesawat terbang yang sedang melaju horisontal 720
km/jam dariketinggian 490 meter. Hitunglah jarak jatuhnya benda pada arah horisontal ! (g
= 9.8 m/det
2
).
Jawab:

v
x
= 720 km/jam = 200 m/det.h = 1/2 gt
2


490 = 1/2 . 9.8 . t
2
t = 100 = 10 detikX = v
x
. t = 200.10 = 2000 meter2. Peluru A dan peluru B ditembakkan dari senapan yang sama
dengan sudut elevasi yang berbeda;peluru A dengan 30
o
dan peluru B dengan sudut 60
o
. Berapakah perbandingan tinggi maksimum yangdicapai peluru A dan peluru B?
Jawab:
Peluru A:h
A
=V
02
sin
2
30
o
/ 2g = V
02
1/4 /2g = V
02
/ 8gPeluru B:h
B
=V
02
sin
2
60
o
/ 2g = V
02
3/4 /2g = 3 V
02
/ 8gh
A
=h
B
=V
02
/8g : 3 V
02
/ 8g = 1 : 3
Gerak Melingkar
Gerak melingkar terbagi dua, yaitu:
1. GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)
GMB adalah gerak melingkar dengan
kecepatan sudut (
ω
)

tetap.
Arah kecepatan linier v selalu menyinggung lintasan, jadi sama denganarah kecepatan
tangensial
sedanghan besar kecepatan v selalu tetap(karena
ω

tetap).
Akibatnya ada percepatan radial a
r
yang besarnyatetap tetapi arahnya berubah-ubah. a
r
disebut juga percepatansentripetal/sentrifugal yang selalu | v.
v=2
π
R/T =
ω
Ra
r
=v
2
/R =
ω
2
Rs=
θ
R

2. GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN (GMBB)
GMBB adalah gerak melingkar dengan
percepatan sudut a tetap.
Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial a
T
= percepatan linier,
merupakan percepatan yangarahnya menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit
dengan arah kecepatan v).

a=

ω
/

t=a
T
/Ra
T
= dv/dt =
α
R
T = perioda (detik)R = jarijari lingkaran.
α
= percepatan angular/sudut (rad/det
2
)a
T
= percepatan tangensial (m/det
2
)w = kecepatan angular/sudut (rad/det)
θ
= besar sudut (radian)S = panjang busurHubungan besaran linier dengan besaran angular:
v
t
=v
0
+at
ω
tS = v
0
t + 1/2 a t
2

ω
0
+at

θ
=
ω
0
+ 1/2 a t
2

Contoh:
1. Sebuah mobil bergerak pada jalan yang melengkung dengan jari-jari 50 m. Persamaan
gerak mobiluntuk S dalam meter dan t dalam detik ialah:S = 10+ 10t - 1/2 t
2
Hitunglah:Kecepatan mobil, percepatan sentripetal dan percepatan tangensial pada saat t =
5 detik !

Jawab:
v = dS/dt = 10 - t; pada t = 5 detik, v
5
= (10 - 5) = 5 m/det.- percepatan sentripetal : a
R
=v
52
/R = 5
2
/50 = 25/50 = 1/2 m/det
2
- percepatan tangensial : a
T
= dv/dt = -1 m/det
2