You are on page 1of 10

PEMALANG CONVENTION CENTER

Dengan Penekanan Desain Post-Modern Architecture
Oleh: Atik Prima Fidinina, Budi Sudarwanto, Indriastjario.

MICE merupakan salah satu kegiatan kepariwisataan yang menguntungkan karena industri MICE
ini merupakan industri yang kompleks dan melibatkan banyak pihak. Kabupaten Pemalang merupakan
Kabupaten yang sedang dalam tahap pengembangan, kegiatan MICE warga Kabupaten Pemalang
maupun warga sekitar yang terus mengalami peningkatan. Namun tidak ada tempat khusus yang
representatif yang disediakan untuk acara konvensi maupun ekshibisi di Kabupaten Pemalang.
Sehingga perlu adanya gedung konvensi yang representatif di Kabupaten Pemalang sebagai wadah
penampung segala kegiatan warga di Kabupaten Pemalang.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Convention Center, standar-standar
perancangan dan perencanaan bangunan Convention Center, pengertian dan ciri-ciri Arsitektur Post
Modern, serta studi banding beberapa Convention Center yang telah ada. Dilakukan juga tinjauan
mengenai Kabupaten Pemalang. Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan konsep
Arsitektur Post-modern. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual.
Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi dengan menggunakan matriks pembobotan.
Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3
dimensi sebagai ilustrasi desain.

Kata Kunci : Convention Center, MICE, Pemalang, Arsitektur Post-Modern

1. LATAR BELAKANG
Pada masa sekarang ini penyebaran bagi pengembangan wilayah. Setiap daerah
dan pertukaran informasi maupun hal-hal diharuskan mengembangkan segala
baru beserta masalah-masalah yang sifatnya kemampuan dan daya tarik yang dimilikinya,
universal terhadap kepentingan manusia baik yang bernilai comporative advantage
selain melalui media massa,dapat juga (keunggulan berbanding)
dilaksanakan melalui pertemuan dan maupun competitive advantage
konvensi baik bersifat internasional, (keunggulan bersaing). Adanya tantangan
nasional, maupun regional. Dalam lingkup perdagangan bebas seperti AFTA dan juga
yang lebih kecil dapat juga dilaksanakan usaha untuk meningkatkan penerimaan asli
seperti pada perusahaan, kantor daerah agar dapat bertahan di era otonomi
pemerintah, dan lain sebagainya. daerah, maka diperlukan strategi untuk
Penyelenggaraan pertemuan atau menghadapinya. Berbagi macam strategi
konvensi diharapkan dapat menjadi dilakukan dalam persaingan global, seperti
dinamisator bagi perkembangan industri meningkatkan kegiatan kepariwisataan,
ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan, dan investasi, serta MICE
seperti pariwisata, hiburan , transportasi, (Meeting, Incentives, Conferences,
dan sebaginya. Dari konteks hubungan Exhibitions) sebagai sektor usaha.
diatas, dapat dilihat bahwa kegiatan Kabupaten Pemalang merupakan
konvensi merupakan perpaduan antara Kabupaten yang sedang dalam tahap
kegiatan bisnis (Meeting, Congresses) dan pengembangan, dilihat dari segi
rekreasi. pembangunan banyak bangunan dan kantor
Adanya globalisasi dan otonomi yang sudah maupun yang sedang di bangun
daerah memberi peluang dan tantangan

IMAJI - Vol.3No.3 Juli 2 0 1 4 | 61
di Kabupaten Pemalang, masyarakat, Kajian diawali dengan mempelajari pengertian
pemerintah daerah Kabupaten Pemalang tentang Convention Center, standar-standar
dan para pengusaha asli maupun pendatang perancangan dan perencanaan bangunan
juga sering mengadakan kegiatan yang Convention Center, pengertian dan ciri-ciri
bersifat formal maupun non formal. Selama Arsitektur Post Modern, serta studi banding
ini kegiatan pertemuan di Kabupaten beberapa Convention Center yang telah ada.
Pemalang diselenggarakan di hotel, serta Dilakukan juga tinjauan mengenai Kabupaten
pameran-pameran yang sering diadakan di Pemalang. Pendekatan perancangan arsitektural
gedung olahraga Kridanggo. Contohnya dilakukan dengan konsep Arsitektur Post-
seperti dinas perdagangan,pariwisata dan modern. Pemilihan tapak dilakukan pada 3
perhubungan Kabupaten Pemalang sering alternatif lokasi dengan menggunakan matriks
mengadakan seminar dan acara pameran pembobotan.
prodak industry mikro maupun industry
makro, acara pameran ulang tahun
Pemalang yang sering diadakan di gedung 4. KAJIAN PUSTAKA
olahraga, masyarakat Kabupaten Pemalang 4.1. Tinjauan Convention Center
juga banyak pula yang mengadakan Convention Center adalah suatu fasilitas
pernikahan di gedung, para pengusahan yang dipusatkan sebagai tempat untuk
sering mengadakan rapat dengan para pertemuan (mencakup sidang utama dan
rekan bisnis sekantor maupun dengan rekan komisi, jamuan dan pameran) bagi sekelompok
bisnis kantor lainya, dan tidak ketinggalan orang untuk saling tukar menukar informasi,
pula para mahasiswa dan pihak sekolah dari pendapat dan hal-hal baru yang menarik
tingkat SMP sampai tingkat SMA dan SMK dibahas untuk kepentingan bersama, lengkap
negeri maupun swasta setiap tahunnya dengan segala sarana dan prasarana
mengadakan wisuda dan perpisahan di penunjangnya, baik konvensi skala nasional
gedung. maupun internasional, serta masih
Dari uraian tersebut diatas, dimungkinkan dilaksanakan kegiatan lainnya
Kabupaten Pemalang membutuhkan wadah seperti jamuan makan dan ekshibisi.
yang dibangun khusus untuk keperluan
konvensi, pameran, serta aktifitas yang 4.2 Tinjauan MICE
bersifat masal dan sementara lainya, baik Menurut Kesrul (2004), MICE (Meeting,
terbuka maupun tertutup. Sebagai gerbang Incentive, Conference dan Exhibition) sebagai
bagi Kabupaten Pemalang dalam memasuki suatu kegiatan kepariwisataan yang aktifitasnya
pasar global, maka tampilan bangunan merupakan perpaduan antara leisure dan
Pemalang Convention Center mengambil business, biasanya melibatkan sekelompok
tema arsitektur yang mencerminkan orang secara bersama-sama, rangkaian
kemajuan teknologi namun tetap kegiatannya dalam bentuk meetings, incentive
memperhatikan masalah kontekstual dan travels, convention, congresses, conferencce
budaya lokal, yaitu dengan penekanan dan exhibition.
desain konsep Arsitektur Post-modern.
4.3 Tinjauan Perencanaan Convention Center
2. RUMUSAN MASALAH 4.4.1 Fasilitas convention center
Menurut Lawson (1981) fasilitas yang
Perlu tempat yang mewadahi kegiatan MICE di
tersedia dalam Convention Center adalah
Kabupaten Pemalang.
sebagai berikut:
Diperlukan fasilitas penunjang yang
memenuhi kebutuhan kegiatan MICE Memiliki satu atau dua auditorium
Diperlukan fasilitas-fasilitas yang menarik besar dengan kapasitas 1000 samai
minat pengunjung. 3000 tempat duduk.

3. METODOLOGI

62 | I M A J I - Vol.3 No.3 Juli 2014
Dua atau tiga hall pertemuan (vernakular, lokal, komersil, konstektual),
kapasitas sedang dengan 200-500 juga berarti memperhatikan nilai-nilai yang
tempat duduk dianut oleh arsitek dan penghuni atau
masyarakat awam. (Jencks 1960).
Empat sampai sepuluh ruang
pertemuan dengan kapasitas 20 4.4.2 Ciri-ciri Post-Modern
sampai 50 tempat duduk. Menurut Sukada (1998) terdapat 10 ciri
Hall ekshibisi dengan luas dan Arsitektur post modern, yaitu: Mengandung
spesifikasi tertentu. unsur-unsur komunikatif yang bersifat local
atau popular, Membangkitkan kembali
Service food (restaurant, coffe bar) kenangan historic, Berkonteks urban,
untuk peserta konvensi. Menerapkan kembali teknik ornamentasi,
Monitor televise, broadcasting Bersifat representasional, Berwujud
metaforik (dapat berarti bentuk lain), Dihasil
Pelayanan pos, pers, conference kandari partisipasi, Mencerminkan aspirasi
organizers untuk delegasi umum, Bersifat plural, Bersifat eklektik
Pelayanan secretariat untuk
konggres 5. STUDI BANDING
5.1.1. Jogja Expo Center (JEC)
Pelayanan pengadaan, printing, dan
Jogja Expo Center berlokasi di tenggara
pelayanan penerjemah bahasa Yogyakarta di dusun Tegal Tandan, desa
Pelayanan display dan pelayanan Bangun tapan, Kecamatan Bangun tapan,
ekshibisi Kabupaten Bantul. Gedung ini merupakan
bangunan dengan luas area 17.090 m2
Pelayanan recording, filming, dan
pada lahan 5,4 ha. Jogja Expo Center (JEC)
publisitas merupakan wadah ekhsibisi dan konvensi
Pelayanan parker untuk delegasi VIP yang representative dengan skala
dan parker umum pelayanan, regional dan internasional.
4.4.2 Lokasi dan pencapaian
Menurut Lawson (1981) perencanaan
lokasi dan pencapaian ke bangunan
Convention Center disyaratkan untuk
memenuhi beberapa kriteria berikut:
Gambar 1 Tampak Depan Jogja Expo Center
Lokasi berdekatan dengan jalan utama
Sumber: Dokumen pribadi
dan lalu lintas kendaraan yang lancer.
Berdekatan dengan fasilitas hotel
a. Fasilitas
berbintang dan perkantoran (CDD). No. Ruang Dimensi (p x l) Luas (m2)
Memiliki sistem lalu lintas satu arah 1. Bima hall 144 x 60 8640
dengan lebar jalan yang cukup besar. 2. Selasar depan 156 x 9 1404
3. Yudhistira hall 42 x 21 882
Pintu masuk Convention harus terlihat 4. R. Nakula-Sadewa 6 x 15 90
dengan jelas dan mudah dikenali 5. R. Hanoman 8 x 18 144
Pintu masuk memiliki fasilitas bag drop 6. Arjuna hall 60 x 21 1260
7. Lobi atas - 432
yang dapat dilalui mobil dan taksi 8. R. Sekretariat - 6 unit @ 10,5
Adanya petunjuk dan pemisah 9. Dapur - 216
pencapaian bagi peserta konggres. 10. Gudang - 216
11. Outdoor axhibition 20 x 60 1200
4.4 Tinjauan Post-Modern
Tabel 1 fasilitas JEC
4.4.1 Pengertian Post-Modern Sumber: www.jogjaexpocenter.com

Post Modern adalah menggabungkan unsur-
unsur modern dengan unsur lain-lain

IMAJI - Vol.3No.3 Juli 2 0 1 4 | 63
Pembagian Ruang: Gambar 7 Denah Hanoman Room
Ruang dalam, terbagi atas 2 lantai. Lantai 1 Sumber: www.jogjaexpocenter.com
berfungsi sebagai exhibition hall
sedangkan lantai 2 merupakan ruang 5.1.2. Dyandra Convention Center
konvensi atau ruang pertemuan. `Dyandra Convention Centerterletak di Jl.
Ruang luar, terdapat area parkir dengan Basuki Rahmat, Surabaya. Dyandra
kapasitas 300 – 600 mobil, 40 bus dan Convention Centersendiri berdiri sejak
sepeda motor. Selain itu terdapat area 2008 pada saat itu masih bernama
outdoor exhibition dengan luas total Gramedia Expo. Bangunan ini mempunyai
1200 m2 dengan lantai paving blok. fungsi sebagai sarana aktifitas
penyelenggara pameran, konvensi, dan
kegiatan lain yang berskala nasional.
Bangunan yang memiliki luas sekitar
25.000 m2 ini, dibagi atas tiga bagian
utama, yaitu Exhibition Hall dan
Convention Hall seluas 5.000 m2 di lantai
Gambar 2 fasilitas JEC
satu, serta Toko Buku Gramedia seluas
Sumber: www.jogjaexpocenter.com
3.000 m2 di lantai dua, sebagai toko buku
Bima Hall
terbesar dan terlengkap di Surabaya.
Selain itu, bangunan ini dilengkapi pula
dengan fasilitas berupa Executive Meeting
Room, Vip Holding Lounge, Secretariat
Gambar 3 Denah Bima Ekshibisi Hall and Organizer Office, Business Center,
Sumber: www.jogjaexpocenter.com Food and Beverage Outlets, dan sarana
parkir untuk sekitar 600 kendaraan
Yudhistira Hall terletak di area basement.

Gambar 4 Denah Yudhistira Hall Gambar 8 Tampak DCC
Sumber: www.jogjaexpocenter.com Sumber: www.dyandraconventioncenter.com

Arjuna Hall

Gambar 9 Dyandra Convention Center
Sumber: www.dyandraconventioncenter.com
a. Fasilitas
Gambar 5 Denah Arjuna Hall
Sumber: www.jogjaexpocenter.com
Ruang Nakula-Sadewa

Gambar 10 Floorplan DCC
Gambar 6 Denah Nakula-Sadewa room Sumber: www.dyandraconventioncenter.com
Sumber: www.jogjaexpocenter.com
Ruang Hanoman Main Ballroom
Main Ballroom mempunyai luas 2.752 m2,
digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti
konferensi pers, pameran, pernikahan

64 | I M A J I - Vol.3 No.3 Juli 2014
rapat perusahaan dengan skala besar sisanya berstatus kelurahan yaitu sebanyak
dengan kapasitas 1500 – 3000 orang. 11 kelurahan.

Gambar 11 Main Ballroom DCC
Sumber: www.dyandraconventioncenter.com
Convention Hall A dan B
Luas Convention Hall A adalah 756 m 2 Gambar 15 Peta Administrasi Kabupaten Pemalang
dan Convention Hall B adalah 384 m 2 Sumber: BAPPEDA Kabupaten Pemalang
jadi total luas Convention Hall adalah
1.140 m2 6.2. Kebijakan Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Pemalang
Dalam perencanaan dan perancangan
bangunan Pemalang Convention Center ini
perlu memperhatikan peraturan pemerintah
daerah setempat, agar bangunan dapat
Gambar 12 Convention Hall DCC terencana sesuai peraturan dan mendapat
Sumber: www.dyandraconventioncenter.com izin dari pihak berwenang. Adapun
Executive Meeting Room peraturan peruntukan
pengembangan satuan wilayah
Ruang rapat eksklusif yang dilengkapi
pembangunan yang mengacu kepada
dengan audio visual persentasi dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang No.
kapasitas 30 orang.
3 tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Pemalang Tahun 2011 –
2031, dengan rincian sebagai berikut :
a. Pembagian SWP (Satuan Wilayah
Pembangunan)
Gambar 13 Meeting Room DCC 1. SWP Pemalang, dengan
Sumber: www.dyandraconventioncenter.com pengembangan Kawasan Perkotaan
Prefunction Hall Pemalang meliputi Kecamatan
Pemalang; Kecamatan Taman; dan
Luas Prefunction Hall adalah 856 m2 dan
terletak berdampingan dengan ruang Kecamatan Petarukan.
utama. Pengembangan fungsi meliputi :
Pusat Pemerintahan Daerah;
Perdagangan dan jasa; Pariwisata;
Pertanian lahan pangan; Perikanan;
dan Industri.
SWP Comal , dengan pusat
Gambar 14 Prefunction Hall DCC pengembangan Kawasan Perkotaan
Sumber: www.dyandraconventioncenter.com Comal meliputi :Kecamatan
6. KAJIAN LOKASI Ampelgading; Kecamatan Comal;
6.1. Tinjauan Kabupaten Pemalang Kecamatan Ulujami; dan Kecamatan
Luas wilayah Kabupaten Pemalang adalah Bodeh. Pengembangan fungsi
1.115,30 Km2. meliputi : Perdagangan dan jasa;
Kabupaten Pemalang, terbagi dalam 14 Pertanian lahan pangan; Industri;
kecamatan yang meliputi 222 dan Perikanan.
desa/kelurahan. Dari jumlah Desa/kelurahan SWP Randudongkal dengan pusat
tersebut yang berstatus desa sebanyak 211, pengembangan Kawasan Perkotaan
Randudongkal meliputi : Kecamatan

IMAJI - Vol.3No.3 Juli 2 0 1 4 | 65
Randudongkal; Kecamatan pada bagian samping yang berbatasan
Bantarbolang; dan Kecamatan dengan tetangga bilamana tidak
Warungpring. Pengembangan fungsi ditentukan lain adalah minimal 2 (dua)
meliputi : Pertanian meter dari batas kapling, atau atas
hortikultura; Agro industri; dasar kesepakatan dengan tetangga
Kehutanan; Perdagangan dan jasa; yang saling berbatasan. Garis
dan Pengelolaan kawasan lindung. sempadan untuk bangunan yang di
SWP Belik , dengan pusat bawah permukaan tanah maksimum
pengembangan Kawasan Perkotaan berimpit dengan garis sempadan pagar,
Belik meliputi: Kecamatan Belik; dan tidak diperbolehkan melewati
dan Kecamatan Watukumpul. batas pekarangan.
Pengembangan fungsi meliputi :
Pertanian hortikultura; Agro PENDEKATAN ARSITEKTURAL
industri; Perdagangan dan jasa; dan Pendekatan arsitektural yang digunakan
Pengelolaan kawasan lindung. dalam perancangan bangunan Pemalang
SWP Moga, dengan pusat Convention Center adalah arsitektur post-
pengembangan Kawasan Perkotaan modern. Adapun pertimbangan yang
Moga meliputi : Kecamatan Moga; mendasari pemilihan desain ini adalah
dan Kecamatan Pulosari. potensi tapak yang strategis dan dapat
Pengembangan fungsi meliputi : dilihat dari segala arah serta Kabupaten
Pertanian hortikultura; Pariwisata; Pemalang yang sedang mengalami
Agro industri; dan perkembangan menuju modernisasi di
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten segala bidang tapi tanpa menghilangkan
Pemalang No. 6 tahun 2006 tentang unsur-unsur budaya setempat yang nantinya
Bangunan Gedung ketentuan tata akan disilouetkan dalam bangunan yang
bangunan, adalah sebagai berikut: modern dan monumental.
KDB (Koefisien Dasar Bangunan) Setiap PROGRAM DASAR PERENCANAAN 8.1
bangunan gedung apabila tidak
Program Ruang
ditentukan lain, ditentukan KDB
maksimum 60% (enam puluh
perseratus) sesuai dengan fungsi tapak.

KDH (Koefisien Daerah Hijau)
Setiap bangunan gedung apabila tidak
ditentukan lain, ditentukan KDH
minimum 30% (tiga puluh perseratus).
Setiap 50 m2 (lima puluh meter
persegi) persil disarankan untuk
menanam satu vegetasi peneduh.
Ketinggian Bangunan
Ketinggian bangunan deret maksimum
4 (empat) lantai dan selebihnya harus
berjarak dengan persil tetangga. Untuk
bangunan tinggi dan bertingkat berlaku
KLB di masing-masing lokasi.
Garis Sempadan Bangunan
Letak garis sempadan bangunan terluar
apabila tidak ditentukan lain adalah
separuh lebar daerah milik jalan
(damija) dihitung dari tepi jalan/ pagar.
Tabel 2 Program Ruang Ekshibisi
Letak garis sempadan bangunan terluar Sumber: Analisa Penulis, 2014

66 | I M A J I - Vol.3 No.3 Juli 2014
KELOMPOK RUANG EKSHIBISI
2
perikanan dan industri. Pada tapak ini
No. Ruang Luas (m )
sebagian besar masih terdapat lahan kosong
1 Ruang Ekshibisi 1125
2 Pre function lobby 337,5
yang belum terbangun.

3 Ruang Informasi 4
4 Ruang Penyelenggara 13

5 Loading dock 56,25

6 Gudang 40
7 Lavatory Pria 36,6

8 Lavatory Wanita 44

Jumlah 1656,3
Sirkulasi 30% 496,9

TOTAL 2
2153,2 m
Gambar 16 Tapak Terpilih
Tabel 3 Program Ruang Ekshibisi
Sumber: wikimapia.com
Sumber: Analisa Penulis, 2014

Batas – batas
Utara : Sawah
Selatan: Jalan Perintis Kemerdekaan
- Barat : Jalan Beji
Timur : Sawah dan Kantor Migrasi

Potensi – potensi tapak antara lain :
Mempunyai akses langsung dengan
sistem transportasi.
Potensial Rencana Detail Tata Ruang
Kota sebagai bangunan
perdagangan dan jasa, pariwisata.
Memiliki jaringan jalan yang baik
Memenuhi syarat minimal sistem
utilitas infrastruktur kota seperti,
jaringan listrik, air bersih, telepon
Tabel 4 Program Ruang Pengelola, Penunjang, Pelayanan
Sumber: Analisa Penulis, 2014
dan drainase kota.
Dekat dengan hotel, perkantoran
NO KELOMPOK RUANG JUMLAH(m²) dan fasilitas umum yang
mendukung kegiatan MICE.
1 KELOMPOK RUANG KONVENSI 4723,1
2 KELOMPOK RUANG EKSHIBISI 2153,2
Luas tapak : 16388 m2
3 KELOMPOK RUANG PENGELOLA 487,6 Ketinggian maksimal 4 lantai
4 KELOMPOK RUANG PENUNJANG 512,3 Menurut Peraturan KDB maksimal adalah
5 KELOMPOK RUANG PELAYANAN 469,8 60% karena Convention Center
6 KELOMPOK RUANG PARKIR 4.111,2
JUMLAH KESELURUHAN 12.457,2 m² merupakan bangunan yang membutuhkan
kapasitas parkir yang besar maka KDB
Tabel 5 Program Ruang Keseluruhan ditetapkan 40% jadi luasan yang boleh
Sumber: Analisa Pribadi dibangun: 0,4 x 16388 m2 = 6555 m2 Garis
Sempadan Bangunan = 10 meter Dari
8.2 Tapak Terpilih analisa pendekatan besaran ruang, maka
didapat total besaran ruang tidak dengan
Terdapat di Jalan Jenderal Sudirman. Terletak area parkir adalah 8.346 m2 dengan total
di SWP Pemalang dengan rencana bangunan Convention Center
peruntukan lahan sebagai pusat adalah 2 lantai dengan
pemerintahan daerah, perdagangan dan
jasa, pariwisata, pertanian lahan pangan,

IMAJI - Vol.3No.3 Juli 2 0 1 4 | 67
luas lantai dasar sebesar 70% dari 8.346 2011 Tentang Rencana Tata Ruang
m2 = 5721 m2 < 6555 m2 Wilayah Kabupaten Pemalang
DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI
Tahun 2011 – 2031.
9.1 Daftar Pustaka
Chiara, Joseph De and Michael J Crosbie, ------------------, Peraturan Daerah
2001, Time Saver Standar for Building Kabupaten Pemalang No. 6 tahun
Types, Mc Graw Hill, USA.
Doelle,LL,Eng,M.Arch.1993.Akustik 2006 tentang Bangunan Gedung
Lingkungan. Jakarta: Erlangga
ketentuan tata bangunan.
Ham ,Roderick. 1972. Theater Planning.
The Architectural Press : London. 9.2 Referensi
Jencks, Charles. 1960.The Language of www.jogjaexpocenter.com
Post-Modern Architecture. London:
Academy Editions and New York: www.dyandraconventioncenter.com
Rizzoli.
Kesrul, M.2003. Penyelenggaraan Operasi www.wikimapia.com
Perjalanan Wisata. PT. Grasindo.
Jakarta. APPENDIX : ILUSTRASI PERANCANGAN
Lawson, Fred. 1981. Conference,
Convention, and Exhibition
Facilities, A Handbook of Oxford
Learner’s Dictionary.
Mediastika , Christina E. Ph.D. 2005.
Akustika Bangunan. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Neufert. 1997. Data Arsitek. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Panero, Julius and Martin Zelnik. 2003.
Dimensi Manusia dan Ruang
Interior: Buku Panduan untuk
Standar-standar Pedoman. Jakarta:
Erlangga
Pendit,N.1999. Potensi Gede Bisnis
Besar.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Site Plan
Utama.
Sukada, Budi A.1998.The Architecture of
Early Independence. Indonesian
Heritage: Architecture, Volume ed.
Gunawan Tjahjono. Singapore:
Archipelago.
The Architectural Press. 2008. AJ Metric
Handbook: Planning and Design
Data. USA: Elsevier.
-----------------, Pemalang dalam Angka
Tahun 2013. Badan Pusat Statistik.
Pemalang.
------------------, Peraturan Daerah Ground plan
Kabupaten Pemalang No. 3 tahun

68 | I M A J I - Vol.3 No.3 Juli 2014
Tampak Depan (Utara)
Tampak Samping (Timur)

Tampak Samping (Barat)
Tampak Belakang (Selatan)

Potongan membujur Bangunan Konvensi

Potongan melintang Bangunan Konvensi Interior

Sequens

IMAJI - Vol.3No.3 J u l i 2 0 1 4 | 69
70 | I M A J I - Vol.3 No.3 Juli 2014