You are on page 1of 3

INSIDEN DAN KESELAMATAN PASIEN

Dewasa ini sering kali terjadi komplain yang berhubungan dengan pelayanan/ perawatan
pasien di rumah-sakit, baik yang meyangkut ketidak puasan pelayanan RS atau masalah yang
berkaitan dengan proses pengobatan yang diterima pasien. Untuk yang terakhir ini seringkali
rumah-sakit harus mengeluarkan biaya yang besar sebagai kompensasi. Andaikata setiap tahun
kasus-kasus seperti ini terus terjadi, mampukah Rumah-sakit menanggung kerugian finansial
dan menurunnya akuntabilitas ? lalu siapa yang bersalah , dokter yang merawat ?, manajemen
rumah-sakit ?
Belajar dari dunia aviasi, dimana keselamatan sudah menjadi prioritas utamanya. Bisa dimaklumi
kerena hal ini erat kaitannya dengan kelangsungan bisnis perusahaan. Laporan insden
penerbangan yang dilaporkan membawa dampak pada penurunan insiden pada masa
mendatang

Data dari Bristish Airways yang dikumpulkan sejak tahun 1994 – 1999 seperti gambar 1.
diatas dapat disimpulkan , semakin banyak laporan insiden yang masuk ternyata insiden yang
terjadi justru menurun. Data statistik didapatkan insiden keselamatan penerbangan adalah 1 :
3.000.000 ( pada tiga juta aktivitas penerbangan terjadi satu accident ), untuk pelayanan
kesehatan rumah-sakit insiden keselamatan yang terjadi adalah 1 : 300 ( dari 300 pasien yang
dirawat di rumah-sakit satu pasien mengalami accident ). Hal ini menggambarkan bahwasanya
bepergian menggunakan pesawat terbang 10.000 kali lebih aman dibandingkan dengan tinggal
di rumah-sakit ( WHO, 2005 )

PENGERTIAN
Laporan insiden keselamatan rumah sakit adalah suatu pelaporan secara tertulis kejadian
yang seharusnya tidak terjadi pada saat pemberian pelayanan / perawatan dilingkungan unit
kerja RSU
Beberapa istilah yang berhubungan dengan istilah ini adalah :
1. Keselamatan / safety
Bebas dari bahaya atau risiko ( hazard )
2. Hazard / bahaya
Adalah suatu keadaan,perubahan atau tindakan yang dapat meningkatkan resiko pada pasien
a. Keadaan
Adalah semua faktor yang berhubungan atau mempengaruhi suatu peristiwa keselamatan
pasien, agent atau personal
b. Agent
Adalah substansi, objek atau sistem yang menyebabkan perubahan
3. Harm / cedera
Dampak yang terjadi akibat ganggunan struktur atau fungsi tubuh dapat berupa fisik,
psikologis dan sosial . yang termasuk harm

/ cedera adalah : penyakit, cedera fisik/psikososial, penderitaan, cacat dan kematian
a. Penyakit / disease
Disfungsi fisik atau psikis
b. Cedera / injury
Kerusakan jaringan yang disebabkan oleh agent /keadaan
c. Penderitaan / suffering
Pengalaman / keadaan yang tidak menyenangkan termasuk nyeri, malaise, mual, muntah ,
depresi, agitasi dan ketakutan
d. Cacad / disability
Segala bentuk kerusakan struktur atau fungsi tubuh , keterbatasan aktivitas dan restriksi
dalam pergaulan sosial yang berhubungan dengan harm / cedera yang terjadi sebelumnya
atau saat ini
4. Keselamatan Pasien / patient safety
Pasien bebas dari harm / cedera yang tidak seharusnya terjadi atau bebas dari harm yang
potensial akan terjadi ( penyakit, cedera fisik / sosial / psikologis, cacad, kematian ), terkait
dengan pelayanan kesehatan
5. Keselamatan pasien RS / Hospital Patient safety
Suatu sistem dimana rumah-sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Hal ini termasuk :
assesmen risiko, Identifikasi dan pengelolaan hal yang nerhubungan dengan risiko pasien;
pelaporan dan analisis insiden; kemampuan belajar dari insiden dan tindaklanjutnya serta
implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Sistem ini mencegah terjadinya
cedera yang diakibatkan melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang
seharusnya diambil.
6. KTD ( Kejadihan Tidak Diharapkan )
Suatu kejadian yg mengakibatkan cedera yang tidak diharapkan pada pasien karena suatu
tindakan (commission) atau karena tidak bertindak (omission), daripada karena penyakit
dasarnya atau kondisi pasien.
7. KNC ( Kejadian Nyaris Cedera )
Suatu kejadian akibat melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tidak melakukan
tindakan yang seharusnya dilakukan (omission), yang dapat mencederai pasien, tetapi cedera
serius tidak terjadi :
a. Diberi obat yang seharusnya kontra indikasi tetapi tidak timbul cedera ( chance )
b. Dosis lethal akan diberikan, diketahui, dibatalkan ( prevention )
c. Diberi obat yang seharusnya kontra indikasi / dosis lethal, tetapi diketahui, dan diberikan
diberikan antidotenya ( mitigation )

KTC ( Kejadian Tidak Cedera )
Kejadian Tidak Cedera, selanjutnya disingkat KTC adalah insiden yang sudah terpapar ke
pasien, tetapi tidak timbul cedera

KPC ( Kejadian Potensi Cedera )
kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi insiden.
8. Kejadian Sentinel
Pemilihan kata “sentinel” terkait dengan keseriusan cedera yang terjadi (mis. Amputasi pada
kaki yg salah, dsb) sehingga pecarian fakta terhadap kejadian ini mengungkapkan adanya
masalah yang serius pada kebijakan & prosedur yang berlaku.
Rumah sakit menetapkan definisi operasional dari kejadian sentinel yang meliputi :
a) Kematian yang tidak diduga dan tidak terkait dengan perjalanan penyakit pasien atau
kondisi yang mendasari penyakitnya (contoh, bunuh diri)
b) Kehilangan fungsi yang tidak terkait dengan perjalanan penyakit pasien atau kondisi yang
mendasari penyakitnya
c) Salah tempat, salah prosedur, salah pasien bedah dan
d) Bayi yang diculik atau bayi yang diserahkan kepada orang yang bukan orang tuanya
9. Medical Error
Kesalahan yang terjadi dalam proses asuhan medis yang mengakibatkan atau berpotensi
mengakibatkan cedera pada pasien. Kesalahan termasuk gagal melaksanakan sepenuhnya
suatu rencana atau menggunakan rencana yang salah untuk mencapai tujuannya. Dapat akibat
melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya
dilakukan (omission).
10. Faktor kontributor
Adalah keadaan, tindakan atau faktor yang mempengaruhi atau berperan dalam
mengembangkan dan atau meningkatkan risiko suatu kejadian ( misalnya pembagian tugas yang
tidak sesuai kebutuhan )
Contoh :
a. Faktor kontributor diluar organisasi ( eksternal )
b. Faktor kontributor didalam organisasi ( internal ) misalnya tidak ada prosedur
c. Faktor kontributor yang berhubungan dengan petugas ( kompetensi, supervise, komunikasi )
d. Faktor kontributor yang berhubungan dengan pasien
11. Analisis akar masulah / root cause analysis ( RCA )
Adalah suatu proses berulang yang sistematik dimana faktor-faktor yang berkontribusi dalam
suatu insiden diidentifikasi dengan merekonstruksi kronologis kejadian menggunakan
pertanyaan “ mengapa / why “ yang diulang-ulang, hingga menemukan akar penyebabnya dan
menjelasnya. Pertanyaan “ mengapa” harus ditanyakan hingga tim investigator mendapatkan
fakta, bukan hasil spekulasi
Semua kejadian sentinel yang sesuai dengan definisi dilakukan evaluasi dengan cara melakukan
RCA. Jika RCA menghasilkan bahwa perbaikan sistem atau tindakan dapat mencegah dan
mengurangi risiko dari kejadian sentinel terulang kembali, maka rumah sakit harus melakukan
rancangan kembali dari proses atau mengambl tindakan-tindakan yang sudah diperbaiki. Sangat
penting diperhatikan bahwa ”kejadian sentinel tidak selalu terkait dengan kesalahan atau
kecenderungan pada sesuatu kasus mediko-legal