You are on page 1of 18

PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM

,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam bidang kesehatan seperti dalam bidang farmasi
tentunya kita tidak pernah lepas yang namanya analisis instrumen.
Analisis biasanya mempelajari tentang analisis senyawa dengan
menggunakan alat instrumental.
Dalam bidang kimia mengacu pada analisis kimia molekul
suatu obat atau zat aktifnya biasanya terdiri dari suatu penilaian
kuantitas dan kualitas suatu obat atau zat kimia murni yang digunakan
dalam bidang farmasi.
Pada umumnya spektrofotometer banyak digunakan dalam
menganalisa tentang banyak senyawa kimia yang terkandung serta
sangat akurat dalam prepasi sampel apabila dibandingkan dengan
beberapa metode analisa yang lain.
Spektrofotometer itu sendiri yaitu menghasilkan sinar dari
spektrum dengan panjang gelombang tertentu atau yang telah
ditetapkan dan fotometer merupakan suatu alat pengukur intensitas
cahaya yang dapat diabsorbsi atau ditransmisikan.
Parasetamol biasanya digunakan sebagai obat demam, obat
sakit kepala. Seorang farmasis perlu mengetahui seberapa banyak
jumlah atau kandungan zat parasetamol. Sehingga seorang farmasis
harus melakukan penetapan kadar parasetamol dengan menggunakan
spektrofotometri UV atau spektrofotometri UV-Vis.).
1.2 Maksud Praktikum
Adapun maksud percobaan ini yaitu memahami dan
mengetahui penetapan panjang gelombang maksimum, kurva baku
dan kadar parasetamol secara spektrofotometri ultraviolet.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan percobaan ini yaitu untuk menentukan panjang
gelombang maksimum, kurva baku dan kadar obat sanmol
(parasetamol) secara spektrofotometri ultraviolet.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Umum
Metode pengukuran menggunakan prinsip spektrofotometri adalah
berdasarkan absorpsi cahaya pada panjang gelombang tertentu
melalui suatu larutan yang mengandung kontaminan yang akan
ditentukan konsentrasinya. Proses ini disebut absorpsi
spektrofotometri, dan jika panjang gelombang yang digunakan adalah
panjang gelombang cahaya tampak maka disebut kolorimetri karena
memberikan warna. Selain gelombang cahaya tampak,
spektrofotometri juga menggunakan panjang gelombang pada
gelombang ultraviolet dan infra merah (Lestari, 2009).
Penjaminan mutu untuk penetapan kadar bahan aktif dalam
sediaan obat perlu dilakukan dengan suatu metode yang tervalidasi
dan dapat dipertanggungjawabkan bagi kedua obat tersebut sehingga
terjamin keamanannya., Dalam hal ini ada beberapa metode
penetapan kadar yang telah digunakan yaitu penetapan kadar zat
tunggal parasetamol dan ibuprofen menurut Farmakope Indonesia IV
dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Menurut
beberapa artikel dan jurnal penelitian, kombinasi parasetamol,
ibuprofen dan beberapa bahan aktif lain dapat diidentifikasi dengan
metode KLT fase balik (Mohammad et al., 2009), Selain hal tersebut
bisa juga digunakan metode spektrofotometri UV atau dengan
menggunakan metode KCKT (Battu, 2009).
Teknik spektroskopi pada daerah ultraviolet dan sinar tampak
biasa disebut spektroskopi UV-Vis atau spektrofotometer UV-Vis. Dari
spekrum absorbsi dapat diketahui panjang gelombang dengan
absorbansi maksimum dari suatu unsur atau senyawa. Konsentrasi
suatu unsur atau senyawa juga dengan mudah dapat dihitung dari
kurva standar yang diukur pada panjang gelombang dengan
absorbansi maksimum yang telah ditentukan (Harmita, 2005).

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam analisis
spektrofotometer ultraviolet, diantaranya (Fatimah, 2008):
a. Pemilihan panjang gelombang maksimum
Panjang gelombang yang digunakan untuk analisis kuantitatif
adalah panjang gelombang dimana terjadi serapan maksimum.
Untuk memperoleh panjang gelombang serapan maksimum,
dilakukan dengan membuat kurva hubungan antara absorbansi
dengan panjang gelombang dari suatu larutan baku pada
konsentrasi tertentu.
b. Pembuatan kurva kalibrasi
Kurva kalibrasi dibuat seri dari larutan baku zat yang akan
dianalisis dengan berbagai konsentrasi. Masing-masing absorbansi
larutan dengan berbagai absorbansi diukur, kemudian dibuat kurva
yang merupakan hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi.
Bila hukum Lamber-Beer terpenuhi maka kurva kalibrasi berupa
garis lurus.
c. Pembacaan absorbansi sampel atau cuplikan
Absorbansi yang terbaca pada spektrofotometer hendaknya
antara 0,2 sampai 0,6. Anjuran ini berdasarkan anggapan bahwa
pada kisaran nilai absorbansi tersebut kesalahan fotometrik yang
terjadi adalah paling minimal.
Parasetamol dan ibuprofen merupakan contoh obat golongan
analgesik non opioid yang termasuk dalam daftar obat esensial
nasional (Departemen Kesehatan RI, 2008). Komposisi lebih dari satu
macam bahan obat tersebut dimaksudkan agar efek terapi kombinasi
obat tersebut menjadi lebih baik atau sesuai yang diharapkan dan
diharapkan juga efek samping yang dihasilkan akan berkurang.
Parasetamol di kenal dengan nama lain asetaminofen merupakan
turunan para aminofenol yang memiliki efek analgesik serupa dengan
salisilat yaitu menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
sedang. Parasetamol menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme
yang diduga juga berdasarkan efek sentral seperti salisilat. Efek
antiinflamasinya sangat lemah, oleh karena itu parasetamol tidak
digunakan sebagai antirematik. Parasetamol merupakan penghambat
biosintesis prostaglandin yang lemah. Penggunaan parasetamol
mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan derivat asam
salisilat yaitu tidak ada efek iritasi lambung, gangguan pernafasan,
gangguan keseimbangan asam basa. Di Indonesia penggunaan
parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik, telah menggantikan
penggunaan asam salisilat (Gunawan, 2007).
2.2 Uraian Bahan
1. Air Suling (Ditjen POM, 1979 h. 96)
Nama Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama Lain : Air suling
RM/BM : H2O/18,02
Rumus Struktur : H–O-H
Pemerian : Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau;
tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Penyimpanan : Sebagai pereaksi
2. Parasetamol (Ditjen POM, 1979 : 37)
Nama Resmi : ACETAMINOPHEUM
Nama Lain : Asetaminofen, Parasetamol
RM/BM : C8H9NO2/151,16
Rumus struktur :

Pemerian : Hablur atau serbuk hablur putih; tidak
berwarna; rasa pahit.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
Kelarutan : Larut dalam 70 bagian air, dalam 7 bagian
etanol (95%) P, dalam 13 bagian aseton P,
dalam 40 bagian gliserol P, dan dalam 9
bagian propilenglikol P, larut dalam larutan
alkali hidroksida.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik, terlindungi dari
cahaya.
Kegunaan : Analgetikum; Antipiretikum
2.3 Prosedur Kerja (Anonim, 2018 h. 5)
1. Pembuatan Larutan Standar
Timbang seksama bahan obat paracetamol lebih kurang 100
mg yang telah dikeringkan pada suhu 1050C selama 1 jam.Larutkan
dengan 15 ml metanol dalam labu takar dan encerkan dengan
aquades sampai 500 ml (larutan stok 200 ppm).
2. Penentuan Spektrup Absorbsi (Panjang Gelombang Maksimum)
Pipet 5 ml larutan stok dan encerkan dengan aquades
sampai 100 ml dalam labu takar diperoleh larutan 10 ppm.
Masukkan larutan standar kedalam kuvet (sel sampel) dan kuvet
lain berisi pelarut tanpa bahan obat (sel blangko). Selanjutnya, ukur
absorbansi sel sampai relatif terhadap sel blangko menggunakan
spektrofotometer didaerah radiasi ultraviolet dengan mencatat
pembacaan setiap interval 10nm, dimulai dari 220 nm sampai 350
nm.Pada sekitar absorbansi optimal dilakukan pengukuran pada
interval 5 nm, dan pada daerah puncak maksimum atau minimum
lakukan pengukuran pada interval 2 nm.
Buatlah garis spektrum pada kertas grafik dengan memplot
harga absorbansi (sebagai ordinat) terhadap panjang gelombang
(sebagai absis) dan tentukan panjang geolmbang maksimum
paracetamol.
3. Pembuatan Kurva Baku

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
Siapkan 4 macam kuvet dengan konsentrasi (4,6,8,10) dari
larutan stok dan tentukan absorbansinya pada panjang gelombang
maksimum yang telah ditentukan sebelumnya.
Buatlah plot Hukum Beer pada kertas grafik antara
absorbansi (ordinat) terhadap konsentrasi (absis) dan tentukan
persamaan regresi linier serta hitung absortivitas (a) dan
absortivitas molar (ɛ) dari paracetamol.

4. Penentuan Kadar Paracetamol dalam Sediaan Tablet
Timbang seksama sebanyak 100,0 mg contoh serbuk
sediaan tablet paracetamol. Larutkan dalam 15 ml metanol dan
encerkan dengan aquades sampai 500 ml dalam labu takar. Pipet 1
ml larutan tersebut dalam labutakar 25 ml dan cukupkan volumenya
dengan aquades hingga batas tanda, selanjutnya ukur absorbansi
larutan pada ƛmaks relatif terhadap sel blangko.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
BAB 3 METODE KERJA
3.1 Alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan selama praktikum ini yaitu
spektrofotometer APEI.Co.Ltd., timbangan analitik, mikropipet
(Unesco), corong, sonikator (krisbow), gelas kimia(PYREX), batang
pengaduk dan labu ukur 5 mL dan 50 mL (PYREX)
3.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan pada saat praktikum
yaituaquades, obat sanmol (parasetamol) dan parasetamol murni.
3.3 Cara Kerja
a. Pembuatan Larutan Standar
Adapun pembuatan larutan standar yaitu disiapkan alat dan
bahan yang akan digunakan, kemudian ditimbang 10 mg dan
dikeringkan dengan suhu 1050C selama 1 jam. Dilarutkan
paracetamol dengan metanol dalam labu takar dan hingga batas 50
ml (larutan stok 200 ppm).
b. Penentuan Spektrum Absorpsi
Dipipet 5 ml larutan stok, kemudian diencerkan dengan
aquadest hingga 100 ml. selanjutnya larutan bahan dimasukkan
kedalam kuvet secukupnya, dan kuvet yang lain diisi tanpa bahan
obat (blanko). Kemudian diukur panjang gelombang maksimal
terhadap blanko dengan panjang gelombang 200-400 nm.Dicatat
hasil pengamatan.
c. Pembuatan Kurva Baku
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Disiapkan lima
macam deret konsentrasi (4, 6, 8, 10, dan 12 ppm) dari larutan stok
dan ditentukan absorbansinya pada ƛmaks. Dibuat kurva baku antara
absorbansi terhadap konsentrasi dan ditentukan persamaan linear
dari paracetamol.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
d. Penentuan Kadar Paracetamol
Ditimbang 10 mg PCT kemudian dilarutkan dan dicukupkan
volumenya dengan aquadest ad 50 ml. Dari larutan yang telah
dibuat sebelumnya dipipet 0,2 ml larutan kedalam labu takar 5 ml
dan dicukupkan volumenya hingga batas, selanjutnya diukur
absorbansi larutan pada ƛmaks relatif. Dan ditentukan kadar dengan
2 metode.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
BAB 4HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil praktikum
a. Data Pengamatan
1. Pembuatan larutan standar
Timbang paracetamol kurang 10 mg
10 𝑚𝑔 200 𝑚𝑔
= 1000 𝑚𝐿 200 ppm
50 𝑚𝐿

2. Tabel penentuan spektrum absorbs (penentuan 𝛌 max)
𝛌 (𝐧𝐦) Absorban 𝛌 (𝐧𝐦) Absorban 𝛌 (𝐧𝐦) Absorban
200 0,125 270 0,129 340 0,011
210 0,155 280 0,090 350 0,035
220 0,131 290 0,089 360 0,015
230 0,189 300 0,074 370 0,014
240 0,342 310 0,033 380 0,021
250 0,404 320 0,039 390 0,016
260 0,257 330 0,019 400 0,015
3. Tabel Kurva Baku PCT
Berat rata- Absorban
rata tablet sampel
11,88 mg 0,866 A
11,26 mg 0,480 A
12,76 mg 1,069 A
13,56 mg 0,520 A
𝜆 𝑚𝑎𝑘𝑠 = 250
Konsentrasi Absorban Standar
4 ppm 0,304 A
6 ppm 0,499 A
8 ppm 0,701 A
10 ppm 0,817 A

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
12 ppm 1,026 A
a = -0,035
b = 0,0881
r = 0,9967
4. Penentuan kadar paracetamol dalam sediaan tablet
Rumus
Y = a ± 𝑏𝑋
𝑌−𝑎
X= 𝑏
𝐶 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑥 𝑉 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
% kadar = x fp x 100%
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙

Perhitungan
𝐴𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐴𝑏𝑠𝑜𝑟𝑏𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
a. = 𝐶𝑜𝑛𝑠𝑒𝑛𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
𝐶𝑜𝑛𝑠𝑒𝑛𝑡𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟
1,026𝐴 0,520 𝐴
=
12 𝑝𝑝𝑚 𝐶𝑠𝑝
0,520 𝐴 𝑥 12 𝑝𝑝𝑚
Csp = 1,026 𝐴

Csp= 6,081 ppm
b. Y = a + bx
1,026 A = -0,035 + 0,0881 x
1,026 𝐴+0,035
=x
0,0881

X = 12,043
𝐶 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑥 𝑉 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
c. % kadar = x fp x 100%
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
6,081𝑚𝑔
𝑥 50𝑚𝐿
1000𝑚𝐿
= x 25 x 100%
13,56 𝑚𝑔
0,006081𝑥 50𝑚𝐿
= x 25 x100%
13,56 𝑚𝑔

= 56,05%

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
4.2 Pembahasan
Analisis instrumen merupakan suatu analisis suatu senyawa
kimia yang menggunakan alat-alat instrumen. Pada umumnya alat
instrument yang biasa digunakan yaitu spektrofotometer.
Tujuan dilakukannya percobaan kali ini yaitu untuk mengetahui
cara penetapan panjang gelombang maksimum, kurva baku dan kadar
parasetamol secara spektrofotometer ultraviolet.
Pada percobaan kali ini sebelum dilakukan penetapan kadar
parasetamol terlebih dahulu kita membuat larutan standarnya. Dimana
larutan standar merupakan larutan yang sudah diketahui secara pasti
konsentrasinya.
Pada percobaan pertama yaitu pembuatan larutan standar.
Pertama-tama di timbang seksama bahan obat parasetamol 10 mg
yang telah di keringkan pada suhu 1050C selama 1 jam. Larutkan
dengan aquades dalam labu takar dan sampai batas tanda 50ml
(larutan stok 200 ppm).
Pada percobaan ke dua yaitu penentuan spektrum absorpsi
(panjang gelombang maksimum, ƛ maks). Pertama-tama pipet 5ml
larutan stok dan encerkan dengan aquades sampai 100ml dalam labu
takar. Masukkan larutan standar ke dalam kuvet (sel sampel) dan
kuvet yang lain berisi pelarut tanpa bahan obat (sel blangko).
Selanjutnya ukur absorbansi sel sampel relatif terhadap sel blangko
menggunakan spektrofotometer di daerah radiasi ultraviolet dimulai
dari 200 nm sampai 400 nm.
Kemudian pada percobaan ke tiga yaitu pembuatan kurva baku.
Pertama-tama siapkan 5 macam deret konsentrasi (4, 6, 8, 10, dan 12
ppm) dari larutan stok dan tentukan absorbansinya pada ƛ maks yang
telah ditentukan sebelumnya. Buatlah plot hukum Beer pada kertas
grafik antara absorbansi (ordinat) terhadap konsentrasi (absis) dan

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
tentukan persamaan regresi linear serta hitung absortivitas jenis (α)
dan absortivitas molar (€) dari parasetamol.
Pada percobaan ke empat yaitu penentuan kadar parasetamol
dalam sediaan tablet. Pertama-tama timbang seksama sebanyak
10mg serbuk sediaan tablet parasetamol Larutkan dan encerkan
dengan aquades sampai 50ml dalam labu takar. Pipet 0,2 ml larutan
tersebut dalam labu takar 5ml dan cukupkan volumenya dengan
aquades hingga batas, selanjutnya ukur absorbansi larutan pada
ƛmaks relatif terhadap sel blangko.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada saat praktikum maka
dapat disimpulkan bahwa %kadar sampel yang diuji pada rumus
sebesar 56,05%, hal tersebut menunjukkan bahwa sampel yang di uji
(Sanmol) tidak memenuhi syarat sesuai dengan literatur yaitu kadar
PCT 98,0% dan tidak lebih dari 101,0%
5.2. Saran
Sebaiknya demi kelancaran praktikum dalam pembuatan
larutan baku harus lebih hati- hati lagi agar hasil yang didapatkan lebih
memuaskan.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2018. Penuntun Praktikum Analisis Instrumen. Laboratorium
Kimia Farmasi : Makassar

Ditjen POM, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Depkes RI : Jakarta

Ditjen POM, 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Depkes RI : Jakarta

Battu, J., 2009, Kimia Universitas Asas dan Struktur, Erlangga, Jakarta

Dirjen POM.1972. Farmakope Indonesia.. Edisi Ke-I. Jakarta :
Departemen Kesehatan RI

Fatimah dan Handarto. 2008. Penuntun Praktikum Kimia Analitik.
Inderalaya : Jurusan Tekper, FP Unsri.Harmita. 2005. Petunjuk
Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya.
Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. I, No.3, Desember 2004, 117-
135.

Gunawa,S.G2007,Farmakologi dan Terapi,FKUI. Jakarta

Lestari. A.P. 2009. Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Melalui
Subtitusi Pupuk Anorganik dengan Pupuk Organik. Jurnal
Agronomi. Vol.13, No.1.

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
LAMPIRAN

Sampel Sanmol (parasetamol )

Sampel dengan konsentrasi 12 ppm

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
LAMPIRAN SKEMA KERJA
1. Pembuatan larutan standar

Ditimbang 10 mg PCT

Di keringkan pada suhu 105 ͦC selama 1 jam

Dicukupkan volumenya hingga 50 mL dengan aquades (200 ppm)

2. Penentuan Spektrum Absorpsi

Dipipeti 5 mL larutan stok

Diencerkan dengan aquades sampai 100 mL

Dimasukkan ke dalam kuvet

Kuvet yang lain diisi pelarut tanpa bahan obat (sel blanko)

Diukur panjang gelombang maksimum terhadap sel blanko dengan
panjang gelombang 200-400 nm

Buatlah garis spectrum pada kertas grafik

3. Penentuan Kurva Baku

Disiapkan 5 deret konsentrasi (4, 6, 8, 10, 12) ppm dari larutan stok

Ditentukan nilai A pada λmaks yang telah ditentukan sebelumnya

Dibuat plot Hukum Beer pada kertas grafik (Absorbansi sebagai
kordinat, konsentrasi sebagai absis)

Ditentukan persamaan regresi linear

Dihitung nilai absortivitas (α) dan absorbansi molar (ε)

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249
PENETAPAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM,
KURVA BAKU DAN KADAR PARACETAMOL SECARA
SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET
4. Penetapan Kadar Paracetamol

Ditimbang 10 mg PCT

Dicukupkan volume sampai 50 mL

Dipipeti 0,2 mL ke dalam labu takar

Dicukupkan dengan aquades hingga 5 mL

Diukur absorbansi pada panjang gelombang maksimal

Ditentukan penetapan kadar dengan 2 metode

Erni Ayu Lestari Rifki Saldy A. Wahid, S.Farm.
15020160249