You are on page 1of 4

NAMA : PRATIWI PUJILESTARI

NIM : 073001500078

“Kominusi dalam Pengolahan Mineral”

Kominusi adalah proses pengecilan ukuran butir dengan cara batuan atau
mineral yang diperoleh dari tambang dilakukan pengecilan ukuran (size
reduction) menjadi pecahan-pecahan berukuran kecil yang disesuaikan dengan
ukuran butir yang diperlukan dan dipecahkan dengan cara mekanis sebagai
langkah pertama dalam proses pengolahan bahan galian. Pemecahan batuan secara
mekanis dilakukan dengan dua tahap yaitu crushing dan grinding. Crushing
bertujuan untuk memecahkan bongkahan-bongkahan besar diperoleh dari
tambang menjadi ukuran yang lebih kecil, sedangkan grinding dilakukan untuk
batuan yang lebbih kecil.

Tujuan proses kominusi adalah:

1. Untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan pasar.
2. Untuk melepaskan pengotor dari mineral yang berharga.
3. Mempermudah proses dari pengangkutan.

Faktor yang harus diperhatikan dalam proses kominusi adalah:

1. Brittlenss, mudah atau susahnya bahan galian tersebut remuk.
2. Fracture, bentuk bahan galian jika pecah.
3. Hardness, kekerasaan bahan galian.
4. Density, berat jenis bahan galian.

Proses kominusi dibedakan menjadi tiga tahapan, yaitu:
1. Primary crusher, peremukaan batuan tahap awal (15 cm- 20 cm)
2. Secondary crusher, peremukan bataun tahap kedua, (5 cm- 7 cm)
3. Teritiary crusher, penggilingan untuk menghaluskan.

Alat yang digunakan dalam tahapan kominusi adalah:

A. Jaw crusher
Jaw crusher digunakan digunakan untuk mengurangi besar butiran
pada primary crusher dan secondary crusher.Biasanya digunakan
untuk batuan sedimen. Prinsip kerja alat yaitu terdiri dari dua flat
peremuk berbentuk seperti rahang dan umumnya terbuat dari baja.
Kedua jaw berhadapan membentuk sudut kecil kearah bawah dimana
salah satu jaw hanya diam dan satu jaw lainnya menjepit material
dengan gerakan maju mundur terhadap fixed jaw.

B. Gyratory Crusher

Gyratory crusher digunakan untuk memecahkan batuan berbentuk
bongkahan atau kecil. Tidak berbeda dengan jaw crusher.gyratory
crusher umumnya dapat digunakan pada primary crusher dan
secondary crusher. Terdiri dari dinding berbentuk kerucut terpacung
yang berdiri vertikal (conical sehll), dinding luar yang diam tidak
bergerak dengan puncak kerucutnya disebelah bawah (outer shell),
sedangkan dinding dalam dengan puncak sebelah atas dibuat berputar
terhadap asnya (inner shell).

C. Cone Crusher

Cone crusher adalah gyratory crusher yang sudah dimodifikasi.
Pada bagian mangkuk pemecahn tidak membutuhkan bukaan yang
besar dapat memungkinkan masukknya bongkahan broken ore dengan
ukuran yang besar dan memiliki kapasitas yang besar.
D. Roll Crusher

Roll crusher terdiri dari dua buah silinder baja yang memiliki
diameter yang sama berputar dengan arah yang berlawanan dan
digerakkan dengan motor penggerak.

E. Hammer Mill

Hammer mill merupakan salah satu alat impact crusher. Yang
terdiri dari 4 palu yang dipasang dengan baut pada satu revolving disk
dalam crushing chamber.

F. Tumbling Mill

Tumbling mill, terdiiri dari satu shell berbentuk silinder yang pada
dinding dalamnya dilapisi oleh pelapis yang dimuati grinding media
kemudian diputra pada asnya secara horizontal.
G. Ball Mill

Ball mill adalah tumbling mill yang mempunyai ukuran yang lebih
panjang atau sama dengan diameter dan berisi grinding media berupa
bola bola baja.

H. Rod Mill

Rod mill hampir menyerupai ball mill berbentuk shell silinder
dengan ukuran lebih panjang dari diameternya dan dilengkapi dengan
batang-batang baja pengganti bola-bola baja.

G. Tube Mill

Tube mill hampir menyerupai ball mill yang memiliki panjang dan
diametre lebih kecil dari umumnya dan menggunakan bola-bola
keramik atau bola-bola besi.