You are on page 1of 3

KEJATUHAN MANUSIA DALAM DOSA

[ Adam dan Hawa masuk kelatar menari-nari menikmati ciptaan , lalu Hawa tergoda untuk makan
buah pengetahuan yang baik dan jahat . Lama ada musik gemuruh , lampu mati Adam dan Hawa
keluar altar ]

Narasi : Itulah awalnya manusia jatuh kedalam dosa. Awalnya semuanya baik namun manusia
merusaknya, hal ini yang membuat manusia jauh dari hadapan Allah. Tugas dan tanggungjawab yang
diberikan oleh Tuhan kepada manusia sirna seketika , kedegilan, ketidakadilan, ketidakpedulian,
pelanggaran hak asasi manusia dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya telah menjauhkan hubungan
manusia dengan Allah. Demikian jugalah dengan manusia jaman sekarang…..

*Scene 1

PU : Masuk kealtar sambil bernyanyi “Hatiku Bersukacitalah” ( dengan wajah riang dan sukacita)

*Scene 2

(P1 masuk kelatar dengan wajah bersedih dan murung. Lalu PU mendekati P1)

PU: Kenapa kau Jes? Kok murung kali mukamu ? (PU menatap wajah jesika dan memegang bahunya)

P1: Banyak kali masalahku pen, mamak sama bapakku sering berantam, baru ditambah lagi nilaiku
hancur kali,Ah.....banyak kali bebanku ini, gak tau aku mau cerita sama siapa (P1 garuk-garuk kepala
dengan wajah musam)

PU: Iya yah, yaudahlah gapapanya itu, kalau mamak dan bapak itu biasanya berantam nanti baikan
juganya itu, kalau nilaimu itu bisanya nanti diperbaiki, lebih giatlah kau belajar. Sabarlah kau ya jes,
intinya taatlah kau berdoa. Kekos ku lah kita yok, disana kita cerita

(PU dan P1 keluar altar)

Narasi: Setelah itu, Penta pergi kegereja untuk mengikuti ibadah dipemuda dan bertemu dengan
temannya. Sebelum ibadah dimulai, Penta berbicara dengan dua temannya tadi

PU: Wee,taunya kalian tentang masalah si Jesika? Bantu doakan dia ya we, kayaknya sedih kali dia ,
hiburlah dia

(SriMartha dan Friska asik main Gadget dan tidak mempedulikan apa yang dibilang Penta)

PU: Dengarnya kalian apa yang kubilang?

P2: Ah... kenapa rupanya? Aku aja banyak kali masalahku, gak nya harus gitu kali . lebay kali pun kau

P3: Ntah siPenta ini, sok care kali sama orang. Aku aja kemarin punya masalah gaknya kalian
pedulikan

PU: Janganlah gitu we, namanya pun sesama teman

Narasi: Kebaktian pun dimulai, namun selama kebaktian Friska dan Srimartha pun asik main gadget
hingga kebaktian selesai ( PU tinggal dialtar)

( Mama Calling)

PU: Halo mak, uda ada uang kuliahku itu mak? Gak ujian nanti aku kalau ga bayar uang kuliah

Mamak: Sabarlah ya nang, mamak usahakan pun secepatnya ya
P1: Lalapnya mamak kekgitu, udah tinggal aku yang belum bayar uang kuliah dikelas

Mamak: Iya nang, besok mamak usahakan ya

(Penta langsung memutuskan telepon)

Narasi: Keesokan harinya ketika orangtua mau mengirim uang kuliah, Bapaknya mengalami
kecelakaan

(Mama Calling)

PU: Halo mak, uda mamak kirim?

Mamak: Besoklah ya nang….(Penta langsung memotong pembicaraan mamaknya)

PU: Lalap besok, yaudalah pulang kampung ajalah aku, gak usah lagi aku kuliah

Mamak: (Sambil menangis) Kecelakaan bapakmu nang,sabarlah kau ya nang , mamak usahakanpun

PU: Ya Tuhan….Cobaan apa lagi ini? Pokonya besok harus ada lah mak, gak mau tau aku

Mamak: Iya nang mamak usahakan pun (suara sedih)

Narasi: Tiba dikampus dia pun ngomong-ngomong sama dua temannya(Sri Martha dan Friska)

P2: Eh…lihatlah Fris cantik baju ini, yok kita beli yok ( sambil buka gadgjet)

P3: Ih iyakan cantik kali, ayok pen kita beli cuman 80rb nya

PU: Oh iya, kalian duluanlah (tersenyum kecut)

Tiba-tibaa (Mama Calling)

Mamak: Udah mamak kirim ya nang,bayarlah lah langsung

PU: Oke mak (matikan telepon)

Narasi: Penta pun langsung membayar uang kuliahnya (keluar altar). Sore harinya mamaknya
menelepon bahwa Bapaknya meninggal dunia dan Penta pun langsung pulang kampong. Setelah
beberapa hari setelah Bapaknya dikebumikan, Pentapun kembali ke perantauan

(Penta masuk altar selang beberapa detik Jesika masuk altar)

PU: Ya Tuhan.. kok gini kalila hidupku, Bapakku Tuhan ambil… aku terlahir miskin…. Gak adil…..Tuhan
gak adil…. Aku gereja,berdoa ,cuman ini balasannya (sambil menangis)

(Tanpa sepengetahuan Penta, Jesika dating kekos Pentad an mendapatinya menangis )

P1: Pen… kenapa kau? (langsung memeluk Penta) Turut berduka cita ya Pen, sabar kau ya

PU: (menangis) Jes ga kuat aku

P1: Tau nya kau sebenarnya Pen (tarik napas) pas kau mendesak UKT itu, nantulang mengirim uang
yang seharusnya biaya pengobatan tulang…Jadinya tulang dipulangkan dari Rumah Sakit karena
administrasi dan tidak terselamatkan. Tapi gak nya gara-gara itu, memang uda rencana Tuhan kayak
gitu (sambil memeluk Penta)

PU: Apanya maksudmu Jes? Jadi gara-gara itunya? (sambil menangis) ……. Maafkan aku Pak, Mak,
Penta salah ……Maafkan aku Tuhan…..Maafkan aku