You are on page 1of 4

Kabar Itah

Edisi 54 : Oktober - Desember 2017

Editorial Tinjauan dan perencanaan tahunan tingkat desa
untuk 2018 yang lebih baik
Memasuki triwulan pertama tahun 2018,
kami terus mengerjakan sejumlah proyek
pada sektor pemberdayaan masyarakat dan
pertambangan emas skala kecil. Kami telah
menyelesaikan tahap pemetaan dalam proyek
perhutanan sosial di kecamatan Damang
Batu. Sekarang kami beralih ke pemberdayaan
masyarakat untuk wilayah perhutanan sosial
mereka, dengan penekanan utama pada mata
pencaharian ekonomi.

Pada sektor pertambangan emas skala
kecil, kami berfokus mendukung ratifikasi
Konvensi Minamata mengenai air raksa.
Kami ingin melihat Kalimantan Tengah
sebagai provinsi terdepan di Indonesia yang
memberikan contoh inovatif mengenai
cara terbaik menghadapi berbagai
cccccc
tantangan yang dihadapi pemerintah
Perwakilan masyarakat kecamatan Miri Manasa mendiskusikan kegiatan proyek YTS dalam
dan masyarakat dalam mengurangi dan
kegiatan tinjauan dan perencanaan tahunan tingkat kecamatan
menghapuskan penggunaan air raksa.
Indonesia sedang menghadapi tugas yang
sangat besar: pertama dalam pengukuran
skala masalah; kemudian menerapkan Sebagai bagian dari komitmen kami serta rekomendasi rencana kerja
kebijakan dan peraturan yang tepat; dan untuk memberdayakan masyarakat tahun 2018.
terakhir, memberikan solusi teknis untuk dan aparat pemerintah daerah,
menggantikan penggunaan air raksa dalam kami mengakhiri tahun ini dengan Informasi hasil kegiatan membantu
ekstraksi emas. pemerintah dan masyarakat desa
melakukan tinjauan tahunan terhadap
kegiatan proyek kami, dan memfasilitasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa
Kami mulai terlibat dengan beberapa badan
PBB - UNEP dan UNITAR, dan dengan KLHK perencanaan 2018 di setiap desa di yang mencakup empat bidang, yaitu
dan Kementerian ESDM. Badan-badan 28 desa dampingan kami. Dampingan penyelenggaraan pemerintah desa,
PBB memberikan saran, bimbingan dan ini dilakukan di empat kecamatan, pelaksanaan pembangunan desa,
pendanaan kepada pemerintah untuk terdiri dari tiga kecamatan di hulu pembinaan kemasyarakatan desa, dan
melengkapi inventarisasi menyeluruh Sungai Kahayan dan satu kecamatan pemberdayaan masyarakat desa.
tentang air raksa, dan untuk menghasilkan di kota Palangka Raya. Proses ini
Rencana Aksi Nasional yang akan membawa Sekitar 40 orang yang hadir di setiap
dimulai dengan tinjauan tahunan
perubahan signifikan. kecamatan antusias dalam kegiatan,
yang dilakukan di bulan November di
masing-masing desa. tercermin dalam presentasi dan diskusi
Kami sangat bersemangat untuk terlibat
dalam level ini, dan kami berharap, dengan mereka. Pejabat pemerintah daerah
bekerja sama dengan mitra-mitra tersebut, Tinjauan dan perencanaan tingkat juga secara aktif mendukung kegiatan
kita dapat mengembangkan beberapa hasil kecamatan memberikan kesempatan ini. Camat dari setiap kecamatan
berbeda di Kalimantan Tengah. bagi perwakilan setiap desa untuk membuka kegiatan secara resmi
menyampaikan komentar mereka dan berpartisipasi dalam diskusi,
mengenai pelaksanaan program menambahkan komentar mereka
Bardolf Paul
Pimpinan tahun 2017, isu dan tantangan terkait, sendiri ke berbagai presentasi desa.
bersambung ke halaman 3
Foto yang menyuarakan suara para penambang dan petani
dengan Sam Spiegel dari Universitas Edinburgh,
kegiatan tersebut memberi ruang bagi masyarakat
menyampaikan perspektif mereka tentang
pengalaman di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil
serta akibatnya terhadap perubahan fisik lanskap.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan YTS
dan Universitas Edinburgh, serta pejabat pemeritah
dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Peserta
perempuan dan laki-laki kemudian dibagi dalam
kelompok diskusi terpisah dimana enam perempuan
dan empat laki-laki mempresentasikan foto mereka
dan menceritakan kisah di balik foto-foto itu. Anggota
masyarakat lainnya ikut terlibat dalam diskusi dan
Vovia Witni dari YTS memimpin diskusi bersama sekelompok perempuan untuk
membahas cerita dibalik foto-foto yang ditampilkan dalam pameran photo-voice mengekspresikan pendapat terkait isu, masalah sosial
ekonomi, dan lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi membahas
Melanjutkan kegiatan penelitian sosial dari ‘Proyek Bercerita ‘kehidupan setelah pertambangan’ dan menghasilkan
melalui Gambar Visual’ menggunakan metodologi photo- rekomendasi untuk rencana tindak lanjut dengan
voice, YTS mengadakan lokakarya dan pameran foto merencanakan mata pencaharian berkelanjutan setelah
pada bulan November berjudul ‘Kesah Petak Danum Itah: sumber daya pertambangan habis. Tika Tatarriano dari BP3D
Penambang dan petani Tewang Pajangan menceritakan kisah Gunung Mas menyatakan harapannya, “Saya harap kegiatan
mereka melalui foto’. ini dapat menghasilkan rencana menindaklanjuti hasil diskusi,
sehingga kita dapat melihat perkembangan masyarakat desa
Dengan pendanaan dari the Canadian International Resources kita.” Kami berharap rencana aksi tersebut akan berdampak
and Development Institute, CIRDI, dan bekerja sama terhadap pembuatan kebijakan lokal.

Forum Koordinasi TSLP: Perjalanan Tata Kelola CSR di Kabupaten Gunung Mas
Sebagai proyek kerjasama ASEAN CSR Network dan YTS perusahaan sedang dalam proses mengintegrasikan program
dalam rangka memperkuat kapasitas tata kelola Forum TSLP mereka dengan SOPD pemerintah untuk menangani
Koordinasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan isu strategis di kabupaten terkait kualitas pendidikan anak,
Perusahaan atau FK-TSLP yang dibentuk di Kabupaten pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, serta
Gunung Mas tahun 2016, YTS bersama pemerintah daerah HIV- AIDS dan penghapusan stunting. Satu perusahaan
Gunung Mas menyelenggarakan serangkaian pertemuan, akan mulai mengimplementasikan program mereka setelah
forum dan pelatihan selama semester terakhir tahun 2017. perusahaan berproduksi. Di sektor keuangan, tiga bank, yaitu
Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, perusahaan BRI, BNI dan Bank Kalteng, telah menyatakan minat mereka
dan masyarakat untuk memperkuat integrasi program untuk mendukung program pariwisata, pengembangan
diantara ketiga kelompok pemangku kepentingan tersebut. usaha keluarga, dan kompetisi kreativitas forum anak.

Pada triwulan terakhir tahun 2017, YTS melaksanakan
pelatihan lanjutan untuk pengelola dan fasilitator
FK-TSLP, lokakarya refleksi dan pembelajaran, hingga
kegiatan tahap akhir yaitu fasilitasi kunjungan pejabat
pemerintah untuk bertemu dengan industri ekstraktif
dalam mempercepat integrasi program Satuan
Organisasi Perangka Daerah (SOPD) dengan TSLP.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan
kemampuan sekretariat dan fasilitator FK-TSLP untuk
mengatur dan mengelola kegiatan forum. Sesi pada
lokakarya refleksi dan pembelajaran meliputi refleksi,
evaluasi, diskusi pembelajaran, dan perumusan strategi.

Sembilan perusahaan di sektor perkebunan, Perwakilan perusahaan berdiskusi mengenai integrasi program dengan pemerintah
dan masyarakat pada Rencana Aksi integrasi program CSR
kehutanan, dan pertambangan memberikan
kontribusi dalam program ini. Saat ini, delapan

2 Kabar Itah - Edisi 54
Pelatihan untuk Pelatih budidaya ayam pada masyarakat Gunung Mas

Dari bulan Oktober hingga November, YTS melaksanakan Mereka belajar teknis pembuatan kandang, pemilihan bibit
Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi dan induk ayam, pemeliharaan ayam pedaging dan ayam
Kerakyatan yang berfokus pada pelatihan budidaya ayam. kampung, pembuatan probiotik dan penanganan penyakit.
Pelatihan ini merupakan bagian dari proyek kerjasama
YTS dan BP3D, Badan Perencanaan, Penelitian dan Para peserta menyampaikan apresiasi mendalam atas
Pengembangan Daerah Kabupaten Gunung Mas. Tujuannya pelatihan tersebut. Murni dari desa Rabauh berujar, “Pelatihan
adalah mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat ini memberi banyak manfaat tentang cara beternak ayam,
berbasis ekonomi lokal. mencegah dan mengatasi berbagai masalah. Pelatihannya
telah menjawab kebutuhan dan permasalahan di desa
Proyek ini terdiri dari dua komponen: kunjungan tenaga ahli Rabauh, dimana peternakan kami sering mengalami berbagai
dan pelatihan untuk pelatih. Pada kunjungan awal, tenaga
penyakit di musim tertentu. Bersama rekan tim saya, saya
ahli melakukan survei lapangan dan melakukan pengamatan
siap melatih masyarakat di desa kami untuk mendapatkan
bersama masyarakat di tiga desa, mengidentifikasi potensi
hasil peternakan ayam yang lebih baik.” Fasilitator desa
serta masalah budidaya ayam dan kebutuhan materi pelatihan.
lain, Wahidah dari desa Tumbang Jutuh, berbagi tentang
Sebanyak 40 orang di desa Rabauh, Kecamatan Sepang, 23 manfaatnya, “Pelatihan ini benar-benar menjawab kebutuhan
orang di desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, dan 41 di desa kami. Materinya sangat berguna. Saya juga merasa
orang di desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, berkumpul bahwa pelatihan ini harus diberikan kepada aparat desa agar
untuk berdiskusi dengan para ahli. Mereka mewakili terbiasa berbicara di depan umum. Sekarang saya merasa
pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, kelompok lebih percaya diri untuk berbicara di depan orang.”
tani, kelompok wanita, Karang Taruna dan masyarakat.
Materi pelatihan menjawab pertanyaan dan kebutuhan
Setelah kegiatan ini, YTS menyelenggarakan pelatihan untuk tentang peternakan ayam di desa. Sebagai tindak lanjut,
pelatih (ToT) untuk budidaya ayam yang berlangsung dari peserta akan melatih kelompok masyarakat di desa
tanggal 20 hingga 22 November di Yayasan Usaha Mulia di masing-masing tentang peternakan ayam yang didapat
Kecamatan Bukit Batu. Tiga perempuan dan tiga laki-laki dari Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi
fasilitator desa berpartisipasi aktif dalam pelatihan tersebut. Kerakyatan 2018.

Peserta Pelatihan untuk Pelatih budidaya ayam mempresentasikan pembelajaran mereka tentang teknik pembuatan probiotik dan penanganan penyakit

Sambungan dari halaman 1

Camat Miri Minasa Johnson Ahmad mengatakan dalam perencanaan dan peningkatan kapasitas perangkat desa dan
sambutannya, “Kami berterima kasih kepada YTS yang BPD. Kegiatan YTS patut kita acungi jempol. Kami mohon
telah banyak membantu kegiatan desa dalam banyak YTS untuk melanjutkan kegiatannya dan membantu kami
hal, terutama di bidang pemberdayaan, pembangunan, memecahkan masalah yang kami hadapi saat ini.”

Kabar Itah - Edisi 54 3
Kilas Berita Agenda

Delapan desa sekarang telah memiliki peta batas formal desa Januari
dan hutan yang telah disetujui YTS Annual Board Meeting
Tata Kelola Pemerintahan
Bekerja sama dengan USAID LESTARI dalam proyek ‘Pengelolaan
Koordinasi dengan pemerintah daerah terkait
Kolaboratif dan Inisiatif Mata Pencaharian Berkelanjutan di Gunung Mas’,
YTS memfasilitasi sebuah lokakarya akhir dan pameran peta desa di Pengembangan Masyarakat
Kecamatan Damang Batu pada pertengahan November. Sekitar 50 orang Kahayan: Peningkatan kapasitas pemerintah desa
tim kerja penataan ruang wilayah dari setiap desa, yang telah melalui Monitor dan penguatan kegiatan mata pencaharian
proses pemetaan partisipatif, mempresentasikan dan mendiskusikan Monitor pengelolaan APBDes 2017 di Kahayan
peta wilayah desa mereka. YTS akan melanjutkan langkah berikutnya LESTARI: Lokakarya Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat
dalam proses formalisasi batas desa dan hutan. Pembentukan Lembaga Pengelola Hutan Desa di Damang Batu
Fasilitasi usulan perhutanan sosial
Fasilitasi verifikasi teknis perhutanan sosial dan kesepakatan kemitraan
Tinjauan tahunan 2017 dan perencanaan 2018 YTS Bukit Batu: Fasilitasi proposal KUB
Monitor Musrenbang dan KUB
Selama dua hari pada pertengahan Desember, kami melakukan Tinjauan
Tahunan 2017. Semua unit di YTS mempresentasikan hasil pencapaian Pertambangan Emas Skala Kecil
selama tahun 2017. Dalam diskusi terbuka dan melalui refleksi, kami Pure Earth: Kampanye penyadartahuan raksa di Tewah
mengevaluasi pekerjaan kami, dan mendiskusikan tantangan dan CIRDI: Identifikasi kelompok perempuan untuk perdagangan
adil emas bebas raksa
pembelajaran. Kegiatan diakhiri dengan persiapan dan presentasi
perencanaan 2018. Februari

Sebagai kegiatan belajar, kami mengunjungi Yayasan Permakultur Tata Kelola Pemerintahan
Kalimantan dan lokasi kegiatan mereka di Sekolah BCU untuk belajar Koordinasi dengan pemerintah daerah terkait
tentang proses dan strategi pertanian berkelanjutan. Pengembangan Masyarakat
Kahayan: Analisis dan Perencanaan Berbasis Masyarakat di
Tewang Pajangan
Proyek penelitian untuk memperbaiki lahan gambut yang Monitor Musrenbang di 3 Kecamatan di Kahayan
terdegradasi di Kalimantan Tengah Bukit Batu: Koordinasi dengan Balai Penyuluhan, Pertanian,
Peternakan dan Kehutanan Tangkiling
Untuk memulai proyek penelitian selama 10 tahun berjudul Monitor dan pengumpulan data budidaya ikan KUB
‘Meningkatkan Pengelolaan Kebakaran dan Rehabilitasi Lahan Gambut Monitor pasar rakyat Tangkiling
Masyarakat di Indonesia’, YTS bersama dengan para peneliti dan Pertemuan dan diskusi dengan KUB
akademisi dari organisasi penelitian dan universitas di Indonesia dan Koordinasi dan diskusi dengan tenaga ahli ikan
Australia, berpartisipasi dalam lokakarya awal di Bogor pada bulan
Pertambangan Emas Skala Kecil
November. Proyek ini bertujuan mengatasi masalah kebakaran lahan
CIRDI: CLAP di Tewang Pajangan
gambut dengan memahami dinamika perbaikan dan kebakaran lahan
yang terdegradasi, termasuk menemukan solusi mata pencaharian Maret
berkelanjutan bagi mereka yang tinggal di wilayah lahan gambut. Tata Kelola Pemerintahan
Peningkatan kapasitas pemerintah desa
Sosialisasi penghapusan penggunaan raksa bersama Pengembangan Masyarakat
pemerintah Kabupaten Gunung Mas Kahayan: Monitor Musrenbang tingkat kabupaten
Bermitra dengan Pure Earth/ Blacksmith Institute, YTS dan pemerintah Pengumpulan data sosial desa dan data kelompok tani
Kabupaten Gunung Mas menyelenggarakan lokakarya pada LESTARI: Asesmen pelatihan PHBM dan BUMDes
Fasilitasi usulan perhutanan sosial di Gunung Mas
pertengahan November mengenai ‘Bahaya Raksa di Pertambangan
Analisis Rantai Nilai Ikan di Kota Palangka Raya
Rakyat’. Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan pengurangan dan
penghapusan penggunaan air raksa dan bahayanya yang diuraikan Pertambangan Emas Skala Kecil
dalam Konvensi Minamata dan dinyatakan oleh KLHK. Sekitar 50 CIRDI Tahap III: permulaan
orang dari instansi pemerintah terkait, lembaga non-pemerintah dan Baseline ASGM mendukung Rencana Aksi Nasional
di Kabupaten Kapuas
masyarakat hadir dan meminta tindakan segera untuk menghentikan
Pure Earth: Kampanye penyadartahuan raksa di Kuala Kurun
praktik penggunaan raksa. dan Sepang
Permulaan proyek penambang perempuan
Mendukung mata pencaharian akuakultur yang berkelanjutan
di Bukit Batu
Kabar Itah
Kabar Itah adalah media informasi yang diterbitkan setiap triwulan oleh Yayasan Tambuhak Sinta (YTS), afiliasi PT
Untuk melanjutkan dukungan kami terhadap pengembangan mata Kalimantan Surya Kencana (KSK), sebuah perusahaan eksplorasi mineral.

pencaharian akuakultur yang berkelanjutan di Kecamatan Bukit Batu,
bekerja sama dengan Irish Aid, kami memberikan pelatihan dasar Diterbitkan oleh: Rekening Bank:
Yayasan Tambuhak Sinta Yayasan Tambuhak Sinta
budidaya ikan untuk 39 perwakilan masyarakat pada bulan November. Jl. Rajawali VII, Srikandi III No. 100 BNI 1946
Bukit Tunggal Palangka Raya 73112 Palangka Raya Branch
Kami membagikan 3.000 bibit nila dan 3.000 bibit ikan patin, serta Kalimantan Tengah-Indonesia Central Kalimantan

pelatihan intensif bagi 17 peserta terpilih, dan menyiapkan kolam ikan Telp. +62 (0536) 3237184
Fax. +62 (0536) 3229187
INDONESIA
Number 0114981608
dan membagikan bibit dan pakan ikan untuk setiap peserta. Email:tambuhaksinta@gmail.com
Website: www.tambuhaksinta.com
Swift: BNINIDJA

4 Kabar Itah - Edisi 54