You are on page 1of 5

Kajian Potensi Geopark di Kabupaten Raja Ampat

Josua Ricardo Samosir1
21100115130043
josua.norway@gmail.com
1
Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

ABSTRAK

Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu keunikan bentuklahan yang terbentuk dari proses geomorfologi
ataupun geologi. Hal ini merupakan modal untuk mengembangkan industri pariwisata dengan memanfaatkan
potensi alam dan budaya yang besar. Kabupaten Raja Ampat memiliki beberapa daerah wisata alam yang sudah
lama dibuka namun memerlukan pengelolaan yang tepat agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui tingkat potensi wisata di kabupaten Raja Ampat sebagai
geopark . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kajian daftar pustaka yang berkaitan.
Parameter yang akan dibahas dalam penilitian ini adalah, akses menuju lokasi air terjun, keunikan dan origaniltas
dari air terjun, dan keragaman produk yang disediakan tempat wisata demi kemajuan geopark ini. Dari lokasi
geopark ini memiliki kekurangan dan kelebihan dari geopark daerah ini dan perlu adanya perhatian dari pemerintah
kabupaten Raja Ampat agar dapat memajukan geopark ini sehingga menjadi situs geopark internasional.

Kata kunci : Geosite, Air Terjun Grujug Miri, Analisis Potensial.

Pendahuluan untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan
alam." (UNESCO, 2004)
Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu
Pengertian Geopark bedasarkan yang dijelaskan di
kabupaten di provinsi Papua Barat. Daerah ini
dalam Guideline and Criteria Geopark GGN UNESCO
memiliki setidaknya 610 pulau dan hanya 35 pulau
dapat dipahami melalui beberapa aspek seperti:
yang berpenghuni. Sisanya hanya menjadi pulau yang
1. Sebagai suatu kawasan, Geopark merupakan
kadang digunakan untuk berfoto para wisatawan.
sebuah kawasan yang berisi aneka jenis unsur
Bahkan sebagian pulau belum memiliki nama. Dengan
geologi yang memiliki makna dan fungsi
letak geografis yang strategis akan menjadi daya
sebagai warisan alam.Di kawasan ini dapat
dukung yang memadai dalam rangka menunjang dalam
diimplementasikan berbagai strategi
srtuktur ekonomi dan kepariwisataan lebih baik,
pengembangan wilayah secara berkelanjutan,
kabupaten Raja Ampat memiliki atraksi dan
yang promosinya harus didukung oleh
aksesbilitas yang sangat mendukung dalam
program pemerintah.Sebagai kawasan,
pengembangan pariwisata.
Geopark harus memiliki batas yang tegas dan
nyata.Luas permukaan Geopark-pun harus
Tinjauan Pustaka
cukup, dalam artian dapat mendukung
Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki penerapan kegiatan rencana aksi
unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat pengembangannya.
diajak berperan serta untuk melindungi dan 2. Sebagai sarana pengenalan warisan Bumi,
meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai Geopark mengandung sejumlah situs geologi
arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya. (geosite) yang memiliki makna dari sisi ilmu
Istilah Geopark merupakan singkatan dari "Geological pengetahuan, kelangkaan, keindahan
Park" yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (estetika), dan pendidikan. Kegiatan di dalam
sebagai Taman Geologi atau taman bumi. Geopark Geopark tidak terbatas pada aspek geologi
adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur saja, tetapi juga aspek lain seperti arkeologi,
geologi terkemuka (outstanding) - termasuk nilai ekologi, sejarah, dan budaya.
arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya - 3. Sebagai kawasan lindung warisan Bumi, Situs
di mana masyarakat setempat diajak berperan-serta geologi penyusun Geopark adalah bagian dari
warisan Bumi. Berdasarkan arti, fungsi dan

1
peluang pemanfaatannya keberadaan dan Demu, dan Formasi Fafanlaf. Batu metamorf yang ada
kelestarian situs-situs itu perlu dijaga dan adalah batuan malihan ligu sedangkan batuan beku
dilindungi. terdapat di batuan Gunung Api Batanta dan batuan
4. Sebagai tempat pengembangan geowisata, Gunung Dore. Wilayah ini juga termasuk daerah rawan
Objek-objek warisan Bumi di dalam Geopark gempa karena dilalui sesar Sorong yaitu yang menjulur
berpeluang menciptakan nilai dari daratan Papua bagian Utara menyeberangi Selat
ekonomi.Pengembangan ekonomi lokal Sele dan menuju bagian Utara Pulau Salawati.
melalui kegiatan pariwisata berbasis alam Lebarnya 10 km dan arahnya ke Barat dan Barat Daya
(geologi) atau geowisata merupakan salah satu (SIFATARU, 2010)
pilihan.Penyelenggaraan kegiatan pariwisata
Geopark secara berkelanjutan dimaknai
sebagai kegiatan dan upaya penyeimbangan
antara pembangunan ekonomi dengan usaha
konservasi.
5. Sebagai sarana kerjasama yang efektif dan
efisien dengan masyarakat lokal,
Pengembangan Geopark di suatu daerah akan
berdampak langsung kepada manusia yang
tinggal di dalam dan di sekitar kawasan.
Konsep Geopark memperbolehkan
masyarakat untuk tetap tinggal di dalam
kawasan, yaitu dalam rangka menghubungkan
kembali nilai-nilai warisan Bumi kepada
mereka.Masyarakat dapat berpartisipasi aktif
di dalam revitalisasi kawasan secara
keseluruhan.
6. Sebagai tempat implementasi aneka ilmu
pengetahuan dan teknologi, Di dalam kegiatan
melindungi objek-objek warisan alam dari
Gambar 1. Lokasi Penilitian
kerusakan atau penurunan mutu lingkungan, Ibukota kabupaten Raja Ampat adalah Waisai yang
kawasan Geopark menjadi tempat uji coba terletak di Pulau Waigeo. Waisai dapat dijangkau dari
metoda perlindungan yang
Kota Sorong menggunakan transportasi laut, yaitu
diberlakukan.Selain itu, kawasan Geopark kapal nelayan yang memakan waktu perjalanan 5 jam
juga terbuka sepenuhnya untuk berbagai atau dengan kapal cepat (speed boat) yang memakan
kegiatan kajian dan penelitian aneka ilmu waktu perjalanan 2 jam. Transportasi laut memiliki
pengetahuan dan teknologi tepat-guna. peranan sangat penting untuk Kabupaten Raja Ampat
yang terdiri dari ratusan gugus pulau kecil.
Metodologi
Sistem transportasi di Kabupaten Raja Ampat tidak
Dalam pembuatan paper ini metode yang digunakan terlepas dari peran Pelabuhan Sorong sebagai
adalah dengan studi pustaka dimana menggunakan Pelabuhan Utama. Kegiatan pelabuhan berorientasi ke
data-data yang berasal dari paper, jurnal, dan berbagai Kota Sorong, baik arus penumpang maupun barang.
publikasi geologi dan geowisata. Selain itu, terdapat juga sebagian kecil ke Ternate dan
Ambon. Dari pelabuhan Sorong terdapat pelayaran
Pembahasan internasional (khusus untuk angkutan minyak mentah,
Kondisi geologi Kabupaten Raja Ampat didominasi ikan tuna dan kayu lapis); dan pelayaran nusantara
oleh formasi batuan kapur yang terbentuk pada masa yang meliputi trayek pelayaran nusantara, trayek kapal
kuarter.. Pada umumnya batu gamping tersebut bersifat penumpang, trayek lokal, pelayaran rakyat dan
padat dan mengandung pasir seperti batu gamping angkutan sungai, danau dan ferry.
facet, daram, atkari, zaag, openta, sagewin, dan bogal. Berikut beberapa destinasi di Kabupaten Raja
Jenis batuan lain di wilayah ini adalah batuan sedimen Ampat di mana seringkali dikunjungi:
konglomerat yang komposisinya terdiri dari bahan Pulau Misool
yang tahan lapuk berupa konglomerat aneka bahan. Pulau Misool merupakan salah satu dari empat pulau
Beberapa formasi batuan yang terdapat di wilayah ini besar di Kepulauan Raja Ampat. Misool sendiri terbagi
adalah Formasi Yaben, Formasi Klasafet, Formasi menjadi empat bagian yaitu, Misool Timur, Misool
Waigeo, Formasi Rumai, Formasi Yarefi, Formasi Selatan, Misool Barat dan Misool Utara. Tempat-
2
tempat yang tak boleh terlewat di Misool adalah lempeng ke atas. Peristiwa ini menyebabkan
Puncak Harfat yang terkenal dengan pemandangan sedimentasi sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang
yang sangat indah. Tak jauh dari Puncak Harfat juga mengandung kapur (kalsium karbonat) terangkat dari
terdapat tempat yang cukup indah namanya Puncak dasar laut ke permukaan.
Love di sini kita bisa melihat laguna berbentuk hari
dari atas puncaknya. Selain wisata alam, di sini
wisatawan juga bisa berwisata sejarah melihat dinding
batu karang yang terdapat cap tangan yang
diperkirakan berusia 50 ribu tahun dan memiliki
rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia di
Nusantara.Wisata Raja Ampat ini juga termasuk
daerah segitiga karang dunia. Jadi tak heran jika di sini
banyak ditemui ikan-ikan yang begitu cantik dan ramai
oleh wisatawan yang memburu pemandangan dasar
laut. Apalagi Misool bagian selatan terdapat laut lepas
yang memiliki fauna laut yang besar seperti lumba-
lumba, paus dan pari manta. Proses terbentuknya lokasi
wisata ini berlangsung selama jutaan tahun melalui
peristiwa yang melibatkan faktor-faktor geologi,
fisika, kimia, dan biologi. Karstifikasi diawali dengan Gambar 3. Pulau Wayag
pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis. Pulau Piaynemo
Pergerakan lempeng bumi tersebut menyebabkan Banyak orang bilang Kepulauan Pianemo adalah
lempeng saling bertabrakan dan menghasilkan gaya miniaturnya Pulau Wayag. Hal ini tak lain tak bukan
tektonik yang mendorong sebagian lempeng ke atas. karena pemandangan di pulau ini memang sangat mirip
Peristiwa ini menyebabkan sedimentasi sisa-sisa dengan Pulau Wayag. Tapi bedanya di sini wisatawan
tumbuhan dan hewan yang mengandung kapur harus berjuang naik ke pulau kecil untuk bisa melihat
(kalsium karbonat) terangkat dari dasar laut ke keindahan kepulauan ini. Proses terbentuknya lokasi
permukaan. wisata ini berlangsung selama jutaan tahun melalui
peristiwa yang melibatkan faktor-faktor geologi,
fisika, kimia, dan biologi. Karstifikasi diawali dengan
pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis.
Pergerakan lempeng bumi tersebut menyebabkan
lempeng saling bertabrakan dan menghasilkan gaya
tektonik yang mendorong sebagian lempeng ke atas.
Peristiwa ini menyebabkan sedimentasi sisa-sisa
tumbuhan dan hewan yang mengandung kapur
(kalsium karbonat) terangkat dari dasar laut ke
permukaan.

Gambar 2. Pulau Misool
Pulau Wayag
Di sini kita bisa melihat gugusan pulau yang berjajar
berwarna hijau dengan warna laut yang biru bersih.
Benar-benar indah. Bahkan karena keindahannya,
Pulau Wayag menjadi ikon wisata Raja Ampat. Proses
terbentuknya lokasi wisata ini berlangsung selama
Gambar 4. Pulau Piaynemo
jutaan tahun melalui peristiwa yang melibatkan faktor-
Pulau Kri
faktor geologi, fisika, kimia, dan biologi. Karstifikasi Wisata Raja Ampat ini berada di Yenbuba, Meos
diawali dengan pergerakan lempeng bumi yang
Mansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Di sini
bersifat dinamis. Pergerakan lempeng bumi tersebut wisatawan dapat menemukan 374 spesies ikan dalam
menyebabkan lempeng saling bertabrakan dan
satu penyelaman saja. Di sini ada banyak barakuda,
menghasilkan gaya tektonik yang mendorong sebagian jacks, batfish dan kakap yang hidup berdampingan
3
dengan ikan kecil karang kecil, hiu, ikan kerapu, Tabel 1. Scoring berdasarkan Kubalikova, 2013
hingga kura-kura.

Gambar 5. Pulau Kri
Pulau Salaswati
Pulau Salawati merupakan pulau terbesar di Kabupaten
Raja Ampat. Dengan pasir berwarna putih, pulau ini
banyak diminati oleh wisatawan. Apalagi di sini adalah
tempatnya ikan pelangi yang jarang ada di dunia
menambah keistimewaan pulau ini. Selain itu, Berdasarkan hasil scoring, bahwa daerah geopark
masyarakatnya juga memiliki adat istiadat yang kental. sudah layak dalam pengembangan geopark
Tarian Wor adalah salah satu tarian yang selalu internasional.
menjadi salah satu tarian penyambut para wisatawan Kesimpulan
yang datang ke sini.
Berdasarkan dari data di atas bahwa lokasi
penilitian berpotensi menjadi geopark internasional
dilihat dari scoring. Perlu ditingkatkan kebersihan dan
fasilitas – fasilitas yang ada dari pemerintah dan juga
kesadaran dari warga lokal.

Referensi
Damanik, Janianton dan Helmut F. Weber. 2006.
Gambar 6. Pulau Salaswati
Perencanaan Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi.
Setelah diidentifikasi daerah potensi geopark Yogyakarta: Andi Offset.
kabupaten Raja Ampat dilakukan scoring berdasarkan Ritchie, J. R. B., dan G. I. Crouch. 1999. The
klasifikasi Kubalikova, 2013 untuk mendapatkan layak competitive destination, a sustainable perspective.
atau tidak dijadikan geopark internasional, berikut Journal of Tourism Management. 21(1), 1–7.
hasil scoring: Sukardi, dan T.Budhitrisna. 1992. Peta Geologi
Lembar Salatiga, Jawa, Skala 1:100.000. Pusat
Penelitian dan Pengembangan Geologi. Bandung.
Suryadana, Liga M & Octavia, Vanny. (2015).
Pengantar Pemasaran Pariwisata. Bandung:
Alfabeta.

4
Gambar 6. Peta Geotrek Potensi Geopark Internasional

1