You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam bidang kesehatan, serangga mempunyai arti yang sangat penting
karena peranannya sebagai vektor (perantara) dari berbagai penyakit. Penyakit
yang ditularkan oleh vektor ini antara lain penyakit demam berdarah, malaria,
dan filariasis. Ketiga penyakit ini ditularkan dari orang yang satu ke orang
yang lain melalui perantara nyamuk.
Nyamuk adalah serangga yang memiliki dua sayap yang bersisik. Sayap
ini mampu mengepak 1000 kali per menit, tubuh langsing dan mempunyai
enam kaki. Nyamuk memiliki ukuran yang berbeda-beda tetapi jarang sekali
ukurannya melebihi 15 mm. Dalam bahasa Inggeris, nyamuk dinamakan
“Mosquito”, yang berasal dari bahasa Sepanyol atau Portugis yang berarti lalat
kecil yang digunakan sejak tahun 1583. Di negeri Inggris nyamuk dikenal
sebagai gnats. Tercatat lebih dari tiga ribu spesies nyamuk yang beterbangan di
muka bumi ini, baik di tempat yang beriklim panas maupun beriklim dingin.
Meskipun mampu hidup di kutub, sebagian besar nyamuk lebih suka hidup di
daerah yang beriklim tropis dengan kelembaban tinggi seperti di Indonesia.
Peningkatan populasi nyamuk dapat disebabkan oleh perubahan global
yang besar (urbanisasi yang tidak terencana dan pertumbuhan penduduk
bersamaan) dan program kontrol nyamuk yang tidak efektif. Hal ini juga
disebabkan oleh pengelolaan limbah padat yang tidak memadai, meningkatnya
resistensi nyamuk, penurunan jumlah insektisida baru dan akhirnya perluasan
habitat karena pemanasan global dan penyemprotan dengan bahan kimia.
Dari uraian di atas jelaslah bahawa terdapat banyak penyakit yang
disebabkan oleh nyamuk. Untuk itu penting untuk memutuskan siklus hidup
nyamuk di peringkat pupa. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengidentifikasi jenis
pupa nyamuk di lokasi penelitian yang dipilih peneliti yaitu diperairan yang
kotor dan penyakit yang disebabkannya dan cara menghindarinya dari
berkembangbiak

1
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana tempat perkembangbiakkan dari jentik nyamuk Anopheles,
Culex dan Aedes
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum yaitu untuk melihat morfologi dari jentik nyamuk
Anopheles, jentik nyamuk Culex, jentik nyamuk Aedes
1.4 Manfaat Praktikum
Adapun manfaat dari praktikum yaitu memberikan informasi mengenai
morfologi jentik nyamuk Anopheles, jentik nyamuk Culex, jentik nyamuk
Aedes

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Nyamuk
Nyamuk merupakan vektor atau penular utama dari penyakit. Menurut
klasifikasinya nyamuk dibagi dalam dua subfamili yaitu Culicinae yang terbagi
menjadi 109 genus dan Anophelinae yang terbagi menjadi 3 genus. Di seluruh
dunia terdapat lebih dari 2500 spesies nyamuk namun sebagian besar dari
spesies nyamuk tidak berasosiasi dengan penyakit virus (arbovirus) dan
penyakitpenyakit lainnya. Jenis–jenis nyamuk yang menjadi vektor utama, dari
subfamili Culicinae adalah Aedes sp, Culex sp, dan Mansonia sp, sedangkan
dari subfamili Anophelinae adalah Anopheles sp.
Semua jenis nyamuk membutuhkan air untuk hidupnya, karena larva
nyamuk melanjutkan hidupnya di air dan hanya bentuk dewasa yang hidup di
darat. Telur nyamuk menetas dalam air dan menjadi larva. Nyamuk betina
biasanya memilih jenis air tertentu untuk meletakkan telur seperti pada air
bersih, air kotor, air payau, atau jenis air lainnya. Bahkan ada nyamuk yang
meletakkan telurnya pada axil tanaman, lubang kayu (tree holes), tanaman
berkantung yang dapat menampung air, atau dalam wadah bekas yang
menampung air hujan atau air bersih.
Telur nyamuk menetas dalam air dan menjadi larva. Larva nyamuk hidup
dengan memakan organisme kecil, tetapi ada juga yang bersifat sebagai
predator seperti larva Toxorhynchites sp yang memangsa jenis larva nyamuk
lain yang hidup dalam air. Kebanyakan nyamuk betina menghisap darah
manusia atau hewan lain seperti kuda, sapi, babi, dan burung dalam jumlah
yang cukup sebelum perkembangan telurnya. Namun ada jenis nyamuk yang
bersifat spesifik dan hanya menggigit manusia atau mamalia. Nyamuk jantan
biasanya hidup dengan memakan cairan tumbuhan.
Tingkah laku dan aktivitas nyamuk pada saat terbang dan menghisap darah
berbeda-beda menurut jenisnya. Ada nyamuk yang aktif pada waktu siang hari
seperti Aedes sp dan aktif pada waktu malam hari seperti Anopheles sp dan
Culex sp.

3
1. Culex
Nyamuk culex berwarna agak coklat dengan ukuran lebih besar
dibandingkan nyamuk Aedes dan Anopheles. Biasanya nyamuk culex
hidup di air kotor dan mencari mangsa pada siang dan malam hari dengan
posisi hinggap mendatar. Gigitan nyamuk culex kadang menimbulkan rasa
perih dan kadang tidak. Pada segmen ke delapan culex tidak terdapat como
scale, namun culex memiliki scutellum yang terdiri dari 3 lobus, palpi
yang terlihat yang ukurannya lebih pendek dari pada proboscis, serta sayap
yang tidak bernoda. Telur nyamuk culex diletakkan terikat seperti rakit dan
tidak memiliki pelampung. Setelah menjadi larva, dalam keadaan istirahat
larva culex sejajar dengan permukaan air, dimana sebagian kecil tubuhnya
kontak dengan permukaan air.
2. Aedes
Nyamuk aedes yaitu hitam dan sejajar saat hinggap. Nyamuk aedes
ini jika menggigit meninggalkan rasa perih. Saat terbang tidak
mengeluarkan bunyi. Mencari mangsa pada pagi hari pukul 09.00-10.00
dan petang pada pukul 16.00-18.00. Tempat berkembangbiaknya pada air
jernih, sayap tidak bernoda. Pada nyamuk aedes ini memiliki gelang pada
perut, dada, dan kaki. Aedes memiliki scutellum 3 lobus. Pada abdomen
terakhir pulpilli tidak jelas. Proboscis (alat tusuk/hisap) lebih panjang dari
pada palpi.
3. Anopheles
Nyamuk anoplehes yaitu agak hitam, Posisi saat hinggap
menungging. Pada saat menggigit tidak perih, saat terbang tidak berbunyi,
mencari mangsa pada malam hari, tempat berkembangbiak pada air payau
(asin/tawar) dan sawah. Pada sayap terdapat noda-noda, memiliki
scutellum tanpa lobus. Pupilli pada abdomen terakhir tidak jelas (Susanti,
2014).
2.2 Morfologi Larva Nyamuk Berdasarkan Spesies
1. Aedes sp
Larva nyamuk Aedes sp menggantungkan tubuhnya dengan membentuk
sudut terhadap permukaan air. Larva Aedes sp memiliki ciri – ciri yaitu

4
memiliki 2-3 deret comb scale, mempunyai rambut siphon satu kelompok,
pendek dan gemuk untuk alat pernapasan. Pada segmen kepala, larva Aedes
sp memiliki 2-4 cabang midfrontal hairs dan inner frontal hairs dan juga
tidak memiliki rambut palma.
2. Anopheles sp
Larva nyamuk Anopheles sp tidak memiliki siphon sehingga Larva
Anopheles sp menggantungkan dirinya sejajar dengan permukaan air,
tetapi memiliki stigmen plate atau spirakel untuk lata pernapasan pada
pasterior abdomen. Memiliki rambut palma (rambut kipas) disegmen
abdomen dan juga posisi beristirahat sejajar dengan permukaan air.
3. Culex sp
Larva nyamuk Culex sp menggantungkan tubuhnya dengan membentuk
sudut terhadap permukaan air. Larva Culex sp memiliki ciri – ciri yaitu
memiliki 4 deret comb scale, mempunyai rambut siphon lebih dari satu
kelompok, dengan panjang 5-6x lebar basal. Diatas siphon terdapat 4- 5
pasang siphonic tufts dan memiliki kurang dari 4 pecten. Pada segmen
kepala, larva Culex sp memiliki 5-7 cabang midfrontal hairs dan 4-8
cabang inner frontal hairs dan juga tidak memiliki rambut palma (rambut
kipas) di segmen abdomen (Susanti, 2014).
2.3 Morfologi Nyamuk Dewasa Berdasarkan Spesies
2.3.1 Anopheles
Nyamuk memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, memiliki kaki
panjang dan merupakan serangga yang memiliki sepasang sayap
sehingga tergolong pada Ordo Diptera dan Famili Culicidae. Nyamuk
dewasa berbeda dari Ordo Diptera lainnya karena nyamuk memiliki
proboscis yang panjang dan sisik pada bagian tepi dan vena sayapnya.
Tubuh nyamuk terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, dada dan perut.
Nyamuk jantan berukuran lebih kecil daripada nyamuk betina. Nyamuk
memiliki sepasang antena berbentuk filiform yang panjang dan langsing
serta terdiri atas lima belas segmen. Antena dapat digunakan sebagai
kunci untuk membedakan kelamin pada nyamuk dewasa. Bulu antena
nyamuk jantan lebih lebat daripada nyamuk betina. Bulu lebat pada

5
antena nyamuk jantan disebut plumose sedangkan pada nyamuk betina
yang jumlahnya lebih sedikit disebut pilose.
Palpus dapat digunakan sebagai kunci identifikasi karena ukuran
dan bentuk palpus masing-masing spesies berbeda. Sepasang palpus
terletak diantara antena dan proboscis. Palpus merupakan organ sensorik
yang digunakan untuk mendeteksi karbon dioksida dan mendeteksi
tingkat kelembaban. Proboscis merupakan bentuk mulut modifikasi
untuk menusuk. Nyamuk betina mempunyai proboscis yang lebih
panjang dan tajam, tubuh membungkuk serta memiliki bagian tepi sayap
yang bersisik.
Pada stadium dewasa palpus nyamuk jantan dan nyamuk betina
mempunyai panjang yang hampir sama dengan panjang probosisnya.
Perbedaannya adalah pada nyamuk jantan ruas palpus bagian apikal
berbentuk gada (club form), sedangkan pada nyamuk betina ruas tersebut
mengecil. Sayap pada bagian pinggir (costa dan vena I) ditumbuhi sisik –
sisik sayap yang berkelompok membentuk gambaran belang – belang
hitam putih. Bagian ujung sayap tumpul, bagian posterior abdomen tidak
seruncing nyamuk Aedes dan juga tidak setumpul nyamuk Mansonia,
tetapi sedikit melancip. Perut nyamuk tediri atas sepuluh segmen,
biasanya yang terlihat segmen pertama hingga segmen ke delapan,
segmen-segmen terakhir biasanya termodifikasi menjadi alat reproduksi.
Nyamuk betina memiliki 8 segmen yang lengkap, akan tetapi segmen ke
sembilan dan ke sepuluh termodifikasi menjadi cerci yang melekat pada
segmen ke sepuluh. Nyamuk Anopheles dewasa mudah dibedakan dari
jenis nyamuk yang lain, nyamuk ini memiliki dua palpusmaxilla yang
sama panjang dan bergada pada yang jantan. Scutellum bulat rata dan
sayapnya berbintik. Bintik sayap pada Anopheles disebabkan oleh sisik
pada sayap yang berbeda warna (Wisnu, 2013).
2.3.2 Culex
Ciri-ciri nyamuk Culex dewasa adalah berwarna hitam belang-belang
putih, kepala berwarna hitam dengan putih pada ujungnya. Pada bagian
thorak terdapat 2 garis putih berbentuk kurva. Palpus nyamuk betina

6
lebih pendek dari proboscis, sedagkan pada nyamuk jantan palpus dan
proboscis sama panjang. Pada sayap mempunyai bulu yang simetris dan
tanpa costa. Sisik sayap membentuk kelompok sisik berwarna putih dan
kuning atau putih dan coklat juga putih dan hitam. Ujung abdomen
nyamuk culex selalu menumpul (Ariawan, 2014).
2.3.3 Aedes aegypti
Nyamuk Aedes aegypti disebut black-white mosquito, karena
tubuhnya ditandai dengan pita atau garis-garis putih keperakan di atas
dasar hitam. Panjang badan nyamuk ini sekitar 3-4 mm dengan bintik
hitam dan putih pada badan dan kepalanya, dan juga terdapat ring putih
pada bagian kakinya. Di bagian dorsal dari toraks terdapat bentuk bercak
yang khas berupa dua garis sejajar di bagian tengah dan dua garis
lengkung di tepinya. Bentuk abdomen nyamuk betinanya lancip pada
ujungnya dan memiliki cerci yang lebih panjang dari cerci pada nyamuk-
nyamuk lainnya. Ukuran tubuh nyamuk betinanya lebih besar
dibandingkan nyamuk jantan.
Nyamuk dewasa yang baru muncul akan beristirahat untuk periode
singkat di atas permukaan air agar sayap-sayap dan badan mereka kering
dan menguat sebelum akhirnya dapat terbang. Nyamuk jantan dan betina
muncul dengan perbandingan jumlahnya 1:1. Nyamuk jantan muncul
satu hari sebelum nyamuk betina, menetap dekat tempat
perkembangbiakan, makan dari sari buah tumbuhan dan kawin dengan
nyamuk betina yang muncul kemudian. Setelah kemunculan pertama
nyamuk betina makan sari buah tumbuhan untuk mengisi tenaga,
kemudian kawin dan menghisap darah manusia. Umur nyamuk betinanya
dapat mencapai 2-3 bulan (Ardiani. 2013).
2.4 Siklus Hidup Nyamuk
Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera; genera termasuk
Anopheles, Culex, Aedes. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang
langsing, dan enam kaki panjang; antar spesies berbeda-beda tetapi jarang
sekali melebihi 15 mm. Nyamuk mengalami empat tahap dalam siklus hidup:
telur, larva, pupa, dan dewasa .

7
1. Telur
Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembab atau kolam
yang kering. Pemilihan tempat ini dilakukan oleh induk nyamuk dengan
menggunakan reseptor yang ada di bawah perutnya. Reseptor ini berfungsi
sebagai sensor suhu dan kelembaban. setelah tempat ditemukan, induk
nyamuk mulai mengerami telurnya. Telur-telur itu panjangnya kurang dari
1 mm, disusun secara bergaris, baik dalam kelompok maupun satu persatu.
beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya saling menggabung
membentuk suatu rakit yang bisa terdiri dari 300 telur. Telur berada pada
masa periode inkubasi (pengeraman). inkubasi sempurna terjadi pada
musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya semua hampir
dalam waktu yang sama. Sampai siklus pertumbuhan ini selesai secara
keseluruhan menjadi larva nyamuk.
2. Larva
Larva nyamuk memiliki kepala yang berkembang dengan baik.
Larva bernapas melalui spirakelyang terletak pada segmen perut
kedelapan, atau melalui siphon, dan karena itu harus sering muncul ke
permukaan.. Larva menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk
makan ganggang , bakteri , dan mikro-organisme lain. Mereka menyelam
di bawah permukaan hanya bila terganggu. Larva berenang dengan
gerakan tersentak-sentak dari seluruh tubuh. Larva berkembang melalui
empat tahap, atau instar , setelah itu mereka bermetamorfosis menjadi
kepompong. Pada akhir setiap instar, yang berganti bulu larva, exoskeleton
shedding mereka, atau kulit, untuk memungkinkan pertumbuhan lebih
lanjut.

3. Pupa
Setelah berganti kulit, nyamuk berada pada fase transisi. Fase ini
dinamakan "fase pupa". Pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap
kebocoran pupa. Agar tetap bertahan, sebelum pupa siap untuk perubahan
kulit yang terakhir kalinya, 2 pipa nyamuk muncul ke atas air. pipa itu

8
digunakan untuk alat pernafasan. Kepala dan dada digabung
menjadi cephalothorax dengan perut melengkung di bawahnya.
Seperti halnya larva, pupa harus datang ke permukaan sering untuk
bernapas, yang mereka lakukan melalui sepasang terompet pernafasan
pada cephalothorax tersebut. Selama tahap ini pupa tidak makan. Setelah
beberapa hari, pupa naik ke permukaan air, nyamuk dewasa muncul.
Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga
hanya kakinyalah menyentuh permukaan.
4. Dewasa
Nyamuk memiliki mulut yang disesuaikan untuk menembus kulit
tumbuhan dan hewan. Sementara laki-laki biasanya nektar dan jus
tanaman, wanita perlu mendapatkan gizi dari menghisap darah sebelum
dia dapat menghasilkan telur.
Durasi dari telur menjadi dewasa bervariasi antara spesies dan sangat
dipengaruhi oleh suhu lingkungan.. Nyamuk dapat berkembang dari telur
menjadi dewasa dalam sebagai hanya lima hari, tetapi biasanya 10-14 hari
dalam kondisi tropis. Variasi ukuran tubuh nyamuk dewasa tergantung
pada kerapatan populasi larva dan suplai makanan di dalam air. Panjang
dewasa bervariasi tetapi jarang lebih besar dari 16 mm (0,6 in) , dan berat
sampai dengan 2,5 mg. Semua nyamuk memiliki tubuh langsing dengan
tiga bagian:kepala , dada dan perut.
Nyamuk betina juga akan memakan sumber gula untuk energi tetapi
biasanya memerlukan darah untuk pengembangan telur. Setelah
menghisap darah, nyamuk betina akan beristirahat selama beberapa hari
untuk pematangan telur. Proses ini tergantung pada suhu, namun biasanya
berlangsung 2-3 hari dalam kondisi tropis..
Kepala memiliki mata, banyak-tersegmentasi antena . antena ini
untuk mendeteksi bau host. Pada nyamuk betina, bagian mulutnya
memiliki probosis panjang untuk menembus kulit untuk menghisap darah.
Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur, kebanyakan
nyamuk betina perlu menghisapdarah untuk mendapatkan protein yang
diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian

9
mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Nyamuk betina dari satu
genus,Toxorhynchites, tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar
ini merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.
2.5 Peyakit Yang Ditimbulkan Nyamuk Aedes
Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat
Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat
membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya
disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian
belakang mata.
Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang
penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka
demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung
selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus
banyak berkembang biak di daerah padat penduduk, misalnya di kota-kota
besar beriklim lembap dan hangat.
Masalah penyakit demam dengue biasanya dialami oleh negara-negara
subtropis dan tropis, termasuk Indonesia. Diperkirakan ada seratus juta
kasus demam dengue yang terjadi pada tiap tahunnya di dunia, bahkan
ribuan orang di antaranya terjangkit dalam waktu singkat akibat wabah
penyakit ini (Herdiana,2015).

10
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Alat
1. Objek glass
2. Mikroskop
3.2 Bahan
1. Sampel nyamuk
2. Kloroform
3.3 Prosedur Kerja
1. Membius sampel nyamuk dengan larutan kloroform
2. Letakkan diatas objek glass
3. Amati dibawah mikroskop

11
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Gambar Keterangan

Nyamuk Aedes aeypti
memiliki ciri – ciri : nyamuk
dewasa mempunyai panjang
kurang lebih 3 -4 mm. Bagian
tubuhnya terdiri dari kepala,
dada ( toraks ) dan perut (
abdomen ). Memiliki warna
dasar hitam dengan bintik –
bintik putih terdapat diseluruh
tubuhnya dan di kaki akan
terbentuk cincin.

4.2 Pembahasan
Pada praktikum ini, praktikan melihat morfologi dari nyamuk. Berdasarkan
hasil praktikum didapatkan nyamuk aedes aeypti dengan ciri – ciri : nyamuk
dewasa mempunyai panjang kurang lebih 3 -4 mm. Bagian tubuhnya terdiri
dari kepala, dada ( toraks ) dan perut ( abdomen ). Memiliki warna dasar hitam
dengan bintik – bintik putih terdapat diseluruh tubuhnya dan di kaki akan
terbentuk cincin.
Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue
penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga
merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya.
Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di
seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, A. aegypti merupakan
pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan
siklus persebaran dengue di desa dan kota. Mengingat keganasan penyakit
demam berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-

12
cara mengendalikan jenis ini untuk membantu mengurangi persebaran penyakit
demam berdarah.
Tempat perindukan Aedes aegypti dapat dibedakan atas tempat perindukan
sementara, permanen, dan alamiah. Tempat perindukan sementara terdiri dari
berbagai macam tempat penampungan air (TPA) yang dapat menampung
genangan air bersih. Tempat perindukan permanen adalah TPA untuk
keperluan rumah tangga dan tempat perindukan alamiah berupa genangan air
pada pohon.
Nyamuk Aedes aegypti dewasa memiliki ukuran sedang dengan tubuh
berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan gari-
garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya tampak dua garis
melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri dari spesies ini.
Sisik-sisik pada tubuh nyamuk pada umumnya mudah rontok atau terlepas
sehingga menyulitkan identifikasi pada nyamuk-nyamuk tua (Nursakinah,
2008). Nyamuk ini hidup di dalam dan di sekitar rumah. Nyamuk betina lebih
menyukai darah manusia (anthropophilic) daripada darah binatang. Nyamuk
ini memiliki kebiasaan menghisap darah pada jam 08.00-12.00 WIB dan sore
hari antara 15.00-17.00 WIB. Kebiasaan menghisap darah ini dilakukan
berpindah-pindah dari individu satu ke individu lain.
Nyamuk ini berpotensi untuk menularkan penyakit demam berdarah dengue
(DBD). DBD adalah suatu penyakit yang ditandai dengan demam mendadak,
perdarahan baik di kulit maupun di bagian tubuh lainnya serta dapat
menimbulkan syok dan kematian.

13
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Nyamuk culex dapat berkembang biak di berbagai macam kondisi
lingkungan perairan. Berbeda dengan nyamuk aedes yang hanya bisa
berkembang biak di perairan yang cukup bersih dan tidak beralaskan tanah.
Sedangkan perkembangbiakan nyamuk anopheles bisa terjadi mulai dari
perairan payau, perairan yang mendapat sinar matahari langsung, hingga
perairan yang menggenang.
5.2 Saran
Pada saat meletakkan jentik nyamuk pada kaca objek, praktikan diharapkan
agar berhati-hati agar bagian tubuh dari jentik nyamuk tidak rusak

14
DAFTAR PUSTAKA

Herdiana, Agus.2015. Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti. http://informasi
kesling.blogspot.com/2015/03/siklus-hidup-nyamuk-aedes-aegypti.html.
Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018

Herdiana, Agus.2016. Siklus Hidup dan Morfologi Anopheles sp.http://informasi
kesling.blogspot.com/2016/05/siklus-hidup-dan-morfologi-anopheles-
sp.html. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018

Nana, Merdiana.2017. LAPORAN HASIL PRAKTKIKUM PENGAMBILAN
SAMPEL JENTIK NYAMUK. https://www.academia.edu/35502114/
LAPORAN_HASIL_PRAKTKIKUM_PENGAMBILAN_SAMPEL_NYA
MUK. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018

Pasiga, Nathan.2013. Pengertian nyamuk secara umum. lab-anakes.blogspot.com
/2013/04/pengertian-nyamuk-secara-umum.html.

Putu, Ariawan.2014. Nyamuk Culex.http://ariawanputu2.blogspot.com/2014/04
/nyamuk-culex-entomologi.html. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018

Ulie.2010. AEDES AEGYPTI . http://kireyellow.blogspot.com/2010/04/aedes-
aegypti.html. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018

Yulia.2014. PENYAKIT NYAMUK CULEX SP . http://penyakitnyamukculexsp.
blogspot.com/2014/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html. Diakses pada tanggal
30 Oktober 2018

15