You are on page 1of 29

Keperawatan dalam Islam adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan merawat

pasien, individu, keluarga, dan masyarakat sebagai manifestasi cinta kepada Allah dan
Nabi Muhammad. Keperawatan sebagai profesi bukan hal baru bagi Islam. Pada
kenyataannya, itu adalah atributif untuk simpati dan tanggung jawab terhadap yang
bersangkutan membutuhkan. Usaha ini telah dimulai selama pengembangan Islam
sebagai agama, budaya, dan peradaban.

Perawat professional pertama dalam sejarah Islam adalah seorang wanita
bernama, Rufaidah binti Sa’ad, dari Bani Aslam suku di Madinah. Ia hidup pada
masa Muhammad dan merupakan salah satu orang pertama di Madinah untuk
menerima Islam. Rufaidah menerima pelatihan dan pengetahuan di bidang
kedokteran dari ayahnya, seorang dokter, yang dia dibantu teratur. Setelah negara
Muslim didirikan di Madinah, dia akan memperlakukan sakit di tendanya
didirikan di luar masjid. Selama masa perang, ia akan memimpin sekelompok
relawan ke medan perang dan akan memperlakukan korban dan tentara yang
terluka. Rufaidah digambarkan sebagai seorang wanita yang memiliki kualitas
perawat yang ideal: penuh kasih, empati, pemimpin yang baik dan guru besar,
menyampaikan pengetahuan klinis kepada orang lain ia dilatih. Selanjutnya,
kegiatan Rufaidah sebagai seseorang yang sangat terlibat dalam masyarakat,
dalam membantu orang-orang di bagian yang lebih dirugikan masyarakat
melambangkan etos perawatan diidentifikasi di atas.

Nilai – Nilai Islami dalam Peran dan Fungsi Perawat Profesional :
Ø Peran Pelaksana
Peran ini dikenal dengan istilah care giver. Peran perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan secara langsung atau tidak langsung kepada
klien sebagai individu keluarga dan masyarakat. Dalam melaksanakan peran ini
perawat bertindak sebagai comforter, protector, dan advokat, communicator,
serta rehabilitator.

rehabilitator.

1. Sebagai comforter, perawat berusaha memberi kenyamanan dan rasa aman
pada klien. Islam mengajarkan bagaimana umat manusia dapat menolong
terhadap sesamanya, pertolongan itu diberikan secara tulus ikhlas dan
holistic, sehingga kita dapat merasakan apa yang klien kita rasakan. Ibarat
orang mukmin saling mencintai kasih mengasihi dan saling menyayangi
adalah lukisan satu tubuh jika salah satu angggota tubuhnya sakit maka
selruh tubuh akan merasa sakit
2. Peran sebagai protector lebih berfokus pada kemampuan perawat
melindungi dan menjamin agar hak dan kewajiban klien terlaksana dengan
seimbang dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Misalnya, kewajiban
perawat memenuhi hak klien untuk menerima informasi dan penjelasan
tentang tujuan dan manfaat serta efek samping suatu terapi pengobatan
atau tindakan keperawatan. Dalam islam kita tidak boleh membuka aib
sausara kita sendiri karena jika kita membukanya sama saja kita memakan
bangkai saudara kita
3. Peran sebagai communicator akan nampak bila perawat bertindak sebagai
mediator antara klien dengan anggota tim kesehatan lainnya. Peran ini
berkaitan erat dengan keberadaan perawat mendampingi klien sebagai
pemberi asuhan keperawatan selama 24 jam. Perawat dalam islam harus
memberikan dukungan

3. Rehabilitator berhubungan erat dengan tujuan pemberian askep yakni
mengembalikan fungsi organ atau bagian tubuh agar sembuh dan dapat
berfungsi normal.

Salah satu peran perawat yang lain adalah mampu menjadi perawat yang
memiliki visi Transcendental . Maksudnya perawat yang memiliki visi
Transcendental ialah perawat yang bertujuan tidak hanya kesejahteraan di dunia
tetapi pengabdian dan perilakunya ditujukan untuk ibadah dan kesejahteraan
akherat (hereafter, afterlife, eternity).

RASULULLAH BERSABDA :

“Kehidupan dunia ini dibandingkan dengan kehidupan akherat seperti seseorang
dari kalian mencelupkan telunjuk ke dalam lautan kemudian mengangkatnya, air
yang menetes dari telunjuk tersebut itulah kehidupan dunia dan air yang ada di
lautan itulah kehidupan akherat” (Hadits Sahih Muslim)

Perawatan yang Holistik mempertimbangakan aspek Spirituality & religion
pasiennya. Karena hal tersebut menjadi sumber: Kekuatan (energy), kedamaian
(inner peace), ketabahan (inner strength), keyakinan & tata nilai (belief & values),
tahu tujuan hidup (existensial reality), merasa dibimbing Allah (connectedness)
dan (keyakinan diri bahwa ada alam perhitungan) self transcendense.

FIRMAN ALLAH SWT,YANG MENUNJUKKAN DUNIA SEBENTAR
& AKHERAT TUJUAN KITA

‫حيَاةُ َومَا‬ ُّ ‫ل ا‬
َ ‫الد ْنيَا ْال‬ ُ ِ‫خرَةُ وَلَل ادارُ وَلَ ْهوُ لَ ِعبُ إ‬ َ َُ‫ون ُلِلا ِذين‬
ِ ‫خ ْيرُ اآل‬ ُ ‫ون أَ َف‬
َُ ‫ل َ يَ اتق‬ َُ ‫تَ ْع ِقل‬

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau
belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang
bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Surah Al-An’Am ayat 32)

َ ُ‫حيَاة‬
‫ه ِذ ُِه َومَا‬ ُّ ‫ل‬
َ ‫الد ْنيَا ْال‬ ُ‫ن وَلَ ِعبُ لَ ْهوُ إِ ا‬
ُ‫خ َُر َُة ال ادا َُر وَإِ ا‬ ْ ‫ي‬
ِ ‫اآل‬ َ ‫ون َكانوا لَ ُْو ْال‬
َُ ‫حيَوَانُ لَ ِه‬ َُ ‫ي َْعلَم‬

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka
mengetahui.” (Surah Al-Ankabut ayat 64)
ُّ ُ‫ن وَلَ ْهوُ لَ ِعب‬
َ ‫الد ْنيَا ْال‬
‫حيَاةُ إِنامَا‬ ُْ ِ‫م َوتَ اتقوا ت ْؤ ِمنوا وَإ‬
ُْ ‫م ي ْؤُتِك‬ ُْ ‫َسأَ ْلك‬
َُ ‫م و‬
ُْ ‫َل أجورَك‬ ُْ ‫أَ ْموَالَك‬
ْ ‫مي‬
“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika
kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia
tidak akan meminta harta-hartamu.” (Surah Muhammad ayat 36)

‫األولى من لك خير وللخرة‬

“Dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada kehidupan
sekarang.” (Ad-Dhuha: 4)

َ ‫هرًا ي َْعلَم‬
ُ‫ون‬ َ ‫م ْال‬
ِ ‫حيَا ُِة ِمنَُ ظَا‬ ُّ ‫ن‬
ُْ ‫الد ْنيَاوَه‬ ِ َ ‫اآل‬
ُِ ‫خ َر ُِة َع‬ ْ ‫م‬ َُ ُ‫غافِل‬
ُْ ‫ون ه‬ َ

“Mereka hanya mengetahui yang lahir/material saja dari kehidupan dunia;
sedang mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai.” (QS Ar-Ruum ayat 7)

CIRI PERAWAT YANG MEMILIKI VISI TRASCEDENTAL :

1. menghargai keunikan pasiennya, dan adil terhadap pasien yang berbeda
agama.
2. memulai tindakan keperawatan dengan basmalah
3. mampu membimbing pasien untuk bersuci dan sholat
4. mampu membimbing pasien saat sakaratul maut
5. melindungi pasien dari zat makanan dan minuman yang haram
6. memaknai hikmah sakit bagi pasien
7. memperkuat diri dan pasiennya untuk menuju husnul khotimah
8. mengutamakan kesejahteraan akherat di banding dunianya

Sakit Menurut Pandangan Islam

Sakit yang dimaksud dalam tulisan ini adalah sakit fisik. Yaitu suatu keadaan di
mana metabolisme dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun,
walaupun sakit merupakan satu kondisi yang tidak mengenakkan, sebagai seorang
muslim kita tidak perlu banyak mengeluh, karena terlalu banyak mengeluh
merupakan bagian dari godaan syaithan.

Saat Allah menakdirkan kita untuk sakit, pasti ada alasan tertentu yang menjadi
penyebab itu semua. Tidak mungkin Allah subhanahu wa ta’ala melakukan
sesuatu tanpa sebab yang mendahuluinya atau tanpa hikmah di balik semua itu.
Allah pasti menyimpan hikmah di balik setiap sakit yang kita alami. Karenanya,
tidak layak bagi kita untuk banyak mengeluh, menggerutu, apalagi su’udzhan
kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lebih parah lagi, kita sampai mengutuk
taqdir. Na’udzu billah…

Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam pernah menemui Ummu As-Saa’ib,
beliau bertanya : ”Kenapa engkau menggigil seperti ini wahai Ummu As-
Saa’ib?” Wanita itu menjawab : “Karena demam wahai Rasulullah, sungguh tidak
ada barakahnya sama sekali.” Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda :
”Jangan engkau mengecam penyakit demam. Karena penyakit itu bisa
menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses pembakaran menghilangkan
noda pada besi”. (HR. Muslim)

Secara umum, kondisi sakit mempunyai dua sisi rasa. Namun, yang kerap kita
rasakan hanya salah satu sisinya, yakni penderitaan. Sisi lain berapa hikmah dan
kenikmatan di balik sakit sering kali kita lupakan. Padahal, jika kita mau
merenungkannya, banyak hikmah yang dapat dipetik dari sakit yang diderita.

Beberapa hikmah itu adalah sebagai berikut,

 Pertama, secara medis sakit merupakan suatu peringatan (warning)
mengenai tingkat kekuatan tubuh kita. Jika tubuh kita mengalami satu
kondisi, kemudian berakibat sakit, hal itu merupakan peringatan agar kita
menghindari kondisi yang sama yang dapat menyebabkan sakit tersebut.
Sakit juga memberi kesempatan kepada kita untuk beristirahat dan
berkonsultasi dengan dokter sehingga penyakit yang ada tidak menjadi
lebih parah dan sulit diobati. Tak jarang, sakit yang dialami mencegah
seseorang agar tidak terkena penyakit yang lebih berat lagi.
 Kedua, sakit dapat menjadi penggugur dosa. Penyakit yang diderita
seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan,
termasuk dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah SAW. bersabda,

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya,
melainkan Allah akan menggugurkan bersama dosa-dosanya, seperti pohon yang
menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Ketiga, orang yang sakit akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya
bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah
SAW.bersabda,

“Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim,
kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu
kesalahan.” (HR. Muslim)

 Keempat, sakit dapat menjadi jalan agar kita selalu ingat pada Allah.
Dalam kondisi sakit biasanya orang merasa benar-benar lemah, tidak
berdaya, sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan
kepada Allah SWT. Zat yang mungkin telah ia lalaikan selama ini.
Kepasrahan ini pula yang menuntunnya untuk bertobat.
  Kelima, sakit bisa menjadi jalan kita untuk membersihkan penyakit
batin. Pendapat Ibnu Qayyim, “Kalau manusia itu tidak pernah mendapat
cobaan dengan sakit dan pedih, ia akan menjadi
manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Oleh
karena itu, musibah dalam bentuk apa pun adalah rahmat Allah yang
disiramkan kepadanya, akan membersihkan karatan jiwanya dan
menyucikan ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang
diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan
suci karena penyakitnya, martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan,
pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya
diterimanya dengan sabar dan ridha.“
  Keenam, sakit mendorong kita untuk menjalani hidup lebih sehat, baik
sehat secara jasmani maupun rohani. Sakit membuat orang
tahu manfaat sehat. Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika
sakit. Begitu banyaknikmat Allah yang selama ini lalai ia syukuri. Bagi
orang yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh nikmat.
  Ketujuh, secara sosial sakit mengajarkan kepada kita bagaimana
merasakan penderitaan orang lain, seperti halnya puasa yang mendidik kita
agar mengetahui bagaimana pedihnya rasa lapar dan dahaga yang dialami
kaum papa. Rasa sakit harusnya melahirkan kepekaan sosial yang lebih
tinggi.
 PERAN PERAWAT DALAM MEMBIMBING PASIEN DALAM
BERIBADAH
 Pada awal pertemuan, perawat membacakan doa menjenguk orang sakit.


 َُ‫الب َْأس‬ ِ ‫ف َرباال اناسُِ أَ ْذ‬
ْ ِ‫هب‬ ‫ك أَ ْنت ا‬
ْ ‫َالشافِي و‬
ُِ ‫َاش‬ ِ ‫لا‬
َُ ‫ش َفاؤ‬ ِ َ ‫ما ل‬
ُ ِ‫ش َفآءَإ‬ َ ‫ش َفا ًءلَي َغا ِدر‬
ً ‫س َق‬ ِ
 “Hilangkanlah penyakit wahai Rabb manusia dan berilah kesembuhan,
sesungguhnya Engkau adalah Maha Menyembuhkan, tidak ada
kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Mu, (berilah) kesembuhan
total yang tidak menyisakan penyakit.”
 Membimbing pasien untuk bersuci
 Sebagai perawat kita harus membimbing pasien saat sedang bersuci . Bagi
orang sakit bersuci bisa dilakukan dengan cara berwudhu jika dia mampu
namun jika dia tidak mampu untuk menggerakan badannya untuk
berwudhu maka di bolehkan untuk bertayamum , dan disini perawat
membimbing pasien dalam melaksanakan tayamumnya.

 ‫م إِ َذا آمَنوا ال ا ِذينَُ أَيُّهَا يَا‬ ُْ ‫ص َل ُِة إِلَى ق ْمت‬ ‫سلوا ال ا‬ ِ ‫اغ‬ ْ ‫م َف‬ ُْ ‫هك‬ َ ‫م وُجو‬ ُْ ‫إِلَى وَأَ ْي ِديَك‬
ُِ ِ‫مرَاف‬
‫ق‬ َ ‫سحوا ْال‬ َ ‫َام‬ ْ ‫مو‬ ُْ ‫سك‬ ِ ‫م بِرءو‬ ُْ ‫ن إِلَى وَُأَرْجلَك‬ َ ‫نَۚو ۚ ْال‬
ُِ ‫ك ْعبَ ْي‬ ُْ ِ‫م إ‬ُْ ‫َفاط ا اهروا جنبًا ك ْنت‬
ۚ‫ن‬ ُْ ِ‫م وَإ‬ ُْ ‫ضىُ ك ْنت‬ َ ‫س َفرُ َعلَىُ أَ ُْو َم ْر‬ َ ‫م أَحَدُ جَا َُء أَ ُْو‬ ُْ ‫ط ِمنَُ ِم ْنك‬ ُِ ِ‫َستمُ أَ ُْو ْال َغائ‬ ْ ‫َلم‬
‫سا َُء‬
َ ‫م ال ِن‬ ُْ َ‫جدوا َفل‬ ِ َ‫مموا مَا ًُء ت‬ ‫ص ِعي ًدا َف َتيَ ا‬ َ ‫سحوا طَ ِيبًا‬ َ ‫ام‬ ْ ‫م ِۚب َف‬ ُْ ‫هك‬ ِ ‫م وجو‬ ُْ ‫ِم ْنهُ وَأَ ْي ِديك‬
ۚ ‫َللا ي ِريدُ مَا‬ ُ‫ل ا‬ َُ ‫َج َع‬ْ ‫م لِي‬ ُْ ‫ن َعلَ ْيك‬ُْ ‫حرَجُ ِم‬ َ ‫ن‬ ُْ ِ‫مۚلِي ي ِريدُ وَلَك‬ ُْ ‫م طَ ِهرَك‬ ُ‫متَهُ َولِيتِ ا‬
َ ‫نِ ْع‬
ْ‫م‬ ْ
ُ ‫م عليك‬ َ َ ْ ‫ا‬
ُ ‫ون لعلك‬ َ َ َ
ُ ‫تشكر‬ ْ َ
 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan
shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan
sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,
dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam
perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh
perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah
dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan
tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak
membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya
kamu bersyukur”. (Al-Maidah : 6)
 Membimbing pasien ketika tiba waktu sholat
 Karena sholat itu merupakan tiang agam jadi dalam keadaan apapun kita
diwajibkan untuk sholat , maka dari itu sebagai perawat kita wajib
mengingatkan pasien kita agar terus menjalankan kewajibannya sebagai
umat muslim .
 .

 ‫اعلَى‬ ُِ ‫صلَو‬
َ ‫ت حَافِظ ْو‬ ‫طَ ال ا‬
ُ‫س‬ْ ‫صلو ِة ْالو‬ ُِ ‫ۚق ِن ِت ْين ِ ا‬
‫َللا وَق ْوم ُْو وَال ا‬ َ َ

“Jagalah (peliharah) segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha.
Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah
[2]: 238).
Apabila pasien tidak mampu melaksanakan solat dengan berdiri, maka
bisa dengan posisi duduk, jika tidak bisa dalam posisi duduk pasien bisa
melakukan dalam posisi berbaring dengan menghadap ke arah kiblat. Dan
untuk pasien yang kondisinya sangat lemah bisa melakukan solatnya
dalam hati.

Membimbing pasien membaca Al-Quran

Bimbing pasien dengan membaca Al-Quran terutama ayat-ayat dengan orang
sakit, rahmat allah, dan karunia allah, dengan begitu pasien akan termotivasi
untuk sembuh. Dan memberikan pengertian bagi pasien supaya membaca Al-
Quran daripada mengeluh atas penyakit yang dideritanya.
ُ ‫ي ا ْت‬
‫ل‬ َُ ‫ح‬ ِ ‫ك مَاأو‬ َُ ‫بِ إِلَ ْي‬ ْ ‫ص َل َةتَ ْنهَىُ ِمن‬
ُ ‫َالكِتَا‬ ‫ص َل َةُإِناال ا‬ ِ ِ‫وَأَق‬
‫مال ا‬
ُ‫ك ِروَلَ ِذ ْكراللا ِهأَ ْكبَر‬
َ ‫َالم ْن‬ْ ‫شا ِءو‬َ ‫ح‬ ْ ِ‫َعن‬
ْ ‫ال َف‬

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan)
keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih
besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa
yang kamu kerjakan.“ (Al-Ankabut : 45)

Mengingatkan untuk selalu berdoa kepada Allah

Karena dengan kita berdoa kita bisa lebih dekat dengan ALLAH SWT .
ُ‫ل‬َ ‫ب رَبُّكما ْدعونِي و ََقا‬ ْ َ‫م أ‬
ُْ ِ‫س َتج‬ ُ‫ون إِ ا‬
ُْ ‫ن لَك‬ ْ ‫ن الا ِذي َني‬
َُ ‫َست َْكبِر‬ ُْ ‫عبَا َدتِي َع‬ َُ ‫سي َْدخل‬
ُِ ‫ون‬ َ
َ‫م‬ ‫ا‬ َ َ
ُ ‫خ ِرينجهن‬َ ِ ‫دَا‬

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-
Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Ghafir : 60)

Membimbing agar selalu berdzikir kepada Allah

Dengan berdzikir hati pasien yang tidak tenang akan menjadi lebih tanang dan
akan menjadi lebih dekat kepada Allah.

َُ‫ن ال ا ِذين‬
ُُّ ِ‫مئ‬ ْ َ‫م آمَنوا َوت‬
َ ‫ط‬ ُِ ‫القلوبُْۚتَط أَ َلبِ ِذ ْك ِر ا‬
ُِ ‫َللا بِ ِذ ْك ِر ا‬
ُْ ‫َللا قلوبه‬ ْ ‫َمئِ ُّن‬

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram.“

Begitulah Allah subhanahu wa ta’ala menguji manusia ( dengan sakit ) , untuk
melihat siapa di antara hambaNya yang memang benar-benar berada dalam
keimanan dan kesabaran. Karena sesungguhnya iman bukanlah sekedar ikrar yang
diucapkan melalui lisan, tapi juga harus menghujam di dalam hati dan
teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan. Allah subhanahu wa
ta’ala menegaskan bahwa Dia akan menguji setiap orang yang mengaku beriman,
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
“Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami
telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah
mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-
orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabuut: 2-3)

Referensi :
1. Al-Qur’an
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Nursing_in_Islam
3. http://baby.student.umm.ac.id/nilai-nilai-islami-dalam-peran-dan-fungsi-
perawat-profesional/
4. Materi kuliah “TRANSCENDENTAL NURSING”
5. www.artikelarunals.com/?p=574
6. http://www.darussalaf.or.id/fiqih/tata-cara-shalat-orang-sakit/

PEMBAHASAN

A. Sejarah Keperawatan Islam

Untuk dunia keperawatan seorang tokoh muslimah yang ikut membantu rasul
untuk mengobati kaum muslimin yang terluka yang bernama Rufaidah Binti Sa’
Ad Al- Asalmiya, Ummu Attiyah, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh ilmu
pengetahuan dan keperawatan lainnya baik dijaman rasul maupun sesudah
kerasulan.

Banyak perawat-perawat muslim tidak mengenal Rufaidah binti Sa’ ad, mereka
lebih mengenal tokoh keperawatan yang berasal dari dunia barat yaitu Florence
Nighttingale seorang tokoh keperawatan yang berasal dari Inggris. Apabila kita
mau menelaah lebih jauh lagi ke belakang jauh sebelum agama Islam menyentuh
dunia barat, dunia barat saat itu mengalami masa kegelapan dan kebodohan di
karenakan kebijakan dari pihak gereja yang lebih banyak menguntungkan mereka,
tapi disisi lain di belahan dunia lainnya yaitu Jazirah Arab di mana Islam telah
diajarkan oleh Rasulullah ilmu pengetahuan mengalami kemajuan terutama dalam
dunia keperawatan. Bukan berarti rasul menjadi seorang tabib tapi dalam ajaran
Islam yang beliau sampaikan mengandung ajaran dan nilai-nilai kesehatan
seperti: pentingnya menjaga kebersihan diri (Personal Hygiene), menjaga
kebersihan makanan, mencuci tangan, ibadah puasa, berwudhu dan lain
sebagainya.

Rufaidah binti Sa’ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al Bani Aslam
Al-Khazraj yang tinggal di Madinah, dia lahir di Yatsrib dan termasuk kaum
Ansar yaitu suatu golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah.
Ayahnya seorang dokter dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat membantu
ayahnya. Dan saat kota Madinah berkembang Rufaidah mengabdikan dirinya
merawat kaum muslimin yang sakit dan membangun tenda di luar Mesjid Nabawi
saat dalam keadaan damai. Dan saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dia menjadi
sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dia juga mendirikan
Rumah Sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Rasulullah SAW juga
memerintahkan agar para korban yang terluka di bantu olehnya.

Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat dan
dalam perang Khibar mereka meminta ijin kepada rasul untuk ikut di garis
belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka dan rasul pun
mengijinkannya. Inilah dimulainya awal mula dunia medis dan dunia
keperawatan.

Rufaidah juga memberikan perhatian terhadap aktifitas masyarakat, kepada anak
yatim, penderita gangguan jiwa, beliau mempunyai kepribadian yang luhur
danempati sehingga memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya
dengan baik dan teliti. Sentuhan sisi kemanusiaan ini penting bagi seorang
perawat (nurse), sehingga sisi tekhnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) jadi
seimbang.

Itulah sejarah singkat tokoh keperawatan dalam sejarah Islam dan kami akan
menjelaskan sejarah perkembangan dunia keperawatan dalam dunia Islam dari
masa ke masa.

1. Masa penyebaran Islam (The Islamic Period) 570 – 632 M. Pada masa ini
keperawatan sejalan dengan perang kaum muslimin/jihad (holy wars),
pada masa inilah Rufaidah binti Sa’ ad memberikan kontribusinya kepada
dunia keperawatan.
2. Masa setelah Nabi (Post prophetic era) 632 – 1000 M. Masa ini setelah
nabi wafat, pada masa ini lebih di dominasi oleh kedokteran dan mulai
muncul tokoh-tokoh Islam dalam dunia kedokteran seperti Ibnu Sinna
(Avicenna), Abu Bakar ibnu Zakariya Ar-Razi (Ar-Razi), bahkan Ar-Razi
sendiri menulis dua karangang tentang ”The Reason why some persons
and common people leave a physician even if he is clever“.
3. Masa pertengahan 1000 – 1500 M. Pada masa ini Negara-negara arab
membangun rumah sakit dengan baik dan mengenalkan perawatan orang
sakit, dan di rumah sakit tersebut dimulai pemisahan antara kamar
perawatan laki-laki dan perempuan dan sampai sekarang banyak diikuti
semua rumah sakit di seluruh dunia.
4. Masa Modern ( 1500 – sekarang ). Pada masa inilah perawat-perawat
asing dari dunia barat mulai berkembang dan mulai ada. Tapi pada masa
ini seorang perawat bidan muslimah pada tahun 1960 yang bernama
Lutfiyyah Al-Khateeb mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo.

Jadi, demikianlah sekelumit dunia keperawatan dalam Islam dan kami ingin
mengajak para pembaca terutama para perawat bahwa ilmu pengetahuan sudah
dimulai oleh islam terutama dunia kesehatan dan keperawatan sudah ada di jaman
rasul.

Profesi keperawatan merupakan ladang ibadah kita, manakala kita lakukan dengan
penuh kesungguhan serta penuh keihklasan. Oleh karenanya untuk dapat
melaksanakan tugas profesi yang bernilai ibadah tentunya perlu dilandasasi oleh
kaidah-kaidah agama yang kita yakini bersama.

B. Pengertian Keperawatan
Pengertian keperawatan menurut Abdellah, F.G. (1960) “Nursing is based upon
art and science which would the attitudes, intellectual competencies and technical
skills of the individual nurse into the desire and ability to help people sick or well
cope with their health needs, and may be carried out under general of specific
medical direction”

Menurut keperawatan Indonesia “Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan
professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan
pada ilmu dan kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio, psiko, sosio, spiritual
yang komprehensif, ditunjukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik
sakit maupun sehat yang mencakup selurug proses kehidupan manusia.

Menurut keislaman adalah suatu manifestasi dari ibadah yang berbentuk
pelayanan professional dan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
yang didasari pada keimanan, keilmuan dan amal.

Pengertian menurut keislaman nantinya dapat kita kaitkan kepada komponen
paradigma keparawatan dalam Islam. Oleh karena itu perlu kita memahami
pengertiannya paradigma keperawatan dalam Islam

C. Pengertian dan Komponen-Komponen Paradigma Keperawatan Dalam
Islam

Paradigma keperawatan dalam Islam adalah cara pandang, persepsi, keyakinan,
nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang
melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam.

Oleh karena itu paradigma keperawatan dalam Islam memiliki empat komponen
yang dilandasi oleh prinsip dan ajaran islam Yaitu:

1. Manusia Dan Kemanusiaan.

Firman Allah SWT:

Artinya: “ Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
sebaik-baiknya.” (QS. At-Tiin: 4)

Berdasarkan dalil diatas , maka manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang terbaik
bentuknya dan dimuliakan Allah, terdiri dari : Jasad, Ruh, dan Psikologis,

dimana makhluk lainnya yang ada dilangit dan dibumi ditundukan oleh Allah
kepada manusia kecuali Iblis.

Dalam Al-Quran manusia diistilahkan dengan sebutan : Al-Basyar dan An-Naas.
Al-Basyar mengambarkan manusia dalam bentuk fisik : diciptakan dari tanah ,
dapat dilihat, memakan sesuatu, mendengar, berjalan dan berusaha memenuhi
kebutuhan hidupnya.

An-Naas. Mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk social.

Sebagaimana firman Allah SWT.

Artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-
laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-
Hujurat: 13)

Manusia memiliki tiga komponen antara lain:

a. Jasad (fisik )

Artinya: ”Dan tidaklah kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan
makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.” (QS. Al-Anbiyaa:
8)

b. Ruh.

Artinya: ”Maka apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan
kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud
kepadanya.” (QS. Shaad: 72)

c. Nafs (jiwa)

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

2. Lingkungan

 Lingkungan Internal:

Lingkungan yang berada dalam diri manusia, meliputi:

Genetik, struktur dan tubuh, psikologis dan internal spiritual.

 Lingkungan Eksternal:
Lingkungan sekitas yang berada diluar diri manusia yang secara langsung maupun
tidak langsung mempengaruhi kesehatan maupun perawatan, meliputi:

Lingkungan fisik, biologis, social, cultural dan spiritual

3. Sehat dan Kesehatan

Sehat adalah suatu keadaan sejahtera , penuh rasa syukur atas nikmat Allah dalam
aspek jasmani, rohani dan social.

Dilandasi oleh Firman Allah SWT:

Artinya: ”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Serta Hadist Tarmudzy dan Ibnu Majah ”Barang siapa sehat badannya, damai
dihatinya dan punyamakanan untuk sehari-harinya, maka seolah-olah dunia
seisinya dianugrahkan kepadanya“

Upaya kesehatan adalah sebagai berikut:

 Promotif

Firman Allah SWT:

Artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu
menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-
Baqarah: 195)

 Prefentif

Firman Allah SWT:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-
malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.” ( QS. At-Tahrim : 6)

 Kuratif

Firman Allah SWT:
Artinya: “Dan apabila Aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku,” (QS. Asy-
Syuara: 80)

 Rehabilitatif.

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’du: 11)

4. Keperawatan.

Adalah suatu manifestasi dari ibadah yang berbentuk pelayanan professional dan
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasari pada
keimanan, keilmuan dan amal.

D. Prinsip-prinsip Islam dalam Kesehatan

Dalam ilmu kesehatan islam pun mengajarkan beberapa prinsip tentang kesehatan.
Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut:

1. Agama Islam bertujuan memelihara agama, jiwa, akal, kesehatan dan harta
benda umat manusia
2. Anggota badan dan jiwa manusia merupakan milik Allah
3. Justice
4. Mengutamakan peluang hidup yang lebih tinggi

E. Peran Keperawatan Islam

Sebagai seorang perawat islam perlu adanya peran terhadap ilmu keperawat
tersebut. Peran yang dapat kita lakukan antara lain:

Mengintegrasikan Nilai-nilai Keislaman dalam Ilmu Keperawatan

Islam mengajarkan kita beberapa aspek nilai-nilai yang dapat menjadikan manusia
itu terlihat baik disisi Allah SWT. Oleh karena itu nilai-nilai keislaman perlu di
integrasikan terhadap ilmu keperawatan yang berkembang pada saat ini. Adanya
pengintegrasian ini dimaksudkan akan terciptanya seorang perawat yang
bercirikan agama Islam.

Mengaplikasikan Nilai-nilai Keislaman dalam Ilmu Keperawatan

Setelah adanya pengintegrasian maka perlu adanya realisasi dari pada nilai-nilai
tersebut untuk diaplikasikan terhadap praktik keperawatan.

Misalnya ketika seorang perawat mendapati pasien yang beragama islam, dan
pasien tersebut memiliki penyakit yang apabila terkena air maka penyakit tersebut
bertambah. Maka seorang perawat tersebut perlu untuk mengajarkan bertayamum
kepada pasien/klien agar klien tidak bertambah sakitnya, namun tidak pula
meninggalkan ibadahnya.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Keperawatan dalam islam tidak hanya menjalankan pekerjaannya sebagai profesi
tetapi sebagai bentuk syiar islam, yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman
serta mengaplikasikannya dalam praktik keperawatan.

Oleh karena itu empat komponen dari paradigma keperawatan dalam Islam perlu
untuk lebih dicermati sehingga terciptanya seorang perawat professional yang
Islami.

B. Penutup

Demikianlah penulisan kami ini semoga penulisan kami kali ini bermanfaat bagi
para pembaca maupun penulis. Dan kami memohon maaf apabila terdapat
kesalahan pada penulisan kami kali ini.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI. 2005. AL-Qur’an dan Terjemahannya, Bandung: PT
Syamil Media Cipta

Shihab, M. Quraish. 1998. Wawasan Al-Quran – Tafsir Maudhu’I atas Barbagai
Persoalan Umat, Bandung: Penerbit Mizan
SITASI (CITATION)

Gaya(style) penulisan sumber referensi :

• APA(American Psychological Association)

• CMOS(Chicago Manual of Style)

• MLA(Modern Language Association)

• APSA(American Political Science Association)

• Turabian

• CSE(Council of Biology Editors)

• Danlain-lain

APA (AmericanPsychological Association)

Citation atau kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari
seseorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam
buku-buku maupun majalah-majalah. Fungsi utama kutipan dalam karya ilmiah
adalah menegaskan isi uraian atau membuktikan kebenaran yang diajukan oleh
penulis berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari literatur, pendapat seseorang
atau pakar, bahkan pengalaman empiris. Jadi kutipan hanya berfungsi sebagai
bahan bukti untuk menunjang pendapat kita.
Ada beberapa jenis citation style (model kutipan) :

APA (American Phsycological Association)
Gaya kutipan APA mengacu pada aturan dan konvensi yang ditetapkan oleh
American Psychological Association untuk mendokumentasikan sumber-sumber
yang digunakan dalam makalah penelitian. Gaya APA membutuhkan baik kutipan
dalam teks dan daftar referensi. Untuk setiap kutipan dalam teks harus ada kutipan
penuh dalam daftar referensi.
Berikut adalah contoh pengutipan dalam teks menrut APA :
Book, One author: Buku, satu penulis
Daftar Pustaka : Smirnov, V.A. (2006). Feynman Integral Calculus. New York:
Springer.
Dalam teks : (Smirnov, 2006)
Book, Multiple authors: Buku, dengan lebih dari satu penulis
Penulis lebih dari lima orang, dituliskan nama penulis pertama, kedua, ketiga,
kemudian selanjutnya ditulis "et al."
Dalam teks : (Atkins & Friedman. 2005)
Book, Online: Buku, Online
Setelah URL (alamat web) tidak diakhiri dengan tanda titik (.)
Dalam teks : (Reed, 1922)
Bab atau Pasal dalam buku
Dalam teks : (Beers & Berkow, 1999, chap. 189)
(Stephan, 1985)
Dictionary, hard copy, online, and CD-ROM : Kamus
Dalam teks :(Protest, 1971)
(Class, 2003)
Encyclopedia, hard copy, online and CD-ROM : Ensiklopedia
Dalam teks : (Balkans: History, 1987)
(Balkans, 2003)
Ilustrasi (gambar), peta, bagan, grafik atau tabel
Dalam teks :
(Electoral vote map [2000], 2004)
(Press, 2001)
Artikel jurnal, satu atau lebih penulis
Perhatikan bahwa JUDUL artikel tidak dituliskan dalam tanda kutip (".."), nomor
VOLUME jurnal dicetak miring tanpa menyertakan kata "Vol." atau "Volume."
Penulis lebih dari enam orang, dituliskan nama penulis pertama-keenam kemudian
selanjutnya ditulis "et al."
Dalam teks :(Lipson, 1991)
(Ovechko, Schur & Myagashko, 2008)
Artikel jurnal, Online
Dalam teks : (Mitchell, 2002)

Artikel surat kabar atau majalah, disertai nama penulis
Untuk surat kabar, perlu dituliskan "p." atau "pp." untuk menunjukkan halaman,
sedangkan untuk majalah tidak perlu.
Dalam teks : (Bruni, 2003) atau bila perlu (Bruni, 2003, December 26)
Artikel surat kabar atau majalah, tanpa disertai nama penulis
Dalam teks : (Strong aftershocks, 2003)

Komunikasi personal
Dalam teks : (David A. Grossberg, personal communication, May 6, 2005)
Dapat dalam bentuk e-mail, perbincangan, surat, faksimili, pembicaraan melalui
telepon, atau catatan kecil
Fotografi
Dalam teks :(Adams, 1927)
Perangkat lunak
Dalam teks : (Dreamweaver MX 2004, 2003)
(SPSS Regression Models, 2003)
Pidato, seminar akademis, ceramah kuliah (kelas)
Dalam teks : (Szelenyi, 2003)
(Santoso,2009)
Program televisi
Dalam teks : (Simpsons, 2002)

Makalah (paper) yang belum dipublikasi, poster, disertasi atau tesis
Untuk makalah (paper) yang baru saja di-seminarkan, belum dipublikasi, gunakan
bulan dan tahun saja.
Dalam teks :(Tsygankov, 2004)
(Cheng et al., 2003)
(Gomez, 2003)

Situs Web, keseluruhan
Jika pada halaman situs tidak terdapat tanggal 'copyright' situs, maka dituliskan
"(n.d)"
Dalam teks : (Internet Public Library, 2003) atau (IPL, 2003)
(Yale History Department home page, 2003)

Halaman web, disertai nama penulis (asli maupun julukan/'nick')
Dalam teks : (Lipson, 2004)

Halaman web, tanpa disertai nama penulis
Dalam teks : (I Love Lucy: Series summary, 2004)
Blog, posting atau komentar
Untuk posting dan komentar tanpa nama, maka penulis disebut sebagai "anonim"
Dalam teks :(Jaloe, 2008)
(firdaus.a [Comment post], 2009)

Sitasi adalah daftar pustaka dari sejumlah dokumen yang dirujuk atau yang dikutip oleh
sebuah dokumen dan setiap daftar pustaka dokumen tersebut dimuat dalam bibliografi
dokumen yang mengutip, yang secara khusus mengkaji pengarang dan karya-karya lain.
Bisa juga di definisikan untuk menunjukkan asal-usul atau sumber suatu kutipan,
mengutip pernyataan atau menyalin/mengulang pernyataan seseorang dan
mencantumkannya di dalam suatu karya tulis yang dibuat, namun tetap
mengindikasikan bahwa kutipan tersebut itu adalah pernyataan orang lain.
Penggunaan Heading Style pada Microsoft Word 2010

Banyak yang bertanya, apa sih gunanya heading ini?
Heading digunakan untuk mempermudah kita ketika menulis sebuah buku,
makalah/paper, laporan, atau artikel. Jika kita menggunakan heading style,
dokumen yang kita buat akan lebih rapi. Saat kita menulis buku, kita tidak perlu
menulis daftar isi secara manual, cukup dengan beberapa kali klik, beres semua.
Heading 1 biasa digunakan untuk penulisan nama bab, Heading 2 biasa digunakan
untuk penulisan nama subbab, Heading 3 digunakan untuk penulisan subsubbab,
dst.
Sekarang, mari kita mulai bagaimana cara menggunakan heading ini. Contohnya,
jika kita ingin menulis nama bab. Ilustrasi dapat dilihat pada Gambar 1. Microsoft
Word yang saya gunakan adalah Microsoft Word 2010.

1. Letakkan kursor di nama bab.
2. Kemudian pada menu Home (kotak merah), cari kolom Styles (kotak
hijau).
3. Pada kolom tersebut terdapat Quick Styles yang bisa langsung digunakan.
Langsung saja pilih Heading 1 atau tekan ctrl+alt+1. Jika ingin mengubah
tema styles, silakan klik Change Styles (lingkaran kuning).

Gambar 1. Contoh penggunaan Heading 1 pada penulisan nama bab

4. Begitu pula jika kita ingin menulis judul subbab. Pilih saja Heading 2. Jika
pilihan Heading 2 tidak ada pada tampilan Quick Style, klik tombol panah
yang ada di samping pilihan Quick Style (lingkaran biru) seperti Gambar
2. Shortcut untuk Heading 2 adalah ctrl+alt+2. Shortcut untuk Heading 3
adalah ctrl+alt+3.

Gambar 2. Quick Styles
5. Untuk paragraf biasa, pilih style Normal.
6. Jika semua judul bab, subbab, subsubbab, dst. sudah diatur menggunakan
style, maka kerangka tulisan akan terlihat pada Navigation Pane.
Navigation Pane ini mempermudah kita jika kita ingin mencari sesuatu
dalam tulisan. Untuk memunculkan Navigation Pane ini, klik menu View
(kotak merah pada Gambar 3) kemudian ceklis Navigation Pane (kotak
hijau). Navigation Pane pun akan muncul di sebelah kiri dokumen (kotak
biru).

Sekarang, mari kita buat daftar isi secara otomatis.
1. Letakkan kursor pada halaman daftar isi.
2. Pada menu References (kotak merah Gambar 4), klik Table of Contents
dan pilih jenis daftar isi sesuai selera. Daftar isi secara otomatis muncul
pada dokumen.

Gambar 4 Daftar isi
Jika suatu saat halaman berubah, kita bisa meng-update daftar isi hanya dengan
menekan tombol F9 pada keyboard.
Kondisi yang kita hadapi sekarang ini adalah adanya tuntutan globalisasi dimana
diperlukan perawat dengan kompetensi berbahasa Inggris yang memadai untuk
dapat mengisi banyaknya kesempatan bekerja di rumah sakit internasional dan
peluang ke luar negeri sebagai perawat yang mensyaratkan kompetensi di bidang
bahasa Inggris keperawatan.

Fakta yang ada ialah bahwa banyak perawat yang belum kompeten berkomunikasi
dalam bahasa inggris dalam menjalankan tugas keperawatan sehingga usaha
pengiriman perawat untuk bekerja di luar negeri banyak yang gagal karena
minimnya penguasaan bahasa Inggris mereka.

Hal tersebut mengidentifikasikan bahwa program bahasa inggris keperawatan
yang ada sekarang ini belum optimal dan belum dapat memenuhi tuntutan di
dunia kerja sehingga masih perlu dioptimalkan agar betul-betul dapat memenuhi
standar kompetensi keperawatan yang dipersyaratkan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas diperlukan suatu standar kompetensi
kerja bahasa inggris keperawatan yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam
menguji kompetensi seorang perawat di bidang bahasa inggris keperawatan.

Contoh Percakapan Bahasa Inggris antara Suster dan Pasien

Sebenarnya hal ini sangat tergantung kepada skenario dan topik percakapan yang
terjadi, karena tentunya akan berbeda contoh dalam bahasa Inggrisnya.

Pertanyaan yang sering diajukan oleh suster

 How are you feeling now?
o arti: Bagaimana kondisi Anda saat ini?
 Have you got any other symptoms?
o arti: apakah ada keluhan lainnya?
 Have you take your medicine?
o arti: apakah sudah diminum obatnya?
 Do you want me to call the doctor?
o arti: apakah anda ingin saya panggilkan dokter?
 Have you eaten yet?
o arti: apakah Anda sudah makan?

Pernyataan yang sering diucapkan oleh suster

 Let me help you stand up
o arti: mari saya bantu bangun
 You will be fasting tomorrow
o arti: Anda akan berpuasa besok
 Please put the thermometer under your tongue
o arti: Tolong taruh termometer di bawah lidah Anda
 I will take your blood pressure
o arti: saya akan memeriksa tekanan darah Anda
 Let me check your temperature
o arti: Saya akan memeriksa suhu tubuh Anda
 I hope you’re feeling more comfortable now.
o arti: Saya harap anda merasa lebih nyaman sekarang.

Contoh Percakapan Suster/Perawat dengan Pasien

Berikut ini contoh percakapan antara perawat dengan pasiennya:

Nurse: Good afternoon, Ms Zubaidah. My name is Intan and I’ll be looking after
you this afternoon.

Patient: Hello Intan. Please call me Siti– Ms Zubaidah is so formal.

Nurse: OK then! How are you feeling today, Siti?

Patient: I don’t feel quite good actually, Intan. I had a bad night’s sleep and my
back is really aching.

Nurse: I’m very sorry to hear that, Siti. I’ll see if I can do anything about your
sore back.

(later)

Nurse: There you go, Siti. I hope you’re feeling more comfortable now.

Patient: Thanks Intan. I feel much better.

Nurse: That’s great. I need to go now, but if you need me at all just use the
buzzer. See you soon.

Patient: Thanks! Bye.

Contoh Pertanyaan Perawat kepada pasien
30 Maret 2016

1. What’s your problem ?
2. How are you feeling today ?
3. What makes you call me ?
4. What’s your chief complaint ?
5. What’s troubling you ?
6. What’s the matter with you ?
7. What’s wrong with you ?
8. What seems to be bothering you ?
9. Doctor “ what are the symptoms?/ what is she complaining about ?

11 Percakapan Perawat-Paseian Berdasarkan Prasat

1. BASIC ANAMNESA
Nurse : Good morning, I am nurse Suzy. What can I do for you?

Patient : I need to see the doctor.

Nurse : You will. May I know your name?

Patient : I am George.

Nurse : What is the matter with you, Mr. George?

Patient : I feel hard to breath.

Nurse : How long have you been feel this way?

Patient : About one week.

Nurse : Have you been consume any medicine before?

Patient : No, I haven’t.

Nurse : You will see the doctor soon, please wait here.

Patient : Ok, thank you.

2. GIVING OXYGEN

Nurse : As the doctor suggest, you need oxygen help. So, I will do the procedure to give
you oxygen addiction. Do you agree?

Patient : I do.

Nurse : I am very sorry for this uncomfortable while you wear it.

(while do the procedure).

Nurse : Well, it’s done. Do you feel better?

Patient : Yes, thank you.
Nurse : welcome.

3. ASKING PATIENT CONDITION AND GIVING MEDICINE

Nurse : Good morning Mr. George. How do you feel today?

Patient : Good morning, I feel better now.

Nurse : Have you a breakfast?

Patient : Yes, I have.

Nurse : good, this is time for you to take this medicine, it will help

You to get well soon.

Patient : ok, thank you.

4. HELPING BOWEL MOVEMENT

Patient : Nurse!

Nurse : Yes, sir. What can I do for you?

Patient : I’m sorry to bother you, but I think I need to bowel.

Nurse : It’s okay. I’ll bring you a chamber pot. ( the nurse bring the chamber pot to the patient)

Nurse : I’m sorry I need to open your trousers and pant.

Nurse : Would you please little lift up your buttock, I will put this chamber pot under it.
Please tell me if you already finish.

Patient : thank you, nurse.

When the patient already finish

Patient : Nurse, I’ve been finish.

Nurse : Well I’ll clean it the swab, sorry for this uncomfortable

The nurse cleans the patient and help him to wear the pant and trousers again.

Nurse : Do you feel comfort right now?
Patient : Yes nurse, thank you for your favor.

Nurse : Most welcome.

5. HELPING URINATE

Patient : Nurse!

Nurse : Yes, sir. Can I help you?

Patient : I think I need to urinate and I don’t strong enough to go to the toilet.

Nurse : Ok, I will help you to urinate in the bed using a pot.

Nurse gets the pot and brings it to patient

Nurse : I’m sorry I need to release your pant.

Then the nurse put the pot.

Patient : I’ve finished nurse, thank you.

Nurse : You’re welcome. Please don’t be hesitate to call me if you need any help.

Patient : Ok, Thank you for your favor.

6. RELEASE THE INFUSE

Nurse : Good morning, sir. How are you today?

Patient : Much better nurse.

Nurse : I think you’ve already known that the doctor allowed you to back home today.

Patient : Yes, that’s the good news for me.

Nurse : for me too, sir. Now, I will release the infuse from your hand, you don’t need it
anymore.

Patient : Please nurse

Nurse : Apologize me if it cause a little pain ( the nurse is doing the procedure).
Nurse : Done sir. A pleasure for us to serve you during this several days.

Patient : thank you nurse, it’s a privilege to get your kindness nurse.

Nurse : very welcome sir, see you in another chance.

Patient : see you.

________________________________________________________________________
_

7. WOUND CARE

Nurse : Good afternoon, sir. We will care your wound to clean it and check the
condition.

Patient : Ok, please nurse

Nurse : Done sir. It don’t show infection signs, we’ll keep it improve.

Patient : thank you.

8. HELPING TAKE A BATH

Nurse : Sir, this is a time for clean your body. Your relatives can help you to take a bath on bed,
or you can get my assist if you want.

Patient : I think, I prefer to get assist from my wife

Nurse : Well, I put the com and water here.

Patient : thank you nurse.

9. GIVING INJECTION

Nurse : It is a time for inject the medicine, ma’am. I will give it by IV drip. (it could be
IM in buttocks or SC or IC (skin), just inform it)

Patient : Yes nurse, please do it gently.

Nurse : Ok, it’s done. Get well soon, ma’am.
10. CHECKING THE VITAL SIGNS
Nurse : Good morning, sir. I’m nurse Okta. Can I help you?
Patient : Yes, I have a bad stomachache.
Nurse : Well, we’ll help you soon. May I know your name, sir?
Patient : John.
Nurse : Please lay on this bad Mr.John. We’ll check your vital signs.
Patient: ok. (While Nurse is checking vital signs, he/she can directly ask about patient identity).
Nurse : Where do you come from Mr.John?
Patient : Netherland.
Nurse : When the first time you feel the ache?
Patient : This morning.
Nurse : Well, I’m going to check your blood pressure, temperature, pulse and breath.
Nurse : Your blood pressure is 150/100, your temp is 390, your pulse 90 times per minute. The
doctor will come soon to check you, please wait here for a minute.
Patient : Thank you for you favor, Nurse.
Nurse : You’re welcome, sir.

11. INFUSING, TAKE BLOOD SAMPLE, SKIN TEST

Nurse : Mr. John, the doctor think you should stay in hospital for several days to get a bed rest
and liquids support. We’ll also need to take your blood sample. Are you ok with it?
Patient : Ok, nurse.
Nurse : I’ll do the procedure now and it may cause a little pain when enter the infuse to your
body and take the blood sample. Do you agree with the procedure?
Patient : Yes, please do it. (The nurse do the procedure)
Nurse : Done. I’ll do a skin test, it’s for know do you have medicine allergic or not.
Patient : Is it cause a pain again?
Nurse : Yes, sir. But it’s ok, it just like an ant stink.
Nurse : We’ve finished. We’ll move you to your room.
Patient : Thank you.
Nurse : Welcome.