You are on page 1of 6

Nama : Lina Dewi Khanifatulaila

NIM : 3311161015
Kelas :A

Resume jurnal “Analisis Kualitatif Parasetamol Pada Sediaan Jamu


Serbuk Pegal Linu Yang Beredar Di Purwokerto”

A. Pendahuluan
Sebagian masyarakat saat ini memilih menggunakan obat tradisional (jamu)
dalam mengatasi gangguan kesehatannya. Melihat cukup besarnya permintaan
masyarakat akan jamu, banyak produsen yang memanfaatkan kesempatan ini
dengan memproduksi berbagai macam produk unggulan mereka.
Banyaknya produk jamu tersebut membuat pemerintah kesulitan melakukan
pengawasan secara rutin. Hal tersebut memberi celah adanya kemungkinan
kecurangan yang dilakukan oleh sebagian produsen yang kurang baik seperti
misalnya penambahan bahan kimia obat dengan tujuan agar jamu yang
dikonsumsi segera dirasakan efeknya oleh konsumen sehingga akan menyebabkan
tingginya permintaan.
Salah satu bahan obat yang memiliki efek analgetik adalah parasetamol. Oleh
karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya parasetamol
pada beberapa produk jamu serbuk pegal linu khususnya yang beredar di
Purwokerto.

B. Metode Penelitian
 Bahan : Produk jamu serbuk pegal linu dengan berbagai merk,
baku parasetamol, kalium hidroksida (KOH) etanolik 10%, kloroform,
etil asetat, ferri klorida (FeCl3), plat KLT silika gel F254.
 Alat : Bejana KLT, neraca analitik (Shimadzu), seperangkat alat
Soxhlet, lampu dan alat-alat gelas yang dipakai dalam laboratorium
kimia analisis.
C. Cara kerja
 Pengambilan Sampel
Sampel dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa warung jamu
di Purwokerto. Diambil sebanyak 8 sampel jamu pegal linu dengan
berbagai merk.
 Persiapan Bahan (Ekstraksi)
Sampel jamu (30 gram) diekstraksi dengan menggunakan metode
Soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak cair disisihkan
sebanyak 3 mL dan dimasukkan ke dalam flakon. Sisa ekstrak cair
ditambah 10 mL KOH etanolik 10% kemudian disaring menggunakan
glasswool. Hasil saringan diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental
untuk analisis lebih lanjut.
Pembuatan larutan baku parasetamol larutan dibuat dengan
menimbang 10 mg baku parasetamol dan dilarutkan dengan etanol
96% sampai volume 50 mL.
 Analisis Kualitatif dengan KLT
Larutan uji ditotolkan pada fase diam lempeng KLT Silike gel
F254 berukuran 3x10 cm, demikian juga dengan larutan baku
parasetamol dengan jarak 1,5 cm dari tepi bawah lempeng. Kemudian
lempeng KLT tersebut dimasukkan ke dalam bejana kromatografi
yang berisi fase gerak kloroform : etil asetat (6 : 4). Elusi dilakukan
sampai batas yang telah ditentukan kemudian lempeng dikeluarkan
dan dikering anginkan.
Deteksi bercak dilakukan dengan pengamatan di bawah lampu UV
254 nm dan 365 nm serta dengan direaksikan dengan FeCl3. Bercak
yang muncul dihitung nilai Rf nya dan dibandingkan antara Rf bercak
sampel dan Rf baku parasetamol.

D. Hasil dan Pembahasan


Analisis kualitatif parasetamol pada sediaan jamu merupakan uji identifikasi
parasetamol yang dimungkinakan terdapat dalam sediaan obat tradisional.
Menurut perundang-undangan jelas bahwa tidak diperkenankan di dalam sediaan
obat tradisional (jamu) terkandung bahan kimia obat seperti parasetamol.
Sebelum dilakukan identifikasi parasetamol pada sediaan jamu, terlebih
dahulu dilakukan ekstraksi dengan metode Soxhletasi. Ekstraksi ini bertujuan
untuk memisahkan parasetamol yang mungkin ada dalam jamu dengan bahan lain.
Metode Soxhletasi dipilih karena metode ini banyak digunakan, sesuai untuk
skala laboratorium, jumlah pelarut yang digunakan sedikit, tidak terjadi kejenuhan
sehingga hasil ekstraksi akan optimal. Namun demikian, metode ini memiliki
kekurangan yaitu waktu yang dibutuhkan untuk ekstraksi cukup lama.
Pelarut yang digunakan untuk ekstraksi adalah etanol 96%. Proses ekstraksi
dilakukan sampai larutan yang mengisi Soxhlet tidak berwarna. Untuk identifikasi
digunakan metode KLT yang merupakan metode pemisahan fisikokimia. Lapisan
yang memisahkan terdiri atas butir-butir (fase diam), ditempatkan pada
penyangga berupa pelat gelas, logam atau lapisan yang cocok. Campuran yang
akan dipisahkan berupa larutan yang ditotolkan berupa bercak. Setelah pelat atau
lapisan dimasukkan dalam bejana tertutup rapat yang berupa larutan (fase gerak)
yang cocok.
Pemisahan dan identifikasi dengan KLT digunakan fase diam silika gel F254
dan fase gerak kloroform : etil asetat (6 : 4). Untuk menampakkan bercak
dilakukan pengamatan di bawah lampu UV 254 dan 365 nm, serta dilakukan
dengan reaksi semprot FeCl3.
Berdasarkan hasil identifikasi kromatogram nilai Rf pada parasetamol
terdeteksi berkisar antara 63-64, sedangkan bercak kedelapan sampel tidak
memiliki nilai Rf dan warna yang sama dengan bercak baku parasetamol.

E. Kesimpulan
Setelah dilakukan penelitian terhadap delapan sampel jamu serbuk pegal linu
yang beredar di Purwokerto dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis
Tipis maka dapat disimpulkan bahwa dalam kedelapan sampel tersebut tidak
terdeteksi mengandung bahan kimia obat khususnya parasetamol.
Nama : Lina Dewi Khanifatulaila
NIM : 3311161015
Kelas :A

Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif Sediaan Farmasi

A. Sediaan padat tablet CTM (Farmakope IV halaman 211)


1) Analisis kualitatif
Timbang sejumlah serbuk tablet setara dengan 25 mg
klorfeniramin maleat. Larutkan dengan 20 ml larutan asam klorida
P (1 dalam 100). Basakan masing-masing larutan dengan natrium
hidroksida P hingga pH 11. Ekstraksi dua kali dengan 50 ml
heksana p. kumpulkan masing-masing ekstrak heksana dalam gelas
piala, dan uapkan sampai kering. Dispersikan masing-masing sisa
dalam minyak mineral dan tetapkan spectrum serapan inframerah
pada panjang gelombang antara 2 jam dan 12 jam: menunjukkan
maksimum hanya gelombang yang sama.
2) Analisis kuantitatif
Larutan uji timbang dan serbukkan tidak kurang dari 20 tablet.
Timbang serbuk tablet setara dengan 4 mg klorfeniramin maleat.
Pindahkan ke dalam corong pisah 125 ml. ke dalam corong pisah
ditambahkan 20 ml asam klorida P (1 dalam 100)dan kocok kuat
selama 5 menit. Tambahkan 20 ml heksana P, kocok hati-hati,
saring larutan asam ke dalam corong pisah 125 ml kedua. Kocok
lapisan heksana dua kali dengan 10 ml larutan asam klorida P (I
dalam 100). Sring tiap lapisan asam ke dalam corong pisah kedua
buang lapisan heksana. Pada ekstrak asam tambah 10 ml natrium
hidroksida LP dan 50 ml leter P, kocok hati-hati pindahkan lapisan
air ke corong pisah ketiga berisi 50 ml heksana P. kocok corong
pisah ketiga hati-hati, buang lapisan air, cuci larutan heksana pada
corong pisah kedua dan ketiga dengan 20 ml air, buang lapisan air.
Ekstraksi kedua larutan heksana masing-masing dengan 20ml, dan
5 ml larutan asam klorida P (1 dalam 100). Lakukan ekstraksi pada
corong pisah ketga lalu kedua, campurkan ekstrak asam dan
encerkan 10 ml larutan uji dengan larutan asam klorida P (1 dalam
100) hingga 25 ml. ukur larutan baku dan larutan uji pada panjang
𝐴𝑢
gelombang 264 nm dan hitung kadar. Rumus: C ( )
𝐴𝑠

B. Sediaan semisolid krim hidrokortison asetat (Farmakope IV halaman 437)


1) Analisis kualitatif
 Larutan uji : 1 g krim tambahkan 40 ml campuran
aseonitril P 35% dengan methanol kocok ad larut. Pada 20 ml
larutan tambahkan isooktana P campur biarkan memisah
gunakan lapisan bawah.
 Larutan baku : hidrokortison asetat BPFI 250 µg per ml
methanol P.
Totolkan masing-masing larutan uji dan larutan baku gunakan
lempeng kromatgrafi yang telah dipanaskan pada suhu 105°C
selama 10 menit dan dinginkan. Elusi dengan etil asetat P : toluene
P : aseton P (140 : 40 :13)
2) Analisis kuantitatif
 Fase gerak : butyl klorida P : butyl klorida P jenuh air :
tetrahidrofuran P : asam asetat glasial P (475:475:70:35:30)
 Larutan baku : timbang hidrokortison asetat BPFI,
larutkan dalam larutan baku internal hingga kadar 0,1 mg/ml
 Larutan uji : timbang krim hidrokortison asetat 25 mg,
tambahkan 100 ml fase gerak, kocok hingga larut. Pindahkan
10 ml larutan dan tambahkan 15 ml fase gerak, campur.
Suntikkan larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf, ukur
𝑅𝑢
respon puncak utama. Rumus: 100C ( )
𝑅𝑠

C. Sediaan cair suspense oral parasetamol (Farmakope IV halaman 651)


1) Analisis kualitatif
i. Jika dipanaskan denga kuat akan menyala dan terjadi
pengarangan
ii. Panaskan 500 mg dalam tabung reaksi bersama belerang
bobot sama. Campuran akan mengaluarkan hydrogen
sulfide dan menjadi hitam sebagai hasil terbebasnya
karbon.
2) Analisis kuantitatif
 Fase gerak : air : methanol P (3:1)
 Larutan baku : timbang parasetamol larutkan dengan fase
gerak hingga kadar 0.01 mg/ml
 Larutan uji : ukur suspense setara 100 mg parasetamol,
masukkan dalam labu 200 ml tambahkan 100 ml fase gerak.
Kocok 10 menit, encerkan dengan fase gerak sampai tanda.
Saring, buang 10 ml filtrate pertama.
Suntikkan larutan baku dan larutan uji secara terpisah sebanyak 10
µl ke dalam kromatograf. Rekam kromatograf ukur respons puncak
𝑇𝑢
utama. Rumus: 10.000C ( 𝑇𝑠 )