You are on page 1of 4

TINJAUAN PUSTAKA

Vertigo
Kupiya Timbul Wahyudi
Medical Department, PT. Kalbe Farma Tbk., Jakarta, Indonesia

ABSTRAK
Vertigo didefinisikan sebagai ilusi gerakan, yang paling sering adalah perasaan atau sensasi tubuh yang berputar terhadap lingkungan atau
sebaliknya, lingkungan sekitar kita rasakan berputar. Vertigo juga dirasakan sebagai suatu perpindahan linear ataupun miring, tetapi gejala
seperti ini relatif jarang dirasakan. Secara etiologis, vertigo disebabkan oleh adanya abnormalitas organ-organ vestibuler, visual, ataupun sistem
propioseptif. Selain anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis dari kondisi ini. Penatalaksanaan
vertigo bergantung pada lama keluhan dan ketidaknyamanan akibat gejala yang timbul serta patologi yang mendasarinya.

Kata kunci: vertigo, visual, organ vestibuler, sistem propioseptif

ABSTRACT
Vertigo is defined an illusion of movement, the most common is a feeling orsensation of a rotationbody to the environment or otherwise, feelin
gthe environment around us felt spinning. Vertigo is also perceived as a linear displacement or sloping, but these symptoms are rare. In etiology,
vertigo may be caused by abnormality of the vestibular organ, visual or propioseptive system. In addition to history, physical examination and
investigation can be conducted to determine diagnosis of this condition. The management of vertigo depends on the duration and discomfort
of the symptoms and the underlyting pathology. Kupiya Timbul Wahyudi. Vertigo.

Key words: vertigo, visual, vestibular organ, propioseptive system

PENDAHULUAN
Vertigo Presinkop Disekuilibrium Light headedness
Vertigo berasal dari istilah latin, yaitu vertere
yang berarti berputar, dan igo yang berarti Deskripsi Ilusi gerakan, biasanya Sensasi yang akan Tidak seimbang atau Secara definitif tidak
kondisi. Vertigo merupakan subtipe dari “diz- perasaan diri berputar terjadi menjelang kehi- imbalans jelas, sering disebut de-
terhadap lingkungan langan kesadaran ngan pusing, giddiness,
ziness” yang secara definitif merupakan ilusi sekitar, atau sebaliknya wooziness
gerakan, dan yang paling sering adalah pe- Kemaknaan Banyak kemungkinan Penurunan aliran darah Gangguan neurologis, Istilah ini sekarang
rasaan atau sensasi tubuh yang berputar ter- klinis penyebab dan memer- serebral yang berasal kelemahan muskulos- digunakan bergantian
lukan pemeriksaan lebih dari sistem kardiova- keletal, dan penurunan dengan presinkop
hadap lingkungan atau sebaliknya, lingku-
lanjut skuler fungsi penglihatan
ngan sekitar kita rasakan berputar. Vertigo
juga dirasakan sebagai suatu perpindahan EPIDEMIOLOGI dengan rangsangan akselerasi angular, serta
linear ataupun miring, tetapi gejala seperti ini Dari keempat subtipe dizziness, vertigo terjadi utrikulus dan sakulus, yang berkaitan dengan
lebih jarang dirasakan. Kondisi ini merupakan pada sekitar 32% kasus, dan sampai dengan rangsangan gravitasi dan akselerasi vertikal.
gejala kunci yang menandakan adanya gang- 56,4% pada populasi orang tua.1 Sementara Rangsangan berjalan melalui nervus vestibu-
guan sistem vestibuler dan kadang merupak- itu, angka kejadian vertigo pada anak-anak ti- laris menuju nukleus vestibularis di batang
an gejala kelainan labirin. Namun, tidak jarang dak diketahui,tetapi dari studi yang lebih baru otak, lalu menuju fasikulus medialis (bagian
vertigo merupakan gejala dari gangguan siste- pada populasi anak sekolah di Skotlandia, kranial muskulus okulomotorius), kemudian
mik lain (misalnya, obat, hipotensi, penyakit dilaporkan sekitar 15% anak paling tidak per- meninggalkan traktus vestibulospinalis (rang-
endokrin, dan sebagainya).1-3 nah merasakan sekali serangan pusing dalam sangan eksitasi terhadap otot-otot eksten-
periode satu tahun. Sebagian besar (hampir sor kepala, ekstremitas, dan punggung untuk
Berbeda dengan vertigo, dizziness atau pusing 50%) diketahui sebagai “paroxysmal vertigo” mempertahankan posisi tegak tubuh). Selan-
merupakan suatu keluhan yang umum yang disertai dengan gejala-gejala migren jutnya, serebelum menerima impuls aferen dan
terjadi akibat perasaan disorientasi, biasanya (pucat, mual, fonofobia, dan fotofobia).2 berfungsi sebagai pusat untuk integrasi antara
dipengaruhi oleh persepsi posisi terhadap respons okulovestibuler dan postur tubuh.
lingkungan. Dizziness sendiri mempunyai PATOFISIOLOGI1-7
empat subtipe, yaitu vertigo, disekuilibrium Etiologi vertigo adalah abnormalitas dari organ- Fungsi vestibuler dinilai dengan mengevaluasi
tanpa vertigo, presinkop, dan pusing organ vestibuler, visual, ataupun sistem propi- refleks okulovestibuler dan intensitas nistag-
psikofisiologis (lihat tabel di bawah ini).1,2 oseptif. Labirin (organ untuk ekuilibrium) terdiri mus akibat rangsangan perputaran tubuh dan
atas 3 kanalis semisirkularis, yang berhubungan rangsangan kalori pada daerah labirin. Refleks

738 CDK-198/ vol. 39 no. 10, th. 2012

CDK-198_vol39_no10_th2012 ok bgt.indd 738 10/25/2012 11:10:32 AM
TINJAUAN PUSTAKA

True vertigo
okulovestibuler bertanggung jawab atas fiksa-
si mata terhadap objek diam sewaktu kepala Yes No

dan badan sedang bergerak. Nistagmus mer-
Duration of an attack Consider other causes of dizziness
upakan gerakan bola mata yang terlihat seba-
gai respons terhadap rangsangan labirin, serta
jalur vestibuler retrokoklear, ataupun jalur ves- Seconds Minutes to hours Hours to days Days to weeks

tibulokoklear sentral. Vertigo sendiri mungkin
merupakan gangguan yang disebabkan oleh * Induced by * History of * Induced by * Fluctuating * Cardiovascular * History of * Severe nausea * Imbalance * History of
positional trauma loud noise heaning loss risk factor, migraine, and vomiting * Other anxiety, panic
penyakit vestibuler perifer ataupun disfungsi change * Pilotor and increased * Tinnitus, aural no hearing headache. ++ * History of neurological disorder or
scuba diver pressure (eg. fullness neurological visual aura ++ upper respiratory features depression
sentral oleh karenanya secara umum vertigo coughing, symptoms infection or
blowing, middle ear
dibedakan menjadi vertio perifer dan vertigo Benign
paroxysmal
straining) infection
Central pathology: Psychogenic
Perilymphatic Meniere Transient Migraineous
sentral. Penggunaan istilah perifer menunjuk- positional
vertigo fistula Superior disease ischaemic vertigo Vestibular neuritis+ multiple sclerosis,
stroke, transient
vertigo
semicircular attackor stroke
kan bahwa kelainan atau gangguan ini dapat canal Hearing loss
ischaemic
attack, stroke,
dehiscence15†
cerebellopontine
terjadi pada end-organ (utrikulus maupun ka- Labyrinthitis angle tumour

nalis semisirkularis) maupun saraf perifer.
* In late stage of Meniere disease and late vestibular neuritis, the duration of an attack can be reduced to seconds but more
Lesi vertigo sentral dapat terjadi pada daerah frequent
pons, medulla, maupun serebelum. Kasus ** Typical headache and aura ca be absent
vertigo jenis ini hanya sekitar 20% - 25% dari † Recently recognised disease entity caused by congenital breakage in the labyrith capsule. The breakage lead to hypersensi-
seluruh kasus vertigo, tetapi gejala gangguan tivity to vestibular labirynth to changes in pressure and sound causing vertigo. There are only about 100 reported cases.
keseimbangan (disekulibrium) dapat terjadi
pada 50% kasus vertigo. Penyebab vertigo Bagan 1 Algoritma diagnosis vertigo
sentral ini pun cukup bervariasi, di antaranya
iskemia atau infark batang otak (penyebab rotransmiter kolinergik, monoaminergik, neurologis perlu diperhatikan, misalnya apakah
terbanyak), proses demielinisasi (misalnya, pada glutaminergik, dan histamin. Beberapa obat ada gangguan (hilangnya) pendengaran,
sklerosis multipel, demielinisasi pascainfeksi), antivertigo bekerja dengan memanipulasi perasaan penuh, perasaan tertekan, ataupun
tumor pada daerah serebelopontin, neuropati neurotransmiter-neurotransmiter ini, sehing- berdenging di dalam telinga. Jika terdapat
kranial, tumor daerah batang otak, atau sebab- ga gejala-gejala vertigo dapat ditekan. Gluta- keluhan tinitus, apakah hal tersebut terjadi
sebab lain. Perbedaan gambaran klinis antara mat merupakan neurotransmiter eksitatorik terus-menerus, intermiten, atau pulsatif. Apakah
vertigo sentral dan perifer adalah sebagai utama dalam serabut saraf vestibuler. Gluta- ada gejala-gejala gangguan batang otak atau
berikut: kortikal (misalnya, nyeri kepala, gangguan
Tabel 1 Perbedaan vertigo vestibuler perifer dan sentral visual, kejang, hilang kesadaran).
Vertigo vestibuler perifer Vertigo vestibuler sentral
PEMERIKSAAN FISIK1,2
Kejadian Episodik, onset mendadak Konstan
Arah nistagmus (spinning) Satu arah Bervariasi Pemeriksaan fisik yang menyeluruh sebaiknya
Aksis nistagmus Horizontal atau rotatorik Horizontal, vertikal, oblik, atau rotatorik difokuskan pada evaluasi neurologis terhadap
Tipe nistagmus Fase lambat dan cepat Fase ireguler atau setimbang (equal) saraf-saraf kranial dan fungsi serebelum,
Hilang pendengaran, tinitus Bisa terjadi Tidak ada
misalnya dengan melihat modalitas motorik
Kehilangan kesadaran Tidak ada Dapat terjadi
Gejala neurologis lainnya Tidak ada Sering disertai defisit saraf kranial serta
dan sensorik. Penilaian terhadap fungsi
tanda-tanda serebelar dan piramidal serebelum dilakukan dengan menilai fiksasi
gerakan bola mata; adanya nistagmus
Beberapa penyakit ataupun gangguan siste- mat ini memengaruhi kompensasi vestibuler (horizontal) menunjukkan adanya gangguan
mik dapat juga menimbulkan gejala vertigo. melalui reseptor NMDA (N-metil-D-aspar- vestibuler sentral.
Begitu pula dengan penggunaan obat, se- tat). Reseptor asetilkolin muskarinik banyak
perti antikonvulsan, antihipertensi, alkohol, ditemukan di daerah pons dan medulla, dan Pemeriksaan kanalis auditorius dan membran
analgesik, dan tranquilizer. Selain itu, vertigo akan menimbulkan keluhan vertigo dengan timpani juga harus dilakukan untuk menilai
juga dapat timbul pada gangguan kardio- memengaruhi reseptor muskarinik tipe M2, ada tidaknya infeksi telinga tengah, malformasi,
vaskuler (hipotensi, presinkop kardiak mau- sedangkan neurotransmiter histamin banyak kolesteatoma, atau fistula perilimfatik.
pun non-kardiak), penyakit infeksi, penyakit ditemukan secara merata di dalam struktur Dapat juga dilakukan pemeriksaan tajam
endokrin (DM, hipotiroidisme), vaskulitis, serta vestibuler bagian sentral, berlokasi di pre- pendengaran.
penyakit sistemik lainnya, seperti anemia, dan postsinaps pada sel-sel vestibuler.
polisitemia, dan sarkoidosis. Tes keseimbangan
ASPEK KLINIS1 Pemeriksaan klinis, baik yang dilakukan unit
Neurotransmiter yang turut berkontribusi Riwayat kesehatan merupakan data awal yang gawat darurat maupun di ruang pemeriksaan
dalam patofisiologi vertigo, baik perifer paling penting untuk menilai keluhan pusing lainnya, mungkin akan memberikan banyak
maupun sentral, di antaranya adalah neu- ataupun vertigo. Adanya aura dan gejala-gejala informasi tentang keluhan vertigo. Beberapa

CDK-198/ vol. 39 no. 10, th. 2012 739

CDK-198_vol39_no10_th2012 ok bgt.indd 739 10/25/2012 11:10:33 AM
TINJAUAN PUSTAKA

1. Sit patient on exa nimition couch and explain procedure
pemeriksaan klinis yang mudah dilakukan 2. Reassure the patient that, altaugh they may feel dizzy, they will not be allowed to fall
untuk melihat dan menilai gangguan 3. Turn the patient head 45 degree to one side
4. Lie patient supine with their head over the end of the examination on bed, supporting their head
keseimbangan diantaranya adalah: Tes with a hand on each side of head. Maintain the 45 degree head turn as you lie the patient down
5. Inspect the eyes for nysta gmus, and ask patient if they feel dizzy
Romberg. Pada tes ini, penderita berdiri dengan 6. Hold this a position for at least 30 seconds, and for 1 minute if there is no response
kaki yang satu di depan kaki yang lain, tumit 7. The result is positive if the patient develops symptoms (vertigo) and nystagmus
8. Repeat on the opposite side
yang satu berada di depan jari-jari kaki yang lain
(tandem). Orang yang normal mampu berdiri Gambar 1 Manuver Dix-Hallpike 1
dalam sikap Romberg ini selama 30 detik atau
lebih. Berdiri dengan satu kaki dengan mata timpani maupun serumen. Cara melakukan tes pengurangan asupan garam dan penggunaan
terbuka dankemudian dengan mata tertutup ini adalah dengan memasukkan air bersuhu diuretik disarankan untuk mengurangi tekanan
merupakan skrining yang sensitif untuk 30° C sebanyak 1 mL. Tes ini berguna untuk endolimfatik. Untuk BPPV (benign paroxysmal
kelainan keseimbangan. Bila pasien mampu mengevaluasi nistagmus, keluhan pusing, positional vertigo), dapat dicoba dengan
berdiri dengan satu kaki dalam keadaan mata dan gangguan fiksasi bola mata. “bedside maneuver” yang disebut dengan “Epley
tertutup, dianggap normal. particle repositioning maneuver”, seperti pada
Pemeriksaan lain dapat juga dilakukan, dan gambar di bawah ini2:
Tes melangkah di tempat (stepping test) selain pemeriksaan fungsi vestibuler, perlu
Penderita harus berjalan di tempat dengan dikerjakan pula pemeriksaan penunjang Penatalaksanaan Medikamentosa7
mata tertutup sebanyak 50 langkah dengan lain jika diperlukan. Beberapa pemeriksaan Secara umum, penatalaksanaan medika-
kecepatan seperti berjalan biasa dan tidak penunjang dalam hal ini di antaranya adalah mentosa mempunyai tujuan utama:
diperbolehkan beranjak dari tempat semula. Tes pemeriksaan laboratorium (darah lengkap, (i) mengeliminasi keluhan vertigo, (ii)
ini dapat mendeteksi ada tidaknya gangguan tes toleransi glukosa, elektrolit darah, kalsium, memperbaiki proses-proses kompensasi
sistem vestibuler. Bila penderita beranjak fosfor, magnesium) dan pemeriksaan fungsi vestibuler, dan (iii) mengurangi gejala-gejala
lebih dari 1 meter dari tempat semula atau tiroid. Pemeriksaan penunjang dengan CT-scan, neurovegetatif ataupun psikoafektif. Beberapa
badannya berputar lebih dari 30 derajat dari MRI, atau angiografi dilakukan untuk menilai golongan obat yang dapat digunakan untuk
keadaan semula, dapat diperkirakan penderita struktur organ dan ada tidaknya gangguan penanganan vertigo di antaranya adalah:
mengalami gangguan sistem vestibuler. aliran darah, misalnya pada vertigo sentral.
a. Antikolinergik
Tes salah tunjuk (past-pointing) MANAJEMEN VERTIGO1,2,6,7 Antikolinergik merupakan obat pertama yang
Penderita diperintahkan untuk merentangkan Penatalaksanaan vertigo bergantung pada lama digunakan untuk penanganan vertigo, yang
lengannya dan telunjuk penderita di- keluhan dan ketidaknyamanan akibat gejala paling banyak dipakai adalah skopolamin
perintahkan menyentuh telunjuk pemeriksa. yang timbul serta patologi yang mendasarinya. dan homatropin. Kedua preparat tersebut
Selanjutnya, penderita diminta untuk me- Pada vertigo, beberapa tindakan spesifik dapat juga dikombinasikan dalam satu
nutup mata, mengangkat lengannya tinggi- dapat dianjurkan untuk mengurangi keluhan sediaan antivertigo. Antikolinergik berperan
tinggi (vertikal) dan kemudian kembali pada vertigo. Pada penyakit Meniere, misalnya, sebagai supresan vestibuler melalui reseptor
posisi semula. Pada gangguan vestibuler, akan
didapatkan salah tunjuk.

Manuver Nylen-Barany atau Hallpike
Untuk menimbulkan vertigo pada penderita
dengan gangguan sistem vertibuler, dapat di-
lakukan manuver Nylen-Barany atau Hallpike.
Pada tes ini, penderita duduk di pinggir ran-
jang pemeriksaan, kemudian direbahkan sam-
pai kepala bergantung di pinggir tempat tidur
dengan sudut sekitar 30 derajat di bawah ho-
rizon, lalu kepala ditolehkan ke kiri. Tes kemu-
dian diulangi dengan kepala melihat lurus dan
diulangi lagi dengan kepala menoleh ke kanan.
Penderita harus tetap membuka matanya agar
pemeriksa dapat melihat muncul/tidaknya
nistagmus. Kepada penderita ditanyakan apa-
kah merasakan timbulnya gejala vertigo.

Tes kalori
Tes kalori baru boleh dilakukan setelah
dipastikan tidak ada perforasi membran Gambar 2 Epley particle repositioning maneuver

740 CDK-198/ vol. 39 no. 10, th. 2012

CDK-198_vol39_no10_th2012 ok bgt.indd 740 10/25/2012 11:10:34 AM
TINJAUAN PUSTAKA

muskarinik. Pemberian antikolinergik per oral antidopaminergik merupakan neuroleptik. setelah pengobatan dihentikan. Efek samping
memberikan efek rata-rata 4 jam, sedangkan Efek antidopaminergik pada vestibuler tidak jangka pendek dari penggunaan obat ini teru-
gejala efek samping yang timbul terutama diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan tama adalah efek sedasi dan peningkatan be-
berupa gejala-gejala penghambatan reseptor bahwa antikolinergik dan antihistaminik (H1) rat badan. Efek jangka panjang yang pernah
muskarinik sentral, seperti gangguan berpengaruh pada sistem vestibuler perifer. dilaporkan ialah depresi dan gejala parkinso-
memori dan kebingungan (terutama pada Lama kerja neuroleptik ini bervariasi mulai nisme, tetapi efek samping ini lebih banyak
populasi lanjut usia), ataupun gejala-gejala dari 4 sampai 12 jam. Beberapa antagonis terjadi pada populasi lanjut usia.
penghambatan muskarinik perifer, seperti dopamin digunakan sebagai antiemetik,
gangguan visual, mulut kering, konstipasi, seperti domperidon dan metoklopramid. Efek g. Simpatomimetik
dan gangguan berkemih. samping dari antagonis dopamin ini terutama Simpatomimetik, termasuk efedrin dan
adalah hipotensi ortostatik, somnolen, serta amfetamin, harus digunakan secara hati-hati
b. Antihistamin beberapa keluhan yang berhubungan dengan karena adanya efek adiksi.
Penghambat reseptor histamin-1 (H-1 blocker) gejala ekstrapiramidal, seperti diskinesia tardif,
saat ini merupakan antivertigo yang paling parkinsonisme, distonia akut, dan sebagainya. h. Asetilleusin
banyak diresepkan untuk kasus vertigo,dan Obat ini banyak digunakan di Prancis. Meka-
termasuk di antaranya adalah difenhidramin, e. Benzodiazepin nisme kerja obat ini sebagai antivertigo tidak
siklizin, dimenhidrinat, meklozin, dan pro- Benzodiazepin merupakan modulator GABA, diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan
metazin. Mekanisme antihistamin sebagai yang akan berikatan di tempat khusus pada bekerja sebagai prekrusor neuromediator
supresan vestibuler tidak banyak diketahui, reseptor GABA. Efek sebagai supresan vesti- yang memengaruhi aktivasi vestibuler aferen,
tetapi diperkirakan juga mempunyai efek ter- buler diperkirakan terjadi melalui mekanisme serta diperkirakan mempunyai efek sebagai
hadap reseptor histamin sentral. Antihistamin sentral. Namun, seperti halnya obat-obat “antikalsium” pada neurotransmisi. Beberapa
mungkin juga mempunyai potensi dalam sedatif, akan memengaruhi kompensasi ves- efek samping penggunaan asetilleusin ini di
mencegah dan memperbaiki “motion sickness”. tibuler. Efek farmakologis utama dari benzo- antaranya adalah gastritis (terutama pada do-
Efek sedasi merupakan efek samping utama diazepin adalah sedasi, hipnosis, penurunan sis tinggi) dan nyeri di tempat injeksi.
dari pemberian penghambat histamin-1. Obat kecemasan, relaksasi otot, amnesia antero-
ini biasanya diberikan per oral, dengan lama grad, serta antikonvulsan. Beberapa obat go- i. Lain-lain
kerja bervariasi mulai dari 4 jam (misalnya, sikl- longan ini yang sering digunakan adalah lora- Beberapa preparat ataupun bahan yang
izin) sampai 12 jam (misalnya, meklozin). zepam, diazepam, dan klonazepam. diperkirakan mempunyai efek antivertigo di
antaranya adalah ginkgo biloba, piribedil (ago-
c. Histaminergik f. Antagonis kalsium nis dopaminergik), dan ondansetron.
Obat kelas ini diwakili oleh betahistin yang Obat-obat golongan ini bekerja dengan
digunakan sebagai antivertigo di beberapa menghambat kanal kalsium di dalam sistem SIMPULAN
negara Eropa, tetapi tidak di Amerika. Betahistin vestibuler, sehingga akan mengurangi jum- 1. Vertigo merupakan gejala dari berbagai
sendiri merupakan prekrusor histamin. Efek lah ion kalsium intrasel. Penghambat kanal kelainan, baik pada organ pendengaran mau-
antivertigo betahistin diperkirakan berasal kalsium ini berfungsi sebagai supresan ves- pun otak (medulla, pons, dan serebelum),
dari efek vasodilatasi, perbaikan aliran darah tibuler. Flunarizin dan sinarizin merupakan sehingga secara umum dikelompokkan atas
pada mikrosirkulasi di daerah telinga tengah penghambat kanal kalsium yang diindikasi- vertigo sentral dan perifer.
dan sistem vestibuler. Pada pemberian per kan untuk penatalaksanaan vertigo; kedua 2. Diagnosis dan penatalaksanaan ver-
oral, betahistin diserap dengan baik, dengan obat ini juga digunakan sebagai obat migren. tigo secara umum dapat dilakukan di pusat
kadar puncak tercapai dalam waktu sekitar 4 Selain sebagai penghambat kanal kalsium, layanan kesehatan primer. Beberapa tindakan
jam. efek samping relatif jarang, termasuk di ternyata flunarizin dan sinarizin mempunyai pemeriksaan keseimbangan sederhana (tes
antaranya keluhan nyeri kepala dan mual. efek sedatif, antidopaminergik, serta antihis- Romberg, tes salah tujuk) dapat dilakukan
tamin-1. Flunarizin dan sinarizin dikonsumsi pada praktik sehari-hari.
d. Antidopaminergik per oral. Flunarizin mempunyai waktu paruh 3. Terapi medikamentosa (obat antivertigo)
Antidopaminergik biasanya digunakan untuk yang panjang, dengan kadar mantap tercapai sangat banyak pilihannya, dan harus
mengontrol keluhan mual pada pasien setelah 2 bulan, tetapi kadar obat dalam darah dipertimbangkan antara manfaat dan risiko
dengan gejala mirip-vertigo. Sebagian besar masih dapat terdeteksi dalam waktu 2-4 bulan penggunaannya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Huang Kuo C., Phang L., Chang R. Vertigo. Part 1-Assesement in General Practice. Australian Family Physician 2008; 37(5):341-7.
2. MacGregro DL. Vertigo. Pediatric in Review 2002:23(1):9-19.
3. Troost BT. Dizziness and Vertigo in Vertebrobasilar Disease. Part I: Pheripheral and Systemic Causes Dizziness. Stroke 1980:11:301-03.
4. Troost BT. Dizziness and Vertigo in Vertebrobasilar Disease. Part II: Pheripheral and Systemic Causes Dizziness. Stroke 1980:11:413-15.
5. Mehmet K. Central Vertigo and Dizziness: Epidemiology, Differential Diagnosis, and Common Causes. The Neurologist: 2008;14(6):355-64.
6. Baloh RW. Vertigo. The Lancet 1998;352:1841-46.
7. Rascol O., Hain TC., Brefel C., et al. Antivertigo Medications and Drugs-Induced Vertigo. A Pharmacological Review. Drugs 1995;50(5):777-91.

CDK-198/ vol. 39 no. 10, th. 2012 741

CDK-198_vol39_no10_th2012 ok bgt.indd 741 10/25/2012 11:10:35 AM