You are on page 1of 4

PROSEDUR KHUSUS HECTING LUKA TERBUKA PADA Ny.

S

AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS

DI IGD RS MOEWARDI SURAKARTA

Oleh :

SUCI ABRELIA FITRIYANTI

P.17420613078

PRODI DIV KEPERAWATAN SEMARANG

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

2016
1. Pengertian Prosedur
Penjahitan luka adalah suatu tindakan untuk mendekatkan tepi luka dengan benang
sampai sembuh dan cukup untuk menahan beban fisiologis.

2. Indikasi Prosedur
Setiap luka dimana untuk penyembuhannya perlu mendekatkan tepi luka.

3. Alat Dan Bahan Prosedur
a. Sarung tangan steril
b. Kasa Steril
c. Obat Anastesi local seperti Lidokain ampul
d. Plester / Verban
e. Cairan garam fisiologis (NaCl 0,99%)
f. Larutan antiseptik (providone iodine)
g. Spuit 3 cc atau 5 cc
h. Peralatan penjahitan luka (heating set) : Jarum jahit bedah lengkung, Pinset sirurgis,
Pinset anatomis, Pemegang jarum (needle holder), Klem arteri, Gunting, Benang
catgut, Zyde, Bak instrumen
Jenis Benang Untuk Menjahit Luka Pada Pasien
1. Seide (silk/sutra) ; Bersifat tidak licin seperti sutra biasa karena sudah
dikombinasikan dengan perekat, tidak diserap oleh tubuh. Pada penggunaan disebelah
luar, maka benang harus dibuka kembali. Berguna untuk menjahit kulit, mengikat
pembuluh arteri besar. Ukuran yang sering digunakan adalah nomor 2 nol 3 nol, 1 nol
dan nomor 1.
2. Plain Catgut ; Bersifat dapat diserap tubuh, penyerapan berlangsung dalam waktu 7-
10 hari dan warnanya putih kekuningan. Berguna untuk mengikat sumber pendarahan
kecil, menjahit subcutis dan dapat pula digunakan untuk bergerak dan luas lukanya
kecil. Benang ini harus dilakukan penyimpulan 3 kali karena dalam tubuh akan
mengembang. Bila penyimpulan dilakukan 2 kali saja akan terbuka kembali.
3. Chromic Catgut ; Bersifat dapat diserap oleh tubuh, penyerapannya lebih lama yaitu
sampai 20 hari. Chromic Catgut biasanya menyebabkan reaksi inflamasi yang lebih
besar dibandingkan dengan plain Catgut. Berguna untuk penjahitan luka yang
dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari dan bila mobilitas harus segera
dilakukan.

4. Sistematika Prosedur
a. Memberitahu dan menjelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
b. Mendekatkan alat ke pasien
c. Membantu pasien mengatur posisi sesuai kebutuhan , sehingga luka mudah dirawat.
d. Mencuci tangan
e. Meletakan set angkat jahit di dekat pasien atau daerah yang mudah dijangkau
f. Membuka set angkat jahit secara steril
g. Memakai sarung tangan
h. Membersihkan luka dengan Nacl
i. Membersihkan luka dan debridement jaringan yang rusak.
j. Hacting luka dengan tetap mempertahankan kesterilan
k. Mengolesi sekitar area hacting dengan betadin
l. Menutup luka dengan kasa steril kering dan plester
m. Merapikan pasien
n. Merapikan alat alat
o. Melepas sarung tangan
p. Mencuci tangan
q. Mencatat ke catatan keperawatan
5. Hasil Pelaksanaan Prosedur
Pasien Ny. S dengan luka terbuka pada taktus dextra di lakukan hecting dengan indikasi
resiko infeksi dan perdarahan.
6. Hal – Hal Yang Harus Diperhatikan
a. Cermati dalam menjaga kesterilan
b. Savety nurse , dalam penularan penyakit melalui kontak langsung
c. Tetap menjaga privasi klien
d. Observasi TTV klien jika terjadi ketidakseimbangan balance cairan akibat
perdarahan.