You are on page 1of 8

TATA TERTIB SISWA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TI AL MADANI PONTIANAK

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Pasal 1

Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar

1. Ketentuan pelaksanaan KBM di sekolah adalah sebagai berikut:

 Bel tanda masuk pukul 07.00 WIB


 Masuk jam pelajaran pertama pukul 07:00 WIB
 Mengawali berdoa salam sesuai syariat Islam dan menit sebelum jam pelajaran
pertama
 Ketentuan istirahat dan pulang disesuaikan dengan jadwal yang ditentukan kecuali
ada rapat atau hal yang bersifat mendadak atau penting.

2. Selama pelaksanaan KBM siswa dilarang membawa Alat komunikasi (HP dan sejenisnya).
Atas pelanggaran tersebut guru berhak menyita HP dan ditindak lanjuti sesuai dengan point
pelanggaran.

Pasal 2

Keterlambatan dan Ketidakhadiran Siswa

1. Siswa yang datang terlambat sampai 15 menit dapat mengikuti pelajaran setelah
mendapat izin dari guru piket.
2. Siswa yang terlambat lebih dari 15 menit pada jam pertama tidak diperkenankan
mengikuti pelajaran yang bersangkutan, dan diberi tugas oleh guru piket hingga
berakhirnya pelajaran yang bersangkutan.
3. Siswa yang keluar dari komplek sekolah untuk keperluan pribadi selama masa KBM
sekolah harus mendapat izin dari guru piket.
4. Sekolah mentolerir bagi siswa yang berhalangan hadir di sekolah karena alasan
tertentu yaitu : sakit, dengan ketentuan :
a. Surat keterangan dari orang tua/wali, maksimal 2 hari, selebihnya harus
disertai surat keterangan dokter.
b. Apabila beresifat mendadak, pemberitahuan dapat melalui telepon, dan harus
segera disusul pada hari itu juga dengan surat keterangan dari orang tua/wali
yang sah
Izin, dengan ketentuan :
Ada surat permohonan dari orang tua/wali siswa maksimal 2 hari, apabila izin
lebih dari 2 hari, orang tua/wali harus datang langsung ke sekolah, bertemu
wali kelas/Waka Kesiswaan.
Ketidak hadiran di sekolah tanpa ketentua di atas di anggap Alpa.
Pasal 3

Pakaian Seragam

1. Pakaian seragam dikenakan selama masa KBM sekolah berlangsung


2. Siswa wajib mengenakan pakaian seragam dengan ketentuan:
a. Hari Senin dan Selasa: Memakai baju putih lengkap dengan atribut OSIS,
celana abu-abu, berdasi, bersepatu hitam dengan berkaos kaki, dan khusus
untuk siswa putri memakai jilbab kecuali non muslim.
b. Hari Rabu dan Kamis : Memakai seragam rumpun sesuai dengan kelasnya
masing-masing, dan khusus siswa putri memakai jilbab kecuali non muslim
c. Hari Jum’at : Memakai seragam Pramuka, dan khusus siswa putri memakai
jilbab kecuali non muslim.
d. Pakaian yang layak pakai tidak robek atau tambalan dengan bahan warna lain.
e. Mengenakan pakaian dalam warna putih polos baik putra maupun putri.
f. Pakaian (kemeja) harus selalu dimasukkan ke dalam celana/rok, kecuali siswi
berjilbab.
g. Pakaian mengikuti aturan bentuk/pola dan ukuran baju tidak junkies, pendek
dan ketat.
h. Menggunakan ikat pinggang warna hitam, sesuai ketentuan.
i. Memakai sepatu sekolah warna hitam dengan baik dan benar/tidak menginjak
bagian belakang sepatu. Sepatu menutupi punggung kaki, bukan sepatu pesta,
sepatu balet, sepatu kaca.
j. Mengenakan kaos kaki putih polos panjang (hari senin s.d kamis) dan hitam
polos panjang (hari Jum’at dan Sabtu).
k. Pemakaian baju olah raga digunakan hanya pada saat jadwal pemakaiaannya.
l. Siswa tidak dibenarkan memakai jaket,sweater,rompi dan topi yang bukan
atribut pada saat KBM di lingkunagn sekolah.

Pasal 4

Sikap, Perilaku dan Penampilan diri

1. Selama di lingkungan sekolah siswa wajib menerapkan 5K, yaitu : keteraturan,


kerapian, kebersihan, kelestarian dan kedisiplinan.
2. Siswa wajib membangun budaya 5 S yaitu: senyum, sapa, salam, sopan dan santun
kepada guru/pegawai, maupun sesame siswa dengan berlandasan nilai-nilai agama
dan budaya Indonesia.
3. Berpenampilan sesuai dengan lingkungan sekolah yaitu:
a. Berambut pendek untuk siswa putra,rambut diikat di belakang bagi siswa
putrid dan menggunakan jilbab bagi yang muslim serta tidak mewarnai
rambut.
b. Berkuku pendek dan tida diwarnai.
4. Siswa harus bersikap jujur, baik dalam perilaku keseharian maupun dalam
pelaksanaan ujian ataupun ulangan.
Pasal 5

Keamanan dan Kenyamanan Iklim Belajar

1. Bagi siswa yang membawa motor harus memarkir kendaraanya dengan tertib dan
aman.
2. Tidak memasang knalpot yang dapat menimbulkan kebisingan.
3. Kehilangan motor atau perlengkapan motor ( accessories,helm dll) bukan menjadi
tanggung jawab sekolah
4. Kehilangan barang seperti HP, laptop, Uang dan barang berharga lainya bukan
menjadi tanggung jawab sekolah.

Pasal 6

Pelaksanaan Ibadah

1. Seluruh siswa yang beragama Islam wajib melaksanakan sholat dzuhur pada jam
istirahat kedua.
2. Siswa non muslim diperkenankan mengikuti ibadah sesuai tuntunan agamanya.

Pasal 7

Peringatan Hari Besar Nasional dan Keagamaan

1. Siswa wajib mengikuti kegiatan peringatan Hari Besar Nasional atau Keagamaan
yang dilaksanakan sekolah
2. Teknis pelaksanaan peringatan Hari Besar Nasional dan Keagamaan diatur melalui
satuan tugas atau kepanitian.

Pasal 8

Kegiatan Ekstra Kurikuler

1. Siswa wajib mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler, jenis ekskul yang tersedia :
Rohis, Pramuka, Paskibra,futsal, computer dll..Khusus Kelas X wajib mengikuti
Pramuka dan memilih satu jenis ekskul lagi (2 ekskul yang diikuti).
2. Peserta kegiatan ekstrakurikuler adalah siswa kelas X,XI dan XII
3. Kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan di sekolah, jadwal ditentukan kemudian
oleh pembina/pelatihnya
Pasal 9

Pelanggaran dan Sanksi

1. Siswa yang melanggar tata tertib akan diberikan sanksi dan point pelanggaran
berdasarkan criteria berat ringannya pelanggarannya. Makin berat pelanggaran makin
besar pointnya, dan sebaliknya.
2. Jenis pelanggaran dikategorikan empat jenis yaitu, pelanggaran ringan,sedang,berat
dan sangat berat.
a. Pelanggaran ringan, antara lain:
- Dalam satu bulan terlambat hadir atau alpa dalam batas yang wajar
- Beberapa kali berpakain tidak sesuai dengan ketentuan.
- Melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan KBM (:tidur selama
KBM,makan di dalam kelas, dll.

b. Pelanggaran sedang, antara lain:


- Dalam satu bulan sering terlambat atau alpa sampai 5 kali.
- Tidak mengerjakan tugas pelajaran, tidak tertib dalam KBM (: main main,
gaduh ,dll).
- Beperilaku kurang baik terhadap sesama siswa (: memaki teman,
mencolek,memalak dll)
c. Pelanggaran berat, antara lain:
- Setiap hari terlambat atau alpa dalam satu minggu.
- Seringkali berpakaian tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak mengindahkan
teguran.
- Dengan sengaja mengotori atau merusak fasilitas sekolah
- Bertindak asusila dengan teman, berkelahi,tawuran, merokok,membawa media
yang bersifat pornografi dan berjudi.
d. Pelanggaran sangat berat, antara lain:
- Bertindak asusila terhadap guru/pegawai (: memaki, melawan,dll)
- Mencuri di dalam atau di luar lingkungan sekolah, sehingga menimbulkan
tuntunan
- Meminum minuman keras disekolah, terlibat jaringan atau membawa dan
memakai NARKOBA.
- Terbukti hamil atau menghamili.
3. Suatu jenis pelanggaran yang dilakukan berulang (point akumulatif) dapat
meningkatkan kategori pelanggaran dari ringan menjadi sedang,dari sedang
berat,dst.
4. Penanganan dan sanksi pelanggaran berdasarkan kategori pelanggaran adalah sebagai
berikut:
1. Pelanggaran ringan : peringatan oleh guru atau wali kelas
2. Pelanggaran sedang : peringatan tertulis (surat pernyataan ) SP I dan pemanggilan
orang tua oleh wali kelas.
3. Pelanggaran berat : pemanggilan orang tua,bimbingan wali kelas atau guru
BK,Surat peringatan II dan skorsing.
4. Pelanggaran sangat berat (point 100) :
konferensi kasus melibatkan: wali kelas, guru BK, Waka Kesiswaan, Kepala
Sekolah dan orang tua/Wali
5. Point akan diakumulasikan dari beberapa kali pelanggaran dalam semester yang sama
dengan sanksi yang disesuaikan dengan hasil akumulasi tersebut.
6. Point-point yang akan diakumulasikan selama satu semester akan dihapus pada
semester berikutnya,kecuali pelanggaran kategori sangat berat.

Pasal 10
Jenis
pelanggaran
dan point
No Jenis pelanggaran kehadiran Point
1 Siswa alpa
1 hari 2
2 hari berturut-turut 5
3 hari berturut-turut 10
4 hari berturut-turut 15
5 hari berturut-turut 20
6 hari berturut-turut 25
2 Siswa terlambat kurang dari satu jam mata pelajaran 10
3 Siswa terlambat lebih dari satu jam mata pelajaran 20
4 Siswa terlambat kemudian masuk ke kelas tanpa izin dari guru piket 5
5 Siswa meminta izin keluar kemudian tidak kembali ke sekolah 10
6 Siswa yang tidak mengikuti KBM tanpa izin guru kelas dan piket 5
Jenis pelanggaran pakaian seragam
1 Siswa yang tidak memakai seragam sesuai ketentuan aturan sekolah 10
Jenis pelanggaran sikap
1 Tidak mengindahkan teguran guru 10
2 Memakai gelang, kalung atau anting-anting 10
3 Memakai rias wajah berlebihan (siswa putri) 10
4 Memakai aksesoris berlebihan 10
5 Menerima tamu tanpa izin dari guru piket 3
6 Melakukan aktifitas yang tidak sesuai dengan materi KBM di kelas 5
7 Berambut lebih dari 2 cm ( siswa putra) 5
8 Mewarnai rambut atau bermodel rambut yang tidak sesuai ketentuan 5
9 Tidak mengikuti upacara bendera 5
10 Makan dan minum pada saat proses KBM 5
11 Tidak melaksanakan tugas piket pada saat gilirannya 5
12 Membawa HP atau sejenisnya pada saat proses KBM berlangsung 20
13 Berkata tidak sopan, kasar dan tidak senonoh 20
14 Bermain judi di lingkungan sekolah 15
15 Memiliki tato di bagian tubuh 25
16 Memalsukan tanda tangan dan nilai akademis 50
17 Mencotek,bekerja sama atau berbuat curang saat ulangan atau ujian 20
18 Mengotori atau merusak fasilitas sekolah 30
19 Membawa rokok atau merokok 50
20 Merokok diluar sekolah dengan pakain seragam sekolah 50
21 Melakukan tindakan asusila dan perbuatan tidak menyenangkan 70
22 Berpacaran di sekolah 20
23 Merayakan ultah secara berlebihan (melempar telur,menyiram air dsb) 15
24 Hamil atau menghamili 100
25 Berkelahi atau tawuran di dalam/di luar sekolah 50
26 Membawa media cetak/elektronik yang berisikan pornografi 50
27 Membawa senjata tajam/api 70
28 Melawan guru dengan kekuatan fisik 75
29 Membawa, mengkonsumsi atau mengedarkan narkoba 100
30 Mencuri di lingkunmgan sekolah 70
31 Terlibat tindakan criminal 100

Pasal 11

Tindak Lanjut dan Sanksi

No Rentang Point Tindak Lanjut dan Sanksi


1 1 - 10 Ditangani guru mapel atau wali kelas dan pembinaan dari guru BK.
Sanksi mendapat peringatan lisan
2 10 -15 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK. Sanksi
mendapatkan peringatan tertulis
3 16 -20 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK serta pemberian
surat peringatan dan pengkonfirmasian kepada orang tua. Sanksi
mendapatkan peringatan tertulis dan panggilan orang tua.
4 21 -30 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK serta pemberian
surat panggilan orang tua. Sanksi membuat surat pernyataan yang
ditanda tangani orang tua.
5 31 - 40 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru Bk serta panggilan
orang tua. Sanksi membuat surat pernyataan yang ditanda tangani
orang tua di atas materai Rp. 6000,00
6 41 - 50 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK serta panggilan
orang tua. Sanksi membuat surat pernyataan yang ditanda tangani
orang tua di atas materai Rp. 6000,00 dan mendapatkan skorsirsing
atau sanksi lainya
7 51 - 60 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK serta panggilan
orang tua. Sanksi membuat surat pernyataan yang ditanda tangani
orang tua di atas materai Rp. 6000,00 dan mendapatkan skorsing atau
sanksi lainya
8 61 -70 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK serta panggilan
orang tua. Sanksi membuat surat pernyataan yang ditands tangani
orang tua di atas materai Rp. 6000,00 serta skorsing atau sanksi
lainya
9 71 - 80 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK serta panggilan
orang tua. Sanksi membuat surat pernyataan yang ditands tangani
orang tua di atas materai Rp. 6000,00 serta mendapatkan Surat
peringatan I (SP I) dan skorsing atau sanksi lainya
71 - 80
10 81 - 99 Ditangani guru/wali kelas dan pembinaan guru BK serta panggilan
orang tua. Sanksi membuat surat pernyataan yang ditands tangani
orang tua di atas materai Rp. 6000,00 serta mendapatkan Surat
peringatan II (SP II) atau sanksi lainya
11 100 Tindak lanjut : konferensi kasus dewan guru. Sanksi dikembalikan
kepada orang tua

Pasal 12

Pengawasan Tata Tertib Siswa

1. Pengawasan tata tertib siswa dilakukan oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan di
SMK TI AL MADANI Pontianak.
2. Pengawasan tata tertib di atur berdasarkan mekanisme dan laur penanganan siswa yang
ditetapkan sekolah.
Pasal 13
Aturan Peralihan
Apabila terjadi pelanggaran tata tertib siswa sebelum berlakunya tata tertib ini, proses tindak
lanjut dan sanksi yang diberikan tetap berlaku sesuai tata tertib yang berlaku saat ini.

Pasal 14
Aturan Pemberlakuan
1. Tata tertib ini berlaku terhitung pada tanggal 1 Oktober 2015
2. Dengan diberlakukanya keputusan tata tertib siswa ini, maka peraturan tata tertib SMK
TI AL MADANI Pontianak yang sebelumnya tidak belaku lagi.

Pasal 15
Aturan Tambahan
Hal – hal yang belum jelas di atur dalam tata tertib ini akan ditentukan dan diputuskan
dalam konferensi kasus dewan guru.

Ditetapkan di : Pontianak

Pada Tanggal : 15 September 2015


Mengetahui,
Waka Kesiswaan,
Kepala Sekolah,

Mauludin, A.Md
Hamid Darmadi, S.pd