You are on page 1of 4

Prinsip pelumasan

Pelumasan atau Oli adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari sebuah mesin/engine baik pada
kendaraan atau industri. Tanpa pelumas, mesin secanggih apapun pasti tidak akan bekerja. Jika di
konotasikan pada tubuh manusia adalah darah. Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja sebuah
mesin baik otomotif maupun Industri. Salah memilih pelumas bisa berakibat fatal. Bila mutu pelumas
jelek dan tercemar, mesin bisa rontok dalam waktu dekat. Pemilihan dan penggunaan pelumas yang
tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin.

Mengapa mesin sangat membutuhkan pelumasan ?

Jawaban yang paling sederhana adalah untuk mengatasi gesekan. Dua permukaan logam yang bergerak
satu sama lain mempunyai gesekan. Fungsi pelumas adalah “Memisahkan” dua permukaan logam yang
saling bergesekan agar keausan dapat dikurangi. Jika tidak ada pelumas mesin bisa rontok atau rusak.

Fungsi Pelumas

Mendinginkan Mesin dengan cara menyalurkan panas akibat gesekan dan pembakaran.

Membersihkan mesin dengan mengangkut kotoran dan elemen logam yang kemudian akan disaring
oleh filter oli.

Memaksimalkan kompresi dann mempertahankan tekanan dengan jika tekanan yang hilang terlalu
besar pembentukan seal(lapisan pelumas) yang tidak baik, mesin akan kehilangan tenaga sehingga
konsumsi bahan bakar meningkat (boros biaya)

Oleh karena itu pelumas adalah hal vital bagi bidang otomotif maupun industri sehingga memacu para
ahli untuk tak hentinya berusaha menciptakan formula yang dapat menghasilkan suatu pelumas
berkualitas tinggi.

Dulu selama berabad – abad, orang menggunakan lemak binatang untuk mengurangi gesekan pada
bantalan gerobak atau kereta pengangkut. Kemudian seratus belakangan ini sejak ditemukannya minyak
bumi, perkembangan pelumasan memasuki era baru. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi
mesin otomotif dan industri saat ini yang menuntut kecepatan mesin yang lebih tinggi.

Mesin – mesin modern saat ini menghasilkan tenaga lebih besar, kapasitas tampung minyak pelumas
didalam mesin lebih kecil, temperatur operasi mesin lebih tinggi dan menuntut interval penggantian
pelumas yang lebih lama.

Fungsi Pelumas

Mengendalikan gesekan
Mencegah keausan

Mendinginkan mesin

Mencegah korosi

Memelihara mesin tetap bersih

Memaksimalkan kompresi, mempertahankan tekanan

Gesekan dan Keausan

Gesekan : hambatan yang menahan gerakan pada dua permukaan yang saling berkontak dan bergerak
relatif

Akibat dari gesekan : timbul keausan, kehilangan energi, timbul getaran (bunyi)

Keausan : Proses hilangnya sebagian material dari salah satu atau kedua permukaan yang saling
berkontak dan dan bergerak relatif

Akibat keausan : mengurangi umur pakai mesin, mengurangi kinerja mesin

BAHAN DASAR

Base Oil, yang didapat dari crude oil (minyak mentah)

Tapi tidak semua crude oil bisa diolah menjadi base oli untuk bahan dasar pelumas.

Untuk mendapatkan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan mesin, kedalam base oil
ditambahkan zat Aditif

Aditif adalah senyawa senyawa kimia dalam formulasi tertentu yang ditambahkan ke dalam base oli
untuk mendapatkan pelumas sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Komposisi 80 % base oil, 20 % aditif

Fungsi Aditif > Membersihkan mesin

Mengurangi gesekan

Meminimalkan keausan

Mencegah karat

Meningkatkan indeks kekentalan pelumas ( tetap mengalir pada suhu rendah dan tidak encer suhu
ringan)
MEMILIH PELUMAS

Tingkat Mutu dan kekentalannya

Saat ini banyak sekali jenis dan merk pelumas yang beredar di pasar, dengan menawarkan kelebihannya.
Sehingga pengguna pelumas bingung memilih pelumas yang sesuai kebutuhan mesinnya.

Sayangnya, biasanya pemilik kendaraan pasrah saja dan mempercayakan urusan ini kepada mekanik
karena pemilik kendaraan tidak memahami dasar penggunaan pelumas.

Lalu bagaimana cara memilih pelumas yang sesuai dengan kendaraan kita ?

Kenali terlebih dahulu mesin yang kita gunakan, spesifikasi apa yang direkomendasikan untuk mesin-
mesin diesel seperti truk atau angkutan umum berbeda pelumasnya dengan mesin bensiin.

Sehingga ada pelumas yang dirancang khusus untuk mesin bensin dan ada pula mesin diesel.

Misal SG/CD ( kode Ganda)

SG untuk mesin bensin CD untuk mesin diesel

Penyebutan SG terlebih dahulu bahwa pelumas tersebut lebih diutamakan untuk mesin bensin.

Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja mesin, baik otomotif maupun Industri.

Pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan
sebuah mesin

Klasifikasi MUTU PELUMAS ( API SERVICE)

Tingkat Kekentalan Pelumas ( SAE)

API ( American Petroleum Institute) Lembaga resmi amerika yang diakui seluruh dunia, yang membuat
kategori pelumas sesuai kinerja mesin

Untuk Bensin ditandai huruf “ S “

SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL

Untuk diesel ditandai huruf “ C “

CA, CB, CC, CD, CE, CF-4 , dan Cl -4

Biasanya setiap mesin, sudah ada spesifikasi oli apa yang harus digunakan dalam buku manual.

Tingkat Kekentalan

Fungsinya untuk mengurangi gesekan dan keausan, dibutuhkan “ lapisan” diantara dua permukaan yang
bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam.
SAE ( Society Of American Engineers)

Monograde ( kekentalan tunggal)

SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90 dll

Multigrade (kekentalan Ganda )

SAE 10 W – 40 , SAE 20 W – 50 dll

Monograde memiliki rentang yang relatif sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. Karena
memiliki satu tingkat kekentalan.

Multigrade memiliki rentang yang luas sehingga flexible beradaptasi terhadap perubahan temperatur.

JASO ( Japanese Automotive Standar Association ) Lembaga di jepang yang mengecek dan menguji
kualitas oli

JASO MA ( sistem kopling basah ) motor biasa oli mesin sekaligus melumasi gearbox

JASO MB ( sistem kopling kering ) motor matic oli untuk gearbox terpisah dengan oli mesin

OLI

Mineral

Shyntentic blend

Full Shyntentic

Mineral digunakan untuk motor keluaran lama yang celah celah mesinnya lebih renggang )

Shyntentic blend digunakan untuk motor tipe baru

Full Shyntentic untuk motor balap, kompresi tinggi, dan performa tinggi