You are on page 1of 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Matematika sebagai salah satu mata pelajaran dasar pada setiap jenjang
pendidikan formal yang memegang peran penting. Matematika merupakan
alat yang dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau
situasi melalui abstrak, idealisasi, atau generalisasi untuk menjadi suatu studi
ataupun pemecahan masalah.
Didalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menjumpai peristiwa atau
kegiatan yang berhubungan dengan Ilmu Matematika. Salah satunya
“Transformasi Geometri”. Transformasi Geometri telah dikenal sejak lama,
dari zaman babilonia, yunani, para ahli aljabar muslim abad ke-9 sampai ke-
15 dan dilanjutkan matematikawan eropa abad ke-18 dua dekade pertama
abad ke-19. Transformasi Geometri digunakan sebagai contoh seseorang
yang berada di escalator. Ketika seseorang berada di escalator, yang berubah
adalah tempat atau posisi orang tersebut tidak berputar, tidak bertambah
tinggi, tidak memendek atau tidak berubah bentuk, namun escalator yang
membawa orang tersebut berpindah dari atas kebawah atau dari bawah ke
atas. Aplikasi yang lainnya bisa kita lihat, seperti ukir-ukiran bali, gapura dan
arsitektur pura di Bali. Matematika selalu identik dengan perhitungan angka-
angka termasuk perkalian, Salah satu materi pada mata kuliah Geometri
Transformasi yeng membahas perkalian secara detail yaitu “Hasil Kali
Transformasi”.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis membuat makalah
tentang “Hasil Kali Transformasi” sebagai salah satu Tugas di Semester
Ganjil.

1.2. Rumusan Masalah
Dalam membuat suatu makalah masalah sangatlah penting karena adanya
masalah akan memberikan penuntun bagi pembahasan selanjutnya, untuk
menentukan suatu masalah hendaknya memberikan petunjuk tentang
pengumpulan data.
Adapun masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah tentang
Hasil Kali Transformasi yang didalamnya memuat teorema dan contoh soal-
soal materi Hasil Kali Transformasi.

1.3. Tujuan
Makalah Transformasi Geometri ini mempunyai tujuan untuk memberikan
pengetahuan kepada membaca mengenai konsep Hasil Kali Transformasi serta
pembahasan

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Hasil Kali Transformasi
Andaikan F dan G dua transformasi, dengan
F :V V
G :V V
Maka komposisi dari F dan G yang ditulis sebagai G o F didefinisikan sebagai:
(G o F) (P) = G[F(P)],  PV
Teorema :
Jika F : V V dan G : V V masing-masing suatu transformasi maka hasil kali H =
GoF:V V adalah juga suatu transformasi.
Bukti :
Akan dibuktikan H = G o F suatu transformasi.
Untuk ini harus dibuktikan dua hal yaitu H surjektif dan H injektif.
1) Akan dibuktikan H surjektif.
Karena F transformasi maka daerah nilai F adalah seluruh bidang V, dan daerah
asal G juga seluruh V sebab G suatu transformasi.
Ambil y  V, apakah ada x sehingga H(x) = y? Akan dibuktikan y = H(x).
Karena G transformasi maka  y V  z V  y = G(z).
Karena F suatu transformasi maka pada z  x  V  z = F(x).
Maka y = G[F(x)] atau y = G o F (x).
Jadi y = H(x).
Jadi H surjektif.
2) Akan dibuktikan H injektif.

Artinya, Jika P ¹ Q maka H(P) ¹ H(Q)  P,Q ε V.

Ambil P,Q ε V dan P ≠ Q. Karena F injektif maka F(P) ≠ F(Q).
Jelas G(F(P)) ≠ G(F(Q)) karena G injektif.
Diperoleh, Jika P ≠ Q maka G(F(P)) ≠ G(F(Q))  P,Q ε V.

Jadi H injektif.
Karena H surjektif dan H injektif maka H suatu transformasi.
Jadi H = G o F suatu transformasi.
Catatan : Dengan jalan yang serupa dapat pula dibuktikan bahwa hasil kali F o G juga
suatu transformasi.

2
2.2. Pembahasan Soal Hasil Kali Transformasi

1). Diketahui : garis-garis g dan h dan titik-titik P,Q dan K.
Lukislah :
a). A = Mg[Mh(P)]
b). B = Mh[Mg(P)]
c). C = Mh[Mh(P)]
d). D = Mg[Mh(K)]
e). R sehingga Mh[Mg(R)] = Q
f). Apakah Mg o Mh = Mh o Mg?

Jawab: A
a).
P

g

Q

h
Mh(P)

P
b).

g

Mg(P)
B h

P = Mh[Mh(P)]

c). g

h
Mh(P)

3
d).
P
K=D
g

Q

H

e). R

P

g

Q

h

Mh(Q)

f). Tidak, sebab terlihat pada nomor (a) dan (b), diperoleh Mg[Mh(P)] ¹ Mh[Mg(P)].

2). Diketahui : T dan S isometri
Selidiki :
a). TS sebuah isometri
b). TS = ST
c). Jika g sebuah garis maka g’ = (TS)( g) juga sebuah garis.
d). Jika g // h dan g’ = (TS)( g), h’ = (TS)( h) maka g’ // h’
Jawab :
a). T dan S adalah isometri-isometri sehingga T dan S adalah suatu transformasi
Berdasarkan teorema “Jika F : V  V dan G : V  V masing-masing suatu
transformasi, maka hasil kali H = G o F : V  V adalah juga suatu
transformasi”, maka TS juga transformasi. Adb apakah TS isometri
Ambil sebarang titik

4
S(A) = A’, S(B) = B’
Karena S isometri sehingga AB = A’B’
T(A’) = A”, T(B’) = B”
TS(A) = T[S(A)] TS(A) = T[S(A)]
= T(A’) = T(B’)
= A” = B”
Karena AB = A”B” sehingga TS sebuah isometri.
Jadi TS adalah suatu isometri.
b). Adb TS = ST
c). Apabila g sebuah garis maka g’ = TS( g) juga sebuah
garis Telah diketahui bahwa TS sebuah isometri
Berdasarkan teorema “sebuah isometri memetakan gari s menjadi
garis” Maka g’ = TS( g) adalah sebuah garis
Jadi pernyataan “jika g sebuah garis maka g’ = TS( g) juga sebuah garis”
benar.
d). Apabila g // h dan g’ = TS( g), h’ = TS( h) maka g’// h’
Karena TS sebuah isometri, berdasarkan teorema “seb uah isometri
mengawetkan kesejajaran dua garis”
Sehingga diperoleh g’// h’ dengan g’ = TS( g), h’ = TS( h), g // h
Jadi pernyataan “Apabila g // h dan g’ = TS( g), h’ = TS( h) maka g’// h’” benar.

3). Diketahui : garis-garis g, h, k dengan g // k
Lukislah :
a). g’ = M h[Mg(g)]
b). g’ = M g[Mh(g)]
c). k’ = M g[Mh(k)]

5
Jawab:
a). g’ = M h[Mg(g)]
g'
h G

k

b). g’ = M g[Mh(g)]
Mh(g)
H g

k

g'

c). k’ = M g[Mh(k)]
Mh(k)
h
g

k'
k

4). Diketahui : padanan S dan T sebagai berikut
Daerah asal S adalah g, S(X) adalah titik tengah AX
Daerah asal T adalah daerah di luar lingkaran l dan T(X) = BX Ç l
Ditanyakan :
a). TS(P)
b). Daerah asal dan daerah nilai TS
c). Apakah ST ada? Jika ya, tentukan daerah asal dan daerah nilainya
Jawab:
a). Ambil P g sehingga S(P) pertengahan AP
TS(P) = T[S(P)]

6
TS(P) perpotongan lingkaran l dengan S(P) B

A
B l

S(P) TS(P)

g
P

b). Karena TS(X) = T[S(X)] berarti daerah asal T adalah S, sementara daerah asal
S adalah g. Jadi, daerah asal TS di g.
Daerah nilai S adalah S(X) yaitu pertengahan AX . Daerah nilai T(X) adalah
BX Ç l , dan untuk TS(X) maka BS(X) Ç l = l
Jadi, daerah nilai TS adalah pada lingkaran l.
c). Ambil sebarang titik P
Maka T(P) di l karena daerah hasil T di l.
S[T(P)] tidak ada karena T(P) l, sementara daerah asal S di g.
Jadi, ST tidak ada

5). Diketahui : dua garis, g  h, Q = g Ç h, dan sebuah titik P g , dan P h
Ditanyakan :
a). Lukislah A = MgMh(P)

b). Selidiki apakah Q titik tengah AP ?
c). Lukislah B = MhMg(P)
Jawab:
a). A = MgMh(P)
g

Mh(P) S A

R h
Q

P

b). Misalkan Mh(P) = P’
Maka PP' memotong h di titik R dan P' A memotong g di titik S
Karena P’ adalah pencerminan dari P maka PR = RP’ d an PP'  h
Karena A adalah pencerminan dari P’ maka P’S = SA d an P' A 
g Karena PP'  h dan g  h maka PP' // g sehingga RP’ = QS
Karena P' A g dan g  h maka P' A // h sehingga P’S = RQ
Perhatikan PRQ dan QSA

7
PR = RP’ dan RP’ = QS maka PR = QS
m(ÐPRQ) = m(ÐQSA) = 90°
RQ = P’S dan P’S = SA maka RQ = SA
Berdasarkan sistem aksioma kekongruenan
Maka DPRQ  DQSA dengan aturan S Sd S
Sehingga PQ = QA
Karena PQ = QA dan PQ PA dan QA PA maka Q tengah-tengah PA
Jadi, titik Q pada pertengahan PA
c). A = MgMh(P)

g B

h

P
Mg(P)

6). Diketahui : h adalah sumbu-X dan g sumbu-Y sebuah sistem sumbu ortogonal
A = (4,-3) dan P = (x,y)
Tentukanlah :
a). Koordinat-koordinat MhMg(A) dan MgMh(A)
b). Koordinat-koordinat MhMg(P)
c). Apakah MhMg dan MgMh?
Jawab:
a). MhMg(A) = Mh[Mg(A)]
= Mh[Mg(4,-3)]
= Mh(-4,-3)
= (-4,3)
= Mg[Mh(4,-3)]
= Mh(4,3)
= (-4,3)

8
b). MhMg(P) = Mh[Mg(x, y)]
= Mh(-x, y)
= (-x,-y)
c). MgMh(P) = Mg[Mh(x, y)]
= Mg(x,-y)
= (-x, -y)
Ternyata MhMg(P) = (-x,-y) = MgMh(P)
Jadi, MhMg(P) = MgMh(P)

7). Diketahui : andaikan g dan h dua garis yang tegak lurus
A, B, C adalah tiga buah titik, sehingga Mg(A) = B dan Mh(A) =
C Ditanyakan : tentukan titik-titik
a). M3g(A) c). MhMgMhMhMg(A)
2 3
b). MhMgMh(A) d). M gM h(A)
Jawab:
Misalkan seperti gambar berikut:

9
G
A(-x,y) B(x,y)

H

C(-x,-y) D(x,-y)

3
a). M g(A) = (MgMgMg)(A) c). MhMgMhMhMg(A)
2
= (MgMg)[Mg(A)] = (MhMgM h)[Mg(A)]
2
= (MgMg)(B) = (MhMgM h)(B)
2
= Mg[Mg(A)] = (MhMg)[M h(B)]
= Mg(A) = (MhMg)(B)
=B = Mh[Mg(B)]
= Mh(A)
=C
2 3 2 2
b). (MhMgMh)(A)= (MhMg)[Mh(A)] d). M gM h(A) = (M gMh)[M h (A)]
2
= (MhMg)(C) = (M gMh)(A)
2
= Mh[Mg(C)] = M g[Mh(A)]
2
= Mh(D) = M g(C)
=B =C

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Definisi Hasil Kali Transformasi:
Andaikan F dan G dua transformasi, dengan
F :V V
G :V V
Maka komposisi dari F dan G yang ditulis sebagai G o F didefinisikan sebagai:
(G o F) (P) = G[F(P)],  PV
Teorema :
Jika F : V V dan G : V V masing-masing suatu transformasi maka hasil kali H =
GoF:V V adalah juga suatu transformasi.

3.2 Saran

Makalah ini dapat digunakan sebagai bahan untuk belajar Hasil Kali
Transformasi agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami
materi.

11
DAFTAR PUSTAKA

Marlangen, Selly. 2013. Transformasi Geometri.
http://sellymarlangen.blogspot.com. Diakses pada tanggal 28
September 2018
Zuliana, Eka. 2015. Mandiri Matematika. Jakarta: Erlangga

12
13