You are on page 1of 3

2.

1 Dasar Pembumian

Tujuan pembumian pada dasarnya adalah :

- Ditujukan pada titik netral dan pembumian umum, dimaksudkan untuk mengurangi besar tegangan lebih

surja dan mengontrol besarnya arus hubungan singkat.

- Pada sistem yang besar tidak dibumikan arus gangguan itu relative besar ( > 5 A ) sehingga busur listrik

yang timbul tidak dapat padam sendiri, hal ini akan menyebabkan gejalan “Arching Ground”, pada sistem

yang dibumikan gejala tersebut hamper tidak ada.
- Untuk membatasi tegang-tagangan pada fasa-fasa yang tidak terganggu (sehat).

Pada sistem-sistem dibawah ini 115 KV banyak dipakai pembumian melalui Peterson Coil.

Terutama di Eropa pembumian dengan Peterson Coil itu telah dimulai sejak tahun 1990, sedangkan

Amerika SErikat baru dimulai sejak 1930-an.

Pada sistem yang tegangannya lebih besar (115 KV keatas) ada kecenderungan dengan

pembumian tanpa impedansi (Solid Grounding) atau (Effektive Grounding).

Yang dimaksud dengan Effektive Grounding adalah pembumian dimana perbandingan antara

reaktansi urutan positif lebih kecil atau sama dengan tiga, dan perbandingan tahanan urutan nol dan

reaktansi urutan positif lebih kecil atau sama dengan satu (X 0/X1≤3;X1≤1)

1.Sistem 30 KV dan 70 KV dengan Peterson Coil.
2. Sistem 150 KV dengan pembumian langsung.

Sistem 30 KV dan 70 KV sampai sekaranf merupakan bagian terbesar dari seluruh system.

2.2 Pemilihan Sistem Pembumian

Pemilihan system pembumian didasarkan atas factor.

- Selektivitas dan Sensitivitas Ground Fault Relaying

- Pembatasan arus gangguan tanah

- Tingkat yang di perlukan dari proteksi tegangan surja Arrester.

- Pembatasan tegangan lebih Transien.

2.2.1 Sistem Yang Tidak Dibumikan

Sistem yang tidak dibumikan adalah sistem dimana tidak terdapatnya hubungan yang tidak

disengaja antara konduktor sistem tersebut dengan tanah. Sistem ini telah banyak di tinggalkan orang

karena tidak sesuai dengan kondisi-kondisi yang diinginkan.

2.2.2 Rele Gangguan Tanah (Ground Fault Relaying)

Rele gangguan tanah akan berhasil dengan baik, tergantung dari besarnya arus gangguan

ketanah. Sistem yang netralnya di bumikan dengan reaktansi. Pada umumnya arus gangguan tanah

besarnya berada pada batas-batas (25%-100%) dari arus gangguan 3 fasa sistem yang dibumikan

sistem yang dibumikan dengan tahanan, arus gangguan tanah besarnya 10%-25% dari gangguan 3 fasa.

Pada umunya kesuksesan dari rele gangguan tanah diperoleh bila arus gangguan tanah lebih

besar dari 10% arus gangguan tanah.
Untuk sistem yang dibumikan melalui tahanan yang besa atau melalui Peterson Coil akan

mempunyai arus gangguan kebumi yang sangat kecil.

Khusus untuk Peterson Coil biasanya dilengkapi dengan alat untuk menghubung langsung titik

netral ke bumi pada waktu terjadinya gangguan yang permanent, dengan tujuan untuk memperbsar arus

gangguan ke bumi dengan demikian rele anah yang konvesional dapat bekerja.

2.2.3 Pengaruh Metode Pembumian Pada Besarnya Tegangan Dinamis Yang Mengenai Alat-Alat

Proteksi Surja.

Menurut Amaerika Istitute OF Electrical Engineers (AIEE) Commite Report atau laporan komite,

Lighting Arrester dibagi atas dua kelompok, yakni “Arrester tipe dibumikan dari Arrester tipe yang

dibumikan”

Arrester tipe dibumikan dapat dipergunakan bila arus gangguan 1 fasa ke bumi tidak kurang 60%

dari arus gangguan 3 fasa. Kondisi diatas akan dipenuhi bila system dibumikan secara efektif (Effective

Grounding) atau X0/X1≤3.Sedang Arrester tipe tidak dibumikan digunkan bilamana arus gangguan 1 fasa

kurang dari 60% dari arus gangguan 3 fasa Lighting Arrester adalah alat yang sensitife terhadap

tegangan dan hubungan antara kawat fasa dan bumi, maka tegangan dinamis pada Arrester tersebut

tidak boleh melampaui nilai tegangan untuk segala keadaan operasi sistem.

Tegangan dinamis kawat fasa ke bumi dari suatu sistem 3 fasa akan menjadi tidak seimbang

dalam keadaan gangguan tanah, dan besarnya tegangan ini tergantung dari kondisi sistem pada saat

terjadinya gangguan dan besarnya impedansi pembumian.

https://bagibagiilmuteknik.blogspot.com/2014/10/pelindungan-saluran-transmisi.html