You are on page 1of 87

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
1.1.1. Pengertian Renstra PD
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 dalam pasal 1
mengenai ketentuan umum. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat
dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima)
tahun. Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang
Perangkat Daerah, pada pasal 1 mengenai ketentuan umum disebutkan bahwa
Perangkat Daerah Kabupaten/Kota adalah unsur pembantu bupati/wali kota dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan Urusan
Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah kabupaten/kota. Sehingga Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Berubah Menjadi (PD), dan Rencana Strategis
SKPD berubah menjadi Rencana Strategis PD.
Penyusunan Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya dilakukan
dengan melaksanakan pengkajian terlebih dahulu terhadap kondisi riil, evaluasi
pelaksanaan Renstra tahun-tahun sebelumnya dan evaluasi kinerja terhadap
pencapaian Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana
(sebelum berubah menjadi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Surabaya. Dari hasil pengkajian dan
evaluasi tersebut bisa dihindari kegagalan dalam pelaksanaan Rencana Strategis
PD, sehingga program dan kegiatan yang telah direncanakan bisa berjalan sesuai
dengan tujuan yang diinginkan.
Sebagai dokumen perencanaan PD periode 5 (lima) tahun, Renstra Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
merupakan dokumen yang secara substansial menerjemahkan visi, misi dan
Program Perangkat Daerah.
Visi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Kota Surabaya adalah “Terwujudnya keluarga yang berkualitas
dan berdaya dengan dukungan lembaga berbasis masyarakat” yaitu adanya

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 1
kewenangan untuk melaksanakan program pemberdayaan, pembinaan kepada
keluarga serta pelatihan pemberdayaan ekonomi keluarga. Adanya kewenangan
untuk melaksanakan program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera sehingga
terwujud keluarga yang berkualitas. Keterlibatan masyarakat dan lembaga berbasis
masyarakat yang menunjang pelaksanaan program. Untuk mewujudkan visi tersebut
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kota Surabaya menyusun Rencana Strategis Tahun 2016 – 2021.

1.1.2. Proses Penyusunan Renstra SKPD
Program, kegiatan, alokasi dana indikatif dan sumber pendanaan yang
dirumuskan dalam Renstra Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak disusun berdasarkan:
a. Pendekatan Kinerja, kerangka pengeluaran jangka menengah serta
perencanaan dan penganggaran terpadu
b. Kerangka pendanaan (untuk penyusunan RPJMD dan Renstra PD) dan
pagu indikatif (untuk penyusunan RKPD dan Renja PD; dan
c. Uraian wajib yang mengacu pada SPM sesuai dengan kondisi nyata daerah
dan kebutuhan masyarakat atau urusan pilihan yang menjadi tanggung
jawab PD.
Pendekatan kinerja yang dimaksud adalah program dan kegiatan yang
direncanakan mengutamakan keluaran/hasil yang terukur dan pengalokasian
sumberdaya dalam anggaran untuk melaksanakannya, secara efektif dan efisien
telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan kerangka pengeluaran jangka menengah
yaitu pengambilan keputusan terhadap program dan kegiatan prioritas
pembangunan, mempertimbangkan perspektif penganggaran lebih dari satu tahun
anggaran dan implikasi terhadap pendanaan pada tahun berikutnya yang dituangkan
dalam prakiraan maju. Perencanaan dan penganggaran terpadu yaitu pengambilan
keputusan penetapan program dan kegiatan yang direncanakan, merupakan satu
kesatuan proses perencanaan dan penganggaran yang terintregasi, konsisten dan
mengikat. Untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran program dan kegiatan
pembangunan daerah, PD menyusun Renstra PD.
Tahapan penyusunan Renstra PD adalah sebagai berikut :
I. Penyusunan Rancangan Renstra PD

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 2
a. Persiapan penyusunan rancangan Renstra
b. Perumusan strategi dan kebijakan
c. Perumusan Rencana Kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan
pendanaan indikatif berdasarkan rencana program prioritas RPJMD
d. Perumusan indikator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran
RPJMD Dst sesuaikan bagan
e. Pengolahan data dan informasi untuk merumuskan isu strategis PD
f. Perumusan rancangan Renstra PD mulai visi kegiatan indikatif yang telah
memperhatikan rancangan RPJMD
g. Penyajian dan penyampaian rancangan Renstra PD
h. Verifikasi dan penyempurnaan Rancangan Renstra PD mengacu pada
Rankhir RPJMD.
i. Penetapan Renstra PD

Gambar 1.1
Proses Penyusunan Renstra PD

1.1.3. Keterkaitan Antara Renstra SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainn

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 3
Dokumen Renstra PD merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dengan
dokumen perencanaan lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah sebagaimana
diamanatkan dalam undang undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
perencanaan pembangunan Nasional.
Adapun gambaran tentang keterkaitan antara Renstra Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya
dengan dokumen perencanaan lainnya dalam kaitan dengan sistem perencanaan
pembangunan maupun dengan sistem keuangan adalah sebagaimana ditunjukkan
pada gambar 1.2.

Gambar 1.2 Keterkaitan antar dokumen perencanaan penganggaran

1.2. Landasan Hukum

1.2.1. Ketentuan tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) dan
Kewenangan PD

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 14 tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Surabaya, Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tipe A

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 4
menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana dan Urusan Pemerintahan bidang Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak.

Pembentukan lembaga ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota
Surabaya terhadap pentingnya Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak sebagai upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk
dan peningkatan kualitas kehidupan keluarga masyarakat Kota Surabaya. Dengan
mengedepankan pelayanan kepada masyarakat secara lebih transparan dengan
menginformasikan program dan kegiatan yang ada di Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya.
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak sebagai bagian dari Perangkat Daerah yang mempunyai kewenangan di
bidang pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
perlu menyusun rencana strategis yang sejalan dengan Rencana Program Jangka
Panjang dan Rencana Jangka Menengah Kota Surabaya sebagai landasan dalam
melaksanakan kegiatan.

 Kelembagaan
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 14 tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Surabaya, Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tipe A
menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana dan Urusan Pemerintahan bidang Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak mempunyai struktur organisasi sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat, membawahi:
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
b. Sub Bagian Keuangan.
3. Bidang Pemberdayaan Perempuan, membawahi:
a. Seksi Pembinaan Pemberdayaan Perempuan;
b. Seksi Pengarusutamaan Gender dan Peran Aktif Perempuan.
4. Bidang Kesejahteraan Keluarga, membawahi:

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 5
a. Seksi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga;
b. Seksi Ketahanan Keluarga.

5. Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, membawahi:
a. Seksi Keluarga Berencana;
b. Seksi Pengendalian Penduduk, Advokasi dan Komunikasi, Informasi,
Edukasi (KIE);
6. Bidang Pengarusutamaan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak,
membawahi:
a. Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak;
b. Seksi Pengarusutamaan Hak Anak.
7. Kelompok Jabatan Fungsional

 Tugas dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 55 tahun 2016 tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota
Surabaya. Uraian Tugas Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kota Surabaya memiliki tugas melaksanakan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan
Sedangkan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak antara lain :
a. perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
b. pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;
d. pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas
dan fungsinya.

1.2.2. Ketentuan tentang Perencanaan dan Penganggaran
Landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan Renstra SKPD meliputi:
1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah
Kota Besar Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur/Jawa Tengah/Jawa

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 6
Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 Lembaran Negara Tahun 1965
Nomor 19 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2730);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47 Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4287);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaraan Negara
(Lembaga Negara Tahun 2004 Nomor 5 Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (lembaran Negara
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan (Lembaga Negara Tahun 2011 Nomor 82
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234) ;
7. Undang -Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244) ;
8. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur,
Bupati dan Walikota Menjadi Undang-Undang ;
9. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014
tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 246) ;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140 Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4578);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman
Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(Lembaga Negara Tahun 2005 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4593) ;

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 7
12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007
Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang
Negara /Daerah (Lembaran Negara Tahun 007 Nomor 83 Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4738) ;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
16. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional TAHUN 2015 - 2019 ;
17. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja
Pemerintah Tahun 2016
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa
kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun
2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
(Berita Negara Tahun 2011 Nomor 310);
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Tahun 2011
Nomor 694);
21. Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur
Tahun 2014 - 2019 ;

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 8
22. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Organisasi Perangkat Daerah (Lembaga Daerah Kota Surabaya Tahun
2008 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 8)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya
Nomor 12 Tahun 2009 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2009
Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 12);
23. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 11 Tahun 2008 tentang Urusan
Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah (Lembaga Daerah Kota
Surabaya Tahun 2008 Nomor 11 Tambahan Lembaran Daerah Kota
Surabaya Nomor 11) ;
24. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2012 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Surabaya Tahun
2005 – 2025 ;
25. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2014 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014 - 2034 .
26. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 14 tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Surabaya;
27. Peraturan Walikota Surabaya Nomor 55 tahun 2016 tentang Kedudukan,
Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Kota Surabaya.

1.2.3. Ketentuan tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak
Sebagai upaya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
pelayanan publik, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Kota Surabaya wajib menetapkan Standar Pelayanan Minimal
(SPM) untuk menjaga tingkat kualitas pelayanan Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya kepada
masyarakat, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 96 Tahun 2012
tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 9
Perlindungan Anak Kota Surabaya terkait ruang lingkup penyelenggara, sistem
pelayanan terpadu, pedoman penyusunan standar pelayanan, proporsi akses dan
kategori kelompok masyarakat dalam pelayanan berjenjang dan pengikutsertaan
masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan
dan Penerapan Standar pelayanan Minimal memberikan ketentuan bahwa Standar
Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan jenis dan mutu pelayanan publik dasar
yang merupakan urusan wajib Perangkat Daerah yang berhak diperoleh setiap
warga secara minimal. Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kota Surabaya memiliki Standar Minimal yang wajib
dilaksanakan yaitu :

1. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Jenis pelayanan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Kota Surabaya,
sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
Nomor : 55/HK-010/B5/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Keluarga
Berencana dan Keluarga Sejahtera meliputi jenis pelayanan dasar beserta indikator
kinerja dan target batas waktu pencapaian pada tahun 2014 yang terdiri dari adalah
sebagai berikut :
a. Komunikasi Informasi dan Edukasi Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
(KIE KB dan KS)
b. Penyediaan Alat dan Obat Kontrasepsi
c. Penyediaan Informasi Data Mikro
Dalam peraturan tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Kota Surabaya mengamanatkan
target SPM yang harus dipenuhi sampai dengan tahun 2014 sebagai berikut :
a. Jenis pelayanan komunikasi informasi dan edukasi Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera (KIE KB dan KS) dengan indikator :
1) Indikator Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB dengan target
sebesar 70%
2) Indikator Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak terpenuhi
(Unmet Need) dengan target sebesar 5%

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 10
3) Indikator Cakupan Pasangan Usia Subur yang istrinya dibawah usia 20 tahun
dengan target 3.5%
4) Indikator Cakupan Pasangan Usia Subur peserta KB Anggota Usaha
Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB dengan
target 87%
5) Indikator Cakupan sasaran Pasangan Usia Subur menjadi Peserta KB aktif
dengan target sebesar 65%
6) Indikator Ratio Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) dengan
target sebesar 1 (satu) petugas di setiap Desa/Kelurahan
7) Indikator Ratio Petugas Lapangan Keluarga Berencana/ Penyuluh Keluarga
Berencana (PLKB/PKB) dengan target sebesar 1 Petugas di setiap 2 (dua)
Desa/Kelurahan
b. Jenis pelayanan penyediaan alat dan obat kontrasepsi dengan indikator cakupan
penyediaan alat dan obat kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat
dengan target seebesar 30% setiap tahun.
c. Jenis pelayanan penyediaan informasi data mikro dengan indicator cakupan
penyediaan informasi data mikro keluarga di setiap Desa/Kelurahan dengan target
sebesar 100% setiap tahun.
Realisasi capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera pada semester II Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
a. Jenis pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera (KIE KB dan KS) dengan indikator :
1) Capaian Indikator Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB
sebesar 108,2%
2) Capaian Indikator Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-KB tidak
terpenuhi (Unmet Need) sebesar 20,82%
3) Capaian Indikator Cakupan Pasangan Usia Subur yang istrinya dibawah
usia 20 tahun sebesar 0,05%
4) Capaian Indikator Cakupan Pasangan Usia Subur peserta KB Anggota Usaha
Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB sebesar
64,3%
5) Indikator Cakupan sasaran Pasangan Usia Subur menjadi Peserta KB aktif
dengan target sebesar 79,3%

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 11
6) Capaian Indikator Ratio Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD)
sebesar 1 (satu) petugas di setiap Desa/ Kelurahan
7) Indikator Ratio Petugas Lapangan Keluarga Berencana/Penyuluh Keluarga
Berencana (PLKB/PKB) sebesar 1 Petugas di setiap 2 (dua) Desa/Kelurahan
b. Jenis pelayanan Penyediaan Alat dan Obat Kontrasepsi dengan Indikator cakupan
penyediaan alat dan obat kotrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat
sebesar 100% setiap tahun
c. Jenis pelayanan penyediaan informasi data mikro dengan indikator cakupan
penyediaan informasi data mikro keluarga di setiap Desa/Kelurahan sebesar
100% setiap tahun

2. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Jenis pelayanan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Kota Surabaya,
sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2010 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Layanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak Korban
Kekerasan maliputi jenis pelayanan dasar beserta indikator kinerja dan target tahun
2010 - 2014 adalah sebagai berikut :
a. Penanganan pengaduan/laporan korban kekerasan terhadap perempuan dan
anak
b. Pelayanan kesehatan bagi perempuan dan anak korban kekerasan
c. Rehabilitasi Sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan
d. Penegakan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan
e. Pemulangan dan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan
Dalam peraturan tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Kota Surabaya mengamanatkan
target SPM yang harus dipenuhi sampai dengan tahun 2014 sebagai berikut :
a. Jenis Pelayaan Penanganan pengaduan/ laporan korban kekerasan terhadap
perempuan dan anak dengan indicator cakupan perempuan dan anak korban
kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di
dalam unit pelayanan terpadu dengan target sebesar 100%

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 12
b. Jenis Pelayanan Kesehatan bagi perempuan dan anak korban kekerasan dengan
indikator cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan
layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas mampu
tatalaksana KTP/A dan PPt/PKTdi Rumah Sakit dengan target sebesar 100%
c. Jenis Pelayanan Rehabilitasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan
dengan indikator :
1) Indikator Cakupan layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh petugas
bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan didalam
unit pelayanan terpadu dengan target sebesar 75%
2) Indikator Cakupan Layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh petusas
rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan didalam
unit pelayanan terpadu dengan target sebesar 75%
d. Jenis Pelayanan Penegakan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak
korban kekerasan
e. Jenis Pelayanan Pemulangan dan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak
korban kekerasan dengan indikator :
1) Indikator cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban
kekerasan dengan target sebesar 50%
2) Indikator cakupan layanan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak
korban kekerasan dengan target sebesar 100%
Realisasi Capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak pada semester II Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
a. Jenis Pelayaan Penanganan pengaduan/laporan korban kekerasan terhadap
perempuan dan anak dengan indicator cakupan perempuan dan anak korban
kekerasan yang mendapatkan penaganan pengaduan oleh petugas terlatih di
dalam unit pelayannan terpadu sebesar 100%
b. Jenis Pelayanan Kesehatan bagi perempuan dan anak korban kekerasan dengan
indikator Cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang
mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas
mampu tatalaksana KTP/A dan PPt/PKTdi Rumah Sakit sebesar 100%
c. Jenis Pelayanan Pemulangan dan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak
korban kekerasan dengan indikator :

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 13
1) Capaian Indikator Cakupan layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh
petugas bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban
kekerasan didalam unit pelayanan terpadu sebesar 100%
2) Capaian Indikator Cakupan Layanan rehabilitasi sosial yang diberikan oleh
petusas rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan
didalam unit pelayanan terpadu sebesar 100%
d. Jenis Pelayanan Penegakan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak
korban kekerasan dengan indikator :
1) Capaian Indikator cakupan penegakan hukum dari tingkat peyidikan sampai
dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan
dan anak 100%
2) Capaian Indikator cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang
mendapatkan layanan bantuan hukum sebesar 100%
e. Jenis Pelayanan Pemulangan dan reintegrasi sosial bagi perempuan dan anak
korban kekerasan dengan indikator :
1) Capaian Indikator cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak
korban kekerasan sebesar 27%
2) Capaian Indikator cakupan layanan reintegrasi sosial bagi perempuan dan
anak korban kekerasan sebesar 100%

1.2.4. Ketentuan tentang Indikator Kinerja Kunci (IKK) Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah memuat tentang Indikator Kinerja Kunci
(IKK). Indikator kinerja kunci disusun berdasarkan aspek penilaian yang terdiri :
a. Ketentraman dan ketertiban umum daerah ;
b. Keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan
Pemerintah serta antar pemerintahan daerah dalam rangka pengembangan
otonomi daerah
c. Keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah
d. Efektivitas hubungan antara Pemerintah Daerah dan DPRD
e. Efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut
pelaksaanan keputusan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 14
f. Efektivitas proses pengambilan keputusan oleh Kepala Daerah beserta tindak
lanjut pelaksanaan keputusan
g. Ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan
perundang-undangan
h. Intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah
dengan masyarakat atas penetapan bebijakan publik yang strategis dan relevan
untuk daerah
i. Transparansi dalam pemanfaatan alokasi, pencairan dan penyerapan DAU, DAK
dan Bagi Hasil
j. Intensitas, efektivitas dan transparansi pemungutan sumber -sumber pendapatan
asli daerah dan pinjaman / obligasi daerah
k. Efektivitas perencanaan, penyusunan, pelaksanaan tata usaha, pertanggung
jawaban dan pengawasan APBD
l. Pengelolaan potensi daerah dan
m. Terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah
Dengan mempertimbangkan :
a. Kesesuaian kebijakan daerah dengan peraturan perundang-undangan yang lebih
tinggi dan
b. Kesesuaian kebijakan daerah dengan kepentingan umum
IKK terkait dengan tugas dan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Kota Surabaya
memiliki indikator sebagai berikut :
1. Indikator Prevalensi peserta KB aktif dengan target untuk tahun 2017 sebesar
77.31%
2. Indikator Rasio petugas lapangan KB//PKB (PLKB/PKB) dengan target untuk
tahun 2017 sebesar 100%
3. Indikator PKK aktif dengan target untuk tahun 2017 sebesar 100%

1.2.5. Ketentuan Indikator Millennium Development Goals (MDG’s) dan
Rencana Aksi pengarusutamaan Gender Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
a. Millennium Development Goals (MDG’s)

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 15
Tujuan Pembangunan Millennium (Melennium Development Goals atau
disingkat MDGs) adalah Deklarasi Millennium hasil kesepakatan Kepala Negara dan
Perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang mulai
dijalankan pada September 2000. Kesepakatan tersebut berupa delapan butir tujuan
sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan
kemiskinan untuk dicapai pada tahun 2015. Untuk mempercepat pencapaian
sasaran MDGs, Presiden telah menetapkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010
tentang Program Pembangunan yang berkeadilan. Salah satu amanat yang
tercantum dalam inpres tersebut adalah agar setiap kementerian/lembaga, Gubernur
dan para Bupati/Walikota mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas,
fungsi dan kewenangan masing-masing dalam rangka pelaksanaan program
program pembangunan yang berkeadilan, diantaranya program pencapaian MDGs.
Dalam kaitannya dengan sistem perencanaan pembangunan
sebagaimanaamanat undang - undang Nomor 25 Tahun 2004, maka keberadaan
MDGs merupakan bagian utuh dari agenda pembangunnan pemerintah Kota
Surabaya yang dituangkan dalam dokumen RPJMD Kota Surabaya Tahun 2010-
2015. Indikator Millennium Development Goals (MDG’s) terkait dengan tugas dan
fungsi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Kota Surabaya Kota Surabaya memiliki indikator sebagai berikut :
1. Jumlah Peserta Pelatihan Ketrampilan
2. Waktu pelaksanaan kegiatan fasilitasi pengembangan hasil usaha ekonomi
mikro
3. Waktu pelaksanaan kegiatan fasilitasi pelaksanaan program beras miskin
(raskin)
4. Jumlah lembaga berbasis gender yang dibina
5. Jumlah peserta yang dilatih dalam meningkatkan kapasitas dan jaringan
kelembagaan perempuan dan anak
6. Jumlah kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang
terfasilitasi
7. Jumlah kegiatan fasilitasi pengembangan kota peduli perempuan dan kota
layak anak
8. Waktu pelaksanaan kegiatan fasilitasi institusi masyarakat
perkotaan peduli keluarga berencana

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 16
9. Jumlah akseptor KB yang mendapatkan pelayanan KB
10. Jumlah pelaksanaan program Keluarga Berencana yang dibina
Program Millennium Development Goals (MDG’s) berakkir tahun 2015. Setelah
pelaksanaan MDGs periode 2010-2015, saat ini sedang digagas agenda pasca
MDGs/Sustainability Development Goals (SDGs) yang ruang lingkupnya lebih luas
dan lebih kompleks. Beberapa indikator SDGs yang berkaitan dengan tugas pokok
dan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak adalah sebagai berikut:
1. Pada tahun 2030, membangun ketahanan masyarakat miskin dan mereka
dalam situasi rentan dan mengurangi eksposur dan kerentanan mereka
terhadap kejadian ekstrem yang terkait dengan iklim dan guncangan
ekonomi, sosial dan lingkungan lainnya dan bencana
2. Pada tahun 2030, menjamin akses universal terhadap layanan kesehatan
seksual dan reproduksi, termasuk keluarga berencana, informasi dan
pendidikan, dan integrasi kesehatan reproduksi ke dalam strategi dan
program nasional
3. Pada tahun 2030, secara substansial meningkatkan jumlah remaja dan
orang dewasa yang memiliki keterampilan yang relevan, termasuk
keterampilan teknis dan kejuruan, untuk pekerjaan, pekerjaan yang layak
dan kewirausahaan
4. Akhiri semua bentuk diskriminasi terhadap semua perempuan dan anak
perempuan di mana-mana
5. Hilangkan semua bentuk kekerasan terhadap semua perempuan dan anak
perempuan di ruang publik dan swasta, termasuk perdagangan dan seksual
dan jenis-jenis eksploitasi
6. Mengadopsi dan memperkuat kebijakan yang sehat dan perundang-
undangan berlaku untuk promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan
semua perempuan dan anak perempuan di semua tingkatan
7. Mempromosikan kebijakan pembangunan yang berorientasi yang
mendukung kegiatan produktif, penciptaan lapangan kerja yang layak,
kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, dan mendorong formalisasi dan
pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah, termasuk melalui akses ke
layanan keuangan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 17
8. Pada tahun 2020, secara substansial mengurangi proporsi pemuda tidak
dalam pekerjaan, pendidikan atau pelatihan

b. Rencana Aksi Pengarusutamaan Gender Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya
Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 mengamanatkan kepada seluruh
Menteri, Kepala Lembaga, Gubernur dan Bupati/ Walikota untuk mengintegrasikan
Pengarusutamaan Gender pada setiap tahapan proses pembangunan, mulai dari
perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi seluruh
kebijakan, program dan kegiatan nasional, provinsi dan kabupaten/ kota pada semua
bidang pembangunan. Dalam rangka mengintagrasikan pengaurusutamaan
genderdalam proses perencanaan dan penganggaran, pada tahun 2003 diterbitkan
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum
Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan di Daerah. Pada
Tahun 2008 dikeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008
tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah dan telah
diperbaharui dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2011.
Peraturan ini menginstruksikan pada semua unit Pemerintah dibawah koordinasi
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) untuk mengintegrasikan
pengarusutamaan gender ke dalam perencanaan dan penganggaran. Menurut
Permendagri tersebut, penyusunan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan
berperspektif gender dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah atau RPJMD, dan Rencana Strategis PD.
Dalam Peraturan ketentuan tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Kota Surabaya
memiliki 5 indikator dan target yang harus dipenuhi pada tahun 2017 sebagai berikut:
1. Indikator jumlah kegiatan Anugrah Parahita Ekapraya dengan target untuk
Tahun 2017 sebesar 1 kegiatan
2. Indikator jumlah kegiatan capacity building focal point dan PUG dengan
target untuk tahun 2017 sebesar 100 orang
3. Indikator Jumlah kegiatan pembinaan organisasi peduli perempuan dan
anak dengan target untuk tahun 2017 sebesar 85 lembaga

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 18
4. Indikator jumlah kegiatan kecamatan responsif gender dengan target untuk
tahun 2017 sebesar 31 Kecamatan
5. Indikator jumlah dokumen pendataan profil gender dalam pembangunan
dengan target untuk tahun 2017 sebesar 1 dokumen.

1.3. Maksud dan Tujuan
1.3.1. Maksud Penyusunan Renstra PD
Maksud Penyusunan Renstra PD adalah
1. Menjabarkan rencana strategis kota dalam rencana strategis PD jangka
pendek (5 tahun)
2. Menyelaraskan rencana strategis kota dengan pelayanan PD, usulan
masyarakat, dan evaluasi kinerja 5 tahun lalu menjadi rencana strategis PD

1.3.2. Tujuan Penyusunan Renstra PD adalah :
1. Menjadi pedoman dalam implementasi strategi dan visi misi Pemerintah
Kota
2. Menjadi pedoman dalam pelaksanaan pelayanan PD dalam jangka 5 Tahun
3. Menjadi pedoman dalam penyusunan rencana anggaran PD
4. Menjadi pedoman dalam pelaksanaan program kerja.

1.4. Sistematika Penulisan
Renstra Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Kota Surabaya Kota SurabayaTahun 2016 - 2021 disusun
dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Landasan Hukum
1.3. Maksud dan Tujuan
1.4. Sistematika Penulisan
BAB 2 ANALISIS GAMBARAN PELAYANAN SKPD KABUPATEN/ KOTA
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
2.2. Sumber Daya SKPD
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 19
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD
BAB 3 ISU- ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD
3.2. Perumusan Isu-Isu Strategis berdasarkan Tugas dan Fungsi
3.3. Telaah visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah terpilih
3.4. Telahan Renstra K/L dan Rencana Provinsi/Kabupaten Kota
3.5. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan
Hidup Strategis
3.6. Penentuan Isu-Isu Strategis
BAB 4 PERUMUSAN VISI DAN MISI SKPD
4.1. Visi dan Misi SKPD
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
4.3. Strategi dan Kebijakan
BAB 5 RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
BAB 6 INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MANGACU PADA TUJUAN DAN
SASARAN RPJMD
BAB 7 PENUTUP

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 20
BAB 2
GAMBARAN PELAYANAN PD

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 14 tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Surabaya, Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Tipe A menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana dan Urusan Pemerintahan bidang
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

2.1.1 Tugas dan Fungsi PD
Mengacu pada Peraturan Walikota Surabaya Nomor 55 tahun 2016
tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata
Kerja Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Kota Surabaya. Uraian Tugas Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota
Surabaya memiliki tugas melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan Daerah dan tugas pembantuan
Sedangkan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak antara lain :
a. perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
b. pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;
d. pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas
dan fungsinya.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas dibantu
oleh 1 Sekretariat dan 4 Bidang dengan rincian sebagai berikut :
1. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di
bidang kesekretariatan yang meliputi menyusun dan melaksanakan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 21
rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan
kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan
dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya
Untuk melaksanakan tugasnya, Sekretariat mempunyai fungsi sebagai
berikut :
a. pelaksanaan koordinasi penyusunan perencanaan program, anggaran
dan perundang-undangan;
b. pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dan
administrasi perizinan/non perizinan/rekomendasi;
c. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian;
d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan;
e. pelaksanaan penatausahaan barang milik daerah;
f. pelaksanaan urusan rumah tangga, dokumentasi, hubungan masyarakat,
dan protokol;
g. pelaksanaan pengelolaan kearsipan dan perpustakaan;
h. pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas Bidang;
i. pelaksanaan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan;
j. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan
tugas;
k. pelaksanaan pelaporan indikator kinerja Sekretariat yang tertuang dalam
dokumen perencanaan strategis;
l. pelaksanaan koordinasi pelaporan indikator kinerja dinas yang tertuang
dalam dokumen perencanaan strategis; dan
m. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
tugas dan fungsinya.
2. Bidang Pemberdayaan Perempuan
Bidang Pemberdayaan Perempuan mempunyai tugas melaksanakan
sebagian tugas Dinas di bidang Pemberdayaan Perempuan yang meliputi
menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis,
melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain,
melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 22
pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Pemberdayaan Perempuan
mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. pelaksanaan pemrosesan teknis perizinan/non perizinan/rekomendasi
sesuai bidangnya;
b. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis bidang pemberdayaan
perempuan;
c. pelaksanaan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) di bidang
pemberdayaan perempuan;
d. pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi dan fasilitasi bidang pemberdayaan
perempuan;
e. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang pemberdayaan
perempuan;
f. pelaksanaan penyusunan pedoman dan pelaksanaan dalam rangka
peningkatan pemberdayaan perempuan;
g. pelaksanaan pendalaman dan penjangkauan permasalah perempuan
dalam rangka pemberdayaan perempuan;
h. pelaksanaan pemetaan terkait pemberdayaan perempuan,
Pengarusutamaan Gender dan peran aktif perempuan;
i. pelaksanaan analisis dalam upaya penguatan pemberdayaan
perempuan;
j. pelaksanaan penyusunan pedoman dan pelaksanaan Pengarusutamaan
Gender dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi, sosial budaya,
politik, hukum dan lingkungan hidup;
k. pelaksanaan penyiapan pedoman teknis dan program Pengarusutamaan
Gender dan peran aktif perempuan;
l. pelaksanaan pengembangan, komunikasi, informasi dan edukasi tentang
Pengarusutamaan Gender dan peran aktif perempuan;
m. pelaksanaan fasilitasi jejaring Pengarusutamaan Gender dan peran aktif
perempuan;
n. pelaksanaan perhitungan pelaporan indikator kinerja Bidang yang
tertuang dalam dokumen perencanaan strategis; dan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 23
o. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
3. Bidang Kesejahteraan Keluarga
Bidang Kesejahteraan Keluarga mempunyai tugas melaksanakan sebagian
tugas Dinas di bidang Kesejahteraan Keluarga yang meliputi menyusun dan
melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan
koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan
pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan,
dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Kesejahteraan Keluarga
mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. pelaksanaan pemrosesan teknis perizinan/non perizinan/rekomendasi
sesuai bidangnya;
b. pelaksanaan supervisi, konsultasi dan/atau pembinaan di bidang
kesejahteraan keluarga;
c. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan/atau pelaporan penyelenggaraan
tugas di bidang kesejahteraan keluarga;
d. pelaksanaan konsultasi, koordinasi, fasilitasi, penyelenggaraan,
pengembangan produksi dan promosi hasil usaha keluarga;
e. pelaksanaan pembinaan teknis peningkatan pengetahuan dan/atau
keterampilan, kewirausahaan dan manajemen usaha;
f. pelaksanaan kemitraan untuk aksesibilitas manajemen dan promosi
usaha di bidang kesejahteraan keluarga;
g. pelaksanaan penyusunan rencana program, petunjuk pelaksanaan
dan/atau petunjuk teknis bidang kesejahteraan keluarga;
h. pelaksanaan rencana program dan/atau petunjuk teknis dan/atau
bimbingan teknis pemberdayaan ekonomi keluarga;
i. pelaksanaan peningkatan sumber daya ekonomi keluarga;
j. pelaksanaan norma, standar, program dan kriteria (NSPK)
pemberdayaan ekonomi keluarga;
k. pelaksanaan penyusunan pedoman, analisis, koordinasi, sinkronisasi,
kerjasama, fasilitasi pemberdayaan ekonomi keluarga;

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 24
l. penyiapan bahan, sarana dan/atau prasarana dalam upaya
pemberdayaan ekonomi keluarga;
m. pelaksanaan konsultasi, fasilitasi, promosi usaha dalam upaya
pemberdayaan ekonomi keluarga;
n. penyiapan bahan/ sarana/ prasarana dan fasilitasi usaha keluarga;
o. perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis daerah di bidang
ketahanan keluarga melalui usaha keluarga;
p. penyiapan bahan pembinaan, pembimbingan, pelaksanaan kebijakan
teknis, bimbingan teknis, norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK)
serta pemantauan, pengendalian dan/atau evaluasi bidang
kesejahteraan keluarga;
q. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan, penyebarluasan informasi,
edukasi bidang kesejahteraan keluarga;
r. pelaksanaan kebijakan teknis daerah di bidang bina keluarga balita,
pembinaan ketahanan remaja, bina keluarga lansia dan rentan;
s. pelaksanaan perhitungan pelaporan indikator kinerja Bidang yang
tertuang dalam dokumen perencanaan strategis; dan
t. pelaksaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
4. Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mempunyai
tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana yang meliputi menyusun dan
melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan
koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan
pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan,
dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas
sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. pelaksanaan pemrosesan teknis perizinan/non perizinan/rekomendasi
sesuai bidangnya;

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 25
b. perumuskan kebijakan teknis daerah di bidang Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana;
c. pelaksanaan kebijakan teknis daerah di bidang Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana;
d. pelaksanaan norma, standar prosedur dan kriteria dibidang pengendalian
penduduk, sistem informasi dan keluarga Keluarga Berencana ;
e. pelaksanaan pemberdayaan dan peningkatan peran serta organisasi
kemasyarakatan ditingkat kota;
f. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana;
g. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan fasilitasi Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana;
h. pelaksanaan layanan penanggulangan komplikasi/ efek samping dan
kegagalan ber-Keluarga Berencana ;
i. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana Keluarga Berencana;
j. pelaksanaan pembinaan kesertaan ber- Keluarga Berencana;
k. pelaksanaan pemaduan dan sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah
dalam rangka pengendalian kuantitas penduduk;
l. pelaksanaan pemetaan perkiraan (parameter) pengendalian penduduk di
kota;
m. pelaksanaan pendampingan program peningkatan kesertaan ber-
Keluarga Berencana;
n. pelaksanaan fasilitasi program pembinaan dan peningkatan kesertaan
ber-Keluarga Berencana;
o. pembinaan, pendampingan, dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan
pelayanan Keluarga Berencana;
p. pembinaan dan pembimbingan dibidang advokasi dan Komunikasi,
Informasi dan Edukasi (KIE);
q. pembinaan dan pembimbingan hubungan antar lembaga dan pembinaan
lini lapangan;
r. pelaksanaan kebijakan teknis, norma, standar, prosedur dan kriteria
hubungan antar lembaga dan pembinaan lini lapangan;

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 26
s. pemantauan dan evaluasi hubungan antar lembaga dan pembinaan lini
lapangan;
t. pembinaan, pembimbingan, sinkronisasi kebijakan pengendalian
penduduk di tingkat Kota;
u. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi fasilitasi pengelolaan pelayanan
keluarga berencana;
v. pelaksanaan penerimaan, penyimpanan, pengendalian dan
pendistribusian alat obat kontrasepsi di kota;
w. pelaksanaan perhitungan pelaporan indikator kinerja Bidang yang
tertuang dalam dokumen perencanaan strategis; dan
x. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
5. Bidang Pengarusutamaan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak
Bidang Pengarusutamaan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak
mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang
Pengarusutamaan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak yang
meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk
teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan
instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan
evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan
oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Pengarusutamaan Hak Anak,
Perlindungan Perempuan dan Anak mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. pelaksanaan pemrosesan teknis perizinan/non perizinan/rekomendasi
sesuai bidangnya;
b. pelaksanaan perumusan kebijakan teknis di bidang pengarusutamaan
hak anak, perlindungan perempuan dan anak;
c. pelaksanaan sinkronisasi dan kegiatan jaringan perlindungan perempuan,
perlindungan anak dan pengarusutamaan hak anak;
d. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan Bidang
Pengarusutamaan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak;
e. penyiapan bahan upaya perlindungan perempuan dan anak;
f. pelaksanaan penjangkauan permasalahan perempuan dan anak;

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 27
g. pelaksanaan pendampingan bagi korban perempuan dan anak yang
mengalami permasalahan;
h. pelaksanaan kebijakan teknis di bidang Pengarusutamaan Hak Anak,
Perlindungan Perempuan dan Anak;
i. pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi dan fasilitasi di Bidang
Pengarusutamaan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak;
j. pelaksanaan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan
peningkatan kualitas hidup anak;
k. pelaksanaan pengembangan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang
Pengarusutamaan Hak Anak;
l. pelaksanaan fasilitasi jejaring pemenuhan hak anak;
m. pelaksanaan perwujudan keserasian kebijakan di berbagai bidang
pembangunan dalam rangka peningkatan kualitas hidup anak; dan
n. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan tugas dan fungsinya.

2.1.2 Struktur Organisasi PD

Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak mempunyai struktur organisasi sebagai berikut :
1. Kepala Dinas
2. Sekretariat, membawahi:
c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
d. Sub Bagian Keuangan.
3. Bidang Pemberdayaan Perempuan, membawahi:
c. Seksi Pembinaan Pemberdayaan Perempuan;
d. Seksi Pengarusutamaan Gender dan Peran Aktif Perempuan.
4. Bidang Kesejahteraan Keluarga, membawahi:
c. Seksi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga;
d. Seksi Ketahanan Keluarga.
5. Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, membawahi:
c. Seksi Keluarga Berencana;
d. Seksi Pengendalian Penduduk, Advokasi dan Komunikasi, Informasi,
Edukasi (KIE);

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 28
6. Bidang Pengarusutamaan Hak Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak,
membawahi:
c. Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak;
d. Seksi Pengarusutamaan Hak Anak.
7. Kelompok Jabatan Fungsional
BAGAN SUSUNAN ORGANISASI
DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA SURABAYA

DINAS
PENGENDALIAN PENDUDUK,
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERLINDUNGAN ANAK

SEKRETARIAT

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL
SUB BAGIAN UMUM SUB BAGIAN
DAN KEPEGAWAIAN KEUANGAN

BIDANG
BIDANG BIDANG BIDANG PENGENDALIAN PENGARUSUTAMAAN HAK
PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN PENDUDUK DAN ANAK DAN
PEREMPUAN KELUARGA KELUARGA BERENCANA PERLINDUNGAN
PEREMPUAN DAN ANAK

SEKSI PEMBINAAN
SEKSI PEMBERDAYAAN SEKSI KELUARGA SEKSI PERLINDUNGAN
PEMBERDAYAAN
EKONOMI KELUARGA BERENCANA PEREMPUAN DAN ANAK
PEREMPUAN

SEKSI SEKSI PENGENDALIAN SEKSI
PENGARUSUTAMAAN SEKSI KETAHANAN PENDUDUK, ADVOKASI
PENGARUSTAMAAN
GENDER DAN PERAN KELUARGA DAN KOMUNIKASI,
INFORMASI, EDUKASI (KIE) HAK ANAK
AKTIF PEREMPUAN

UPTD

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 29
2.2 Sumber Daya PD

A. DATA PEGAWAI :

No Pegawai Jumlah Keterangan
1. Berdasarkan Status Pegawai :
- PNS 122 L : 46 / P : 76

2. Berdasarkan Tingkat Pendidikan :
- SD 1
- SLTP 1
- SLTA 37
- D-4 1
- D-3 1
- S-1 67
- S-2 15

3. Berdasarkan Golongan :
- I/b 1
- II/a 1
- II/b 5
- II/c 6
- III/a 4
- III/b 24
- III/c 19
- III/d 35
- IV/a 18
- IV/b 8
- IV/c 1

4. Jabatan Fungsional 65 Penyuluh KB
-

B. DATA ASET PD :

No Aset Jumlah Keterangan
1. Bangunan/Gedung Kantor 1 Jl. Nginden
Permata No.1
2. Kendaraan Dinas : Surabaya
- Mobil Dinas 3
- Kendaraan Pelayanan KB 2
- Motor 107

3. Perlengkapan Kerja :
- Komputer 69
- Printer 29
- AC 23
- Papan Tulis Elektrik 2

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 30
- Mesin Ketik Elektrik 1
- Genset 1
- LCD 2
- Penghancur Kertas 3
- Mesin Fax 2
- Televisi 6
- Kamera Digital 5
- Pesawat Tekepon 2
- Lemari 29
-

2.3 Kinerja Pelayanan PD
Gambaran Kinerja Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Keluarga Berencana yang berubah menjadi Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya selama periode
2011 – 2015 menunjukkan realisasi yang sebagian besar mampu mencapai target.
Pada indikator Persentase Peserta KB Aktif, realisasi dari tahun ke-1 s/d 4
menunjukkan capaian melebihi target yang ada. Sedangkan pada tahun ke-5 dari
target 81% yang ditetapkan capaiannya sebesar 80.2%, hal tersebut disebabkan
jumlah peserta KB aktif khususnya pil dan suntik tingkat drop outnya masih tinggi.
Untuk indikator Jumlah Lembaga Yang Peduli terhadap Perempuan dan Anak pada
tahun ke-5 capaiannya 83 lembaga dari 85 lembaga yang ditargetkan, hal tersebut
karena 2 lembaga perempuan dan anak sudah mandiri sehingga tidak memerlukan
dana sharing dari Pemerintah Kota Surabaya. Sedangkan indikator Persentase
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Anak Yang dilaporkan dan ditangani
menunjukkan capaian 100% dan indikator Jumlah Keluarga Miskin Yang Melakukan
Usaha Ekonomi Produktif menunjukkan peningkatan capaian setiap tahunnya.
Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga
Berencana Kota Surabaya dapat dilihat pada Tabel 1.
Pencapaian kinerja dimaksud didukung dengan Alokasi Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah Pemerintah Kota Surabaya pada PD Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana, sesuai dengan Tabel 2.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 31
Tabel 1
Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana
Kota Surabaya

No Indikator Kinerja sesuai Target Target Targ Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Tugas dan Fungsi SPM IKK et
Lain 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015

Persentase Peserta 70% 79,36 78,78 79,52 80,26 81% 84,58 82,04 83,23 80,49 80.2% 106,58 104,14 104,67 100,29 99%
1
KB Aktif % % % % % % % % % % % %

Persentase Kasus
Kekerasan Terhadap 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
2
Perempuan Anak
Yang Dilaporkan &
Ditangani
Jumlah Lembaga
Yang Peduli 85 85 85 85 85 85 85 85 85 83 100% 100% 100% 100% 97,65
3
Terhadap Perempuan %
Dan Anak
Jumlah Keluarga
4 Miskin Yang 1487 1487 1487 1487 1487 3347 1500 1490 1655 1725 225,08 100,87 100,20 111,30 116,01
Melakukan Usaha % % % % %
Ekonomi Produktif

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 32
Tabel 2
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana
Kota Surabaya

Rasio antara Realisasi dan
Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke-
Uraian Anggaran Tahun ke-
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
BelanjaTidak 13.395.41 15.225.29 13.490.27 14.316.387. 15.255.822. 11.749.578. 13.638.843. 12.314.52 12.887.297. 14.460.134. 0.9
8.862 1.960 8.308 793 345 183 562 6.932 843 589 0.88 0.90 0.91 0.90
Langsung 5

8.944.498. 9.245.691. 7.694.690. 7.696.264.7 8.128.447.3 7.530.019.9 8.122.770.3 6.991.103. 6.614.790.7 7.447.771.0 0.9
0.84 0.88 0.91 0.86
- Gaji dan Tunjangan 862 960 808 88 00 52 69 042 14 97 2
- Tambahan 4.450.920. 5.979.600. 5.795.587. 6.620.123.0 7.127.357.0 4.219.558.2 5.516.073.1 5.323.423. 6.272.507.1 7.012.363.4 0.9
0.95 0.92 0.92 0.95
Penghasilan 000 000 500 55 45 31 93 890 29 92 8

22.071.84 17.078.58 21.324.80 26.609.609. 21.421.981. 16.784.222. 14.590.206. 17.275.98 21.467.936. 18.382.221. 0.8
Belanja Langsung 0.76 0.85 0.81 0.81
7.454 6.311 8.108 058 427 101 277 7.890 095 538 6

35.467.26 32.303.87 34.815.08 40.925.996. 36.677.803. 28.533.800. 28.229.049. 29.590.51 34.355.233. 32.842.356. 0.9
Jumlah BTL + BL 0.80 0.87 0.85 0.84
6.316 8.271 6.416 851 772 284 839 4.834 938 127 0

Belanja Bantuan
Hibah dan Bantuan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Keuangan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 33
Memperhatikan Isu Strategis yang dihadapi Kota Surabaya sesuai yang
tertera pada RPJMD 2016 – 2021. Maka Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berperan mewujudkan visi kota
melalui program dan indikator sesuai tupoksi PD sebagai berikut :
 Program Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
Program Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan bertujuan untuk
meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan
anak, dengan indikator :
 Persentase kecamatan yang responasif , kondisi kinerja pada awal
periode RPJMD 100%, tahun pertama 100%, tahun kedua 100%, tahun
ketiga 100%, tahun keempat 100%, tahun kelima 100% dan kondisi
kinerja pada akhir periode 100%.
 Program Perlindungan Perempuan dan Anak
Program Perlindungan perempuan dan anak bertujuan untuk meningkatkan
pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak, dengan
indikator :
a) Persentase permasalahan perempuan dan anak yang ditangani, kondisi
kinerja pada awal periode RPJMD 100%, tahun pertama 100%, tahun
kedua 100%, tahun ketiga 100%, tahun keempat 100%, tahun kelima
100% dan kondisi kinerja pada akhir periode 100%.
b) Meningkatnya jumlah jejaring yang berperan dalam penanganan
permasalahan terhadap perempuan dan anak, kondisi kinerja pada awal
periode RPJMD 5%, tahun pertama 10%, tahun kedua 21%, tahun ketiga
35%, tahun keempat 48%, tahun kelima 64% dan kondisi kinerja pada
akhir periode RPJMD 64%.
c) Tingkat efektivitas pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan
anak (PPTP2A), kondisi kinerja pada pada awal periode RPJMD 0%,
tahun pertama 65.21%, tahun kedua 66.35%, tahun ketiga 66.86%, tahun
keempat 67.15%, tahun kelima 68.10%dan kondisi kinerja pada akhir
periode RPJMD 68.10%.
d) Persentase berfungsinya fasilitas PKBM (Pusat Krisis Berbasis
Masyarakat) di Kecamatan, kondisi kinerja pada awal periode RPJMD
100%, tahun pertama 100%, tahun kedua 100%, tahun ketiga 100%,

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 34
tahun keempat 100%, tahun kelima 100% dan kondisi kinerja pada akhir
periode 100%.
 Program Keluarga Berencana
Program Keluarga Berencana bertujuan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, dengan indikator :
a) Persentase peserta KB Aktif, kondisi kinerja pada awal periode RPJMD
76.32%, tahun pertama 77,31%, tahun kedua 78,40%, tahun ketiga
79,60%, tahun keempat 80.89%, tahun kelima 80,95% dan kondisi kinerja
pada akhir periode 80,95%.
b) Persentase peserta KB baru, kondisi kinerja pada awal periode RPJMD
80.35%, tahun pertama 81,15%, tahun kedua 81,95%, tahun ketiga
82,75%, tahun keempat 83,55%, tahun kelima 84,35% dan kondisi kinerja
pada akhir periode 84,35%.
c) Menurunnya target angka drop out kontrasepsi, kondisi kinerja pada awal
periode RPJMD 6.10%, tahun pertama 5.80%, tahun kedua 5,40%, tahun
ketiga 5,25%, tahun keempat 4,95%, tahun kelima 4,90% dan kondisi
kinerja pada akhir periode 4,90%.
d) Persentase kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi (unmeet need) kondisi
kinerja pada awal periode RPJMD 21.25%, tahun pertama 20.85%, tahun
kedua 20,50%, tahun ketiga 20,20%, tahun keempat 20,05%, tahun kelima
19.95% dan kondisi kinerja pada akhir periode 19,95%.
 Program Bina Keluarga
Program Bina Keluarga bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan
melalui pembinaan kader kelompok bina keluarga, dari Bina Keluarga Balita
(BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) serta Bina Keluarga Lansia (BKL), dengan
indikator antara lain :
a) Persentase Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB)/Bina Keluarga Remaja
(BKR)/Bina Keluarga Lansia (BKL) yang aktif, kondisi kinerja pada awal
periode RPJMD 23,89%, tahun pertama 47,90%, tahun kedua 70,39%,
tahun ketiga 92,89%, tahun keempat 100%, tahun kelima 100% dan
kondisi kinerja pada akhir periode 100%.
b) Persentase pasangan usia subur yang usia istrinya kurang dari 20 tahun,
kondisi kinerja pada awal periode RPJMD 3.5%, tahun pertama 3.40%,

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 35
tahun kedua 3,30%, tahun ketiga 3,20%, tahun keempat 3,10%, tahun
kelima 3% dan kondisi kinerja pada akhir periode 3%.
 Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat
Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat bertujuan untuk menurunkan
PMKS melalui pemberdayaan PMKS usia produktif dalam kelompok-kelompok
usaha dengan indikator :
 Persentase PMKS usia produktif dari hasil pelatihan/pembinaan yang
berproduksi, kondisi kinerja pada awal periode RPJMD 75%, tahun
pertama 75%, tahun kedua 75%, tahun ketiga 75%, tahun keempat 75%,
tahun kelima 75% dan kondisi kinerja pada akhir periode 75%.
 Program Pemanfaatan Rumah Kreatif dan Pengembangan Usaha Kreatif
Pada Program Pemanfaatan Rumah Kreatif dan Pengembangan Usaha
Kreatif posisi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak sebagai salah satu SKPD yang mendukung program.
Adapun indikator program yang didukung Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah :
a) Persentase individu/kelompok yang mengaplikasikan keahlian yang
didapat dari proses pembelajaran di rumah kreatif handicraf, kondisi
kinerja pada awal periode RPJMD 0%, tahun pertama 5%, tahun kedua
6%, tahun ketiga 7%, tahun keempat 8%, tahun kelima 9% dan kondisi
kinerja pada akhir periode 9%.
b) Persentase rumah kreatif yang beroperasi, kondisi kinerja pada awal
periode RPJMD belum ditargetkan karena masih dalam proses persiapan
dan rehabilitasi bangunan, tahun pertama 6,25%, tahun kedua 13,12%,
tahun ketiga 15,62%, tahun keempat 25%, tahun kelima 25% dan kondisi
kinerja pada akhir periode 25%.
Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.1 sebagai berikut :

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 36
Tabel 1.1
Target Indikator Kinerja dalam Rancangan Renstra PD 2016-2021
Kondisi Kondisi
Kinerja awal Kinerja
Program Indikator Target Capaian Setiap Tahun
NO periode akhir
Sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
RPJMD periode
Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 RPJMD

Program Kesetaraan Gender dan
1 Persentase kecamatan yang responsif gender 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Pemberdayaan Perempuan
Persentase permasalahan perempuan dan anak yang 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
ditangani
Program perlindungan perempuan Meningkatnya jumlah jejaring yang berperan dalam
2 5% 10% 21% 35% 48% 64% 64%
dan anak penanganan permasalahan terhadap perempuan dan anak
Tingkat efektivitas pusat pelayanan terpadu perlindungan
0% 65,21% 66,35% 66,86% 67,15% 68,10% 68,10%
perempuan dan anak (PPTP2A)
Persentase berfungsinya fasilitas PKBM (Pusat Krisis
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Berbasis Masyarakat) di Kecamatan
Persentase peserta KB baru 80,35% 81,15% 81,95% 82,75% 83,55% 84,35% 84,35%
Persentase kebutuhan ber KB yang tidak terpenuhi (unmeet
21,25% 20,85% 20,50% 20,20% 20,05% 19,95% 19,95%
3 Program Keluarga Berencana need)
Menurunnya target angka drop out kontrasepsi 6,10% 5,80% 5,40% 5,25% 4,95% 4,90% 4,90%
Persentase Peserta KB Aktif 76,32% 77,31% 78,40% 79,60% 80,89% 80,95% 80,95%
Persentase Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB)/Bina
Keluarga Remaja (BKR)/Bina Keluarga Lansia (BKL) yang 23,89% 47,90% 70,39% 92,89% 100% 100% 100%
4 Program Bina Keluarga aktif
Persentase pasangan usia subur yang usia istrinya kurang
3,5% 3,40% 3,30% 3,20% 3,10% 3,00% 3,00%
dari 20 tahun
Program Peningkatan Persentase PMKS usia produktif dari hasil
5 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75%
Keberdayaan Masyarakat pelatihan/pembinaan yang berproduksi
Persentase individu/kelompok yang mengaplikasikan
Program pemanfaatan rumah keahlian yang didapat dari proses pembelajaran di rumah 0% 5% 6% 7% 8% 9% 9%
6 kreatif dan pengembangan kreatif handicraft
usaha kreatif
Persentase rumah kreatif yang beroperasi 0% 6,25% 13,12% 15,62% 25% 25% 25%

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 37
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan PD
Dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya
menghadapi berbagai tantangan serta berpotensi memperoleh peluang bagi
pengembangan pelayanan PD. Salah satu dasar bagi perumusan tantangan dan
peluang yang mungkin muncul dalam pelayanan PD adalah dengan mengacu pada
indikator sasaran dari pemerintah pusat, seperti yang tersaji pada Tabel 3.

2.4.1 Analisis Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) dan Renstra PD

Tabel 3

Komparasi Capaian Sasaran Renstra PD
terhadap Sasaran Renstra PD Provinsi dan Renstra K/L

Capaian Sasaran
Sasaran pada
No Indikator Kinerja Renstra PD
Renstra K/L
Kabupaten/Kota
(1) (2) (3) (5)
1 Cakupan perempuan dan anak korban
kekerasan yang mendapatkan penanganan
pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit 100% 100%
pelayanan terpadu

2 Cakupan perempuan dan anak korban
kekerasan yang mendapatkan layanan
kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di 100% 100%
Puskesmas mampu tatalaksana KtP/A dan
PPT/PKT di Rumah Sakit

3 Cakupan layanan rehabilitasi sosial yang
diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial 75%
terlatih bagi perempuan dan anak korban 100%
kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu

4 Cakupan layanan bimbingan rohani yang
diberikan oleh petugas bimbingan rohani
terlatih bagi perempuan dan anak korban 100% 75%
kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu

5 Data berada di
Cakupan penegakan hukum dari tingkat
Pengadilan sehingga
penyidikan sampai dengan putusan pengadilan
atas kasus-kasus kekerasan terhadap progress dan laporan 80%
perempuan dan anak melekat di lembaga yang
bersangkutan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 39
6 Cakupan perempuan dan anak korban
kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan 100% 50%
hukum

7 Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan
dan anak korban kekerasan 100% 50%

8 Cakupan layanan reintegrasi sosial bagi
perempuan dan anak korban kekerasan 100% 100%

9 Cakupan Pasangan Usia Subur yang Isterinya
di bawah Usia 20 tahun 3,5 % 0.05% 3.5%

10 Cakupan sasaran Pasangan Usia Subur
menjadi Peserta KB Aktif 65% 79.31% 65%

11 Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber-
KB tidak terpenuhi (Unmet Neet) 5% 20.82% 5%

12 Cakupan Penyediaan alat dan obat kontrasepsi
untuk memenuhi permintaan masyarakat 30% 66.4% 30%
setiap tahun

13 Cakupan PUS Peserta KB anggota Usaha
Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera 64.29% 87%
(UPPKS) yang ber-KB 87%

14 Cakupan Penyediaan informasi data mikro
keluarga di setiap Desa/Kelurahaan 100% 100% 100%
setiap tahun

15 Ratio Pembantu Pembina Keluarga Berencana
(PPKBD) 1 (satu) petugas di setiap 100% 100%
Desa/kelurahan

16 Ratio Petugas Lapangan Keluarga
Berencana/Penyuluh Keluarga Berencana
(PLKB/PKB) 1 Petugas di setiap 2 (dua) 88% 100%
Desa/kelurahan

17 Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB)
ber-KB 70% 108.2% 70%

18 79.3%
Cakupan Peserta KB Aktif 70%

Indikator kinerja pada program kegiatan di Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagian mengacu pada
Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Perempuan dan Anak (Kemen PPPA) serta Standar Pelayanan
Minimal Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 40
2.4.2 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup
Strategis

Pengaturan tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya telah
ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 yang
disusun berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang
Penataan Ruang beserta aturan pelaksanaannya. Sehubungan dengan
ditetapkannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang,
maka Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2007 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Surabaya perlu ditinjau kembali dan ditetapkan melalui
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2014 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034.

Visi penataan ruang Kota Surabaya adalah terwujudnya Kota Perdagangan
Dan Jasa Internasional Berkarakter Lokal yang Cerdas, Manusiawi dan Berbasis
Ekologi. Misi penataan ruang Kota Surabaya adalah :
a. meningkatkan kualitas penataan ruang kota dan infrastruktur kota yang
menjamin aksesibilitas publik berwawasan lingkungan dan nyaman;
b. meningkatkan akses, kesadaran, partisipasi dan kontrol publik dalam
pemanfaatan ruang, penyusunan kebijakan dan penyelenggaraan layanan
publik;
c. mengembangkan aktualisasi dan kearifan budaya lokal warga kota dalam tata
pergaulan global;
d. mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan secara konsisten
meningkatkan iklim usaha yang kondusif dan berkeadilan;
e. mewujudkan masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera.
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak sebagai salah satu PD yang berperan dalam pelayanan masyarakat
mendukung misi penataan ruang Kota Surabaya pada poin e yaitu mewujudkan
masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera. Dengan program dan kegiatan yang
menunjang pemberdayaan masyarakat diantaranya pengembangan usaha ekonomi
kreatif bagi perempuan, upaya pengendalian penduduk melalui program KB serta
peningkatan peran kelembagaan dalam mendukung kemandirian masyarakat,
sehingga dapat tercapai masyarakat yang berdaya, kreatif dan sejahtera.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 41
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) merupakan amanat dari Undang-
Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan
Hidup Pasal 15 ayat (1) dimana Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat
KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi
dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan,
rencana dan/atau program. Hasil analisa terhadap program-program dalam
Rancangan Awal RPJMD Kota Surabaya 2016-2021 menetapkan rekomendasi
berdasarkan hasil analisa isu-isu KLHS Kota Surabaya. Terdapat 12 alternatif dan 11
rekomendasi KLHS yang ditindaklanjuti sebagai program RPJMD Kota Surabaya
2016-2021 sebagaimana tertera dalam Tabel IX.3 RPJMD 2016-2021 Kota
Surabaya.

Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak mendukung KLHS melalui Program Bina Keluarga dengan arah kebijakan
berdasarkan indikator sesuai tugas dan fungsi SKPD yaitu : Pembinaan kader
Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB)/Bina Keluarga Remaja (BKR)/Bina Keluarga
Lansia (BKL) melalui alternatif rekomendasi : Pemberdayaan pendidikan agama
untuk peningkatan pemahaman moral dan etika. Pendidikan dengan titik berat
penguatan akhlak.
Keluarga merupakan unit paling dasar dan terpenting dalam proses
pembentukan masyarakat. Jika suatu keluarga baik, sejahtera dan bahagia maka
akan baik, sejahtera dan bahagialah generasi yang dilahirkan dalam sebuah
masyarakat. Jika institusi keluarga sering dilanda konflik, maka dampaknya akan
dirasakan oleh masyarakat dan generasi berikutnya. Melalui alternatif rekomendasi
KLHS, pemberdayaan pendidikan agama untuk peningkatan pemahaman moral dan
etika, menekankan pendidikan dengan titik berat penguatan akhlak. Program Tribina
yaitu Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga
Lansia (BKL) bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga sehingga
diharapkan agar kualitas hidup masyarakat meningkat dari semua usia mulai balita,
remaja hingga lansia.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 42
BAB 3
ISU-ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan PD
Identifikasi permasalahan menjadi hal penting dalam proses analisa isu-isu
strategis yang sangat menentukan dalam proses penyusunan rencana
pembangunan daerah. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis akan
meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan, dapat dioperasionalkan dan
secara moral serta etika birokratis dapat dipertanggungjawabkan. Isu- isu strategis
berdasarkan tugas dan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan
atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang
signifikan bagi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak di masa datang.
Berdasarkan Perwali Nomor 55 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya,
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana dan Urusan Pemerintahan bidang
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mempunyai fungsi sebagai
berikut :
a. perumusan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
b. pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;
d. pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas dan
fungsinya.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 43
Permasalahan yang muncul berdasarkan tugas dan fungsi Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dapat
dilakukan melalui identifikasi faktor internal dan eksternal, faktot internal terdiri dari
kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari peluang dan
ancaman.identifikasi faktor internal dan eksternal yang terkait tugas dan fungsi
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
adalah sebagai berikut:
Faktor Internal terdiri dari:
a. Kekuatan
1. Anggaran kegiatan
2. Sarana dan Prasarana perkantoran
3. Kewenangan untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat,
pembinaan dan pelatihan keluarga berpenghasilan rendah
4. Kewenangan untuk melaksanakan program keluarga berencana dan
keluarga sejahtera
5. Pendataan Keluarga berpenghasilan rendah berbasis IT
b. Kelemahan
1. Jumlah dan Kompetensi SDM
2. Jumlah dan kondisi kelayakan kendaraan Operasional untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat
3. SOP untuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat
4. Pemanfaatan data keluarga berpenghasilan rendah
Faktor Eksternal terdiri dari:
c. Peluang
1. Peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah
2. Dukungan masyarakat dan lembaga berbasis masyarakat
3. Dukungan pihak swasta, akademisi dan instansi pemerintah lainnya
4. Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak
5. Sinergitas pemberdayaan masyarakat antar SKPD
d. Ancaman
1. Penduduk luar Kota Surabaya yang memanfaatkan fasilitas dan layanan
Kota Surabaya
2. Mentalitas sebagian masyarakat berpenghasilan rendah

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 44
3. Overlapping program dan kegiatan antar SKPD
4. Penambahan data diluar data keluarga berpenghasilan rendah yang telah
ditetapkan
5. Pengaruh media social terhadap tumbuh kembang anak
Berdasarkan aspek kajian hasil analisis gambaran pelayanan Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
Capaian yang telah dicapai pada target indikator Program dan Kegiatan Renstra
sebelumnya (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana)
menunjukkan angka yang mendekati 100%, hal ini menunjukkan bahwa antara
target dan realisasi pencapaian program dan kegiatan dapat diwujudkan. Beberapa
permasalahan yang berpengaruh terhadap pelayanan Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak antara lain adalah
Jumlah dan Kompetensi SDM, Keterbatasan alokasi anggaran, lokus sasaran
koordinasi yang belum optimal serta database yang masih terbatas. Terhadap aspek
kajian Hasil analisis Renstra K/L dan Renstra-Provinsi, maka Capaian target indikator
kinerja sasaran pada renstra K/L maupun Provinsi terdapat beberapa yang sinergis,
tetapi belum dapat dikomparasikan selengkapnya sebagaimana Tabel 3.1.

Tabel 3.1
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya
Faktor yang Mempengaruhi
Standar yang
Capaian/Kondis Digunakan EKSTERNAL Permasalahan
Aspek Kajian INTERNAL
i Saat ini (DILUAR Pelayanan SKPD
(KEWENANGAN
KEWENANGAN
SKPD)
SKPD)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Peraturan Indikator SDM Aparatur, Nomenklatur dan Ruang Lingkup
Walikota NomorKinerja Sarana Tupoksi yang pelayanan yang begitu
55 tahun 2016 Prasarana, Berbeda dengan K/L luas karena harus
tentang Pendanaan , dan Provinsi melaksanakan tugas
Kedudukan, Tupoksi, pokok dan fungsi
Susunan Kebijakan, Kementrian
Tugas Pokok
Organisasi, Program Pemberdayaan
dan Fungsi
Uraian Tugas Perempuan dan
dan Fungsi Perlindungan Anak,
serta Tata Kerja Badan Koordinasi
Dinas Kependudukan dan
Pengendalian Keluarga Berencana
Penduduk, (BKKBN) untuk K/L.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 45
Faktor yang Mempengaruhi
Standar yang
Capaian/Kondis Digunakan EKSTERNAL Permasalahan
Aspek Kajian INTERNAL
i Saat ini (DILUAR Pelayanan SKPD
(KEWENANGAN
KEWENANGAN
SKPD)
SKPD)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Pemberdayaan Tugas pokok dan
Perempuan dan fungsi Badan
Perlindungan Pemberdayaan
Anak Kota Perempuan dan
Surabaya Keluarga Berencana
Prov Jatim serta
Kanwil BKKBN Prov
jatim untuk Provinsi
SDM sejumlah Indikator Penempatan Pengisian PNS yang Tidak ada
122 orang PNS Kinerja SDM sesuai pensiun permasalahan yang
terdiri dari 46 dengan kapasitas berarti, tetapi perlu
orang laki-laki dan tupoksi peningkatan
dan 76 orang profesionalisme PNS
perempuan.
67% PNS
Ketersediaan
berpendidikan
SDM
sarjana dan
pascasarjana,
sedangkan
32% PNS
berpendidikan
SLTA dan
Diploma
Jumlah aset Indikator Pemeliharaan Penghapusan asset Tidak ada
189 buah, Kinerja dan pengadaan yang sudah tidak permasalahan yang
dalam kondisi sarana prasarana dapat digunakan berarti tetapi perlu
baik dan dapat pemeliharaan secara
Ketersediaan di manfaatkan berkala dan
Sarana cukup berkelanjutan serta
Prasarana diperlukan pengadaan
pemeliharaan barang/asset yang
untuk menjaga sudah tidak dapat
kondisi asset digunakan

Hasil analisis gambaran pelayanan PD pada Renstra sebelumnya
68,52% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
Pemberdayaan
pendampingan pemerintah daerah berarti, tetapi perlu
Ekonomi
dan penganggaran memperluas cakupan
kegiatan
90,00% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
Fasilitasi
Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
pengembangan
hasil usaha pendampingan pemerintah daerah berarti, tetapi perlu
ekonomi mikro dan penganggaran memperluas cakupan
kegiatan
90,00% Indikator Fasilitasi kegiatan Kebijakan Kebijakan pemerintah
Tim koordinasi
Kinerja dan pemerintah, usulan pusat
program beras
miskin pendampingan lembaga dan
penganggaran

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 46
Faktor yang Mempengaruhi
Standar yang
Capaian/Kondis Digunakan EKSTERNAL Permasalahan
Aspek Kajian INTERNAL
i Saat ini (DILUAR Pelayanan SKPD
(KEWENANGAN
KEWENANGAN
SKPD)
SKPD)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Pembinaan 85,95% Indikator Fasilitasi kegiatan Kebijakan Tidak ada
kemampuan dan Kinerja dan pemerintah, usulan permasalahan yang
ketrampilan pendampingan lembaga dan berarti perlu
kerja keluarga penganggaran konsisitensi
miskin penganggaran
100,00% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan Tidak ada
Kinerja dan masyarakat, permasalahan yang
Bulan bhakti pendampingan kebijakan berarti perlu
gotong royong konsisitensi
pemerintah daerah
penganggaran
dan penganggaran

110,99% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan Tidak ada
Pengelolaan Kinerja dan masyarakat, permasalahan yang
pemanfaatan pendampingan kebijakan berarti perlu
sumber daya pemerintah daerah konsisitensi
alam dan penganggaran penganggaran

100,00% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
Seleksi dan Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
pembinaan pendampingan pemerintah daerah berarti perlu
program TTG dan penganggaran konsisitensi
penganggaran
Pelatihan 105,75% Indikator Fasilitasi kegiatan Kebijakan Tidak ada
pemberdayaan Kinerja dan pemerintah, usulan permasalahan yang
masyarakat dan pendampingan lembaga dan berarti perlu
lembaga penganggaran konsisitensi
kelurahan penganggaran
90,00% Indikator Fasilitasi kegiatan Kebijakan Tidak ada
Fasilitasi
Kinerja dan pemerintah, usulan permasalahan yang
program
pendampingan lembaga dan berarti perlu
penanggulangan
penganggaran konsisitensi
kemiskinan
penganggaran
100,00% Indikator Fasilitasi kegiatan Kebijakan Tidak ada
Dinamisasi data Kinerja dan pemerintah, usulan permasalahan yang
pendampingan lembaga dan berarti perlu
keluarga miskin
penganggaran konsisitensi
penganggaran
Fasilitasi 86% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
pengembangan Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
kota peduli pendampingan pemerintah daerah berarti perlu
perempuan dan konsisitensi
dan penganggaran
kota layak anak penganggaran

Fasilitasi upaya 108,70% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
perlindungan Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
perempuan dan pendampingan pemerintah daerah berarti perlu
anak terhadap konsisitensi
dan penganggaran
tindak penganggaran

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 47
Faktor yang Mempengaruhi
Standar yang
Capaian/Kondis Digunakan EKSTERNAL Permasalahan
Aspek Kajian INTERNAL
i Saat ini (DILUAR Pelayanan SKPD
(KEWENANGAN
KEWENANGAN
SKPD)
SKPD)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
kekerasan
95,53% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
Penguatan Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
kelembagaan berarti perlu
pengarustamaan pendampingan pemerintah daerah
konsisitensi
gender dan anak dan penganggaran
penganggaran
Peningkatan 82,32% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
kapasitas dan Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
jaringan pendampingan pemerintah daerah berarti perlu
kelembagaan dan penganggaran konsisitensi
pemberdayaan penganggaran
perempuan dan
anak
Indikator Fasilitasi kegiatan Kebijakan Tidak ada
Fasilitasi Kinerja dan pemerintah, usulan permasalahan yang
90,00% pendampingan lembaga dan berarti perlu
Masyarakat
Peduli KB konsisitensi
penganggaran
penganggaran

Indikator Fasilitasi kegiatan Kebijakan Tidak ada
Pembinaan Kinerja dan pemerintah, usulan permasalahan yang
82,92% berarti perlu
Keluarga pendampingan lembaga dan
Berencana konsisitensi
penganggaran
penganggaran
Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
Penyediaan dan Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
Pelayanan 99,25% berarti perlu
Alkon Bagi pendampingan pemerintah daerah
konsisitensi
Gakin dan penganggaran
penganggaran
Penyediaan 85,00% Indikator Fasilitasi kegiatan Eksekusi bantuan Kebijakan pemerintah
Sarana dan Kinerja dan dari pemerintah pusat
Prasarana pendampingan pusat
Pelayanan KB
yang Didanai
dari DAK Bidang
KB
92,68% Indikator Fasilitasi kegiatan Usulan masyarakat, Tidak ada
Kinerja dan kebijakan permasalahan yang
Pelatihan Bina
pendampingan pemerintah daerah berarti perlu
Keluarga Balita
dan penganggaran konsisitensi
penganggaran

Hasil telaah analisis gambaran pelayanan PD serta permasalahan pelayanan
PD selanjutnya akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan isu-isu strategis
Metode penentuan isu-isu strategis pelayanan Dinas Pengendalian Penduduk,

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 48
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya telah diawali
dengan antara lain dapat dilakukan dengan cara melakukan analisis terhadap
dinamika internasional, dinamika nasional dan dinamika regional/lokal yang terjadi,
sehingga teridentifikasi beberapa isu strategis yang mendasar pada dinamika
internasional, dinamika nasional maupun regional/lokal. Selanjutnya, d strategis yang
berhubungan atau mempengaruhi PD dari faktor-faktor eksternal lainnya dijabarkan
sebagai berikut pada table 3.2:

Tabel 3.2
Identifikasi Isu-Isu Strategis (Lingkungan Eksternal)
Isu Strategis
No Dinamika Dinamika
Dinamika Nasional Lain-lain
Internasional Regional/Lokal
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Berkembangnya Dampak media sosial Sebagian kelompok
teknologi informasi terhadap tumbuh kembang rumah tangga /
anak masyarakat
berpenghasilan
rendah tidak mau
diberdayakan
2 Target MDGs Pengarusutamaan Gender Mentalitas sebagian
penanggulangan rumah tangga/
kemiskinan, masyarakat
pengendalian berpenghasilan
penduduk, rendah yang selalu
pelindungan mengharapkan
perempuan dan anak bantuan
3 Era Globalisasi/pasar Jumlah rumah urbanisasi yang
bebas tangga/masyarakat semakin banyak
berpenghasilan rendah
yang terus bertambah
4 Asean Economic Harga kebutuhan pokok Dampak
Community yang terus naik berkembangnya
(AEC)/MEA teknologi informasi
terhadap kenakalan
remaja
5 Global Warming Bencana Alam Partisipasi dan
Swadaya masyarakat

Isu-isu strategis dapat dirumuskan identifikasi faktor internal dan eksternal,
faktot internal terdiri dari kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal terdiri
dari peluang dan ancaman. Identifikasi faktor internal dan eksternal yang terkait
tugas dan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak adalah sebagai berikut:

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 49
Faktor Internal terdiri dari:

a. Kekuatan
1. Anggaran kegiatan
2. Sarana dan Prasarana perkantoran
3. Kewenangan untuk melaksanakan program pemberdayaan keluarga,
pembinaan dan pelatihan Keluarga berpenghasilan rendah
4. Kewenangan untuk melaksanakan program keluarga berencana dan
keluarga sejahtera
5. Pendataan Keluarga berpenghasilan rendah berbasis IT
b. Kelemahan
1. Jumlah dan Kompetensi SDM
2. Jumlah dan kondisi kelayakan kendaraan Operasional untuk mendukung
pelaksanaan kegiatan pemberdayaan keluarga
3. SOP untuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan keluarga
4. Pemanfaatan data keluarga berpenghasilan rendah
Faktor Eksternal terdiri dari:
c. Peluang
1. Peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah
2. Dukungan masyarakat dan lembaga berbasis masyarakat
3. Dukungan pihak swasta, akademisi dan instansi pemerintah lainnya
4. Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak
5. Sinergitas pemberdayaan masyarakat antar PD
d. Ancaman
1. Penduduk luar Kota Surabaya yang memanfaatkan fasilitas dan layanan
Kota Surabaya
2. Mentalitas sebagian masyarakat berpenghasilan rendah
3. Overlapping program dan kegiatan antar PD
4. Penambahan data diluar data keluarga berpenghasilan rendah yang telah
ditetapkan
5. Pengaruh media sosial terhadap tumbuh kembang anak
Selain dari identifikasi faktor internal dan eksternal yang terkait tugas dan fungsi
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 50
perumusan isu-isu strategis bisa dihasilkan dari identifikasi isu-isu strategis dari
lingkungan eksternal yang terdiri dari:
1. Berkembangnya teknologi informasi
2. Target MDGs penanggulangan kemiskinan, pengendalian penduduk,
pelindungan perempuan dan anak
3. Era Globalisasi/pasar bebas
4. Asean Economic Community (AEC)/MEA
5. Global Warming
6. Dampak media sosial terhadap tumbuh kembang anak
7. Pengarusutamaan Gender
8. Jumlah masyarakat berpenghasilan rendah yang terus bertambah
9. Harga kebutuhan pokok yang terus naik
10. Bencana Alam
11. Sebagian kelompok rumah tangga/masyarakat berpenghasilan rendah tidak
mau diberdayakan
12. Mentalitas sebagian rumah tangga/masyarakat berpenghasilan rendah yang
selalu mengharapkan bantuan
13. urbanisasi yang semakin banyak
14. Dampak berkembangnya teknologi informasi terhadap kenakalan remaja
15. Partisipasi dan Swadaya masyarakat

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Terpilih
Berpedoman pada RPJMD kota Surabaya 2016-2021, bahwa Visi Kota
Surabaya yang ingin diwujudkan pada akhir periode 5 (lima) tahun ke depan
menggambarkan tujuan utama penyelenggaraan pemerintah, yang dapat terwujud
melalui upaya pemerintah bersama DPRD, masyarakat dan pemangku kepentingan
lainnya, yaitu:
“SURABAYA KOTA SENTOSA YANG BERKARAKTER DAN BERDAYA SAING
GLOBAL BERBASIS EKOLOGI”
Makna dalam visi tersebut adalah :

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 51
Sentosa adalah kondisi yang menggambarkan Kota Surabaya sebagai kota yang
menjamin warganya dalam keadaan makmur, sehat, aman, selamat dan damai untuk
berkarya dan beraktualisasi diri.
Berkarakter menunjukkan bahwa Kota Surabaya sebagai kota yang memiliki watak,
kepribadian yang arif dengan mempertahankan budaya lokal, yang tercermin dalam
perilaku warga kota yang berlandaskan falsafah pancasila.
Berdaya saing global bermakna Kota Surabaya sebagai kota yang mampu menjadi
hub/pusat penghubung perdagangan dan jasa antar pulau dan internasional dengan
didukung pemerataan akses ke sumberdaya produktif, tata kelola pemerintahan yang
baik, infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan efisien serta mampu
memantapkan usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk dan jasa dan
pengembangan industri kreatif berdaya saing di pasar global.
Berbasis ekologi adalah prinsip yang harus dipegang dalam pelaksanaan
pembangunan sehingga dapat mewujudkan Kota Surabaya yang memperhatikan
prinsip pembangunan berkelanjutan, diantaranya adalah penataan ruangnya dapat
mengintegrasikan fungsi kawasan perdagangan/ jasa dan kawasan permukiman
dengan sistem jaringan jalan dan transportasi, mengantisipasi resiko bencana serta
melestarikan kawasan pesisir dengan tetap memperhatikan daya dukung kota
melalui pemantapan sarana dan prasarana lingkungan dan permukiman yang ramah
lingkungan.
Upaya untuk mewujudkan visi tersebut, dijabarkan menjadi 10 (sepuluh) misi
pembangunan kota sebagai berikut:
1. Mewujudkan sumber daya masyarakat yang berkualitas;
2. Memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya kesempatan
berusaha;
3. Memelihara keamanan dan ketertiban umum;
4. Mewujudkan penataan ruang yang terintegrasi dan memperhatikan daya
dukung kota;
5. Memantapkan sarana dan prasarana lingkungan dan permukiman yang ramah
lingkungan;
6. Memperkuat nilai-nilai budaya lokal dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat;
7. Mewujudkan Surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa
antar pulau dan internasional;

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 52
8. Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik;
9. Memantapkan daya saing usaha-usaha ekonomi lokal, inovasi produk dan
jasa, serta pengembangan industri kreatif;
10. Mewujudkan infrastruktur dan utilitas kota yang terpadu dan efisien.
Menelaah visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah
terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan
selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan untuk
mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan PD yang dapat
mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah
tersebut sebagaimana dijabarkan pada table berikut ini.

Tabel 3.3
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan PD
Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah
Visi: SURABAYA KOTA SENTOSA YANG BERKARAKTER DAN

BERDAYA SAING GLOBAL BERBASIS EKOLOGI

Misi dan Program Faktor
Permasalahan
No KDH dan Wakil KDH
Pelayanan PD Penghambat Pendorong
terpilih
(1) (2) (3) (4) (5)
Misi 1. Mewujudkan 1. Angka drop out Jumlah aparatur Adanya
sumber daya masyarakat peserta KB yang penyuluh dan kesadaran
1
yang berkualitas masih tinggi pendamping yang masyarakat
2. Masih adanya rumah kurang untuk
Program: tangga/masyarakat mewujudkan
1. Program Keluarga berpenghasilan keluarga yang
Berencana rendah yang kurang berkualitas
2. Program Bina berdaya sehingga
Keluarga kehidupannya
tergantung pada
bantuan pemerintah
Misi 2. Memberdayakan 1. Jumlah penduduk 1. Belum 1. Adanya
masyarakat dan yang semakin optimalnya sistem fasilitasi
2 menciptakan seluas- bertambah karena pelatihan pelatihan
luasnya kesempatan mutasi penduduk dan berjenjang keterampilan
berusaha kelahiran 2. Kurangnya masyarakat
Program: 2. Kurangnya kesadaran pemetaan 2. Adanya
1. Program Peningkatan perempuan dan anak kebutuhan jenis fasilitasi
Keberdayaan untuk berpartisipasi pelatihan kreatifitas
Masyarakat aktif dalam 3. Kurangnya masyarakat
2. Program Kesetaraan pembangunan kerjasama dengan 3.
Gender dan 3. Kesadaran BLK/lembaga Pembentukan,
Pemberdayaan masyarakat yang pelatihan yang pelatihan,

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 53
Perempuan rendah untuk bersertifikasi sampai
3. Program Perlindungan melaporkan tindak 4. Adanya peserta dengan
Perempuan dan Anak kekerasan terhadap pelatihan yang pemasaran
perempuan dan anak belum mandiri KSM
karena dianggap 5. Pemahaman 4. Jumlah
masalah domestik masyarakat anggota
keluarga terhadap bakat masyarakat
minatnya pribadi yang sudah
masih kurang dilatih cukup
6. Diterapkannya banyak
pasar bebas 2015 5. Adanya
7. Kurangnya lembaga
kesadaran pelatihan
perempuan dan 6. Adanya
anak untuk KSM
berpartisipasi aktif 7. adanya
dalam lembaga yang
pembangunan menangani
8. kurangnya tindak
koordinasi lintas kekerasan
daerah dalam terhadap
penyelesaian perempuan
masalah dan anak
perlindungan
perempuan dan
anak
Misi 9. Memantapkan 1. Jumlah 1. Mentalitas 1. Adanya
daya saing usaha-usaha pengangguran yang sebagian fasilitasi
3 ekonomi lokal, inovasi terus bertambah masyarakat pelatihan
produk dan jasa, serta 2. Jumlah lapangan berpenghasilan keterampilan
pengembangan industri kerja yang tersedia rendah yang masyarakat
kreatif sangat terbatas selalu 2. Adanya
Program : 3. Jumlah urbanisasi mengharapkan fasilitas
1. Program Pemanfaatan yang semakin bantuan dari rumah kreatif
Rumah Kreatif dan meningkat pemerintah bagi
Pengembangan usaha 2. Overlapping masyarakat
Kreatif program dan
kegiatan antar PD
khususnya dalam
pengembangan
usaha kreatif

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi
Sasaran jangka menengah Restra K/L yang sinergi dengan pelayanan Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terdiri
dari beberapa Instansi yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak untuk Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak, dan Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) untuk urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 54
Identifikasi permasalahan PD Kota berdasarkan Renstra K/L Kementrian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta faktor penghambat dan
pendorong keberhasilan penanganannya, dengan melihat sasaran jangka menengah
renstra Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang
tertuang dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2015-2019
yang dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 3.4
Permasalahan Pelayanan PD Kota berdasarkan Sasaran Renstra K/L Kementrian
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta Faktor Penghambat
dan Pendorong KeberhasilanPenanganannya
Sebagai Faktor
Sasaran Jangka Menengah Permasalahan
No
Renstra K/L Pelayanan PD Kota Penghambat Pendorong

(1) (2) (3) (4) (5)

1 meningkatnya pelaksanaan kurangnya koordinasi lintas Kurangnya adanya
pengarusutamaan gender daerah dalam penyelesaian koordinasi penguatan
dan pemberdayaan masalah perlindungan antar lembaga kelembagaan
perempuan di berbagai perempuan dan anak pengarustamaan
bidang pembangunan gender dan anak
2 meningkatnya perlindungan Keterbatasan jumlah Kesadaran adanya fasilitasi
perempuan dan anak dari aparatur pendamping untuk masyarakat upaya
berbagai tindak kekerasan menangani tindak kekerasan yang rendah perlindungan
terhadap perempuan dan untuk perempuan dan
anak melaporkan anak terhadap
tindak tindak
kekerasan kekerasan
terhadap
perempuan dan
anak karena
dianggap
masalah
domestik
keluarga
3 Meningkatnya pemenuhan Kurangnya koordinasi lintas Keterbatasan Adanya
hak anak, termasuk PD dalam memenuhi hak database anak lembaga-
tindakan afirmasi bagi anak anak khususnya lembaga
dalam kondisi khusus anak pemenuhan hak
berkebutuhan anak di
khusus masyarakat
4 Meningkatnya perlindungan Keterbatasan jumlah SDM Koordinasi Munculnya
anak perlindungan anak antar lembaga kesadaran
kurang optimal masyarakat
untuk
membentuk

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 55
Sebagai Faktor
Sasaran Jangka Menengah Permasalahan
No
Renstra K/L Pelayanan PD Kota Penghambat Pendorong

(1) (2) (3) (4) (5)

lembaga
perlindungan
anak
5 Meningkatnya koordinasi Kurang optimalnya Keterbatasan Koordinasi rutin
bantuan hukum dan koordinasi dengan lembaga jumlah lembaga jejaring PPT-
hubungan masyarakat jejaring P2A
6 Meningkatnya koordinasi Kurangnya koordinasi lintas Keterbatasan Adanya
perencanaan, pelaksanaan bidang dalam proses jumlah SDM koordinasi dan
dan pelaporan program dan perencanaan, pelaksanaan evaluasi rutin
anggaran dan pelaporan setiap bulan
7 Meningkatnya pelembagaan Keterbatasan SDM untuk Data anak Adanya gugus
data terpilah dan data anak mewujudkan data terpilah tersebar lintas tugas KLA
dan data anak PD
8 Meningkatkan Kurangnya kegiatan Aparatur masih SDM telah
pengembangan SDM, peningkatan kapasitas SDM terjebak pola bekerja secara
administrasi dan lama dalam terampil dan
pengelolaan penunjang bekerja cekatan
pelaksana tugas Kemen
PPPA
9 Meningkatnya pengawasan Lemahnya pengawasan dan Aparatur masihAparatur telah
dan peningkatan peningkatan akuntabilitas terjebak pola disiplin dalam
akuntabilitas aparatur aparatur lama dalam melaksanakan
Kemen PPPA bekerja tugas-tugas
yang diberikan
10 Meningkatnya telaahan Keterbatasan SDM dalam Program Adanya forum-
Program Kesetaraan melakukan telaahan kesetaraan forum koordinasi
Gender dan Pemberdayaan program kesetaraan gender gender dan seperti tim
Perempuan, dan Program dan pemberdayaan pemberdayaan PPTP2A dengan
Perlindungan Anak perempuan dan program perempuan dan tim KLA
perlindungan anak program
perlindungan
anak tersebar
lintas PD

Identifikasi permasalahan PD Kota berdasarkan Renstra K/L Badan Koordinasi
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) beserta faktor
penghambat dan pendorong keberhasilan penanganannya, dengan melihat sasaran
jangka menengah renstra Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2015-2019 yang dijabarkan sebai berikut:

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 56
Tabel 3.5
Permasalahan Pelayanan PD Kota berdasarkan Sasaran Renstra K/L Badan
Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) beserta
Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya

Sebagai Faktor
Sasaran Jangka Menengah Permasalahan
No
Renstra K/L Pelayanan PD Kota Penghambat Pendorong

(1) (2) (3) (4) (5)
1 Menurunnya laju Keluarga dengan jumlah Budaya yang Kesadaran
pertumbuhan penduduk anak dan tidak terencana melekat memiliki jumlah
(LPP) masih tinggi banyak anak anak ideal
banyak rejeki menuju NKKBS
masih ada di sudah ada
keluarga dan
masyarakat
2 Menurunnya angka Menurunnya angka kelahiran Perilaku 4T Pilihan alat
kelahiran total (TFR) per interval pengaturan jarak (terlalu rapat, kontrasepsi
WUS (15-49 tahun) kelahiran ideal 2-4 tahun banyak, muda, sudah tersedia
meningkat tua) masih
melekat di
keluarga
3 Meningkatnya pemakaian Penggunaan metode Mayoritas Ketersediaan
kontrasepsi (CPR) kontrasepsi jangka panjang peserta KB alon yang
yang ideal masih rendah modern masih memadai di
menggunakan setiap fasilitas
kontrasepsi kesehatan
jangka pendek
4 Menurunnya kebutuhan ber- Akses pelayanan KB masih Pengetahuan Sarana akses
KB yang tidak terpenuhi rendah dalam transportasi dan
(unmet need) pemilihan informasi ke
alkon masih pusat pelayanan
kurang sudah tersedia
5 Menurunnya angka Angka kelahiran pada Pemahaman Program
kelahiran pada remaja usia remaja masih tinggi tentang generasi
15-19 tahun (ASFR 15-19 generasi berencana
tahun) berencana marak dan focus
tentang serta mulai
kesehatan meningkat
reproduksi bagi
remaja masih
kurang
6 Menurunnya kehamilan Kegagalan metode Masih banyak Kesadaran
yang tidak diinginkan dari kontrasepsi relatif masih PUS yang tidak berKB masih
WUS (15-49 tahun) terjadi menggunakan ada
alat kontrasepsi
ideal

Demikian pula sasaran jangka menengah Renstra PD Provinsi yang sinergi
dengan pelayanan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, instansi tersebut adalah Badan Pemberdayaan Perempuan dan
Keluarga Berencana Provinsi Jawa Timur. Sasaran jangka menengah Restra Badan

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 57
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga berencana Provinsi Jawa Timur untuk
mengidentifikasi Permasalahan Pelayanan PD Kota beserta Faktor Penghambat dan
Pendorong Keberhasilan Penanganannya, dijabarkan sebagai berikut:

Tabel 3.6
Permasalahan Pelayanan PD Kota Berdasarkan Sasaran Renstra Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga berencana Provinsi Jawa Timur beserta
Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
Sasaran Jangka Sebagai Faktor
Permasalahan
No Menengah Renstra PD
Pelayanan PD Penghambat Pendorong
Provinsi
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Meningkatnya peran serta Kurangnya sosialisasi dan Masih lemahnya Adanya
Perempuan agar dapat pelatihan untuk membangun budaya patriakhi Surabaya
menurunkan kesenjangan kesadaran gender di masyarakat gender award
pencapaian Pembangunan yang dilakukan
antara perempuan dan laki- setiap tahun
laki
2 Meningkatnya kualitas Keterbatasan lembaga Berbagai kasus Adanya
penanganan berbagai penanganan berbagai kasus kekerasan dan lembaga
kasus kekerasan dan kekerasan dan trafiking trafiking masih penanganan
trafiking terhadap terhadap perempuan dan dianggap urusan permasalahan
perempuan dan anak anak domestic perempuan dan
anak di tingkat
kecamatan dan
kelurahan
3 Meningkatnya jumlah Kurangnya pemahaman Pemahaman KLA Adanya
Kab/Kota Layak Anak masyarakat mengenai isu masih terbatas di sosialisasi
KLA kalangan kecamatan
pemerintahan ramah anak,
kelurahan
ramah anak dan
kampunge arek
suroboyo
4 Meningkatnya Jumlah angka drop out peserta KB kualitas aparatur adanya
Pasangan Usia Subur yang yang masih tinggi yang perlu kesadaran
mengikuti program KB ditingkatkan masyarakat
dalam melakukan untuk
pendampingan mewujudkan
keluarga yang
berkualitas
5 Menurunnya jumlah Kurangnya pemetaan Pemahaman Pembentukan,
Keluarga PraSejahtera dan kebutuhan jenis pelatihan masyarakat pelatihan,
Keluarga Sejahtera I di terhadap bakat sampai dengan
Jawa Timur minatnya pribadi pemasaran
masih kurang KSM

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 58
3.4 Telaahan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Hasil analisa terhadap program-program dalam Rancangan Rencana
Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak 2016-2021 merupakan rekomendasi berdasarkan hasil analisa
isu-isu KLHS Kota Surabaya. Untuk program-program Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang masuk dalam
analisa Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah yang berkaitan dengan program
Bina Keluarga dengan arah kebijakan Pembinaan kader Kelompok Bina Keluarga
Balita (BKB)/Bina Keluarga Remaja (BKR)/Bina Keluarga Lansia (BKL),
permasalahan pelayanan PD berdasarkan analisa KLHS dijabarkan sebagai berikut.

Tabel 3.7
Permasalahan Pelayanan PD berdasarkan Analisis KLHS beserta Faktor
Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
Faktor
Hasil KLHS terkait Tugas dan Permasalahan
No
Fungsi PD Pelayanan PD Penghambat Pendorong

(1) (2) (3) (4) (5)
Upaya peningkatan Pendidikan Adanya
pemahaman moral dan etika keluarga Program
Pemberdayaan pendidikan
kepada masyarakat melalui tidak hanya Bina
agama untuk peningkatan
pendidikan agama bukan menjadi Keluarg
1 pemahaman moral dan etika.
menjadi tupoksi utama tugas dan a Balita,
Pendidikan dengan titik berat
Bapemas dan KB. Sehingga fungsi Remaja
penguatan akhlak
perlu adanya sinergi dengan Bapemas dan
PD lain dan KB Lansia

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis
Penentuan kriteria dan skor kriteria penentuan isu-isu strategis berpedoman pada
Peraturan Menteri Dalam Nageri Nomor 54 Tahun 2007, yaitu dengan 6 kriteria serta
pembobotan kriteria sebagaimana Tabel 3.9

Tabel 3.8
Skor Kriteria Penentuan Isu-isu Strategis
No Kriteria Bobot
Memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap
1 pencapaian sasaran Renstra K/L atau Renstra 20
provinsi/kabupaten/kota
2 Merupakan tugas dan tanggungjawab SKPD 10

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 59
3 Dampak yang ditimbulkannya terhadap publik 20
4 Memiliki daya ungkit untuk pembangunan daerah 10
5 Kemungkinan atau kemudahannya untuk ditangani 15
6 Prioritas janji politik yang perlu diwujudkan 25
Total 100
Sumber : Permendagri Nomor 54 Tahun 2010

Berdasarkan kriteria dan pembobotan kriteria sebagaimana tabel diatas, maka
untuk masing-masing isu strategis dilakukan penilaian dengan skala kriteria 1 sampai
dengan 6, dengan demikian dapat diketahui nilai total dari masing-masing isu
strategis sebagaimana tersaji dalam Tabel 3.10. Selanjutnya nilai total tersebut
dilakukan penghitungan rata - rata nilai isu strategis, sehingga dapat dilihat isu
strategis dengan rata-rata nilai yang tertinggi sampai dengan yang terendah. Nilai
rata-rata isu strategis sebagaimana tercantum dalam Tabel 3.11., menentukan skala
prioritas isu strategis yang perlu mendapatkan prioritas dalam perumusan visi, misi,
tujuan, sasaran, strategi, kebijakan dan program. Hal tersebut dikarenakan isu
strategis prioritas adalah isu yang menjadi prioritas janji politik yang perlu diwujudkan
memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran Renstra kota
dan berdampak terhadap publik.

Tabel 3.10
Nilai Skala Kriteria
NilaiSkalaKriteriake- Total
No IsuStrategis
1 2 3 4 5 6 Dst… Skor
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

1 Anggaran kegiatan 20 10 10 10 8 15 73

2 Sarana dan Prasarana 20 10 12 10 11 20 83
perkantoran
Kewenangan untuk melaksanakan 20 10 19 9 15 24 97
3 program pemberdayaan keluarga,
pembinaan dan pelatihan keluarga
berpenghasilan rendah
Kewenangan untuk melaksanakan 20 10 18 10 14 24 96
4 program keluarga berencana dan
keluarga sejahtera
Pendataan Keluarga 15 5 15 8 11 20 74
5 berpenghasilan rendah berbasis
IT
6 Jumlah dan Kompetensi SDM 20 10 18 10 10 25 93

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 60
Jumlah dan kondisi kelayakan 15 7 15 10 9 20 76
7 kendaraan Operasional untuk
mendukung pelaksanaan kegiatan
pemberdayaan keluarga
8 SOP untuk pelaksanaan kegiatan 15 10 18 10 9 20 82
pemberdayaan keluarga
9 Pemanfaatan data keluarga 20 10 13 10 6 20 79
berpenghasilan rendah
10 Peraturan perundang-undangan 20 10 15 10 8 20 83
dan kebijakan pemerintah
11 Dukungan masyarakat dan 20 9 18 10 14 24 95
lembaga berbasis masyarakat
Dukungan pihak swasta, 15 8 16 9 8 21 77
12 akademisi dan instansi
pemerintah lainnya
Pusat Pelayanan Terpadu 20 9 17 8 9 23 86
13 Perlindungan Perempuan dan
Anak
14 Sinergitas pemberdayaan 16 10 19 10 9 24 88
keluarga antar SKPD
Penduduk luar Kota Surabaya 20 10 15 10 8 22 85
15 yang memanfaatkan fasilitas dan
layanan Kota Surabaya
16 Mentalitas sebagian 17 9 16 9 10 10 71
berpenghasilan rendah
17 Overlapping program dan 18 8 19 9 10 20 84
kegiatan antar SKPD
Penambahan data diluar data 20 7 19 9 7 21 83
18 keluarga berpenghasilan rendah
yang telah ditetapkan
19 Pengaruh media sosial terhadap 20 9 17 10 10 23 89
tumbuh kembang anak
20 Berkembangnya teknologi 20 10 18 10 10 25 93
informasi
Target MDGs penanggulangan 15 7 15 10 9 20 76
21 kemiskinan, pengendalian
penduduk, pelindungan
perempuan dan anak
22 Era Globalisasi/pasar bebas 15 10 18 10 9 20 82

23 Asean Economic Community 20 10 13 10 6 20 79
(AEC)/MEA
24 Global Warming 20 10 15 10 8 20 83

25 Dampak media sosial terhadap 20 7 17 7 10 25 86
tumbuh kembang anak
26 Pengarusutamaan Gender 10 8 15 10 8 10 61

Jumlah masyarakat 10 8 15 8 6 10 57
27 berpenghasilan rendah yang terus
bertambah
28 Harga kebutuhan pokok yang 5 5 10 5 5 10 40
terus naik
29 Bencana Alam 12 7 15 5 5 10 54

30 Sebagian kelompok keluarga 15 5 18 5 7 5 55
berpenghasilan rendah tidak mau

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 61
diberdayakan
Mentalitas sebagian keluarga 20 10 15 10 10 25 90
31 berpenghasilan rendah yang
selalu mengharapkan bantuan
32 urbanisasi yang semakin banyak 5 3 5 10 10 5 38

Dampak berkembangnya 10 5 15 7 7 20 64
33 teknologi informasi terhadap
kenakalan remaja
34 Partisipasi dan Swadaya 20 10 10 10 8 15 73
masyarakat

Berdasarkan skor yang diperoleh sebagaimana Tabel 3.1 di atas, isu strategis
yang memiliki skor tertinggi pertama dan kedua adalah terkait dengan Kewenangan,
yaitu kewenangan untuk melaksanakan program pemberdayaan keluarga,
pembinaan dan pelatihan keluarga berpenghasilan rendah, yang kedua yaitu
kewenangan untuk melaksanakan program keluarga berencana dan keluarga
sejahtera. Isu strategis dukungan masyarakat, memperoleh skor pada urutan
berikutnya yaitu dukungan masyarakat dan lembaga berbasis masyarakat,
mengingat isu dimaksud memiliki pengaruh yang cukup besar dan signifikan
terhadap pencapaian sasaran Renstra kota.
Isu strategis yang memiliki skor tertinggi selanjutnya dijabarkan dengan narasi
isu yang dibuat berdasarkan deskripsi faktor, isu strategis yang telah ditetapkan
sebagai berikut :
1. Adanya kewenangan untuk melaksanakan program pemberdayaan,
pembinaan kepada keluarga serta pelatihan pemberdayaan ekonomi keluarga
2. Adanya kewenangan untuk melaksanakan program Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera sehingga terwujud keluarga yang berkualitas
3. Keterlibatan masyarakat dan lembaga berbasis masyarakat yang menunjang
pelaksanaan program

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 62
BAB 4
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

4.1. Visi dan Misi PD
Visi adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang
ingin dicapai SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu 5
(lima) tahun yang akan datang. Visi dan misi PD harus jelas menunjukkan apa yang
menjadi cita-cita layanan terbaik PD baik dalam upaya mewujudkan visi dan misi
kepala daerah maupun dalam upaya mencapai kinerja pembangunan daerah pada
aspek kesejahteraan, layanan, dan peningkatan daya saing daerah dengan
mempertimbangkan permasalahan dan isu strategis yang relevan.
Dalam upaya menyikapi permasalahan dan isu-isu strategis serta tantangan
perubahan dan perkembangan yang terjadi berdasarkan tugas pokok dan fungsi
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kota Surabaya, maka diperlukan perumusan perwujudan visi Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar mampu
mengarahkan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Pengendalian
Penduduk dan Keluarga Berencana dan Urusan Pemerintahan bidang
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagaimana tujuan RPJMD
2016-2021.

4.1.1. Perwujudan visi dilakukan untuk menindaklanjuti hasil analisis isu-isu
strategis dan permasalahan pembangunan daerah untuk menemukan
perwujudan visi.
Perumusan perwujudan visi dengan dibuat analisis keterhubungan antara
permasalahan pembangunan dengan isu strategis, untuk yang berkesesuaian perlu
dirumuskan perwujudannya, adapun selengkapnya perumusan perwujudan visi
dimaksud adalah sebagaimana Tabel 4.1

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 63
Tabel 4.1
Perumusan Perwujudan Visi

Isu Strategis Adanya kewenangan
Adanya kewenangan
untuk melaksanakan
untuk melaksanakan Keterlibatan
program
program keluarga masyarakat dan
pemberdayaan,
Berencana dan lembaga berbasis
pembinaan kepada
Keluarga Sejahtera masyarakat yang
Permasalahan keluarga serta
sehingga terwujud menunjang
pelatihan
keluarga yang pelaksanaan program
Pembangunan Daerah pemberdayaan
berkualitas
ekonomi keluarga

Pemberdayaan Perempuan Meningkatnya
dan Perlindungan Anak jumlah jejaring yang
berperan dalam
penanganan
permasalahan
terhadap
perempuan dan
anak

Meningkatnya
efektivitas PPTP2A

Pengendalian Penduduk dan Meningkatkan Meningkatkan
Keluarga Berencana jumlah peserta KB peran IMP terhadap
baru dan KB aktif keberhasilan
program KB

Koperasi, usaha Kecil dan Meningkatnya
Menengah jumlah PMKS usia
produktif yang
dilatih/dibina

4.1.2. Pokok-pokok Visi dan Penjelasan Visi

Tabel 4.2
Perumusan Visi

No Perwujudan Visi Pokok-pokok Visi Pernyataan Visi

1 Mewujudkan Sumber Daya
Terwujudnya keluarga yang
masyarakat yang berkualitas
berkualitas dan berdaya
2 Memberdayakan keluarga dan Pemberdayaan Keluarga
dengan dukungan lembaga
menciptakan seluas-luasnya
berbasis masyarakat
kesempatan berusaha

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 64
Berdasarkan perwujudan visi, maka diperoleh pernyataan Visi Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota
Surabaya lima tahun kedepan (2016-2021) adalah “Terwujudnya Keluarga yang
Berkualitas dan Berdaya dengan Dukungan Lembaga Berbasis Masyarakat”.
Keluarga yang berkualitas menurut UU No. 52 tahun 2000 tentang perkembangan
kependudukan dan pembangunan keluarga, keluarga yang berkualitas adalah
keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera,
sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan,
bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Keluarga yang berdaya adalah keluarga yang mampu memanfaatkan semua potensi
kekuatan yang ada di dalam dirinya dan di sekitarnya. Kekuatan itu dimanfaatkan
untuk membuat mereka tidak bergantung kepada orang lain. Keluarga berdaya
adalah keluarga yang memiliki perilaku hidup dan modal sosial yang positif. Keluarga
berdaya adalah masyarakat yang menyadari arti penting pendidikan, nilai hidup
sehat, kepatuhan terhadap hukum, keharusan untuk terus bekerja atau berwirausaha
serta menjaga kelestarian lingkungan. Keluarga berdaya adalah keluarga yang
memahami kegunaan semangat kebersamaan dalam membangun keluarga yang
bahagia.

Tabel 4.3
Penyusunan Penjelasan Visi
Pokok-pokok
Visi Penjelasan Visi
Visi

Terwujudnya Pemberdayaan Keluarga yang berdaya adalah keluarga yang mampu
keluarga yang memanfaatkan semua potensi kekuatan yang ada di dalam
berkualitas dan dirinya dan di sekitarnya. Kekuatan itu dimanfaatkan untuk
berdaya dengan membuat mereka tidak bergantung kepada orang lain. Keluarga
dukungan lembaga berdaya adalah Keluarga yang mampu memanfaatkan sumber
berbasis daya alam di sekitarnya sebagai wahana untuk menghasilkan
masyarakat produk dan jasa yang menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi.
keluarga berdaya akan mengubah sumber daya alam sehingga
memiliki nilai tambah. Keluarga berdaya adalah masyarakat yang
memiliki perilaku hidup dan modal sosial yang positif. Keluarga
berdaya adalah keluarga yang menyadari arti penting pendidikan,
nilai hidup sehat, kepatuhan terhadap hukum, keharusan untuk
terus bekerja atau berwirausaha serta menjaga kelestarian
lingkungan. Keluarga berdaya adalah keluarga yang memahami
kegunaan semangat kebersamaan dalam membangun keluarga
yang bahagia.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 65
Keluarga keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang dibentuk
berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera,
sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal,
berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lembaga Dukungan lembaga berbasis masyarakat yang dilaksanakan oleh
dari dan untuk masyarakat.

4.1.3. Perumusan Misi
Rumusan misi merupakan upaya untuk mewujudkan keadaan atau kondisi
yang diinginkan. Upaya-upaya yang akan di kembangkan, harus memanfaatkan
faktor-faktor pendorong dan mengantisipasi faktor-faktor penghambat yang telah
diidentifikasi pada perumusan isu strategis. Jika pernyataan visi menunjukkan
keadaan/kondisi yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan, maka
pernyataan misi menunjukkan kerja-kerja/upaya untuk mewujudkan visi tersebut.
Proses perumusan misi sebagaimana pada table berikut ini :
Tabel 4.4
Perumusan Misi
Stakeholder layanan
Pokok-
No. Visi Pengguna Pelaku Misi
pokok visi SKPD lain Lainnya
layanan Ekonomi
Terwujudnya Rincian Rincian Rincian
keluarga (√) misi (x) - (√) misi (√) misi
yang Pemberd
berkualitas ayaan
dan v v v
masyarakat Keluarga
yang v v v
berdaya Lembaga v v v
dengan
dukungan
lembaga
berbasis
masyarakat

Berdasarkan visi dan perumusan misi tersebut, maka Misi Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota
Surabaya, adalah :

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 66
1. Meningkatkan kualitas pelayanan KB serta pembinaan ketahanan keluarga;
2. Meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga;
3. Meningkatkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan terhadap
perempuan dan anak.

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang
menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka
menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kinerja PD
selama lima tahun. Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu
dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan
menangani isu strategis daerah yang dihadapi, sedangkan sasaran adalah hasil
yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik,
mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahun
kedepan.

4.2.1 Perumusan Tujuan
Tujuan pelaksanaan pembangunan yang akan dicapai Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya pada
kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang adalah :
1. Meningkatnya kualitas layanan KB dasar
2. Meningkatkan tata kelola administrasi pemerintahan yang baik
3. Meningkatkan keterampilan PMKS usia produktif
4. Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pelaku sektor industri kreatif
5. Meningkatkan pemberdayaan perempuan
6. Meningkatkan perlindungan perempuan dan anak

4.2.2 Perumusan Sasaran
Adapun Sasaran SKPD adalah :
1. Meningkatnya kualitas pelayanan KB
2. Mengelola saran dan prasarana serta administrasi perkantoran perangkat
daerah
3. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan untuk mendukung
keberhasilan program

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 67
4. Meningkatnya Pemberdayaan Ekonomi
5. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan
6. Meningkatkan peran dan partisipasi perempuan
7. Meningkatnya upaya perlindungan perempuan dan anak

Tabel 4.5
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD

INDIKATOR TARGET KINERJA PADA TAHUN KE-
NO. TUJUAN SASARAN
SASARAN 1 2 3 4 5 6
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Meningkatnya Meningkatnya Persentase 100% 100% 100% 100% 100% 100%
kualitas layanan KB kualitas pelayanan terlaksananya
dasar KB pelayanan KB
Kontrasepsi Mantap
2 Meningkatkan tata Mengelola saran dan Kinerja Pengelolaan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
kelola administrasi prasarana serta Sarana, Prasarana,
pemerintahan yang administrasi dan Administrasi
baik perkantoran Perkantoran Perangkat
perangkat daerah Daerah
Melaksanakan Persentase 100% 100% 100% 100% 100% 100%
kegiatan sesuai kesesuaian
dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan
untuk mendukung terhadap parameter
keberhasilan perencanaan pada
Program Operational Plan
3 Meningkatkan Meningkatnya Persentase jumlah 10% 10% 10% 10% 10% 10%
keterampilan PMKS Pemberdayaan PMKS yang telah
usia produktif Ekonomi melakukan usaha
ekonomi produktif
4 Meningkatkan Meningkatnya Persentase jumlah 0% 25% 25% 25% 25% 25%
pertumbuhan dan partisipasi masyarakat yang
produktivitas pelaku masyarakat dalam mengikuti aktifitas
sektor industri kreatif pembangunan pengembangan usaha
di rumah kreatif
5 Meningkatkan Meningkatkan peran Persentase 100% 100% 100% 100% 100% 100%
pemberdayaan dan partisipasi kesenjangan gender
perempuan perempuan yang ditangani
6 Meningkatkan Meningkatnya upaya Persentase tindak 100% 100% 100% 100% 100% 100%
perlindungan perlindungan lanjut permasalahan
perempuan dan perempuan dan anak perempuan dan anak
anak

4.3. Strategi dan Kebijakan

4.3.1 Strategi dan Kebijakan

Strategi dan kebijakan dalam Rencana Strategis badan Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 68
adalah strategis dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka
menengah yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana
program prioritas dalam rancangan awal RPJMD. Strategi dan kebijakan jangka
menengah tersebut menunjukkan bagaimana cara Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya mencapai tujuan,
sasaran jangka menengah, dan target kinerja hasil (outcome) program RPJMD yang
menjadi tugas dan fungsi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak. Strategi selanjutnya menjadi dasar perumusan
kegiatan bagi setiap program RPJMD.
Perumusan strategi mendasar pada berbagai alternative strategi yang
dimungkinkan untuk mencapai indikator sasaran sebagaimana tercantum pada tabel
berikut :
Tabel 4.6
Perumusan Strategi

Faktor Eksternal Peluang : Tantangan:
1.Peraturan perundang- 1. Penduduk luar Kota Surabaya
undangan dan kebijakan yang memanfaatkan fasilitas
pemerintah dan layanan Kota Surabaya
2.Dukungan masyarakat dan 2. Mentalitas sebagian
lembaga berbasis masyarakat berpenghasilan
masyarakat rendah
3.Dukungan pihak swasta, 3. Overlapping program dan
Faktor Internal akademisi dan instansi kegiatan antar SKPD
pemerintah lainnya 4. Penambahan data diluar data
4.Pusat Pelayanan Terpadu keluarga berpenghasilan
Perlindungan Perempuan rendah yang telah ditetapkan
dan Anak 5. Pengaruh media sosial
5.Sinergitas pemberdayaan terhadap tumbuh kembang
keluarga antar SKPD anak

Kekuatan : Alternatif Strategi : Alternatif Strategi :
1. Anggaran Kegiatan 1. Peningkatan pelaksanaan 1. Peningkatan pelayanan pada
2. Sarana dan prasarana kegiatan sesuai dengan masyarakat
perkantoran peraturan perundang- 2. Peningkatan program
3. Kewenangan untuk undangan pemberdayaan keluarga untuk
melaksanakan program 2. Peningkatan dukungan meningkatkan mentalitas
pemberdayaan keluarga, masyarakat dan lembaga masyarakat berpenghasilan
pembinaan dan pelatihan berbasis masyarakat rendah
keluarga berpenghasilan 3. Peningkatan peran Pusat 3. Peningkatan program keluarga
rendah Pelayanan Terpadu berencana dan keluarga
4. Kewenangan untuk Perlindungan Perempuan sejahtera untuk mengurangi
melaksanakan program dan Anak dengan anggaran, pengaruh media sosial
keluarga berencana dan sarana dan prasarana terhadap tumbuh kembang
keluarga sejahtera 4. Sinergitas antar SKPD anak
5. Pendataan keluarga dalam pendataan keluarga 4. Peningkatan kualitas
berpenghasilan rendah berpenghasilan rendah pendataan warga mi
berbasis IT

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 69
Kelemahan: Alternatif Strategi : Alternatif Strategi :
1. Jumlah dan kompetensi Sdm 1. Peningkatan kapasitas 1. Peningkatan kapasitas SDM
2. Jumlah dan kondisi kelayakan SDM dengan dukungan dalam pelayanan kepada
kendaraan operasional untuk masyarakat dan lembaga masyarakat
mendukung pelaksanaan berbasis masyarakat 2. Peningkatan Penggunaan SOP
kegiatan pemberdayaan 2. Peningkatan peran SOP dalam meningkatkan kualitas
keluarga dalam pelaksanaan pusat pendataan keluarga
3. SOP untuk pelaksanaan pelayanan terpadu berpenghasilan rendah
kegiatan pemberdayaan perlindungan perempuan 3. Peningkatan partisipasi
keluarga dan anak masyarakat berpenghasilan
4. Pemanfaatan data keluarga 3. Peningkatan pemanfaat rendah untuk melakukan usaha
berpenghasilan rendah data keluarga ekonomi produktif
berpenghasilan rendah 4. Peningkatan kapasitas SDM
dalam penerapan peraturan dalam mengurangi pengaruh
perundang-undangan dan media social terhadap tumbuh
kebijakan pemerintah kembang anak
4. Peningkatan efektivitas
penggunaan kendaraan
operasional dalam
pelaksanaan pusat
pelayanan terpadu
perlindungan perempuan
dan anak

Mendasarkan hal tersebut diatas, maka strategi yang dilaksanakan adalah :
1. Peningkatan kapasitas SDM dengan dukungan masyarakat dan lembaga
berbasis masyarakat
2. Peningkatan kapasitas SDM dalam pelayanan kepada masyarakat
3. Peningkatan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan
4. Peningkatan partisipasi masyarakat berpenghasilan rendah untuk melakukan
usaha ekonomi produktif
5. Peningkatan program pemberdayaan keluarga untuk meningkatkan mentalitas
masyarakat berpenghasilan rendah
6. Peningkatan peran SOP dalam pelaksanaan Pusat Pelayanan Terpadu
Perlindungan Perempuan dan Anak
7. Peningkatan peran Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan
Anak dengan anggaran, sarana dan prasarana
Penentuan strategi untuk pencapaian indikator kinerja sasaran sebagaimana
tersaji dalam Tabel 4.7

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 70
Tabel 4.7
Penentuan Strategi
No. Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Strategi
-1 -2 -3 -4
1 Meningkatnya kualitas Persentase terlaksananya Peningkatan kapasitas SDM
pelayanan KB pelayanan KB Kontrasepsi dengan dukungan masyarakat
Mantap dan lembaga berbasis
masyarakat
2 Mengelola saran dan Kinerja Pengelolaan Sarana, Peningkatan kapasitas SDM
prasarana serta administrasi Prasarana, dan Administrasi dalam pelayanan kepada
perkantoran perangkat daerah Perkantoran Perangkat Daerah masyarakat
3 Melaksanakan kegiatan sesuai Persentase kesesuaian Peningkatan pelaksanaan
dengan perencanaan untuk pelaksanaan Kegiatan terhadap kegiatan sesuai dengan
mendukung keberhasilan parameter perencanaan pada peraturan perundang-
Program Operational Plan undangan
4 Meningkatnya Pemberdayaan Persentase jumlah PMKS yang Peningkatan partisipasi
Ekonomi telah melakukan usaha ekonomi masyarakat berpenghasilan
produktif rendah untuk melakukan
usaha ekonomi produktif
5 Meningkatnya partisipasi Persentase jumlah masyarakat Peningkatan program
masyarakat dalam yang mengikuti aktifitas pemberdayaan keluarga untuk
pembangunan pengembangan usaha di rumah meningkatkan mentalitas
kreatif masyarakat berpenghasilan
rendah
6 Meningkatkan peran dan Persentase kesenjangan gender Peningkatan peran SOP
partisipasi perempuan yang ditangani dalam pelaksanaan Pusat
Pelayanan Terpadu
Perlindungan Perempuan dan
Anak
7 Meningkatnya upaya Persentase tindak lanjut Peningkatan peran Pusat
perlindungan perempuan dan permasalahan perempuan dan Pelayanan Terpadu
anak anak Perlindungan Perempuan dan
Anak dengan anggaran,
sarana dan prasarana

Untuk mengimplementasikan strategi dalam rangka mecapai sasaran dan tujuan
yang telah ditetapkan, perlu dirumuskan kebijakan-kebijakan strategis yang menjadi
pedoman bagi perumusan dan operasionalisasi program lima tahun Renstra 2016-
2021 Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak Kota Surabaya, kebijakan tersebut sebagai berikut :
1. Meningkatkan kapasitas SDM dan dukungan masyarakat dan lembaga
berbasis masyarakat dalam memberikan pelayanan KB Kontrasepsi Mantap
2. Meningkatkan kapasitas SDM dalam Mengelola saran dan prasarana serta
administrasi perkantoran perangkat daerah untuk meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 71
3. Meningkatkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan untuk mendukung keberhasilan program yang telah ditetapkan
4. Meningkatkan keberdayaan dan partisipasi masyarakat berpenghasilan
rendah untuk melakukan usaha ekonomi produktif
5. Meningkatkan program pemberdayaan keluarga melalui pengembangan
usaha di rumah kreatif untuk meningkatkan mentalitas masyarakat
berpenghasilan rendah
6. Meningkatkan peran SOP dalam memberikan pelayanan kasus kesenjangan
gender di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak
7. Meningkatkan peran Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan
Anak dengan anggaran, sarana dan prasarana dalam penanganan
permasalahan perempuan dan anak
Relevansi dan konsistensi antar pernyataan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi,
dan kebijakan adalah sebagaimana Tabel 4.8

Tabel 4.8
Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan

VISI : Terwujudnya Keluarga yang Berkualitas dan Berdaya dengan Dukungan Lembaga Berbasis
Masyarakat
MISI I : Meningkatkan kualitas pelayanan KB serta pembinaan ketahanan keluarga
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Tujuan 1 1. Meningkatnya kualitas 1. Peningkatan 1. Meningkatkan
Meningkatnya kualitas pelayanan KB kapasitas SDM kapasitas SDM dan
layanan KB dasar dengan dukungan dukungan masyarakat
masyarakat dan dan lembaga berbasis
lembaga berbasis masyarakat dalam
masyarakat memberikan pelayanan
KB Kontrasepsi
Mantap

Tujuan 2 1. Mengelola saran dan 1. Peningkatan 1. Meningkatkan
Meningkatkan tata kelola prasarana serta kapasitas SDM kapasitas SDM dalam
administrasi pemerintahan administrasi dalam pelayanan Mengelola saran dan
yang baik perkantoran perangkat kepada masyarakat prasarana serta
daerah 2. Peningkatan administrasi
2. Melaksanakan kegiatan pelaksanaan perkantoran perangkat
sesuai dengan kegiatan sesuai daerah untuk
perencanaan untuk dengan peraturan meningkatkan
mendukung perundang- pelayanan kepada
keberhasilan Program undangan masyarakat

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 72
2. Meningkatkan
pelaksanaan kegiatan
sesuai dengan
peraturan perundang-
undangan untuk
mendukung
keberhasilan program
yang telah ditetapkan

MISI II : Meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Tujuan 1 1. Meningkatnya 1. Peningkatan 1. Meningkatkan
Meningkatkan keterampilan Pemberdayaan partisipasi keberdayaan dan
PMKS usia produktif Ekonomi masyarakat partisipasi masyarakat
berpenghasilan berpenghasilan rendah
rendah untuk untuk melakukan usaha
melakukan usaha ekonomi produktif
ekonomi produktif
Tujuan 2 2. Meningkatnya 2. Peningkatan 2. Meningkatkan program
Meningkatkan pertumbuhan partisipasi masyarakat program pemberdayaan keluarga
dan produktivitas pelaku dalam pembangunan pemberdayaan melalui pengembangan
sektor industri kreatif keluarga untuk usaha di rumah kreatif
meningkatkan untuk meningkatkan
mentalitas mentalitas masyarakat
masyarakat berpenghasilan rendah
berpenghasilan
rendah
MISI III : Meningkatkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak
Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Tujuan 1 1. Meningkatkan peran 1. Peningkatan peran 1. Meningkatkan peran
Meningkatkan pemberdayaan dan partisipasi SOP dalam SOP dalam memberikan
perempuan perempuan pelaksanaan Pusat pelayanan kasus
Pelayanan Terpadu kesenjangan gender di
Perlindungan Pusat Pelayanan
Perempuan dan Terpadu Perlindungan
Anak Perempuan dan Anak
Tujuan 2 2. Meningkatnya upaya 2. Peningkatan peran 2. Meningkatkan peran
Meningkatkan perlindungan perlindungan Pusat Pelayanan Pusat Pelayanan
perempuan dan anak perempuan dan anak Terpadu Terpadu Perlindungan
Perlindungan Perempuan dan Anak
Perempuan dan dengan anggaran,
Anak dengan sarana dan prasarana
anggaran, sarana dalam penanganan
dan prasarana permasalahan
perempuan dan anak

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 73
BAB 5
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK
SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Berdasarkan Visi Misi Kota Surabaya Tahun 2016-2021, dan dengan
berpedoman pada Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Surabaya
Tahun 2017, maka Visi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kota Surabaya tahun 2016-2021 adalah:
“Terwujudnya Keluarga yang Berkualitas dan Berdaya dengan Dukungan
Lembaga Berbasis Masyarakat”
Dengan ditetapkannya Visi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya, maka visi tersebut dijabarkan
dalam Misi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Kota Surabaya, yang terdiri dari:

1. Meningkatkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan terhadap
perempuan dan anak
2. Meningkatkan kualitas pelayanan KB serta pembinaan ketahanan keluarga
3. Meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga
Dengan ditetapkannya Visi dan Misi Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya tersebut, maka
tujuan dan sasaran yang hendak dicapai pada kerangka perencanaan program dan
kegiatan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan pemberdayaan perempuan, dengan sasaran meningkatkan peran
dan partisipasi perempuan
2. Meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, dengan sasaran
meningkatnya upaya perlindungan perempuan dan anak
3. Meningkatnya kualitas layanan KB dasar, dengan sasaran meningkatnya kualitas
pelayanan KB
4. Meningkatkan tata kelola administrasi pemerintahan yang baik, dengan
sasaran:

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 74
a) Mengelola sarana dan prasarana serta administrasi perkantoran
perangkat daerah
b) Melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan untuk mendukung
keberhasilan program
5. Meningkatkan keterampilan PMKS usia produktif, dengan sasaran Meningkatnya
Pemberdayaan Ekonomi
6. Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pelaku sektor industri kreatif,
dengan sasaran meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan

Tujuan Strategis PD

Visi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Kota Surabaya tahun 2016-2021 “Terwujudnya keluarga yang
berkualitas dan berdaya dengan dukungan lembaga berbasis masyarakat”
dijabarkan menjadi beberapa Misi, dari masing-masing misi dapat dicapai dengan
beberapa tujuan. Perumusan tujuan strategis Dinas Pengendalian Penduduk,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya didapatkan
dengan cara mensinkronkan tujuan strategis pembangunan kota yang sesuai dengan
pelayanan PD dengan isu-isu strategis yang telah dirumuskan. Tujuan Strategis
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kota Surabaya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya pemberdayaan perempuan serta perlindungan perempuan dan
anak karena Adanya kewenangan untuk melaksanakan program pemberdayaan,
pembinaan kepada keluarga serta pelatihan pemberdayaan ekonomi keluarga;
2. Meningkatnya kualitas layanan KB dasar karena Adanya kewenangan untuk
melaksanakan program Keluarga Berencana & Keluarga Sejahtera sehingga
terwujud keluarga yang berkualitas;
3. Meningkatkan keterampilan PMKS usia produktif dengan adanya Keterlibatan
lembaga berbasis masyarakat yang menunjang pelaksanaan program

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 75
Sasaran Renja PD

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, dicapai melalui sasaran
strategis PD, masing-masing tujuan memiliki satu atau beberapa sasaran strategis
untuk mencapai tujuan strategis PD, sasaran strategis dari masing-masing tujuan
dijabarakan sebagai berikut:

1. Tujuan : Meningkatkan pemberdayaan perempuan, memiliki sasaran strategis :
Meningkatkan peran dan partisipasi perempuan
2. Tujuan : Meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, memiliki sasaran
strategis : Meningkatnya upaya perlindungan perempuan dan anak
3. Tujuan : Meningkatnya kualitas layanan KB dasar, memiliki sasaran strategis :
Meningkatnya kualitas pelayanan KB
4. Tujuan : Meningkatkan tata kelola administrasi pemerintahan yang baik, memiliki
sasaran strategis :
a) Mengelola sarana dan prasarana serta administrasi perkantoran perangkat
daerah
b) Melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan untuk mendukung
keberhasilan program
5. Tujuan : Meningkatkan keterampilan PMKS usia produktif, memiliki sasaran
strategis : Meningkatnya Pemberdayaan Ekonomi
6. Tujuan : Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pelaku sektor industri
kreatif , memiliki sasaran strategis : Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam
pembangunan

Program dan Kegiatan

Untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan, maka
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kota Surabaya menyusun Program dan kegiatan yang dijabarkan sebagai berikut:

1. Program Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, dengan kegiatan:
a. Penguatan dan pengembangan Jaringan Pengarusutamaan Gender, dengan
sub kegiatan:

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 76
 Capacity Building Focal Point dan Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG),
Pembinaan Kecamatan Responsif Gender.
 Penunjang KInerja
b. Penguatan dan pengembangan Pemberdayaan Perempuan, dengan sub
kegiatan:
 Peningkatan Pemberdayaan Perempuan
 Penunjang Kinerja
c. Peningkatan Peran Serta Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera
(P2WKSS), dengan sub kegiatan:
 Penyusunan Profil P2WKSS
 Penunjang Kinerja
d. Penyusunan Data Terpilah Gender dalam Pembangunan, dengan sub kegiatan:
 Penyusunan Profil Gender dalam pembangunan, Profil Anak dan Mapping
Data Permasalahan Perempuan dan Anak
 Penunjang Kinerja
2. Program perlindungan perempuan dan anak, dengan kegiatan:
a. Fasilitasi Penanganan Permasalahan Perempuan Dan Anak, dengan sub
kegiatan:
 Penanganan Permasalahan Perempuan dan Anak, Operasional shelter,
Fasilitasi penjangkauan permasalahan perempuan dan anak
 Penunjang Kinerja
b. Fasilitasi Pencapaian Indikator Kota Layak Anak, dengan sub kegiatan:
 Pengembangan Kota Layak Anak
 Sosialisasi Dinamika Remaja
 Penunjang Kinerja
c. Fasilitasi pengembangan Jaringan Kelembagaan Perlindungan Perempuan dan
Anak, dengan sub kegiatan:
 Capacity Building bagi relawan Pusat Krisis Berbasis Masyarakat (PKBM)
dan Satuan Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak, PPTP2A
 Penunjang Kinerja
d. Inisiasi Kampunge Arek Suroboyo, dengan sub kegiatan:
 Pembinaan Kampunge Arek Suroboyo

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 77
 Penunjang Kinerja
3. Program Keluarga Berencana, dengan kegiatan:
a. Fasilitasi Masyarakat Peduli Keluarga Berencana, dengan sub kegiatan:
 Pembinaan Saka Kencana, Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan
reproduksi Remaja
 Penunjang Kinerja
b. Fasilitasi penggerakkan program kependudukan dan keluarga berencana,
dengan sub kegiatan:
 Fasilitasi KIE pengendalian penduduk
 Penyusunan Materi Informasi Pengendalian Penduduk
 Penyusunan Profil Pengendalian Penduduk
 Penunjang Kinerja
c. Pembinaan Keluarga Berencana, dengan sub kegiatan:
 Fasilitasi Kampung Keluarga Berencana
 Pembinaan Keluarga Berencana (KB) Pria
 Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program KB
 Revitalisasi Program KB
 Penunjang Kinerja
d. Penyediaan Pelayanan KB Bagi Keluarga, dengan sub kegiatan:
 Penyediaan Pelayanan KB Bagi Keluarga
 Penunjang Kinerja
e. Penyediaan Sarana dan Prasarana Pelayanan KB yang disediakan melalui
Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Keluarga Berencana, dengan sub
Kegiatan:
 Bantuan Operasional Keluarga Berencana
 Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Keluarga Berencana
 Penunjang Kinerja
4. Program Bina Keluarga, dengan kegiatan:
a. Fasilitasi pendampingan Bina Keluarga Balita/Bina Keluarga Remaja/Bina
Keluarga Lansia, dengan sub kegiatan:
 Pendampingan Bina Keluarga Balita/Bina Keluarga Remaja/Bina Keluarga
Lansia

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 78
 Penunjang Kinerja
b. Pembinaan Keluarga Sejahtera, dengan sub kegiatan:
 Monitoring dan evaluasi Pelaksanaan Ketahanan Keluarga dan Keluarga
Sejahtera
 Sosialisasi dan Pembinaan Keluarga Setara
 Penunjang Kinerja
5. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, dengan kegiatan:
a. Dinamisasi Data Keluarga Berpenghasilan Rendah, dengan sub kegiatan:
 Dinamisasi Data Keluarga Berpenghasilan Rendah
 Penunjang Kinerja
b. Fasilitasi Inkubasi Usaha Mandiri, dengan sub kegiatan:
 Inkubasi Usaha Mandiri dan hasil Musrenbang
 Peningkatan Ketrampilan Usaha
 Penunjang Kinerja
c. Fasilitasi Pengembangan Usaha Ekonomi, dengan sub kegiatan:
 Fasilitasi Pengembangan Usaha Ekonomi
 Pembinaan dan Fasilitasi UPPKS
 Penunjang Kinerja
d. Fasilitasi Program Kesejahteraan Keluarga, dengan sub kegiatan:
 Monitoring Program Kesejahteraan Keluarga
 Penunjang Kinerja
6. Program Pemanfaatan rumah kreatif dan pengembangan usaha kreatif, dengan
kegiatan:
a. Pembinaan Rumah Kreatif Kandangan, dengan sub kegiatan:
 Fasilitasi Rumah Kreatif Kandangan
 Penunjang Kinerja
7. Program Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan kegiatan:
a. Penyusunan dan Evaluasi Perencanaan Strategis, dengan sub kegiatan:
 Penyusunan dan/atau review proses bisnis Perangkat Daerah
 Penyusunan dan/atau review Rencana Strategis dan Rencana Kerja
 Penyusunan Laporan Kinerja (LJK) Perangkat Daerah
 Penunjang Kinerja

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 79
8. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan kegiatan:
a. Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran Perangkat Daerah, dengan sub
kegiatan:
 Penyediaan Barang dan Jasa Perkantoran Perangkat Daerah
 Penunjang Kinerja
9. Program Pembangunan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kedinasan,
dengan kegiatan:
a. Pengadaan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran, dengan sub
kegiatan:
 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran
 Updating data sarana dan prasarana perkantoran di SIMBADA
 Penunjang Kinerja
Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan
yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan
tujuan serta memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat yang
dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. Dalam Renstra Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya tahun
2016-2021.

Program dan kegiatan dikategorikan ke dalam Program/Kegiatan lokalitas PD,
Program/ Kegiatan Lintas PD dan Program/kegiatan Kewilayahan. Berikut disajikan
Program dan Kegiatan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kota Surabaya tahun 2016-2021.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 80
Tabel 5.1
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
PD Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya
Data Capaian Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Unit Kerja
Indikator Kinerja Program pada Tahun
Indikator Kondisi Kinerja pada SKPD
Tujuan Sasaran Kode Program dan kegiatan (outcome) dan kegiatan Awal Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5 Lokasi
sasaran akhir periode Renstra Penanggun
(output) Perencanaan (2017) (2018) (2019) (2020) (2021)
SKPD g Jawab
(2016)
target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)
Persentase indikator PUG
1.1.2.02. Program Kesetaraan Gender DP4 dan
tingkat kecamatan yang 100% 100% 2.062.585.582 100% 2.159.637.030 100% 2.394.354.715 100% 2.880.839.970 100% 3.135.212.932 100% 3.135.212.932
01 dan Pemberdayaan Perempuan PA
terpenuhi
Jumlah lembaga
Penguatan dan Pengembangan
1.1.2.02. penguatan dan 72 72 72 72 72 72 DP4 dan
Jaringan Pengarusutamaan 0 Lembaga 595.164.330 621.299.512 686.948.488 824.741.745 895.471.739 895.471.739
01.0001 pengembangan jaringan Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga PA
Gender
pengarusutamaan gender
Meningkatkan Persentase Jumlah peserta penguatan
Meningkatkan 1.1.2.02. Penguatan dan Pengembangan 33 33 33 33 33 33 DP4 dan
peran dan kesenjangan dan pengembangan 0 Lembaga 663.943.767 694.093.688 768.881.766 924.547.162 1.006.200.481 1.006.200.481
pemberdayaan 01.0002 Pemberdayaan Perempuan Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga PA
partisipasi gender yang pemberdayaan perempuan
perempuan
perempuan ditangani Jumlah lembaga yang
Peningkatan Peran serta Wanita 5 5 5 5 5 5
1.1.2.02. berperan serta menuju DP4 dan
menuju Keluarga Sehat dan 0 Kelurahan Keluraha 315.171.940 Keluraha 329.279.119 Keluraha 364.248.262 Keluraha 437.308.618 Keluraha 474.701.858 Keluraha 474.701.858
01.0003 Keluarga Sehat dan PA
Sejahtera (P2WKSS) n n n n n n
Sejahtera (P2WKSS)
Jumlah Profil Gender, profil
1.1.2.02. Penyusunan Data Terpilah anak dan mapping data 3 3 3 3 3 3 DP4 dan
1 Dokumen 488.305.545 514.964.711 574.276.199 694.242.445 758.838.854 758.838.854
01.0004 Gender dalam Pembangunan permsalahan perempuan Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen PA
dan anak yang disusun
Persentase permasalahan
perempuan dan anak yang 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
ditangani
Persentase efektivitas
pusat pelayanan terpadu
0% 65,21% 66,35% 66,86% 67,15% 68,10% 68,10%
perlindungan perempuan
dan anak (PPTP2A)
1.1.2.02. Program perlindungan Persentase jejaring yang DP4 dan
4.444.271.191 4.645.546.173 5.144.737.218 6.181.715.096 6.721.668.179 6.721.668.179
02 perempuan dan anak berperan dalam PA
penanganan 5% 10% 21% 35% 48% 64% 64%
permasalahan terhadap
perempuan dan anak
Persentase berfungsinya
Meningkatnya Persentase
Meningkatnya fasilitas PKBM (Pusat
upaya tindak lanjut 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
perlindungan Krisis Berbasis
perlindungan permasalahan
perempuan dan Masyarakat) di kecamatan
perempuan perempuan
anak Fasilitasi Penanganan Jumlah permasalahan 289 289 289 289 289 289
dan anak dan anak 1.1.2.02. DP4 dan
Permasalahan Perempuan Dan perempuan dan anak yang 0 Orang Orang 2.322.329.419 Orang 2.444.872.298 Orang 2.723.158.033 Orang 3.289.378.422 Orang 3.593.636.096 Orang 3.593.636.096
02.0001 PA
Anak ditangani
Jumlah lembaga yang
1.1.2.02. Fasilitasi Pencapaian Indikator dibina dalam pencapaian 421 421 421 421 421 1.340.663.206 421 1.340.663.206 DP4 dan
0 Lembaga 921.939.812 951.555.284 1.043.654.113 1.242.326.323
02.0002 Kota Layak Anak indikator Kota Layak Anak Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga PA
yang tercapai
Fasilitasi pengembangan Jumah peserta capacity
926
1.1.2.02. Jaringan Kelembagaan building bagi relawan 926 926 926 926 926 DP4 dan
0 Orang 627.759.280 658.113.221 731.069.415 880.682.450 960.697.274 960.697.274
02.0003 Perlindungan Perempuan dan PKBM, Satgas PPA dan Orang Orang Orang Orang Orang Orang PA
Anak anggota PPTP2A
Jumlah lembaga yang 154 154 154 154 154 154
1.1.2.02. Inisiasi Kampunge Arek 154 DP4 dan
membentuk Kampunge Keluraha 572.242.680 Keluraha 591.005.370 Keluraha 646.855.657 Keluraha 769.327.901 Keluraha 826.671.603 Keluraha 826.671.603
02.0004 Suroboyo Kelurahan PA
Arek Suroboyo n n n n n n

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 81
Data Capaian Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Unit Kerja
Indikator Kinerja Program pada Tahun Kondisi Kinerja pada
Indikator Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5 SKPD
Tujuan Sasaran Kode Program dan kegiatan (outcome) dan kegiatan Awal akhir periode Renstra Lokasi
sasaran (2017) (2018) (2019) (2020) (2021) Penanggun
(output) Perencanaan SKPD
g Jawab
(2016) target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)
Persentase peserta KB
80,35% 81,15% 81,95% 82,75% 83,55% 84,35% 84,35%
baru
Persentase peserta KB
76,32% 77,31% 78,4% 79,60% 80,89% 80,95% 80,95%
aktif
1.1.2.08. Persentase peserta KB DP4 dan
Program Keluarga Berencana 4.931.184.788 5.043.929.890 5.475.636.982 6.467.019.830 6.903.108.171 6.903.108.171
01 aktif yang drop out 6,1% 5,8% 5,4% 5,25% 4,95% 4,90% 4,90% PA
kontrasepsi
Persentase kebutuhan ber
KB yang tidak terpenuhi 21,25% 20,85% 20,50% 20,20% 20,05% 19,95% 19,95%
(unmeet need)
Jumlah masyarakat peduli
1.1.2.08. Fasilitasi Masyarakat Peduli 2033 2033 2033 2033 2033 2033 DP4 dan
keluarga berencana yang 0 Orang 1.372.011.730 1.382.496.086 1.477.627.510 1.718.579.219 1.800.799.320 1.800.799.320
01.0001 Keluarga Berencana Orang Orang Orang Orang Orang Orang PA
dibina
Jumlah peserta dalam
Fasilitasi penggerakan program
1.1.2.08. rangka penggerakan 310 310 310 310 310 310 DP4 dan
kependudukan dan keluarga 0 Orang 399.774.462 414.677.810 457.004.210 546.171.558 592.090.436 592.090.436
01.0002 program kependudukan Orang Orang Orang Orang Orang Orang PA
berencana
dan keluarga berencana
1.1.2.08. Jumlah peserta pembinaan 4000 4000 4000 4000 4000 4000 DP4 dan
Pembinaan Keluarga Berencana 0 Orang 579.725.788 607.584.441 674.789.926 813.774.387 888.568.335 888.568.335
01.0003 keluarga berencana orang orang orang orang orang orang PA
Persentase
Jumlah akseptor KB yang 600 600 600 600 600 600
Meningkatnya Meningkatnya terlaksananya 1.1.2.08. Penyediaan Pelayanan KB Bagi 1.253.814.125 DP4 dan
kualitas layann kualitas pelayanan KB 01.0004 Keluarga mendapatkan pelayanan 0 Orang orang 1.191.099.577 orang orang 1.396.891.492 orang 1.688.690.657 orang 1.847.017.831 orang 1.847.017.831
PA
KB
KB dasar pelayanan KB kontrasepsi
Mantap Penyediaan sarana dan Jumlah sarana dan
prasarana pelayanan KB yang prasarana pelayanan KB
1.1.2.08. DP4 dan
disediakan melalui Dana Alokasi yang disediakan melalui 0 Unit 2 unit 1.388.573.231 2 unit 1.385.357.428 2 unit 1.469.323.844 2 unit 1.699.804.009 2 unit 1.774.632.249 2 unit 1.774.632.249
01.0005 PA
Khusus (DAK) Bidang Keluarga Dana Alokasi Khusus
Berencana bidang keluarga berencana
Persentase Kelompok Bina
Keluarga Balita (BKB)/Bina
Keluarga Remaja 23,89% 47,90% 70,39% 92,89% 100% 100% 100%
1.1.2.08. (BKR)/Bina Keluarga DP4 dan
Program Bina Keluarga 1.121.790.777 1.177.191.627 1.308.425.805 1.577.717.044 1.722.021.921 1.722.021.921
02 Lansia (BKL) yang aktif PA
Persentase Pasangan Usia
Subur yang Usia Istrinya 3,5% 3,4% 3,3% 3,2% 3,1% 3% 3%
Kurang dari 20 Tahun
Jumlah peserta Bina
Fasilitasi pendampingan Bina Keluarga Balita/Bina
1.1.2.08. 1350 1350 1350 1350 1350 1350 DP4 dan
Keluarga Balita/Bina Keluarga Keluarga Remaja/Bina 0 Orang 708.730.903 743.490.657 826.223.217 581.629.810 1.087.124.366 1.087.124.366
02.0001 orang orang orang orang orang orang PA
Remaja/Bina Keluarga Lansia Keluarga Lansia yang
dibina
1.1.2.08. Jumlah peserta keluarga 1240 1240 1240 1240 1240 1240 DP4 dan
Pembinaan Keluarga Sejahtera 0 Orang 413.059.874 433.700.970 482.202.588 996.087.234 634.897.555 634.897.555
02.0002 sejahtera yang dibina orang orang orang orang orang orang PA
Persentase PMKS usia
produktif dari hasil
1.1.2.08. Program Peningkatan DP4 dan
pelatihan atau pembinaan 75% 75% 7.127.831.735 75% 7.452.701.366 75% 8.247.541.385 75% 9.903.750.143 75% 10.749.315.331 75% 10.749.325.331
03 Keberdayaan Masyarakat PA
Persentase yang berproduksi
jumlah PMKS
Meningkatkan
Meningkatnya yang telah Jumlah Kelurahan yang
keterampilan
Pemberdayaa melakukan mendapat dinamisasi data 154 154 154 154 154 154
PMKS usia 1.1.2.08. Dinamisasi Data Keluarga DP4 dan
n Ekonomi usaha keluarga berpenghasilan 0 Kelurahan Keluraha 2.404.230.379 Keluraha 2.536.888.181 Keluraha 2.830.071.213 Keluraha 3.422.508.966 Keluraha 3.741.738.485 Keluraha 3.741.738.485
produktif 03.0001 Berpenghasilan Rendah PA
ekonomi rendah n n n n n n
produktif
Jumlah peserta pelatihan
1.1.2.08. 1025 1025 1025 1025 1025 1025 DP4 dan
Fasilitasi Inkubasi Usaha Mandiri peningkatan ketrampilan 0 Orang 2.444.839.424 2.575.821.092 2.870.175.908 3.468.135.604 3.789.072.404 3.789.072.404
03.0002 orang orang orang orang orang orang PA

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 82
Data Capaian Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Unit Kerja
Indikator Kinerja Program pada Tahun Kondisi Kinerja pada
Indikator Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5 SKPD
Tujuan Sasaran Kode Program dan kegiatan (outcome) dan kegiatan Awal akhir periode Renstra Lokasi
sasaran (2017) (2018) (2019) (2020) (2021) Penanggun
(output) Perencanaan SKPD
g Jawab
(2016) target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)
Jumlah lembaga yang
1.1.2.08. Fasilitasi Pengembangan Usaha 63 63 63 63 63 63 DP4 dan
terfasilitasi pengembangan 0 Lembaga 1.717.175.585 1.747.767.844 1.886.953.660 2.214.875.174 2.346.181.918 2.346.181.918
03.0003 Ekonomi Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga Lembaga PA
usaha ekonomi
1.1.2.08. Fasilitasi Program Kesejahteraan Jumlah dokumen program 1 1 1 1 1 1 DP4 dan
0 Dokumen 561.586.347 592.224.249 660.340.604 798.230.399 872.322.524 872.322.524
03.0004 Keluarga Kesejahteraan Keluarga Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen PA
Persentase
Persentase individu/kelompok yang
jumlah
Meningkatkan mengaplikasikan keahlian
Meningkatnya masyarakat Program pemanfaatan rumah 0% 5% 6% 7% 8% 9% 9%
pertumbuhan 1.2.2.02. yang didapat dari proses DP4 dan
partisipasi yang kreatif dan pengembangan 552.070.336 578.939.971 642.398.367 773.377.386 841.659.550 841.659.550
dan 04 pembelajaran di rumah PA
masyarakat mengikuti usaha kreatif
produktivitas kreatif handicraft
dalam aktifitas
pelaku sektor Persentase rumah kreatif
pembangunan pengembanga 0% 43,75% 62,5% 81,25% 100% 100% 100%
industri kreatif yang beroperasi
n usaha di
1.2.2.02. Pembinaan Rumah Kreatif Jumlah Gedung yang DP4 dan
rumah kreatif 0 Unit 1 unit 552.070.336 1 unit 578.939.971 1 unit 642.398.367 1 unit 773.377.386 1 unit 841.659.550 1 unit 841.659.550
04.0001 Kandangan dipelihara PA
Persentase Persentase ketepatan
Melaksanakan
kesesuaian waktu penyusunan dan
kegiatan 2.1.2.01. Program Perencanaan DP4 dan
pelaksanaan pelaporan dokumen 60% 100% 291.733.224 100% 307.914.450 100% 343.593.399 100% 415.630.359 100% 454.537.467 100% 454.537.467
Meningkatkan sesuai 02 Pembangunan Daerah PA
kegiatan perencanaan strategis
tata kelola dengan
terhadap dan/atau sektoral
administrasi perencanaan
parameter
pemerintahan untuk
perencanaan Jumlah dokumen
yang baik mendukung 2.1.2.01. Penyusunan dan Evaluasi 9 9 9 9 9 9 DP4 dan
pada penyusunan dan evaluasi 0 Dokumen 291.733.224 307.914.450 343.593.399 415.630.359 454.537.467 454.537.467
keberhasilan 02.0006 Perencanaan Strategis Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen PA
operasional perencanaan strategis
program
plan
Tingkat kepuasan pegawai
2.2.2.02. Program Pelayanan Administrasi DP4 dan
terhadap pelayanan 0% 72% 2.890.371.176 74% 2.998.965.523 76% 3.296.758.902 78% 3.935.333.885 80% 4.245.913.700 80% 4.245.913.700
Kinerja 01 Perkantoran PA
Mengelola administrasi perkantoran
pengelolaan
Meningkatkan sarana dan Jumlah Jenis Barang dan
sarana, 2.2.2.02. Penyediaan Barang dan Jasa DP4 dan
tata kelola prasarana Jasa Perkantoran yang 0 Jenis 56 Jenis 2.890.371.176 56 Jenis 2.998.965.523 56 Jenis 3.296.758.902 56 Jenis 3.935.333.885 56 Jenis 4.245.913.700 56 Jenis 4.245.913.700
prasarana, 01.0006 Perkantoran Perangkat Daerah PA
administrasi serta Disediakan
dan
perangkat administrasi Program Pembangunan dan Persentase ketepatan
administrasi 2.2.2.02. DP4 dan
daerah yang perkantoran Pengelolaan Sarana dan pemenuhan sarana dan 100% 100% 838.743.775 100% 869.392.735 100% 962.060.689 100% 1.153.537.706 100% 1.261.797.182 100% 1.261.797.182
perkantoran 02 PA
baik perangkat Prasarana kedinasan prasarana perkantoran
perangkat
daerah Pengadaan dan Pemeliharaan Jumlah unit sarana dan
daerah 2.2.2.02. DP4 dan
Sarana dan Prasarana prasarana perkantoran 0 Unit 114 Unit 838.743.775 114 Unit 869.392.735 114 Unit 962.060.689 114 Unit 1.153.537.706 114 Unit 1.261.797.182 114 Unit 1.261.797.182
02.0006 PA
Perkantoran yang dikelola

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 83
BAB 6
INDIKATOR KINERJA DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK, PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KOTA SURABAYA
YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Indikator kinerja merupakan sesuatu yang dijadikan alat ukur kinerja atau
hasil yang dicapai, atau merupakan ukuran kinerja yang digunakan untuk
mengetahui perkembangan upaya dalam mencapai hasil yang diinginkan sesuai
dengan tujuan dan sasaran. Salah satu misi dalam RPJMD 2016 - 2021 Kota
Surabaya adalah memberdayakan masyarakat dan menciptakan seluas-luasnya
kesempatan berusaha yang mempunyai tujuan meningkatkan penanganan PMKS,
menurunkan PMKS melalui pemberdayaan PMKS usia produktif dalam kelompok-
kelompok usaha, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan serta perlindungan
perempuan dan anak. Sedangkan untuk mewujudkan tujuan Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berupa terwujudnya
keluarga yang berkualitas dan berdaya dengan dukungan lembaga berbasis
masyarakat, indikator kinerja tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya kualitas layanan KB dasar, dengan indikator kinerja tujuan : Angka
kelahiran total (TFR) antara 1.8 – 1.9
2. Meningkatkan tata kelola administrasi pemerintahan yang baik, dengan indikator
tujuan:
a. Indeks kepuasan SKPD terhadap pemenuhan kebutuhan sarana dan
parasarana perkantoran
b. Tingkat capaian keberhasilan pelaksanaan program
c. Tingkat kepuasan pelayanan kedinasan
3. Meningkatkan keterampilan PMKS usia produktif, dengan indikator tujuan:
persentase PMKS usia produktif yang omzetnya ≥ 1 juta rupiah per bulan
4. Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pelaku sektor industri kreatif,
dengan indikator tujuan: Tingkat pertumbuhan pelaku usaha kreatif
5. Meningkatkan pemberdayaan perempuan, dengan indikator tujuan: Persentase
kecamatan yang responsif gender
6. Meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, dengan indikator tujuan:
Persentase Kelurahan Ramah Anak

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 84
Dari beberapa uraian sasaran, juga dirumuskan beberapa indikator kinerja
sasaran sebagai berikut:

1. Meningkatnya kualitas pelayanan KB, dengan indikator kinerja sasaran:
Persentase terlaksananya pelayanan KB Kontrasepsi mantap.
2. Mengelola sarana dan prasarana serta administrasi perkantoran perangkat
daerah, dengan indikator kinerja sasaran: Kinerja pengelolaan sarana, prasarana,
dan administrasi perkantoran Perangkat Daerah
3. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan untuk mendukung
keberhasilan program, dengan indikator kinerja sasaran: Persentase kesesuaian
pelaksanaan kegiatan terhadap parameter perencanaan pada operational plan
4. Meningkatnya Pemberdayaan Ekonomi , dengan indikator kinerja sasaran :
Persentase jumlah PMKS yang telah melakukan usaha ekonomi produktif
5. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dengan indikator
kinerja sasaran: Persentase jumlah masyarakat yang mengikuti aktifitas
pengembangan usaha di rumah kreatif
6. Meningkatkan peran dan partisipasi perempuan, dengan indikator kinerja sasaran:
Persentase kesenjangan gender yang ditangani
7. Meningkatnya upaya perlindungan perempuan dan anak, dengan indikator kinerja
sasaran: Persentase tindak lanjut permasalahan perempuan dan anak
Tabel 6.1 di bawah ini menunjukkan indikator kinerja Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang mengacu pada
tujuan dan sasaran RPJMD Pemerintah Kota Surabaya tahun 2016-2021.

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 85
Tabel 6.1
Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

Kondisi Kinerja
pada awal Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Kinerja
NO Indikator periode RPJMD pada akhir
periode RPJMD
2016 2017 2018 2019 2020 2021
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1 Angka kelahiran total (TFR) 1.8 – 1.9 1.8 – 1.9 1.8 – 1.9 1.8 – 1.9 1.8 – 1.9 1.8 – 1.9 1.8 – 1.9
Persentase terlaksananya pelayanan KB kontrasepsi
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
mantab
Indeks kepuasan SKPD terhadap pemenuhan
2 60% 62% 64% 66% 68% 70% 70%
kebutuhan sarana dan prasarana perkantoran
Tingkat capaian keberhasilan pelaksanaan program 90,55% 90,84% 91,53% 91,96% 92,56% 93,05% 93,05%
Tingkat kepuasan pelayanan kedinasan 75% 76% 77% 78% 79% 80% 80%
Kinerja pengelolaan sarana, prasarana, dan
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
administrasi perkantoran perangkat daerah
Persentase kesesuaian pelaksanaan kegiatan terhadap
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
parameter perencanaan pada operational plan
Persentase PMKS usia produktif yang omzetnya ≥ 1
3 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80%
juta rupiah per bulan
Persentase jumlah PMKS yang telah melakukan usaha
10% 10% 10% 10% 10% 10% 10%
ekonomi produktif
4 Tingkat pertumbuhan pelaku usaha kreatif 0% 4% 5% 6% 7% 8% 8%
Persentase jumlah masyarakat yang mengikuti aktifitas
0% 25% 25% 25% 25% 25% 25%
pengembangan usaha di rumah kreatif
5 Persentase kecamatan yang responsif gender 35,48% 48,39% 61,29% 74,19% 87,10% 100% 100%
Persentase kesenjangan gender yang ditangani 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
6 Persentase Kelurahan Ramah Anak 19,48% 35,71% 51,95% 68,18% 84,42% 100% 100%
Persentase tindak lanjut permasalahan perempuan dan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
100%
anak

Rencana Strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 86
BAB 7
PENUTUP

Pelaksanaan rencana strategi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya ditentukan dan tidak terlepas
dari adanya dukungan dan komitmen pimpinan terhadap eksistensi Dinas
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota
Surabaya dalam menyelenggarakan tugas dan wewenang yang menjadi tanggung
jawabnya.

Rencana strategi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Kota Surabaya ini merupakan suatu dokumen yang menjadi
acuan dan pedoman dalam penyelenggarakan tugas dan fungsi Dinas Pengendalian
Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya yang
pada gilirannya dapat mencapai visi dan misi sebagaimana tertuang dalam Bab IV.

Rencana Strategis Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2016 -2021 87