You are on page 1of 9

REFERAT

EPLEY’S MANEUVER DALAM MENGOBATI PASIEN BPPV

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian
Syarat Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Penyakit Saraf

PEMBIMBING :
dr. Eddy Rahardjo, Sp. S
dr. Listyo Asist P., M.Sc, Sp. S

Disusun Oleh :
Zammira Mutia Zatadin, S.Ked
J510185034

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF
RSUD KABUPATEN KARANGANYAR
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2018

i
HALAMAN PENGESAHAN

REFERAT
EPLEY’S MANEUVER DALAM MENGOBATI PASIEN BPPV

Diajukan Oleh :
Zammira Mutia Zatadin, S.Ked
J510185034

Telah disetujui dan disahkan oleh Tim Pembimbing stase Ilmu Penyakit Saraf
Bagian Program Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pada hari ................, ......................... 2018

Pembimbing :

dr. Eddy Rahardjo, Sp. S (............................)

dr. Listyo Asist P., M.Sc, Sp. S (.............................)

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................. ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
C. Tujuan Penulisan .......................................................................................... 1
D. Manfaat Penulisan ........................................................................................ 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................2
A. Epley’s Maneuver......................................................................................... 2
B. Efikasi Epley’s Maneuver ............................................................................ 4
BAB III PENUTUP .................................................................................................5
A. Simpulan ...................................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................6

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) adalah gangguan
keseimbangan perifer. BPPV merupakan penyakit degeneratif bersifat idiopatik
yang sering ditemukan, kebanyakan diderita pada usia dewasa muda dan usia
lanjut. BPPV ini juga lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria
dengan perbandingan 2:1.1 Di Indonesia, BPPV merupakan vertigo perifer yang
paling sering ditemui, yaitu sekitar 30%. Usia penderita BPPV yang paling
banyak adalah diatas 51 tahun. Jarang ditemukan pada orang yang berusia
kurang dari 35 tahun bila tidak didahului riwayat trauma kepala.2
Pengobatan BPPV telah berubah pada beberapa tahun terakhir. Pengertian
baru tentang patofisiologi mempengaruhi perubahan penanggulangannya.
Dengan demikian identifikasi dan penatalaksanaan dapat dilakukan dengan
tepat.1 Secara umum penatalaksanaan BPPV untuk meningkatkan kualitas hidup
serta mengurangi resiko jatuh yang dapat terjadi oleh pasien. Penatalaksanaan
BPPV secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu penatalaksanaan non-
farmakologis dan farmakologis. Penatalaksanaan BPPV secara non-
farmakologis salah satunya adalah Epley’s Maneuver.

B. Rumusan Masalah
Apakah Epley’s Maneuver efektif dalam mengurangi gejala pada pasien
BPPV?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui prosedur Epley’s Maneuver.
2. Untuk mengetahui efikasi Epley’s Maneuver pada pasien BPPV.

D. Manfaat Penulisan
Mengetahui efikasi Epley’s Maneuver pada pasien BPPV.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Epley’s Maneuver
Epley’s Maneuver adalah penatalaksanaan non-invasif untuk BPPV. Epley’s
Maneuver atau Canalith Repositioning Treatment (CRP) dikenalkan sebagai
penatalaksanaan pasien BPPV di tahun 1992. Epley’s Maneuver yang dilakukan
pada pasien BPPV dapat mengurangi gejala BPPV pada 88% kasus. Epley’s
Maneuver mengkondisikan pasien melalui serangkaian posisi yang
menggerakkan kanalit dari daerah yang menyebabkan gejala (yaitu, saluran
setengah lingkaran dalam ruang cairan telinga bagian dalam) ke daerah telinga
bagian dalam dimana kanalit tidak menyebabkan gejala (yaitu, ruang depan).3,4

Gambar 1. Organ vestibuler

Dalam kebanyakan kasus BPPV kanalit bergerak di kanal ketika posisi
kepala berubah sehubungan dengan gravitasi, dan gerakan dalam kanal
menyebabkan defleksi dari saraf berakhir dalam kanal. Ketika saraf berhenti
dirangsang, pasien mengalami serangan vertigo.3 Prosedur Epley’s Maneuver
dilakukan setelah pemeriksaan Dix-Hallpike. Pada keadaan Dix-Hallpike sisi
abnormal pasien tidak kembali ke posisi duduk, namun kepala pasien

2
dirotasikan dengan tujuan untuk mendorong kanalit keluar dari kanalis
semisirkularis menuju ke utrikulus, tempat di mana kanalit tidak lagi
menimbulkan gejala.5

Gambar 2. Canalith Repositioning Treatment (CRT) atau Epley’s Maneuver

Bila kanalis posterior kanan yang terlibat maka harus dilakukan tindakan
Epley’s Maneuver kanan. Perasat ini dimulai pada posisi Dix-Hallpike yang
menimbulkan respon abnormal dengan cara kepala ditahan pada posisi tersebut
selama 1-2 menit, kemudian kepala direndahkan dan diputar secara perlahan ke
kiri dan dipertahankan selama beberapa saat. Setelah itu badan pasien
dimiringkan dengan kepala tetap dipertahankan pada posisi menghadap ke kiri
dengan sudut 45o sehingga kepala menghadap kebawah melihat ke lantai.
Akhirnya pasien kembali ke posisi duduk, dengan kepala menghadap ke depan.
Setelah terapi ini pasien di lengkapi dengan menahan leher dan disarankan
untuk tidak menunduk, berbaring dan membungkukkan badan selama satu hari.
Pasien harus tidur pada posisi duduk dan harus tidur pada posisi yang sehat
untuk 5 hari.5

3
B. Efikasi Epley’s Maneuver
Dikutip dari jurnal Meta-analysis on the efficacy of Epley’s menoeuvre in benign
paroxysmal positional vertigo yang ditulis oleh Prim-Espada, dkk. menunjukkan
bukti ilmiah yang kuat bahwa Epley’s Maneuver efektif dalam treatment BPPV.
Berikut merupakan tabel dari efikasi Epley’s Maneuver pada beberapa penelitian.6

Tabel efikasi Epley’s Maneuver pada beberapa penelitian

4
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
BPPV adalah ganguan keseimbangan perifer yang jika kepala berada pada
posisi tertentu atau perubahan posisi. Kebanyakan kasus spontan BPPV
berhubungan dengan kupulolitiasis yaitu deposit otokonia yang degeneratif
yang menempel pada kupula kanalis semisirkularis posterior. Keadaan ini
menyebabkan kanal sangat sensitif terhadap gravitasi yang berkaitan dengan
posisi kepala yang berbeda.
Epley’s Maneuver adalah terapi non-medikamentosa untuk BPPV dengan
serangkaian posisi yang menyebabkan pergerakan kanalit dari daerah yang
menyebabkan gejala (yaitu, saluran setengah lingkaran dalam ruang cairan
telinga bagian dalam) ke daerah telinga bagian dalam dimana canalit tidak
menyebabkan gejala (yaitu, ruang depan).
Epley’s Maneuver yang dilakukan pada pasien BPPV dapat mengurangi
gejala BPPV pada 88% kasus.

5
DAFTAR PUSTAKA

1. Li, JC. 2014. Benign Paroxysmal Positioning Vertigo. URL:
http://emedicine.medscape.com/article/8884261-overview. (Diakses 16
September 2018)

2. Riyanto, B. 2010. Vertigo: Aspek Neurologi. Jakarta : Cermin Dunia
Kedokteran. No.144, hal 41-46.

3. Lumbantobing, SM. 2005. Vertigo Tujuh Keliling Edisi 1. Jakarta : Balai
Penerbit FK-UI.

4. Hain, Timothy C. Benign Paroxismal Positioning Vertigo. URL:
http://www.dizziness-and-balance.com/disorder/bppv/bppv.html (Diakses
16 September 2018)

5. Nurimaba, N. 2012. Vertigo: Patofisiologi, Diagnosis dan Terapi.
PERDOSSI Editor. Jakarta : Jansen Pharmaceutica. Hal 29-31.

6. Prim-Espada, De Diego-Sastre dan Elia Perez-Fernandez. 2010. Meta-
analysis on the efficacy of Epley’s menoeuvre in benign paroxysmal
positional vertigo. Elsevier Neurologi. 25(9):295-299.

6